DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 STUDI TRANSFORMAS PASAR RAYA KOTA PADANG AKIBAT BENCANA ALAM GEMPA 2009 STUDY ON THE TRANSFORMATION OF THE GREAT MARKET IN THE CITY OF PADANG DUE TO 2009 EARTHQUAKE NATURAL DISASTER Indri Astuti Maulana (Prodi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Riau Kepulauan. Indonesi. indri@ft. Abstrak Pasar memiliki peranan penting yang ada pada suatu kota karena membantu pergerakan ekonomi Hadirnya sebuah pasar tentunya berdampak juga pada warna wajah kota, namun bagaimana dengan pasar yang terus mengalami transformasi akibat bencana alam. Pasar Raya Kota Padang terletak di dataran yang tinggi akan resiko bencana seperti gempa. Tercatat di dua dekate terakhir bencana besar yang melanda yaitu gempa pada tahun 2009, banyak hal yang dikorbankan termasuk bangunan. Kerusakan yang cukup berat dan berdampak pada pergerakan masyarakat kota yaitu Pasar Raya. Jadi untuk melihat perubahan apa saja yang terjadi di pasar raya dalam segi arsitektur akan dibahas melalui tiga elemen yaitu manusia, aktivitas dan ruang, menggunakan metode sinkronik untuk mengamati kondisi aktual ruang ekonomi kota saat ini dan diakronik untuk mengeksplorasi perkembangan ruang ekonomi kota dan interpretasi fakta-fakta sejarah. Patahan waktu akan menjadi penting pada pembahasan ini karena berbicara tentang sejarah, untuk itu waktu yang diambil ada tiga kategori yaitu pragempa, saat gempa, dan pasca gempa. Dengan demikian didapati kesimpulan bahwa Pasar Raya mengalami transformasi yang cukup besar dari segi fungsi Kata kunci: Pasar Raya. Transformasi. Arsitektur. Sikronik. Diakronik. Waktu Abstract The market has an important role in a city because it helps the movement of the economy in it. The presence of a market certainly has an impact on the color of the city's face, but what about markets that continue to undergo transformation due to natural disasters. Pasar Raya Padang is located on a plateau that is prone to disasters such as earthquakes. It was noted that in the last two major disasters, the 2009 earthquake, many things were sacrificed, including buildings. The damage is quite heavy and has an impact on the movement of the city community. Pasar Raya. So to see what changes have occurred in the market in terms of architecture, it will be discussed through three elements, humans, activities and space, using the synchronic method to observe the actual condition of the city's current economic space and diachronic to explore the development of the city's economic space and interpretation of historical facts. Time faults will be important in this discussion because it is talking about history, for that time taken there are three categories, pre-earthquake, during earthquake, and post-earthquake. Thus, it can be concluded that Pasar Raya has undergone a considerable transformation in terms of its spatial function. Keyword: Pasar Raya. Transformation. Architecture. Synchronic. Diachronic. Time DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 PENDAHULUAN Kota Padang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Barat yang memulai pertumbuhan kotanya dari kegiatan perdagangan, pertahanan dan permukiman Baiknya laju perdagangan di kota ini dibuktikan dengan hadirnya beberapa pasar bersejarah, karena menjadi salah satu saksi berkembangnya kota Padang hingga saat ini. Salah satu yang menjadi pasar primadona di kota Padang yaitu pasar induk kota Padang atau yang biasa disebut Pasar Raya Padang. Pasar raya secara administratif terletak di Padang Barat yang merupakan salah satu pasar tertua di kota Padang. Tercatat ada empat pasar tua yang bersaing pada abad ke-18 dan 19 ditulis oleh Colombijn yaitu Pasar Gadang. Pasar Belakang Tangsi. Pasar Tanah Kongsi dan Pasar Kampung Jawa atau Pasar Raya nama yang dikenal saat ini. Pasar Raya termasuk kepada kategori pasar tradisional, karena terdapat aktivitas perdagangan dan jasa yang dapat membentuk struktur ekonomi dan dapat menjadi suatu identitas dan ruang publik bagi masyarakat. Pengertian pasar tradisional menurut undang-undang, pertama dalam Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah. BUMN dan pihak swasta yang tempat usahanya berupa kios, toko, tenda dan los yang dimiliki atau dikelola oleh pedagang kecil, menengah, koperasi, atau swadaya msyarakat yang proses jual belinya dilakukan lewat proses tawar menawar. Masyarakat bukan saja menjadikan pasar sebagai tempat transaksi jual beli tetapi juga sebagai tujuan lain seperti rekreasi. Sejarah dan peran penting yang dimiliki Pasar Raya Padang membuat pasar ini tidak pernah luput dari perhatian pemerintah, investor dan masyarakat. Semenjak mulai didirikannya Pasar Raya atau Pasar Kampung Jawa pada awal abad ke-19 yang menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari ini mengalami perkembangan yang cukup pesat dan sering kali beralih kepemilikan dari tokoh etnis Cina ke Pemerintah Kota. Pada tahun 1959 dibangunlah Pasar Raya yang telah direncanakan oleh Arsitek Ir. Thomas Karsten secara bertahap hingga VII fase dan berjalan dengan dinamis hingga tahun 1990 pembangunan ini rampung. Namun ditengah kondisi pasar yang semakin berkembang pada tahun 2009 terjadi bencana yang cukup dahsyat di Kota Padang yaitu gempa pada tanggal 30 September. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Kejadian ini tentunya berdampak besar bagi bangunan yang ada di Kota Padang, termasuk Pasar Raya mengalami kerusakan yang cukup berat hingga harus diberikan penanganan kios darurat agar dagangan yang tersisa dapat terselamatkan dan kegiatan perdagangan sementara tetap berjalan. Setelah masa keterpurukannya Pasar Raya Padang kemudian bangkit perlahan dengan pembangunan yang direncakan ulang oleh pemerintah. Dengan acap kali proses transformasi yang terjadi pada Pasar Raya Padang dari segi arsitektural tentunya menyumbang pembentukan wajah kota. Pasar Raya Kota Padang berada di lokasi yang rawan akan bencana alam seperti gempa sehingga sudah terjadi beberapa kali perubahan atau transformasi pasar yang terjadi sejak awal berdiri hingga saat ini. Oleh karena itu pada jurnal ini akan membahas transformasi secara arsitektural yaitu melihat menusia, aktivitas dan ruang pada Pasar Raya Padang akibat bencana yang pernah terjadi. Patahan waktu yang akan dijadikan patokan dalam identifikasi ini ada tiga kategori waktu yaitu prabencana, saat bencana dan pascabencana. Pada bagian ini menjelaskan tinjauan pustaka tentang, transformasi arsitektur, pasar, dan kota Padang. Transformasi Arsitektur Transformasi adalah suatu proses perubahan terhadap sebuah objek baik secara keseluruhan maupun sebagian. Proses kreatifitas dengan cara memindahkan suatu bentuk atau makna dari sebuah objek tentu akan menghasilkan sebuah bentuk baru. Proses perubahan tersebut dapat berasal dari bentuk visual maupun non visual menjadi sebuah bentuk bangunan. Dalam arsitektur hal ini sangat mungkin dilakukan guna mengembangkan bentuk arsitektur itu sendiri. Dalam melakukan suatu proses perancangan, metode transformasi dapat dilakukan untuk mengembangkan sebuah kreatifitas dalam menghasilkan sebuah karya desain. Broadbent . menyebutkan bahwa transformasi merupakan sebuah perubahan yang berasal dari makna pada struktur dalam . eep Structur. yang ditampilkan ke struktur permukaan (Surface Structur. Mengkaji tentang arsitektur sendiri adalah sesuatu yang diidentikkan dengan aktivitas, manusia dan ruang. Rancangan Arsitektur erat kaitannya dengan manusia DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 sebagai subjek, dan lingkungan sebagai latar dari sebuah desain. Ketika Arsitektur terdefinisi sebagai wadah dari sebuah aktivitas manusia itu sendiri. Sehingga pada proses perancangan arsitektur, akan membahas tentang manusia itu beraktivitas yang kemudian di terjemahkan pada bahasa program arsitektur. Program dan aktivitas sering kali menjadi bahasa yang tepat dalam mengategorikan fungsi-fungis yang akan hadir dalam sebuah desain rancangan arsitektur. Ruang merupakan elemen yang sangat penting dalam arsitektur. Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologis emosional . , maupun Manusia berada dalam ruang, bergerak serta menghayati dan melakukan aktivitas atau kegiatan yang dikehendakinya. Ruang dalam arsitektur dan aktivitas memiliki keterkaitan yang sangat erat. Ruang bahkan dapat tercipta berdasarkan aktivitas manusia yang ada di dalamnya. Pada posisi ini arsitektur berperan sebagai penanggung jawab atas efesiensi ruang yang digunakan oleh manusia terhadap suatu aktivitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa arsitektur itu memiliki komponen yang akan terus terhubung antara manusia, aktivitas dan ruang. Jadi dapat disimpulkan bahwa transformasi arsitektur adalah suatu proses berubahan terhadap objek arsitektural yaitu manusia, aktivitas dan ruang sebagai Pasar Aktivitas perdagangan dan jasa adalah salah satu hal yang dapat dijumpai pada kawasan pasar tradisional yang dapat membentuk struktur ekonomi dan dapat menjadi suatu identitas kota yang akan menjadi salah satu ruang publik bagi Pengertian pasar tradisional menurut undang-undang, pertama dalam Peratiran Presiden No. 112 Tahun 2007 pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah. BUMN dan pihak swasta yang tempat usahanya berupa kios, toko, tenda dan los yang dimiliki atau dikelola oleh pedagang kecil, menengah, koperasi, atau swadaya msyarakat yang proses jual belinya dilakukan lewat proses tawar menawar. Masyarakat bukan saja menjadikan pasar sebagai tempat transaksi jual beli tetapi juga sebagai tujuan lain seperti rekreasi. Biaya yang dikeluarkan untuk menjangkau pasar . tidak menghalangi konsumen untuk tetap melakukan aktivitas jual beli di suatu DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Keputusan untuk berbelanja di pasar modern atau tradisional dipengaruhi oleh faktor kenyamanan, ketersediaan, fasilitas dan kebiasaan berbelanja atau shopping habit (Lukito, 2. Pasar di Kota Padang Secara geografis Kota Padang terletak di Sumatera Barat dengan bagian ujung barat dan timurnya berbatasan langsung dengan pantai yang disertai juga dengan bukit barisan dan perbukitan lainnya. Bercerita mengenai sejarah panjang terbentuknya kota Padang berawal dari Kerajaan Minangkabau Adityawarman yang melakukan kegiatan perdagangan di pantai barat yang menjadi perairan utama dari pedagang Cina ke India melalui selat Malaka. Melalui kegiatan perdagangan inilah kota Padang yang didiami oleh perantau Minangkabau dari daerah sekitarnya Gambar 1. Kota Padang tempo dulu (Sumber: Koleksi Tempo Dul. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Perantau Minangkabau mendirikan desa-desa atau yang disebut dengan nagari seperti Pauh. Koto Tangah. Bungus dan Batang Arau. Kemudian dari sinilah cikal bakal permukimannya terus bertumbuh hingga ketengah dan perbatasan kota saat Seiring berjalannya waktu Padang tidak hanya dihuni oleh suku Minangkabau saja, namun juga masuk orang Aceh. Belanda. Prancis. Jepang, etnis Cina. India dan Arab dengan kepentingan masing-masing namun pada dasarnya tetap urusan Kegiatan dagang yang semakin membesar dan meluas, membuat Padang memiliki beberapa pasar bersejarah seperti pasar ditepian sungai Batang Arau kemudian menjadi lebih besar dan dimanajemen dalam Pasar Gadang. Lalu hadir pasar lainnya yaitu Pasar Belakang Tangsi dan Pasar Tanah Kongsi milik etnis Cina dan Pasar Kampung Jawa atau Pasar Raya saat ini. Lokasi Pasar Raya dipandang lebih strategis karena berdekatan dengan permukiman warga dan terminal antar Sejarah panjang inilah yang membuat kota Padang hingga saat ini tidak terlepas dari kegiatan perdagangan karena identitas ini sudah melekat sejak awal Padang terbentuk. METODOLOGI Metode penelitian adalah cara yang dilakukan agar tercapainya maksud dan tujuan penelitian. Tulisan penelitian ini berjenis deduktif rasionalistik yaitu penelitian yang menggunakan suatu teori besar sebagai alat untuk mengidentifikasi isu penelitian. Pertama data yang didapat dari sumber litaratur dan observasi akan diolah dengan analisis sinkronik dan analisis diakronik (Ubonwan dalam Alvares 2. Analisis sinkronik akan berguna untuk mengamati kondisi aktual ruang ekonomi kota saat ini dan menjelaskan bagaimana keterpakaiannya. Analisis diakronik dilakukan dengan mengeksplorasi perkembangan ruang ekonomi kota dan interpretasi fakta-fakta sejarah yang dapat ditelusuri pada morfologi kota Padang. Analisis sinkronik bertujuan untuk melihat transformasi yang terjadi pada suatu kota, baik perubahan fungsi dan makna. Bagaimana bergerakan pembangunan kota dan evolusi morfologi apa yang dibawa serta bagaimana bentuk asli dari sebuah kota dapat berpengaruh. Sehingga pada penelitian ini akan dilihat bagaimana kota DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Padang saat ini setelah banyaknya fenomena yang terjadi secara buatan maupun secara alamiah. Pada analisis diakronik pengamatan akan penafsiran fakta-fakta sejarah yang berhubungan dengan bagaimana ruang ekonomi di kota terbentuk, yang berhubungan dengan dua hal yaitu, penjelasan tentang kenyataan sejarah berupa tahapan-tahapan yang berurutan tentang informasi pasar, kedua berhubungan dengan perubahan pasar yang masih relevan dengan situasi saat ini. Dengan begitu penjelasan sejarah akan memberikan ide tentang bentuk keseluruhan ruang perekonomian kota, mengurai setiap tranformasi yang terjadi dan gambaran tentang kondisi faktualnya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dijelaskan bentuk transformasi atau perubahan wajah Pasar Raya dari elemen arsitektur dalam tiga kategori waktu, yaitu Pasar Raya pra gempa, saat gempa dan pasca gempa. Pasar Raya Pra Gempa Kegiatan perekonomian yang ada di kota Padang terus mengalami pertumbuhan yang juga diakibatkan oleh persaingan dagang antar pengusaha. Pada masa itu mereka berlomba-lomba untuk membangun pasar ditempat yang lebih strategis dan mudah dikunjungi oleh pembeli. Lie Saay adalah penduduk etnis Cina yang mendirikan sebuah pasar yang disebut Pasar Kampung Jawa atau Kampung Jao. Berlokasi ditengah kota pasar ini mampu menyaingi Pasar Belakang Tangsi yang dibangun untuk kedua kalinya setelah dilahap api oleh Cina Gho Lam San, yang berakhir dengan dijualnya pasar ini ke Goan Hoat yang juga disinyalir memiliki hubungan saudara dengan Lie Saay. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Gambar 2. Lokasi strategis Pasara Kampung Jawa (Penulis, 2. Pasar Kampung Jawa yang hadir pada abad ke-19 ini menawarkan berbagai kebutuhan sehari-hari. Pada saat perkembangannya pasar ini berkembang cukup pesat dan diserahkan ke NV Goan Hoat. Tidak lama berselang dibawah kepemimpinan NV Goan Hoat pasar menjadi tidak bersih, meletakan harga sewa yang tinggi dan melakukan monopoli. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa pasar harus berada dibawah tangan pemerintah, bukan perorangan lagi. Tahun 1917 pemerintah kota membeli dua pasar tersebut dari NV Goan Hoat yaitu Pasar Kampung Jawa dan Pasar Miskin disertai juga dengan kawasan disekitarnya untuk pengembengan. Sejak saat itu pendapatan kota dalam sektor ekonomi pun meningkat. Pergantian kepemilikan pasar dari swasta menjadi milik pemerintah, barulah ditahun 1918 pemerintah melakukan eksploitasi. Banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah. Pasar Kampung Jawa ini ditetapkan sebagai pusat perdagangan kota. Hal ini membuat pasar pusat perdagangan kota ini harus direncanakan sedemikian rupa, mulai dari tata letak, fungsi dan fasilitas yang akan melengkapinya. Arsitek yang memiliki peran dalam perencanaan garis besar pasar adalah Ir. Thomas Karsten. Arsitek sekaligus perencana wilayah permukiman dari belanda ini mengonsepkan bahwa kawasan pasar ini akan dibuat blok-blok besar dengan toko-toko dipinggir jalannya, serta dilengkapi dengan Kantor Balai Kota Padang pada sisi timur pasar dan sisi DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 barat pasar dilengkapi dengan terminal angkutan umum, agar lebih memudahkan lagi akses pedagang dan penjual dari berbagai daerah sekitar kota Padang. Karsten melakukan perencanaan dimulai tahun 1933 dan membuat detail rencana tersebut pada tahun 1941. Wajah pasar pada zaman dahulunya merupakan los-los yang terbuat dari kayu yang mengalami kebakaran pada tahun 1955, berposisi tepat di pasar pusat. Peristiwa ini selang hampir sepuluh tahun setelah kemerdekaan Indonesia dan sudah dibelinya tiga kompleks pasar dari seorang penduduk oleh Wali Kota saat itu Abdul Hakim. Demi keberlangsungan kegiatan perdagangan PRRI memutuskan untuk melakukan peremajaan dan perluasan terhadap pasar. Perbaikan tersebut berlajan lancar dengan digantinya los lama menjadi blok-blok Sesuai dengan rancangan Karsten sebelumnya pasar ini akan bertingkat dua lantai dalam VII fase. Lancarnya pembangunan ini tidak lepas dari peran para pedagang yang bekerja sama sejak awal pembangunan pasar. Walaupun pembangunan pasar tidak dilakukan dalam satu waktu, namun bertahap sepanjang tahun 1959-1990 pasar masa awal pertumbuhannya, meliputi Pasar Kampung Jawa. Pasar Miskin dan sekitarnya yang berubah nama menjadi Pasar Raya Padang. Tahap demi tahap pembangunan pasar akan diuraikan dalam tabel berikut. Tabel 1. Tahap Tahun 1978 dan 1983 1988 dan 1989 Tahapan pembangunan Parar Raya Pekerjaan Mulai dilaksanakan pengerjaan pasar Fase I - i Mulai dilaksanakan pengerjaan pasar Fase IV Ae VII Pembangunan Blok A Pasar Raya Timur dibangun dengan i fase sebagai pasar makanan Pengerjaan lantai 2 pasar Dibangun terminal angkutan umum Pasar mengalami kebakaran Masuknya perusahaan swasta dan mengubah pasar fase VII menjadi Duta Plaza. Blok Pasar Raya Barat yang dibangun oleh kolonial Belanda yang sudah rusak dirobohkan. Pergantian bangunan baru dilakukan yang dibuat dari lantai keramik putih dengan toko-toko dan tempat parkir. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Dengan demikian dapat dirumuskan yang menjadi bagian dari Pasar Raya Padang adalah Pasar Raya Timur yang dulunya Pasar Mamboo meliputi Blok I Ae i, barang dagang yang disediakan yaitu bahan makanan mentah. Pasar Raya atau Pasar Kampung Jawa pada zaman dahulu meliputi fase I Ae fase VII khusus bagi pedagang tekstil serta barang-barang yang tahan lama, dan Pasar Raya Barat pada umumnya memiliki jenis barang dagang yang mahal seperti perhiasan dan perabot, yang ada didalam pasar tersebut meliputi Blok A menjual peralatan listrik. Koppas, dan Merlin. Gambar 3. Site plan pasar raya (Paco-Paco Kota Padang, 2. Pasar Raya Saat Gempa Setelah sedemikian rupa Pasar Raya Padang melakoni perannya sebagai pasar induk bagi pasar pembantu di kota Padang, ditahun 2009 kota mengalami gempa dahsyat yang merubah wajahnya seketika. Termasuk Pasar Raya sempat mengalami kelumpuhan beberapa lama, terkhusus pada bagian pasar Fase VII dan Pasar Inpres Blok I. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Gambar 4. Titik kerusakan pasar saat terjadi gempa (Penulis, 2. Pasar Raya yang terbagi atas Fase I - VII mengalami kerusakan yang cukup parah ketika gempa pada satu fasenya saja, yaitu Pasar Raya Fase VII. Pasar yang terdiri dari dua lantai ini ditetapkan sebagai tempat berdagang tekstil di lantai 1 dan berfungsi sebagai pasar modern Matahari Departemen Store di lantai 2. Pada mulanya pasar ini telah ditata dengan pembagian ruangnya berdasarkan kelompok jenis dagangan, diantaranya adalah tekstil sebagai yang terbesar, sepatu, tas, alat tulis, serta pakaian jadi. Biasanya pedagang yang berjualan di fase ini berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan terus menjadi penggerak perubahan pasar. Perkembangan selanjutnya pada pasar fase VII ini mulai terjadi penyisipan jenis dagang yang berbeda dengan kelompok dagang sesuai pembagian sebelumnya. Penyelipan ini biasanya terjadi misalnya pada kelompok dagang tekstil menyelip pedagang pakaian jadi atau sepatu dan tas. Hal ini dapat terjadi akibat dari pergantian jenis dagang ke sesuatu yang lebih menarik dan lebih laku, pergantian kepemilikan toko juga bisa karena pemilik baru tidak menjual barang yang sama dengan sebelumnya, serta tidak adanya aturan baku yang mengikat pembagian ruang kelompok jenis dagang ini, sehingga dagangan dalam satu kelompok itu bisa saja berubah. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Gambar 5. Pasar Raya fase VII sebelum gempa (Penulis, 2. Gempa yang melanda seketika sangat berdampak pada bangunan pasar fase VII lantai 2 yang mengalami kerusakan berat. Lalu keluarlah peraturan pemerintah akan menghancurkan lantai 2 dari pasar ini dan membangun ulang pertokoan di fase VII karena di klaim sudah tidak layak dan tidak aman untuk digunakan, dengan begitu hilangnya Matahari Departement Store. Upaya perobohan dilakukan dengan membuka atap lantai 2, sehingga menyebabkan kebocoran pada lantai 1, padahal pedagang masih banyak yang berdagang selang beberapa minggu pasca gempa, akhirnya pedagang melindungi dagangannya dengan plastik. Pasar bagian ini menjadi sepi pengunjung karena kurang nyaman untuk dilewati dan rasa trauma pembeli untuk masuk ke dalam pasar bekas runtuhan. Oleh karena itu timbulah pro dan kontro antara pedagang dan pemerintah tetang perobohan pasar ini, pedagang tidak menginginkan pasar di robohkan dan dibangun ulang, cukup dengan disisipi saja, pemerintah tetap ingin merobohkan dan membangun ulang pasar untuk sementara pedagang dipindahkan ke kios darurat, yang akhirnya menimbulkan spekulasi masyarakat bahwa pedagang merasa ada unsur kesengajaan dari pemerintah, agar kami keluar dari pasar, jadi dapat dengan mudah membangun bangunan baru. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Gambar 6. Ilustrasi kerusakan pasar fase VII (Penulis, 2. Selain bagian dalam Pasar Raya Fase VII yang mengalami kelumpuhan akibat gempa, bagian luar disekitar pasar ini tepatnya di Jl. Sandang Pangan dan Jl. Pasar Raya menuju Permindo. Tepian jalan yang awalnya digunakan sebagai area parkir pengunjung, sejak tahun 1998 sudah menjamur Pedagang Kaki Lima (PKL). Jenis dagangan yang dijual disini sangat beragam, pada umumnya hampir sama dengan pedagang yang didalam toko, tetapi pada momen-momen tertentu seperti hari kemerdekaan, lebaran, dll mereka merubah atau menambah dagangan baru yang sesuai dengan kebutuhan momen tersebut. Keberadaan PKL yang mulanya ilegal ini didukung oleh perlindungan dari preman setempat, aparat keamanan dan pemerintah nakal yang ingin mengambil keuntungan dari sewa lapak PKL dengan dalih uang parkir. Ketika terjadi gempa karena sejatinya ruang dari PKL ini tidak permanen maka tidak berdampak yang besar kepada pedagang ini, mereka cukup mencari lapak-lapak baru untuk berdagang ditempat lain yang masih ramai pengunjung dan aman. Gambar 7. Ilustrasi jalan tempat PKL berdagang (Penulis, 2. Bagian pasar lainnya yang berdampak parah oleh bencana gempa kala itu adalah Pasar Inpres I. II, i. Pasar yang terdiri dari 3 gedung masing-masing memiliki 2 lantai kecuali Inpres I, awalnya menjual berbagai bahan makanan mentah, sembako. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 rempah, dan peralatan rumah tangga yang tersebar di beberapa titik dalam pasar. Jika dispesifikasikan perlantainya dengan jenis dagangannya adala sebagai berikut: Tabel 2. Blok Pasar Jenis dagangan di pasar inpres Lantai Jenis Dagangan Beras Kacang-kacangan Cabai, bumbu, rempah Daging Sayur mayur Ayam potong Pasar Inpres I Pasar Inpres II Pasar Inpres i Sama seperti Pasar Fase VII, disekitaran Pasar Inpres ini juga terdapat PKL disekitar bangunannya. Tepat berada di Jl. Pasar Baru dan Jl. Sandang Pangan, jenis dagangan hampir serupa dengan yang didalam pasar inpres. Pada saat gempa terjadi kebanyakan pedagang tidak bisa melanjutkan aktivitas berdagangnya karena kehabisan modal. Beberapa pedagang lainnya masih memiliki kemampuan untuk berdagang berpindah lokasi mendirikan lapak dagangnya disekitar bekas reruntuhan pasar. Sehingga untuk menanggulangi permasalahan ini pemerintah segera bertindak mendirikan 1. 100 unit kios sementara berbahan kayu dan triplek mengelilingi Pasar Inpres I. II, i. Tetapi tindakan ini justru menimbulkan perlawanan baru dari pedagang sebab jumlah kios melebihi jumlah korban yang akan ditampung, yaitu korban runtuhan dari Pasar Inpres I saja yang mengalami kerusakan besar. Pembangunan ini mengakibatkan pedagang Pasar Inpres II dan i terhalang, karena kios-kios yang dibuat menutupi akses dan aktivitas perdagangan mereka, padahal bangunan mereka tidak mengalami kerusakan yang berarti. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Gambar 8. Ilustrasi los darurat saat gempa (Penulis, 2. Penolakan ini akhirnya dibalas dengan upaya mediasi oleh pemerintah dan pedagangan, dengan putusan pasar inpres akan dirobohkan semuanya dan dibangun Untuk sementara pedagang dipindahkan ke beberapa tempat disekita Jl. Imam Bonjol dan samping Kantor Walikota. Pedagang di Pasar Inpres II lantai 2 adalah pedagang ayam potong pindah ke Jl. Imam Bonjol dekat parkir bemo, pedagang Inpres i pindah ke samping Kantor Walikota. Sementara itu kios-kios yang dibuat banyak diisi oleh pedagang baru dan sebagian lagi banyak yang kosong. Pasar Raya Pasca Gempa Sepuluh tahun pasca gempa 30 September 2009 berlalu kini wajah Pasar Raya banyak mengalami perubahan. Terkhusus pada bagian yang dulunya mengalami kerusakan parah saat gempa terjadi, yaitu Pasar Raya Fase VII dan Pasar Inpres I. Perubahan ini juga berdampak pada sekitarnya, baik dari aktivitas, bangunan, dan hal-hal baru lainnya. Pasar Raya Fase VII saat ini nampaknya tidak mengalami perubahan secara total dan signifikan. Sebab pada pasar ini hanya bagian lantai 2 yang telah hancur dibersihkan dan atap untuk lantai 1 diperbaiki kembali agar tetap terlindung dari hujan dan panas, sehingga pembeli nyaman berbelanja. Jenis dan lokasi dagangan yang sebelumnya sudah dikelompokan, kini sudah lebih beragam lagi. Diantara jenis dagangannya adalah tekstil tetap menjadi yang utama, pakaian jadi, jilbab, aksesoris, mainan anak, kaset, tas dan sepatu, peralatan tulis, pacah balah, dan dilengkapi juga dengan adanya ampera yang menyediakan makanan dan minuman. Pengelompokan pedagang yang sejenis hanya bertahan DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 pada bagian tokotoko tekstil, selebihnya seperti toko tas dan sepatu menyelip pedagang pakaian jadi, diantara pedagang jilbab ditemukan pedagang aksesoris dan mainan anak, dipedagang kaset menyelip pedagang buku, dan beberapa titik hadir pedagang makanan, dengan sebagian besarnya terletak dibagian depan Jl. Pasar Raya Baru. Pedagang yang membuka toko disini rata-rata masih menempati tempat lamanya berdagang karena masih layak digunakan, serta juga ada pemilik toko baru dan PKL didalam pasar Fase VII ini. Mereka sebagian besar masih berasal dari sekitar Sumatera Barat seperti Pesisir. Batusangka. Bukittingi. Sijunjung. Payakumbuh, dan Padang. Manusia : Masyarakat Minangkabau sekitaran Padang (Pesisir. Batusangka. Bukittingi. Sijunjung. Payakumbuh, dan Padan. Aktivitas : Tekstil, sepatu, tas, alat tulis, pakaian jadi, makanan, minuman, aksesoris, jilbab, mainan anak, apotek, buku, kaset. Ruang : Kios, los. PKL Gambar 9. Pembagian pasar berdasarkan jualannya (Penulis, 2. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Gambar 10. Keadaan pasar fase VII saat ini (Survey, 2. Jl. Sandang Pangan juga sudah terdapat satu bangunan baru yang berdiri di akhir tahun 2018 yaitu Pasar Raya Blok Bagonjong. Menyediakan los-los yang bebas diisi dengan jenis dagang apapun, yang baru menempati los didalam pasar ini adalah ikan kering sebagian besar. P&D, kerupuk dan masih banyak los yang Sebab PKL tidak mau alokasikan ke dalam gedung pasar yang sudah Serta juga ada taman kuliner yg sekarang tidak berfungsi lagi. Gambar 11. PKL dekat pasar fase VII (Survey, 2. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Perubahan pasar yang cukup signifikan terjadi pada Pasar Raya Inpres I. II, i. Dimulai dengan perubahan nama serta penambahan bangunan yaitu menjadi Blok I. Blok II. Blok i/MAL Pelayanan Masyarakat dan Blok IV. Bangunan yang jauh berbeda dari sebelumnya, pasar inpres ini disulap menjadi lebih berwarna dan Berdiri dengan 3 sampai 4 lantai. Blok Pasar Raya ini dirancangan untuk menampung semua pedagang korban gempa dan PKL, serta dilengkapi juga dengan fasilitas publik seperti parkir didalam gedung dan masjid Gambar 12. Pasar inpres I. II, i. Blok I. II, i. IV (Penulis, 2. Blok I Pasar Raya terdiri atas 4 lantai, masing-masing lantai memiliki fungsi yang berbeda-beda. Di lantai 1 berisi toko-toko yang menjual macam-macam kebutuhan sehari-hari, lantai 2 dikhususkan untuk pedagang ayam potong, lantai 3 masih kosong pedagang dan lantai 4 adalah fasilitas umum masjid. Gambar 13. Pasar blok I (Penulis, 2. Blok II Pasar Raya juga terdiri atas 4 lantai, memiliki toko-toko yang luas dan sirkulasi udara yang lebih baik. Di lantai 1 pasar ini menampung pedagang barang- DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 barang muda yang dijual secara grosir dan eceran, lantai 2 los daging yang kosong dan seterusnya adalah lantai 3 dan 4 berfungsi sebagai parkiran mobil dan motor. Gambar 14. Pasar blok II (Penulis, 2. Blok i / Mal Pelayanan Masyarakat, berbeda dari sebelumnya blok pasar ini terbagi menjadi 2 fungsi yaitu perdagangan dan perkantoran. Dilantai 1 dan 2 adalah kios dan toko pedagang yang menjual barang kebutuhan sehari-hari. P&D dan sayur mayur. Dilantai 3 dan 4 merupakan fungsi perkantoran dinas pasar, lurah setempat dan layanan publik lainnya. Gambar 15. Pasar blok i (Penulis, 2. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Sebelumnya pasar inpres hanya memiliki 3 blok, sekarang sudah bertambah satu blok yaitu Blok IV khusus menjual dagangan basah. Hanya terdiri dari 3 lantai banguan ini dilantai 1 berfungsi sebagai los ikan dan toko-toko cabai, besar dan lainnya yang masih kosong. Lantai 2 dikhususkan untuk los daging serta lantai 3 adalah pusat komunikasi seperti radio. Pasar blok ini merupakan yang paling sebentar buka dibanding yang lain, karena mereka akan secara bergantian berdagang dengan PKL sekitar, seperti los ikan buka dari pukul 5 pagi sampai 12 siang, los daging buka dari pukul 5 sampai 9 pagi saja. PKL sekitar menjual barang yang sama akan buka setelah mereka yang didalam gedung Blok IV tutup. Gambar 16. Pasar blok IV (Penulis, 2. KESIMPULAN Kajian mengenai AuStudi Transformasi Pasar Raya Kota Padang Akibat Bencana Alam Gempa 2009Ay merupakan upaya melihat berubahan apa yang terjadi pada Pasar Raya selaku pusat perdagangan terbesar di Kota Padang dan salah satu yang terbesar di Sumatera Barat. Dengan mengkaji elemen penting dalam arsitektur yaitu manusia, aktivitas dan ruang dengan tiga kategori waktu pragempa, saat gempa, dan pasca gempa didapati kesimpulan bahwa: Manusia: pelaku yang berkegiatan di pasar raya ini dari tiga kategori waktu tersebut masih di dominasi oleh pedagang suku Minangkabau dari berbagai daerah di Sumater Barat. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 609-629 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Aktivitas: kegiatan perdagangan di Pasar Raya terdapat beberapa jenis dagangan yaitu berdagang tekstil, sepatu, tas, alat tulis, pedagang bahan muda, pecah belah, daging ayam, kambing, sapi, ikan. Pada tiga kategori waktu tersebut tidak banyak mengalami berubahan hanya jumlahnya saja yang berbeda. Ruang: kebutuhan akan ruang yang berbeda pada setiap kategori waktu. Pada masa pragempa Pasar Raya memiliki ruang seperti Pasar Fase VII dan Pasar Inpres I. II, i. Ketika gempa terjadi banyak ruangan pasar yang hancur dan tidak kondusif seperti pasar inpres I, jadi ditambah dengan los pasar darurat untuk sementara direncanakan pembangunan baru. Pasa masa sesudah gempa dibangunlah ruang gedung pasar yang baru sesuai kebutuhan dengan merubah pasar inpres menjadi pasar blok I. II, i. IV. REFERENSI