Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh Computer Medianted Learning (CML) terhadap Creative Thinking Alifah Kusumaningrum*. Dwi Ringga Edwid Dian Negara. Yeti Lastuti. Hanif Afif Naufal. Lathiefah Rabbaniyah. Ira Amelia. Adam Ramadan Harahap Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Jakarta *Coresponding Author: alifahkusumaningrum@unj. Dikirim: 22-08-2025. Direvisi: 09-09-2025. Diterima: 11-09-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Computer-Mediated Learning (CML) terhadap kemampuan creative thinking mahasiswa dengan menelaah peran moderasi peer collaboration dalam lingkungan pembelajaran digital. Transformasi pendidikan di era digital membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengakses sumber daya belajar, menggunakan alat interaktif, serta berinteraksi dalam lingkungan daring yang mendukung Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif memperoleh gambaran yang lebih Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2024/2025 di program studi pendidikan ekonomi di Universitas Negeri Jakarta. Subjek penelitian adalah 120 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner skala Likert untuk mengukur CML, peer collaboration, dan creative Hasil penelitian menunjukkan bahwa CML berpengaruh positif terhadap creative thinking mahasiswa, dan pengaruh ini semakin kuat ketika dimoderasi oleh peer collaboration. Mahasiswa yang aktif berkolaborasi dalam forum diskusi, proyek kelompok, dan berbagi dokumen cenderung menghasilkan ide-ide lebih inovatif serta memiliki fleksibilitas berpikir yang lebih tinggi. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya desain strategi pembelajaran digital yang menekankan integrasi teknologi adaptif dengan aktivitas kolaboratif terstruktur, sehingga setiap mahasiswa dapat berpartisipasi optimal. Kata kunci: Computer-Mediated Learning (CML). Creative Thinking. Peer Collaboration. Inovasi Teknologi Abstract: This study aims to analyze the effect of Computer-Mediated Learning (CML) on students' creative thinking skills by examining the moderating role of peer collaboration in a digital learning environment. The transformation of education in the digital era opens new opportunities for students to access learning resources, use interactive tools, and interact in an online environment that supports collaboration. This study uses a quantitative approach to obtain a more comprehensive picture. The study was conducted in the even semester of the 2024/2025 academic year in the Economics Education study program at Jakarta State University. The subjects were 120 students selected through a purposive sampling technique. The instrument used was a Likert-scale questionnaire to measure CML, peer collaboration, and creative thinking. The results show that CML has a positive effect on students' creative thinking, and this effect is stronger when moderated by peer collaboration. Students who actively collaborate in discussion forums, group projects, and document sharing tend to produce more innovative ideas and have higher thinking flexibility. The implication of these findings is the importance of designing digital learning strategies that emphasize the integration of adaptive technology with structured collaborative activities, so that every student can participate optimally. Keywords: Computer-Mediated Learning (CML). Creative Thinking. Peer Collaboration: Technology Innovation @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA PENDAHULUAN Penggunaan teknologi dan e-learning adalah satu kesatuan yang telah membawa transformasi besar dalam sistem pendidikan pada abad ke-21 (Mhlanga, 2. , (Kimmons & Rosenberg, 2. , (Timotheou et al. , 2. Hadirnya teknologi, pendidikan kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik ((Mena-Guacas et al. , 2. (Zaskia et al. , 2. ) melainkan dapat dijangkau secara global melalui platfom online serta meningkatkan inklusivitas dan pemeratan kesempatan belajar. Teknologi telah memodifikasi peran pembelajaran tradisional serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan era modern (Arar et al. , 2. (Singh et al. Hasil ini menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan dan keterampilan 4C di abad 21. Kemampuan dan keterampilan tersebut meliputi critical thinking, collaboration, communication dan creativity. Creative thinking adalah salah satu kompetensi utama abad ke-21, dan dampaknya sangat luas (Haleem et al. , 2. (Park et al. , 2. Berpikir kreatif mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide baru, memecahkan masalah secara inovatif serta beradaptasi dengan perubahan yang dinamis di abad ke-21 sesuai dengan tuntutan global (Vonny et al. , 2. Kegiatan belajar di perguruan tinggi menuntut pemikiran kritis dan kreatif, tetapi juga kemampuan untuk menguji atau memvalidasi pemikiran, yang digambarkan dalam proses ilmiah (Habib et al. , 2. Namun, dalam realitasnya, kemampuan berpikir kreatif mahasiswa masih tergolong Rendahnya kemampuan berpikir kreatif pada mahasiswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pendekatan pembelajaran yang kurang mendukung pengembangan kreativitas (Yuntawati, 2. Metode pembelajaran tradisional berbasis ceramah . eacher-centered learnin. menekankan pada hafalan dan penyerapan informasi pasif (Nathir Ghafar, 2. , . Pendekatan ini memberikan sedikit ruang bagi mahasiswa untuk berpikir out-of-the-box atau mengeksplorasi solusi alternatif dari suatu permasalahan. Akibatnya, mahasiswa cenderung hanya mengikuti pola pikir yang sebelumnya sudah tertentu tanpa mencoba melihat suatu isu dari sudut pandang yang berbeda. Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama di tengah tuntutan global yang mengharuskan individu memiliki kreativitas tinggi untuk bersaing di era revolusi industri 4. 0 dan menuju era masyarakat 5. 0 (Rassanjani et al. Faktor lain yang memengaruhi rendahnya creative thinking mahasiswa adalah minimnya minimnya integrasi teknologi dan media interaktif dalam proses Inovasi dalam pendidikan memperkenalkan cara berfikir dan belajar baru yang dapat meningkatkan keterlibatan dan prestasi mahasiswa. Salah satu pendekatan inovatif adalah dengan Computer Mediated Learning (CML). Computer Mediated Learning CML mengacu pada penggunaan teknologi komputer, perangkat lunak pembelajaran, dan platform digital di dalam proses pembelajaran. Penggunaan komputer dan perangkat lain bersama dengan alat digital memungkinkan mahasiswa untuk memainkan peran yang lebih proaktif dan menjadi pusat proses (Haleem et al. Mahasiswa dapat terlibat dalam kolaborasi yang lebih luas melalui platform digital (Cherbonnier et al. , 2. seperti forum diskusi online, video konferensi, dan tugas bersama. Kolaborasi sebaya, yang mencakup diskusi kelompok dan penyelesaian tugas secara kolektif, telah terbukti meningkatkan keterlibatan dan pemahaman @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA mahasiswa, memperkaya pengalaman belajar, dan memberikan keuntungan dalam pembelajaran berbasis kelompok. Penelitian menunjukkan bahwa CML dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa terutama dalam hal keterampilan kognitif dan metakognitif, karena memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara mandiri, namun tetap terhubung dalam lingkungan belajar yang kolaboratif (Arar et al. , 2. Penggunaan teknologi memungkinkan penyampaian materi yang lebih interaktif dan dinamis, yang memfasilitasi pengalaman belajar yang lebih mendalam. Kolaborasi sebaya menekankan pada interaksi dan kerja sama antara mahasiswa dalam menyelesaikan tugas dalam proses pembelajaran. Kolaborasi sebaya merupakan proses tingkat tinggi dalam mendukung dan memperkaya pemahaman mereka melalui diskusi, berbagi pengetahuan, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan belajar (Schyrmann et al. , 2. Kolaborasi sebaya tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga dapat membangun keterampilan sosial dan komunikasi yang Kolaborasi dapat memberikaxn kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan lain seperti pemecahan masalah, kreativitas, dan pemikiran kritis ((Ghitulescu, 2. an Laar et al. , 2. Dasar teoritis menyebutkan bahwa teknologi dalam pembelajaran berkontribusi terhadap kreativitas (Sisrayanti,2. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme spesifik yang dapat meningkatkan efektivitasnya, seperti Computer-Mediated Learning dan Peer Collaboration. Oleh karena itu, penelitian "A Comprehensive Study on The Impact of CML on Creative Thinking: The Moderating Role of Peer Collaboration" menjadi relevan untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana pembelajaran berbasis teknologi dapat dimaksimalkan melalui interaksi sosial yang efektif serta dapat ditemukan bagaimana kombinasi antara teknologi dan interaksi sosial antar mahasiswa dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam proses pembelaran, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan pendidikan di perguruan tinggi serta memperluas cakupan teori Computer-Mediated Learning (CML). Tujuan utama dari penelitian ini adalah: . untuk menganalisis pengaruh langsung Computer-Mediated Learning (CML) terhadap keterampilan Creative Thinking mahasiswa. untuk menguji peran moderasi Peer Collaboration dalam hubungan antara CML dan Creative Thinking. untuk mengevaluasi seberapa besar kontribusi keterlibatan mahasiswa dalam Peer Collaboration dalam memperkuat efektivitas pembelajaran berbasis CML. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Analisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengujian model pengukuran . uter mode. dan pengujian model struktural . nner mode. Pada tahap outer model, dilakukan uji validitas konvergen, validitas diskriminan, serta reliabilitas konstruk untuk memastikan kualitas Selanjutnya, tahap inner model digunakan untuk menguji hubungan kausal antar variabel laten dengan melihat nilai koefisien jalur . ath coefficien. , nilai Rsquare, effect size . A), serta uji signifikansi melalui bootstrapping. Pendekatan ini dipilih karena mampu menjelaskan hubungan kausal antar variabel laten yang kompleks serta mengakomodasi model penelitian dengan indikator yang bersifat reflektif dan formatif. PLS-SEM juga cocok digunakan pada penelitian eksploratif @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA yang melibatkan pengembangan teori serta saat ukuran sampel relatif kecil hingga Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring berbasis Google Form yang disebarkan kepada mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria telah mengikuti perkuliahan berbasis Computer-Mediated Learning (CML) dan memiliki pengalaman berkolaborasi dalam pembelajaran daring. Instrumen kuesioner disusun berdasarkan indikator teoritis dari variabel CML. Peer Collaboration, dan Creative Thinking yang diadaptasi dari penelitian terdahulu. Setiap item pertanyaan diukur menggunakan skala Likert 1Ae5, mulai dari "sangat tidak setuju" hingga "sangat setuju". HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Validitas Konvergen Uji validitas dalam SEM-PLS dilakukan menggunakan nilai outer loading. Berdasarkan hasil analisis uji convergent validity pada setiap varibel diliat melalui outer loadings . easurent mode. Uji outer model dilakukan untuk melihat bagaimana hubungan antar variabel laten dengan indikator-indikatornya. Nilai loading factor di atas 0,700 dinyatakan sebagai ukuran ideal atau valid sebagai indikator. Gambar 1. Path Diagram Tabel 1. Outer Loading CML Creative Thinking Peer Collaboration @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA Pada Tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai outer loading factor semua item pertanyaan >0. 70, maka dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dinyatakan valid konvergen. Validitas Diskriminan Model memiliki discriminant validity yang lebih baik apabila akar kuadrat AVE untuk masing-masing konstrak lebih besar dari korelasi antara dua konstrak di dalam Nilai AVE yang baik disyaratkan memiliki nilai lebih besar dari 0,50. Berikut output deskriminan validitas yang di rangkum pada Tabel 2. Tabel 2. Output Diskriminan Validity CML Creative Thinking Peer Collaboration CML Creative Thinking Peer Collaboration Berdasarkan tabel di atas, nilai akar kuadrat AVE semuanya memiliki nilai lebih besar dari masing-masing kontruk dengan konstruk lainnya. Artinya, dengan kriteria Fornell Larcker pada penelitian ini sudah memenuhi kriteria validitas diskriminan yang baik, sehingga dapat dipergunakan dalam penelitian ini. Uji Reability Tabel 3. Uji Reability dan Validity CML Creative Thinking Peer Collaboration Cronbach's alpha Composite reliability . Berdasarkan tabel di atas, nilai Cronbach's alpha dan Composite reliability . semua variable > 0,70, maka semua variable sudah reliabel. Hasil Evaluasi Model Struktural (Inner mode. R Square Tabel 4. Uji Hipotesis Creative Thinking Peer Collaboration R-square R-square adjusted Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai R-square adjusted variabel creative thinking sebesar 0,397 yang menandakan bahwa variabel CML dan peer collaboration mampu menjelaskan variabel creative thingking sebesar 39,7%. Artinya model tersebut dianggap moderate. Sedangkan nilai R-square adjusted variabel peer collaboration sebesar 0,307 hal tersebut menandakan bahwa variabel CML mampu menjelaskan varibel peercollaboration sebesar 30,7%. Artinya model tersebut dianggap rendah. Effect Size Analisis F-Square (F. merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antar variabel. Dengan kata lain, uji ini @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA digunakan untuk mengetahui tingkat predictor variabel laten. Ketentuan mengenai kriteria analisis F2 yaitu apabila nilai F2 sebesar 0,02 maka dikategorikan lemah, nilai F2 sebesar 0,15 maka dikategorikan moderat, dan nilai F 2 sebesar 0,35 maka dikategorikan kuat. Adapun hasil pengujian analisis F2 dapat ditunjukkan pada Tabel Tabel 5. Nilai F-Square CML Peer Collaboration Creative Thinking Peer Collaboration Berdasarkan hasil output F2 pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa pengaruh variabel CML terhadap creative thinking sebesar 0. , pengaruh CML terhadap peer collaboration 0,453 . dan pengaruh peer collaboration terhadap creative thinking 0,082 . Uji Hipotesis Tabel 6. Hipotesis CML -> Creative Thinking CML -> Peer Collaboration Peer Collaboration -> Creative Thinking CML -> Peer Collaboration -> Creative Thinking Path Koefisien T statistics P values Berdasarkan table di atas. CML -> Creative Thinking diperoleh nilai p values 0,000<0,05 , maka H1 didterima artinya CML berpengaruh terhadap creative thingking. CML -> Peer Collaboration diperoleh nilai p values 0,000<0,05 , maka H2 diterima, artinya CML berpengaruh terhadap peer collaboration. Peer collaboration > Creative Thinking diperoleh nilai p values 0,002<0,05 , maha H3 diterima artinya peer collaboration berpengaruh terhadap creative thingking, dan CML berpengaruh terhadap creative thingking melalui peer collaboration. Pembahasan CML Berpengaruh terhadap Creative Thinking Kolaborasi CML dan peer collaboration dapat mendorong peningkatan dalam keterampilan creative thinking khususnya pada pembuatan ide baru, mengembangkan solusi kreatif, dan berinovasi. Model ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran hybrid di perguruan tinggi, khususnya dalam pendidikan ekonomi. Diharapkan, kebijakan akademik dapat mendukung integrasi CML dan kerjasama kelompok, sehingga kualitas pembelajaran dan kesiapan lulusan meningkat selaras dengan standar pendidikan berkualitas global. Berdasarkan hasil penelitian di atas, diketahui bahwa mahasiswa S-1 Pendidikan Ekonomi angkatan 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa Computer-Mediated Learning (CML) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Creative Thinking dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,449, yang berarti semakin tinggi intensitas atau kualitas pembelajaran berbasis CML, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kreatif Nilai T-statistik sebesar 5,556 jauh di atas batas kritis 1,96, dan nilai Pvalue sebesar 0,000 . ebih kecil dari 0,. mengindikasikan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa CML berperan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA penting dalam mendorong pengembangan keterampilan berpikir kreatif, khususnya di kalangan mahasiswa pendidikan ekonomi. Pada mahasiswa pendidikan ekonomi, penerapan CML dapat diarahkan untuk menyimulasikan skenario bisnis dan ekonomi, seperti analisis pasar digital atau rencana bisnis berbasis platform e-commerce. Pendekatan ini tidak hanya melatih kemampuan analitis dan pengambilan keputusan, tetapi juga mendorong inovasi dalam menyusun produk atau strategi bisnis. Ini sejalan dengan tujuan SDG 4 (Quality Educatio. , yaitu menyediakan pendidikan inklusif dan merata yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21, termasuk peningkatan kreativitas dan kompetensi teknologi. CML Berpengaruh terhadap Peer Collaboration Computer-Mediated Learning (CML) mendorong adanya interaksi antar mahasiswa tanpa terbatas waktu dan ruang, seperti lewat forum diskusi, chat, dan kolaborasi dokumen daring. Penelitian comparatif menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok yang menggunakan CML memiliki performa kreativitas lebih baik daripada yang hanya belajar tatap muka . ace-to-fac. , terutama dalam aspek fluency, flexibility, dan originality (Veerman & Veldhuis-Diermanse, 2. Hal ini menunjukkan bahwa CML memberikan ruang yang luas bagi kolaborasi sejawat ketika mahasiswa bisa saling berbagi ide secara asinkron dan mendalami pemahaman bersama. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa Computer-Mediated Learning (CML) berpengaruh signifikan terhadap creative thinking, dengan koefisien jalur sebesar 0,449, yang menunjukkan hubungan positif dan moderat. Nilai T-statistic sebesar 5,556 lebih tinggi dari ambang batas signifikansi 1,96, dan nilai P sebesar 0,000 mengindikasikan bahwa pengaruh tersebut sangat signifikan secara statistik. Artinya, semakin tinggi penerapan CML dalam proses pembelajaran, maka semakin besar pula kemampuan berpikir kreatif yang berkembang pada mahasiswa. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa CML merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan ekonomi. Mahasiswa pendidikan ekonomi di FEB UNJ, ketika terlibat dalam platform CML, seperti simulasi pasar dan diskusi kelompok daring, tidak hanya belajar teori, namun juga membangun insight bersama. Interaksi peer-to-peer ini membantu mereka menggali problem ekonomi dari sudut pandang berbeda, sehingga mengasah kompetensi analisis kuantitatif dan kreatif. Studi meta pada konteks sejenis menunjukkan bahwa peer learning via digital storytelling secara signifikan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar peserta. Komponen penting dalam peer collaboration adalah umpan balik dari sesama. Studi CSCL mencatat bahwa peer feedback dalam CML meningkatkan kualitas karya mahasiswa hingga menghasilkan level kreativitas yang lebih tinggi (Li Y. , 2. Dalam konteks mahasiswa ekonomi, saat peer memberikan kritik konstruktif terhadap rencana bisnis atau analisis pasar, proses tersebut membantu penerima dan pemberi feedback sama-sama kritis, meningkatkan kualitas pemahaman dan kerja tim. Internasional menetapkan SDG 4 untuk menjamin pendidikan inklusif, relevan, dan berkualitas di segala tingkatan. Integrasi CML yang memperkuat peer collaboration sejalan dengan tujuan ini, karena menyediakan akses pembelajaran kolaboratif yang egaliter dan fleksibel. Dengan demikian, strategi pembelajaran berbasis CML dan kolaborasi sejawat dapat membantu FEB UNJ meningkatkan kualitas pendidikan, mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya menguasai konsep @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA ekonomi, tetapi juga kompetensi abad ke-21 seperti komunikasi, kerjasama, dan inovasi digital. Peer Collaboration terhadap Creative Thinking Peer Collaboration adalah bentuk kerja sama antara sesama mahasiswa dalam proses pembelajaran yang memungkinkan pertukaran ide, pemecahan masalah bersama, dan refleksi kritis. Interaksi ini secara alami menstimulasi Creative Thinking, yakni kemampuan menghasilkan ide-ide baru, orisinal, dan relevan. Dalam lingkungan pendidikan tinggi, kolaborasi semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan budaya inovatif dan pembelajaran aktif. Berdasarkan tabel yang Anda lampirkan, hubungan antara Peer Collaboration dan Creative Thinking ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar 0,266. T-statistik sebesar 3,100, dan P-value sebesar 0,002. Ini menunjukkan bahwa Peer Collaboration berpengaruh positif dan signifikan terhadap Creative Thinking. Nilai koefisien 0,266 menandakan bahwa peningkatan intensitas kolaborasi antar mahasiswa akan diikuti oleh peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Nilai T yang lebih besar dari 1,96 dan P < 0,05 mengonfirmasi bahwa hasil tersebut signifikan secara statistik. Mahasiswa pendidikan ekonomi diharapkan memiliki kemampuan menyusun strategi kreatif dalam menghadapi isu ekonomi digital. Kolaborasi antar mahasiswa memungkinkan mereka menganalisis kasus ekonomi, berdiskusi tentang tren pasar, hingga merancang solusi bisnis berbasis teknologi secara kolektif. Proses ini menciptakan ruang belajar yang bukan hanya fokus pada teori, tetapi juga pada pengembangan ide dan inovasi, yang merupakan inti dari Creative Thinking. Dalam konteks ini, kolaborasi sejawat memperkuat kemampuan mereka dalam menyampaikan argumen logis dan mengusulkan pendekatan baru terhadap masalah Hasil ini menegaskan bahwa lembaga pendidikan tinggi, seperti FEB UNJ, perlu mengintegrasikan strategi pembelajaran kolaboratif dalam program hybrid learning. Ini termasuk mendorong kerja kelompok virtual, proyek kolaboratif daring, dan diskusi peer-to-peer sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dosen juga dapat menggunakan rubrik kolaborasi dan peer assessment untuk memperkuat peran kolaborasi sejawat. Dengan memperkuat Peer Collaboration, maka tidak hanya pencapaian akademik yang meningkat, tetapi juga keterampilan soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa depan. CML Berpangerauh terhadap Creative Thinking Melalui Peer Collaboration Pembelajaran abad ke-21. Peer Collaboration berperan sebagai jembatan antara penggunaan teknologi (CML) dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti Creative Thinking. Penggunaan teknologi pembelajaran saja tidak cukup untuk menumbuhkan kreativitas tanpa adanya interaksi dan pertukaran ide antar mahasiswa. Dengan kata lain, kolaborasi sejawat berfungsi sebagai katalisator yang memperkuat pengaruh CML terhadap pencapaian hasil belajar kreatif. Berdasarkan gambar yang Anda lampirkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Computer-Mediated Learning(CML) memiliki pengaruh tidak langsung terhadap Creative Thinking melalui Peer Collaboration dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,148. T-statistik 2,976, dan P-value 0,003. Nilai ini mengindikasikan bahwa efek mediasi bersifat signifikan secara statistik, karena T > 1,96 dan P < 0,05. Artinya, semakin efektif CML diterapkan, maka kolaborasi antar mahasiswa akan meningkat, @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA dan pada akhirnya akan mendorong pengembangan berpikir kreatif mahasiswa pendidikan ekonomi. Hasil ini mendukung prinsip SDG 4 tentang peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Strategi pembelajaran yang menggabungkan CML dan Peer Collaboration secara nyata memberikan kontribusi terhadap pembentukan lulusan yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan adaptif di era digital. Menurut GarcyaHolgado et al. , model pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi sangat efektif dalam meningkatkan engagement dan kompetensi belajar mahasiswa. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar program studi pendidikan ekonomi di FEB UNJ memperkuat penerapan hybrid learning yang mengintegrasikan CML dengan strategi pembelajaran kolaboratif, seperti proyek berbasis kelompok daring, studi kasus digital, dan peer review. Hal ini tidak hanya memperkuat keterlibatan mahasiswa tetapi juga membangun keterampilan kolaboratif dan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Peran dosen penting dalam memfasilitasi lingkungan CML yang mendorong interaksi sejawat yang aktif dan bermakna. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, penelitian ini menunjukkan bahwa Computer-Mediated Learning (CML) memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Selain itu. CML turut mendorong keterlibatan dalam peer collaboration, yang secara langsung memperkuat pengembangan kreativitas mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar mahasiswa berperan sebagai penghubung yang memperkuat keterkaitan antara pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan kemampuan berpikir kreatif. Temuan ini menekankan pentingnya desain pembelajaran digital yang tidak hanya fokus pada penyampaian materi, melainkan juga memfasilitasi interaksi sosial yang aktif, reflektif, dan kolaboratif. Dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi secara optimal, diharapkan lingkungan belajar yang terbentuk dapat mendukung penguasaan kompetensi abad ke-21, terutama dalam ranah pendidikan ekonomi di era transformasi digital. UCAPAN TERIMA KASIH Tim peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta atas dukungan dana dan fasilitas yang telah diberikan sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan dosen, tenaga kependidikan, serta semua pihak yang telah membantu dalam proses validasi instrumen, penyebaran kuesioner, dan analisis data. Kolaborasi dan kerja sama yang terjalin selama pelaksanaan penelitian ini menjadi kontribusi berharga dalam mendukung pengembangan keilmuan di bidang pendidikan, khususnya dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Kusumaningrum dkk. Peran Moderasi Peer Collaboration dalam Pengaruh ComputerA DAFTAR PUSTAKA