Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang e-ISSN: 2775-9768 p-ISSN: 2777-0974 Vol. No. Oktober 2025 Analisis Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing Pada UMKM Titin Taylor Zulhendra1*. Deni Oktaria 2 Akademi Akuntansi Indonesia Padang. Indonesia Coresponding author: zulhendra@unespadang. Info Artikel Direvisi, 10/01/2026 Diterima, 26/01/2026 Dipublikasi, 12/02/2026 Kata Kunci: Harga Pokok Produksi. Metode Full Costing. UMKM. Akuntansi Biaya. Industri Konveksi Keywords: Cost of Production. Full Costing Method. MSMEs. Cost Accounting. Convection Industry Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok produksi dengan metode full costing pada UMKM Titin Taylor. Metode full costing merupakan pendekatan yang memperhitungkan seluruh komponen biaya produksi, baik biaya variabel maupun biaya tetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Titin Taylor belum sepenuhnya menerapkan perhitungan harga pokok produksi secara komprehensif. Beberapa komponen biaya overhead pabrik, seperti biaya penyusutan mesin, dan biaya pemeliharaan peralatan belum diperhitungkan secara proporsional. Dengan penerapan metode full costing. UMKM Titin Taylor dapat menentukan harga jual yang lebih akurat, mengidentifikasi komponen biaya yang dapat dioptimalkan, mengevaluasi profitabilitas setiap jenis produk, dan membuat keputusan strategis berdasarkan informasi biaya yang lebih komprehensif. Penelitian ini merekomendasikan agar UMKM Titin Taylor mengimplementasikan metode full costing dalam sistem penentuan harga pokok produksinya untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Abstract This study aims to analyze the cost of production using the full costing method in Titin Taylor MSMEs. The full costing method is an approach that takes into account all components of production costs, both variable costs and fixed This research uses quantitative and qualitative approaches. Data collection was carried out through interviews, observations, and The results of the study show that Titin Taylor MSMEs have not fully implemented the calculation of the cost of production comprehensively. Some components of factory overhead costs, such as machine depreciation costs, and equipment maintenance costs have not been taken into account With the application of the full costing method. Titin Taylor MSMEs can determine more accurate selling prices, identify cost components that can be optimized, evaluate the profitability of each product type, and make strategic decisions based on more comprehensive cost information. This study recommends that Titin Taylor MSMEs implement the full costing method in their cost of production pricing system to increase competitiveness and business sustainability in the long term. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penyerap tenaga kerja yang Berdasarkan data kementerian koperasi dan UKM . , sektor ini menyumbang sekitar 60% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia. Meskipun demikian. UMKM sering menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaannya, terutama yang berkaitan dengan aspek keuangan dan akuntansi. Namun. DOI: https://doi. org/10. 31933/zxxkpq46 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Page 358 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 banyak UMKM menghadapi kendala dalam menentukan harga pokok produksi yang tepat karena keterbatasan pengetahuan dan penerapan metode akuntansi biaya yang sesuai. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan usaha adalah penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat. Harga pokok produksi merupakan akumulasi dari biaya- biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk, mulai dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, hingga biaya overhead produksi (Mulyadi, 2. Penentuan HPP yang akurat menjadi sangat krusial karena akan berdampak langsung pada penetapan harga jual, perhitungan laba rugi, serta pengambilan keputusan strategis lainnya. UMKM yang bergerak di bidang jasa jahit memerlukan perhitungan harga pokok produksi yang akurat untuk menentukan harga jual yang kompetitif dan memperoleh laba yang optimal. Tanpa perhitungan yang tepat. UMKM berisiko mengalami kerugian atau kehilangan pelanggan karena penetapan harga yang terlalu tinggi. Carter . dalam bukunya "Cost Accounting" menjelaskan bahwa kesalahan dalam penentuan HPP dapat menyebabkan berbagai masalah serius, seperti harga jual yang terlalu rendah sehingga tidak menutup biaya produksi, harga jual yang terlalu tinggi sehingga produk tidak kompetitif di pasar, informasi laba rugi yang tidak akurat, dan keputusan manajerial yang tidak tepat. Metode full costing merupakan pendekatan dalam menentukan harga pokok produksi dengan memperhitungkan seluruh komponen biaya produksi, baik yang bersifat variabel maupun tetap. Metode ini mencakup biaya bahan baku langsung . ain, benang, kancing, resletin. , biaya tenaga kerja langsung . ukang jahit, tukang potong, tukang finishin. , biaya overhead pabrik variabel . iaya listrik, biaya penolon. , dan biaya overhead pabrik tetap . iaya penyusutan mesin dan peralata. Penerapan metode full costing dapat memberikan informasi biaya yang lebih komprehensif dibandingkan metode variable costing yang hanya memperhitungkan biaya variabel. Firdaus dan Wasilah . dalam "Akuntansi Biaya" menjelaskan bahwa metode full costing memberikan informasi biaya yang lebih komprehensif dibandingkan metode variable costing yang hanya memperhitungkan biaya Dalam konteks UMKM yang bergerak di bidang jahitan, penerapan metode full costing akan memperhitungkan biaya overhead pabrik tetap seperti biaya penyusutan mesin jahit, mesin obras, dan peralatan lainnya, serta biaya sewa bangunan yang selama ini sering Pada praktiknya. UMKM yang diteliti oleh peneliti masih menggunakan metode tradisional dalam menghitung harga pokok produksinya, yaitu dengan hanya mempertimbangan biaya bahan baku . ain, benang, kancing, resleting dan biaya tenaga kerja langsung . ukang jahit, tukang potong, tukang finishin. , tanpa memperhitungkan secara detail komponen biaya overhead pabrik. Hal ini dapat menyebabkan perhitungan harga pokok produksi menjadi tidak akurat dan berpotensi mempengaruhi pengambilan keputusan bisnis. Menurut Horngren et al. dalam "Cost Accounting: A Managerial Emphasis", pendekatan tradisional seperti ini dapat mengakibatkan penentuan HPP yang tidak akurat, karena mengabaikan berbagai biaya overhead pabrik yang sebenarnya berkontribusi signifikan terhadap total biaya produksi. Penelitian Rahmawati . dalam Jurnal Akuntansi Biaya menunjukkan bahwa rata-rata biaya overhead pabrik pada UMKM jahitan mencapai 25-30% dari total biaya produksi, sehingga sangat penting untuk diperhitungkan secara akurat. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang analisis harga pokok produksi dengan metode full costing pada UMKM Titin Taylor untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat serta memberikan dasar yang kuat dalam penetapan harga jual dan pengambilan keputusan manajerial, serta mempertimbangkan biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap, diharapkan akan diperoleh perhitungan HPP yang lebih akurat. Hasil penelitian Page 359 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi UMKM Titin Taylor dalam menentukan harga jual yang tepat dan meningkatkan profitabilitas usaha, serta manfaat teoritis dalam pengembangan ilmu akuntansi biaya. Dengan menerapkan metode full costing, diharapkan UMKM Titin Taylor dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi, menetapkan harga jual yang kompetitif, dan pada akhirnya dapat meningkatkan profitabilitas usaha. [Time New Roman 12pt dan 1 spas. TINJAUAN PUSTAKA Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang berfokus pada pengumpulan, pengukuran, pencatatan, pelaporan, dan analisis biaya- biaya yang terjadi dalam suatu Menurut Mulyadi . 0:1-. , mendefinisikan akuntansi biaya sebagai proses pencatatan, pengelompokan, peringkasan, dan penyajian informasi biaya produksi serta penjualan produk maupun jasa melalui metode tertentu yang disertai dengan analisis. Definisi ini menekankan pada aspek prosedural akuntansi biaya sebagai sistem yang terstruktur dan sistematis dalam mengolah informasi biaya. Mulyadi juga menjelaskan bahwa akuntansi biaya tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai sistem informasi yang mendukung pengambilan keputusan strategis perusahaan. Tujuan dan Manfaat Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menurut Drury . 1:35-. menekankan dari perspektif manajemen operasional, antara lain: Improved cost control melalui identifikasi varian biaya dan analisis penyebabnya. Better pricing decisions dengan menyediakan informasi harga pokok yang akurat. Enhanced profitability analysis melalui analisis margin kontribusi produk dan segmen. Effective resource allocation dengan mengidentifikasi aktivitas yang memberikan value Support for strategic decisions seperti outsourcing, product discontinuation, dan capacity Konsep Biaya dalam Akuntansi Biaya Biaya didefinisikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu (Mulyadi, 2020:8-. Dalam akuntansi biaya, terdapat beberapa konsep dan klasifikasi biaya yang penting untuk dipahami. Klasifikasi biaya berdasarkan objek pengeluaran. Klasifikasi biaya berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan. Dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat diklasifikasikan menjadi: Biaya produksi, yaitu biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk . Biaya pemasaran, yaitu biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran . Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk. Klasifikasi biaya brdasarkan hubungan dengan produk. Biaya dapat diklasifikasikan menjadi: Biaya produk . roduct cos. , yaitu biaya yang melekat pada produk dan dihitung sebagai persediaan . nventoriable cos. Biaya periode . eriod cos. , yaitu biaya yang tidak berhubungan dengan produk dan diperlakukan sebagai beban pada periode terjadinya. Page 360 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Klasifikasi biaya berdasarkan perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume Biaya dapat diklasifikasikan menjadi: Biaya variabel, yaitu biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya tetap, yaitu biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan . Biaya semivariabel, yaitu biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel di dalamnya. Klasifikasi biaya berdasarkan jangka waktu manfaatnya. Biaya dapat diklasifikasikan menjadi: Pengeluaran modal . apital expenditur. , yaitu biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran pendapatan . evenue expenditur. , yaitu biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Biaya Produksi Biaya produksi merupakan sebuah pengorbanan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam satuan uang yang mencakup seluruh pengeluaran dari segala transaksi untuk mengolah bahan baku menjadi produk hingga siap dijual, baik itu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (Melina dkk, 2022:. Biaya Produksi terbagi menjadi 3, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Harga Pokok Produksi Drury . 1:28-. mendefinisikan harga pokok produksi sebagai total biaya yang diperlukan untuk mengkonversi raw materials menjadi finished goods. Drury membedakan antara product cost dan period cost, dimana harga pokok produksi termasuk dalam kategori product cost yang akan menjadi bagian dari inventory value sampai produk tersebut dijual. Definisi ini menekankan pada timing recognition dan inventory valuation aspects. Manfaat penentuan harga pokok produksi Penentuan harga pokok produksi memiliki beberapa manfaat penting bagi perusahaan, terutama dalam konteks UMKM. Menurut Hilton dan Platt . 0:55-. , manfaat penentuan harga pokok produksi antara lain: Pricing decisions yaitu menyediakan basis untuk penetapan harga jual yang Profitability analysis untuk mengevaluasi margin keuntungan setiap produk atau lini Inventory valuation untuk tujuan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar Performance evaluation untuk mengukur efisiensi dan efektivitas operasi produksi. Strategic decision making untuk mendukung keputusan make-or-buy, product mix optimization, dan resource allocation. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi Metode Full Costing Metode Variable Costing Page 361 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Perbandingan Full costing dan Variable Costing Tabel 1. Perbandingan Full costing dan Variable Costing Full costing Variable costing Biaya yang Seluruh biaya produksi Hanya biaya produksi variabel ( varibel dan teta. Perlakuan biaya Dimasukkan sebagai komponen Dibebankan langsung sebagai overhead pabrik HPP biaya periode Nilai persediaan Lebih tinggi karena mencakup biaya Lebih rendah karena hanya overhead tetap mencakup biaya variabel Laporan laba rugi Format berdasarkan fungsi biaya Format berdasarkan perilaku Laba yang dilaporkan Dipengaruhi oleh perubahan Tidak dipengaruhi oleh perubahan Kesesuaian untuk pelaporan Sesuai dengan GAAP dan standar Tidak sesuai dengan GAAP, hanya pelaporan keuangan untuk keperluan internal Relevansi untuk pengambilan Lebih baik untuk keputusan jangka Lebih baik untuk keputusan jangka pendek Anlisis biaya- volume- laba Sulit dilakukan Mudah dilakukan Sumber: Horngren et al. Aspek Defenisi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berikut ini merupakan pengertian usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 tahun 2021, yaitu: Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha Mikro. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Menengah. METODE PENELITIAN Studi Kepustakaan Menurut Sugiyono . , studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data dari laporan penelitian, buku-buku ilmiah, artikel, dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Pengumpulan data yang dilakukan yakni melakukan kegiatan pencarian data dan informasi dengan membaca landasan teori, peraturan perundang- undangan yang berlaku, dan melakukan literature buku-buku untuk mencari referensi. Studi Lapangan Menurut Danang Sunyoto . , studi lapangan atau field study adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan secara langsung di lapangan atau lokasi penelitian untuk memperoleh informasi yang relevan dan akurat mengenai objek yang sedang diteliti. Studi lapangan ini bertujuan untuk memahami kondisi nyata, perilaku, serta situasi yang terjadi secara langsung di lingkungan penelitian. Page 362 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Wawancara Menurut Sugiyono . , wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Melakukan wawancara terstruktur dan mendalam dengan Ibu Titin selaku pemilik UMKM Titin Taylor mengenai proses produksi, komponen biaya yang dikeluarkan, dan metode penentuan harga yang diterapkan saat ini. Wawancara dilakukan dengan panduan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, namun tetap bersifat fleksibel untuk mendapatkan informasi tambahan yang relevan. Observasi Menurut (Suharsimi. A, 2020:. Observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang terdapat di lingkungan baik yang sedang berlangsung saat itu atau masih berjalan yang meliputi berbagai aktifitas perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan pengindraan. Melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi di UMKM Titin Taylor, mulai dari tahap persiapan bahan baku hingga menjadi produk jadi. Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen- komponen biaya yang terlibat dalam proses produksi dan memahami alokasi biaya yang tepat dalam metode full costing. Dokumentasi Menurut Sugiyono . , dokumentasi merupakan pengumpulan dari catatan peristiwa yang sudah berlaku baik berbentuk tulisan, gambar/foto atau karya-karya monumental dari seorang/ instansi. Mengumpulkan dokumen- dokumen terkait biaya produksi yang dimiliki oleh UMKM Titin Taylor, seperti nota pembelian bahan baku, catatan biaya overhead, dan dokumen terkait lainnya. Jenis dan Sumber Data Jenis Data Data Kuantitatif Menurut Sugiyono . 2:7-. , data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan. Data ini digunakan dalam analisis statistik untuk menjawab pertanyaan penelitian yang bersifat kuantitatif. Data Kualitatif Menurut Sugiyono . 2:9-. , data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dengan angka, melainkan disajikan dalam bentuk narasi, deskripsi, atau kategori. Data ini digunakan untuk memahami makna, alasan, dan motivasi terhadap suatu fenomena. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti merupakan instrumen kunci. Pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi. Sumber Data Data Primer Menurut Sugiyono . Data primer dianggap sebagai data asli yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah penelitiannya secara khusus. Data Sekunder Page 363 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Menurut Sugiyono . , data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan informasi kepada pengumpul data. Data ini diperoleh melalui pihak lain atau dokumen yang telah ada sebelumnya, seperti laporan resmi, arsip, buku, dan publikasi Data sekunder digunakan untuk melengkapi data primer dan memberikan konteks tambahan dalam penelitian. MetodeAnalisis Data Menurut Sugiyono . , analisis data adalah proses mengorganisir dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dalam penelitian kualitatif, analisis data bersifat induktif, sedangkan dalam penelitian kuantitatif, analisis data dilakukan secara deduktif melalui perhitungan statistik dan pengolahan angka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. HASIL DAN PEMBAHASAN Biaya Bahan Baku Biaya bahan baku pada UMKM Titin Taylor terdiri dari berbagai jenis kain dan bahan pendukung yang digunakan dalam proses pembuatan pakaian. Berikut adalah rincian bahan baku yang digunakan: Tabel 1. Biaya Bahan Baku Elemen Biaya Kebutuhan Dasar kain burkat 2 meter Dasar kain songket 1,5 meter Kain puring 2,5 meter Resleting baju 1 pcs Resleting rok 1 pcs Hak 1 pasang Benang 1 biji Karet 50 cm Kain krah 25 cm Kain pinggang 25 cm Jumlah Sumber: Titin Taylor . Harga Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total biaya bahan baku untuk satu stel pakaian adalah Rp. Biaya bahan baku tersebut merupakan komponen utama dalam perhitungan harga pokok produksi. Biaya Bahan Baku Langsung Menggunakan Metode Full Costing . asis 80 stel/ tahu. Tabel 2. Biaya Bahan Baku per Tahun Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Dasar kain burkat Rp. Dasar kain songket Rp. Kain furing Rp. Rosleting baju Rp. Rosleting rok Rp. Hak Rp. Benang Rp. Karet Rp. Kain krah Rp. Kain pinggang Rp. Total Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Page 364 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Rp. Jumlah Sumber: Diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel diatas, total biaya bahan baku per tahun adalah Rp. untuk 80 stel pakaian. Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Tenaga Kerja Langsung Menurut UMKM Titin Taylor Biaya tenaga kerja langsung pada UMKM Titin Taylor meliputi upah pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi pakaian. Berikut adalah rincian biaya tenaga kerja Tabel 3. Biaya Tenaga Kerja Langsung Jenis Upah Jumlah Biaya Upah potong & upah 1 orang Rp. Upah jahit Jumlah Sumber: Titin Taylor . 2 orang Rp. Total Rp. Rp. Rp. Berdasarkan tabel diatas total biaya tenaga kerja langsung untuk satu stel pakaian adalah Rp. Biaya Tenaga Kerja Langsung Menggunakan Metode Full Costing . asis 80 stel/ tahu. Tabel 4. Biaya Tenaga Kerja Langsung per Tahun Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Total Upah potong & 1 orang Rp. Rp. upah finishing Upah jahit 2 orang Rp. Rp. Rp. Jumlah Sumber: Diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel diatas, total biaya tenaga kerja langsung per tahun adalah Rp. 000 untuk 80 stel pakaian. Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik Menurut UMKM Titin Taylor Biaya overhead pabrik pada UMKM Titin Taylor mencakup biaya- biaya yang tidak termasuk dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, namun diperlukan dalam proses produksi. Biaya overhead pabrik terdiri dari biaya overhead variabel ( biaya operasional variabel, biaya bahan penolong, dan biaya pemeliharaan variabe. dan biaya overhead tetap . iaya penyusutan, biaya pemeliharaan tetap, dan biaya tetap lainny. Berikut rinciannya: Tabel 5. Biaya Overhead Pabrik dari UMKM Titin Taylor Elemen Biaya Jumlah Harga Biaya Listrik 13,5 kWh Rp. Parfum Laundry 0,5 liter Rp. Rp. Jumlah Sumber: Titin Taylor . Page 365 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 . Biaya Overhead Pabrik Variabel Biaya overhead pabrik variabel adalah biaya overhead yang berubah seiring dengan tingkat produksi atau aktivitas produksi. Biaya- biaya tersebut terdiri sebagai Tabel 6. Biaya Overhead Pabrik Variabel per stel Elemen Biaya Kebutuhan Harga Biaya Biaya Listrik 13,5 kWh Rp. 850/ kwh Parfum Laundry 0,5 liter Rp. 000/ liter Biaya bahan Kertas pola 2 lembar Rp. 000/ lembar Kapur jahit 1 batang Rp. 000/ batang Pensil 0,1 buah Rp. 000/ buah Buku catatan 0,05 buah Rp. 000/ buah Penggaris 0,02 buah Rp. 000/ buah Meteran 0,01 buah Rp. 000/ buah Karbon jahit 1 buah Rp. 500/ buah Rader . embuat 0,05 buah Rp. 000/ buah Biaya Oli mesin jahit 50 ml Rp. 200/ ml Pembersihan 1 kali Rp. 000/ kali Jarum jahit 2 buah Rp. 500/ buah . Total BOP variabel per stel Sumber: Diolah oleh penulis . Total Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Berdasarkan tabel diatas total biaya overhead pabrik variabel untuk satu stel pakaian adalah Rp. Biaya Overhead Pabrik Tetap Biaya overhead pabrik tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun tingkat produksi berubah. Biaya- biaya tersebut adalah: Tabel 7. Biaya Overhead Pabrik Tetap per tahun Elemen Biaya Umur Harga Biaya per tahun Biaya Penyusutan mesin jahit 8 tahun Rp. Rp. Penyusutan mesin 8 tahun Rp. Rp. Penyusutan 5 tahun Rp. Rp. gunting kain Penyusutan 4 tahun Rp. Rp. penggaris/ meter Biaya Page 366 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Servis rutin mesin Servis rutin mesin Kalibrasi peralatan 2 kali per 2 kali per 1 kali per Biaya tetap Biaya listrik tetap 12 bulan . Asuransi peralatan 1 tahun Total BOP tetap per tahun Sumber: Diolah oleh penulis . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Berdasarkan tabel diatas total biaya overhead pabrik tetap per tahun adalah Rp. Rekapitulasi Biaya Overhead Pabrik per stel Tabel 8. Rekapitulasi Biaya Overhead Pabrik per stel . asis 80 stel/ tahu. Jenis BOP Perhitungan Biaya per stel BOP Variabel Langsung per stel Rp. BOP Tetap Rp. 000 : 80 stel Rp. Rp. Total BOP per stel Sumber: Diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel diatas, total biaya overhead pabrik untuk satu stel pakaian dengan metode full costing adalah Rp. Biaya Overhead Pabrik Menggunakan Metode Full Costing . asis 80 stel/tahu. Tabel 9. Biaya Overhead Pabrik per Tahun Jenis BOP Perhitungan Total/ tahun BOP Variabel Rp. 950 x 80 stel Rp. BOP Tetap Langsung per tahun Rp. Rp. Sumber: Diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel diatas, total biaya overhead pabrik per tahun adalah Rp. Perhitungan Harga Pokok Produksi Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode yang Diterapkan UMKM Titin Taylor Berdasarkan data yang diperoleh. UMKM Titin Taylor menggunakan metode penentuan harga pokok produksi sebagai berikut: Tabel 10. Perhitungan Harga Pokok Produksi Elemen Biaya Harga Biaya bahan baku Rp. Biaya tenaga kerja langsung Rp. Biaya overhead Rp. Jumlah Rp. Page 367 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Sumber: Diolah oleh penulis . Dari perhitungan diatas, harga pokok produksi per stel dengan metode yang diterapkan oleh UMKM Titin Taylor adalah Rp. Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full costing Metode full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat variabel maupun tetap. Tabel 11. Perhitungan HPP dengan Metode Full costing Elemen Biaya Unit Biaya per stel Biaya per Biaya bahan baku Rp. Rp. Biaya tenaga kerja Rp. Rp. Biaya overhead Rp. Rp. Harga pokok produksi Rp. Rp. Sumber: Diolah oleh penulis . Berdasarkan beberapa tabel diatas, dapat kita ketahui perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing pada UMKM Titin Taylor adalah sebagai berikut: Harga pokok produksi per stel = Total harga pokok produksi Jumlah produksi HPP per stel = Rp. 000 = Rp. 80 stel Jadi, harga pokok produksi per stel dengan metode full costing adalah Rp. Analisis Perbandingan Metode Penentuan Harga Pokok Produksi Perbandingan Hasil Perhitungan Berikut adalah perbandingan hasil perhitungan harga pokok produksi antara metode yang diterapkan oleh UMKM Titin Taylor dan metode full costing: Tabel 12. Perbandingan Hasil Perhitungan Metode Harga Pokok Produksi Metode UMKM Titin Taylor Rp. Metode full costing Rp. Selisih Rp. Persentase selisih 7,26% Sumber: Diolah oleh penulis . Berdasarkan perbandingan pada tabel diatas, terdapat selisih sebesar Rp. 875 atau 7,26% antara metode yang diterapkan oleh UMKM Titin Taylor dengan metode full Metode full costing menghasilkan harga pokok produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode yang diterapkan oleh UMKM Titin Taylor. Page 368 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Analisis Penyebab Perbedaan Perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi yang signifikan antara metode yang diterapkan oleh UMKM Titin Taylor dengan metode full costing disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Kelengkapan Komponen Biaya Overhead Pada metode yang diterapkan oleh UMKM Titin Taylor, biaya overhead hanya diperhitungkan Rp. 000 per stel yang terdiri dari beberapa biaya. Sementara itu, dengan metode full costing, biaya overhead diperhitungkan secara komprehensif sebesar Rp. 825 per stel, yang mencakup: BOP Variabel: Rp. iaya operasional, bahan penolong, dan pemeliharaan BOP Tetap: Rp. enyusutan, pemeliharaan tetap, dan asurans. Penyusutan Peralatan Metode UMKM Titin Taylor tidak memperhitungkan biaya penyusutan peralatan produksi, padahal ini merupakan komponen penting dalam full costing. Biaya penyusutan per stel mencapai Rp. 750 yang terdiri dari penyusutan mesin jahit, mesin obras, gunting kain dan peralatan lainnya. Biaya Bahan Penolong Metode original tidak memasukkan biaya bahan penolong seperti kertas pola, buku catatan, kertas pola, kapur jahit, pensil, karbon jahit, rader dan lain- lain yang totalnya mencapai Rp. 950 per stel. Biaya Tetap Operasional Metode UMKM Titin Taylor tidak memperhitungkan biaya tetap seperti, asuransi peralatan (Rp. 750 per ste. , dan biaya listrik tetap untuk penerangan (Rp. 750 per Biaya Pemeliharaan Biaya pemeliharaan rutin dan service peralatan yang mencapai Rp. 625 per stel tidak diperhitungkan dalam metode original. Klafikasi Biaya yang Tepat Metode full costing yang diperbaiki memisahkan biaya variabel dan tetap dengan jelas memberikan gambaran yang lebih akurat tentang perilaku biaya terhadap perubahan volume produksi. Efisensi Skala Produksi Dengan memperhitungkan biaya tetap yang dialokasikan berdasarkan volume produksi 80 stel per tahun, terlihat bahwa ada potensi economies of scale yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan terhadap penentuan harga pokok produksi pada UMKM Titin Taylor, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Page 369 Vol. No. Oktober 2025 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Komponen biaya produksi pada UMKM Titin Taylor terdiri dari tiga elemen utama yaitu biaya bahan baku sebesar Rp. 500 per stel, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp. 000 per stel, dan biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik dapat dirinci menjadi biaya overhead variabel sebesar Rp. 950 per stel dan biaya overhead tetap sebesar Rp. 875 per stel. Penerapan metode full costing menghasilkan perhitungan harga pokok produksi yang lebih akurat dan komprehensif, karena mencakup seluruh elemen biaya baik variabel maupun tetap. Dengan demikian. UMKM dapat mengetahui secara lebih tepat total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi setiap unit produk. Perhitungan harga pokok produksi yang saat ini dilakukan oleh UMKM Titin Taylor masih belum komprehensif, karena hanya mencakup biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung, tanpa memperhitungkan biaya overhead pabrik secara rinci. Hal ini menyebabkan penetapan harga jual Metode full costing memberikan perhitungan harga pokok produksi yang lebih akurat dan lengkap, karena memperhitungkan seluruh elemen biaya produksi . ermasuk biaya overhead tetap dan variabe. Penerapan metode ini dapat membantu UMKM dalam menentukan harga jual yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi biaya, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis secara strategis. DAFTAR PUSTAKA