The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Analisis Determinan Status Nutrisi pada Lansia yang Tinggal di Komunitas (Studi Kasus Lansia di Kabupaten Jembe. Sofia Rhosma Dewi*1. Kiki Aprilia Pertiwi1. Intan Mahrisa1 Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember *Penulis Korespondensi: Sofia Rhosma Dewi. Email: sofiarhosma84@gmail. Diterima: 15 April 2022 | Disetujui: 3 Juni 2. Dipublikasikan: 30 Juni 2022 Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Malnutrisi merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia dan berdampak besar terhadap status kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan status nutrisi lansia yang tinggal di Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang dijadikan sebagai lansia binaan oleh mahasiswa FIKES Unmuh Jember sepanjang tahun 2021 sebanyak 170 orang. Responden ditentukan dengan metode total sampling. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi status nutrisi lansia sebagai variabel dependen. Variabel independen yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, pengaturan tempat tinggal, riwayat penyakit kronis, pendapatan, fungsi kognitif, tingkat kemandirian IADL, depresi dan BMI. Instrumen yang digunakan adalah MNA. MMSE. Lawton IADL yang dimodifikasi dan kuisioner data demografi. Untuk mengetahui faktor determinan malnutrisi lansia peneliti menggunakan uji statistic regresi logistic berganda. Hasil: Variabel independen yang berpengaruh terhadap status nutrisi lansia adalah variabel usia . value 0,. status pernikahan . value 0,. jenis kelamin . value 0,. pendapatan keluarga . value 0,. value 0,. kemandirian dalam pelaksanaan IADL . value 0,. indek massa tubuh . value 0,. dan fungsi kognitif dengan . value 0,. Kemandirian dalam melakukan IADL memiliki nilai eksponen 45,879. Artinya lansia yang mandiri dalam pelaksanaan IADL akan memiliki status nutrisi lebih baik 45,879 kali dibanding lansia yang tidak mandiri dalam pelaksanaan IADL. Simpulan dan Implikasi: Mempertahankan status fungsional dan fungsi otonomi pada lansia sangat penting untuk dilakukan untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan dan mengoptimalkan status nutrisi pada lansia. Kata Kunci : Lansia. Status nutrisi Sitasi: Dewi. Pertiwi. A & Mahrisa. Literature Review : Analisis Determinan Status Nutrisi pada Lansia yang Tinggal di Komunitas (Studi Kasus Lansia di Kabupaten Jembe. The Indonesian Journal of Health Science. , 46-57. DOI: 10. 32528/ijhs. Copyright: A2022 Dewi, et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Abstract Background and Aim: Malnutrition is a common problem of elderly and has a major impact on the health status of elderly. This study aims to analyze the determinants of the nutritional status of community dwelling elderly. Methods: This is a correlational study with cross-sectional approach. The respondents involved in this study were all elderly who were assisted by final-year students of Nursing Program in Muhammadiyah University of Jember throughout 2021 as many as 170 people. Respondents were determined by total sampling method. The instruments used are MNA. MMSE, modified Lawton IADL, and demographic data questionnaire. The data were analyzed using multiple regression statistical Results: From the study it was found that the independent variables that affect the nutritional status of the elderly are age . -value 0. marital status . -value 0. -value 0. family income . -value 0. -value 0. independence in performing IADL . -value of 0. body mass index . -value 0. and cognitive function . -value 0. Independence in performing IADL has an exponential value of 45,879. Discussion: It means that the elderly who are independent in IADL will have better nutritional status. Thus maintaining functional status and autonomic function is important to do to create a pleasant eating atmosphere and optimize nutritional status in the elderly. Keywords: Elderly. Nutritional status PENDAHULUAN Lansia terdiri dari kelompok yang berusia lebih dari 60 tahun ke atas, diketahui sebagai kelompok Proses menua yang dialami Resiko penurunan status kesehatan sangat rentan dialami lansia akibat penurunan fungsi organ. Sehingga kualitas hidup lansia menjadi fokus utama dalam layanan kesehatan Indonesia dikenal sebagai negara Pertumbuhan penduduk lansia yang sangat pesat diperkirakan akan terjadi di Indonesia sebagai akibat pergeseran demografi dimana saat ini Indonesia berada pada titik angka kematian dan angka kelahiran yang rendah. Penurunan angka kelahiran sebagai dampak Penurunan tingkat kematian terjadi akibat peningkatan kualitas DOI: 10. 32528/ijhs. nutrisi, semakin baiknya kualitas sanitasi, kondisi ekonomi dan fasilitas kesehatan yang semakin memadai. Usia harapan hidup penduduk Indonesia saat ini mencapai 72,7 tahun lebih tinggi dari rata-rata usia harapan hidup dunia yang mencapai usia 71,9 Angka ini akan terus meningat dimana pada tahun 2025 Ae 2050 usia harapan hidup penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 77 tahun (Kemetrian Kesehatan RI, 2. Tingginya pembangunan kesehatan di Indonesia namun di satu sisi kondisi ini membawa suatu konsekuensi baru dalam aspek kehidupan. Peningkatan usia lansia menyebabkan lansia menjadi rentan terhadap berbagai keluhan fisik, baik karena faktor alamiah maupun penyakit. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Dalam ilmu kesehatan dan kedokteran permasalahan yang muncul sebagai konsekuensi pertambahan usia dikenal sebagai syndrome geriatric. Malnutrisi merupakan satu diantara 14 Malnutrisi merupakan suatu kondisi yang sering terjadi pada kelompok Donini et al. merupakan konsekuensi dari defisiensi energy dan protein yang berdampak pada komposisi dan fungsi tubuh seperti penurunan kekuatan otot, penurunan massa tulang, penurunan imunitas anemia, penurunan fungsi penyenbuhan luka, lama perawatan memanjang dan meningkatkan angka Ada banyak hal pada lansia yang dapat berpengaruh terhadap status nutrisi lansia. Secara umum Rahman et , . menyebutkan ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap status nutrisi lansia, diantaranya berupa jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, pengeluaran keluarga, status kesehatan mental, kualitas kesehatan mulut, penyakit komorbid dan perilaku makan ditengarai menjadi penentu status nutrisi lansia. Perubahan fungsi organ akibat proses menua dan riwayat penyakit kronis menjadi faktor intrinsik penentu status nutrisi lansia. Selain itu terdapat faktor eksternal yang turut berkontribusi dalam penentuan status nutrisi lansia seperti pendidikan, faktor ekonomi dan Perubahan fungsi organ pada lansia secara fisiologis berimplikasi pada Perubahan komposisi tubuh dimana terjadi peningkatan akumulasi lemak DOI: 10. 32528/ijhs. Penurunan densitas tulang membuat lansia membutuhkan makanan dengan kanduang vitamin D yang tinggi (Leslie and Hankey, 2. Penurunan sehingga nutrisi yang dikonsumsi lansia harus memiliki kandungan serat yang cukup dan di satu sisi kondisi ini membuat lansia merasa kenyang lebih lama sehingga menurunkan nafsu makan lansia. Kondisi ini diperparah dengan peningkatan papilla lidah yang peka terhadap rasa pahit. Jika hal ini tidak diperhatikan dengan baik, maka lansia akan beresiko mengalami penurunan intake makanan yang dapat mengalami malnutrisi. Kemampuan mengakses makanan diketahui menjadi menentukan status nutrisi lansia (Shlisky et al. , 2. Akses lansia terhadap makanan bergizi ditentukan oleh daya beli lansia dan kemampuan untuk melakukan mobilisasi. Hasil survey BPPS terhadap lanjut usia di Indonesia didapatkan data bahwa jumlah lansia di Indonesia pada tahun 2020 terdapat 26,82 juta jiwa dan sebagian besar berada di bawah garis Hal ini didukung oleh data dimana sebagian besar lansia di Indonesia masih bekerja dengan sebaran 85,83% diantaranya bekerja di sektor informal. Hal ini terjadi karena masih banyak lansia yang memegang peranan sebagai kepala keluarga dan bertanggung jawab secara ekonomi terhadap anggota keluarganya. Selain itu data BPS juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan lansia di Indonesia dibuktikan dengan 42,29% lansia di Indonesia merupakan tamatan SD dan 38,84% Kemiskinan The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 berpengaruh terhadap kemampuan lansia untuk dapat mengakses makanan berkualitas yang mereka butuhkan. Secara tidak langsung hal ini juga malnutrisi pada lansia. Malnutrisi kondisi gangguan . aik kondisi ekses atau defisiens. intake energy, protein dan nutrisi lain yang mengarah pada perubahan ukuran, bentuk, komposisi dan fungsi tubuh (Al-Rasheed et al. Malnutrisi rentan terjadi pada lansia namun jarang diketahui. Lebih jauh Al-Rasheed et al. , . juga menyebutkan bahwa 25% lansia di komunitas dan lebih dari 50% lansia di Malnutrisi akan berdampak buruk bagi kesehatan lansia. Malnutrisi keparahan penyakit, dan dihubungkan dengan perburukan prognosis penyakit. Melihat dampak buruk malnutrisi terhadap lansia yang jumlahnya semakin meningkat maka perlu dilakukan riset untuk menentukan faktor dominan penyebab status malnutrisi pada lansia sehingga selanjutnya pihak berwenang dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk Mempertahankan derajat lansia adalah tanggung jawab bersama. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan yang merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap isu penuaan penduduk di Indonesia. Sehingga Indonesia menciptakan penduduk lansia yang mandiri, sejahtera dan bermartabat dapat terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan status nutrisi pada lansia yang tinggal di komunitas. DOI: 10. 32528/ijhs. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross Populasi. Sampel. Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang menjadi binaan mahasiswa tingkat akhir mahasiswa FIKES Unmuh Jember sejumlah 170 lansia yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen Beberapa digunakan dalam penelitian ini. Diantaranya adalah Mini Nutriotional Assessment (MNA) yang digunakan untuk mengukur status nutrisi lansia. MNA banyak digunakan sebagai alat skrining status nutrisi lansia karena mudah digunakan. Instrumen ini terdiri dari 6 pertanyaan untuk mengkaji faktor yang berpengaruh terhadap status nutrisi dengan skor per item terentang antara 0-2. Skor total untuk MNA maksimum 14 poin yang menunjukkan status nutrisi normal, skor 8-11 diangap beresiko malnutrisi dan skor 0-7 menandakan malnutrisi (Woldekidan et al. , 2. Instrumen lain yang digunakan adalah Mini Mental Status Examination. Instrumen ini digunakan untuk mengkaji fungsi kognitif lansia. Skor terentang dari 030 menandakan gangguan kognitif berat, 11-20 menandakan gangguan kognitif sedang, 21-26 menandakan gangguan kognitif ringan dan 27-30 menandakan fungsi kognitif normal. Lawton IADL melaksanakan instrumental ADL. Kegiatan ini terdiri 8 aktifitas harian yang dilakukan oleh lansia diantaranya The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 menggunakan telefon, berbelanja, memasak makanan, membersihkan rumah, mencuci pakaian, melakukan transportasi, mengatur keuangan dan mengatur konsumsi obat. Data lain demografi terkait yang terdapat di dalam format pengkajian keperawatan Persetujuan Etik Penelitian ini telah memperoleh sertifikat laik etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) FIKES Unmuh Jember dengan nomor 0063/KEPK/FIKES/II/2022 tertanggal 12 Februari 2022. HASIL Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2022. Peneltian ini melibatkan 170 lansia di Kecamatan Mayang dan Patrang yang hadir ke Posyandu Lansia. Data responden selanjutnya diuraikan pada tabel 1. Tabel 1. Karakterisitik Responden Penelitian Karakterisitk Jumlah Persentase (%) Usia 60 Ae 69 tahun 70 Ae 70 tahun 80 Ae 89 tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki Ae laki Pengaturan tempat tinggal Sendiri Keluarga Status pernikahan Menikah Janda/duda Penyakit Degeneratif Hipertensi Asam urat Pendapatan Cukup Berlebih Pendidikan Tidak bersekolah Pendidikan dasar Pendidikan menengah Pendidikan tinggi Body Mass Index Underweight Normal Overweight Kemandirian beraktifitas Mandiri Tergantung Fungsi kognitif Fungsi kognitif utuh Gangguan kognitif ringan Gangguan kognitif sedang Depresi Tidak depresi Depresi ringan Jumlah DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Berdasarkan data pada tabel 1 terlihat bahwa mayoritas responden berusia 60 Ae 69 tahun . ,1%), berjenis kelamin perempuan . %), tinggal bersama keluarga . ,2%), berstatus duda/janda . ,5%). memiliki riwayat hipertensi . ,6%). memiliki pendapatan cukup . ,5%). lulus pendidikan dasar . ,4%). memiliki BMI pada status overweight . ,5%). mandiri dalam melakukan aktifitas IADL . ,8%). memiliki gangguan kognitif ringan ,3%) dan tidak mengalami depresi ,2%) Tabel 2. Status Nutrisi Lansia berdasarkan Karakteristik Lansia Karakteristik Status Nutrisi Resiko Malnutrisi Normal Usia 60 Ae 69 tahun 70 Ae 79 tahun 80 Ae 89 tahun Status pernikahan Menikah Janda/duda Jenis Kelamin Laki Ae laki Perempuan Pengaturan tempat tinggal Sendiri Keluarga Penyakit degeneratif Hipertensi Asam urat Pendapatan Cukup Berlebih Pendidikan Tidak sekolah Pendidikan Dasar Pendidikan mmenengah Pendidikan tinggi Indek Massa Tubuh Underweight Normal Overweight Kemandirian beraktifitas IADL Mandiri Tergantung Fungsi kognitif Utuh Gangguan kognitif ringan Gangguan kognitif sedang Status Depresi Tidak depresi Depresi ringan P value uji Chi Square 0,978 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Status nutrisi lansia diukur dengan menggunakan MNA yang hasilnya dikelompokkan menjadi status nutrisi normal, beresiko malnutrisi dan malnutrisi. Dalam penelitian ini ditemukan 45,3% responden berstatus nutrisi normal. 54,7% responden beresiko malnutrisi dan tidak ditemulan responden yang berstatus malnutrisi. Dari data pada tabel 2 terlihat bahwa 45,2% responden berstatus malnutrisi berusia 70 Ae 79 tahun. adalah 69,9% berjenis kelamin perempuan, 75,3% tinggal bersama keluarga, 83,8% diantaranya memiliki pendapatan yang cukup untuk kebutuhan keluarganya, 59% berstatus lulusan pendidikan dasar, 36. memiliki IMT overweight. bergantung untuk pemenuhan IADL, mengalami gangguan kognitif ringan serta 78% tidak mengalami depresi. Pada tabel 2 p value dari Chi kuadrat pada Hosmer dan Lameshow Test menunjukkan p value 0, 978 > 0,05 dengan kriteria penerimaan H0 adalah p value >0,05. Maka artinya model telah mampu menjelaskan data . oodness of fi. Untuk melihat variabel independen mana saja yang pengaruh terhadap status nutrisi lansia ditampilkan pada tabel 3 berikut. Tabel 3. Nilai Ekuasi Variabel Variabel Usia Status pernikahan Jenis kelamin Penyakit degenerarif Pendapatan Pendidikan Indek Massa Tubuh Instrumental ADL MMSE GDS Dari independen yang diuji terhadap pengaruhnya pada status nutrisi lansia kriteria penolakan H0 adalah p value < 0,05. Maka dari sepuluh variabel terhadap status nutrisi lansia adalah variabel usia dengan p value 0,000. status pernikahan dengan p value 0,020. jenis kelamin dengan p value 0,019. pendapatan keluarga dengan p value sebesar 0,026. 0,000. kemandirian dalam pelaksanaan IADL dengan p value 0,001. indek massa tubuh dengan p value 0,002. fungsi kognitif dengan p value 0,003. DOI: 10. 32528/ijhs. -1,209 Exp (B) 0,702 0,082 0,299 0,000 0,020 0,019 0,026 0,002 0,001 0,192 berpengaruh paling besar terhadap status nutrisi lania adalah kemandirian dalam melakukan instrumental ADL dengan nilai eksponen 45,879. Yang artinya lansia yang mandiri dalam pelaksanaan instrumental ADLnya akan memiliki kemungkinan 45,879 kali lebih tinggi untuk memiliki status nutrisi lebih baik. PEMBAHASAN Resiko bertambahnya usia. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Nurizky et al. , . yang menyebutkan bahwa resiko malnutrisi berbanding lurus dengan pertambahan The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 usia lansia akibat perubahan komposisi tubuh yang berdampak pada status nutrisi lansia. Komposisi lemak pada lansia akan meningkat dan diperburuk dengan penurunan intake nutrisi serta penurunan motivasi untuk makan. Dengan kata lain terjadi perubahan kontrol intake makanan yang dapat metabolisme pada tubuh lansia. Selain itu penelitian Agarwalla et al. menyebutkan bahwa kedudukan wanita dalam tatanan sosial bergantung pada keluarga dalam hal pemenuhan nutrisi. Namun jika kita telaah terkait kehidupan lansia di Indonesia, umumnya lansia di komunitas akan tinggal bersama Umumnya keluarga di Indonesia bersifat patrilineal namun ajaran muslim mengajarkan umatnya untuk memuliakan ibu. Dan dalam implementasinya keluarga akan tetap merawat lansia utamanya lansia perempuan dalam hal temasuk kecukupan keuangan sehingga lansia memiliki kemandirian finansial meski tidak besar. Kemandirian finansial signifikan dalam menentukan status Karena kemandirian finansial akan memiliki daya beli dan mampu menentukan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Di sisi lain lansia yang bergantung secara finansial diketahui memiliki status nutrisi yang buruk (Agarwalla. Saikia and Baruah, 2. Berdasarkan IMT mengalami overweight. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti umumnya responden memiliki lingkar perut di atas 90 cm yang merupakan indikasi dari obesitas sentral. Sejalan dengan hasil penelitian Shlisky et al. DOI: 10. 32528/ijhs. yang menyatakan bahwa usia, pernyakit degeneratif dan jenis penentuan status nutrisi lansia. Hal ini sejalan dengan penelitian KrzymiEskaSiemaszko et al. , . Semakin tua usia lansia perubahan komposisi tubuh dan penurunan aktifitas fisik akan semakin rentan terjadi. Jenis kelamin juga menjadi faktor risiko malnutrisi pada penelitian ini seperti yang disampaikan Sawada et al. , . Wanita cenderung beresiko mengalam malnutrisi akibat obesitas sentral dimana terjadi perubahan proporsi dan komposisi lemak pada tubuh wanita. dimana terjadi akumulasi lemak visceral dan meningkatkan resiko resistensi insulin (Sofa, 2. Mayoritas reponden memiliki riwayat pernah menempuh pendidikan Abdelwahed et al. , . berkontribusi terhadap status nutrisi karena berhubungan dengan literasi tentang pemilihan makanan dan cara pengolahan makanan. Literasi yang baik akan memberikan wawasan tentang pengolahan makanan yang pengetahuan tentang nutrisi akan membuat individu lebih memahami cara pengaturan gizi yang dibutuhkan. Mayoritas pendapatan yang cukup untuk pemenuhan kebutuhan hidup dengan status kognitif mengalami gangguan Pendapatan dan fungsi kognitif berpengaruh terhadap fungsi otonomi dalam pemilihan makanan. Fungsi otonomi merupakan salah satu komponen penyusun fungsi kognitif yang akan dikuatkan oleh pendapatan. Karena pendapatan yang cukup bahkan berkebih akan membuat seseorang memiliki daya pilih terkait apa yang terbaik untuk dirinya. The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 Karakteristik menyebutkan 78% responden tidak mengalami depresi. Depresi diketahui berkaitan erat dengan dengan status malnutrisi pada lansia. Depresi akan membuat penurunan nafsu makan. selain itu penurunan level serotonin dan dopamine akan meneyebabkan penurunan nafsu makan dan merubah pola tidur sehingga menyebabkan gangguan somatic pada individu yang mengalami depresi termasuk lansia. IADL merupakan kemampuan lansia untuk melakukan aktifitas harian dimana dalam pelaksanaannya dungsi neurologis (Song et al. , 2. Murat et al. , . IADL adalah kunci kemandirian bagi lansia untuk dapat hidup aman dan mandiri. Adapun IADL terdiri atas kegiatan membersihkan lingkungan rumah, mengatur keuangan, menggunakan alat komunikasi seperti telefon, bepergian dan menyiapkan makanan. Dengan demikian lansia yang dapat melakukan IADL dapat dikatakan mandiri untuk mampu melakukan kegiatan penyiapan makanan untuk mereka konsumsi setiap harinya. Lansia dengan IADL keuangannya untuk berbelanja, pergi ke pasar dan tentu saja memasak Dengan kata lain lansia yang mandiri dalam pelaksanaan IADL sudah dipastikan memiliki fungsi otonomi yang baik dan mampu mengakses makanan yang diinginkan. Kemandirian melaksanakan IADL ditunjang oleh beberapa hal diantara nya kondisi fisik yang prima dan fungsi kognitif yang Seluruh lansia yang terlibat dalam penelitian ini memiliki penyakit degeneratif yang berhubungan dengan metabolisme yaitu hipertensi, diabetes mellitus dan asam urat. Penyakit Ae penyakit ini adalah penyakit kronis. DOI: 10. 32528/ijhs. Namun pada responden kenyataannya tidak berpengaruh banyak terhadap kesehatan fisik. Kunjungan ke posyandu lansia meruapakan salah satu satu bentuk self care management yang dilakukan oleh lansia untuk mengontrol penyakit degerenatif yang Selain datang ke posyandu lansia sebagian lansia menyatakan mereka juga aktif dalam aktifitas karang wredha yang memungkinkan lansia melatih fisiknya melalui aktifitas senam lansia. Hal ini kemampuan yang baik dalam aktifitas bepergian sendiri yang merupakan IADL. Perubahan gaya hidup pada lansia juga berdampak pada pada pemenuhan IADL. Lansia saat ini sudah mulai terlatih dan terbiasa menggunakan gawai dan aktif di media sosial yang berdampak terhadap peningkatan Frekuensi interaksi kelompoknya memberikan support tersendiri bagi lansia. Mereka menjadi pertemanan baru mampu menurunkan depresi pada lansia. Fungsi kognitif juga merupakan salah satu syarat dalam pemenuhan IADL pada lansia karena aktifitas ini komplek dibandingkan basic ADL. Tabel 3 menunjukkan p value untuk fungsi kognitif sebesar 0,003 dengan nilai eksponen sebesar 13,942 yang berarti lansia dengan fungsi kognitif utuh memiliki kemungkinan 13,942 kali lebih besar untuk memiliki status nutrisi yang lebih baik. Fungsi kognitif yang baik pada lansia dominan pengalaman hidup. Pengalaman hidup yang didapat lansia muncul sebagai The Indonesian Journal of Health Science Volume 14. No. Juni 2022 hasil dari pelaksanaan peran sosialnya di masyarakat. Li and Wu, . menunjukkan bahwa lansia yang berhasil membawakan peran sosialnya dengan baik di masyarakat akan memiliki self efficacy yang jauh lebih baik dan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk semakin mandiri IADLnya. Kemandirian dalam melakukan IADL meningkatkan kesempatan lansia untuk mengakses berbagai jenis kebutuhan dan seleranya. Dengan demikian resiko malnutrisi lansia akan Status memiliki pengaruh yang besar terhadap status nutrisi lansia. Hasil pernikahan memiliki p value sebesar 0,020 < 0,05 dan nilai eksponen sebesar 26,201. Hasil ini sejalan dengan penelitian da Silva Bandeira, da Silveira Moreira and Silva, . yang menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara status overweight dengan status pernikahan. Umumnya individu yang telah berpisah menunjukkan indeks massa tubuh yang mengarah ke overweight akibat rasa kesepian mendorong individu mengkonsumsi makanan tinggi natrium hiperkalori. Hal ini terdekat menjadi support person bagi lansia yang telah mengalami banyak kehilangan dalam periode hidupnya. Sehingga keberadaan orang terdekat dapat menjadi penyemangat dan membuat lingkungan sekitar lansia menjadi menyenangkan. SIMPULAN Faktor resiko yang berpengaruh terhadap status nutrisi pada penelitian ini meliputi usia . -value 0,. DOI: 10. 32528/ijhs. status pernikahan . -value 0,. jenis kelamin . -value 0,. pendapatan keluarga . -value 0,. -value 0,. kemandirian dalam pelaksanaan IADL . -value 0,. indek massa tubuh . value 0,002. dan fungsi kognitif . value 0,. Dan dari kedelapan variabel independen yang berpengaruh berpengaruh paling besar terhadap status nutrisi lania adalah kemandirian dalam melakukan instrumental ADL dengan nilai eksponen 45,879. Yang artinya lansia yang mandiri dalam pelaksanaan instrumental ADLnya akan memiliki kemungkinan 45,879 kali lebih tinggi untuk memiliki status nutrisi lebih baik. Dengan demikian melihat besarnya pengaruh IADL terhadap stat nutrisi maka penting bagi kemandirian lansia, menstimulasi mempertahankan fungsi otonominya supaya lansia merasa waktu makan adalah waktu yang menyenangkan dan nafsu makan lansia terpelihara. DAFTAR PUSTAKA