J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 RANCANGAN KURIKULUM AuYESUS SAHABATKU DAN TERANGKUAy UNTUK SEKOLAH MINGGU KELAS KECIL Veronika Floremsi: Jon. Tantri Yulia (Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen STT Kristus Alfa Omega: floremsi12@gmail. Dosen STT Kristus Alfa Omega: bongminj@yahoo. tantri703@gmail. Abstrak Kurikulum kelas kecil merupakan rencana belajar yang diterapkan bagi anak-anak Sekolah Minggu usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kurikulum tematik dengan pendekatan "Yesus Sahabatku dan Terangku", guna mengembangkan kepekaan rohani dan karakter Kristiani sejak usia dini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang kurikulum kelas kecil yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan observasi Hasil dari penelitian ini berupa rancangan kurikulum tematik dengan pendekatan relasional dan naratif yang menekankan nilai persahabatan dengan Yesus dan menjadi terang di tengah dunia. Rancangan kurikulum yang telah dihasilkan diharapkan dapat diterapkan secara praktis dan efektif dalam proses pembelajaran Sekolah Minggu kelas kecil. Kata kunci: Kurikulum, sekolah minggu, kelas kecil, yesus sahabatku, terangku Abstract The small class curriculum is a learning plan implemented for early childhood Sunday School students. This study aims to design a thematic curriculum using the approach AuJesus. My Friend and My Light,Ay in order to develop spiritual sensitivity and Christian character from an early age. The research problem addressed in this study is how to design an effective curriculum for small classes that meets the developmental needs of young children. The method used in this research includes literature review and participatory observation. The result of the study is a thematic curriculum design that adopts a relational and narrative approach, emphasizing the values of friendship with Jesus and being a light in the world. This curriculum is expected to be applied practically and effectively in the teaching and learning process of small class Sunday School. Key word: Curriculum. Sunday School, small class. Jesus My Friend. My Light PENDAHULUAN Dalam menghadapi tahun emas 2045 maka pemerintah dunia menaruh perhatian khusus kepada anak dan negara Indonesia juga termasuk di dalamnya. Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan peluang dalam merubah negara berkembang menjadi negara maju dan salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan khususnya bagi anak yang disebut dengan generasi emas. 1 Generasi emas adalah anak usia dini sebagai penerus bangsa yang akan datang. Anak usia dini yang disebut generasi emas penting untuk diperhatikan demi kemajuan bangsa. Diperkirakan 25 tahun yang mendatang anak usia dini akan masuk pada usia produktif dan berperan penting pada masa itu. 2 Jadi pendidikan generasi emas harus dibangun untuk kemajuan mendatang. Mison Imanuel Daud. Perkembangan Kurikulum Sekolah Minggu Gereja-Gereja Di Manado, ed. Hendrik legi (Jakarta, 2. Ibid. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Kurikulum sangat banyak variasinya, mulai dari yang sederhana sampai yang mencakup seluruh isi kurikulum. Kurikulum yang disederhanakan misalnya seluruh pembelajaran yang diikuti peserta didik. Sedangkan pengertian yang mencakup keseluruhan adalah apa yang dijalani peserta didik di tempat ia belajar. Awalnya istilah kurikulum digunakan pada dunia atletik yaitu curere yang berarti AuberlariAy istilah ini berhubungan dengan curier . yang berarti sebuah profesi yang bertugas mengantarkan sesuatu kepada orang lain. Sebagaimana seorang kurir harus melalui jalan untuk mencapai tujuan maka dari itu, istilah kurikulum diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh jika dialihkan ke dunia pendidikan. 3 Nasution mengemukakan pengertian kurikulum seperti yang tercantum dalam Webster's International Dictionary: Curriculum course a specified fixed course of study, as school or college, as one lending to a degree. Artinya kurikulum ada dua macam, yang pertama mata pelajaran yang perlu ditempuh maupun dipelajari oleh peserta didik di sekolah atau di Perguruan Tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu. Kemudian yang kedua kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan lembaga pendidikan. Nasution beranggapan bahwa kurikulum merupakan suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses dalam pembelajaran di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau 5 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan tertentu. Jadi kurikulum adalah seperangkat rencana yang mengatur mengenai tujuan isi bahan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. 6 Untuk mencapai tujuan kurikulum dengan maksimal maka sekolah perlu membimbing setiap tenaga pendidik untuk Sebuah kurikulum yang diterapkan di gereja. Kurikulum Agama Kristen dalam pelayanan anak sekolah minggu, secara khusus kelas kecil yang telah diketahui bahwa kurikulum sangat penting dalam pendidikan yang menjurus pada cetak biru yang digunakan guna mencapai hasil yang 7 Hal ini disebabkan karena di gereja perlu menggunakan kurikulum yang tepat agar tujuan dalam gereja dapat tercapai. Kurikulum sekolah minggu termasuk dalam pendidikan non formal ditandai dengan kegiatannya yang dilaksanakan secara fleksibel atau menyesuaikan waktu dan kondisi yang ada, banyak denominasi yang mengajarkan pembelajaran keagamaan guna membina kerohanian anak. Junihot M. Simajuntak. Desain Dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen (Yogyakarta, 2. Ibid. Menurut J Galen Sailor. William M Alexander, and Menurut Galen. AuA. Kurikulum 1. Pengertian KurikulumAy . d, n. Dasar Teori Dan Praksis Pendidikan (Jakarta, 2. Yustani Harefa and Yehezkiel Sugeng Mulyono M Th. AuImplemetasi Kurikulum Sekolah Minggu Terhadap Perkembangan Kerohanian Anak-Anak Sekolah Minggu Di Gereja Pantekosta Di Indonesia Maranatha Yosomulyo Banyuwangi,Ay Metanoia 5, no. Yustani Harefa and Yehezkiel Sugeng Mulyono M Th. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Walaupun kurikulum sekolah minggu dalam kategori pendidikan non formal, tujuannya harus tetap diperhatikan dan disesuaikan secara fleksibel sesuai dengan waktu pertemuan ibadah sekolah minggu. Dalam penerapan kurikulum di kelas, ada banyak metode mengajar yang dapat digunakan oleh Metode mengajar adalah cara yang perlu ditempuh seorang guru untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Karena sangat penting untuk menentukan keberhasilan dalam suatu proses Istilah metode mengajar guru diganti dengan istilah strategi dalam pembelajaran. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran sekolah minggu antara lain: Metode ceramah adalah pendekatan pengajaran dimana seorang guru atau pembicara memberikan informasi kepada para siswa atau peserta dengan cara memberikan kuliah atau ceramah secara Dalam metode ini guru atau pembicara biasanya menjadi sumber utama informasi, sedangkan siswa atau peserta mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan Menghafalkan, dialog adalah teknik di mana seseorang mempelajari dan mengingat dialog atau percakapan dengan mengulangi kata-kata Studi kasus adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami secara mendalam suatu kasus atau fenomena tertentu dalam konteks nyata. Metode cerita adalah pendekatan dalam pembelajaran dimana narasi atau cerita digunakan sebagai sarana untuk mentransfer pengetahuan, nilai, atau konsep kepada anak. Guru sekolah minggu bisa menggunakan metode sesuai dengan pembelajaran yang dilaksakan. Kurikulum yang diberikan kepada anak sekolah minggu haruslah dirancang dan dipersiapkan dengan baik, bukan hanya sekedar memberi pengetahuan tentang Alkitab, tetapi membantu anak menikmati firman Tuhan sebagai pedoman kehidupan, dengan kata lain anak bukan hanya belajar tulisan dalam kurikulum tetapi anak mampu menghayati dan menerapkan dalam kehidupan. 11 Dari kurikulum juga anak belajar untuk mambangun karakter dan sikap moral yang lebih baik bahkan mampu mendukung pertumbuhan perilaku emosional, sosial, dan intelektual anak melalui pembelajaran yang menyenangkan yang dirancang dengan baik. 12 Kurikulum mampu mengembangkan keterampilan anak berbicara di depan umum, bekerja sama dengan teman, dan berimajinasi tinggi. Rancangan kurikulum Yesus sahabat dan terangku dirancang untuk: Mengenal Yesus: Memahami siapa Yesus, ajaran-Nya, dan peran-Nya dalam kehidupan seharihari. Sailor. Alexander, and Galen. AuA. Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum. Ay9 Daniel Supriyadi. AuImplementasi Best Practice Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah Minggu,Ay Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) 1, no. : 108Ae123. Natalia Olivia Kusuma Dewi Lahamendu. AuKajian Terhadap Penerapan Kurikulum Sekolah Minggu Di Gereja Masehi Injili Di MinahasaAy . , 30. Harefa and Th. AuImplemetasi Kurikulum Sekolah Minggu Terhadap Perkembangan Kerohanian Anak-Anak Sekolah Minggu Di Gereja Pantekosta Di Indonesia Maranatha Yosomulyo Banyuwangi. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Kasih Karunia: Menekankan pentingnya kasih karunia Allah dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Penerangan Rohani: Memberikan pemahaman tentang bagaimana Yesus dapat menjadi terang dalam kehidupan seseorang, membantu mengatasi kesulitan dan menemukan makna hidup. Pembentukan Karakter: Membangun karakter Kristen yang kuat melalui pengajaran tentang nilainilai seperti kasih, kejujuran, dan pengampunan. Hubungan dengan Tuhan: Menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa, pembacaan Alkitab, dan komunitas iman. Poin yang terpenting dalam kurikulum ini adalah anak bisa mencapai tujuan kurikulum yang mengajarkan menjadi sahabat dan terang dunia misalnya mengenalkan Yesus sebagai terang dunia dan sahabat yang sejati agar anak bertumbuh sesuai dengan karakter Kristus. Rancangan kurikulum ini juga dibangun dengan pendekatan holistik dan kontekstual untuk anak usia dini. Beberapa poin penting yang menjadi ciri khas dan pembeda dari kurikulum ini misalnya integrasi ayat hafalan dan simbol visual. Setiap minggu, anak dikenalkan pada ayat hafalan yang dikaitkan dengan simbol konkret, misalnya lilin untuk Yohanes 8:12a (AuYesus adalah terang duniaA. Hal ini mendorong pemahaman simbolik dan penguatan memori melalui visualisasi. Penelitian ini menarik dan berbeda dengan lainnya karena rancangan kurikulum "Yesus Sahabatku dan Terangku" fokusnya pada pembentukan karakter Kristen yang kuat dan mendalam melalui pengajaran tentang kasih karunia, penerangan rohani, dan hubungan pribadi dengan Tuhan. Urgensinya terletak pada kebutuhan akan pendidikan agama yang efektif dalam membentuk generasi emas yang memiliki landasan iman kuat dan karakter baik, sehingga dapat menghadapi tantangan hidup dengan bijak dan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Penelitian ini menghasilkan produk berupa rancangan kurikulum dengan panduan lengkap bagaimana kurikulum ini dapat diimplementasikan secara efektif dan berdampak pada pertumbuhan rohani dan karakter peserta didik. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) level 1, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan rancangan produk berupa kurikulum, tanpa melakukan uji implementasi terhadap produk tersebut. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yakni merancang kurikulum Sekolah Minggu untuk kelas kecil bertema "Yesus Sahabatku dan Terangku". Pendekatan Sequential Exploratory digunakan untuk menggali data kualitatif terlebih dahulu melalui wawancara dan angket, meskipun pada artikel ini hanya disajikan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru sekolah Minggu dan pihak gereja. Instrumen yang digunakan berupa daftar pertanyaan terbuka yang mencakup tujuan kurikulum, metode pembelajaran kreatif, serta penyesuaian materi dengan usia dan tahap perkembangan J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Validitas data diperoleh melalui wawancara, hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif, relevan, dan aplikatif dalam merancang kurikulum yang kontekstual dan berdampak. PEMBAHASAN Dalam rancangan kurikulum selama 6 bulan berisi tentang AuYesus Sahabatku dan TerangkuAy, kurikulum ini dirancang khusus untuk anak sekolah minggu kelas kecil. Isinya ada penjelasan nats yang diambil dari beberapa jurnal dan buku kemudian direvisi dan dirancang menjadi kurikulum yang tersusun bukan hanya itu di dalam rancangan kurikulum ini juga dipaparkan tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, ayat hafalan, alat peraga dan aktivitas yang menarik. Beberapa masukan dari sepuluh ahli dirangkum untuk memperbaiki kurikulum yang telah dirancang oleh peneliti. Berikut diuraikan garis besar isi dari Rancangan Kurikulum Kelas Kecil AuYesus Sahabatku dan TerangkuAy: Materi Kurikulum Januari A Minggu pertama Bersyukur Atas Kasih Tuhan (Mazmur 138:1-. A Minggu Kedua Memberi dengan Sukacita (Ulangan 15:1-. A Minggu ketiga Buah-Buah Roh (Galatia 5:16-. A Minggu keempat Aku mau Menolong . esaya 58:6-. Materi Kurikulum Bulan Februari A Minggu Pertama Yesus Sahabat Orang Lemah (Lukas 7:36-. A Minggu Kedua Yesus Sahabat Anak-Anak (Markus 10:13-. A Minggu Ketiga yesus mengasihiku . Yohanes 4:7-. A Minggu Keempat Yesus Sahabatku Kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42 Materi Kurikulum Bulan Maret A Minggu Pertama Mengasihi Saudara (Kejadian 37:1-. A Minggu Kedua Yusuf Dijual Oleh Saudara-Saudaranya (Kejadian 37:23-. A Minggu Ketiga Kesetiaan Yusuf ( Kejadian 39:21-. A Minggu Keempat Menjadi Pendamai Dalam Persaudaran ( Kejadian 45:1-. Materi Kurikulum Bulan April A Minggu Pertama Yesus Terangku ( Yohanes 8:. A Minggu Kedua Yesus Pokok Anggur Yang Benar ( Yohanes 15:1-. A Minggu Ketiga Yesus Jalan Kebenaran Dan Hidup ( Yohanes 14:. A Minggu Keempat Juruselamatku (Matius 1:. Materi Kurikulum Bulan Mei A Minggu Pertama Orang Samaria Yang Murah Hati (Lukas 10:25-. A Minggu Kedua Anak Yang hilang ( Lukas 15:11-32 ) A Minggu Ketiga Yesus Gembala Yang Baik ( Yohanes 10:11-18 ) J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 A Minggu Keempat Doa Bapa Kami (Matius 6:5-. Materi Kurikulum Bulan Juni A Minggu Pertama kasihilah Musuhmu (Lukas 6:27-. A Minggu Kedua Seorang Penabur ( Lukas 8:4-. A Minggu Ketiga Orang Kaya Dan Lazarus (Lukas 16:19-. A Minggu Keempat Pemanggilan Musa (Keluaran 3:1-. Beberapa hasil dari wawancara guru dan para ahli kurikulum disimpulkan bahwa tujuan kurikulum perlu merencanakan tujuan yang matang mulai dari meriset latar belakang anak sekolah minggu agar tujuan dari kurikulum yang diterapkan tercapai. Para ahli juga mengatakan bahwa tujuan kurikulum sekolah minggu ini, memang memiliki tujuan untuk mengembangkan rasa empati anak terhadap sesamanya agar anak dapat menyadari betapa pentingnya berempati dan mengasihi sesama Kurikulum ini bukan hanya mengajarkan anak berempati tetapi mengajarkan anak untuk memaknai hidup sejak dini agar dapat bertumbuh dengan iman Kristen yang benar. Oleh karena itu, ada beberapa metode yang digunakan pada kurikulum ini untuk mewujudkan tujuan kurikulum Yesus Sahabatku dan Terangku, kurikulum AuYesus SahabatkuAy memiliki satu penekanan utama, yaitu pengenalan pribadi anak kepada Yesus sebagai Sahabat sejati. Penekanan ini berakar pada keyakinan bahwa relasi yang intim dan positif dengan Yesus sejak dini akan membentuk dasar iman Kristen anak, menumbuhkan kepercayaan diri rohani, menjadi pondasi untuk pertumbuhan karakter. Adapun temuan penelitian ini diuraikan sebagai berikut: Rancangan Kurikulum sekolah minggu perlu menjelaskan tujuan kurikulum untuk memberikan pemahaman kepada guru, orang tua, dan siswa tentang apa yang ingin dicapai melalui Hal ini membantu memandu proses pengajaran dan pembelajaran serta memberikan arah yang jelas bagi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan anak-anak. Rancangan kurikulum kelas kecil perlu mengajarkan nilai Kristiani untuk membangun iman anak. Kurikulum sekolah minggu perlu mengajarkan nilai-nilai Kristen untuk membangun iman anak karena lingkungan pendidikan merupakan salah satu tempat utama dimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dan dipahami secara mendalam. Mengenalkan nilai-nilai Kristen kepada anak-anak sejak dini membantu mereka memahami prinsip-prinsip moral dan spiritual yang penting dalam agama Kristen, serta membantu mereka mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Ini juga membantu mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu memastikan metode pembelajaran sesuai dengan prinsip moral. Kurikulum sekolah minggu perlu memastikan metode pembelajaran agar proses pendidikan menjadi lebih efektif dan menarik bagi anak-anak. Metode pembelajaran yang tepat dapat membantu anak-anak untuk lebih mudah memahami materi, mengingat informasi dengan lebih baik, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan sehari39 J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 Selain itu, metode pembelajaran yang beragam juga dapat memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda-beda di antara anak-anak, sehingga setiap anak dapat mengalami kesuksesan dalam pembelajaran mereka. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu menggunakan metode praktis yang relevan. Kurikulum sekolah minggu perlu menggunakan metode praktis yang relevan karena anak-anak umumnya belajar dengan lebih baik melalui pengalaman langsung dan aktivitas praktis. Dengan menggunakan metode seperti ini, mereka dapat lebih terlibat secara aktif dalam pembelajaran, mengembangkan keterampilan praktis, dan menerapkan nilai-nilai Kristen dalam kehidupan seharihari. Selain itu, penggunaan metode praktis yang relevan juga membantu anak-anak untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip agama Kristen dapat diterapkan dalam konteks kehidupan nyata, yang membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi mereka. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu menyesuaikan metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Kurikulum sekolah minggu perlu disesuaikan dengan perkembangan anak karena setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan dan karakteristiknya Dengan memperhatikan tahap perkembangan anak, kurikulum dapat dirancang untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan sesuai dengan kemampuan pemahaman mereka. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk belajar dengan lebih efektif dan memberikan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kematangan mereka. Selain itu, penyesuaian dengan perkembangan anak juga memungkinkan guru untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbedabeda di antara anak-anak. Dengan memahami tahap perkembangan mereka, guru dapat menggunakan pendekatan yang sesuai untuk membantu anak-anak belajar secara optimal. Penting juga untuk dicatat bahwa melalui penyesuaian dengan perkembangan anak, kurikulum sekolah minggu dapat membantu anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara holistik, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun spiritual. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu menyediakan strategi yang membantu anak dalam menghafal ayat dengan efektif karena dalam banyak tradisi keagamaan, penghafalan ayat kitab suci dianggap penting untuk memperkuat iman dan hubungan spiritual anak dengan ajaran agama mereka. Strategi penghafalan membantu memudahkan proses pembelajaran dan pengingatan ayat-ayat tersebut secara efektif. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu memahami makna dari ayat yang mereka hafalkan Memahami makna ayat hafalan penting karena itu memungkinkan anak untuk mengaitkan nilai-nilai dan pesan agama dengan pengalaman sehari-hari mereka. Ini membantu mereka tidak hanya menghafal secara mekanis, tetapi juga mengerti dan menginternalisasi ajaran agama, yang dapat membentuk sikap dan perilaku mereka secara lebih bermakna. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu memberikan apresiasi bagi anak yang berhasil menghafalkan ayat hafalan tersebut. Memberikan apresiasi kepada anak yang berhasil J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 menghafalkan ayat hafalan penting karena itu memberikan pengakuan atas usaha dan pencapaian Ini juga dapat meningkatkan motivasi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan koneksi emosional mereka dengan ajaran agama. Selain itu, apresiasi yang diberikan dengan cara yang positif dapat memperkuat kepercayaan diri anak dan mengukuhkan rasa nilai diri mereka. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu memberikan panduan yang efektif menggunakan alat peraga. Memberikan panduan yang efektif dalam menggunakan alat peraga penting karena itu membantu guru memaksimalkan penggunaan alat peraga untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Panduan yang baik dapat memberikan petunjuk tentang cara menggunakan alat peraga secara tepat dan kreatif sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran secara Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu mendorong pendidik untuk menerapkan setiap apa yang terisi dalam kurikulum. Karena pendidik adalah sumber informasi dan panduan utama dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Dengan mendorong pendidik, buku kurikulum dapat memberikan inspirasi, ide, dan strategi yang diperlukan untuk memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan inovatif. Ini membantu pendidik memperluas wawasan mereka, meningkatkan kualitas pengajaran, dan memenuhi kebutuhan beragam siswa. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu memberikan aktivitas yang relevan dengan ajaran Alkitab dan waktu yang efisien. Rasa frustrasi: anak mungkin merasa frustasi atau bosan jika mereka merasa aktivitas yang diberikan tidak relevan atau tidak menarik bagi mereka. Menurunkan motivasi: Aktivitas yang tidak relevan dapat mengurangi motivasi anak untuk belajar atau berpartisipasi dalam pembelajaran, karena mereka mungkin tidak melihat nilainya dalam aktivitas Kurangnya pembelajaran: Jika aktivitas tidak relevan dengan materi pelajaran atau kebutuhan belajar anak, maka pembelajaran yang seharusnya terjadi bisa terganggu atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Mengurangi minat: Aktivitas yang tidak relevan dapat mengurangi minat anak terhadap subjek atau topik tertentu, karena mereka tidak melihat hubungan antara aktivitas tersebut dengan pengalaman atau kepentingan mereka. Rancangan kurikulum sekolah minggu kelas kecil perlu memberikan panduan cara menyanyikan lagu pujian dalam kegiatan ibadah, karena mengajarkan cara yang tepat untuk menyanyikan pujian dapat membentuk karakter anak-anak dengan nilai-nilai seperti kerendahan hati, khusyuk dan rasa Panduan yang jelas tentang cara menyanyikan pujian dapat meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas keagamaan, menciptakan pengalaman yang lebih bermakna dan Memiliki panduan yang baik dapat membantu memastikan bahwa pujian yang dilakukan mencapai standar kualitas tertentu, sehingga memberikan pengalaman ibadah yang lebih memuaskan bagi anak-anak. Memberikan panduan tentang cara menyanyikan pujian juga dapat membantu anak-anak menghormati tradisi agama mereka dengan cara yang tepat dan layak. J T S 2025 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 14 NOMOR 1 KESIMPULAN Berdasarkan analisis data kualitatif yang telah dilakukan maka diperoleh hasil penelitian berupa Rancangan Kurikulum Kelas Kecil AuYesus Sahabatku Dan TerangkuAy Di Sekolah Minggu Jemaat Gereja Bethel Indonesia Gunung Sari Salatiga. Pentingnya penyusunan dan penerapan kurikulum rohani anak yang kontekstual dan Alkitabiah di lingkungan GBI Jemaat Gunung Sari. Produk dari penelitian ini berupa rancangan kurikulum "Yesus Sahabatku dan Terangku" yang mampu membangun relasi yang personal antara anak sekolah minggu dan Tuhan Yesus sebagai sahabat yang mengasihi, sekaligus menanamkan nilai bahwa Yesus adalah terang hidup yang menuntun dalam Rancangan kurikulum ini melibatkan pendekatan pengalaman, aktivitas kreatif, serta refleksi Dampak positif terlihat dari perubahan sikap, pemahaman iman, dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan rohani. Penulis merekomendasikan agar kurikulum ini terus dikembangkan secara berkelanjutan, disesuaikan dengan tantangan zaman dan kebutuhan anak masa kini. Pelatihan guru, evaluasi rutin, serta keterlibatan orang tua juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas Diharapkan kurikulum ini dapat menjadi model bagi GBI Jemaat Gunung Sari Salatiga dan juga bagi gereja-gereja lokal lainnya dalam membina anak sekolah minggu kelas kecil supaya mengenal dan mengasihi Yesus Kristus. DAFTAR PUSTAKA