P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3. No 1. Oktober 2025. Hal 64-70 DOI : PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM DI MASYARAKAT PESISIR: KUNCI PENINGKATAN MODAL MELALUI PENDANAAN EKSTERNAL Angelina Eleonora Rumengan1. Widyanti Diah Lestari2. Christiani Prasetiasari3. Lia Nuraini4. Susanti5. Yudi Pratama6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. 3Fakultas Hukum. Universitas Batam 3,4,5,6 Universitas Maritim Raja Ali Haji Email: widyanti@univbatam. prasetiasari@univbatam. Keywords : Financial Management. Coastal Community. UMKM. Digitalization. External Funding Kata Kunci : kecerdasan emosional, pendidikan anak usia dini, pengenalan emosi. PAUD Abstract. Coastal area MSMEs possess superior product potential but face many challenges in conventional business management. Digital financial management, such as using accounting apps, can be a solution to overcome these barriers. implementing structured financial records, systematic capital and debt management, and broader market access via digital technology, coastal MSMEs can enhance productivity and competitiveness. This community engagement program introduces a digital accounting application to facilitate simple and effective financial recording. The activity included training and mentoring on the use of digital accounting aplication, starting from downloading, data entry, to financial reporting. The results showed increased financial literacy and digital adaptation among coastal MSMEs. The findings support that financial digitalization is crucial for improving external funding access and economic resilience in coastal Abstrak. UMKM di wilayah pesisir memiliki potensi produk unggulan namun masih menghadapi Digitalisasi pengelolaan keuangan, seperti penggunaan aplikasi akuntansi, menjadi solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Melalui pencatatan keuangan yang sistematis, pengelolaan modal dan hutang yang efisien, serta akses pasar yang lebih luas melalui teknologi. UMKM pesisir dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing. Kegiatan pendampigan penggunaan aplikasi akuntansi, dari proses pengunduhan, pengisian data, hingga penyusunan laporan keuangan. Hasil menunjukkan peningkatan literasi keuangan dan adopsi digital di kalangan pelaku UMKM pesisir. Digitalisasi keuangan menjadi kunci dalam meningkatkan akses pendanaan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang juga memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat Masyarakat pesisir memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama melalui sektor-sektor unggulan seperti perikanan, budidaya laut, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis sumber daya lokal. Keberlangsungan dan pengembangan usaha tersebut sangat tergantung pada pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien. Optimalisasi pengelolaan keuangan merupakan upaya strategis untuk memanfaatkan sumber daya keuangan yang ada secara maksimal guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Di wilayah ini. UMKM berperan besar dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan, dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, akses modal, dan pemanfaatan Kurangnya literasi keuangan dan tidak adanya pencatatan usaha yang sistematis menjadi hambatan utama dalam pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan dalam pengelolaan keuangan dan akses Banyak pelaku UMKM masih mengandalkan cara pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan, kurang sistematis, dan tidak efisien. Hal ini berdampak pada ketidakmampuan mereka untuk memantau modal, mengelola hutang dengan baik, dan membuat keputusan usaha yang tepat berdasarkan data keuangan yang valid. Keterbatasan ini juga menghambat kemampuan UMKM untuk mengakses pembiayaan formal dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Pengelolaan keuangan yang baik memungkinkan masyarakat pesisir untuk mengendalikan arus kas, memantau penggunaan modal, mengatur hutang secara bijaksana, serta merencanakan investasi dan pengembangan usaha secara terukur. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang lemah dapat menyebabkan kesulitan likuiditas, pemborosan modal, dan hambatan akses pembiayaan formal, yang semuanya berdampak negatif terhadap keberlanjutan Menurut Mushtaq dan Kar . , pengelolaan keuangan yang sistematis memberikan manfaat signifikan bagi UMKM dalam hal pengendalian biaya, peningkatan efisiensi, dan perencanaan strategis yang berkelanjutan. Hal ini sangat relevan bagi masyarakat pesisir yang sering menghadapi keterbatasan sumber daya dan akses pasar (Mushtaq & Kar, 2. Lebih lanjut, literasi keuangan menjadi faktor kunci dalam optimalisasi pengelolaan keuangan. Penelitian oleh Lusardi dan Mitchell . menegaskan bahwa tingkat literasi keuangan yang baik berhubungan erat dengan kemampuan individu dalam mengelola modal, mengambil keputusan investasi, dan memanfaatkan instrumen keuangan secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat pesisir harus menjadi prioritas agar mereka mampu memaksimalkan potensi sumber daya keuangan yang dimiliki. Dari gambaran tersebut terlihat bahwa yang menjadi permasalahan dan merupakan kendala utama yang membuat UMKM sulit untuk berkembang adalah kurangnya pengetahuan terkait sistem akuntansi yang baik. Berbagai faktor turut menyumbang masalah ini, salah satunya adalah masih banyak pelaku UMKM yang enggan menghadapi aspek rumit seperti pencatatan akuntansi dan pengelolaan keuangan. Padahal, pencatatan administrasi keuangan yang rapi sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha. Tidak jarang para pengusaha UMKM tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah dana yang mereka miliki, modal yang sudah digunakan, besaran hutang dan piutang, maupun apakah bisnis mereka menghasilkan keuntungan atau malah rugi. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 di wilayah pesisir yaitu Desa Pengudang. Kabupaten Bintan Kepulauan Riau, dengan sasaran utama pelaku UMKM di bidang pengolahan hasil laut, kerajinan tangan, dan perdagangan kecil. Metode yang diterapkan dalam penelitian This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengikuti serangkaian langkah. Langkah pertama melibatkan perencanaan serta identifikasi masalah melalui survei awal di lokasi. Setelah itu, dilakukan wawancara, diskusi, dan pengambilan keputusan mengenai permasalahan yang ada beserta solusi yang dapat diusulkan. Tahap berikutnya adalah implementasi keputusan yang telah dibuat dan evaluasi terhadap hasil dari kegiatan tersebut. Metode pelaksanaan terdiri dari: Sosialisasi pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, . Pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi berbasis digital, . Pendampingan langsung dalam input data dan pencatatan transaksi keuangan, serta . Evaluasi hasil kegiatan melalui wawancara dan observasi partisipatif. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dengan melibatkan pelaku UMKM secara aktif agar mereka dapat memahami langsung tahapan penggunaan aplikasi dan mampu menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penerapan Tridharma Perguruan Tinggi yang dilakukan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Fakultas Hukum Universitas Batam untuk berkontribusi kepada masyarakat dari sisi pengabdian untuk berbagi keilmuan. Sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki catatan keuangan yang tertata dengan baik. Mereka hanya mengandalkan ingatan atau pencatatan manual yang tidak Setelah pelatihan dan pendampingan, peserta menunjukkan kemampuan dalam menggunakan aplikasi akuntansi untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran, menyusun neraca awal, serta menghasilkan laporan keuangan sederhana. Adopsi teknologi ini berdampak positif terhadap transparansi usaha, efisiensi pengelolaan modal, serta kesiapan dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. Pelaku UMKM juga merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha karena memiliki data keuangan yang bisa digunakan untuk evaluasi dan perencanaan. Kondisi UMKM di Wilayah Pesisir Wilayah pesisir di Indonesia merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam, terutama perikanan, kelautan, dan hasil laut lainnya. Masyarakat pesisir sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perikanan, budidaya laut, serta usaha kecil berbasis hasil alam dan kearifan UMKM di daerah pesisir umumnya merupakan usaha mikro dan kecil yang bergerak di bidang berikut: Oe Oe Oe Oe Pengolahan hasil laut: seperti pengeringan ikan, pembuatan abon ikan, otak-otak ikan dan sotong, pengolahan kerupuk ikan dan hasil laut lain. Kerajinan tangan: kerajinan dari bahan baku laut seperti kerang, rumput laut, dan kayu yang diolah menjadi souvenir atau barang seni. Perdagangan kecil: toko kelontong, warung makan, dan jasa angkut hasil tangkapan Budidaya laut: seperti budidaya rumput laut, tambak ikan dan udang, serta budidaya This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Produk-produk ini memiliki potensi pasar yang cukup besar, baik lokal maupun nasional, bahkan internasional jika didukung dengan pengelolaan usaha yang tepat dan strategi pemasaran yang Tantangan dan Hambatan UMKM di Daerah Pesisir Meskipun potensial. UMKM di pesisir menghadapi sejumlah hambatan, terutama dalam pengelolaan usaha secara konvensional, antara lain: Pengelolaan Keuangan yang Kurang Sistematis Banyak pelaku UMKM masih menggunakan pencatatan manual atau bahkan tidak melakukan pencatatan keuangan sama sekali. Oe Tidak adanya laporan keuangan yang jelas menyebabkan sulitnya mengukur kesehatan usaha, mengelola modal, dan merencanakan pengembangan usaha. Keterbatasan Akses Modal dan Pembiayaan Oe Modal usaha yang terbatas dan sulit mendapatkan akses pembiayaan formal menjadi kendala utama. Oe Kurangnya data dan catatan keuangan yang valid membuat pelaku UMKM sulit mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan resmi. Keterbatasan Pengetahuan dan Keterampilan Digital Oe Minimnya literasi digital menghambat kemampuan pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran dan pengelolaan usaha. Oe Kesulitan dalam mengakses platform digital maupun aplikasi pengelolaan usaha yang mudah digunakan. Akses Pasar yang Terbatas Oe UMKM masih sangat bergantung pada pasar tradisional dengan jangkauan terbatas. Sulit menjangkau pelanggan yang lebih luas, apalagi di luar daerah pesisir, sehingga pembesaran usaha menjadi terhambat. Infrastruktur yang Kurang Mendukung Oe Oe Oe Wilayah pesisir sering mengalami kendala infrastruktur seperti jaringan internet yang tidak stabil, transportasi yang terbatas, dan fasilitas penyimpanan hasil produksi yang kurang memadai Pentingnya Digitalisasi dalam Pengelolaan Keuangan UMKM Mengapa Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Penting bagi UMKM? UMKM sering kali menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan secara manual, yang rentan terhadap kesalahan pencatatan, ketidakakuratan data, dan keterbatasan waktu serta sumber daya. Digitalisasi pengelolaan keuangan memungkinkan pelaku UMKM untuk melakukan pencatatan transaksi, pemantauan modal dan hutang, serta pembuatan laporan keuangan secara cepat, akurat, dan efisien. Digitalisasi juga menjadi kunci agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar yang semakin kompetitif, serta membuka peluang untuk akses pembiayaan dan pemasaran yang lebih luas. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Keuntungan Pengelolaan Keuangan Berbasis Digital Pencatatan yang Akurat dan Real-time: Data transaksi dapat dicatat secara langsung dan otomatis, mengurangi risiko kesalahan manusia dan keterlambatan pelaporan. Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses pencatatan dan pembuatan laporan menjadi lebih cepat tanpa perlu tenaga khusus atau perangkat mahal. Mudah Dipahami dan Diakses: Informasi keuangan dapat diakses kapan saja dan dari mana saja melalui smartphone atau Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas: Semua transaksi tercatat jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, memudahkan evaluasi usaha dan pengambilan keputusan. Memudahkan Perencanaan dan Pengelolaan Modal: Dengan data keuangan yang lengkap. UMKM bisa merencanakan penggunaan modal dan pengelolaan utang lebih strategis. Mendukung Akses Pembiayaan: Catatan keuangan digital yang rapi menjadi bukti valid bagi lembaga keuangan untuk memberikan kredit atau pinjaman. Dampak Positif Digitalisasi bagi Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran UMKM Peningkatan Produktivitas Usaha: Digitalisasi memudahkan pelaku UMKM mengelola stok, pembelian bahan baku, dan keuangan sehingga operasional berjalan lebih lancar dan efisien. Pengambilan Keputusan yang Lebih Cepat dan Tepat: Data real-time memungkinkan UMKM merespon perubahan pasar dengan cepat, seperti menyesuaikan harga, promosi, atau pengeluaran. Memperluas Akses Pasar melalui Pemasaran Digital: UMKM dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk ke pelanggan yang lebih luas, termasuk melalui media sosial dan marketplace. Membangun Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan: Dengan pengelolaan usaha yang profesional dan transparan. UMKM dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis. Meningkatkan Kesempatan Kolaborasi dan Networking: Digitalisasi membuka peluang untuk bergabung dengan ekosistem bisnis yang lebih besar, mendapatkan pelatihan, dan bantuan pendanaan. Proses Kegiatan Pengabdian Proses pelaksanaan pengabdian diawali dengan penjelasan tentang proses cara-cara memperoleh modal pendanaan eksternal dan pentingnya Pencatatan Hak Kekayaan Intelektual berupa Paten. Merek, dan Desain Industri pada UMKM oleh narasumber dari Fakultas Hukum Program Studi S1 Ilmu Hukum Ibu Christiani Prasetyasari, dilanjutkan dengan berbagai persyaratan dan trik-trik penting untuk lolos memperoleh sumber pendanaan dari pemerintah dan juga kredit di bank oleh narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi S3 Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu Ibu Angelina Eleonora Rumengan. Kegiatan pengabdian ditutup oleh narasumber dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi S2 Magister Akuntansi Ibu R. Widyanti Diah Lestari tentang pentingnya digitalisasi pengelolaan keuangan bagi UMKM. Berikut dokumentasi hasil pelaksanaan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. kegiatan pengabdian: KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan melalui aplikasi akuntansi dapat meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas manajerial pelaku UMKM di wilayah pesisir. Metode pelatihan dan pendampingan langsung terbukti efektif dalam memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta. Keberhasilan ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan eksternal dan memperkuat posisi mereka dalam sistem ekonomi lokal. Digitalisasi pengelolaan keuangan bukan hanya sebuah tren teknologi, tetapi sebuah kebutuhan strategis bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang di era UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Batam atas dukungan dan fasilitasi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pelaku UMKM di wilayah pesisir Desa Pengudang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dalam penulisan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini tidak menerima hibah khusus dari lembaga pendanaan di sektor publik, komersial, atau bagian nirlaba. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. DAFTAR PUSTAKA