JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 2025, 382-393 http://jurnal. id/index. php/jp2m PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF BATIK LOKATMALA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Nurmala Putri Sulaeman 1*. Yanti Mulyanti 2. Ana Setiani 3 1,2,3 Prodi Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Jl. R Syamsudin. SH. No. Kota Sukabumi. Jawa Barat, 43113. Indonesia. e-mail: 1*nurmala021@ummi. id, 2yantimulyanti@ummi. id , 3anasetiani361@ummi. *Penulis Korespondensi Diserahkan: 31-12-2024. Direvisi: 12-01-2025. Diterima: 25-01-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengvevaluasi kevalidan, kepraktisan, sera keefektifan pada Bahan ajar digital berbasis Etnomatematika pada Motif Batik Lokatmala untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan tes. Dengan subjek uji penelitian yaitu siswa kelas VII MTs-Huseiniyah. Hasil analisis menjunjukan bawa bahan ajar yang dikembangkan memiliki skor kevalidan 93% . angat vali. , kepraktisan 82% . angat prakti. , dan keefektifan sebesar 0,50 . Sehingga disimpulkan bahwa bahan ajar digital berbasis etnomatematika pada batik lokatmala yang dikembangkan valid, praktis, serta efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Kata Kunci: pengembangan. bahan ajar. batik lokatmala Abstract: This purpose of this study is to evaluate the validity, practicality, and effectiveness of Ethnomathematics-based digital teaching materials on Lokatmala Batik Motifs to Improve Mathematical Problem-Solving Ability. This research use the (R&D) methode wuth the ADDIE model. Data collection techniques were carried out through interviews, questionnaires, and tests. The research test subject is VII grade students of MTs-Huseiniyah. The results of the analysis show that the teaching materials developed have a validity score of 93% . ery vali. , practicality of 82% . , and effectiveness of 0. it is inferred that the ethnomathematics-based digital teaching materials on lokatmala batik developed are valid, useful, and effective in improving the ability to solve mathematical Keywords: Development. teaching material. lokatmala batik Kutipan: Sulaeman. Nurmala Putri. Mulyanti. Yanti. , & Setiani. Ana. Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Etnomatematika pada Motif Batik Lokatmala untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. Vol. 11 No. 1, . https://doi. org/10. 29100/ jp2m. Pendahuluan Pendidikan abad ke-21 dituntut mampu membekali siswa dengan berbagai kemampuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan zaman (Mardhiyah dkk. , 2. Matematika salah satu ilmu bidang esensial, yang memiliki peran penting bagi perkembangan sains, teknologi, serta keseharian (Rachmatika &Wardono, 2. NCTM menyebutkan 5 standar proses yang perlu dikuasai siswa, yakni : reasoning and proof, problem solving, connection, communication, serta representation This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 29100/jp2m. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani (Amaliah & Sutirna, 2. Berdasarkan pendapat NCTM tersebut bahwasannya kemampuan memecahkan permasalahan yakni satu diantara banyak kemampuan yang harus pelajar kuasai. Selain itu Setiani dkk. , . menyampaikan, kemampuan memecahkan permasalahan ini sangat penting dimiliki siswa karena hasil belajar mereka akan terganggu jika mereka tidak dapat memecahkan masalah dengan baik. Meskipun demikian, siswa Indonesia masih memiliki kemampuan memecahkan permasalahan yang relatif rendah. Menurut hasil survei lembaga TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Stud. Indonesia menempati urutan 50 dari 72 negara dengan skor 397 di bawah skor Hal ini mengindikasikan bahwasannya siswa Indonesia mempunyai kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah. Mengindikasikan bahwasannya skor sebelumnya yaitu 397 pada tahun 2019 tidak mengalami peningkatan (OECD, 2. Kemampuan pemecahan masalah yang rendah dapat disebabkan oleh kesulitan siswa dalam menerapkan serta memilih strategi yang tepat untuk menyelesaikan soal (Nurul Fadilah & Haerudin, 2. Kemudian (Anggiana, 2. menyatakan bahwa dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa hendaknya seorang pendidik dapat mengembangakan serta menerapkan suatu strategi dalam pembelajaran. Menggunakan bantuan sumber belajar yang relevan merupakan satu di antara banyak cara meningkatkan kemampuan memecahkan permasalahan matematis. Penggunaan bahan ajar merupakan salah satu caranya. Menurut Hidayat & Rachmani Dewi, 2. Proses pembelajaran efisien serta menarik dapat ditingkatkan dengan penggunaan bahan ajar, serta dapat dipakai untuk menilai keefektifan pembelajaran (Wahyudi, 2. Dengan demikian, perlu disediakan bahan ajar yang dapat membantu pelajar meningkatkan kemampuan memecahkan permasalahan matematika di kelas. Mengembangkan bahan ajar tentunya bisa dengan membuat kebaharuan relevan dan menarik. Salah satu inovasi yang sangat efektif di era digital adalah dengan mengembangan baha jar dalam format Bahan ajar digital memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya dapat mempermudah pengajaran baik pendidik maupun peserta didik karena pemakaian gadget yang mendukung proses pengajaran yang fleksibel (Ashari & Puspasari, 2. Juga membuat pengalaman belajar lebih menarik serta efektif, memungkinkan siswa untuk belajar kapanpun dan dimanapun (Faqih, 2. Namun meskipun bahan ajar memiliki banyak keunggulan, penggunaan yang kurang diperhatikan dapat beresiko membuat siswa akan terlalu fokus terhadap teknologi yang ada tanpa memperhatikan konteks lokal disekitar mereka. Hal tersebut tentunya dapat berdampak negatif pada pengetahuan siswa mengenai budaya lokal serta mengurangi rasa bangga mereka terhadap warisan budaya tersebut. Oleh sebab itu diperlukannya upaya dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pengajaran. Salah satu pendekatan yang efektif dalam konteks ini adalah Etnomatematika. Etnomatematika merupakan konsep matematika dengan budaya ataupun tradisi dikehidupan sehari-hari (Finariyati dkk. kemendikbudristek pada tahun 2022 menyebutkan bahwa pembelajaran dengan memasukan nilainilai kearifan lokal dalam pembelajaran akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang akar dan budaya sejarah bangsa. Sehingga Penerapan etnomatematika dalam pembelajaran matematika memberikan kesempatan siswa untuk mempelajari konsep matematika melalui kontes budaya setempat, juga membantu siswa memahami materi dengan mudah dan memperkuat rasa bangga terhadap budaya mereka sendiri (Cahya & Siregar, 2. Tidak hanya itu menurut Nurniyati dkk. , . Etnomatematika juga dapat membantu pemecahan permasalahan matematika siswa dengan memahami serta menggabungkan praktik-praktik matematika dari budaya yang berbeda. Dalam konteks budaya lokal, motif batik Lokatmala asal Sukabumi menjadi salah satu contoh menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika berbasis etnomatematika. Motif batik ini dikenal dengan pola-pola geeometris yang khas, seperti simetri, pencerminan, pengulangan dan yang lainnya yang relevan untuk berbagai materi matematika, khususnya geometri. Selain aspek matematis, motif ini juga memiliki makna filosofis. Salah satunya pada motif Masagi, motif berasal dari kata AupasagiAy yang berarti segi empat sama sisi, yang melambangkan keseimbangan. Filosofi ini Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani mengisyaratkan bahwa manusia memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu pengetahuan yang seimbang antara kehidupan dunia dan kehidupan setelah kematian, serta menjadi teladan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar (Alamsyah P, 2. Dengan demikian, pengintegrasian motif batik lokatmala tidak hanya dalam pembelajaran dalam memperkaya pemahaman matematika, tetapi juga menanamkan nilai nilai dan filosofi kehidupan kepada siswa. Dengan demikian pendekatan etnomatematika yang diterapkan melalui bahan ajar digital dapat menjadi solusi inovatif untuk proses pembelajaran. Dengan mengintegrasikan budaya lokal dan teknologi menjadikan sebuah kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan siswa sekaligus mendukung pelestarian budaya di era globalisasi. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan efektivitas bahan ajar digital ethnomatematika guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Sulistyaningsih , . Namun penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengembangkan bahan ajar digital yang mengintegrasikan elemen-elemen digital lainnya seperti video pembelajaran dan gamifikasi yang dikemas dalam bentuk e-book. Materi yang disajikan juga menggunakan dengan menggabungkan konteks lokal di sukabumi yaitu pada batik lokatmala. Selain itu penelitian ini mempertimbangkan kenyataan bahwa penggunaan bahan ajar digital disekolah belum sepenuhnya dioptimalkan. Mengingat pentingnya penggunaan bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran, penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan bahan ajar digital berbasis Ethnomatematika dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa dengan judul: AuPengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Ethnomatematika pada motif batik lokatmala untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah MatematisAy Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (R&D). Metode ini bertujuan untuk menciptakan suatu produk dan menguji keefektifannya (Sugiyono, 2018:. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch atau yang sering disebut model ADDIE. Model ini mecakup lima tahapan utama,. Tahapan tersebut dapat dilihat pada gambar 1: Gambar 1. Model ADDIE (Sugiyono, 2019:. Penelitian dan pengembangan ini terdapat beberpa subjek uji, yaitu tiga ahli dalam bidang materi dan media, 20 orang siswa MTs Al-Huseiniyyah, serta guru mata pelajaran matematika disekolah Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Lalu untuk Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari instrumen tes seperti pretest dan postest, serta instrumen non-tes seperti angket dan lembar validasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif didapat dari angket serta hasil kelayakan uji coba produk yang berasal dari tanggapan, komentar dan rekomendasi ahli media, ahli materi, guru mata pelajaran dan para siswa. Data kuantitatif didapatkan dari perhitungan hasil validasi oleh ahli bahan ajar, ahli materi, hasil respon siswa, serta hasil tes kemampuan siswa yang diubah kedalam bentuk persentase saat uji coba produk. Tehnik analiss data digunakan untuk mengukur hasil uji validitas, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Kevalidan produk dianalisis berdasarkan data penilaian validator menggunakan skala likert, yakni psikometrik yang populer digunakan dalam riset (Sugiyono, 2. Skala likert yang digunakan yakni: Tabel 1. Tabel Konversi Skala Likert Kevalidan Keterangan Skor Sangat Kurang (SK) Kurang (K) Cukup (C) Baik (B) Sangat Baik (SB) Setelah skor yang diroleh dari hasil penilaian para ahli terhadap bahan ajar, kemudian dihitung perentase skor dengan menggunakan rumus berikut (Sevtia dkk. , 2. yce ycE = ycA y 100% . Kemudian dari hasil perhitungan tersebut akan diinterpretasikan dengan kriteria validitas sebagai berikut (Susanti dkk. , 2. Tabel 2. Kriteria kevalidan Keterangan Sangat Valid Valid Cukup Valid Tidak Valid Sangat tidak Valid Persentase 81%-100% 61% - 80% 41% - 60% 21% - 40% 0% - 20% Kepraktisan produk diukur dari analisis angket respon guru dan siswa melalui skala likert dengan kategori SS (Sangat Setuj. hingga STS (Sangat tidak Setuj. Data kualitatif dari angket tersebut dikonversi menjadi data kuantitatif dengan ketentuan berikut: Tabel 3. Tabel Konversi Skala Likert Kepraktisan Keterangan Skor Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Ragu-ragu Setuju (S) Sangat Setuju (SS) (Sugiyono, 2. Dari hasil konversi tersebut Kemudian data dihitung dengan menggunakan rumus: ycu ycEycI = ycA y 100% . Selanjutnya dari hasil perhitungan tersebut akan diinterpretasikan dengan kriteria kepratisan sebagai berikut (Susanti dkk. , 2. Tabel 4. Kriteria kepraktisan Keterangan Persentase Sangat Praktis 81%-100% Praktis 61% - 80% Cukup Praktis 41% - 60% Tidak Praktis 21% - 40% Sangat tidak Praktis 0% - 20% Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Efektifitas bahan ajar dianalisis dengan membandingkan hasil pretest dan postest setelah uji coba, menggunakan rumus rumus gain ternormalisasi yang dihitung berdasarkan rumus menurut (Sevtia , 2. ycA Oe yaycaycnycu = ycIycoycuyc ycEycuycycycyceycycOeycIycoycuyc ycEycyceycyceycyc ycIycoycuyc ycAycaycoycOeycIycoycuyc ycEycyceycyceycyc Perhitungan N-gain selanjutnya diinterpretasikan menggunakan kategori: Tabel 5. Tabel kategori skor gain ya > 0,7 0,3 < ya O 0,7 ya < 0,3 Klasifikasi Tinggi Sedang Rendah (Sundayana, 2. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini menghasilkan bahan ajar digital berbasis etnomatematika pada motif batik lokatmala guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Bahan ajar ini mengintegrasikan sebuah konsep matematika dengan budaya lokal sukabumi, khusunya pada motif batik lokatmala. Pengembangan dilakukan dengan tahapan ADDIE. Dimana bahan ajar yang dihasilkan nantinya hingga ke tahap evaluasi. berikut hasil dan pembahasan dengan menggunakan model ADDIE sebagai berikut Tahap Analisis (Analyz. Langkah awal dari model penelitian dan pengembangan ADDIE adalah tahap analisis. Sejumlah langkah analisis digunakan dalam tahap ini, termasuk analisis kurikulum, kebutuhan siswa, serta karakteristik siswa. Tujuan dari tahap ini untuk mengumpulkan data awal mengenai produk yang akan dibuat untuk menciptakan solusi terbaik untuk masalah tersebut. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bawa pada kegiatan pembelajaran sekolah masih menggunakan kurikulum 2013. Kemudian hasil dari analisis kebutuhan dan karakterisik siswa didapatkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan belajar karena katerbatas dalam pengunaan pada sumber belajar, siswa menginginkan bahan ajar yang kontekstual yang ada disekitar lingkungannya dengan dilengkapi video dan games yang mendukung pembelajaran lebih menarik, di samping itu siswa juga sudah terbiasa menggunakan smartphone dan laptop, sehingga bahan ajar digital dianggap relevan dengan kebutuhan siswa Tahap Perancangan (Desig. Langkah berikutnya adalah tahap desain, yang mencakup rancangan awal bahan ajar yang akan dikembangkan, meliputi kerangka serta pemilihan media juga formatnya. Selain itu, instrumen penelitian juga dibuat pada tahap ini guna mengukur produk ditahap berikutnya. Pada tahap perancangan ini bahan ajar digital dirancang menggunakan canva, yang menyediakan beragam ilustrasi menarik sehingga akan menjadi daya tarik siswa tersendiri. lalu pada bagian latihan soal dihubungkan dengan google form dan quisis untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif. Pada Proses pengambangannya bahan ajar dikembangkan menggunakan platform heyzine flipbooks dengan format berupa e-books yang dapat diakses melalui website, sehingga memungkinkan penggunaannya dapat digunakan diperangkat apapun seperti smarthphone, laptop, komputer dan lainnya. Berikut beberapa komponen desain bahan sebagi berikut: Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Gambar 2. Halaman Sampul Depan Gambar 3. Halaman Pendahuluan Gambar 4. Halaman Peta Konsep Gambar 5. Halaman Pengantar Pembelajaran Gambar 6. Halaman Kegiatan Pembelajaran Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Gambar 7. Halaman Rangkuman Gambar 6. Halaman Daftar Pustaka Tahap Pengembangan (Developmen. Tahap selanjutnya yaitu tahapan dalam pengembangan bahan ajar telah dirancang dan direalisasikan melalui proses validasi. Validasi dilakukan guna menilai kevalidan bahan ajar berdasarkan instrumen yang telah disediakan. Setelah proses validasi, dilakukan perbaikan berdasarkan temuan analisis dan pendapat para ahli. Berikut merupakan hasil rekapitulasi penilaian validasi bahan ajar yang telah dikembangkan. Tabel 6. Rekapitulasi Penlilaian Validator Aspek Penilaian Validator Jumlah Ahli Materi Kelayakan isi Sangat Valid Kelayakan bahasa Sangat Valid Kelayakan penyajian Aspek Sangat Valid Sangat Valid Ahli Media Aspek kegrafisan Sangat Valid Sangat Valid Aksebilitas Sangat Valid Jumlah Sangat Valid Rata-Rata Sangat Valid Dari tabel diatas dapat disimpukan bahwa rata-rata hasil validasi para ahli yang diperoleh sebesar Nilai ini termasuk kedalam kelompok sangat valid, yaitu kisaran 81%-100%. Oleh karenanya secara keseluruhan bahan ajar digital berbasis etnomatematika pada motif batik lokatmala dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis tergolong sangat valid dengan jumlah total persentase sebesar 93%. Sehingga, secara umum bahan ajar telah memenuhi kriteria kelayakan suatu produk dan dapat digunakan dengan baik pada tahap selanjutnya. Seperti yang dikatakan oleh Gazali, . bahwa bahan ajar dapat digunakan uji coba jika telah dikatakan valid dan memiliki skor kevalidan minimal berada pada kategori valid. Setelah memperoleh penilaian mengenai kelayakan bahan ajar yang telah dirancang, bahan ajar diperbaiki sesuai masukan dari validator. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahan ajar agar lebih optimal. Masukanserta saran ahli disajikan dalam tabel 7. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Tabel 7. Revisi Bahan Ajar Revisi Bahan Ajar Sebelum Sesudah Perbaikan pada kalimat pendahuluan Perbaikan tata letak, dan paragraf Perbaikan urutan kalimat pada contoh soal Perbaikan daftar pustaka Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Tahap Implementasi (Implementatio. Implementasi dilakukan guna menguji kepraktisan dan keefektifitasan bahan ajar yang telah diuji oleh validator. Guru dan siswa dilibatkan langsung untuk mengevaluasi kepraktisan dan efektivitas bahan ajar tersebut. Berikut adalah hasil rekapitulasi kepraktisan dan keefektifitasan bahan ajar. Kepraktisan Bahan Ajar Kepraktisan bahan ajar dilakukan dengan melakukan analisis data yang diperoleh dari hasil angket guru dan siswa. Tabel 8. Hasil Angket Respon Guru Nilai yang Nilai Aspek Kelayakan isi Bahasa Penyajian Penggunaan Jumlah Tabel 9. Hasil Angket Respon Siswa Nilai yang Nilai Aspek Motivasi Kemudahan Ketertarikan Jumlah Sangat praktis Praktis Praktis Sangat praktis Sangat praktis Sangat praktis Sangat praktis Sangat praktis Sangat praktis Adapun nilai rata-rata respon angket guru dan siswa sebagai berikut: Tabel 10. Hasil Angket Respon Guru dan Siswa Responden Skor Kepraktisan Guru Siswa Oc ycycoycuyc ycoyceycyycycaycoycycnycycaycu Rata-Rata Oc ycycoycuyc ycoyceycyycycaycoycycnycycaycu Keterangan Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Berdasarkan tabel diatas, didapatkan skor respon siswa mencapai 83% . angat prakti. Juga skor respon guru mencapai 83% . angat prakti. Oleh karena itu rata-rata yang didapat Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani sebesar 82% . angat prakti. karena berada pada interval 81%-100%. Sehingga bahan ajar yang dikembangkan praktis untuk digunakan. Hal ini sejalan dengan pendapat Jusniar et al. , bahwa suatu produk dapat dikatakan praktis apabila rata-rata skor minimal 70 % dalam kategori praktis (Irawan et al. , 2. Dengan demikian produk ini layak untuk digunakan Keefektifan Bahan Ajar Keefektifan bahan ajar dianalisis berdasarkan skor rata-rata pretest serta posttest, yang dihitung menggunakan rumus N-Gain. Hasilnya kemudian dikelompokan guna mengetahui tingkat keefektifitasan bahan ajar. Berikut rekapitulasi hasil pretest dan postest uji kefektifan Tabel 11. Rekapitulasi Hasil Pretesr dan Posttest Uji Coba Keefektifan Nama siswa pretest posttest S-1 S-2 S-3 S-4 S-5 S-6 S-7 S-8 S-9 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 rata-rata N-gain score Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil sebesar 0,5 . Karena berda diantara 0,3 < g < 0,7. Kurniawan & Hidayah, . Mengatakan bahwa suatu pembelajaran dikatakan efektif jika skor n-gain siswa lebih besar dari 0,3 dengan kriteria sedang atau tinggi. Dengan demikian bahan ajar digital berbasis etnomatematika pada potif batik lokatmala dikatakan efektif. Tahap Evaluasi (Evaluatio. Tahap evaluasi ini dilakukan di semua tahapan pengembangan, dari mulai analisis, hingga implementasi, untuk memastikan kesesuaian bahan ajar yang dikembangkan. Evaluasi formatif meliputi uji validitas ahli untuk mengetahui seberapa valid bahan ajar, dan uji kelompok kecil untuk menilai Selanjutnya evaluasi sumatif dilakukan melalui uji coba lapangan untuk mngukur keefektifan bahan ajar. Hasil akhir dari tahap evaluasi ini menujukan bahwa produk yang dikembangkan dalam bentuk bahan ajar digital berbasis etnomatematika memiliki kriteria sangat valid, sangat praktis, dan efektif. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Nurmala Putri Sulaeman. Yanti Mulyanti. Ana Setiani Kesimpulan Hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar digital berbasis etnomatematika pada motif batik lokatmala sukabumi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi segitiga dan segiempat kelas VII MTs Al-Huseiniyyah didapatkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki skor kevalidan 93% . angat vali. , kepraktisan 82% . angat prakti. , dan keefektifan sebesar 0,50 . Sehingga bahan ajar ini layak dipergunakan dalam sebuah pembelajaran matematika. Daftar Pustaka