Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. Transformational leadership of the principal in improving the professional competence of teachers at SMA Negeri 1 Sosopan. Padang Lawas Regency Astri Novia Siregar1 1Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Indonesia Email: astrinovia@umsu. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri 1 Sosopan. Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui empat dimensi, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Kepala sekolah menunjukkan keteladanan, memberikan motivasi, mendorong inovasi pembelajaran, serta memberikan perhatian dan bimbingan individual kepada guru. Kepemimpinan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menggunakan media pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dalam mengembangkan kompetensi profesional. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan profesional. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dan mutu pembelajaran di sekolah. Kata kunci: kepemimpinan transformasional. kompetensi profesional guru. ABSTRACT This study aims to describe the principal's transformational leadership in improving teachers' professional competence at SMA Negeri 1 Sosopan. Padang Lawas Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach. The research subjects consisted of the principal and teachers. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested through source and technique triangulation. The results showed that the principal had implemented transformational leadership through four dimensions, namely idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized The principal demonstrated exemplary behavior, provided motivation, encouraged learning innovation, and provided individual attention and guidance to teachers. This leadership had a positive impact on improving teachers' professional competence, as demonstrated by improving teachers' abilities in planning learning, implementing learning, using learning media, and increasing motivation in developing professional competence. addition, transformational leadership also created a conducive and professional work Thus, the principal's transformational leadership plays an important role in improving teachers' professional competence and the quality of learning in schools. Keyword: transformational leadership. teacher professional competence. Corresponding Author: Astri Novia Siregar. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jl. Kapten Muchtar Basri No. Glugur Darat II. Kec. Medan Tim. Kota Medan. Sumatera Utara 20238. Indonesia Email: astrinovia@umsu. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS Jurnal Nasional Holistic Science A INTRODUCTION Pendidikan merupakan faktor fundamental dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjadi indikator utama kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan individu yang memiliki kompetensi intelektual, keterampilan profesional, serta karakter yang kuat. Dalam konteks pendidikan formal, guru merupakan komponen utama yang menentukan keberhasilan proses pendidikan. Guru memiliki peran strategis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, sehingga kompetensi profesional guru menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kompetensi profesional guru merupakan kemampuan dalam menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam, mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif, serta mampu mengaplikasikan berbagai strategi pembelajaran yang efektif. Guru profesional juga dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta melakukan pengembangan diri secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan pendapat Yukl . yang menyatakan bahwa professional competence is the ability of individuals to perform tasks effectively based on knowledge, skills, and continuous professional development. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional merupakan kemampuan yang harus terus dikembangkan agar individu mampu melaksanakan tugas secara efektif dan profesional. Peningkatan kompetensi profesional guru tidak terlepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin Kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam mengarahkan, membimbing, dan memotivasi guru untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya. Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang diterapkan. Salah satu gaya kepemimpinan yang dianggap efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah kepemimpinan Menurut Bass . , transformational leadership is a leadership style that inspires followers to transcend their own self-interest for the good of the organization and to achieve extraordinary Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang mampu menginspirasi bawahan untuk melampaui kepentingan pribadi demi mencapai tujuan organisasi yang lebih besar. Pemimpin transformasional mampu meningkatkan motivasi, komitmen, dan kinerja bawahan melalui pemberian inspirasi, motivasi, dan dukungan profesional. Bass . juga menyatakan bahwa transformational leaders elevate the level of motivation and morality in their followers by providing vision, intellectual stimulation, and individualized consideration. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin transformasional mampu meningkatkan motivasi dan profesionalisme bawahan melalui pemberian visi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Dalam konteks pendidikan, kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pemberian motivasi, dukungan, dan kesempatan pengembangan profesional. Pendapat Bass tersebut diperkuat oleh Leithwood . yang menyatakan bahwa transformational leadership improves teacher commitment, enhances professional capacity, and contributes to school effectiveness. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam meningkatkan komitmen dan kapasitas profesional guru serta meningkatkan efektivitas sekolah. Kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformasional mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi pengembangan profesional guru. Leithwood . juga menyatakan bahwa school leaders influence teacher learning and professional development through vision building, providing intellectual stimulation, and supporting individual teacher Hal ini menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pembangunan visi, stimulasi intelektual, dan dukungan terhadap pengembangan profesional guru. Selain itu. Fullan . menyatakan bahwa educational leadership plays a critical role in building professional capacity and fostering continuous improvement in schools. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kapasitas profesional guru dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Fullan menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin transformasional yang mampu menginspirasi dan memberdayakan guru untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Fullan . juga menyatakan bahwa the principal as a transformational leader creates conditions that support teacher learning, collaboration, and professional growth. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional mampu menciptakan kondisi yang mendukung pembelajaran guru, kolaborasi, dan pengembangan profesional guru. Hallinger . juga menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Hallinger menyatakan bahwa principal leadership has a significant impact on teacher effectiveness and school improvement. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas guru dan mutu pendidikan. Selain itu. Yukl . menyatakan bahwa effective leaders influence followers by motivating, inspiring, and enabling them to achieve higher levels of performance. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemimpin yang efektif mampu memengaruhi (Astri Novia Sirega. A Jurnal Nasional Holistic Science bawahan melalui motivasi, inspirasi, dan pemberdayaan sehingga bawahan dapat mencapai kinerja yang lebih Dengan demikian, berdasarkan teori Bass. Leithwood. Fullan. Hallinger, dan Yukl, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pemberian motivasi, inspirasi, dukungan profesional, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Secara empiris, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap kompetensi profesional guru. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Syafira et al. , . yang menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan motivasi, komitmen, dan kompetensi profesional guru melalui pemberian motivasi, dukungan, serta kesempatan pengembangan profesional. Syafira et al. , . juga menyatakan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformasional mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan motivasi kerja guru, serta mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Rahmat . yang menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pemberian motivasi, dukungan, dan pengembangan profesional. Penelitian oleh Hidayat . juga menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki pengaruh positif terhadap kompetensi profesional guru. Temuan tersebut menegaskan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pemberian motivasi, dukungan, dan kesempatan pengembangan profesional. Meskipun secara teoritis dan empiris kepemimpinan transformasional memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, pada kenyataannya masih terdapat berbagai permasalahan dalam implementasinya di sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Sosopan. Kabupaten Padang Lawas, masih ditemukan beberapa permasalahan terkait kompetensi profesional guru, antara lain: masih terdapat guru yang belum optimal dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. masih terdapat guru yang belum optimal dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis masih terdapat guru yang belum aktif mengikuti kegiatan pengembangan profesional. peran kepala sekolah dalam memberikan motivasi serta dukungan profesional masih perlu Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru masih perlu ditingkatkan, dan salah satu faktor yang dapat memengaruhi peningkatan tersebut adalah kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri 1 Sosopan. Kabupaten Padang Lawas, menjadi penting untuk dilakukan. RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus . ase stud. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh data yang komprehensif, mendalam, dan kontekstual mengenai perilaku, persepsi, serta pengalaman subjek penelitian (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sosopan yang berlokasi di Kabupaten Padang Lawas. Provinsi Sumatera Utara. Sekolah ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan sekolah menengah atas negeri yang memiliki struktur organisasi formal dan sistem manajemen pendidikan yang jelas, serta melibatkan kepala sekolah dan guru yang secara langsung berperan dalam proses peningkatan kompetensi profesional guru. Selain itu, pemilihan lokasi ini didasarkan pada relevansinya dengan fokus penelitian mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber utama melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru, serta pihak terkait lainnya yang memiliki hubungan langsung dengan praktik kepemimpinan transformasional dan pengembangan kompetensi profesional guru. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, arsip, laporan kegiatan, serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 364 Ae 370 Jurnal Nasional Holistic Science A Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai kondisi nyata di lapangan terkait kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesional guru. Wawancara dilakukan secara mendalam . n-depth intervie. dengan kepala sekolah dan guru untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai praktik kepemimpinan Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai dokumen yang relevan, seperti program kerja sekolah, laporan kegiatan, serta dokumen lain yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi profesional guru. Melalui penggunaan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang mendalam dan komprehensif mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri 1 Sosopan. Kabupaten Padang Lawas. Sumatera Utara. RESULTS AND DISCUSSION Results Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di SMA Negeri 1 Sosopan. Kabupaten Padang Lawas, diperoleh beberapa temuan terkait kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sebagai . Idealized Influence (Pengaruh Ideal Kepala Sekola. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai teladan bagi guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional. Kepala sekolah menunjukkan kedisiplinan tinggi, seperti datang tepat waktu, melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab, serta memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sikap disiplin tersebut memberikan pengaruh positif terhadap guru dalam meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab profesional mereka. Selain itu, kepala sekolah menunjukkan integritas dan tanggung jawab dalam memimpin sekolah, yang terlihat dari kemampuan mengambil keputusan secara adil dan objektif serta memberikan contoh perilaku profesional kepada guru. Para guru menyatakan bahwa kepala sekolah merupakan figur yang dapat dijadikan teladan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Kepala sekolah juga menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru melalui berbagai program pengembangan, seperti pelatihan, workshop, dan kegiatan MGMP. Kepala sekolah secara aktif mendorong guru untuk mengikuti kegiatan tersebut guna meningkatkan kompetensi profesional mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa dimensi idealized influence telah diterapkan dengan baik, ditandai dengan kemampuan kepala sekolah menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Inspirational Motivation (Motivasi Inspiratif Kepala Sekola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Kepala sekolah secara konsisten memberikan dorongan melalui pembinaan, arahan, serta komunikasi konstruktif agar guru terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Motivasi tersebut tidak hanya berupa instruksi formal, tetapi juga melalui pendekatan persuasif yang mampu membangun kesadaran dan tanggung jawab profesional guru. Kepala sekolah juga secara rutin memberikan motivasi melalui berbagai forum, baik formal maupun informal, seperti rapat dewan guru, pertemuan rutin, diskusi kelompok, dan komunikasi personal. Dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah memberikan evaluasi, arahan, dan dukungan profesional kepada guru, termasuk dalam penerapan metode pembelajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi. Selain itu, kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja baik sebagai bentuk apresiasi terhadap profesionalisme mereka. Penghargaan tersebut menjadi faktor pendorong yang meningkatkan motivasi dan semangat kerja guru. Dengan demikian, dimensi inspirational motivation terbukti mampu meningkatkan motivasi, komitmen, dan kompetensi profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran secara lebih efektif. Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektual Kepala Sekola. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa kepala sekolah memberikan stimulasi intelektual kepada guru dengan mendorong mereka untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran. Dorongan tersebut diberikan melalui arahan, diskusi, dan pembinaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dan sesuai kebutuhan siswa. Kepala sekolah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan ide dan gagasan baru sehingga mereka memiliki ruang untuk berinovasi. Hal ini berdampak pada meningkatnya kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang lebih variatif dan menarik. Selain itu, kepala sekolah mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dengan memberikan dukungan penggunaan media digital, perangkat presentasi, dan sumber belajar berbasis internet. (Astri Novia Sirega. A Jurnal Nasional Holistic Science Kepala sekolah juga memfasilitasi guru untuk mengikuti kegiatan pengembangan profesional, seperti pelatihan, seminar, workshop, dan MGMP. Dukungan tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, terutama dalam aspek inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Individualized Consideration (Perhatian Individual Kepala Sekola. Penelitian ini menemukan bahwa kepala sekolah memberikan perhatian individual kepada guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi profesional mereka. Perhatian tersebut diwujudkan melalui pendekatan personal dalam memahami kebutuhan, kemampuan, dan kendala yang dihadapi masingmasing guru. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan arahan langsung, khususnya kepada guru yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah memberikan bimbingan berkelanjutan melalui supervisi akademik, konsultasi individu, serta diskusi profesional. Dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah memberikan masukan konstruktif terkait strategi pembelajaran, penggunaan media, dan pengelolaan kelas. Selain dukungan emosional, kepala sekolah juga memberikan dukungan nyata berupa kesempatan mengikuti pelatihan dan kegiatan pengembangan profesional. Perhatian individual ini berdampak positif terhadap motivasi dan kinerja guru. Guru merasa dihargai sebagai individu yang memiliki potensi berkembang sehingga mereka lebih termotivasi meningkatkan kompetensi profesional dan kualitas pembelajaran. Hubungan interpersonal yang baik antara kepala sekolah dan guru menciptakan suasana kerja yang kondusif, harmonis, dan mendukung pengembangan profesional secara berkelanjutan. Dampak Kepemimpinan Transformasional terhadap Kompetensi Profesional Guru Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, terutama dalam aspek perencanaan Kepala sekolah secara aktif memberikan arahan, bimbingan, dan dorongan kepada guru untuk menyusun perangkat pembelajaran secara sistematis sesuai standar yang berlaku. Guru menjadi lebih mampu menyusun RPP, menetapkan tujuan pembelajaran, memilih metode yang tepat, serta merancang evaluasi pembelajaran secara efektif. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga berdampak pada peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan menggunakan media pembelajaran. Guru menjadi lebih aktif menerapkan metode inovatif, strategi pembelajaran berpusat pada siswa, serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dukungan kepala sekolah dalam pengembangan keterampilan teknologi pembelajaran meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut, kepemimpinan transformasional kepala sekolah juga meningkatkan motivasi guru untuk mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Guru menjadi lebih termotivasi mengikuti kegiatan pengembangan profesional dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Discussion Pembahasan hasil penelitian ini didasarkan pada temuan mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMA Negeri 1 Sosopan. Kabupaten Padang Lawas. Analisis dilakukan dengan mengaitkan hasil penelitian dengan teori kepemimpinan transformasional serta temuan penelitian terdahulu yang relevan. Kepemimpinan Transformasional dalam Aspek Idealized Influence Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menampilkan perilaku sebagai teladan bagi guru, yang tercermin melalui kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen terhadap peningkatan mutu Kepala sekolah juga menunjukkan integritas dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin Perilaku tersebut memberikan pengaruh positif terhadap guru dalam meningkatkan kompetensi profesional mereka. Temuan ini sejalan dengan teori Bass . yang menyatakan bahwa transformational leaders act as role models and are admired, respected, and trusted by their followers. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemimpin transformasional berfungsi sebagai figur teladan yang mampu memengaruhi perilaku bawahan secara positif. Selain itu. Leithwood . menyatakan bahwa pemimpin transformasional mampu membangun kepercayaan dan komitmen guru melalui keteladanan dan integritas dalam kepemimpinan. Kepala sekolah yang mampu menjadi teladan akan meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru. Temuan ini juga konsisten dengan hasil penelitian Syafira et al. , . yang menunjukkan bahwa keteladanan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap kompetensi profesional guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 364 Ae 370 Jurnal Nasional Holistic Science A dimensi idealized influence memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui pengaruh keteladanan kepemimpinan. Kepemimpinan Transformasional dalam Aspek Inspirational Motivation Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah secara aktif memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka, antara lain melalui dorongan mengikuti pelatihan, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan teori Bass . yang menyatakan bahwa transformational leaders motivate and inspire followers by providing meaning and challenge to their work. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin transformasional mampu meningkatkan motivasi bawahan melalui pemberian makna dan tantangan dalam pekerjaan. Fullan . juga menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi dan komitmen guru melalui dukungan dan dorongan profesional. Hasil penelitian Rahmat . turut memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan kompetensi profesional guru. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa motivasi inspiratif yang diberikan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Kepemimpinan Transformasional dalam Aspek Intellectual Stimulation Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah mendorong guru untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran. Kepala sekolah juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan dan mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Temuan ini sejalan dengan teori Bass . yang menyatakan bahwa transformational leaders stimulate followersAo efforts to be innovative and creative. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemimpin transformasional mampu merangsang kreativitas bawahan. Leithwood . juga menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kapasitas profesional guru melalui stimulasi intelektual dan pengembangan profesional. Hasil penelitian Hidayat . turut menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Dengan demikian, stimulasi intelektual terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kompetensi profesional . Kepemimpinan Transformasional dalam Aspek Individualized Consideration Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memberikan perhatian individual kepada guru melalui bimbingan, dukungan, dan pendampingan profesional. Kepala sekolah membantu guru mengatasi kesulitan serta memberikan arahan dalam meningkatkan kompetensi profesional mereka. Temuan ini sesuai dengan teori Bass . yang menyatakan bahwa transformational leaders pay special attention to each followerAos needs for achievement and growth. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin transformasional memperhatikan kebutuhan individu bawahan untuk mendukung perkembangan profesional mereka. Yukl . juga menegaskan bahwa pemimpin yang efektif memberikan dukungan dan bimbingan kepada bawahan guna meningkatkan kompetensi dan kinerja. Hasil penelitian Syafira et al. , . memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa perhatian individual kepala sekolah berpengaruh positif terhadap kompetensi profesional guru. Dengan demikian, perhatian individual kepala sekolah merupakan faktor penting dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru. Dampak Kepemimpinan Transformasional terhadap Kompetensi Profesional Guru Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memberikan dampak positif terhadap kompetensi profesional guru, antara lain meningkatnya kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menggunakan media pembelajaran, serta meningkatkan motivasi profesional. Temuan ini sejalan dengan teori Fullan . yang menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional berperan penting dalam meningkatkan kapasitas profesional guru. Hallinger . juga menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas guru dan kualitas pendidikan. Selain itu, hasil penelitian Syafira et al. , . Rahmat . , dan Hidayat . menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kompetensi profesional guru yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. (Astri Novia Sirega. A Jurnal Nasional Holistic Science Pertama, dimensi idealized influence yang diterapkan oleh kepala sekolah terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Kepala sekolah menunjukkan keteladanan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, dan komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan. Keteladanan tersebut menumbuhkan rasa hormat, kepercayaan, dan loyalitas guru sehingga mendorong mereka untuk meneladani sikap profesional dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Pengaruh ideal ini menciptakan budaya kerja yang positif, meningkatkan etos kerja, serta memperkuat komitmen guru dalam mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Kedua, dimensi inspirational motivation yang diterapkan oleh kepala sekolah terbukti mampu meningkatkan motivasi guru dalam mengembangkan kompetensi profesional mereka. Kepala sekolah secara aktif memberikan dorongan, arahan, dan dukungan melalui berbagai forum formal maupun informal, serta memberikan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja baik. Motivasi tersebut mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan diri, serta melaksanakan tugas secara lebih optimal dan bertanggung jawab. Ketiga, dimensi intellectual stimulation juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi profesional guru. Kepala sekolah mendorong guru untuk berpikir kreatif, inovatif, dan terbuka terhadap perubahan, khususnya dalam penggunaan metode dan media pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya, sehingga guru mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta efektivitas pembelajaran sesuai tuntutan perkembangan pendidikan. Keempat, dimensi individualized consideration menunjukkan adanya perhatian individual kepala sekolah terhadap kebutuhan dan perkembangan profesional masing-masing guru. Kepala sekolah memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan secara personal, terutama kepada guru yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Pendekatan ini menciptakan hubungan kerja yang harmonis, sehingga guru merasa dihargai, diperhatikan, dan didukung. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, motivasi kerja, dan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Kelima, secara keseluruhan kepemimpinan transformasional kepala sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menggunakan media pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dalam pengembangan profesional. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga mampu membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan inovatif di lingkungan sekolah. Dampak tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan. Oleh karena itu, penerapan kepemimpinan transformasional oleh kepala sekolah perlu terus dikembangkan dan diperkuat sebagai strategi utama dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. REFERENCES