1425 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 PENCEGAHAN STUNTING. ANTI NARKOBA. DAN GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN: PRAKTIK NYATA PENGABDIAN MAHASISWA KKN DI KELURAHAN LAKAHANG MAMASA Oleh Abdul Wahab1. Kurnia2. Yati Heriyati3. Furqan4. Muh. Sibgatullah5 1,2,3,4,5Universitas Muhammadiyah Mamuju Email: 1aw808395@gmail. Article History: Received: 21-08-2025 Revised: 15-09-2025 Accepted: 24-09-2025 Keywords: Stunting. Anti-Drug. Environmental Awareness. KKN. Community Empowerment. Abstract: The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata / KKN) is one of the main pillars of higher educationAos Tri Dharma that emphasizes direct community engagement. The 5th KKN program of Muhammadiyah University of Mamuju was conducted in Lakahang Village. Tabulahan District. Mamasa Regency, focusing on three strategic issues: stunting prevention, drug abuse prevention, and environmental awareness campaigns. The primary objective was to provide practical solutions to health, social, and environmental problems faced by the community, while simultaneously enhancing studentsAo social sensitivity and problemsolving skills. The program was implemented through participatory, educational, and collaborative approaches involving field observation, health counseling, awareness campaigns, practical demonstrations, community clean-up activities, and The results showed an increase in mothersAo knowledge of balanced nutrition and child care during the first 1,000 days of life, the establishment of the AuLakahang Youth Anti-Drug CommunityAy as a platform for youth empowerment, and greater public awareness of environmental cleanliness through the creation of simple waste bins and routine AuFriday Clean-UpAy These findings confirm that KKN-based community service can make a tangible contribution to improving community well-being, fostering collective awareness, and strengthening the role of students as agents of social change. PENDAHULUAN Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menuntut peran aktif perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa, di mana mereka tidak hanya berperan sebagai pelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mentransfer ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai positif kepada masyarakat (Huda dkk. , 2. Salah satu isu strategis yang masih menjadi perhatian nasional adalah stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 (WHO, 2. Di Indonesia, prevalensi stunting masih cukup tinggi, khususnya di wilayah pedesaan, meskipun pemerintah telah menargetkan penurunan melalui berbagai program kesehatan (Kemenkes RI, 2. Oleh karena itu, edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak menjadi langkah penting dalam menekan angka stunting, termasuk di Kabupaten Mamasa. Sulawesi Barat, yang masih menghadapi tantangan tersebut. Selain masalah gizi, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras pada kalangan remaja juga menjadi ancaman serius. Badan Narkotika Nasional (BNN, 2. mencatat adanya tren peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Remaja merupakan kelompok rentan karena faktor pergaulan, rasa ingin tahu, dan lemahnya pengawasan sosial. Pencegahan berbasis edukasi dianggap lebih efektif, karena membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai bahaya narkoba sekaligus menumbuhkan keterampilan untuk menolak pengaruh negatif lingkungan. Gerakan pemuda anti narkoba yang dilakukan melalui pendekatan komunitas menjadi penting untuk menjaga kualitas generasi penerus. Di sisi lain, persoalan lingkungan juga masih menjadi tantangan di Kelurahan Lakahang. Kecamatan Tabulahan. Kabupaten Mamasa. Tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai membuat sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko penyakit. Padahal. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menekankan tanggung jawab kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan melalui pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan kembali sampah. Edukasi lingkungan sederhana, seperti pembuatan tempat sampah dan gerakan gotong royong kebersihan, diyakini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan (Prasetyo & Hidayah, 2. Berangkat dari berbagai permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju melalui program KKN Angkatan V di Kelurahan Lakahang merancang kegiatan pengabdian yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu sosialisasi pencegahan stunting, edukasi pemuda anti narkoba, dan gerakan peduli lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, dan instansi terkait, sehingga hasilnya diharapkan tidak hanya memberi dampak jangka pendek, tetapi juga mendorong keberlanjutan di tingkat lokal. Dengan demikian, artikel ini mendokumentasikan praktik nyata pengabdian mahasiswa KKN di Mamasa dalam menjawab isu-isu strategis kesehatan, generasi muda, dan lingkungan. Alternatif Pemecahan Masalah Permasalahan yang ditemukan di Kelurahan Lakahang mencakup aspek lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perilaku generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemecahan masalah yang bersifat aplikatif, partisipatif, serta berorientasi pada Adapun langkah-langkah alternatif yang dirumuskan adalah sebagai berikut: Pengelolaan Sampah dan Gerakan Peduli Lingkungan Membuat tempat sampah sederhana berbahan lokal sebagai solusi awal untuk mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Menginisiasi program Jumat Bersih bersama aparat kelurahan dan masyarakat guna menumbuhkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan. Melaksanakan edukasi lingkungan berbasis rumah tangga mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah agar dampaknya lebih berkelanjutan. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Minuman Keras pada Generasi Muda Menyelenggarakan sosialisasi bahaya narkoba dan minuman keras di sekolah-sekolah dengan menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian Membentuk komunitas pemuda anti narkoba di tingkat kelurahan sebagai wadah kampanye berkelanjutan dan kegiatan positif bagi remaja. Mendorong sinergi antara sekolah, keluarga, dan tokoh masyarakat dalam memperkuat pengawasan serta pendampingan moral terhadap generasi muda. Pencegahan dan Edukasi Stunting Melaksanakan penyuluhan tentang gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh pada 1000 hari pertama kehidupan melalui kerjasama dengan tenaga kesehatan Membagikan media edukasi sederhana berupa leaflet atau poster tentang pencegahan stunting agar informasi dapat terus diakses oleh masyarakat. Menggalakkan program makanan tambahan berbasis potensi lokal . ayuran, jagung, dan hasil terna. untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga. Alternatif pemecahan masalah tersebut dirancang tidak hanya sebagai solusi jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, ketahanan generasi muda, dan kebersihan lingkungan. Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan masyarakat Kelurahan Lakahang dapat mengembangkan dan melanjutkan program-program ini secara mandiri setelah KKN METODE Metode Pelaksanaan Pendekatan Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mamuju di Kelurahan Lakahang. Kecamatan Tabulahan. Kabupaten Mamasa, dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif . articipatory approac. Pendekatan ini menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek yang berperan langsung dalam menentukan arah program. Selain pendekatan partisipatif, metode ini juga menggunakan pendekatan edukatif melalui penyuluhan, sosialisasi, dan praktik langsung. Hal ini bertujuan agar kegiatan tidak hanya menghasilkan dampak sesaat, tetapi juga membangun kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif juga diterapkan dengan melibatkan perangkat kelurahan, puskesmas, sekolah, tokoh masyarakat, serta instansi terkait seperti BNN dan Polres Mamasa, sehingga kegiatan memiliki legitimasi dan dukungan Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Lakahang. Kecamatan Tabulahan. Kabupaten Mamasa. Sulawesi Barat. Kelurahan ini dipilih karena masih menghadapi tantangan serius pada bidang kesehatan . , sosial . enyalahgunaan narkob. , dan lingkungan . engelolaan sampa. Secara geografis. Kelurahan Lakahang memiliki luas wilayah kurang lebih A327 Ha yang terdiri atas kawasan pemukiman, tanah http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 perkebunan, lahan pertanian, serta sebagian kecil padang rumput. Sebagian besar masyarakat Kelurahan Lakahang bermukim di daerah perbukitan dengan kondisi lingkungan yang masih asri, meskipun sarana prasarana umum masih terbatas dan kses jalan yang cukup Sehingga program KKN juga berperan mendekatkan layanan edukasi kepada Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 40 hari, dimulai pada akhir Juli hingga awal September 2025, sejalan dengan agenda resmi KKN Angkatan V Universitas Muhammadiyah Mamuju. Rentang waktu ini mencakup persiapan, pelaksanaan kegiatan inti, serta evaluasi program. Subjek dan Sasaran Kegiatan Subjek kegiatan adalah mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mamuju yang berjumlah 11 orang dengan latar belakang program studi berbeda, seperti: Manajemen. Agribisnis. Ekonomi Pembangunan, dan Teknologi Hasil Perikanan. Heterogenitas latar belakang mahasiswa menjadi modal penting dalam merancang program yang Adapun sasaran kegiatan adalah: Masyarakat umum Kelurahan Lakahang, khususnya keluarga yang memiliki balita, sebagai target utama program pencegahan stunting. Remaja dan pelajar sekolah menengah sebagai sasaran utama program pencegahan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras. Warga masyarakat dan perangkat kelurahan sebagai sasaran program pengelolaan lingkungan dan gerakan peduli kebersihan. Tahapan Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan dirancang dalam beberapa tahapan sistematis, yaitu: Tahap Observasi dan Identifikasi Masalah Pada tahap awal, mahasiswa melakukan observasi lapangan melalui wawancara dengan perangkat kelurahan, kader posyandu, guru, serta tokoh masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga mengumpulkan data sekunder dari puskesmas Tabulahan dan kelurahan Lakahang mengenai kondisi kesehatan, angka stunting, dan masalah sosial yang ada. Hasil identifikasi menunjukkan tiga persoalan utama, yaitu tingginya angka stunting, meningkatnya perilaku remaja yang terpapar narkoba dan miras, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Tahap Perencanaan Program Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa menyusun program kerja KKN dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat. Rencana kegiatan kemudian dipresentasikan melalui seminar program kerja di kantor kelurahan yang dihadiri lurah, tokoh masyarakat, guru, dan perwakilan warga. Dengan cara ini, masyarakat dilibatkan sejak awal sehingga memiliki rasa memiliki . ense of ownershi. terhadap program. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Inti Pelaksanaan kegiatan inti meliputi tiga bidang utama: Program Pencegahan Stunting . Penyuluhan gizi dan kesehatan ibu-anak di Aula Puskesmas Tabulahan dengan narasumber tenaga kesehatan. Distribusi leaflet dan poster tentang gizi seimbang. ASI eksklusif, serta pencegahan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 . Demonstrasi pengolahan makanan tambahan bergizi menggunakan bahan lokal . agung, sayur, telu. Forum diskusi keluarga sehat bersama ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu. Program Pencegahan Narkoba dan Miras . Sosialisasi pemuda anti narkoba di SMAN 1 Tabulahan dengan narasumber dari BNN dan Polres Mamasa. Pembentukan kelompok pemuda peduli generasi sehat sebagai wadah kegiatan positif . Diskusi interaktif antar siswa tentang strategi menolak pengaruh negatif narkoba. Program Gerakan Peduli Lingkungan . Pembuatan tempat sampah sederhana di titik strategis kelurahan. Program Jumat Bersih bersama warga, aparat kelurahan, dan pemuda setempat. Sosialisasi pentingnya kebersihan lingkungan dan praktik pemilahan sampah rumah . Pembuatan papan nama ruang dan denah kantor kelurahan untuk meningkatkan tata kelola lingkungan kerja. Tahap Evaluasi dan Refleksi Evaluasi dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan masyarakat dan perangkat kelurahan untuk menilai efektivitas program. Indikator evaluasi meliputi partisipasi warga, peningkatan pengetahuan masyarakat, serta perubahan perilaku yang mulai terlihat. Selain itu, mahasiswa menyusun laporan tertulis sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik kepada universitas. Teknik Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan kombinasi teknik, antara lain: Sosialisasi dan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat . Praktik langsung . agar masyarakat dapat mengadopsi keterampilan . Diskusi partisipatif untuk menggali aspirasi masyarakat dan memperkuat komitmen. Gotong royong sebagai sarana membangun solidaritas sosial. Pendekatan kolaboratif dengan pihak eksternal seperti BNN. Polres, dan Puskesmas. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan sepanjang kegiatan dengan mencatat kehadiran peserta, respon masyarakat, serta dokumentasi aktivitas. Evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan dengan indikator sebagai berikut: Aspek lingkungan: peningkatan ketersediaan tempat sampah, partisipasi warga dalam Jumat Bersih, dan berkurangnya kebiasaan membuang sampah sembarangan. Aspek sosial: peningkatan pemahaman pelajar tentang bahaya narkoba serta terbentuknya komunitas pemuda anti narkoba. Aspek kesehatan: peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang gizi dan pola asuh, serta komitmen keluarga untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan program KKN di Kelurahan Lakahang secara umum berjalan sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya. Tiga isu utama yang menjadi fokus http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 kegiatan, yaitu pencegahan stunting, edukasi anti narkoba, dan gerakan peduli lingkungan, berhasil dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan penyuluhan, sosialisasi, pendampingan, serta aksi nyata berbasis partisipasi masyarakat. Program Pencegahan Stunting Telah dilaksanakan penyuluhan kesehatan dan gizi ibu-anak di Aula Puskesmas Tabulahan yang diikuti oleh lebih dari 60 peserta, terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, dan remaja putri. Distribusi leaflet dan poster A200 eksemplar tentang gizi seimbang serta pencegahan stunting disebarkan di 14 RT dan 4 RW Se-Kelurahan Lakahang. Demonstrasi pengolahan makanan tambahan bergizi berbasis bahan lokal dilakukan secara praktik langsung bersama ibu-ibu rumah tangga. Forum diskusi keluarga sehat terbentuk, yang menghadirkan kader kesehatan desa sebagai fasilitator dalam membahas kendala sehari-hari terkait pola asuh dan gizi anak. Gambar 1. Sosialisasi Pencegahan Stunting di Aula Puskesmas Tabulahan. Program Pencegahan Narkoba dan Minuman Keras Sosialisasi bahaya narkoba dan miras dilaksanakan di SMAN 1 Tabulahan dengan narasumber dari BNN Kabupaten Mamasa dan Polres setempat, dihadiri lebih dari 120 siswa. Terbentuk kelompok AuPemuda Lakahang Anti NarkobaAy yang beranggotakan 25 pelajar dan pemuda desa. Kelompok ini berkomitmen melanjutkan kampanye hidup sehat dan kegiatan olahraga rutin setiap minggu. Diskusi interaktif antar siswa berlangsung dinamis, di mana peserta aktif menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terkait faktor risiko penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 2. Sosialisasi Pemuda Anti Narkoba di SMAN 1 Tabulahan. Program Gerakan Peduli Lingkungan Dibangun 10 unit tempat sampah sederhana yang ditempatkan di titik-titik strategis kelurahan, seperti kantor desa, sekolah, dan fasilitas umum. Kegiatan AuJumat BersihAy dilaksanakan setiap minggu bersama masyarakat, dengan rata-rata partisipasi A50 orang warga. Sosialisasi tentang pemilahan sampah rumah tangga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, ditunjukkan dengan munculnya inisiatif warga untuk memisahkan sampah organik dan anorganik secara mandiri. Mahasiswa juga berkontribusi dalam pembuatan papan nama ruang dan denah kantor kelurahan, yang sekaligus mendukung tata kelola lingkungan kerja lebih tertib. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa program KKN mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Walaupun terdapat kendala seperti keterbatasan sarana prasarana dan waktu yang relatif singkat, antusiasme warga dan dukungan perangkat kelurahan menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Gambar 3. Kegiatan Rutin Jumat Bersih Bersama Aparat Kelurahan. Pembahasan Pencegahan Stunting Hasil penyuluhan dan forum diskusi keluarga sehat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh pada http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 1000 hari pertama kehidupan. Hal ini sejalan dengan konsep nutrition-sensitive intervention yang menekankan edukasi keluarga sebagai strategi utama pencegahan stunting (Kemenkes RI, 2. Keterlibatan ibu rumah tangga dalam praktik pengolahan makanan tambahan berbasis bahan lokal menjadi langkah penting untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Dengan memanfaatkan hasil pertanian setempat seperti jagung, sayuran, dan telur, masyarakat dapat memperoleh makanan bergizi dengan harga terjangkau. Model ini mendukung teori local food-based intervention yang menekankan penggunaan sumber daya lokal dalam peningkatan status gizi anak (WHO, 2. Namun, tantangan yang muncul adalah masih terbatasnya akses keluarga ke layanan kesehatan, khususnya pemeriksaan rutin tumbuh kembang balita. Hal ini perlu ditindaklanjuti melalui penguatan peran kader posyandu dalam pemantauan kesehatan anak serta dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Kegiatan sosialisasi yang menghadirkan BNN dan Polres Mamasa memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya narkoba. Diskusi interaktif menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi faktor risiko yang mereka hadapi, seperti pengaruh teman sebaya dan kurangnya pengawasan orang tua. Hal ini sesuai dengan teori social learning yang menjelaskan bahwa perilaku remaja banyak dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya (Bandura, 1. Pembentukan kelompok AuPemuda Lakahang Anti NarkobaAy merupakan bentuk pemberdayaan komunitas yang strategis. Keberadaan kelompok ini memungkinkan terciptanya gerakan peer education, di mana pemuda dapat saling mendukung dan mengedukasi tentang gaya hidup sehat. Model ini terbukti efektif dalam berbagai program pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja (BNN, 2. Meski demikian, tantangan utama adalah keberlanjutan program setelah KKN Untuk itu, perlu adanya pendampingan dari sekolah, tokoh masyarakat, dan aparat kelurahan agar komunitas ini tidak berhenti beraktivitas. Gerakan Peduli Lingkungan Hasil pembuatan tempat sampah sederhana dan pelaksanaan Jumat Bersih menunjukkan perubahan positif pada perilaku masyarakat. Warga mulai menunjukkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, ditunjukkan dengan meningkatnya partisipasi dalam kegiatan gotong royong. Hal ini mendukung konsep community-based environmental management, di mana perubahan perilaku kolektif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan (Prasetyo & Hidayah, 2. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah juga menunjukkan efektivitas sosialisasi yang dilakukan. Namun, tanpa sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di tingkat kecamatan, inisiatif ini berisiko berhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, program jangka panjang perlu diarahkan pada kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membangun sistem pengelolaan sampah terpadu. Analisis Teoritis dan Praktis Hasil pelaksanaan kegiatan KKN di Kelurahan Lakahang mengonfirmasi pentingnya pendekatan partisipatif dalam program pengabdian masyarakat. Melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi membuat program lebih relevan dengan kebutuhan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 riil masyarakat dan meningkatkan rasa memiliki. Pendekatan ini sejalan dengan teori participatory rural appraisal (Chambers, 1. , yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam merancang solusi untuk masalah mereka sendiri. Secara praktis, program ini juga menunjukkan bahwa integrasi lintas sektor sangat Kolaborasi dengan puskesmas, sekolah. BNN, dan perangkat kelurahan memberikan legitimasi sekaligus memperkuat dampak kegiatan. Model kolaborasi multisektor ini sesuai dengan paradigma quadruple helix dalam pembangunan, yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor lain dalam menyelesaikan masalah sosial (Carayannis & Campbell, 2. KESIMPULAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mamuju Angkatan V di Kelurahan Lakahang. Kecamatan Tabulahan. Kabupaten Mamasa, memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Program yang difokuskan pada tiga isu strategis, yaitu pencegahan stunting, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan gerakan peduli lingkungan, telah mampu menjawab permasalahan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Pertama, pada aspek kesehatan, program penyuluhan gizi, forum diskusi keluarga sehat, serta demonstrasi makanan tambahan berbasis bahan lokal telah meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang tepat pada 1000 hari pertama kehidupan. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam menekan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kedua, pada aspek sosial, kegiatan sosialisasi anti narkoba yang melibatkan BNN dan Polres Mamasa berhasil meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya narkoba dan minuman keras. Pembentukan kelompok AuPemuda Lakahang Anti NarkobaAy merupakan capaian penting karena menghadirkan wadah pemberdayaan remaja berbasis komunitas yang berpotensi menjadi agen perubahan di lingkungannya. Ketiga, pada aspek lingkungan, pembuatan tempat sampah sederhana, pelaksanaan program Jumat Bersih, serta sosialisasi pemilahan sampah telah menumbuhkan kesadaran baru di masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Walaupun masih bersifat awal, gerakan ini menunjukkan potensi keberlanjutan apabila didukung oleh perangkat kelurahan dan pemerintah daerah. Secara umum, keberhasilan program KKN ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif, edukatif, dan kolaboratif merupakan strategi yang efektif dalam pengabdian Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga program lebih relevan dan berkelanjutan. Mahasiswa KKN juga memperoleh pengalaman praktis dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengasah kepekaan sosial, kepemimpinan, dan kemampuan pemecahan masalah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik pengabdian melalui KKN ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, memperkuat peran universitas dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus membentuk mahasiswa sebagai kader intelektual yang peduli dan siap menghadapi tantangan pembangunan. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 SARAN Berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan untuk keberlanjutan dan peningkatan program pengabdian masyarakat di masa mendatang khususnya bagi masyarakat Kelurahan Lakahang. Diharapkan masyarakat dapat melanjutkan dan memperkuat program yang telah diinisiasi mahasiswa KKN, terutama forum keluarga sehat dan komunitas pemuda anti Warga diharapkan menjaga keberadaan sarana fisik seperti tempat sampah sederhana dan mengembangkan inisiatif lokal dalam pengelolaan lingkungan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rutin seperti JumAoat Bersih perlu dipertahankan sebagai bentuk budaya gotong royong yang berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA