Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1515-1526 PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL MARKETING OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY SHALLOTS IN BANTUL DISTRICT Diah Rina Kamardiani*. Rafli Lindusesa Pratama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya. Tamantirto. Kasihan. Bantul *Email: kamardiani@umy. (Diterima 25-06-2022. Disetujui 21-07-2. ABSTRAK Bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Bantul memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk . Mengetahui saluran pemasaran bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Bantul, . Menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, dan farmerAos share bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif Pengambilan sampel petani menggunakan proportional random sampling sebanyak 62 bawang merah ramah lingkungan. Pengambilan sampel pedagang menggunakan snowball sampling sebanyak 32 lembaga pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan enam saluran pemasaran di pasar lokal DIY dan empat saluran pemasaran di luar DIY. Biaya pemasaran dan margin pemasaran bawang merah tertinggi terdapat pada saluran pemasaran 8 dengan lokasi akhir penjualan berada di luar DIY. Harga bawang merah dan keuntungan pemasaran tertinggi terdapat pada saluran Nilai farmerAos share tertinggi terdapat pada saluran pemasaran 2 dengan nilai sebesar 71,68% untuk lokal DIY dan saluran pemasaran 6 dengan nilai sebesar 71,55% untuk pemasaran di luar DIY. Kata kunci: Bawang Merah. Keuntungan. Margin. Ramah Lingkungan. Saluran Pemasaran ABSTRACT Environmentally friendly shallots in Bantul Regency have better quality than conventional systems. This study aims to . determine the marketing channels for environmentally friendly shallots in Bantul Regency and . analyze marketing costs, marketing margins, marketing benefits, and farmers' share of environmentally friendly shallots in Bantul Regency. The research method used is the descriptive analysis method. A sampling of farmers using proportional random sampling of as many as 62 environmentally friendly shallots. A sample of traders using snowball sampling of as many as 32 marketing institutions. The results showed six marketing channels in the local DIY market and four outside DIY. The highest marketing costs and margins for shallots are in marketing channel 8, with the final sales location in outside from DIY. The price of shallots and the highest marketing profit is found in marketing channel 6. The highest farmer's share value is found in marketing channel 2 with a value of 71. 68% for local DIY and marketing channel 6 with 71. for marketing outside DIY. Keywords: Environmentally friendly. Margin. Marketing Channel. Profit. Shallot Bawang merah dapat menjadi salah satu PENDAHULUAN Salah satu komoditas hortikultura sumber pendapatan dan berkontribusi yang bernilai tinggi dan memiliki pangsa dalam membangun perekonomian negara pasar yang luas adalah bawang merah. (Ali. Talumingan. Pangemanan. PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL Diah Rina Kamardiani. Rafli Lindusesa Pratama Kumaat, 2. Berdasarkan data dari Daerah Badan Pusat Statistik . nilai ekspor berada di Kabupaten Bantul dengan luas bawang merah mencapai US$ 13,74 juta panen 998 hektar dan jumlah produksi pada tahun 2020 yang meningkat 29,8% 558 ton. Sistem budidaya bawang dibandingkan tahun 2019 sebesar US$ 10,58 menggunakan sistem konvensional dan sistem ramah lingkungan. Perbedaan sebagai bumbu masakan dan bidang diantara kedua sistem tersebut adalah jumlah pemakaian bahan kimia yang Dengan potensi dan manfaat bawang lebih sedikit digunakan pada sistem merah, menjadikan beberapa daerah di Indonesia sebagai sentra produksi. mengutamakan penggunaan bahan-bahan Bawang Daerah-daerah Indonesia Istimewa Yogyakarta (DIY) organik seperti pupuk kompos dan pupuk menjadi penghasil utama bawang merah. Beberapa provinsi yang menjadi sentra bahan kimia pada lahan akan menjaga produksi dengan luas area tanam di atas kelestarian alam dan kualitas kesehatan di 000 hektare . per tahun, diantaranya lingkungan tersebut (Fitriatin. Sofyan, & yaitu Sumatera Utara. Sumatera Barat. Yuniarti, 2. Daerah yang telah Jawa menerapkan sistem ramah lingkungan Barat. Jawa Tengah. Daerah Meminimalisir Istimewa Yogyakarta (DIY). Jawa Timur. Bali. Kabupaten Bantul terdapat di Dusun NTB, Sulawesi Selatan. Kesembilan provinsi ini menyumbang Nawungan I dan Dusun Nawungan II. 95,8% dari produksi total bawang merah Budidaya bawang merah ramah di Indonesia dan Pulau Jawa sendiri lingkungan akan menghasilkan suatu memberikan kontribusi sebesar 75% rangkaian kegiatan pemasaran untuk (Kementerian Dalam Negeri Republik mendistribusikan bawang merah sampai Indonesia, kepada tangan konsumen. Mardiyanto et merah di pulau jawa salah satunya , . menjelaskan bahwa proses terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data dari Badan lingkungan lebih menguntungkan karena Pusat Statistik . jumlah luas panen dapat menghemat biaya produksi yang dan produksi bawang merah terbesar di Produksi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1515-1526 proses pemasaran bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Bantul. Analisis bawang merah ramah lingkungan di ini akan memberikan jawaban tentang Kabupaten Bantul melibatkan lembaga- bagaimana pemasaran yang dilakukan lembaga pemasaran seperti terhadap bawang merah dengan sistem ramah lingkungan di Kabupaten Bantul lainnya sehingga terbentuknya saluran hingga sampai ke tangan konsumen untuk Penelitian yang dilakukan dapat dikonsumsi. Kegiatan Kamardiani et al. , . menunjukkan bahwa proses pemasaran bawang merah Lokasi penelitian ditentukan secara dengan bawang merah dengan sistem sengaja . dengan pertimbangan konvensional di Dusun Nawungan I dan aspek luas panen dan produksi bawang Dusun Nawungan II dengan melibatkan merah ramah lingkungan tertinggi di pedagang penebas, penyebar, penerima. Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu pada Kabupaten Bantul tepatnya di Dusun Nawungan I dan Dusun Nawungan II. METODE PENELITIAN Minimnya Kedua dusun tersebut telah menerapkan lingkungan yang diterapkan pada bawang sistem ramah lingkungan pada budidaya merah, memberikan stigma bahwa tidak bawang merah sejak tahun 2010 dan adanya perbedaan antara bawang merah ramah lingkungan dengan bawang merah menyeluruh terhadap budidaya bawang Kualitas yang berbeda merah yang dilakukannya. dapat memberikan harga yang berbeda dengan menggunakan teknik proportional masyarakat dimana hal ini tentu akan random sampling bagi petani dan teknik lebih menguntungkan petani dan atau lembaga pemasaran. Berdasarkan hal Teknik proportional random tersebut, diperlukannya suatu penelitian Penentuan saluran pemasaran, fungsi, biaya, margin, anggota mempunyai kesempatan yang keuntungan, dan farmerAos share dalam sama untuk dijadikan sampel sesuai PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL Diah Rina Kamardiani. Rafli Lindusesa Pratama dengan proporsinya. Teknik snowball . Biaya pemasaran sampling merupakan teknik penentuan Bp = Bp1 Bp2 AABpn sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Keterangan: : Total biaya pemasaran (Rp/K. Bp1 : Biaya pemasaran lembaga ke 1 (Rp/k. Bp2 : Biaya pemasaran lembaga ke 2 (Rp/k. Bpn : Biaya pemasaran lembaga ke n (Rp/k. kemudian membesar (Sugiyono, 2. Dari total 66 sampel petani, sebanyak 62 sampel yang dapat ditelusuri proses pemasaran hingga ke konsumen akhir dengan klasifikasi 29 orang petani dari Dusun Nawungan I dan 33 orang petani . Margin pemasaran dari Dusun Nawungan II. Sampel pada Mp = Pr Ae Pf Keterangan: : Margin pemasaran (Rp/K. : Harga ditingkat konsumen akhir (Rp/k. : Harga ditingkat produsen/petani (Rp/k. lembaga pemasaran dalam lingkup lokal berjumlah 23 lembaga dan luar provinsi DIY berjumlah 9 lembaga. Data penelitian ini yaitu data primer dan data . Keuntungan pemasaran Data primer diperoleh secara Kp = Mp Ae Bp langsung dengan melakukan observasi Keterangan: : Keuntungan pemasaran (Rp/k. : Margin pemasaran (Rp/k. : Biaya pemasaran (Rp/k. dan wawancara terhadap objek penelitian Sedangkan data sekunder digunakan . FarmerAos Share sebagai literatur tambahan yang diperoleh Dinas yayc = Pertanian dan BPP Imogiri. Data Keterangan: : Bagian harga yang diterima : Harga ditingkat petani (Rp/k. : Harga ditungkat pengecer (Rp/k. dengan menggunakan metode analisis lingkungan dengan memberi penjelasan HASIL DAN PEMBAHASAN terkait saluran, fungsi, biaya, margin, dan Saluran Pemasaran keuntungan pemasaran. Analisis data x 100 % Pemasaran bawang merah ramah penelitian adalah sebagai berikut: Kabupaten Bantul Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1515-1526 terbentuk dengan tujuan pasar lokal DIY dan luar DIY. Berikut merupakan saluran lokal, bandar, pedagang grosir, pengecer. Balai Penyuluhan Pertanian Imogiri. lingkungan di Kabupaten Bantul: Terdapat 10 saluran pemasaran yang Gambar 1. Saluran pemasaran bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Bantul Berdasarkan Gambar penjualan langsung kepada konsumen dimana saluran 9 dibantu oleh BPP terdapat 6 saluran pemasaran lokal DIY Imogiri dalam penyaluran bawang merah dan 4 saluran pemasaran di luar DIY. ramah lingkungan kepada konsumen dan Lokasi pemasaran lokal DIY berada di saluran 10 dilakukan langsung dari petani Pasar Beringharjo dan Pasar Giwangan. kepada konsumen. BPP Imogiri berperan Saluran pemasaran lokal DIY terdapat di dalam hal ini dengan membantu petani saluran 1, saluran 2, saluran 3, saluran 4, dalam pendistribusian kepada konsumen saluran 8, dan saluran 10. Sedangkan untuk saluran pemasaran di luar DIY kegiatan yang dilakukan nya sebab terdiri dari saluran 5 sampai saluran 8 dengan tujuan akhir berada di Pasar terhadap petani bawang merah yang telah Kroya. Pasar Cikopo. Pasar Caringin, dan Pasar Kemang. Saluran pemasaran 9 dan ramah lingkungan. PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL Diah Rina Kamardiani. Rafli Lindusesa Pratama Saluran suatu jalur atau suatu rangkaian yang pengepakan, pengemasan, pengeringan, harus dilalui oleh arus barang dan jasa penyimpanan, bongkar muat, sortasi, dari produsen ke perantara atau lembaga pemasaran dan pada akhirnya sampai di Berikut . (Swastha & Irawan, 2. Saluran- saluran pemasaran yang terbentuk pada Tabel 1. Rata-rata Biaya Pemasaran Bawang Merah Ramah Lingkungan pada Setiap Saluran Pemasaran proses pemasaran bawang merah ramah Kabupaten Bantul melibatkan berbagai lembaga pemasaran. Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran diataranya pedagang penebas pengumpul, pengepul, penyebar lokal, pedagang besar, bandar, grosir, pengecer, dan BPP Imogiri. Lembaga pemasaran melakukan perannya dengan menjalankan pemasaran dapat berjalan dengan lancar. Besarnya rata-rata biaya pemasaran Hal ini didukung oleh Yelfiarita et al. bawang merah yang dikeluarkan oleh . dalam penelitiannya bahwa peran setiap lembaga pemasaran tentu bebeda. Hal ini dikarenakan lokasi pemasaran yang berbeda, jarak tempuh pemasaran, mendukung kelancaran pendistribusian sarana dan prasarana untuk memasarkan produk serta fungsi pemasaran yang jangkauan pasar yang lebih luas. dilakukan (Sanakh. Nampa, & Surayasa. Biaya Pemasaran Saluran pemasaran yang memiliki total biaya pemasaran tertinggi terdapat Biaya pemasaran yang dikeluarkan berbeda-beda pada saluran pemasaran 8 dengan nilai dikarenakan perbedaan fungsi pemasaran sebesar Rp. 239,74/Kg, sedangkan untuk saluran pemasaran yang memiliki Biaya Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1515-1526 biaya pemasaran paling rendah terdapat Penyuluhan pada saluran pemasaran 9 dengan nilai melakukan penjualan langsung kepada konsumen lokal DIY dan membutuhkan Rp. 142,00/Kg. Saluran Pertanian Imogiri pemasaran 8 menjadi saluran dengan dikarenakan pemasaran dilakukan hingga pengemasan, dan informasi pasar. ke luar DIY yaitu Pasar Caringin Harga dan Margin Pemasaran Bandung dan Pasar Kemang Bogor Harga jual dan beli bawang merah dengan melibatkan 4 lembaga pemasaran ramah lingkungan pada setiap lembaga dan banyaknya fungsi pemasaran yang dilakukan sehingga biaya pemasaran harga jual dan beli disesuaikan dengan Fungsi pemasaran yang dilakukan biaya pemasaran yang dikeluarkan dan seperti biaya transportasi, risiko susut, harga bawang merah di pasaran. Rata- sortasi, pengepakan, dan lainnya dimana rata harga jual bawang merah di petani bawang merah ramah lingkungan sebesar panjang, maka biaya yang dibutuhkan Rp. 100/kg. Berikut merupakan harga semakin tinggi. Saluran 9 memiliki total jual bawang merah ramah lingkungan pada setiap saluran pemasaran: berbeda-beda. Penentuan Balai Tabel 2. Rata-rata Harga Jual Bawang Merah Ramah Lingkungan pada Setiap Saluran Pemasaran (Rp/k. Pada tertinggi terdapat di saluran 9 yaitu pemasaran yang memiliki harga rata-rata dikarenakan proses pemasaran dilakukan Rp. 000/kg. Hal PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL Diah Rina Kamardiani. Rafli Lindusesa Pratama Balai Penyuluhan Pertanian pemasaran yang dikeluarkan oleh setiap Imogiri. Harga yang ditetapkan sebagai Semakin bentuk apresiasi dan motivasi bagi petani yang telah menerapkan sistem budidaya penetapan harga jual menjadi tinggi agar ramah lingkungan. Harga terendah pada lembaga pemasaran tetap mendapatkan saluran pemasaran 4 dengan nilai sebesar Rp. dilakukan hingga ke luar DIY memiliki 000/kg. Penjualan Proses harga jual yang lebih tinggi dibandingkan timbang selang beberapa hari setelah dalam lingkup lokal DIY. panen raya. Harga yang ditentukan Margin pemasaran pada berdasarkan kesepakatan dengan petani menyesuaikan harga penjualan bawang pemasaran dan keuntungan. Hal ini merah pada saat itu memperhatikan ketersediaan bawang merah di pasar. Harga lingkungan di tingkat pengecer tertinggi pada saluran 6 yaitu sebesar Rp. margin pemasaran. Berikut merupakan 333/kg dan terendah terdapat pada margin pemasaran bawang merah ramah saluran 4 yaitu sebesar Rp. 556/kg. lingkungan yang terbentuk pada setiap Perbedaan harga penjualan pada setiap saluran pemasaran: Tabel 3. Margin Pemasaran Bawang Merah Ramah Lingkungan pada Setiap Saluran Pemasaran (Rp/k. Total 8 dengan nilai sebesar Rp. 883/kg. tertinggi terdapat pada saluran pemasaran Proses distribusi pada saluran tersebut Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1515-1526 dilakukan hingga ke luar DIY yaitu Pasar margin pemasaran yang rendah. Dalam Caringin dan Pasar Kemang dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitryani et melibatkan 4 lembaga pemasaran. Margin , . menunjukkan bahwa saluran pemasaran yang tinggi terbentuk dari pemasaran yang pendek, biaya pemasaran margin pada tiap lembaga pemasaran. yang rendah, dan harga jual yang tidak Margin tersebut berkaitan dengan biaya terlalu tinggi akan menghasilkan margin pemasaran yang rendah. Perbedaan harga jual dan pengeluaran biaya pemasaran Semakin jauh jarak tempuh pemasaran menyebabkan margin pemasaran yang akan membutuhkan biaya pemasaran yang lebih besar. Saluran pemasaran saluran pemasaran. yang memiliki margin terendah terdapat Keuntungan Pemasaran ditetapkan oleh lembaga berbeda-beda pada saluran 2 dengan nilai sebesar Rp. Keuntungan pemasaran pada setiap 111/kg. Margin yang rendah didapat saluran berbeda-beda tergantung margin karena jarak tempuh pemasaran yang pemasaran yang terbentuk dan biaya pendek hanya pada lingkup lokal DIY dengan melibatkan 3 lembaga pemasaran. Keuntungan pemasaran dimaknai sebagai Dengan saluran dan jarak pemasaran imbalan dalam bentuk rupiah atas jasa yang pendek serta biaya pemasaran yang dikeluarkan sedikit akan menciptakan harga jual yang tidak begitu tinggi. Hal bawang merah ramah lingkungan pada setiap saluran: Berikut Tabel 4. Keuntungan Pemasaran Bawang Merah Ramah Lingkungan pada Lembaga Pemasaran (Rp/k. PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL Diah Rina Kamardiani. Rafli Lindusesa Pratama Keuntungan pemasaran yang paling menjadi hal yang berpengaruh atas tinggi terdapat pada saluran pemasaran 6 keuntungan pemasaran yang diperoleh. yaitu sebesar Rp. 124/kg dan yang Penelitian yang dilakukan oleh Rizal et terendah terdapat pada saluran 8 dengan , . juga menunjukkan bahwa nilai sebesar Rp. 644/kg. Keuntungan pemasaran akan berpengaruh terhadap berbeda-beda, baik itu pemasaran pada keuntungan pemasaran karena setiap lingkup lokal DIY maupun hingga luar lembaga akan mengeluarkan biaya untuk DIY. Saluran pemasaran 6 yang memiliki sehingga menciptakan harga jual yang DIY berbeda-beda untuk dapat memperoleh dibandingkan dengan saluran pemasaran keuntungan di setiap lembaganya. FarmerAos Share terdapat pada saluran pemasaran 8 yang FarmerAos Share adalah persentase juga memiliki tujuan pasar hingga ke luar harga yang diterima oleh petani sebagai DIY. bentuk balasan dari usahatani yang perbedaan keuntungan pemasaran pada dilakukan dalam menghasilkan suatu setiap lembaga pemasaran tidak hanya komoditas pertanian. FarmerAos Share mengacu pada jarak pemasaran, akan dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukut efisiensi pemasaran dengan pemasaran apa saja yang dilakukan, biaya melihat dari besaran harga yang diterima petani (Kohls & Uhl, 2. Hal Tabel 5. Nilai Farmer's Share pada Setiap Saluran Pemasaran Bawang Merah Ramah Lingkungan di Kabupaten Bantul (%) Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1515-1526 Berdasarkan Tabel diketahui bahwa nilai farmerAos share saluran pemasaran dan menjual bawang tertinggi terdapat pada saluran pemasaran Nilai farmerAos share pada saluran tersebut sebesar 71,68% yang memiliki arti bahwa produsen bawang merah 71,68% Pemasaran bawang merah ramah di luar DIY yang mencakup wilayah Pasar Jawa Tengah dan Jawa Barat. Biaya Beringharjo. Sedangkan pada lingkup pemasaran tertinggi terdapat di saluran 8 pasar di luar DIY, berdasarkan nilai dengan tujuan akhir Pasar Caringin dan farmerAos share yang didapat, saluran 6 Kemang. Harga bawang merah tertinggi menjadi saluran yang memiliki nilai terdapat di saluran 6 dengan tujuan Pasar farmerAos share tertinggi dengan nilai Cikopo. sebesar 71,55%. Nilai farmerAos share Nilai farmerAos share tertinggi terdapat pada saluran pemasaran 2 dengan nilai sebesar 71,68% untuk lokal DIY dan bahwa nilai farmerAos share semakin saluran pemasaran 6 dengan nilai sebesar berkurang atau besaran harga yang 71,55% untuk pemasaran di luar DIY sedikit jika saluran Saran pemasaran yang terbentuk bertambah tertinggi terdapat pada saluran pemasaran Lekatompessy et al. , . menjelaskan diterima petani pemasaran 8 dan keuntungan pemasaran efisiensi pemasaran dengan kriteria nilai Margin merah tertinggi terdapat pada saluran dapat dijadikan indikator pengukuran Bantul Pasar Giwangan dan 4 saluran pemasaran pemasaran berada pada lingkup lokal farmerAos Kabupaten lokal DIY yaitu Pasar Bringharjo dan Pada saluran pemasaran 2, proses memiliki 6 saluran pemasaran di pasar harga yang diterima petani akan semakin Giwangan Kesimpulan tinggi nilai farmerAos share maka besaran Pasar KESIMPULAN DAN SARAN dibayarkan oleh konsumen. Semakin Petani dapat mencoba penjualan bawang merah ramah lingkungan secara lembaga pemasaran. Oleh karena itu, langsung kepada konsumen. Hal tersebut petani akan mendapatkan keuntungan dapat meningkatkan harga yang diterima PEMASARAN BAWANG MERAH RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN BANTUL Diah Rina Kamardiani. Rafli Lindusesa Pratama Komoditas Bawang Merah. Retrieved https://ews. id/sp2kplanding/assets/pdf/131212_ANL_U PK_BawangMerah. Kohls. , & Uhl. Marketing of Agricultural Products (Nint. Prentice Hall. Lekatompessy. Turukay. , & Parera. Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium Ascalonicum L. ) di Dusun Taeno Negeri Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan, 5. , https://doi. org/10. 30598/agrilan. Mardiyanto. Prastuti. , & Pengestuti. Analisa Kelayakan Usaha Budidaya Bawang Merah Ramah Lingkungan di Kabupaten Tegal. Journal of Chemical Information Modeling, 53. , 1689Ae1699. Rizal. Malia. , & Wandi. Analisis Saluran Pemasaran Bawang Merah Kelompok Tani Bojong Desa Gudang Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur. , 83Ae95. Sanakh. Nampa. , & Surayasa, . Pemasaran Bawang Merah di Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Excellentia. IX. , 73Ae83. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Swastha. , & Irawan. Manajemen Pemasaran Modern . nd ed. Yogyakarta: Liberty. Yelfiarita. Purnamasari. , & Darnetti. Analisis Saluran Pemasaran Bawang Merah di Kenagarian Sungai Nanam Kabupaten Solok. , 402Ae417. harga yang tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Terima LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta penelitian ini melalui hibah internal skema penelitian sehingga penelitian dapat berjalan lancar. DAFTAR PUSTAKA