Page 1 of 21 - Cover Page Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Dewi Mardhiyana buana mat Buana Matematika Dewi Mardhiyana Universitas Pekalongan Document Details Submission ID trn:oid:::1:3601787292 16 Pages Submission Date 4,632 Words Jun 26, 2026, 3:23 AM UTC 30,411 Characters Download Date Jun 26, 2026, 3:43 AM UTC File Name Revisi_2_jurnal_buana_matematika_-_turnitin. File Size 0 KB Page 1 of 21 - Cover Page Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 2 of 21 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3601787292 18% Overall Similarity The combined total of all matches, including overlapping sources, for each database. Filtered from the Report Bibliography Small Matches . ess than 12 word. Top Sources Internet sources Publications Submitted works (Student Paper. Integrity Flags 0 Integrity Flags for Review No suspicious text manipulations found. Our system's algorithms look deeply at a document for any inconsistencies that would set it apart from a normal submission. If we notice something strange, we flag it for you to review. A Flag is not necessarily an indicator of a problem. However, we'd recommend you focus your attention there for further review. Page 2 of 21 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 3 of 21 - Integrity Overview Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Top Sources Internet sources Publications Submitted works (Student Paper. Top Sources The sources with the highest number of matches within the submission. Overlapping sources will not be displayed. Student papers University of Wollongong Internet <1% Internet <1% Internet <1% Internet <1% Publication Muhammad Irfan Rumasoreng. Meta Mahayati. "ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAA <1% Internet uin-suka. <1% Internet <1% Internet online-journal. <1% Student papers Universitas Pendidikan Ganesha <1% Internet Page 3 of 21 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 4 of 21 - Integrity Overview Internet <1% Internet e-journal. <1% Student papers Fakultas MIPA <1% Student papers Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo <1% Internet j-cup. <1% Student papers Universitas PGRI Semarang <1% Publication Jumi Gerhani. Anwar Bey. La Ndia La Ndia. "ANALISIS KESALAHAN MATEMATIKA A <1% Publication Destio Tabah Sujarwo. "PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAA <1% Internet <1% Internet <1% Student papers Universitas Musamus Merauke <1% Student papers Abdullah Gul University <1% Publication Fuad Hidayat. Hadi Kusmanto. "PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN MODELA Submission ID trn:oid:::1:3601787292 <1% Internet uin-malang. Page 4 of 21 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 5 of 21 - Integrity Overview Internet <1% Internet <1% Internet Submission ID trn:oid:::1:3601787292 <1% Internet Page 5 of 21 - Integrity Overview <1% Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 6 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Website : http://jurnal. id/buana_matematika Email : buana_matematika@unipasby. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Ditinjau dari Gaya Belajar Kolb dan Self Efficacy Hanif Naufal1*. Dewi Mardhiyana2 Pendidikan Matematika. Universitas Pekalongan. Pekalongan. Indonesia. hanifnaufal@gmail. 2Pendidikan Matematika. Universitas Pekalongan. Pekaongan. Indonesia. dewimardhiyana139@gmail. Info Artikel: Dikirim: --- . Direvisi: ---. Diterima: --- . iisi oleh Editor Jurna. Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitataif yang bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah Polya siswa ditinjau dari gaya belajar Kolb dan self efficacy serta mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas X TKJ 2 SMK Gondang. Data dikumpulkan melalui tes, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa secara rata-rata masih tergolong Namun, siswa dengan gaya belajar diverger dan self efficacy tinggi mampu menyelesaikan setiap langkah pemecahan masalah Polya dengan baik. Adapun kesulitan yang dialami siswa terlihat pada setiap langkah. Pada langkah memahami masalah, siswa kurang teliti membaca soal. Pada langkah membuat rencana, siswa kesulitan menentukan letak sudut pada gambar. Pada langkah melaksanakan rencana, siswa mengalami kesulitan menentukan sisi segitiga siku-siku, belum menguasai sudut istimewa trigonometri, dan kesulitan menghitung bentuk akar. Pada langkah memeriksa kembali, siswa tidak terbiasa menuliskan kesimpulan. Oleh karena itu, pembelajaran perlu menekankan pada langkah Polya, penguatan konsep dasar, serta penyesuaian strategi dengan gaya belajar dan self efficacy siswa. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah. Gaya Belajar Kolb. Self Efficacy Abstract. This research is a qualitative descriptive study aimed at describing students' Polya problem-solving abilities in terms of Kolb's learning styles and self-efficacy, as well as identifying the difficulties experienced by students. The research subjects consisted of fourteen students from class X TKJ 2 at SMK Gondang. Data were collected through tests, questionnaires, and interviews. The results indicated that, on average, the students' problem-solving abilities were still categorized as low. However, students with a diverger learning style and high self-efficacy were able to perform all of Polya's problem-solving steps effectively. The difficulties experienced by students were evident at each stage. In the understanding the problem stage, students were less meticulous in reading the questions. In the devising a plan stage, students struggled to determine the position of angles in diagrams. In the carrying This is an open access article under the CCAeBY-SA license Page 6 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 7 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun out the plan stage, students encountered difficulties determining the sides of rightangled triangles, had not mastered special trigonometric angles, and faced challenges in calculating radical forms. In the looking back stage, students were not accustomed to writing conclusions. Therefore, instruction needs to emphasize Polya's steps, the reinforcement of basic concepts, and the adjustment of strategies to align with students' learning styles and self-efficacy. Keywords: Problem-Solving Ability. KolbAos Learning Styles. Self-Efficacy Pendahuluan Menurut NCTM . , siswa aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan matematika yang diperoleh sebelumnya. Terdapat lima standar dasar untuk belajar matematika, yaitu pemecahan masalah, penalaran dan pembuktian, komunikasi, koneksi, dan representasi. Pemecahan masalah merupakan suatu aktivitas kognitif yang bersifat kompleks, dimana proses untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi memerlukan penggunaan sejumlah sejumlah strategi (Harahap & Surya. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan kemampuan pemecahan masalah yang sesuai dengan karakteristik permasalahan dapat menghasilkan gagasan atau ide matematika yang lebih konkret dan efisien, sehingga memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah. Dengan kata lain, pemecahan masalah merupakan proses berpikir untuk menemukan solusi (Arofah & Noordyana, 2. Anderson . menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan kemampuan yang melibatkan berbagai proses, termasuk menganalisis, menafsirkan, menalar, memprediksi, mengevaluasi, dan merefleksikan. Pemecahan masalah menjadi suatu proses yang menuntut kemampuan berpikir secara fleksibel dan dinamis (Nugraha & Basuki, 2. Menurut Polya . , proses tersebut meliputi empat tahapan, yaitu memahami dan menganalisis masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana yang telah dibuat, serta memeriksa kembali seluruh langkah dan hasil yang diperoleh. Namun, kemampuan pemecahan masalah siswa cenderung rendah. (Ariansyah, 2. Berdasarkan data statistik PISA tahun 2022 (OECD, 2. Indonesia berada pada peringkat ke-73 dari 79 negara yang berpartisipasi dalam survei, dengan skor rata-rata kemampuan matematika sebesar 366, lebih rendah dibandingkan rata-rata internasional yang mencapai 472. Selain itu, penelitian Rosmawati et al. menunjukkan adanya temuan bahwa langkah pemecahan masalah, mulai dari memahami masalah, merencanakan Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 7 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 8 of 21 - Integrity Submission penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, pengecekan kembali masih tergolong rendah. Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Naufal & Mardhiyana. Analisis Kemampuan Pemecahan A 3 Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika SMK Gondang, kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah dilihat dari hasil kegiatan siswa dalam menyelesaikan soal, terlebih soal yang berbentuk cerita. Siswa kesulitan dalam menemukan maksud yang diinginkan dari soal Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah masih terbatas pada soal-soal yang sejenis dengan contoh yang dipelajari. Saat diberikan menyelesaikannya secara optimal. Menurut Peker . , terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah yaitu kecemasan matematika, gaya belajar, tingkat kepercayaan diri, keyakinan guru, lingkungan belajar, dukungan orang tua, serta jenis kelamin siswa. Faktor tersebut muncul karena adanya perbedaan yang dimiliki oleh setiapsiswa dalam belajar atau sering disebut gaya belajar. Gaya belajar adalah karakteristik yang dimiliki oleh setiap siswa yang didapatkan dengan cara merasakan, berinteraksi, dan merespon lingkungan balajarnya, atau dapat dikaitkan gaya belajar adalah gabungan dari karakteristik kognitif, afektif, dan fisiologi (Keefe, 1. Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, mengatur, dan mengolah berbagai informasi yang diperoleh (Syahril et al. , 2. Menurut David Kolb (D. Kolb, 1. , orientasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh empat kecenderungan utama, yaitu pengalaman konkret . eflective konseptualisasi abstrak . bstract conceptualizatio. , dan eksperimen aktif . ctive Gaya belajar yang didasarkan pada empat kecenderungan tersebut meliputi gaya belajar converger, diverger, accommodator, dan assimilator. Kemampuan pemecahan masalah juga dipengaruhi oleh self efficacy. Siswa yang memiliki self efficacy tinggi akan memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri dan termotivasi agar berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Akibatya, siswa dapat bertahan ketika menghadapi kesulitan saat mengerjakan ujian atau soal. Pernyataan tersebut sejalan dengan temuan Marasabessy . yang menunjukkan bahwa self efficacy memiliki peran penting dalam berbagai aspek, khususnya ketika siswa menghadapi dan menyelesaikan masalah matematika. Sementara itu. Ningsih & Hayati . , mendefinisikan self efficacy sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengendalikan diri dan melakukan tindakan yang Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 8 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 9 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun diperlukan guna memenuhi berbagai tuntutan kehidupan. Bandura . menyatakan bahwa self efficacy merupakan keyakinan seseorang mengenai kemampuan untuk menyusun dan menyelesaikan tindakan yang dibutuhkan dalam mengatur situasi tertentu. Menurut Bandura . , dimenasi dari self efficacy yaitu magnitude, strength, dan generality. Hubungan antara langkah-langkah pemecahan masalah Polya dengan gaya belajar Kolb terletak pada bagaimana setiap siswa memproses informasi pada setiap langkah pemecahan masalah. Siswa dengan gaya belajar tertentu mungkin unggul pada langkah memahami masalah namun lemah dalam langkah melaksanakan rencana, bergantung pada kecenderungannya dalam menyerap dan mengolah informasi. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian Syaputra et al. bahwa dari hasil klasifikasi gaya belajar, pada gaya belajar divergen lebih banyak dari pada gaya belajar yang lain. Namun gaya belajar divergen bukanlah gaya belajar yang mendapatkan nilai tertinggi dalam tes kemampuan pemecahan masalah. Namun, penguasaan langkah Polya dan kecocokan gaya belajar saja tidak cukup tanpa didukung oleh faktor psikologis berupa self efficacy. Keyakinan diri siswa menjadi penggerak utama dalam setiap langkah pemecahan Tingkat self efficacy berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa baik dari segi ketepatan strategi, ketelitian prosedural, maupun kemampuan refleksi hasil (Maharni et al. , 2. Dalam perspektif Polya, self efficacy berperan penting saat siswa menemui jalan buntu pada langkah melaksanakan rencana dan dituntut untuk tetap tenang dalam melakukan pengecekan kembali. Sebaliknya, rendahnya self efficacy menyebabkan siswa merasa tidak berdaya saat menghadapi soal yang sedikit berbeda dari contoh guru, meskipun secara gaya belajar mereka memiliki potensi untuk Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah Polya secara mendalam ditinjau dari gaya belajar Kolb dan tingkat self efficacy. Melalui analisis tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah berdasarkan langkah Polya. Metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKJ (Teknik Komputer dan Jaringa. 2 SMK Gondang yang terdiri dari 14 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 9 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 10 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Naufal & Mardhiyana. Analisis Kemampuan Pemecahan A 5 metode tes tertulis, angket, dan wawancara. Tes tertulis digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah menurut Polya. Angket digunakan untuk mengetahui gaya belajar Kolb dan tingkat self efficacy siswa. Wawancara digunakan untuk mengetahui apa saja kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari . kondensasi data. penyajian data. penarikan kesimpulan dan verifikasi (Miles et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Pengelompokkan gaya belajar dan tingkat self efficacy dilakukan dengan pengisian angket gaya belajar dan angket self efficacy yang dilakukan oleh 34 siswa kelas X TKJ 2. Adapun hasil pengelompokkan gaya belajar dan tingkat self efficacy siswa berdasarkan skor yang diperoleh dari hasil angket gaya belajar dan angket self efficacy terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Pembagian Siswa dari Masing-Masing Kategori Gaya Belajar Self Efficacy Diverger Converger Assimilator Accomodator Jumlah Tinggi Sedang Rendah Jumlah Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa siswa kelas X TKJ 2 hanya terdapat 9 Artinya ada 3 kategori tidak muncul dari total 12 kategori yang sesuai dengan rencana. Oleh karena itu, terdapat 14 siswa sebagai subjek yang akan dianalisis hasil jawaban tes kemampuan pemecahan masalah, yaitu dua siswa pada masing-masing kategori. Hal ini karena terdapat empat kategori yang hanya terdiri dari satu siswa. Adapun langkah-langkah kemampuan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Diverger dengan Tingkat Self Efficacy Tinggi Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar diverger dan tingkat self efficacy tinggi terlihat pada Tabel 2. Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 10 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 11 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun Tabel 2. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Diverger dengan Tingkat Self Efficacy Tinggi Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa dapat Siswa dapat membuat rencana melaksanakan masalah dari soal dengan baik rencana dengan kembali jawaban dengan baik sesuai perintah baik sesuai yang diperoleh dan terdapat informasiketika menjawab gambar sebagai informasi yang sudah ada untuk Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar diverger dengan tingkat self efficacy tinggi dapat melakukan langkah memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali dengan baik. Temuan ini konsisten dengan pendapat Collins . yang mengemukakan bahwa siswa yang memiliki self efficacy tinggi cenderung lebih tepat dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pemecahan Siswa dengan kategori ini tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil wawancara, siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Selain itu, siswa dengan gaya belajar diverger mampu menyelesaikan soal kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan kreativitas dan imajinasi dalam bentuk membuat gambar sesuai dengan permasalahan yang diberikan untuk mempermudah dalam menentukan rencana penyelesaian. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar diverger mampu melihat situasi nyata dari berbagai sudut pandang yang menghasilkan ide-ide (A. Kolb & Kolb, 2. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Diverger dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar diverger dan tingkat self efficacy sedang terlihat pada Tabel 3. Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 11 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 12 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Naufal & Mardhiyana. Analisis Kemampuan Pemecahan A 7 Tabel 3. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Diverger dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dari soal dengan baik kembali ketika dengan baik sesuai perintah rencana karena menjawab soal dan terdapat salah dalam gambar sebagai angka ke dalam rumus yang sudah Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar diverger dengan tingkat self efficacy sedang dapat melakukan langkah memahami masalah dan membuat rencana dengan baik. Temuan ini konsisten dengan pendapat Collins . yang mengemukakan bahwa siswa dengan self efficacy sedang dapat memahami masalah dan membuat rencana sebagai strategi penyelesaian lebih akurat. Akan tetapi siswa dengan kategori ini kurang baik dalam melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Berdasarkan hasil wawancara, hal tersebut terjadi karena siswa kurang teliti dalam menentukan sisi depan dan sisi samping dari suatu sudut di segitiga siku-siku, serta tidak terbiasa memberikan kesimpulan pada penyelesaian. Selain itu, siswa dengan gaya belajar diverger lebih mengutamakan aspek feeling dan watching. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Diverger dengan Tingkat Self Efficacy Rendah Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar diverger dan tingkat self efficacy rendah terlihat pada Tabel 4. Tabel 4. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Diverger dengan Tingkat Self Efficacy Rendah Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa tidak dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dengan dengan baik kembali ketika baik sehingga sesuai perintah rencana karena menjawab soal tidak menuliskan dan terdapat salah dalam Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 12 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 13 of 21 - Integrity Submission informasi yang ada di soal Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun gambar sebagai angka ke dalam rumus yang sudah Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar diverger dengan tingkat self efficacy rendah melakukan langkah membuat rencana dengan baik. Akan tetapi, siswa tidak melakukan langkah menulis kembali informasi yang diberikan oleh soal, melaksanakan rencana, dan memeriksa Hasil wawancara menunjukkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan siswa yang terburu-buru dalam menyelesaikan soal, kurangnya pemahaman terhadap materi yang relevan, serta belum terbiasanya siswa menyusun kesimpulan. Selain itu, siswa dengan gaya belajar diverger lebih mengutamakan aspek feeling dan watching. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar diverger mampu melihat situasi nyata dari berbagai sudut pandang yang menghasilkan ide-ide (A. Kolb & Kolb, 2. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Converger dengan Tingkat Self Efficacy Tinggi Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar converger dan tingkat self efficacy tinggi terlihat pada Tabel 5. Tabel 5. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Converger dengan Tingkat Self Efficacy Tinggi Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dari soal dengan baik kembali ketika dengan baik sesuai perintah rencana karena menjawab soal informasi yang dan terdapat salah dalam ada di soal gambar sebagai angka ke dalam rumus yang sudah Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar converger dengan tingkat self efficacy tinggi dapat melakukan langkah memahami masalah dan membuat rencana dengan baik. Siswa dapat merencanakan strategi dengan tujuan yang benar sesuai permasalahan yang diberikan. Akan Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 13 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 14 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Naufal & Mardhiyana. Analisis Kemampuan Pemecahan A 9 tetapi, pada langkah melaksanakan rencana dan memeriksa kembali siswa tidak melakukannya dengan baik. Sesuai hasil wawancara, hal tersebut terjadi karena siswa kurang memahami konsep sisi depan dan sisi samping dari suatu sudut di segitiga siku-siku dan tidak terbiasa menuliskan kesimpulan. Siswa dengan gaya belajar converger dikatakan rajin dan aktif yang dibuktikan dengan hasil tes pada langkah memahami masalah, siswa tersebut menuliskan informasi dengan baik dan lengkap. Hal tersebut sejalan dengan karakteristik gaya belajar converger yang berfikir logis, bersikap sesuai teori, dan melaksanakan tugas sesuai ketentuan (A. Kolb & Kolb, 2. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Converger dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar converger dan tingkat self efficacy sedang terlihat pada Tabel 6. Tabel 6. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Converger dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dari soal dengan baik kembali ketika dengan baik sesuai perintah rencana karena menjawab soal dan terdapat salah dalam gambar sebagai angka ke dalam rumus yang sudah Berdasarkan Tabel 6, dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar converger dengan tingkat self efficacy sedang dapat melakukan langkah memahami masalah dan membuat rencana dengan baik. Temuan ini konsisten dengan pandangan Collins . yang mengemukakan bahwa siswa yang memiliki self efficacy sedang cenderung lebih mampu merancang dan mengimplementasikan strategi pemecahan masalah secara tepat. Akan tetapi siswa dengan kategori ini tidak melakukan langkah melakasanakan rencana dan memeriksa kembali dengan baik sehingga belum mendapatkan jawaban sesuai yang diinginkan. Berdasarkan hasil wawancara, hal tersebut terjadi karena siswa terburu-buru dalam menentukan sisi depan dan sisi samping sesuai dengan contoh yang biasa diberikan oleh guru tanpa melihat letak Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 14 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 15 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun sudut yang diberikan, seta tidak terbiasa menuliskan kesimpulan untuk memastikan bahwa jawaban yang diperoleh benar atau salah. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Assimilator dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar assimilatorr dan tingkat self efficacy sedang terlihat pada Tabel 7. Tabel 7. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Assimilator dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dari soal dengan baik kembali ketika dengan baik sesuai perintah rencana karena menjawab soal dan terdapat salah dalam gambar sebagai angka ke dalam rumus yang sudah Berdasarkan Tabel 7, dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar assimilator dengan tingkat self efficacy sedang dapat melakukan langkah memahami masalah dan membuat rencana dengan baik. Akan tetapi, siswa mengalami kesulitan pada langkah melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Sesuai hasil wawancara, hal tersebut terjadi karena siswa kurang teliti pada saat menentukan letak sisi depan dan sisi samping dari suatu sudut di segitiga siku-siku sehingga salah mensubstitusikan ke dalam rumusnya. Selain itu, siswa juga tidak terbiasa menuliskan kesimpulan untuk memeriksa kembali jawaban yang diperoleh apakah benar atau salah. Siswa dengan self efficacy sedang dapat membuat rencana dan memahami masalah yang lebih akurat untuk menemukan jawaban yang benar sesuai perintahnya. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa siswa yang memiliki self efficacy sedang mampu membuat dan mengimplementasikan strategi pemecahan masalah secara akurat (Collins, 2. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Assimilator dengan Tingkat Self Efficacy Rendah Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar assimilator dan tingkat self efficacy rendah terlihat pada Tabel 8. Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 15 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 16 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Naufal & Mardhiyana. Analisis Kemampuan Pemecahan A 11 Tabel 8. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Assimilator dengan Tingkat Self Efficacy Rendah Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa tidak dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dengan dengan baik kembali ketika baik yang sesuai perintah rencana karena menjawab soal dan terdapat salah dalam dengan tidak gambar sebagai angka ke dalam informasirumus yang sudah informasi dari soal Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar assimilator dengan tingkat self efficacy rendah hanya bisa membuat rencana dengan baik. Akan tetapi siswa tidak bisa memahami masalah, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali jawaban dengan perintah soal. Berdasarkan hasil wawancara, hal tersebut terjadi karena siswa terburu-buru dalam mengerjakan soal, salah dalam menentukan letak sisi depan dan sisi samping, kurang memahami sudut depresi dan sudut elevasi, serta tidak terbiasa menuliskan kesimpulan. Siswa dengan gaya belajar assimilator belajar dengan membentuk teori. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan karakteristik gaya belajar assimilator mampu memahami teori dengan penalaran induktif dan menyatukan ide-ide bervariasi yang bagus untuk menjadi kesatuan yang utuh (A. Kolb & Kolb, 2. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Accomodator dengan Tingkat Self Efficacy Tinggi Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar accomodator dan tingkat self efficacy tinggi terlihat pada Tabel 9. Tabel 9. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Accomodator dengan Tingkat Self Efficacy Tinggi Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 16 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 17 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun masalah dari soal dengan baik dengan benar sesuai perintah dari soal tetapi tidak membuat gambar sebagai rencana karena salah dalam angka ke dalam rumus yang sudah kembali ketika menjawab soal Berdasarkan Tabel 9 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar accomodator dengan tingkat self efficacy tinggi dapat membuat rencana atau strategi yang baik karena mengarah ke jawaban yang benar. Selain itu, siswa juga mampu menuliskan semua informasi yang diberikan oleh soal. Akan tetapi, siswa mengalami kesulitan pada langkah melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Hasil wawancara menunjukkan bahwa hal tersebut terjadi karena siswa kurang memahami sudut yang dimaksud oleh soal sehingga salah menentukan sisi depan dan sisi samping. Siswa dengan gaya belajar accomodator bagus dalam melaksanakan rencana dan percobaan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar accomodator mampu menyelesaikan masalah dengan sebuah percobaan trial and error (A. Kolb & Kolb, 2. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Kategori Gaya Belajar Accomodator dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Analisis kemampuan pemecahan masalah Polya pada siswa dengan gaya belajar accomodator dan tingkat self efficacy sedang terlihat pada Tabel 10. Tabel 10. Kemampuan Pemecahan Masalah Polya Kategori Gaya Belajar Accomodator dengan Tingkat Self Efficacy Sedang Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Tahapan Polya Memahami Membuat Melaksanakan Memeriksa Masalah Rencana Rencana Kembali Siswa dapat Siswa dapat Siswa kurang baik Siswa tidak membuat rencana dalam masalah dari soal dengan benar kembali jawaban dengan baik sesuai perintah rencana karena dengan soal yang dari soal tetapi salah dalam tidak membuat gambar sebagai angka ke dalam rumus yang sudah Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 17 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 18 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Naufal & Mardhiyana. Analisis Kemampuan Pemecahan A 13 Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa siswa kategori gaya belajar accomodator dengan tingkat self efficacy sedang dapat melakukan langkah memahami masalah dan membuat rencana dengan baik. Temuan ini konsisten dengan pandangan Collins . yang menyatakan bahwa siswa dengan self efficacy sedang dapat memahami masalah dan membuat rencana sebagai strategi penyelesaian lebih akurat. Akan tetapi pada langkah melaksanakan rencana dan memeriksa kembali tidak dilaksanakan dengan baik karena siswa mengalami kesulitan. Berdasarkan hasil wawancara, hal tersebut terjadi karena siswa tidak memahami cara menentukan letak sisi depan dan sisi samping, serta tidak terbiasa menuliskan kesimpulan yang diperoleh sesuai perintah soal. Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan dalam kemampuan pemecahan masalah masih dijumpai pada seluruh kategori siswa yang dikelompokkan berdasarkan gaya belajar dan tingkat self efficacy. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal ditemukan pada setiap langkah penyelesaian. Pada langkah pertama yaitu memahami masalah, kesulitan yang dialami adalah siswa terburu-buru dan kurang teliti dalam membaca soal sehingga tidak bisa menangkap informasi yang terdapat di soal dengan baik. Pada langkah kedua yaitu membuat rencana, kesulitan yang dialami adalah siswa kesulitan dalam menentukan letak sudut apabila soal diilustrasikan dalam bentuk gambar segitiga siku-siku. Pada langkah ketiga yaitu melaksanakan rencana, kesulitan yang dialami adalah siswa kesulitan dalam menentukan letak sisi depan dan sisi samping dari suatu sudut di segitiga siku-siku, tidak hafal nilai-nilai dari sudut istimewa trigonometri, kesulitan memahami sudut depresi dan sudut elevasi, dan kesulitan menghitung nilai angka berupa akar. Pada langkah keempat yaitu memeriksa kembali, kesulitan yang dialami adalah siswa lupa untuk menuliskan kesimpulan karena mau mengerjakan soal berikutnya dan tidak terbiasa menuliskan kesimpulan yang diperoleh. Simpulan Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih tergolong rendah karena ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sesuai dengan langkah-langkah Polya dengan benar. Pada langkah pertama yaitu memahami masalah, siswa bisa menyelesaikan dengan benar, kecuali siswa dengan kategori gaya belajar diverger dengan tingkat self efficacy rendah dan kategori gaya belajar assimilator dengan tingkat self efficacy Langkah kedua, yaitu membuat rencana, semua kategori dapat melakukan langkah ini dengan baik dan benar. Langkah ketiga, yaitu melaksanakan rencana, hanya siswa dengan kategori gaya belajar diverger Copyright A 2020 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika http://jurnal. id/buana_matematika p-ISSN : 2088-3021 e-ISSN : 2598-8077 Page 18 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Page 19 of 21 - Integrity Submission Submission ID trn:oid:::1:3601787292 Buana Matematika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Volume x. Nomor x. Bulan Tahun dengan tingkat self efficacy tinggi yang dapat melakukan dengan baik sesuai rencana dan mendapatkan jawaban yang benar. Sedangkan langkah keempat, yaitu memeriksa kembali, hanya siswa dengan kategori gaya belajar diverger dengan tingkat self efficacy tinggi yang melakukan pengecekan kembali jawaban yang diperoleh dengan pertanyaan yang diberikan oleh soal. Adapun kesulitan-kesulitan yang dialami siswa adalah sebagai berikut. Pada langkah pertama yaitu memahami masalah, siswa terburu-buru dalam membaca soal dan tidak teliti menangkap informasi-informasi penting dari . Pada langkah kedua yaitu membuat rencana, siswa kesulitan menentukan letak-letak sudut apabila soal diilustrasikan dalam bentuk gambar segitiga siku-siku. Pada langah ketiga yaitu melaksanakan rencana, siswa kesulitan dalam menentukan letak sisi depan dan sisi samping dari suatu sudut segitiga siku-siku, tidak hafal nilai-nilai dari sudut istimewa trigonometri, dan kesulitan dalam menghitung nilai angka berupa akar. Pada langkah keempat yaitu memeriksa kembali, siswa belum terbiasa melakukan langkah memeriksa kembali karena menganggap bahwa jawaban yang diperoleh telah benar Berdasarkan hasil penelitian, guru disarankan untuk menekankan pembelajaran pemecahan masalah sesuai langkah Polya, khususnya pada tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Penguatan konsep dasar trigonometri, pembiasaan refleksi, serta strategi pembelajaran yang menyesuaikan gaya belajar dan meningkatkan self efficacy siswa perlu Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan faktor tersebut. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih ditujukan kepada berbagai pihak yang sudah mendukung terlaksananya penelitian ini. Daftar Pustaka