BIOLOVA Universitas Muhammadiyah Metro http://scholar. id/index. php/biolova/ DOI : History Article Received: Agustus 2024 Approved: Maret 2026 eISSN 2716-473X p ISSN 2716-4748 Published: Maret 2026 KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Sebagai Pendukung Pembelajaran Materi Plantae SMA Kelas X) Muhammad Michael Iqbal1 . Herliani 2 Program studi Pendidikan Biologi. Universitas Mulawarman kym@gmail. com, 2herliani@fkip. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan abiotik tempat tumbuhnya tumbuhan paku-pakuan serta tingkat keanekaragaman tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan membuat petak sampel dengan ukuran 5x5 m. Purposive sampling digunakan untuk mencari lokasi plot yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan paku yang relatif rendah, dengan H'= 0,727. Jenis tumbuhan paku yang ditemukan sebanyak 11 famili yang berbeda dengan 14 jenis tumbuhan paku yaitu: Asplenium nidus L. Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Blechnum sp. Davalia denticulate (Burm F. ) Mett. ex Kuhn. Nephrolepis exaltata (L. ) Schott. Gleichenia linearis (Burm. ) Clarke. Lycopodium cernuum L. Lygodium flexuosum (L. ) Sw. Lygodium longifolium (Willd. ) Sw. Nephrolepis radicans (Nurm. ) Kuhn. Drymoglossum piloselloides (Linn. ) Presl. Pleocnaema irregularis. Pyrrosia longifolia (Burm. ) Morton, dan Christella dentata (Forsk. Browney & Jermy. Diperoleh kondisi lingkungan abiotik dengan rerata nilai intensitas cahaya 11087,25 lux, rerata nilai pH tanah 6,45, rerata nilai kelembaban tanah 70%, dan rerata suhu udara 31,35 AC. Kata kunci: Keanekaragaman, tumbuhan paku, kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Abstract: The aim of this research is to determine the conditions of the abiotic environment where ferns grow and the level of diversity of ferns in the Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) of Samarinda City. The type of research used is descriptive quantitative research. This research uses a quadratic method by creating sample plots measuring 5x5 m. Purposive sampling is used to find plot locations that suit research needs. The research results show that the Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus of Samarinda City has a relatively low level of fern diversity, with H'= 0. The types of ferns were found 11 different families with 14 types of ferns, namely: Asplenium nidus L. Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Blechnum sp. Davalia denticulate (Burm F. ) Mett. ex Kuhn. Nephrolepis exaltata (L. ) Schott. Gleichenia linearis (Burm. ) Clarke. Lycopodium cernuum L. Lygodium flexuosum (L. ) Sw. Lygodium longifolium (Willd. ) Sw. Nephrolepis radicans (Nurm. Kuhn. Drymoglossum piloselloides (Linn. ) Presl. Pleocnaema irregularis. Pyrrosia longifolia (Burm. ) Morton, and Christella dentata (Forsk. ) Browney & Jermy. The abiotic environmental conditions obtained were an average light intensity of 11087. 25, an average soil pH of 6. 45, an average soil humidity of 70%, and an average air temperature of 31. 35 AC. Keywords: diversity, ferns, kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) How to Cite Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur . ebagai pendukung pembelajaraqn materi plantae SMA kelas X). Biolova 7 . BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Jumlah spesies tumbuhan paku di dunia diperkirakan ada 10. spesies, dan sekitar 22% atau 2. Indonesia. Tumbuhan paku memiliki ciri khas berupa daun muda, berbentuk seperti lilitan tali yang tidak terdapat pada tumbuhan lain. Selain itu, semua spesies ini menghasilkan spora yang (Suryana, 2020: . Tumbuhan paku berkembangbiak secara seksual dan sudah melalui fase pergantian ketu runan yang disebut metagenesis. Berupa gametofit ke fase sporofit (Saniah, , 2. Tumbuhan paku-pakuan tidak hanya sangat beragam, tetapi juga sangat penting bagi manusia dan Pakis membantu ekosistem hutan mencegah erosi tanah dan berkontribusi pada pembentukan humus. Pakis juga dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, tanaman hias, kerajinan, dan obat (AAotourrohman, 2020: . Melimpahnya tumbuhan paku tidak lepas dari Beberapa paku - pakuan tumbuh subur pada areal terbuka dengan sinar matahari yang melimpah, namun beberapa jenis lainnya umum ditemui ditempat yang lebih terlindung dan lembab, ada yang hidup secara soliter, berkelompok, terestrial maupun epifit. Beberapa jenis paku-pakuan yang membentuk belukar dapat menutupi lahan- lahan kosong, hal ini sesuai dengan pernyataan Adlini . 1: 8. , tumbuhan paku (Pteridophyt. adalah divisi tumbuhan Cryptogamae yang spesiesnya telah jelas memiliki kormus karena terdapat akar, batang, dan daun sejati serta mempunyai berkas pembuluh angkut yaitu xilem dan floem. Tumbuhan ini hidup di habitat yang lembab . , berbagai tempat di air . , dan menempel . pada permukaan batu, tanah, dan pohon. Tumbuhan ini cenderung menyukai daerah yang memiliki kelembaban Tumbuhan paku paling besar mampu tumbuh hingga tinggi beberapa meter, contohnya adalah marga Cyathea dan Alsophila. Tumbuhan paku mampu menyebar membentuk keanekaragaman yang dapat diidentifikasi berdasarkan morfologi dan anatominya. Tumbuhan dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan sayuran. Tumbuhan paku juga bermanfaat dalam ekosistem hutan, antara lain dalam pembentukan tanah, mencegah erosi, serta dapat serasah hutan (Apriyanti, 2017: Selain itu di berbagai memanfaatkan tanaman pakupakuan diantaranya hiasan, sebagai obat- obatan, sebagai sayuran, karangan bunga, sebagai pupuk hijau, sebagai bahan pembuatan petasan, tiang bangunan, dan sebagai penggosok atau ampelas (Ningsih, dkk. , 2. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) terletak diantara Km 10 dan Km 13 pada Samarinda dan Bontang. Secara geografis Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus terletak diantara 0A25A24A LS (Lintang Selata. dan 117A14A14A BT (Bujur Timu. dan memiliki luas A300 hektar. Secara administrasi pemerintahan Kawasan 60 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Hutan Dengan Tujuan Khusus masuk ke dalam wilayah Kelurahan Tanah Merah. Kecamatan Samarinda Utara. Kota Samarinda. Provinsi Kalimantan Timur (Karyati, 2016: . Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus sebagai representasi hutan tropis lembab di Samarinda berada pada posisi yang strategis dan memiliki potensi flora dan fauna yang dinamis, baik pengaruh karena kebakaran hutan yang pernah terjadi . 2/1983, 1992/1993, 1997/1. juga akibat berbatasan langsung dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) (Siswanto, 2017: 101-. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) merupakan lokasi dengan potensi sebagai tempat wisata alam dengan berbagai spesies tumbuhan paku di kawasan tersebut, keanekaragaman tumbuhan paku belum pernah dilakukan di lokasi tersebut, oleh karena itu saat ini belum ada data mengenai jenis tumbuhan paku-pakuan yang ditemukan di wilayah tersebut, selain itu informasi yang didapatkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai indikator konservasi, pengelolaan kawasan, pengembangan potensi pemanfaatan tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Hutan Tujuan Khusus Kota Samarinda. Persebaran tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kota Samarinda tidak merata pada setiap lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang dapat ditemukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda, keanekaragaman tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda, serta tumbuhnya tumbuhan paku pada setiap stasiun pengamatan. Hasil penelitian keanekaragaman jenis belajar biologi, khususnya pada materi plantae SMA kelas X. Hasil penelitian dapat dikembangkan sebagai bahan ajar seperti modul. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang memuat kegiatan maupun boklet sebagai bahan ajar pendukung yang memuat informasi mengenai ciri dan klasifikasi tumbuhan paku yang disertai dokumentasi visual. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Sumber: tanahair. METODE PENELITIAN Kegiatan dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai dengan Januari 2023 di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Kelurahan Tanah Merah. Kecamatan Samarinda Utara. Kota Samarinda. Kalimantan Timur. Pengambilan sampel tumbuhan paku dilakukan dengan menentukan tiga titik stasiun, yang pada masing-masing 61 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 stasiun terdapat tiga titik sampling. Penentuan titik stasiun dan titik sampling dilakukan secara purposive Penentuan pengamatan dan titik sampling dilakukan dengan memperhatikan beberapa kriteria lokasi pengamatan antara lain, kawasan yang dapat mewakili kondisi tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yaitu hutan sekunder sebagai stasiun 1, hutan aren sebagai stasiun 2, dan kawasan terbuka yang dekat dengan aktivitas manusia sebagai stasiun 3, serta memungkinkan dalam pengambilan Pada setiap stasiunnya memiliki petak contoh dengan ukuran 5x5 m sebanyak empat petak contoh. Dilakukan pengambilan data jenis tumbuhan paku beserta jumlah individu tumbuhan paku yang ditemukan di dalam tiap petak contoh, setelah itu dituliskan pada lembaran pengamatan yang telah disiapkan. Setiap spesies tumbuhan paku didokumentasikan dengan cara difoto menggunakan kamera. Tumbuhan paku yang belum diketahui jenisnya identifikasi di Laboratorium. Pengambilan data kondisi lingkungan abiotik yang diperlukan meliputi intensitas cahaya dilakukan dengan menggunakan lux meter, pH dan kelembaban tanah dengan alat soil tester, dan suhu udara dengan alat keanekaragamannya adalah HAo = 0,727. Tumbuhan paku yang ditemukan meliputi 11 famili pakupakuan, dari 14 spesies yang Empat belas tumbuhan paku yang ditemukan adalah Asplenium nidus L. Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Blechnum . Davalia denticulate (Burm F. Mett. ex Kuhn. Nephrolepis exaltata (L. ) Schott. Gleichenia (Burm. Clarke. Lycopodium cernuum L. Lygodium flexuosum (L. ) Sw. Lygodium (Willd. Sw. Nephrolepis radicans (Nurm. Kuhn. Drymoglossum piloselloides (Linn. Presl. Pleocnaema irregularis. Pyrrosia longifolia (Burm. ) Morton, dan Christella (Forsk. ) Browney & Jermy. (Tabel . Tabel 1. Indeks Keanekaragaman Tumbuhan Paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kota Samarinda HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang telah dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kelurahan Tanah Merah. Kecamatan Samarinda Utara. Kota Samarinda, keanekaragaman jenis tumbuhan paku tergolong rendah, dengan nilai indeks No. Famili Nama Ilmiah Individu HAo 0,032 Aspleniaceae Asplenium nidus L. Athyriaceae Stenochlaena 0,051 Blechnaceae Blechnum sp. 0,012 Davaliaceae Davalia 0,031 Dryopteridaceae Nephrolepis 0,2072 Gleicheinaceae Gleichenia 0,151 Lycopodiaceae Lycopodium 0,0959 Lygodiaceae Lygodium 0,0069 Lygodium 0,0361 Nephrolepidaceae Nephrolepis 0,0609 62 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 daunnya hingga ke tepi daun. Ibu Polypodiaceae Drymoglossum 0,0027 tulang daun terlihat jelas dari pangkal hingga ujung daun. Pleocnaema 0,0088 berwarna coklat atau gelap. Sori berbentuk garis memanjang dengan Pyrrosia 0,0265 indusium tipis terletak tepat pada samping setiap urat daun pada Thelypteridaceae Christella 0,0049 bagian Secara keseluruhan sori hanya terletak Jumlah Total 0,727 pada pertengahan hingga ujung daun (Efendi, 2019: 47-. Tumbuhan Paku yang Ditemukan Tumbuhan paku Asplenium nidus Berikut adalah tumbuhan paku umumnya ditemui hidup epifit yang ditemukan dalam Kawasan pada batang pepohonan, namun Hutan Dengan Tujuan Khusus juga terkadang ditemukan tumbuh (KHDTK) Kota Samarinda. pada permukaan tanah maupun Asplenium nidus L. diatas bebatuan. Tumbuhan ini juga cukup mencolok dengan ukuran daunnya yang cukup besar. Stenochlaena palustris (Bur. Bedd Gambar 2. Asplenium nidus L. Klasifikasi : Kerajaan Divisi Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Pteridophyta : Polypodiopsida : Polypodiales : Aspleniaceae : Asplenium : Asplenium nidus Asplenium mempunyai rhizoma kuat, serta daun tunggal bertekstur tipis namun kuat berwarna hijau hingga kekuningan dengan tepi daun bergelombang. Susunan tulang daun bebas dengan urat daun tunggal atau bercabang dan tersusun miring terhadap ibu tulang Gambar 3. Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Pteridopsida Ordo : Blechnales Family : Athyriaceae Genus : Stenoclaena Spesies : Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Stenochlaena (Bur. Bedd. memiliki sistem perakaran serabut, batangnya dapat tumbuh hingga 60 cm, berwarna 63 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Daunnya majemuk menyirip genap dengan jumlah anak daun yang Kedudukan berhadap-hadapan, dengan warna hijau bertekstur lembut ketika masih muda dan berwarna merah kecoklatan bertangkai pendek, sementara pada daun dewasa berwarna hijau (Rianisa, 2021: . Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. mempunyai akar serabut dengan batang berwarna hijau setinggi 60 cm. Daunnya majemuk menyirip genap, memiliki anak daun berjumlah Daun dewasa dengan warna hijau, sedangkan daun mudanya memiliki tangkai pendek dengan warna merah kecoklatan, saling berhadapan dan tekstur yang lembut. Tumbuhan paku Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Tumbuhan ini umumnya tumbuh ditempat dengan kelembaban tanah yang cukup tinggi. Saat masih muda tumbuhan paku ini hidup secara terestrial, namum setelah tumbuh lebih lama tumbuhan paku ini akan hidup secara semi epifit dengan memanjat pada objek maupun tumbuhan lain disekitarnya. Pucuk Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. yang berwarna kemerahan biasanya dimanfaatkan sebagai sayuran konsumsi. Blechnum sp. Kelas : Polypodiopsida Ordo : Polypodiales Family : Blechnaceae Genus : Blechnum Spesies : Blechnum sp. Tumbuhan paku ini banyak dijumpai tumbuh pada tepi jalan disepanjang jalur pengamatan, dibawah naungan tumbuhan lain. Tumbuhan paku ini memiliki tampilan yang mencolok karena ukurannya besar. Efendi . 9, 6. , menyatakan bahwa tumbuhan paku Blechnum sp. hidup secara terestrial, banyak ditemukan pada tepian jalan. Paku ini dapat tumbuh didaerah dengan tanah yang datar maupun miring. Tumbuhan paku ini memiliki tangkai berwarna hijau hingga kekuningan dengan rambut Tumbuhan memiliki jenis daun majemuk berseling rapat dikedua sisinya. Ujung daun ditutup oleh satu anak Daun bertekstur tipis, berwarna hijau hingga kekuningan dengan tepi daunnya rata dan ujungnya meruncing. Susunan tulang daun nampak jelas dari bagian bawah. Sori berbentuk garis sempit tertutup hingga tulang daun dengan indusium tipis berwarna bening yang terbuka pada sisi dalam, memanjang sesuai Gambar 4. Blechnum sp. Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta 64 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Davalia denticulate antara kedua sisinya, setiap anak daun memiliki torehan yang dalam hingga membentuk cupingan. Nephrolephis exaltata Gambar 6. Nephrolephis exaltata Gambar 5. Davalia denticulate Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Polypodiales Family : Davaliaceae Genus : Davalia Sm. Spesies : Davalia denticulate (Burm F. ) Mett. ex Kuhn Tumbuhan Davalia denticulate (Burm F. ) Mett. ex Kuhn banyak ditemui pada stasiun 2 yaitu hutan aren. Tumbuhan umum tumbuh menempel pada pohon aren. Hal ini sesuai dengan pernyataan Efendi . 9, 69-. Pada alam bebas, sering ditemukan hidup menempel di pohonpohon besar, dan paling sering dijumpai pada pohon kelapa, atau pada kelompok palem-paleman. Paku ini memiliki rhizoma menjalar atau memanjat yang panjang, rhizoma ini dapat bercabang dan ditutupi oleh sisik atau bulu berwarna coklat yang sangat banyak dan sangat lebat. Tangkainya berwarna coklat dan kuning, tumbuh langsung dari rhizoma menjalar dan membentuk tunas. Daunnya tergolong majemuk, dengan susunan anak tulang daun berseling Klasifikasi : Kerajaan Divisi Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Pteridophyta : Pteridopsida : Polypodiales : Dryopteridaceae : Nephrolepis Nephrolepis exaltata (L. ) Schott Tumbuhan Nephrolepis exaltata (L. ) Schott hidup secara terestrial dengan batang tegak, serta daun yang lebat. Ditemukan pada lokasi lembab dengan suhu panas, dan derajat keasaman tanah bernilai 6,18. Suhu lingkungan tempat ditemukannya Nephrolepis exaltata (L. ) Schott hidup berkisar antara suhu 28oC hingga 31oC. Tumbuhan ini bermanfat untuk menyerap yang cukup efektif pada formaldehid, xylene, serta karbon monoksida (Riastuti, 2018: 66-. Hal ini ditemukannya tumbuhan paku Nephrolepis exaltata (L. ) Schott, yang mana kondisi lingkungan abiotiknya yaitu pH tanah bernilai 6,8, kelembaban tanah 70% dan suhu udara 32oC, dengan lokasi 65 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 yang sedikit ternaungi namun tetap mendapatkan cahaya yang cukup. Gleicneia linearis Tumbuhan paku ini biasa dimanfaatkan sebagai obat, dan kulitnya dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan (Faiz, 2018: . Lycopodium cernuum L Gambar 7. Gleicneia linearis Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Equisetopsida Ordo : Gleicheniales Family : Gleicheinaceae Genus : Gleicheina Spesies :Gleichenia (Burm. ) Clarke. Tumbuhan paku ini hidup secara terestrial di kawasan tropis dan subtropis utamanya pada kawasan yang memiliki curah hujan tinggi, berupa lereng, jurang ataupun tepian sungai. Daunnya berjarak satu sama lain, tanpa ruas dengan akar rimpang, bercabang dua disetiap cabang, batangnya panjang, sporangia tidak memiliki indusium, spora trilet. Karena percabangannya yang khas, tumbuhan ini cenderung menutupi permukaan tanah tempatnya tumbuh, hingga tidak sulit untuk Tajuk daunnya berbentuk garis atau memanjang, sepanjang 1875mm. Sori terletak pada tiap anak daun, tersebar di sepanjang tulang Setiap sorus terdiri dari 10-15 Gambar 8. Lycopodium cernuum L. Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Tracheophyta Kelas : Lycopodiopsida Ordo : Lycopodiales Family : Lycopodiaceae Genus : Lycopodium L Spesies Lycopodium Tumbuhan paku ini bersifat terestrial, dengan batang tegak, bulat, kaku berwarna hijau ditutupi bulu-bulu halus berwarna coklat, bercabang dua mendatar, dan berukuran sekitar 20 cm. Daun tunggal, berbentuk jarum, tepian rata dengan ujung meruncing, rapat menutupi seluruh batang dan berwarna hijau, dengan sporangia di ujung cabangnya, terdiri dari sporangia, ditutupi daun fertil, tampak seperti tabung berbentuk kerucut berukuran sekitar 0,7 cm, menghadap ke bawah. Tumbuhan paku ini mengandung alkaloid dan dapat digunakan sebagai obat luka memar, keseleo, bengkak, dan (Kurniawati, 2. 66 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Lygodium flexuosum dengan torehan yang membentuk Sori terletak pada tepi daun, menonjol dan meruncing keluar (Efendi, 2019: 116-. Lygodium longifolium Gambar 9. Lygodium flexuosum Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Schizaeales Family : Lygodiaceae Genus : Lygodium Spesies : Lygodium flexuosum (L. ) Sw. Tumbuhan paku ini awalnya tumbuh secara terestrial, namun seiring pertumbuhannya, paku ini memanjat atau membelit pada Rhizoma tumbuhan paku ini menjalar di tanah dengan akar yang tumbuh langsung darinya menuju ke dalam tanah. Tangkainya muncul dari rhizoma keatas tanah dan memanjat atau membelit pada tumbuhan lain. Tangkai utamanya bercabang, dan cabang tersebut bercabang dua ke arah kanan dan kiri yang kemudian bercabang lagi. Daunnya termasuk daun majemuk dengan susunan anak tulang daun berseling antara kedua Setiap ujung anak daun meruncing dan ditutup oleh satu anak tulang daun dengan ukuran lebih Daunnya berwarna hijau, tipis Gambar 10. Lygodium longifolium Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Schizaeales Family : Lygodiaceae Genus : Lygodium Spesies : Lygodium longifolium (Willd. ) Sw. Tumbuhan paku ini mampu hidup pada kondisi lingkungan yang kering dan mampu memanjat pada tumbuhan lain. Pada awal pertumbuhannya, tumbuhan ini mempunyai daun lebar serta besar dengan formasi lima disebelah kanan dan lima disebelah kiri. Kemudian dari bagian tengah daun muncul tangkai yang panjang, kemudian bercabang dua kearah kanan dan kiri menjadi daun. Daun tersebut pada saat awal juga bercabang menjadi dua atau tiga. Daunnya termasuk daun majemuk, bertekstur tipis dan berwarna hijau. Sori terletak pada tepi daun dan 67 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 nampak menonjol keluar (Efendi, 2019: 118-. bagian bawah (Efendi, 2019: 134. Nephrolephis radicans Drymoglossum piloselloides Gambar 11. Nephrolephis radicans Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Polypodiales Family : Nephrolepidaceae Genus : Nephrolepis Spesies : Nephrolepis radicans (Burm. ) Kuhn. Tumbuhan paku ini hidup secara terestrial, namun dapat pula tumbuh secara epifit terutama pada Tumbuhan mula-mula menjalar yang kemudian akan tumbuh tegak dengan warna gelap. Pada tangkai daun terdapat sisik-sisik halus, tangkainya berwarna hijua, kuning hingga coklat. Daunnya termasuk daun majemuk menyirip dengan susunan anak daun berseling di kedua Tekstur daunnya tipis, berwarna hijau dengan tepi bergerigi. Susunan pertulangan daunnya tidak dapat terlihat jelas dengan kasat mata, hanya ibu tulang daun yang dapat dilihat dengan jelas hingga ujung Sori dengan indusium berbentuk cincin atau bentuk koma . ampir bula. , terletak pada hampir tepi daun Gambar 12. Drymoglossum Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Polypodiales Family : Polypodiaceae Genus : Drymoglossum Spesies : Drymoglossum piloselloides (Linn. ) Presl. Tumbuhan memiliki daun tergolong daun tunggal dengan dua macam daun yaitu daun steril dan fertil. Daun steril berbentuk hampir bulat, sedangkan daun fertil memiliki bentuk lebih panjang dan berbentuk Daunnya bertekstur tebal berdaging dengan warna hijau hingga kekuningan dengan tepi Sori memanjang, letaknya disepanjang sisi bagian bawah daun. Hanya pada pangkal daun saja tidak Drymoglossum piloselloides (Linn. ) Presl. mengobati gatal-gatal (Efendi, 2019: 147-. 68 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Pleocnaema irregularis Pyrrosia longifolia Gambar 13. Pleocnaema irregularis Klasifikasi : Kerajaan Divisi Kelas Ordo Family Genus Spesies Gambar 14. Pyrrosia longifolia : Plantae : Pteridophyta : Filicinae : Polypodiales : Polypodiaceae : Pleocnemia : Pleocnaema Tumbuhan mempunyai akar serabut dengan rimpang tegak. Tangkai daunnya berwarna hijau muda dan berbentuk bulat berduri. Daunnya berwarna hijau tua, permukaan daunnya tidak halus, dengan sisi daunnya bergerigi, serta ujung dan pangkalnya melancip. Tumbuhan paku ini memiliki ental pinatus, dengan beberapa helai daun menyatu di ujung dan pangkal lebih Helaian anak daun pada tangkai paling bawah menjulur ke bawah membentuk pita, dengan jarak masing-masing daunnya pendek, venasi tepi menjadi bercelah, dengan Habitat tumbuhan paku ini yaitu pada tebing, dataran datar, dan lereng (Majid, 2022: 109-. Klasifikasi : Kerajaan Divisi Kelas Ordo Family Genus Spesies : Plantae : Pteridophyta : Polypodiopsida : Polypodiales : Polypodiaceae : Pyrrosia : Pyrrosia longifolia (Burm. ) Morton Tumbuhan paku ini tumbuh menempel pada tumbuhan lain dan mempunyai rimpang pendek, sisik berwarna hitam serta pendek, frond tunggal, tebal, licin, dengan sisi Daunnya berwarna hijau dengan cekungan dibagian tulang daun, bagian bawah daun berbulu putih halus, dengan ukuran hingga 30 cm. Sorusnya coklat, berkumpul sekitar 10 sporangia berbentuk bulat, masing- masing kelompok berdampingan, dari ujung sampai hampir ke tengah daun, tanpa Paku ini umumnya dimanfaatkan sebagai pengobatan sakit perut dan sakit kepala, maupun sebagai tanaman penghias (Kurniawati, 2020: . 69 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Christella dentata Gambar 15. Christella dentata Klasifikasi : Kerajaan : Plantae Divisi : Pteridophyta Kelas : Polypodiopsida Ordo : Polypodiales Family : Thelypteridaceae Genus : Christella Spesies : Christella dentata (Forsk. ) Browney & Jermy Tumbuhan paku ini hidup secara terestrial. Jenis tumbuhan paku ini sering ditemui pada dataran rendah hingga dataran tinggi. Tumbuhan ini tumbuh di atas tanah, tanah miring, bebatuan, di tepi jalan hingga di tepi Rhizoma tumbuhan paku ini cukup panjang. Tangkai daunnya panjang dengan warna gelap dan ditumbuhi sisik berwarna gelap. Daunnya majemuk menyirip ganda dengan susunan anak daun sejajar pada bagian bawah, semakin ke atas berubah menjadi berseling dan semua meruncing pada ujungnya. Daunnya berwarna hijau dengan torehan dalam pada anak daunnya. Sorusnya berbentuk bulat dengan indusium terletak di bagian bawah daun pada urat daun. (Efendi, 2019: 257-. Indeks Keragaman Tumbuhan Paku Indeks keanekaragaman jenis tumbuhan paku keseluruhan lokasi pengamatan tergolong rendah, keanekaragamannya adalah HAo = 0,727. Nilai dipengaruhi oleh perbedaan jumlah individu yang signifikan, dimana tumbuhan paku Gleichenia linearis (Burm. ) Clarke. tumbuhan lain hanya ditemukan sebanyak satu hingga enam individu saja, hal ini sesuai dengan pernyataan Sutrisna dalam Baderan . 1, . bahwa jumlah jenis dan individu pada suatu Wirakusumah dan Indriyanto dalam Baderan . 1, . menyatakan bahwa jika suatu komunitas memiliki banyak jenis jenis komunitas tersebut akan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hutan sekunder, tumbuhan paku yang ditemui yaitu berjumlah 10 spesies, tumbuhan paku yang paling banyak pada lokasi tersebut yaitu dari famili Aspleniaceae. Hutan ditemukan 8 spesies, dengan tumbuhan paku yang paling banyak pada lokasi tersebut yaitu dari famili Davaliaceae, sedangkan pada lokasi dekat aktivitas manusia ditemukan 6 spesies dengan tumbuhan paku yang paling banyak pada lokasi tersebut adalah dari famili Gleicheinaceae. Kondisi Lingkungan Abiotik Pengukuran 70 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 diseluruh plot pengamatan masingmasing 1 kali pengambilan data. Faktor abiotik yang diambil datanya mencakup intensitas cahaya, pH tanah, kelembaban tanah, dan suhu udara. Hasil pengukuran faktor abiotik pada seluruh stasiun dapat diamati pada tabel 2 berikut. Hasil lingkungan abiotik di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda, menunjukkan intensitas cahaya terendah ditemukan pada stasiun 1 yaitu 980,25 Lux, sedangkan intensitas cahaya tertinggi ditemukan pada stasiun 3 yaitu 30. tanah terendah ditemukan di stasiun 1 yaitu 6,3, sedangkan pH tanah tertiggi ditemukan di stasiun 3 yaitu 6,6. Kelembaban ditemukan di stasiun 3 yaitu 60%, sedangkan kelembaban tanah tertinggi ditemukan di stasiun 1 yaitu 80%. Suhu udara terendah ditemukan di stasiun 1 yaitu 30,8 AC, sedangkan suhu udara tertinggi ditemukan di stasiun 3 yaitu 31,95 AC. Perbedaan jumlah spesies dan jenis tumbuhan yang mendominasi dipengaruhi oleh perbedaan kondisi lingkungan abiotik dari setiap stasiun Pengukuran kondisi lingkungan abiotik yang dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda. Pada didapatkan intensitas cahaya dengan nilai 980,25, pH tanah dengan nilai 6,3, kelembaban tanah dengan nilai 80%, dan suhu udara senilai 30,8 AC, dengan kondisi lingkungan tersebut tumbuhan paku mampu hidup dan beradaptasi serta berkembang biak dengan baik. Tumbuhan mendominasi pada hutan sekunder adalah Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. dengan jumlah individu sebanyak 21 individu, hal Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. pada pohon disekitarnya untuk mendapatkan cahaya matahari pada lingkungan hutan dengan intensitas cahaya yang rendah. Pada lokasi pengamatan hutan aren, didapatkan intensitas cahaya dengan nilai 2166,5, pH tanah dengan nilai 6,45, kelembaban tanah dengan nilai 70%, dan suhu udara dengan nilai 31,3 AC, dengan kondisi tersebut tumbuhan paku dapat hidup dan beradaptasi serta berkembang biak dengan baik. Tumbuhan mendominasi pada hutan aren adalah Davalia denticulate (Burm ) Mett. ex Kuhn dengan jumlah individu sebanyak 16 individu, hal tumbuhan paku Davalia denticulate (Burm F. ) Mett. ex Kuhn untuk dapat hidup secara terestrial maupun epifit, terutama pada pohon palem-paleman, sehingga lokasi hutan aren menjadi lokasi yang cocok dengan cara hidup tumbuhan paku ini. Pada lokasi pengamatan dekat dengan nilai 30115, pH tanah dengan nilai 6,6, kelembaban tanah dengan nilai 60%, dan suhu udara dengan nilai 31,95 AC. Pada lokasi pengamatan dekat dengan aktivitas manusia yang merupakan kawasan terbuka, intensitas cahaya cukup tinggi, namun hal ini disertai kelembaban tanah yang rendah, serta suhu udara yang lebih tinggi, sehingga hanya tumbuhan paku yang mampu beradaptasi terhadap 71 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 kondisi tersebut yang mampu hidup di kawasan ini. Tumbuhan paku yang mendominasi pada lokasi pengamatan dekat dengan aktivitas manusia adalah Gleichenia linearis (Burm. ) Clarke. dengan jumlah individu sebanyak 500 individu, hal ini dikarenakan Gleichenia linearis (Burm. ) Clarke. memiliki rhizoma yang pajang dan menjalar sehingga mampu menyerap air dari tanah dengan lebih baik. Tabel 2. Kondisi Lingkungan Abiotik Lokasi Intensitas pH Kelembab-Suhu Peneliti Cahaya Udara (Lu. Tanah Tanah Stasiun 1 980,25 30,8 AC Stasiun 2 6,45 31,3 AC Stasiun 3 31,95 AC Nilai 11087,25 6,45 31,35 Rata-Rata AC KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, keanekaragaman tumbuhan paku di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda tergolong rendah, dengan HAo = 0,727. Tumbuhan paku yang ditemukan sebanyak 11 famili dari 14 spesies yang terdiri dari Asplenium nidus L. Stenochlaena palustris (Bur. Bedd. Blechnum sp. Davalia denticulate (Burm F. ) Mett. ex Kuhn. Nephrolepis exaltata (L. Schott. Gleichenia linearis (Burm. Clarke. Lycopodium cernuum L. Lygodium flexuosum (L. ) Sw. Lygodium longifolium (Willd. ) Sw. Nephrolepis radicans (Nurm. ) Kuhn. Drymoglossum piloselloides (Linn. Presl. Pleocnaema Pyrrosia longifolia (Burm. ) Morton, dan Christella dentata (Forsk. Browney Jermy. Kondisi lingkungan abiotik di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Kota Samarinda didapati intensitas cahaya rata-rata 087,25, pH tanah rata-rata yaitu 6,45, kelembapan tanah rata- rata seluruh stasiun yaitu 70%, dan suhu udara rata-rata stasiun yaitu 31,35 AC. DAFTAR RUJUKAN AAotourrohman. Muhammad, dkk. Keanekaragaman Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyt. Kajian Potensi Pemanfaatannya di Cagar Alam Ulolanang Kecubung. Bioeduscience. (Onlin. Volume No. ttps://journal. diakses pada 23 Maret 2. Baderan. Dewi Wahyuni K. , dkk. Keanekaragaman. Kemerataan, dan Rekayasa Spesies Tumbuhan Dari Geosite Potensial Benteng Otanaha Sebagai Rintisan Pengembangan Geopark Provinsi Gorontalo. Jurnal Biologi. (Onlin. Volume 14. No. ttps://journal. diakses pada 22 juli 2. Efendi. Wawan. dan Sandi Iswahyudi. Keanekaragaman Tumbuhan Paku Jawa Timur. Yogyakarta: Graha Ilmu. Faiz. Khisnul. Inventarisasi Tumbuhan Paku (Pteridophyt. di Kawasan Gunung Ungaran Dusun Promasan Desa Ngesrep Balong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Sebagai Sumber Belajar Biologi. Disertasi tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Sains dan Teknologi, 72 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA. BIOLOVA VOL. 7 NO 1, 31 Maret 2026 Universitas Walisongo. Islam Negeri dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Karyati, dkk. Fluktuasi Iklim Mikro di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Jurnal AGRIFOR. (Onlin. Volume 15. No. ttp://ejurnal. untag-smd. diakses pada 27 Februari 2. Riastuti. Reny Dwi, dkk. Identifikasi Divisi Pteridophyta di Kawasan Danau Aur Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Pendidikan Biologi Sains (BIOEDUSAINS). (Onlin. Volume No. ttps://journal. , diakses 23 Maret 2. Kurniawati. Kharisma Diah Tri, dan Budiwati. Katalog Tumbuhan Paku Jalur Sungai Desa Wisata Pulesari. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta. Majid. Abdul, dkk. Keragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyt. di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Mandiangin. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi. (Onlin. Volume No. ttps://jurnal. id, diakses pada 25 Maret 2. Ningsih. Achyani, & Santoso, . Faktor biotik dan keragaman tumbuhan paku (Pteridophyt. di Kawasan Hutan Gisting Permai Kabupaten Lampung. BIOLOVA, 2. , 6471. Saniah. Ummah. Anggita. Fauziah. , & Wakhidah. Studi keanekaragaman paku di hutan Kota Linara. MetroLampung. BIOLOVA, 6. Suryana, dkk. Diversity Of Ferns (Pteridophyt. In The Several Mountains Of West Java. Jurnal Biologi Lingkungan. Industri dan Kesehatan. (Onlin. Volume No. ttps://ojs. id, diakses 23 Maret 2. Rianisa. Cut Devi. Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pterydophyt. Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil Kecamatan Rundeng Kota Subussalam Sebagai Referensi Mata Kuliah Botani Tumbuhan Rendah. Disertasi tidak diterbitkan. Banda Aceh: Fakultas Tarbiyah 73 | Iqbal. , & Herliani. Keanekaragaman jenis tumbuhanA.