Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index EFFORTS TO FORM CHARACTER IN THE YOUNGER GENERATION IN ISLAMIC EDUCATION UPAYA MEMBENTUK KARAKTER PADA GENERSI MUDA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhamad Syahrul Salasa1 Universitas PGRI Wiranegara Kota Pasuruan syahrulsalasa28@gmail. com, 083834442090. Abdul Razaq An-Nabil2 Universitas PGRI Wiranegara Kota Pasuruan nabilpasoeroean098@gmail. com, 081333190086 Abstract: Many young people today are involved in activities that are not in accordance with moral behavior. Where teaching universal ideals that can be adopted by all levels of society is the goal of Islamic education. As a result. Islamic education not only helps shape the character of the next generation but also advances the country and society. The process of helping the next generation develop moral and spiritual qualities that are essential for human existence. Furthermore. Islamic education can help the younger generation avoid bad behavior and overcome social problems. The purpose of this article is to discuss how to instill the values of Islamic education in the next generation. Keywords:Character. Young Generation. Islamic Education Abstrak :Banyak anak muda saat ini terlibat dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan perilaku moral. Di mana mengajarkan cita-cita universal yang dapat dianut oleh semua lapisan masyarakat merupakan tujuan pendidikan Islam. Akibatnya, pendidikan Islam tidak hanya membantu membentuk karakter generasi mendatang tetapi juga memajukan negara dan masyarakat. Proses membantu generasi mendatang mengembangkan kualitas moral dan spiritual yang penting bagi keberadaan manusia. Lebih jauh, pendidikan Islam dapat membantu generasi muda dalam menghindari perilaku buruk dan mengatasi masalah sosial. Tujuan artikel ini adalah untuk membahas tentang cara menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam pada generasi mendatang. Kata Kunci :Karakter. Generasi Muda. Pendidikan islam PENDAHULUAN Kenyataan bahwa begitu banyak anak muda menggunakan narkoba menimbulkan kekhawatiran serius tentang karakter anak muda saat ini. Pelajar dan pecandu berisiko serius menggunakan narkoba, dan jika perilaku ini tidak segera Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index dihilangkan. Hal ini akan menghancurkan masa depan pengguna dan secara bertahap memperburuk kesehatan mereka. Banyaknya atau tingginya asosiasi bebas pada remaja memiliki dampak yang signifikan. Asosiasi bebas adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak terkendali dalam bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang-orang dari lawan jenis tanpa mempertimbangkan norma moral dan sosial. Karakter seorang anak harus dikembangkan sejak dini, bahkan ketika mereka masih dalam kandungan, demi masa depan mereka. Sikap dan perilaku positif yang mempromosikan koeksistensi dan kerja sama di antara individu, keluarga, komunitas, dan bangsa diajarkan dalam pendidikan karakter. Selain itu, perilaku ini membantu dalam pengambilan keputusan mereka. Salah satu masalah utama yang dihadapi Islam adalah pembentukan karakter moral dalam masyarakatnya. Mengajarkan anak-anak nilai-nilai Al-Qur'an, yang lebih menekankan komponen afektif atau manifestasi yang terlihat dalam amaliyah seseorang, adalah proses membangun akhlakul karimah, juga dikenal sebagai akhlak Ini adalah proses di mana pengembangan karakter terjadi. Selain itu. Islam berpendapat bahwa identitas seseorang bersifat moral dan mencerminkan keadaan batin mereka yang asli. Karena itu. Allah SWT membuatnya sangat jelas bahwa manusia adalah makhluk religius yang sesuai dengan ajaran-ajaran-Nya. Kemulyaan seorang manusia itu karena iman bawaan mereka, yang bersinar melalui sikap, perkataan, dan perbuatan mereka, bukan karena warisan, kemakmuran materi, atau kekayaan dalam arti sebenarnya. Hal-hal salah yang dilakukan anak-anak seusia mereka telah mencemari perilaku anak-anak muda saat ini. Anak-anak saat ini dipengaruhi oleh media elektronik, yang sebenarnya lebih sering diakses daripada bentuk pengajaran moral tradisional yang dimaksudkan untuk diberikan selama Islam, seperti yang dikatakan sebelumnya, menempatkan penekanan kuat pada instruksi moral untuk generasi berikutnya. Generasi muda saat ini dapat mengambil manfaat dari beberapa ajaran Islam yang termasuk dalam Al-Qur'an dan hadits. Oleh karena itu, untuk membantu generasi muda mengembangkan karakter yang baik dan mulia. Halaman ini menyajikan rincian dan analisis tentang konsep pengembangan karakter dalam pendidikan Islam, serta rekomendasi dan perbaikan untuk meningkatkan mutu pengajar agama Islam. Tujuan Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index artikel ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi penerus dengan meningkatkan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakter Pengertian karakter Karakter didefinisikan oleh Musfiroh . sebagai sikap, perilaku, motif, dan kemampuan. Karakteristik termasuk hal-hal seperti jujur dan bertanggung jawab, memiliki dorongan untuk melakukan yang terbaik, dan membela nilai-nilai moral ketika ketidakadilan terjadi. Mereka juga dapat melibatkan keterampilan intelektual seperti penalaran moral dan pemikiran kritis. Menurut Samami . , karakter merupakan cita-cita dasar yang membentuk kepribadian dan individualitas. Hal ini diakibatkan oleh faktor lingkungan dan genetik, yang membedakan seseorang dengan orang lain dan tercermin dalam tindakan dan sikapnya dalam kehidupan. Menurut Wiyan . , karakter adalah ciri khas yang dimiliki seseorang, suatu kekuatan pendorong yang membedakan dirinya dengan orang lain, dan suatu kekuatan moral atau spiritual. Menurut Fajri . Karakter mengacu pada atribut psikologis, moral, atau etika individu yang membedakan mereka satu sama lain. Menurut Majid dan Andayani. Karakter adalah sikap, kepribadian, atau kualitas individu yang sangat mendasar. Menurut Hidayatullah . Karakter adalah sifat yang berfungsi sebagai motivator dan faktor pembeda antara orang-orang. Ini adalah ketangguhan mental, moralitas, atau etika. Menurut Zubaedi. Karakter berfungsi sebagai dasar untuk semua kebiasaan manusia permanen, menjadikannya indikator unik dari perbedaan individu. Karakter adalah apa yang membuat seseorang unik dari orang lain dalam hal perilaku, sikap, dan ide-ide mereka. Bahkan jika dua orang kembar identik saat lahir, kepribadian mereka tidak akan sama. Semangat dan karakter seseorang dibentuk oleh hal-hal yang terjadi sepanjang hidupnya. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Karakter adalah sifat yang dimiliki seseorang. Mengacu pada identitas, nilai . dan kualitas . piritual atau mora. Seseorang dan kemampuannya bekerja sama dalam keluarga, masyarakat, negara dan negara juga dipengaruhi oleh karakternya. Sifat mengacu pada pertumbuhan individu yang positif . ntelektual, sosial, emosional dan etik. Cara pembentukan karakter Menurut Walgito . , karakter dapat dikembangkan melalui tiga cara, yaitu: Pengembangan karakter melalui pengondisian. Jika Anda terbiasa berperilaku seperti yang diharapkan, lama kelamaan perilaku itu akan berkembang. Metode ini didasarkan pada teori pembelajaran terkondisi yang dikemukakan oleh Pavlov dan Thorendike dan Skiner. Pengembangan karakter melalui pemahaman. Pemahaman atau wawasan dapat membentuk seseorang dan karakter atau perilakunya. Metode ini berasal melibatkan pemahaman. Pembangunan karakter dengan model. Model atau contoh masih dapat digunakan untuk mengembangkan karakter. Ketika individu mendiskusikan orang tua sebagai model anak-anak mereka dan pemimpin sebagai panutan yang mereka ikuti, itu menunjukkan bagaimana perilaku terbentuk melalui penggunaan model. Menurut Gunawan, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan karakter, antara lain: Faktor Internal. Insting atau naluri. Ketika insting dikembangkan, itu mungkin mengarah pada tindakan yang diarahkan ke tujuan tanpa memerlukan latihan Sebaliknya, naluri adalah sifat sejati yang merupakan kebiasaan yang dibawa sejak lahir. Oleh karena itu, membawa atau melatih naluri dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Kebiasaan. Kebiasaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara konsisten sampai pada titik kemudahan kinerja disebut sebagai adi wajar saja kalau perilaku itu diulang-ulang, bisa jadi hal itu sudah mendarah daging dalam dirinya. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Kehendak atau kemauan. Tekad merupakan tekad untuk melaksanakan segala rencana dan niat meskipun banyak tantangan dan hambatan yang menghadang, namun meski begitu mereka tidak mau menyerah sedikitpun terhadap tantangan tersebut. Realisasi kemauan atau keinginan yang serius untuk bertindak dengan perilaku yang baik membutuhkan dorongan untuk menuai manfaatnya. Suara hati. Suara hati berfungsi mendorong menyelesaikan perbuatan baik juga sebagai peringatan terhadap perbuatan berbahaya dan sarana untuk mencegahnya. Manusia mempunyai suara batin sehingga ia dapat mendengarkan dan memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Keturunan. Perilaku manusia dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keturunan. Orang tua memiliki kemampuan untuk mewariskan dua jenis sifat yang berbeda kepada keturunan mereka ciri-ciri fisik orang tuanya yang meliputi kekuatan dan kelemahan otot dan sarafnya, serta ciri-ciri mental kuat dan lemahnya naluri yang dapat mempengaruhi tingkah laku anak dan cucunya. Faktor Eksternal . Pendidikan. Pengembangan Pendidikan untuk membantu kepribadian seseorang berkembang ke titik di mana perilaku mereka sejalan dengan pengalaman pendidikan formal, informal, dan non-formal mereka. Hal ini dianggap penting jika pendidikan digunakan sebagai alat untuk pengembangan karakter karena berfungsi sebagai tempat untuk pelatihan karakter dan pengumpulan informasi. Lingkungan. lingkungan mencakup hal-hal seperti komunitas tumbuhan, tanah, udara, dan kehidupan manusia yang saling berkaitan erat satu sama lain dan dengan alam sekitarnya. Lingkungan alam tempat manusia hidup mempengaruhi dan membentuk perilaku manusia. Sebaliknya, tatanan sosial bersifat spiritual. Generasi Muda Pengertian generasi muda Dari sudut pandang etimologis, generasi muda berasal dari dua istilah: muda. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index yang menunjukkan belum lama ini, dan generasi, yang menunjukkan generasi atau Menurut definisi di atas, generasi atau turunan yang tidak hidup untuk waktu yang lama disebut sebagai generasi muda. Sementara itu. Adapun definisi Generasi Muda dari sudut pandang para ahli sebagai berikut: Generasi Muda, menurut Suraiya, termasuk generasi yang memikul tanggung jawab untuk urusan masyarakat dan negara secara bergantian. Generasi muda, menurut Suryanto Sukanto, terdiri dari individu-individu muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu. Generasi muda didefinisikan oleh Hartini dan Kartasapoetra sebagai angkatan Beberapa interpretasi yang disebutkan di atas mengarah pada kesimpulan bahwa generasi muda adalah sekelompok anak muda yang hidup untuk jangka waktu tertentu dan memiliki kewajiban untuk melanjutkan pertumbuhan negara mereka. Pendidikan islam Pengertian Pendidikan islam Istilah "pendidikan" berasal dari akar kata "didik" dan awalan "me-," menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . Mendidik berarti memelihara dan memberikan pengetahuan . Pendidikan adalah tindakan mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya membantu perkembangan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Menurut Rechey, definisi pendidikan adalah sebagai berikut dalam bukunya Planning for Teaching, an Introduction. Pemeliharaan dan peningkatan komunitas secara keseluruhan, khususnya dalam hal mendidik generasi penduduk berikutnya untuk memahami tugas dan tanggung jawab mereka di masyarakat, dicakup oleh frasa Pendidikan(Ahmad Tafsir 2. Spesialis pendidikan menggambarkan kata pendidikan dari berbagai ulasan dalam hal terminologi. Menurut Hasan Langgulung, pendidikan memiliki dua tujuan Pertama, dari sudut pandang masyarakat, pendidikan adalah upaya untuk mewariskan budaya dari genarasai tua kepada generasi muda untuk memastikan bahwa kehidupan masyarakat dapat terus berlanjut. Kedua, pendidikan digambarkan sebagai upaya untuk membuka potensi dalam hal kepentingan pribadi. Seperti yang dicatat Ahmad D. Marimba. , pendidikan adalah arah atau Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index kepemimpinan pendidik yang disengaja terhadap perkembangan fisik dan spiritual siswa menuju pembentukan kepribadian utama. Hal ini terbukti meskipun definisi pendidikan didasarkan pada signifikansi, fitur, dan ruang lingkungannya. Dalam kerangka pendidikan negara, definisi pendidikan adalah upaya yang disengaja untuk membantu siswa menjadi siap untuk peran masa depan mereka melalui pelatihan, instruksi, dan arahan. Menurut sudut pandang ahli tertentu, pendidikan adalah upaya yang disengaja dan disengaja di mana sejumlah elemen yang saling berhubungan terlibat, menciptakan sistem yang saling mempengaruhi aspek-aspek yang terlibat. Menurut para ahli, pendidikan agama Islam didefinisikan sebagai berikut: Pendidikan agama Islam, menurut Abdul Majid dan Dian Andayani. dalam bukunya Pendidikan Islam Berbasis Kompetensi, adalah upaya yang bertujuan dan terencana untuk mengajarkan kepada siswa prinsip-prinsip Islam dan untuk membantu mereka dalam menghargai keyakinan agama lain untuk mencapai kerukunan antaragama dan persatuan nasional. Di sini, pendidikan agama Islam adalah upaya yang berusaha untuk menjunjung tinggi rasa hormat terhadap semua agama sambil juga membantu individu dalam memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Islam. Pendidikan agama Islam, menurut Zakiyah Daradjat, adalah upaya untuk terus membina murid-murid agar mereka dapat memahami ajaran Islam Setelah itu, kejarlah tujuannya, yaitu mempraktikkan Islam sebagai cara hidup. Di sini, pendidikan agama Islam bertanggung jawab untuk menjadikan Islam sebagai cara hidup selain mempersiapkan siswa untuk memahami dan menjalankan prinsip-prinsipnya. Seperti yang dinyatakan oleh Azizy . ikutip oleh Abdul Majid dan Dian Andayan. , proses mewariskan nilai, informasi, dan keterampilan dari generasi tua ke generasi muda untuk memastikan kelangsungan hidup mereka adalah komponen fundamental dari pendidikan. Akibatnya, ada dua hal yang akan kita bahas ketika membahas pendidikan agama Islam. mengajar siswa bagaimana bertindak secara moral atau sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. mendidik siswa-siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam subjek berupa pengetahuan tentang ajaran Islam. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Pendidikan agama Islam, menurut Ahmad Supardi, yang dikutip oleh Ahmad Tafsir dkk. , adalah pengajaran berdasarkan Islam atau tuntunan agama Islam dalam menumbuhkan dan membentuk kepribadian muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, cinta kepada orang tua dan sepanjang hidupnya, serta tanah air sebagai anugerah dari Allah SWT. Di sini, pendidikan Islam adalah tentang membentuk seorang Muslim yang mengabdikan diri untuk negaranya dan semua makhluk hidup. Pendidikan agama Islam adalah upaya yang disengaja dari pihak pendidik untuk memungkinkan peserta didik menerima, memahami, dan menerapkan prinsip-prinsip Islam melalui arahan, instruksi, atau kegiatan pelatihan yang dipilih berdasarkan tujuan mereka. Pendidikan islam dalam membentuk karakter generasi muda. Proses mempelajari segala sesuatu yang perlu diketahui tentang kepercayaan dan adat istiadat Islam dikenal sebagai pendidikan Islam. Islam menempatkan penekanan kuat pada prinsip-prinsip moral dan spiritual yang penting bagi kehidupan manusia, maka pendidikan Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter moral generasi berikutnya. Generasi berikutnya dapat memperoleh manfaat dari pendidikan Islam dengan belajar tentang prinsip-prinsip spiritual dan moral ini dan menumbuhkan kebajikan seperti moralitas. Pendidikan Islam juga dapat membantu pemahaman generasi muda tentang pentingnya komitmen dan tanggung jawab. Setiap orang memiliki kewajiban untuk bertindak secara moral dan amal terhadap orang lain dalam Islam. Anak-anak yang menerima pendidikan Islam dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan mengenali nilai kewajiban itu. Selain itu, pendidikan Islam meningkatkan standar pendidikan. Siswa yang menerima pendidikan Islam belajar prinsip-prinsip moral dan etika yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam sangat penting untuk membantu generasi muda mengatasi masalah sosial seperti kenakalan remaja, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba. Pendidikan Islam dapat mengajarkan generasi muda tentang pentingnya kesabaran, keteguhan, dan ketaqwaan kepada Allah, yang dapat membantu mereka menghindari perilaku buruk dan mengelola tekanan sosial. Lebih jauh lagi, pendidikan Islam meningkatkan rasa percaya diri siswa dengan memberi mereka keberanian dan Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index keuletan untuk mencapai tujuan mereka dalam hidup. Rasa percaya diri yang kuat dan keberanian untuk mengatasi rintangan hidup dipupuk oleh hal ini. Integrasi pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan masih banyak menemui kendala. Salah satunya adalah minimnya tenaga pendidik yang memiliki keterampilan untuk mengajarkan pendidikan Islam. Di tempat-tempat tertentu, ada juga sumber daya pendidikan Islam yang tidak mencukupi. Dia memperoleh pengetahuan melalui berbagai kegiatan tentang peran yang dimainkan pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi berikutnya. , yakni: Kurikulum Agama: Ceramah agama Islam yang komprehensif dapat dimasukkan ke dalam kurikulum yang dikembangkan sekolah. Beberapa pelajaran tersebut meliputi pemahaman tentang kepercayaan agama Islam, prinsip moral, etika, dan kisah-kisah motivasi. Sumber daya pendidikan dapat dimodifikasi agar sesuai dengan tingkat keterampilan dan usia anak-anak. Belajar Al-Qur'an: Al-Qur'an merupakan kitab pertama yang diajarkan dalam pendidikan karakter Islam. Anak-anak balita dan remaja dapat diajarkan untuk membaca, memahami, dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka juga dapat mengikuti prinsip, etika, dan sikap yang diajarkan Al-Qur'an. Ajaran dan perilaku Nabi Muhammad SAW dikenal dengan sebutan hadis. Generasi muda dapat memperoleh prinsip-prinsip moral, etika, dan sikap yang ditinggalkan Nabi sebagai contoh dengan diajarkan hadis. Ibadah dan doa: Salah satu komponen penting dalam Islam adalah ibadah, yang meliputi zakat, puasa, dan doa. Menghayati ibadah dengan serius dan memahami maknanya merupakan pelajaran penting dalam pendidikan Islam. Ibadah juga menumbuhkan kesadaran diri, kepatuhan, dan disiplin. Pendidikan Islam juga meningkatkan kemampuan akademik dan sosial generasi muda. Pendidikan Islam membantu mereka memperoleh nilai-nilai moral, keterampilan akademik, dan keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk sukses dalam kehidupan, serta sikap yang positif, seperti empati, kejujuran, dan kerja keras. Nilainilai moral dan keterampilan sosial yang dibutuhkan anak-anak untuk meraih kesuksesan dalam hidup harus ditanamkan dalam diri mereka oleh orang tua dan guru Sebagaimana pendidikan Islam menciptakan kepribadian yang kuat, pendidikan Islam juga membantu generasi muda mengembangkan kepribadian yang Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Generasi muda dapat berkembang menjadi individu yang kuat dan tangguh yang dapat mengatasi rintangan hidup dengan mengadopsi prinsip-prinsip Islam seperti kesabaran, kepercayaan, dan rasa syukur. Memperkuat prinsip-prinsip moral: Pendidikan Islam menanamkan prinsip-prinsip moral kepada generasi berikutnya termasuk kasih sayang, empati, dan kejujuran. Secara keseluruhan. Perkembangan karakter anak muda sangat dipengaruhi oleh pendidikan Islam. Siswa yang menerima pendidikan Islam memiliki potensi untuk berkembang menjadi generasi yang lebih tangguh terhadap kesulitan, kuat karakter, dan memiliki pandangan positif. Pendidikan Islam memeliki fungsi yaitu membantu mengembangkan karakter generasi berikutnya dengan memberi mereka pemahaman menyeluruh tentang ajaran Islam, membantu mereka menjadi individu yang kuat dan tangguh yang dapat mengembangkan keterampilan akademik dan sosial mereka, dan menanamkan nilainilai agama di dalamnya, menciptakan generasi muda yang mampu mengembangkan potensinya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, dan makmur berdasarkan nilai-nilai Islam dan membentuk orang-orang yang berkarakter mulia, mandiri, dan bertanggung jawab. Mendidik orang lain tentang toleransi, perdamaian, dan perdamaian. Ketika pendidikan Islam melakukan tugasnya dan mencapai tujuan ini, ia memperhitungkan keragaman masyarakat. Tujuannya adalah untuk menanamkan prinsip-prinsip universal yang dapat dianut oleh orang-orang dari semua lapisan Sehingga, pendidikan Islam tidak hanya berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan bangsa secara luas. Pentingnya pendidikan Islam dalam membantu generasi muda mengatasi masalah sosial seperti kenakalan remaja, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba. Pendidikan Islam dapat membantu generasi muda menahan tekanan masyarakat dan menahan diri dari perilaku buruk dengan mengajarkan mereka nilai kesabaran, ketekunan, dan kesetiaan kepada Allah. Selama fase implementasi, unsur-unsur berikut mempengaruhi bagaimana pendidikan Islam membentuk karakter generasi berikutnya: Lingkungan Sekolah: Pendidikan moral generasi menerus sangat dibantu oleh Budaya, kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan nilai-nilai sekolah Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index semuanya dapat berdampak pada bagaimana anak-anak mengembangkan karakter mereka. Sikap, keyakinan, dan tindakan siswa juga dibentuk oleh teman sebaya, guru, dan personel sekolah lainnya. Lingkungan Sosial Pendidikan karakter generasi muda juga dapat dipengaruhi oleh interaksi sosial dengan teman sebaya, masyarakat pada umumnya, dan lingkungan sekitar. Bagaimana mereka berpikir, merasakan, dan bertindak dapat dipengaruhi oleh cita-cita yang dianut dan dijunjung tinggi di lingkungan sosial mereka. Media massa dan teknologi informasi memiliki dampak yang signifikan terhadap bagaimana anak muda mengembangkan karakternya. Teknologi dan media yang diekspos anak-anak memiliki kemampuan untuk memengaruhi keyakinan, tindakan, dan pandangan hidup mereka. Sangat penting bagi orang tua dan guru untuk mengawasi dan memberikan panduan untuk penggunaan media dan internet anak-anak mereka untuk memastikannya selaras dengan nilai-nilai mereka. Secara alami, untuk mengatasi masalah terkini dan membantu membentuk karakter generasi berikutnya melalui pendidikan Islam, solusi harus ditemukan. Ini Peran Orang Tua Aktif: Orang tua memainkan peran penting dalam mendidik generasi Muslim berikutnya tentang nilai-nilai Islam. Mereka harus mengambil peran aktif dalam mengajar anak-anak mereka tentang prinsipprinsip moral Islam, standar etika, dan keyakinan agama. Orang tua harus memberikan contoh positif bagi anak-anak mereka dengan hidup dengan prinsip-prinsip ini. Penguatan Kurikulum Agama: Kurikulum agama Islam harus diperkuat di sekolah-sekolah dengan memastikan bahwa bahan ajar memberikan pemahaman menyeluruh tentang moralitas, etika, dan prinsip-prinsip moral Islam. Agar relevan dan menarik bagi anak-anak, kurikulum juga harus disesuaikan dengan usia dan tingkat keterampilan mereka. Pengembangan Guru: Instruktur agama Islam harus berpengalaman dalam ajaran agama agar dapat mengajarkan nilai-nilai Islam secara efektif kepada Oleh karena itu, pembinaan dan pelatihan yang berkualitas Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan profesional guru di bidang pendidikan karakter Islam. Lingkungan Sekolah yang Islami: Dengan memasukkan karya seni Islam, ayat-ayat Alquran, dan kaligrafi di ruang kelas dan ruang publik mereka, sekolah dapat menumbuhkan lingkungan yang mempromosikan pendidikan karakter Islam. Selain itu, acara keagamaan mungkin dijadwalkan secara teratur, seperti doa kelompok, dan perayaan hari besar Islam. Penggunaan Teknologi: Juga penting untuk menggunakan teknologi dalam pendidikan karakter Islam. Sekolah dapat menyampaikan materi pendidikan dan mempromosikan percakapan interaktif tentang nilai-nilai Islam dengan menggunakan platform digital, aplikasi, dan konten multimedia yang sesuai dengan ajaran agama. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, bahwa pendidikan Islam memberikan landasan moral yang kuat bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Melalui pengajaran prinsip-prinsip Islam, seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, dan kerja keras, anak-anak belajar menjadi orang yang bertanggung jawab dan memiliki sikap yang sopan terhadap orang lain. Hal ini lebih lanjut didukung oleh buku cendekiawan Islam Muhammad Hamidullah "Sistem Pendidikan dalam Islam dan Pengantar Islam dan Prinsip-Prinsipnya," yang mengungkapkan bahwa pendidikan Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi berikutnya. Pendidikan Islam dapat membantu generasi berikutnya menumbuhkan kebajikan seperti disiplin, kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati. Ay Banyak narasumber menekankan bahwa pendidikan Islam memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk kepribadian mereka. Mereka menyatakan bahwa melalui pelajaran agama, mereka belajar untuk mengendalikan emosi, menghormati perbedaan, dan memahami pentingnya keadilan. Ini membantu mereka untuk menjadi individu yang toleran sabar, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Selain itu, para pemateri menekankan bahwa pendidikan Islam menawarkan dasar yang kuat untuk mengatasi isu-isu kontemporer. Mereka meneliti ide-ide Islam yang berkaitan dengan masalah saat ini, termasuk media sosial, teknologi, dan masalah lingkungan. Dalam menghadapi perubahan sosial dan globalisasi, ini Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index mendukung orang-orang dalam melestarikan identitas Islam mereka dan membuat penilaian yang masuk akal dalam kehidupan sehari-hari mereka. Patut dicatat bahwa mereka yang merasa paling diuntungkan dari pendidikan Islam adalah mereka yang mendapat dukungan penuh dari keluarga mereka. Generasi muda sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif orang tua mereka dalam pendidikan agama mereka, pemodelan yang baik, dan pembentukan suasana yang mendukung pembelajaran agama. menyajikan bukti kuat tentang peran yang dimainkan pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi berikutnya. Karena prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai Islam yang diajarkan, anak-anak yang mendapatkan pendidikan Islam seringkali berperilaku baik, bertanggung jawab, dan siap menghadapi kesulitan dunia kontemporer. Di antara semua ajaran Islam adalah pendidikan Islam. Karena tujuan Islam dan eksistensi manusia adalah untuk menghasilkan individu yang bahagia yang akan selalu takut kepada Allah dan menemukan kepuasan di kehidupan ini maupun akhirat. Untuk alasan ini, tidak mungkin untuk memisahkan tujuan pendidikan Islam dari tujuan tersebut. Sejumlah besar anak muda saat ini memiliki sedikit minat untuk belajar tentang Islam. Sebenarnya, sejumlah elemen, termasuk keluarga, teman, lingkungan, dan afiliasi negatif, mempengaruhi hal ini. Keluarga adalah institusi kecil yang dapat mendukung perkembangan kepribadian anak dan kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual. Di era digital yang kita jalani saat ini, kita juga dapat menuntut pengajaran agama Islam melalui media social seperti YouTube. Instagram, dan Tik Tok sambil mendengarkan ceramah dari profesor dan melihat kutipan tentang Islam. Kita harus memperhatikan ketika mempelajari Islam untuk memastikan bahwa segala sesuatu yang kita temukan sejalan dengan perintah Allah. Jangan biarkan apa yang kita pahami menyimpang dari apa yang Dia tuntut. Bagi generasi muda, yang juga dikenal sebagai "generasi milenial", pendidikan agama Islam sangat penting. Generasi muda, atau milenial, seharusnya bisa mengikuti perkembangan zaman dengan mempelajari pendidikan agama Islam. Apapun yang dilakukan generasi milenial atau generasi muda harus sejalan dengan ajaran Rasul meskipun menyesuaikan dengan perkembangan zaman untuk mencegah penyimpangan yang akan berdampak negatif terhadap generasi Muslim berikutnya. Diterbitkan oleh LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan ISSN: 2797-6505 P. ISSN: 2807-2383 Vol. 5 No. 1 Maret 2025: 29 Ae 43 https://ejournal. id/madura/index. php/IDEALITA/index Untuk menghasilkan umat Islam yang berkarakter dan berperilaku moral, kita umat Islam perlu saling mendukung dalam melakukan perbuatan baik. KESIMPULAN Karakter ini adalah sesuatu yang melekat pada orang tersebut dan merupakan ciri orang dan kepribadian yang berbeda dari orang lain dalam hal, perilaku, dan sikap. Setiap orang memiliki kualitas yang membantu mereka hidup dan berfungsi bersama dalam keluarga, masyarakat, dan Negara. Pendidikan Islam membangun dasar moral yang kuat bagi negara dan anakanak generasi mendatang, itulah sebabnya sangat penting dalam membentuk karakter tenaga kerja yang lebih muda. Dengan menanamkan prinsip-prinsip Islam seperti integritas, keadilan, empati, dan ketekunan, anak-anak belajar bagaimana menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan terlibat dengan orang lain. Lingkungan pendidikan, lingkungan sosial, media, dan teknologi adalah beberapa elemen yang mempengaruhi pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi penerus Oleh karena itu, generasi muda yang dikenal sebagai generasi milenial sangat diuntungkan dari pengajaran agama Islam. Diyakini bahwa dengan mempelajari prinsip-prinsip Islam, generasi muda, atau milenial, akan mampu beradaptasi dengan zaman. Milenial dan generasi muda harus berpegang teguh pada ajaran Nabi untuk mencegah penyimpangan yang dapat berdampak negatif pada generasi muda. DAFTAR PUSTAKA