JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. ANALISIS PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN KOTA DAN ANGKUTAN PRIBADI DI PELABUHAN TULEHU MENGGUNAKAN METODE LOGIET BINER Sammy G. Amaheka. Fuad H. Ohorella. Syafruddin I. Latuconsina. Rosdiani Lestaluhu. Yusril F. Malik . 1,2,3,4,. Program Studi Teknik Sipil Universitas Pattimura Ambon amahekasammy@gmail. com, . ohorella@lecturer. id, . ltc@gmail. lestaluhurosdiani@gmail. com, . yusrilfatwaindramalik@gmail. ARTICLE HISTORY Received: September 15, 2024 Revised May 23, 2025 Accepted: May 24, 2025 Online available: June 1, 2025 Keyword: (Binary Logiet Model. Transportation Mode Selection. Multiple Linear Regressio. *Correspondence: Name: Fuad Hasan Ohorella E-mail: ohorella@lecturer. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT Tulehu Port, located on Ambon Island, is the main route of the maritime transportation system for entering and exiting Ambon Island and its surrounding islands. This port plays an important role in the transportation of passengers and goods. High activity levels and long journeys to the port make many passengers choose private transportation over public transport, which is lacking in both quality and The purpose of this research is to identify the factors, percentage values of the criteria, and to determine the probability values of the selection of public transportation and private transportation modes at Tulehu Port. The choice of transportation mode plays a crucial role in transportation planning at Tulehu Port to understand the community's preferences for the chosen transportation modes. For this, a binary logit model method based on multiple linear regression analysis was used. The analysis results show that the factors of time, cost, comfort, and safety have a significant impact, with a significance value of <0. The mode selection variables for urban transport and private transport indicate that the time variable to Tulehu Port is 0. 322, while for the mode selection from Tulehu Port, the comfort variable is 0. Meanwhile, the reasons respondents use urban transport to and from Tulehu Port are cost at 56% and 61%, while for private transport respondents to and from Tulehu Port, the reasons are comfort at 44% and speed at 58%. In terms of the probability of mode selection at Tulehu Port based on movement, for the route to Tulehu Port (Ambon Ae Tuleh. , the chance of choosing urban transport is 42%, and for private transport, it is 58%. For the movement from Tulehu Port (Tulehu Ae Ambo. , the chance of choosing urban transport is 39%, and for private transport, it is 61% PENDAHULUAN Indonesia Secara geografis merupakan Negara dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (A 81. serta Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah 17. 508 pulau, sehingga pelabuhan sebagai pendukung transportasi laut dan penghubung Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. pulauAepulau karena berperan penting dalam kehidupan ekonomi, sosial dan pemerintah (Mulyono et al. , 2. Pelabuhan Tulehu terletak di wilayah Pulau Ambon yang merupakan bagian dari Kepulauan Maluku dengan batas wilayah sebelah utara, timur, barat berbatasan dengan kabupaten maluku tengah, dan selatan merupakan laut banda (BPS Kota Ambon. Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Pelabuhan ini menghubungkan Pulau Ambon dan beberapa pulau-pulau lainnya (Saparua dan Nusa Laut. Sera. , serta area Pelabuhan tulehu memainkan peranan penting dalam pergerakan penumpang dan produk melalui sarana maritim. (Berkeley et al. Sehingga diperlukan moda transportasi darat sebagai penghubung menuju pelabuhan Tulehu dan penjalanan selanjutnya dari Pelabuhan Tulehu. Di area Pelabuhan Tulehu terdapat dua moda transportasi darat yakni adalah angkutan kota dan angkutan pribadi yang melayani penumpang setiap harinya. Sistem transportasi berfungsi sebagai penghubung infrastruktur, dan fasilitas yang terlibat dalam pergerakan individu atau komoditas baik dalam lingkungan alam maupun buatan (Dahri, 2. Masalah pemilihan moda dapat dikatakan sebagai tahap terpenting dalam berbagai perencanaan dan kebijakan transportasi yang menyangkut efisiensi pergerakan yaitu salah satunya banyaknya pilihan moda transportasi yang dapat dipilih pendudu k (Tamim, 2. Dalam melakukan perpindahan dari wilayah satu ke wilayah lainnya, pelaku perjalanan akan dihadapkan pada jenis moda transportasi darat yang akan dipilih. Untuk menentukan menggunakan jenis moda angkutan inilah pelaku perjalanan mempertimbangkan berbagai faktor yaitu waktu perjalanan, biaya, kenyamanan, dan Hal inilah yang menjadi latar belakang penulis mengkaji permasalahan transportasi di Pelabuhan Tulehu, dimana kondisi angkutan kota di Pelabuhan Tulehu kurang baik dari segi kuantitas dan kualitas, sehingga angkutan kota mulai ditinggalkan dan beralih ke angkutan pribadi yang banyak menggunakan ruang TINJAUAN PUSTAKA 1 Konsep Dasar Pemilihaan Moda Transportasi Dalam konsep dasar pemodelan transportasil terdapat empat konsep dasar salah satu yang digunakan adalah Pemilihan Jenis Kendaraan/moda (Moda Choic. , adalah fase dalam proses perencanaan transportasi yang bertujuan untuk memastikan permintaan perjalanan atau mengukur proporsi individu dan barang yang akan menggunakan moda transportasi berbeda yang tersedia untuk perjalanan asal-tujuan (Tamim, 2. 2 Uji Validitas dan Reabilitias Pengujian ini dilakukan sebagai pengukuran akurasi dan kualitas data yang dikumpulkan, dengan syarat valid yaitu rhitung > r tabel, dan syarat reliabeal dengan nilai Crobanch Alpha > 0,6 (Priyono, 2. 3 Regresi Linier Berganda Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Uji ini berfungsi mencari persamaan nilai utilitas pemilihan moda transportasi sehingga persamaan fungsi utilitas dibentuk dalam persamaan linier berganda sebagai berikut (Syamsia et al. , 2. Keterangan: U = Nilai Utilitas Moda A = Konstanta b1 s/d bn = koefisien regresi. Analisis Analisis dilakukan dengan teknik Stepwise, dimulai dari variabel independen yang mempunyai korelasi paling tinggi terhadap variabel Adapun pendekatan unstandardized coefficient yaitu nilai koefisien b pada variabel dependen (Y) akan mengalami perubahan, baik penurunan maupun peningkatan, seiring dengan perubahan pada variabel independen (X) (Purnomo. Kemudian Pendekatan nilai Standardized Coefficient Beta digunakan untuk mengidentifikasi mempengaruhi dependen (Lomlombulan, 2. Beberapa pengujain setelah dilakukan analisis (Widiasworo, 2. , antara lain: Uji-T adalah pengaruh secara individual dengan syarat Thitung > Ttabel dan nilai signifikansi <0,05, artinya dinyatakan variabel independen secara parsial dan signifikan terhadap variabel . Uji-F adalah pengaruh secara bersama dengan syarat Fhitung > Ftabel dana nilai signifikansi < 0,05, sehingga dinyatakan variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel 4 Model Logiet Biner Model logit biner memodelkan peluang pemilihan dua moda transportasi alternatif, dengan jenis regresi logit biner bivariat memungkinkan pemodelan lebih dari satu variabel dependen (Wijaya. Jika terdapat variabel random bivariat (Y1,Y. yang saling berkaitan dinotasikan dengan y =1 dan y = 0 maka model regresinya dinamakan model regresi logiet biner bivariat. Berikut merupakan fungsi persamaan regresi logistic yang digunakan (Susila, 2. Dari funsgi persamaan regresi didapatkan : Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Dimana : P1 (AK) = peluang moda ke i . ngkutan kot. untuk P2 (AP) = peluang moda ke j ( angkutan pribad. untuk dipilih y = nilai dari regresi linier berganda. e = eksponensial= 2,718 (Ratna and Hera, 2. pertanyaan dengan opsi jawaban kategorikal tunggal, yang terdapat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Variabel Penelitian No. Variabel Penelitian Pemilihan Moda (Y) Pemilihan moda angkutan kota dan angkutan pribadi Waktu (X. A A A METODOLOGI 1 Lokasi dan obejek Penelitian Lokasi penelitian dilakukan pada Pelabuhan Tulehu. Kabupaten Maluku Tengah luas bangunan Pelabuhan 20 x 10,3 M, luas area Pelabuhan A 4. MA. Objek Penelitian pada angkutan kota dan angkutan pribadi dari dan menuju Pelabuhan Tulehu. X1. 1 : Waktu tunggu X1. 2 : Waktu perjalanan X1. 3 : Peningkatan ketepatan waktu dalam meningkatkan efisiensi selama perjalanan menjadi A X1. 4 : Proses naik turun penumpang A X1. 5 : waktu selama perjalanan yang tidak dapat diprediksi A X1. 6 : Ketidak pastian waktu A perjalanan mempengaruhi A X1. 7 : Waktu berhenti di terminal Biaya (X. A A Sumber : Google Maps, 2024 Gambar 1. Lokasi Penelitian Pelabuhan Tulehu Sumber : Dokumentasi, 2024 Gambar 2. Objek Penelitian Angkutan Kota 2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam proses penelitian menggunakan dua pendekatan, yaitu Data Primer yaitu data sampel acak . andom samplin. (Bagja, 2. serta di peroleh dengan menyebarkan kousioner kepada penumpang. Adapun Data skunder adalah data yang diperoleh dari instasi terkait mendukung 3 Variabel Penelitian Setiap variabel dilakukan pengukuran yaitu independen (X), digunakan skala Likert, yang mencakup pertanyaan atau pernyataan dengan lima opsi jawaban, masing-masing diberi skor dari 1 Ae 5. Sementara itu, variabel dependen (Y) diukur menggunakan skala nominal, yang melibatkan Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. X2. 1 : Tarif/ongkos yang murah X2. 2 : Tarif/ongkos sesuai fasilitas yang didapatkan A X2. 3 : Tarif/ongkos sesuai dengan jarak yang ditempuh. A X2. 4 : Perubahan tarif/ongkos yang tidak terduga menjadi A X2. 5 : Tarif yang lebih tinggi pada area pelabuhan Tulehu A X2. 6 : Ketidakpastian penetapan tarif pada pelebuhan Tulehu A X2. 7 : Ketidak sesuaian uang kembali pada pembayaran tarif/ongkos Kenyamanan (X. A A A A A A X3. 1 : Kenyamanan kursi X3. 2 : Tidak berdesakan X3. 4 : Kondisi kebersihan X3. 3 : Kualitas udara/cuaca X3. 5 : Kenyamanan barang bawaan X3. 6 : Kenyamanan selama A X3. 7 : Fasilitas yang lengkap Keamanan (X. A A A X4. 1 : Keamanan dan keselamatan X4. 2 : Keamanan barang bawaan X4. 3 : Ketidak dispilinan supir angkutan kota terhadap aturan lalu lintas dalam berkendara Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. menjadi pertimbangan. X4. 4 : Respon dan tanggapan cepat dari petugas atau pengemudi dalam situasi darurat A X4. 5 : Resiko kriminalisasi selama A A X4. 6 : Resiko kecelakaan selama A A X4. 7 : Resiko keamanan pada malam Hari Sumber: Penulis, 2024 Ditemukan bahwa mayoritas responden yang mengisi kuesioner pada Gambar 4 adalah pria, dengan persentase mencapai 56%, sementara wanita menyumbang 44% dari total responden. Sumber: Penulis, 2024 Gambar 4. Jenis Kelamin (Ambon Ae Tuleh. Pergerakan Tulehu Ae Ambon Pada pemilihan moda transportasi dengan pergerakan menuju Pelabuhan Tulehu Ditemukan bahwa mayoritas responden yang mengisi kuesioner pada Gambar 5 adalah wanita, dengan persentase mencapai 56%, sementara pria menyumbang 44% dari total responden Sumber: Penulis, 2024 Gambar 5. Jenis Kelamin (Tulehu Ae Ambo. Sumber : Penulis , 2024 Gambar 3. Bagan Aliran Penelitian 4 Metode Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil penelitian, yaitu analisis statistik deskripitf adalah menyusun angkaangka dalam representasi visual yang akan ditampilkan dalam bentuk tabel, diagram, dan format lainnya (Luh Titi and Asmuji, 2. Teknik analisis ini diperoleh dari hasil pengujian metode logit biner yang didasarkan pada persamaan regresi linier HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian, yang melibatkan 200 responden pengguna angkutan kota dan pribadi, terdiri dari 100 responden untuk perjalanan menuju Pelabuhan Tulehu (AmbonAeTuleh. dan 100 responden untuk perjalanan dari Pelabuhan Tulehu (Tulehu Ae Ambo. , disusun untuk mengidentifikasi karakteristik responden. Usia . Pergerakan Ambon Ae Tulehu Sebagian besar responden yang menggunakan angkutan kota maupun pribadi menuju Pelabuhan Tulehu pada Gambar 6, berusia antara 20 hingga 35 tahun . %). Kelompok usia 36 hingga 49 tahun mencakup 19% dari responden, sementara 11% berusia di atas 50 tahun, dan 10% berada di bawah 20 1 Karakteristik Pemilihan Moda Jenis Kelamin . Pergerakan Ambon Ae Tulehu Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 6. Usia (Tulehu Ae Ambo. Pergerakan Tulehu - Ambon Mayoritas responden yang menggunakan angkutan kota atau pribadi dengan tujuan dari Pelabuhan Tulehu pada Gambar 7 berada dalam Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. rentang usia 20Ae35 tahun . %), diikuti oleh responden berusia 36Ae49 tahun . %), kurang dari 20 tahun . %), dan > 50 tahun . %). , 17% wiraswasta, 16% mahasiswa/pelajar, 14% pegawai swasta, serta 7% ibu rumah tangga. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 10. Pekerjaan (Ambon - Tuleh. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 7. Usia (Ambon - Tuleh. Jenjang Pendidikan . Pergerakan Ambon Ae Tulehu Karakteristik tingkat pendidikan responden pemilihan moda transportasi pada Pelabuhan Tulehu yang menggunakan angkutan kota atau pribadi menuju Pelabuhan Tulehu ditunjukkan pada Gambar 8. Didsarkan pada enam kategori pendidikan dengan sebagian besar responden memiliki pendidikan SMA . %), diikuti oleh 29% dengan pendidikan D4/S1, 8% D3, 8% Pasca Sarjana, 3% SMP, dan 1% SD. Pergerakan Tulehu Ae Ambon Responden dari Pelabuhan Tulehu pada Gambar 11 mayoritas 19% bekerja di berbagai bidang . onorer, buruh, keamanan, petani, freelance, jasa pengetika. , 18% pegawai swasta, 16% PNS, 16% mahasiswa/pelajar, dan 4% ibu rumah tangga. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 11. Pekerjaan (Tulehu Ae Ambo. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 8. Pendidikan (Ambon Ae Tuleh. Pergerakan Tulehu Ae Ambon Pendidikan responden dari Pelabuhan Tulehu. Gambar menunjukkan mayoritas responden berpendidikan SMA . %), disusul oleh 29% dengan pendidikan D4/S1, 5% D3, 4% Pasca Sarjana, 2% SMP, dan 1% Tujuan Perjalanan . Pergerakan Ambon Ae Tulehu Hasil penelitian yang melibatkan 100 responden yang melakukan perjalanan menuju Pelabuhan Tulehu pada Gambar 12 dan Gambar 13 mengkategorikan tujuan perjalanan berdasarkan jenis moda transportasi yang paling sering digunakan. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 12. Angkutan Pribadi (Ambon - Tuleh. SD. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 9. Pendidikan (Tulehu Ae Ambo. Pekerjaan . Pergerakan Ambon Ae Tulehu Responden menuju Pelabuhan Tulehu pada Gambar 10. menunjukkan mayoritas 22% berstatus PNS, diikuti 17% dari berbagai profesi lain . onorer, buruh. TNI. Polri, magang. PLN, freelancer. Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 13. Angkutan Kota (Tulehu Ae Ambo. Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Responden yang menuju Pelabuhan Tulehu mengisi kuesioner didominasi, 28% memilih angkutan pribadi karena tujuan liburan/perjalaan wisata, sementara 42% memilih angkutan kota tujuan Liburam/Perjalanan Wisata. Moda transportasi yang paling sering digunakan menuju Pelabuhan Tulehu pada Gambar 17 mencapai 58% angkutan pribadi, 33% angkutan kota, dan 9% pernah menggunakan keduanya. Pergerakan Tulehu Ae Ambon Responden yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Tulehu pada Gambar 14 dan Gambar 15 mengkategorikan tujuan perjalanan berdasarkan jenis moda transportasi yang paling sering digunakan oleh responden, antara lain : Sumber : Penulis, 2024 Gambar 17. Moda Dominan Dari Pelabuhan Sumber : Penulis, 2024 Gambar 14. Angkutan pribadi (Ambon Ae Tuleh. Kriteria Pemilihan Moda Kriteria pemilihan moda transportasi dikategorikan berdasarkan jenis moda transportasi yang sering responden gunakan. Pergerkan Ambon Ae Tulehu Responden yang mengisi kuesioner didominasi, 44% memilih angkutan pribadi karena kenyamanan, sementara 56% memilih angkutan kota karena biaya. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 15. Angkutan Kota (Tulehu Ae Ambo. Responden yang dari Pelabuhan Tulehu mengisi kuesioner didominasi, 31% memilih angkutan pribadi karena tujuan liburan/perjalaan wisata, sementara 28% memilih angkutan kota tujuan Liburam/Perjalanan Wisata. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 18. Kriteria Memilih Angkutan Pribadi Transportasi yang sering digunakan . Pergerakan Ambon Ae Tulehu Moda transportasi yang paling sering digunakan menuju Pelabuhan Tulehu pada Gambar 16 mencapai 52% angkutan pribadi, 38% angkutan kota, dan 10% pernah menggunakan keduanya. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 19. Kriteria Memilih Angkutan Kota Pergerakan Tulehu Ae Ambon Responden yang mengisi kuesioner didominasi, 58% memilih angkutan pribadi karena kecepatan, sementara 56% memilih angkutan kota karena biaya. Sumber : Penulis, 2024 Gambar 16. Moda Dominan Menuju Pelabuhan . Pergerakan Tulehu Ae Ambon Sumber : Penulis, 2024 Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Gambar 20. Kriteria Memilih Angkutan Pribadi Tabel 3. Hasil Uji Reabilitas Crobach's N of items Pergerakan Alpha Pemilihan Moda Ambon Ae Tulehu 0,953 Tulehu Ae Ambon Sumber : Penulis, 2024 Gambar 21 . Kriteria Memilih Angkutan Kota Hasil dari Analisis karakteristik pemilihan moda guna bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan antara menggunakan angkutan kota atau angkutan pribadi bagi pengguna yang menuju atau dari pelabuhan. Dengan memahami preferensi dan kebiasaan pengguna, serta faktor-faktor seperti usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan, kita dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing moda transportasi. Temuan dari analisis ini sangat penting untuk memastikan bahwa angkutan kota perlu dibenahi untuk tetap relevan dan tidak ditinggalkan. 4 Regresi Linier Berganda Hasil Regresi linier berganda ditampilkan pada Tabel 4 dan Tabel 5, yang mengurutkan variabel paling berpengaruh, antara lain : Tabel 4. Hasil Analisis Pergerakan Unstd. Coefficinet M odel Pergerakan Ambon Ae Tulehu X1. 0,230 Tida Valid X4. 0,290 Tidak Valid X4. 0,352 Tidak Valid Pergerakan Tulehu Ae Ambon X1. 0,058 X2. 0,116 X3. 0,324 X4. 0,255 Sumber : Penulis, 2024 Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid 3 Uji Reabilitas Uji reliabilitas dilakukan menggunakan indikator variabel yang valid. Hasil pada Tabel 3 menunjukkan nilai Cronbach's Alpha 0,953 dan 0,898, keduanya >0,6, sehingga dianggap reliabel. Sumber : Penulis, 2024 Tabel 3. tersebut, nilai CronbachAos Alpha tercatat Secara keseluruhan, kedua nilai CronbachAos Alpha untuk rute Ambon Ae Tulehu 0,953 dengan 25 item dan CronbachAos Alpha rute Tulehu Ae Ambon sebesar 0,898 dengan 24 item menandakan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur faktorfaktor dalam pemilihan moda transportasi pada kedua rute ini adalah reliable dan dapat dipercaya 2 Uji Validitas Uji validitas pada 30 sampel awal responden menunjukkan bahwa dari 28 indikator, 25 indikator untuk perjalanan Ambon-Tulehu dan 24 indikator untuk Tulehu-Ambon valid, sedangkan beberapa variabel tidak valid. Nilai rtabel adalah 0,374. Dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Validitas Dengan Tidak Valid Indikator R Hitung Keterangan Variabel 0,898 Std. Coeffs Std. Eror Beta (Consta. 4,107 1,689 X1 Ae Waktu 0,190 0,059 0,322 X2 Ae Biaya 0,152 0,048 0,306 X3 AeKenyamanan 0,151 0,050 0,291 X4 Ae Keamanan -0,147 -0,089 -0,189 Dependent Variabel : pemilihan moda (Y) Ambon Ae Tulehu Sumber : Penulis, 2024 Dengan persamaan : Y = 4,107 0,190X1 0,152X2 0,151X3 Ae 0,147X4 Tabel 5. Hasil Analisis Pergerakan Tulehu Ae Ambon Model (Consta. X1 Ae Waktu X2 Ae Biaya X3 Ae Kenyaman X4 Ae Keamanan Unstd. Coefficinet S td. Eror 0,534 2,718 0,171 0,078 0,167 0,060 0,242 0,086 0,003 0,057 Std. Coeffs Beta 0,203 0,272 0,280 0,006 Dependent Variabel : Pemilihan M da (Y) Sumber : Penulis, 2024 Dengan persamaan : Y = 0,534 0,1718X1 0,167X2 0,242X3 0,003X4 Mengacu pada unstandardized coefficient, variabel keamanan pada pemilihan moda pergerakan Ambon Ae Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tulehu bernilai negatif -0,147, sehingga peningkatan keamanan 1 satuan diperkirakan akan mempengaruhi pemilihan moda transportasi angkutan kota dan angkutan pribadi sebesar sebesar 14,7%. Sebaliknya pada pergerakan Tulehu Ae Ambon bernilai positif 0,242, yang menunjukkan bahwa peningkatan 1 satuan kenyamanan diprediksi akan meningkatkan pemilihan moda angkutan kota dan angkutan pribadi sebesar 24,2%. Standardized Coefficients Beta mengindikasikan bahwa faktor waktu memiliki pengaruh dominan, dengan skor 0,322 untuk moda transportasi menuju Pelabuhan Tulehu. Sementara itu, variabel kenyamanan menjadi yang paling dominan untuk moda dari Pelabuhan Tulehu, dengan nilai 0,280. Uji Ae F Dengan Ftabel = 2,47 dan signifikansi <0,05 sesuai dengan syarat uji-F, maka dalam Tabel 10, pemilihan moda transportasi dari dan menuju Pelabuhan Tulehu dinyatakan simultan, di mana variabel dependen mempengaruhi variabel independen. Tabel 6. Hasil Uji-F Pemilihan Moda Anovaa Df Mean Square Ambon Ae Tulehu Regression 361,63 90,408 9,72 Residual 884,01 95 9,305 Total Tulehu Ae Ambon Regression 250,55 5,818 Residual 95 10,766 Total Dependen Variabel : Y Predicator : (Constan. X4. X3. X2. Model Sum of Squares X2 Ae Biaya 2,767 0,007 X3 Ae Kenyamanan 2,825 0,006 X4 Ae Keamanan 0,061 0,951 Dependent Variabel: Pemilihan Moda (Y) Sumber : Penulis, 2024 5 Model Logiet Biner Model logit biner disusun atas dasar persamaan regresi linier berganda yang telah diulas sebelumnya. Dari persamaan tersebut, ditemukan bahwa ada tiga variabel yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap pilihan moda angkutan kota dan angkutan pribadi untuk perjalanan dari dan menuju pelabuhan Tulehu. Selanjutnya, koefisien dari variabel-variabel ini dimasukkan ke dalam model logit biner untuk menghitung persentase peluang para pelaku perjalanan dalam angkutan kota atau angkutan Berikut merupakan hasil perhitungan : Untuk pergerakan menuju pelabuhan Tulehu (Ambon-Tuleh. Persamaan peluang moda angkutan kota untuk dipilih. S ig 0,000b 0,000 . Persamaan peluang moda angkutan pribadi untuk dipilih Sumber : Penulis, 2024 Uji - T Dengan Ttabel = 1,985 dan signifikansi tiap variabel <0,05 didasarkan syarat uji-T, sehingga pada Tabel 7, pemilihan moda transportasi dari dan menuju Pelabuhan Tulehu menunjukkan bahwa variabel dependen mempengaruhi variabel independen secara parsial kecuali pada variabel keamanan . Tabel 7. Hasil Uji Ae T Pemilihan Moda Model Ambon Ae Tulehu (Constan. X1 Ae Waktu X2 Ae Biaya X3 Ae Kenyamanan X4 Ae Keamanan Tulehu Ae Ambon (Constan. X1 Ae Waktu 2,432 3,223 3,154 3,041 -1,649 0,017 0,002 0,002 0,003 0,102 0,117 2,177 0,845 0,032 Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Untuk pergerakan dari pelabuhan Tulehu (Tulehu Ae Ambo. Persamaan peluang moda angkutan kota untuk . Persamaan peluang moda angkutan pribadi untuk dipilih Berdasarkan perhitungan model logit biner, pemilihan moda transportasi menuju pelabuhan Tulehu menunjukkan peluang pemilihan angkutan Analisis Perbandingan Pemilihan Moda A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. kota sebesar 42% dan angkutan pribadi sebesar 58%. Sementara itu, untuk moda dari pelabuhan Tulehu, peluang angkutan kota dipilih 39% dan angkutan pribadi 61%. Persentase ini dipengaruhi oleh variabel dependen yaitu waktu, biaya, dan kenyamanan. Angkutan pribadi lebih disukai karena menawarkan kualitas layanan yang lebih baik, sedangkan pengguna angkutan kota umumnya yang lebih sering menggunakan angkutan kota berasal dari masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Mereka cenderung memilih angkuta kota karena lebih mengoperasikan kendaraan pribadi, terutama untuk mengurangi biaya transportasi harian, sehingga tetap menggunakan angkutan kota. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada pemilihan moda dari dan menuju Pelabuhan Tulehu dapat diberikan kesimpulan, antara lain : Variabel yang menjadi faktor signifikan berdasarkan uji F pada moda transportasi pribadi dan umum menuju serta dari Pelabuhan Tulehu adalah waktu, biaya, kenyamanan, dan keamanan, dengan nilai signifikansi < 0,05. Uji T menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara parsial adalah waktu, biaya, dan kenyamanan. Waktu menjadi variabel paling dominan untuk transportasi menuju Pelabuhan Tulehu dengan skor 0,322, sedangkan kenyamanan menjadi yang paling dominan untuk transportasi dari Pelabuhan Tulehu, dengan nilai 0,280. Kriteria pemilihan transportasi menuju Pelabuhan Tulehu menunjukkan 44% responden memilih angkutan pribadi karena kenyamanan, sedangkan 56% memilih angkutan kota karena biaya. Untuk perjalanan dari Pelabuhan Tulehu, 58% memilih angkutan pribadi karena kecepatan, sementara 56% memilih angkutan kota karena alasan biaya. Analisis menggunakan model logit biner mengidentifikasi variabel waktu, biaya, dan kenyamanan sebagai faktor signifikan secara parsial, sehingga didapatkan hasil untuk perjalanan menuju Pelabuhan Tulehu, peluang pemilihan angkutan kota adalah 42%, sementara pribadi mencapai 58%. Untuk perjalanan dari Pelabuhan Tulehu, angkutan kota memiliki peluang pemilihan sebesar 39%, dan angkutan pribadi 61%. Saran Saran yang dapat diberikan yaitu untuk pemerintah perlu menilai kembali kenyamanan angkutan kota yang dikelola oleh pengusaha untuk menarik lebih banyak pelaku perjalanan pada Sammy G. Amaheka1 et. DOI: https://doi. org/10. 31959/js. angkutan kota dan di perlukan peninjauan aturan untuk pengguna angkutan pribadi dan angkutan kota di Pelabuhan Tulehu, serta penetapan tarif yang jelas pada area pelabuhan untuk angkutan kota agar tetap Untuk Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih lanjut tentang bagaimana faktor biaya dan kenyamanan berinteraksi dengan faktor lain, seperti aksesibilitas dan kualitas layanan serta bisa mengeksplorasi kebiasaan pengguna dan bagaimana mereka menilai dan memprioritaskan faktor-faktor ini dalam konteks yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA