ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Moderat dalam Mewujudkan Harmonisasi Masyarakat Sekolah di SMA Negeri 1 Porong Nur Kholifatur Rohmah1. Saeful Anam2 Pendidikan Agama Islam. Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik e-mail: nurkholifaturrohmah4@gmail. Abstrak Penelitian ini menyelidiki internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam moderat untuk menumbuhkan kerukunan sosial dalam komunitas sekolah yang beragam di SMA Negeri 1 Porong. Indonesia. Dalam masyarakat multikultural, pendekatan moderat sangat penting untuk mengatasi potensi Studi ini mengidentifikasi nilai-nilai kunciAitawwAssuth . , ta'adul . , dan tawAzzun . Aiyang tertanam dalam pendidikan agama, menggunakan tahapan transformasi nilai Muhaimin: transinformasi, transaksi, dan transinternalisasi. Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Para pemangku kepentingan, termasuk pemimpin sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat, secara kolaboratif menciptakan lingkungan yang inklusif, dengan inisiatif seperti Literasi Jumat yang mempromosikan nilai-nilai ini. Temuan ini menawarkan wawasan teoretis dan panduan praktis untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat dalam pendidikan, yang berfungsi sebagai model untuk menumbuhkan kerukunan dalam masyarakat yang beragam. Kata kunci: Internalisasi. Nilai-Nilai Islam Moderat. Kerukunan Warga Sekolah Abstract This research investigates the internalization of moderate Islamic education values to foster social harmony within the diverse school community of SMA Negeri 1 Porong. Indonesia. In a multicultural society, a moderate approach is essential to address potential conflicts. The study identifies key valuesAitawwAssuth . , taAoadul . , and tawAzzun . Ai embedded in religious education, employing Muhaimin's stages of value transformation: transinformation, transaction, and transinternalization. Data collection includes observation, interviews, and document analysis. Stakeholders, including school leaders, teachers, students, parents, and the community, collaboratively create an inclusive environment, with initiatives like Friday Literacy promoting these values. The findings offer both theoretical insights and practical guidance for integrating moderate Islamic values in education, serving as a model for fostering harmony in diverse societies. Keywords: Internalization. Moderate Islamic Values. School Community Harmony PENDAHULUAN Indonesia seperti yang kita ketahui bersama merupakan salah satu negara yang memiliki keaneragaman budaya, ras, suku, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda, unik dan sangat beragam sesuai etnis masing masing (Kusaeri, 2. Namun karena keberagamannya, terdapat risiko tinggi terjadinya perselisihan sosial konflik antar budaya, ras, suku, agama, dan nilai yang berbeda contohnya di Ambon. Sampit. Poso. Aceh, dan permasalahan sosial lainnya dan lain-lain telah menyadarkan kita bahwa jika hal ini terjadi, maka akan berakibat buruk. terjadinya keruntuhan negara (M. Najikhun, 2. Lebih sepesifik lagi seperti halnya dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir di SMA Negeri 1 porong, terjadi meningkatnya polarisasi dan ketegangan sosial di masyarakat yang berbasis agama. Hal ini dapat mempengaruhi lingkungan sekolah dan merusak harmoni antar anggota masyarakat sekolah. Oleh karena itu, penting untuk menginternalisasi nilai-nilai Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 pendidikan Islam moderat guna mewujudkan lingkungan yang harmonis, di mana setiap individu merasa diterima, dihormati, dan bekerja sama serta saling mendukung. Islam sebagai agama terakhir memiliki banyak ciri khas yang membedakan dari agama Ciri khas Islam yang menonjol adalah tawwAssuth, taAoadul, dan tawAzzun. Ini adalah beberapa ungkapan yang memiliki arti yang berdekatan, atau bahkan sama oleh karena itu, tiga ungkapan tersebut bisa disatukan menjadi wasathiyah (Kh. Afiuddin Muhajir, 2. SMA Negeri 1 Porong mempunyai gaya tersendiri dalam menjaga keberagaman dan Kelompok antar agama di SMA Negeri 1 Porong, antara lain saling menghormati, mengagumi, berbagi, dan kerjasama gotong royong antar umat beragama. Tujuan Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Porong sama dengan Pendidikan Agama Islam pada umumnya, yaitu untuk: menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dengan cara mendidik siswa tentang akidah Islam dan mendorong mereka untuk mengamalkannya, sehingga dapat menjadi umat Islam yang terus bertumbuh keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Menunjukkan akhlak mulia dalam ranah pribadi, sosial, kebangsaan, dan politik. dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. SMA Negeri 1 Porong menggunakan metode intrakurikuler dan ekstrakurikuler dalam melaksanakan Pendidikan Agama Islam guna mencapai tujuannya. Di SMA Negeri 1 Porong, terdapat sebuah inovasi pendidikan yang sangat berarti, yaitu Intrakurikuler yang diimplementasikan melalui program JumAoat Literasi. Program ini menjadi langkah baru dalam membentuk siswa menjadi individu yang kreatif dan memiliki keterampilan Dalam setiap sesi JumAoat Literasi, siswa diberikan kebebasan untuk menuangkan ide dan inovasinya, hasilnya kemudian dijadikan bahan cetak untuk buku atau majalah sekolah. Salah satu produk dari program ini adalah "Light Up The Sky," sebuah majalah yang mendalam tentang adab dalam agama Islam. Selain itu, ada pula "Kristen clopedia" yang menjelajahi aspek-aspek agama Kristen. Menariknya, kedua publikasi ini didistribusikan kepada seluruh warga sekolah tanpa memandang agama masing-masing siswa. Tujuan dari distribusi ini bukan hanya sekadar menyebarkan informasi, tetapi lebih pada menciptakan landasan moral yang kokoh bagi seluruh komunitas sekolah. Majalah-majalah ini menjadi wujud nyata dari semangat inklusivitas, toleransi, dan saling menghormati di SMA Negeri 1 Porong. Mendorong siswa, guru, dan personil sekolah untuk menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam moderat, program JumAoat literasi membentuk lingkungan pendidikan yang positif dan progresif. Dalam hal ini. SMA Negeri 1 Porong sudah menerapkan nilai-nilai pendidikan islam moderat dalam harmonisasi masyarakat sekolah dengan baik. Dengan berbagai keanekaragaman agama dan sosial budaya di SMA Negeri 1 Porong, menjadikan peserta didik mampu hidup bersama secara damai walaupun dengan latar belakang yang berbeda-beda. METODE Berdasarkan pendekatannya penelitian yang di lakukan peneliti tergolong ke dalam penelitian kualitatif karena untuk memperoleh data data yang mendalam dan bermakna . ugiyono, tentang internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam moderat di SMA Negeri 1 Porong. Dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman, persepsi, serta konteks sosial, budaya, dan historis yang memengaruhi proses internalisasi nilai-nilai tersebut. Penelitian dilakukan sebagai field research di lingkungan sekolah dengan objek penelitian yang bersifat alami tanpa uji coba, sehingga termasuk penelitian non-eksperimen. Berlandaskan filsafat postpositivisme, teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi dengan pendekatan fenomenologi yang fokus pada pengalaman dan sudut pandang responden, sementara peneliti berperan sebagai instrumen utama yang bersifat konstruktivis dan melakukan pengamatan cermat dengan mengesampingkan asumsi pribadi. HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai-Nilai Islam Moderat Yang Dikembangkan Dalam Upaya Mewujudkan Harmonisasi Masyarakat Sekolah di SMA Negeri 1 Porong SMA Negeri 1 Porong adalah lembaga formal yang mempunyai warga sekolah dengan perbedaan agama dengan Haluan islam ahlusunah waljamaah yang secara tidak langsung Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 mengandung nilai nilai islam moderat terutama moderat khas ahlussunahwal jamaah seperti tentang al-adl . , at-tawazun . , dan at-tasamuh dalam memahami Islam moderat . (Hadi, 2. Menariknya dalam perkembangan pendidikan islam moderat mewujudkan harmonisasi sekolah, baik di SMA Negeri 1 Porong berkembang baik meski dalam perjalanannya banyak dari siswa maupun guru yang belum menyadari akan perubahan harmonisasi warga sekolah yang di dasarkan pada nilai nilai islam moderat tersebut. Nilai nilai islam moderat yang kami temukan dalam penelitian yang bertempat di SMA Negeri 1 Porong, nilai nilai tersebut akan kami paparkan sedikit beserta bentuk kegiatan yang mendukung adanya nilai nilaiislam moderat tersebut: Toleransi (Tasammu. Toleransi memang sering kali dijelaskan sebagai sikap yang melibatkan penghormatan terhadap keyakinan, pendapat, dan keberagaman orang lain, meskipun hal tersebut bertentangan dengan keyakinan pribadi. Toleransi bukan sekadar "membiarkan" keberagaman tersebut ada, tetapi juga menghargainya dengan sungguh-sungguh, bahkan ketika kita tidak setuju (W. S Poerwadarminta, 2. Di SMA Negeri 1 Porong bentuk toleransi tercermin dengan menyatunya warga sekolah yang memiliki ras, suku dan agama yang berbeda-beda baik Dalam Agama Islam juga mengajarkan pada umatnya agar membangun relasi yang baik dengan sesame suku, ras, budaya, etnik dan agama harus dihormati dan dihargai, perbedaan dan keragaman harus tetap harmoni agar tercipta sebuah perdamaian. Nilai-nilai toleransi tercermin dalam tindakan dan sikap baik siswa maupun dewan guru di SMA Negeri 1 Porong. Sikap ini menggambarkan kemampuan untuk menghargai hak dan kewajiban orang lain dengan melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dengan mempertahankan contoh positif ini, diharapkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama akan terus berkembang dan menjadi bagian esensial dari kehidupan bersama (S. Huntington, 1. Adil . Aotida. Dalam konteks kelas PAI, pendekatan yang adil akan menciptakan ruang bagi semua peserta didik, tanpa membedakan berdasarkan karakter atau latar belakang mereka (Al-Akiti. Prinsip keadilan ini menciptakan lingkungan di mana setiap individu dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam pembelajaran agama dan nilai-nilai yang diajarkan. Seimbang (Tawazzu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nilai tawazun atau keseimbangan, baik dalam konteks duniawi maupun ukhrowi . ehidupan dunia dan akhira. , merupakan konsep penting dalam ajaran Islam. Ketika kita membicarakan metode pendidikan dan pemahaman agama, prinsip tawazun dapat menjadi pedoman. Dalam konteks pembelajaran siswa, pendekatan yang mencakup penggunaan berbagai sumber pengetahuan, termasuk Al-Qur'an. Hadis, serta ijtihad . emikiran para ulam. , adalah langkah yang tepat. Ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang materi yang mereka pelajari. Tawasut . Tawasut, atau moderat, memiliki arti penting dalam konteks pemahaman dan pengamalan agama Islam. Ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan tidak melampaui batas yang ditetapkan dalam ajaran agama. Dalam konteks mewujudkan harmonisasi berdasarkan nilai-nilai Islam moderat, ini berarti menjaga sikap yang seimbang, tidak ekstrem dalam pendekatan terhadap agama (S. Hashmi, 2. Pada observasi di SMA Negeri 1 Porong, terlihat bahwa ada penekanan pada pemahaman Ahlussunnah waljamaah pada siswa yang beragama islam sebagai landasan ajaran Islam. Ahlussunnah waljamaah dikenal sebagai arus utama dalam Islam yang menekankan pemahaman yang moderat dan menyeimbangkan antara ajaran Al-Qur'an. Hadis, dan warisan keilmuan Islam. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pembaharuan (Tajdi. Tajdid dalam konteks keagamaan Islam memang memiliki dua makna yang penting. Pertama. Tajdid sebagai pencerahan atau penyegaran terhadap ajaran yang telah ada Ini mencakup upaya untuk mengemas kembali ajaran yang telah ada ke dalam bentuk yang lebih baik atau lebih relevan dengan zaman yang terus berkembang (Al-Attas. Dalam konteks ini. Tajdid melibatkan reinterpretasi terhadap pemikiran, pandangan, dan pendapat yang telah ada sebelumnya dengan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan zaman yang berubah. Kedua. Tajdid juga berarti pembaruan atau memberikan kontribusi yang baru dalam pemikiran keislaman. Ini melibatkan pengembangan dan penyampaian pemikiran, gagasan, atau penafsiran baru yang mungkin belum pernah ada sebelumnya (Brown, 2. Tajdid dalam makna ini merupakan sebuah langkah untuk menyajikan sesuatu yang inovatif, yang dapat menjadi penyegar atau peremajaan dalam pemahaman agama, terutama ketika menghadapi perubahan zaman yang cepat (Hasan, 2. Jujur (Shidi. Nilai Jujur adalah landasan yang sangat penting dalam membangun hubungan yang kuat, baik itu dalam skala individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Ketika nilai jujur melekat dalam perilaku individu dan masyarakat, itu menciptakan fondasi kepercayaan yang sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian (R. Hasan, 2. Kontribusi setiap individu dalam mempromosikan kejujuran sangatlah penting. Ini mencakup bertanggung jawab atas Tindakan kita, berkomunikasi dengan jujur, dan membangun interaksi yang didasarkan pada kepercayaan. Ketika kejujuran menjadi prinsip yang dijunjung tinggi, hal ini menciptakan lingkungan di mana orang merasa aman untuk berinteraksi dan bekerja sama (Malik, 2. Musyawarah (Syur. Praktik nilai musyawarah yang diimplementasikan dalam evaluasi sekolah setiap Jumat pagi dalam program JumAoat Literasi menunjukkan pendekatan yang inklusif dan partisipatif dalam pengelolaan sekolah. Prosedur yang dimulai dengan kultum antar agama membawa dimensi spiritual yang penting, sementara evaluasi bersama mengundang partisipasi aktif dari semua guru. Proses Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Moderat di SMA Negeri 1 Porong Istilah "internalisasi" merujuk pada suatu proses di mana individu atau kelompok mengubah atau mengintegrasikan pengetahuan, nilai, atau norma tertentu ke dalam diri mereka sendiri sehingga hal tersebut menjadi bagian dari pemahaman, perilaku, atau sikap yang mendalam (Gunawan, 2. Internalisasi Nilai Islam Moderat ialah buah proses penanaman nilai keagamaan, internalisasi ini dapat melalui beberapa arah: pertama melalui institusional atau lembaga yang mana seperti lembaga pendidikan agama Islam, kedua jalur personal atau perorangan yaitu melalui para guru maupun stakeholder lainnya. Berdasarkan temuan penelitian terkait dengan proses internalisasi nilai Islam moderat di SMA Negeri 1 Porong. internalisasi nilai-nilai tersebut merupakan upaya yang sangat penting dari para stakeholder di lembaga tersebut untuk memperkuat harmoni di antara warga sekolah. Dalam kondisi yang terus berubah, terutama dengan pengaruh perkembangan teknologi, nilai-nilai tradisional seperti akhlak dan tata krama dari pendahulu Islam dapat mengalami pergeseran. Dengan adanya upaya internalisasi ini, diharapkan nilai-nilai tradisional yang kian tergeser oleh perkembangan teknologi dapat dijaga dan dipertahankan sebagai bagian yang integral dari karakter warga sekolah. Hal ini juga membantu menciptakan lingkungan yang harmonis di mana nilai-nilai agama dan budaya tetap menjadi landasan dalam interaksi dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Guna memperjelas dan mempermudah pembaca maka akan kami perinci setiap tahapan dalam internalisasi nilai nilai islam moderat yang ada di SMA Negeri 1 Porong. yakni sebagaimana Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tahap Transinformasi Nilai Islam Moderat Tahap awal dalam internalisasi nilai-nilai Islam moderat di SMA Negeri 1 Porong memfokuskan pada pemberian pemahaman akan tasamuh atau toleransi. Nilai-nilai Islam moderat, seperti toleransi, seimbang, keadilan, dan kesetaraan, telah diimplementasikan dalam berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren dan sekolah-sekolah. Proses internalisasi ini melibatkan pembelajaran dan penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa. Melalui pemberian pemahaman akan nilai-nilai Islam moderat, diharapkan siswa dapat mengembangkan sikap moderasi beragama dan menjadi lebih peka terhadap lingkungan sosial mereka. Gambar 1 Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam di SMA Negeri 1 Porong Berdasarkan pernyataan Bapak Ropingi. Pd. M, kepala sekolah SMA Negeri 1 Porong, memang terlihat bahwa lembaga tersebut aktif dalam menyampaikan pemahaman mengenai nilai-nilai Islam moderat, terutama pentingnya toleransi, baik melalui kegiatankegiatan tertentu seperti Jum'at Literasi atau peringatan hari besar agama, maupun melalui pembelajaran di kelas. Selain itu, dalam konteks penyampaian nilai-nilai Islam moderat, banyak guru menyampaikannya melalui konsep-konsep seperti kejujuran, keadilan, keseimbangan, dan toleransi, yang sesuai dengan esensi dari nilai-nilai Islam moderat. Ini menunjukkan komitmen lembaga tersebut dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat kepada siswa. Gambar 2 Kegiatan JumAoat Literasi di SMA Negeri 1 Porong Tahap Transaksi Nilai Nilai Islam Moderat Dalam Mewujudkan Harmonisasi di SMA Negeri 1 Porong Tahap transaksi nilai merupakan fase di mana terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa dalam upaya menanamkan dan menginternalisasi nilai-nilai ke dalam karakter Di SMA Negeri 1 Porong, tahapan mewujudkan harmonisasi dalam masyarakat sekolah dilakukan melalui serangkaian langkah yang terencana dengan menggunakan berbagai Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 . Pemahaman Mendalam tentang Keberagaman Agama Metode ini membantu siswa memahami nilai-nilai, kepercayaan, dan praktik yang mendasari setiap agama tanpa bias. Langkah-langkah yang dilakukan SMA ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengertian yang lebih dalam tentang perbedaan agama dan mendukung upaya untuk membangun hubungan yang harmonis di antara siswa dengan latar belakang keagamaan yang berbeda. Gambar 3 Peringatan hari besar Nasional di SMA Negeri 1 Porong . Fasilitasi dialog antar-agama Melalui forum ini, mereka dapat berbagi pemahaman mendalam tentang keyakinan dan praktik agama mereka masing-masing, menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang keberagaman agama dan meningkatkan rasa saling pengertian di antara siswa. Selain forum dialog, kegiatan kolaboratif antar-kelompok agama di SMA Negeri 1 Porong juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bekerja sama dalam proyek-proyek sosial atau kegiatan ekstrakurikuler. Kolaborasi ini tidak hanya membangun kerjasama di antara siswa dengan latar belakang agama yang berbeda, tetapi juga membantu dalam membangun rasa saling percaya dan pemahaman yang lebih dalam satu sama lain. Promosi Toleransi dan Penghargaan terhadap Perbedaan Promosi nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi tonggak utama ketiga yang diupayakan di SMA Negeri 1 Porong. Sekolah ini mengimplementasikan pendekatan ini melalui program pendidikan nilai yang mengajarkan siswa untuk menghargai keberagaman agama dengan penuh pengertian dan kesetaraan. Melalui kurikulum yang disusun, siswa diberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai seperti toleransi, saling penghormatan, dan apresiasi terhadap keberagaman agama. Gambar 4 Ibadah Agama Hindu di SMA Negeri 1 Porong . Penegakan Kebijakan Anti-Diskriminasi SMA Negeri 1 Porong mengambil langkah proaktif dalam menegakkan kebijakan anti-diskriminasi di lingkungan sekolah. Kebijakan yang jelas dan terimplementasi dengan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 baik menjadi landasan untuk mencegah terjadinya diskriminasi berbasis agama di dalam lingkungan sekolah. Ketika terjadi kasus diskriminasi, pihak sekolah segera menanggapinya dengan cepat dan tepat. Proses penanganan ini melibatkan penyelidikan yang cermat dan tindakan yang sesuai sesuai dengan kebijakan yang ada. Hal ini mencakup konseling bagi para pelaku diskriminasi untuk mengedukasi mereka tentang pentingnya toleransi dan menghormati perbedaan, serta memastikan bahwa korban mendapatkan perlindungan dan dukungan. Pembentukan Budaya Inklusif dan Menghormati SMA Negeri 1 Porong juga aktif dalam sosialisasi keberagaman agama melalui perayaan hari besar agama dan kegiatan budaya lainnya. Melalui perayaan ini, sekolah mendorong pengertian yang lebih mendalam dan penghargaan terhadap beragam keyakinan yang dimiliki siswa dan staf pengajar. Kegiatan ini bukan hanya sebagai momen merayakan perbedaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap nilai-nilai yang tercermin dari agama-agama yang berbeda. JumAoat Literasi Gambar 5 Majalah Karya Siswa SMA Negeri 1 Porong dalam program JumAoat Literasi Program "JumAoat Literasi" bukan hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga mempromosikan diskusi terbuka, pemahaman yang lebih dalam, dan apresiasi terhadap perbedaan keyakinan. Inisiatif ini membantu mengubah pandangan dan sikap siswa terhadap beragam agama, membangun pondasi kuat untuk toleransi dan keharmonisan di lingkungan sekolah. Dengan serangkaian kegiatan ini. SMA Negeri 1 Porong secara konsisten membangun budaya inklusif yang menghormati perbedaan agama sebagai salah satu aspek utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan inklusif. Gambar 6 Kegiatan JumAoat Literasi meluncurkan buku Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Gambar 7 Penghargaan kepada peserta didik yang mengikuti JumAoat Literasi Evaluasi dan Penyesuaian SMA Negeri 1 Porong melakukan evaluasi dan penyesuaian secara kontinyu terhadap program-program yang telah diimplementasikan dalam upaya menciptakan lingkungan yang harmonis di tengah perbedaan agama. Melalui evaluasi rutin, sekolah dapat mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan dan penyesuaian agar upaya mewujudkan harmonisasi terus berjalan secara efektif. Upaya berkelanjutan yang terencana ini menjadi kunci bagi SMA Negeri 1 Porong dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, harmonis, dan penuh toleransi terhadap perbedaan agama. Menjadikan nilai-nilai toleransi dan harmonisasi sebagai bagian integral dari budaya sekolah. Gambar 8 Kegiatan JumAoat Literasi yang di ikuti seuluruh siswa di SMA Negeri 1 Porong Dalam hal mewujudkan harmonisasi di SMA Negeri 1 Porong, peran guru atau figur yang dihormati dapat menjadi faktor kunci dalam membantu siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam moderat. Ketika siswa memiliki panutan yang baik dan dihormati, mereka cenderung lebih terbuka untuk menerima ajaran dan norma yang diajarkan oleh panutan tersebut. Tahap Transinternalisasi Nilai Nilai Islam Moderat dalam Mewujudkan Harmonisasi Warga Sekolah Kegiatan evaluasi rutin, baik itu mingguan atau bulanan, menunjukkan komitmen yang kuat dari SMA Negeri 1 Porong dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Evaluasi ini memberikan kesempatan bagi staf dan dewan guru untuk secara teratur mengevaluasi progres dari program-program yang telah dijalankan. Selain evaluasi reguler, musyawarah bulanan dan tahunan menjadi forum yang baik untuk mendiskusikan berbagai permasalahan serta merencanakan langkah-langkah perbaikan di level yang lebih strategis. Musyawarah ini memungkinkan para pemangku kepentingan di sekolah untuk berkolaborasi dalam mengatasi tantangan dan merumuskan perbaikan yang lebih besar. Peran Stakeholder Dalam Proses Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Moderat di SMA Negeri 1 Porong Melalui kolaborasi yang erat, stakeholder di sekolah telah terlibat dalam proses penyusunan kurikulum yang menekankan pada aspek nilai-nilai Islam moderat. Namun, lebih dari sekadar dokumen resmi, sinergi ini juga menjamin implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Interaksi sosial di SMA Negeri 1 Porong juga telah tercermin dari nilai-nilai tersebut. Komunikasi antar siswa, antara siswa dan guru, serta antara sekolah dengan orang tua, semuanya telah terpengaruh oleh nilai-nilai Islam moderat yang diinternalisasi, menciptakan suasana yang positif dan harmonis. Ketika nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam praktek sehari-hari, ini membuktikan bahwa kolaborasi yang erat dan sinergi di antara stakeholder tidak hanya sekadar perencanaan, tetapi juga implementasi nyata yang memberi dampak positif bagi perkembangan keseluruhan siswa di SMA Negeri 1 Porong. Melalui partisipasi aktif dan kerjasama yang kuat dari stakeholder. SMA Negeri 1 Porong menjadi wadah yang mempromosikan nilai-nilai pendidikan Islam moderat dengan lebih efektif, menciptakan lingkungan yang inklusif, serta mendukung pertumbuhan yang seimbang dan positif bagi siswa. Pengelola Sekolah Pengelola sekolah juga terlibat secara aktif dalam pengembangan kurikulum yang menciptakan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Islam moderat. Dalam mengakomodasi keberagaman agama, mereka merancang kurikulum yang secara lintas mata pelajaran mengintegrasikan aspek-aspek nilai-nilai tersebut. Inisiatif ini membantu siswa dari berbagai latar belakang agama untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut secara relevan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan pengelola sekolah dalam memimpin dan mengelola implementasi nilainilai Islam moderat di SMA Negeri 1 Porong menjadi pijakan yang kokoh bagi harmonisasi di Ini menegaskan komitmen mereka terhadap pendekatan yang inklusif dan bertanggung jawab dalam mendukung pertumbuhan holistik siswa di tengah keberagaman Melalui peran kritis mereka, pengelola sekolah telah membantu membentuk identitas sekolah yang menghargai perbedaan dan mempromosikan nilai-nilai Islam moderat sebagai landasan bagi pendidikan yang berdaya. Guru Sikap dan tindakan para guru yang mencontohkan toleransi dan sikap inklusif di SMA Negeri 1 Porong memberikan dampak yang mendalam pada siswa. Hal ini membantu siswa memahami pentingnya menghormati perbedaan, membangun hubungan yang harmonis, serta mendorong mereka untuk menjadi individu yang menghargai keberagaman dalam masyarakat. Inilah bentuk nyata dari bagaimana para guru berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter yang positif bagi siswa di lingkungan sekolah. Siswa Kontribusi siswa dalam memelihara harmonisasi di SMA Negeri 1 Porong sangatlah Mereka tidak hanya menjadi penerima nilai-nilai Islam moderat, tetapi juga agen perubahan yang memperlihatkan bahwa keberagaman agama bukanlah penghalang untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif. Hal ini menunjukkan bahwa siswa-siswa di sekolah ini telah memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam moderat dengan cara yang nyata dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29142-29152 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Orang Tua Wali Murid Keterlibatan orang tua dari berbagai latar belakang agama ini menunjukkan bahwa dukungan mereka terhadap implementasi nilai-nilai Islam moderat tidak terbatas pada batasbatas agama, tetapi sebagai nilai-nilai yang universal yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka. Kolaborasi yang harmonis antara sekolah dan orang tua di SMA Negeri 1 Porong menjadi landasan yang kuat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, inklusif, dan penuh toleransi terhadap keberagaman agama. Pemerintah dan masyarakat sekitar Peran stakeholder tidak hanya terbatas pada fase perencanaan dan pengembangan kurikulum, melainkan juga terwujud dalam implementasi nilai-nilai Islam moderat dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Dukungan finansial yang diberikan oleh pemerintah dan apresiasi dari masyarakat menjadi pilar kuat, memberikan sekolah fondasi yang efektif untuk menjadi wadah utama dalam mempromosikan nilai-nilai pendidikan Islam moderat. Melalui kerjasama yang kuat dari semua pihak terkait. SMA Negeri 1 Porong menjelma menjadi contoh terbaik dalam menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman agama. Tidak hanya memusatkan perhatian pada pertumbuhan akademis, tetapi juga memfasilitasi pertumbuhan holistik siswa. Dalam prosesnya, sekolah ini membentuk karakter siswa yang inklusif dan bertanggung jawab, siap untuk berkontribusi dalam masyarakat dengan membawa serta nilai-nilai Islam moderat yang diinternalisasi dengan baik. Keseluruhan kolaborasi ini mengukuhkan posisi SMA Negeri 1 Porong sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan pelajar yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk individu yang memiliki sikap dan nilai moral yang kuat dalam keberagaman masyarakat. SIMPULAN SMA Negeri 1 Porong berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat dalam upaya mewujudkan harmonisasi masyarakat sekolah yang pluralistik. Melalui penerapan prinsip-prinsip seperti toleransi . , keadilan . Aotida. , keseimbangan . , moderasi . , dan kejujuran . , sekolah ini menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis meskipun terdapat perbedaan agama dan latar belakang budaya. Program-program seperti Jum'at Literasi, dialog antar agama, serta kebijakan anti-diskriminasi berperan penting dalam memperkuat pengertian, saling menghargai, dan kerjasama antarwarga sekolah. Peran aktif dari seluruh stakeholderAitermasuk pengelola sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pemerintahAimewujudkan internalisasi nilai-nilai Islam moderat yang berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang siap berperan dalam masyarakat yang pluralistik. Sebagai hasilnya. SMA Negeri 1 Porong menjadi model pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan moral dan sosial siswa, memperkuat komitmen terhadap keberagaman dan DAFTAR PUSTAKA