Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kkn Tematik Di RT 21 RW 05 Kelurahan Sawah Lebar Ayang Putri Caya . ,Egidia Hartina . Putri Wulandari . Gita putri kanelf . Irfan Kurniawan . Rohayu Fadilla . Evi Lorita . Merry Rullyanti . 1,2,3,4,5,6,7,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: . ayangputricaya20@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . April 2. Accepted . April 2. KEYWORDS Kuliah Kerja Nyata. Pemberdayaan Masyarakat. Digitalisasi Database. Edukasi Lingkungan. Ruang Publik. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Program KKN-T ini dilaksanakan di RT 21 RW 05 Kelurahan Sawah Lebar dengan fokus pada peningkatan kualitas lingkungan, pelayanan administrasi, dan kesadaran masyarakat. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi penumpukan sampah, minimnya sarana edukasi visual, ketiadaan sistem database kependudukan digital, dan kurangnya ruang publik hijau. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan. Focus Group Discussion, gotong royong, pembuatan media edukasi, digitalisasi data, dan pembangunan taman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kebersihan lingkungan, tersedianya database digital, terpasangnya palang penanda jalan, dan terciptanya Taman Tapak Jedah sebagai ruang publik. Kesimpulan menunjukkan bahwa kolaborasi mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat berhasil menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan di wilayah sasaran. ABSTRACT Thematic Community Service Program is a community service program aimed at providing real solutions to problems faced by society. This KKN-T program wasconducted in RT 21 RW 05 SawahLebarVillage with a focus on improving environmental quality, administrative services, and community awareness. The main problems identified include waste accumulation, lack of visual education facilities, absence of digital population database systems, and insufficient public green Implementation methods include field surveys. Focus Group Discussions, mutual cooperation, creation of educational media, data digitization, and garden development. The results show significant improvements in environmental cleanliness, availability of digital databases, installation of road signs, and creation of Tapak Jedah Garden as a public space. The conclusion showsthat collaborationbetweenstudents, supervisors, and communitysuccessfully created sustainable positive changes inthe target area. PENDAHULUAN RT21 RW05 Kelurahan Sawah Lebar merupakan kawasan pemukiman urban yang memiliki dinamika sosial tinggi namun masih menghadapi beberapa kendala dalam aspek tata kelola lingkungan dan administrasi. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan oleh tim KKN, ditemukan beberapa permasalahan mendasar yang memerlukan penanganan segera, antara lain penumpukan sampah di berbagai titik pemukiman, minimnya sarana edukasi visual terkait kebersihan lingkungan, ketiadaan sistem database kependudukan yang terdigitalisasi, serta kurangnya ruang publik hijau yang dapat dimanfaatkan oleh warga untuk bersosialisasi dan beraktivitas. Permasalahan pengelolaan sampah merupakan isu klasik yang masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah perkotaan Indonesia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Damanhuri dan Padmi . , pengelolaan sampah yang tidak optimal dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di RT 21, kondisi ini diperparah dengan minimnya fasilitas tempat sampah permanen dan kurangnya kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, ketiadaan sistem administrasi kependudukan berbasis digital menyebabkan proses pelayanan publik menjadi kurang efisien dan rawan terjadinya kesalahan data. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan program menjadi faktor kunci keberhasilan. Konsep pemberdayaan masyarakat yang dikemukakan oleh Sulistiyani . menekankan pentingnya upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Program KKN-T dirancang dengan mengadopsi prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sejak tahapperencanaan hinggaevaluasi. Transformasi digital dalam pelayanan publik telah menjadi tren global yang tidak dapat dihindari. Keberadaan sistem informasi yang terkomputerisasi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan kepada masyarakat. Di tingkat RT, digitalisasi database kependudukan memiliki manfaat strategis dalam mempercepat proses administrasi kependudukan, mengurangi kesalahandata, serta memudahkan akses informasi bagi stakeholder yang memerlukan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan smart city yang berbasis pada pemanfaatan teknologi informasi dalamberbagai aspek kehidupan masyarakat. Aspek Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 217 Ae | 217 estetika dan kenyamanan lingkungan juga menjadi perhatian dalam program ini. Ruang publik hijau seperti taman memiliki fungsi ekologis, sosial, dan estetis yang penting bagi kehidupan masyarakat Secara ekologis, taman berfungsi sebagai paru-paru kota yang menyerap polusi udara dan menghasilkan oksigen. Secara sosial, taman menjadi ruang interaksi dan rekreasi masyarakat. Secara estetis, taman meningkatkan kualitas visual lingkungan. Pembangunan TamanTapak Jedah diharapkandapat memenuhi ketiga fungsi tersebut sehingga memberikandampakmultipel bagi Berdasarkan analisis situasi tersebut, program KKN-T ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan solusi komprehensif melalui berbagai kegiatan yang mencakup peningkatan kebersihan lingkungan, digitalisasi sistem administrasi, penyediaan sarana edukasi visual, serta pembangunan ruang publik hijau. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat RT 21 serta menjadi model replikasi bagi wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa. Pendekatan multidisiplin yang diterapkan memungkinkan penyelesaian masalah yang holistik dan berkelanjutan METODE Pelaksanaan program KKN-T di RT 21 RW 05 Kelurahan Sawah Lebar dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Metode deskriptif kualitatif dipilih untuk menggambarkan secara mendalamkondisi permasalahan masyarakat, proses implementasi program, serta dampak yang dihasilkan berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan selama pelaksanaan kegiatan. Pendekatan partisipatif diterapkan karena terbukti efektif dalam membangun rasa kepemilikan masyarakat terhadap program pembangunan serta memastikan keberlanjutan program. Tahap persiapan dimulai dengan survei lokasi yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2025 untuk mengidentifikasi kondisi eksisting wilayah sasaran serta membangun komunikasi awal dengan tokoh masyarakat dan perangkat RT. Kegiatan ini diikuti dengan pembukaan resmi program KKN-T pada tanggal 23 Desember 2025 yang dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan,mahasiswa pesertaKKN,serta perwakilan masyarakat setempat. Identifikasi masalah dilakukan melalui metode Focus Group Discussion yang diselenggarakan pada tanggal 26 Desember 2025. FGD melibatkan berbagai elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, serta perangkat RT untuk menggali permasalahan prioritas yang perlu ditangani. Hasil FGD kemudian dianalisis dan disusun menjadi program kerja yang disepakati bersama dengan mempertimbangkan aspek kebutuhan masyarakat, sumber daya yang tersedia,serta keahlian mahasiswa pesertaKKN. Implementasi program kerja dilaksanakan secara bertahap selama periode KKN dengan melibatkan berbagai bidang keahlian mahasiswa. Kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi gotong royong pembersihan lingkungan, pembuatan dan pemasangan media edukasi sampah, digitalisasi database kependudukan, pengadaan dan pengecatan tempat sampah permanen, pemasangan palang penanda gang, pelaksanaan senam sehat bersama warga, serta pembangunan Taman Tapak Jedah sebagai ruang publik hijau. Setiap kegiatan dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan sehingga dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Proses digitalisasi database kependudukan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. Pertama, dilakukan inventarisasi data eksisting yang masih dalam bentuk manual untuk mengidentifikasi kelengkapan danakurasi data. Kedua, dilakukan perancangan struktur database yang sesuai dengan kebutuhan administrasi RT termasuk pembuatan form input data yang user-friendly. Ketiga, dilakukan proses entry data dari dokumen manual ke sistem digital dengan melibatkan mahasiswa dan dibantu oleh perangkat RTuntuk memastikan akurasi data. Keempat, dilakukan pelatihan kepada perangkat RT mengenai cara penggunaansistem database termasuk prosedur update data dan backup data. Kelima, dilakukan uji coba sistem untuk memastikan bahwa semuafungsi berjalan dengan baik. Pembangunan TamanTapak Jedah dilakukanmelalui serangkaian tahapan yang terencana. Tahap pertama adalah pemilihan lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh warga. Lokasi yang dipilih adalah lahan kosong di tengah pemukiman yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Tahap kedua adalah perancangan layout taman yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan bahwa desain taman mempertimbangkan aspek estetika, fungsi, dan keberlanjutan. Tahap ketiga adalah pembersihan lahan dan pematangan tanah sebagai persiapan penanaman. Tahap keempat adalah pengadaan tanaman hias dan tanaman produktif yang dipilih berdasarkan kriteria mudah perawatan dan tahan terhadap kondisi iklim setempat. Tahap kelima adalah penanaman dan penataan taman termasuk pemasangan bangku taman dan pagar pembatas. Tahap terakhir adalah penyerahan taman kepada warga dengan pembentukan kelompok pemelihara taman. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala melalui kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan serta tim monitoring dari LPPM Universitas Dehasen Bengkulu. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian program, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi perbaikan untuk memastikan keberlanjutan dampak 218 | Ayang Putri Caya. Egidia Hartina. PutriWulandari. Gita putri kanelf. Irfan Kurniawan. Rohayu Fadilla. Evi Lorita. Merry Rullyanti . Pemberdayaan Masyarakat Melalui ProgramA program di masa mendatang. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi kuesioner kepuasan masyarakat, observasi langsung kondisi lapangan, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan perangkat RT. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai bahan perbaikan program serta rekomendasi untuk pelaksanaan KKN diperiode berikutnya HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Pelaksanaan program KKN-T di RT 21 RW 05 Kelurahan Sawah Lebar telah menghasilkan berbagai output konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program kerja yang telah terlaksana secara keseluruhan mencakup 10 kegiatan utama dengan melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa KKN, dosen pembimbing,serta masyarakat setempat. Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah survei lokasi pada tanggal 22 Desember 2025 yang bertujuan untuk melakukan pemetaan awal kondisi wilayah serta mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada. Hasil survei menunjukkan bahwa RT 21 merupakan kawasan pemukiman padat dengan tingkat mobilitas tinggi namun memiliki keterbatasan dalam hal sarana prasarana lingkungan. Pembukaan resmi KKN-T dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2025 dengan dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait yang menandai dimulainya program pengabdian secara formal. Focus Group Discussion yang diselenggarakan pada tanggal 26 Desember 2025 berhasil mengidentifikasi lima prioritas program kerja yang disepakati bersama oleh Kelima prioritas tersebut meliputi peningkatan kebersihan lingkungan, digitalisasi database kependudukan, penyediaan media edukasi sampah, pembangunan identitas wilayah melalui palang gang,serta pengadaan ruang publik hijau. FGDjuga menghasilkan kesepakatan mengenai pembagian peran dan tanggung jawab antara mahasiswa KKN dengan masyarakat dalam pelaksanaan setiap Kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2025 dengan melibatkan seluruh mahasiswa KKN dan warga RT 21. Kegiatan ini berhasil membersihkan area pemukiman dan masjid dari tumpukan sampah serta membersihkan saluran drainase yang Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan dalam hal kebersihan lingkunganyang dirasakan langsung olehwarga. Program digitalisasi database kependudukan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari bidang Teknik Informatika berhasil mengkonversi data manual menjadi sistem database digital yang dapat diakses dengan mudah oleh perangkat RT. Sistem ini memuat informasi lengkap mengenai data penduduk, kartu keluarga, serta data statistik kependudukan yang dapat memudahkan pelayanan administrasi kepada warga. Tabel 1 Berikut Menampilkan Ringkasan Pelaksanaan Kegiatan Beserta Hasil Yang Dicapai No Kegiatan Bidang Hasil Survei Lokasi Persiapan & Koordinasi Waktu 22 Desember 2025 Pemetaan kondisi Focus Group Manajemen Program 26 Desember 2025 Rencana program Discussion Gotong Royong Lingkungan Dan Kesehatan 27 Desember 2025 Lingkungan bersih Lingkungan Digitalisasi Database TeknikInformatika 29 Desember 2025 Database digita Senam Sehat Bersama Pendidikan Jasmani 04 Januari 2026 Kebugaran warga Palang EdukasiSampah Pemasangan Palang Gang Pengadaan Tempat Sampa TeknikInformatika 05 Januari 2026 Administrasi Publik 07 Januari 2026 Lingkungan& Seni 12 Januari 2026 Mediaedukasi Identitas wilayah Tempatsampah Taman Tapak Jedah Administrasi & Lingkunga 12 Januari 2026 Ruang publik hijau Penyelesaian Masalah Program KKN-T yang telah dilaksanakan memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat RT 21. Permasalahan penumpukan sampah berhasil diatasi melalui kombinasi kegiatan gotong royong, penyediaan tempat sampah permanen, serta pemasangan media edukasi yang meningkatkan kesadaran warga untuk membuang sampah pada Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 217 Ae | 219 tempatnya. Ketersediaan tempat sampah yang telah dicat dengan warna menarik juga turut meningkatkan estetika lingkungan. Digitalisasi database kependudukan memberikan dampak signifikan dalam peningkatan efisiensi pelayanan administrasi kepada warga. Sistem database yang sebelumnyamasihmanual dan rawan kesalahan kini telah terdigitalisasi sehingga memudahkan perangkat RT dalam mengakses dan memperbarui data kependudukan. Hal ini sejalan dengan konsep egovernment yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik untuk meningkatkan transparansi danakuntabilitas. Pemasangan palang penanda gang memberikan identitas yang jelas bagi wilayah RT 21 sehingga memudahkan navigasi bagi kurir, tamu, maupun petugas layanan publik. Sebelumnya, ketiadaan penanda jalan sering menyebabkan kesulitan dalam menemukan alamat yang dituju. 7 Dengan adanya palang gang yang terpasang secara permanen, aksesibilitas menuju RT 21 menjadi lebih baik. Pembangunan TamanTapak Jedah sebagai ruang publik hijau memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain berfungsi sebagai area resapan air dan penyejuk udara, taman ini juga menjadi tempat berkumpul warga untuk bersosialisasi serta melakukan aktivitas olahraga ringan. Keberadaan taman ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan warga setempat. Kegiatan senam sehat yang dilaksanakan secara rutin berhasil meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik. Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan tingginya apresiasi terhadap program yang telah dirancang. Kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga melalui interaksi yang terjalin selama pelaksanaan senam bersama. Dalam konteks kesehatan masyarakat, aktivitas fisik rutin seperti senam merupakan salah satu upaya preventif yang efektif untuk mengurangi risiko penyakittidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Program edukasi melalui pemasangan palang informasi tentang pengelolaan sampah juga memberikan dampak edukatif yang signifikan. Media visual yang dipasang di titik-titik strategis berfungsi sebagai pengingat konstan bagi warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Desain palang yang menarik dengan pesan yang komunikatif membuat informasi mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia. Hal ini sejalan dengan teori komunikasi visual yang menyatakan bahwa penyampaian pesan melalui media visual lebih efektif dalam mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat dibandingkan dengan metode verbal semata. Penelitian menunjukkan bahwa media visual dapat meningkatkan daya ingat masyarakat hingga 80% dibandingkan dengan komunikasi verbal yang hanya mencapai 20%. Oleh karena itu, pemilihan media edukasi visual menjadi strategi yang tepat dalam kampanye perubahan perilaku masyarakat. Aspek partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Sejak tahap perencanaan melalui Focus Group Discussion hingga tahap implementasi, keterlibatan warga 8 sangat aktif. Konsep pemberdayaan masyarakat yang diterapkan dalam program KKN-T ini mengacu pada prinsip bottom-up approach, di mana program dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat bukan berdasarkan asumsi sepihakdari tim pelaksana. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan rasa kepemilikan warga terhadap program sehingga keberlanjutan program di masa mendatang lebih terjamin. Partisipasi masyarakat tidak hanya terbatas pada tahap implementasi fisik tetapi juga dalam tahap perencanaan, pengawasan, dan evaluasi program. Keterlibatan aktif masyarakat ini mencerminkan tingginya kesadaran warga akan pentingnya pembangunan partisi patifyang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan pemasangan palang penanda gang tidak hanya berfungsi sebagai identitas wilayah tetapi juga sebagai wujud rasa bangga warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Palang gang yang dirancang dengan estetika modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai lokalitas menjadi landmark yang mudah dikenali. Informasi yang tercantum dalam palang gang mencakup nama gang, nomor RT dan RW, serta logo Universitas Dehasen Bengkulu sebagai penanda bahwa area tersebut merupakan lokasi pengabdian masyarakat. Pemasangan palang ini juga memberikan dampak positif bagi aksesibilitas wilayah, terutama bagi kurir pengiriman barang, petugas layananpublik, dantamuyang berkunjung kewilayahtersebut. Faktor internal yang mendukung keberhasilan program ini adalah komitmen kuat dari mahasiswa KKN untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat serta dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi. Mahasiswa yang terlibat dalam program KKN-T ini berasal dari berbagai disiplin ilmu sehingga mampu memberikan solusi multidimensional terhadap permasalahan yang ada. Mahasiswa dari bidang Teknik Informatika berkontribusi dalam digitalisasi database, mahasiswa Pendidikan Jasmani memfasilitasi kegiatan senam, mahasiswa Administrasi Publik membantu penataan sistem administrasi RT, sementara mahasiswa dari bidang lain berkontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Dari sisi eksternal, partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari perangkat RT menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan seluruh program kerja. Ketua RTdan jajarannya memberikan dukungan penuh mulai dari penyediaan lokasi kegiatan,koordinasi dengan warga,hingga bantuan 9 mobilisasi massa untuk kegiatan gotong royong. Ibu-ibu PKK juga turut berpartisipasi aktif terutama dalam kegiatan senam sehat serta 220 | Ayang Putri Caya. Egidia Hartina. PutriWulandari. Gita putri kanelf. Irfan Kurniawan. Rohayu Fadilla. Evi Lorita. Merry Rullyanti . Pemberdayaan Masyarakat Melalui ProgramA memberikan masukan konstruktif terkait kebutuhan warga. Pemuda karang taruna membantu dalam pelaksanaan kegiatan fisik seperti pengecatan tempat sampah,pemasangan palang gang,dan pembangunan taman. Aspek keberlanjutan program menjadi perhatian khusus dalam perencanaan Untuk memastikan bahwa dampak program dapat dirasakan dalam jangka panjang, dilakukan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat setempat. Dalam hal digitalisasi database, perangkat RT dilatih untuk dapat melakukan update data secara mandiri menggunakan sistem yang telah Terkait pemeliharaan fasilitas fisik seperti taman dan tempat sampah, dibentuk kelompokkerjayang terdiri dari warga yang berkomitmen untuk melakukan perawatan rutin. Evaluasi program dilakukan secara berkala melalui kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan serta tim monitoring dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Dehasen Bengkulu. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap program yang telah dilaksanakan. Beberapa indikator keberhasilan yang terukur antara lain adalah meningkatnya kebersihan lingkungan yang terlihat dari berkurangnya tumpukan sampah di area pemukiman, meningkatnya efisiensi pelayanan administrasi RT yang ditandai dengan waktu pemrosesan dokumen yang lebih cepat, serta meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan yang ditunjukkan oleh jumlah peserta senam sehat yang konsisten tinggi. Dampak sosial dari program ini juga sangat terasa dalam peningkatan kohesi sosial di wilayah RT 21. Kegiatan-kegiatan kolektif seperti gotong royong dan senam bersama telah memperkuat ikatan antarwarga yang sebelumnya cenderung individualistis akibat kesibukan masing-masing. Taman Tapak Jedah yang telah dibangun kini menjadi titik kumpul warga untuk bersosialisasi, terutama pada sore hari ketika anak-anak bermain dan orang tua berbincang-bincang. Ruang publik ini juga menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara RT seperti pertemuanwarga danperayaanharibesarnasional Dari aspek lingkungan, program ini telah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup. Keberadaan Taman Tapak Jedah dengan berbagai jenis tanaman hias dan tanaman produktif tidak hanya meningkatkan estetika lingkungan tetapi juga berfungsi sebagai area resapan air yang membantu mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Tanaman-tanaman yang ditanam juga berfungsi sebagai penyerap polusi udara sehingga meningkatkan kualitas udara di sekitar pemukiman. Pengadaan tempat sampah dengan sistem pemilahan organik dan anorganik juga merupakan langkah awal menuju pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan program, antara lain keterbatasan anggaran untuk pengadaan material dalam jumlah besar serta kendala cuaca yang sempat menunda beberapa kegiatan lapangan. Hambatan ini dapat diatasi melalui penggalangan dana swadaya masyarakat serta penjadwalan ulang kegiatan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Keterbatasan waktu pelaksanaan KKN juga menjadi tantangan tersendiri mengingat beberapa program idealnya memerlukan waktu yang lebih panjang untuk dapat memberikan dampak optimal. Namun dengan perencanaan yang matang dan pembagian tugas yang efisien, seluruh program kerja dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Tematik di RT 21 RW 05 Kelurahan Sawah Lebar telah berhasil memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan publik. Program ini telah menghasilkan berbagai output konkret yang meliputi peningkatan kebersihan lingkungan, digitalisasi database kependudukan, pemasangan media edukasi sampah, pengadaan tempat sampah permanen, pemasangan palang penanda gang, pelaksanaan senam sehat rutin, serta pembangunan Taman Tapak Jedah sebagai ruang publik hijau. Setiap output yang dihasilkan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakatbaik dariaspekkesehatan,lingkungan, maupun pelayanan publik Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi harmonis antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat setempat. Hubungan yang terbangun selama masa pengabdian membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN mampu menjadi katalisator perubahan positif dalam masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan kesadaran menjaga fasilitas umum dan pola hidup sehat. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya masyarakat yang mandiri dalam mengelola lingkungan serta memelihara fasilitas yang telah dibangun. Model kolaborasi yang telah terbangun juga dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Dampak ekonomis dari programini juga cukup signifikan meskipun bersifat tidak langsung. Peningkatan estetika lingkungan melalui pembangunan taman dan pemasangan palang penanda jalan berpotensi meningkatkan nilai properti di wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan ruang publik yang representatif dapat membuka peluang ekonomi baru seperti usaha makanan ringan atau minuman yang dapat dikelola oleh warga Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 217 Ae | 221 setempat. Efisiensi pelayanan administrasi melalui digitalisasi database juga menghemat waktu dan biaya bagi warga yang memerlukan layanan administrasi kependudukan Untuk memastikan keberlanjutan program, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebagai berikut. Pertama. Pemerintah Kelurahan Sawah Lebar dan perangkat RT 21 perlu berkomitmen dalam memperbarui data kependudukan digital secara berkala serta melakukan pengawasan terhadap fasilitas fisik yang telah dibangun. Kedua, warga RT 21 diharapkan dapat membentuk sistem piket rutin untuk pemeliharaan Taman Tapak Jedah termasuk penyiraman tanaman agar area tersebut tetap asri dan terawat. Ketiga. Universitas Dehasen Bengkulu diharapkan dapat menggunakan hasil pengabdian ini sebagai referensi untuk pemetaan wilayah KKNdi periode mendatang dengan fokus pada pengembangan program pemberdayaan ekonomi dan penguatan literasi hukum masyarakat. Dokumentasi yang lengkap mengenai proses pelaksanaan program dapat dijadikan best practice untuk replikasi di wilayah lain. Perlu juga dikembangkan sistem monitoring jangka panjang untuk mengukur dampak program setelah 12 masa KKN berakhir. Keempat, dinas terkait perlu bersinergi dengan pengurus setempat dalam pengangkutan sampah secara berkala agar ketersediaan tempat sampah dapat dioptimalkan dengan baik. Koordinasi yang baik antara tingkat RT, kelurahan, dan dinas kebersihan sangat penting untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan dengan efektif. Terakhir, perlu dikembangkan sistem informasi berbasis aplikasi mobile yang dapat memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan RTseperti pengajuan surat keterangan, informasi kegiatan RT, atau pelaporan keluhanterkait fasilitas umum UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Dehasen Bengkulu yang telah memfasilitasi pelaksanaan program KKN-T Periode VI. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan. Rohayu Fadilla. Pd, yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama pelaksanaan program. Apresiasi yang tinggi juga disampaikan kepada perangkat RT 21 dan seluruh warga Kelurahan Sawah Lebar yang telah memberikan dukungan penuh sehingga seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA