Journal for Quality in Women's Health | Vol. 2 No. 1 March 2019 | pp. 50 Ae 56 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause Dini di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang Nita Dwi Astikasari1. Nasifah Tuszahroh2 STIKes Surya Mitra Husada Kediri Coresponding Author: Nita Dwi Astikasari . ietanievo@gmail. Received 2 March 2019. Accepted 2 March 2019. Published 10 March 2019 ABSTRACT Some women menopause at less than 40 years age, called early menopause. One of the factors affect is age of menarche, parity and contraception. The purpose of this study to determine the factors influence incidence early menopause in Kalirejo Village. Kalipare District. Malang Regency. The research design used is correlation analysis with cross sectional approach. Sampling using simple random sampling with number respondents 195 women. Data collection using questionnaire sheets. The analysis technique used is logistic regression with the help SPSS for Windows 20. The results obtained by the value A-value for menarche age factor 0. 002 <0. 05, maternal parity factors 0. <0. 05, contraception factors 0. 021 <0, 05, then Ha is accepted, tendency there is influence age of menarche, maternal parity, contraception with incidence early menopause in Kalirejo Village. Kalipare District. Malang Regency. A woman who experiences faster menarche and maternal parity has less low Anti Mullerian Hormone and non-hormonal contraceptives used by mothers cause a reduction egg cells so that menopause is faster. Suggestions from results this study, it is expected early menopause women can find out factors influence is age of menarche, maternal parity and Keywords: Early menopause, age of menarche, maternal parity and contraception Copyright A 2019 STIKes Surya Mitra Husada All rights reserved. This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Seiring bertambahnya usia, wanita tersebut mengalami perubahan produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga terjadi peralihan dari masa produktif ke masa non produktif. Menopause menurut Yuli dan Suparni . adalah terhentinya menstruasi secara permanen. Hal ini dijelaskan bahwa menopause ialah berhentinya menstruasi dan berakhirnya kemampuan bereproduksi. Dikatakan menopause apabila seorang wanita tidak mengalami menstruasi minimal selama 12 bulan. Menopause dibagi menjadi lima macam diantaranya, menopause dini, menopause normal, menopause terlambat, menopause karena operasi dan menopause medis. Rata-rata usia wanita menopause adalah 50 tahun. Website: http://jurnal. id/jqwh | Email: jqwh@strada. Nita Dwi Astikasari, et. al | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause DiniA. Namun, sebagian wanita telah mengalaminya dalam usia 40 tahun. Bahkan, ada yang berusia 20 hingga 30 tahun. Menopause yang terjadi kurang dari 40 tahun disebut menopause dini. Pada usia tersebut, apabila terjadi pada seorang wanita akan menimbulkan perasaan khawatir, apalagi jika usianya masih muda, seharusnya masih berkesempatan untuk mempunyai keturunan. Data statistik menopause dini menurut Yuli & Suparni . adalah 1 dari setiap 100 wanita dibawah usia 40 tahun, 1 dari setiap 1000 wanita usia dibawah 30 tahun, dan 1 dari setiap 10000 wanita dibawah usia 20 tahun. Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, menunjukkan bahwa wanita berusia 30-34 tahun mengalami menopause dini sebanyak 11,4%, dan wanita yang berusia 35-39 sebanyak 13,6%. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang pada bulan Juli 2018, wanita usia <40 tahun yang telah menikah didapatkan 10 wanita mengalami menopause dini, faktor penyebabnya berbeda beda diantaranya 8 orang mengalami menarche pada usia >14 tahun, 2 orang tidak mempunyai keturunan dan 9 orang tidak memakai kontrasepsi hormonal. Penyebab menopause dini adalah kadar estrogen rendah, sedangkan kadar hormon hipofisa yang merangsang ovarium . erutama FSH) tinggi (Nugroho, 2. Wanita yang mengalami menopause dini memiliki gejala yang sama dengan menopause pada umumnya seperti insomnia, rasa panas, berkurangnya daya ingat, banyak berkeringat dll (Manurung, 2. Menopause dini yang terjadi pada wanita dapat mengakibatkan perubahan pada tulang seperti osteoporosis dan perubahan kardiovaskuler (Fitri, 2. Penelitian Svejme dkk . , membuktikan bahwa wanita dengan menopause dini sebanyak 1,83 kali beresiko mengalami osteoporosis pada usia 77 tahun dan sebanyak 1,68 kali beresiko mengalami patah tulang. Penelitian yang dilakukan Senolinggi . bahwa seorang wanita yang mengalami menarche lambat akan mengalami menopause lebih cepat. Hal ini berkaitan dengan produksi hormon estrogen pada wanita tersebut. Penelitian Hanasiwi dan Pratiwi . mengatakan bahwa wanita yang tidak memakai kontrasepsi non hormon cenderung menopause lebih cepat karena tidak mendapatkan suplai hormon dari kontrasepsi tersebut. Wanita yang memiliki paritas sedikit cenderung lebih cepat mengalami menopause karena jumlah folikel dalam ovarium mengalami degredasi atau mengalami penurunan jumlah folikel (Nurdianti, 2. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Menopause Dini di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten MalangAy. BAHAN DAN METODE Peneliti menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian menopause dini sekali waktu dengan menggunakan lembar kuesioner. HASIL Karakteristik Responden Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Sumber: Hasil Analisa Data Journal for Quality in Women's Health Nita Dwi Astikasari, et. al | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause DiniA. Karakteristik Variabel Tabel 2 Karakteristik Variabel Berdasarkan Usia Menarche. Paritas dan Kontrasepsi Karakteristik Usia Menarche O14 tahun >14 tahun Paritas Grandemultipara Multipara Primipara Nulipara Kontrasepsi Hormonal Non Hormonal Tidak Memakai Karakteristik Kejadian Menopause Dini Menopause Dini Tidak Menopause Dini Sumber: Hasil Analisa Data Hasil Uji Statistik Hasil uji statistik Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Menopause Dini Di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang dengan menggunakan regresi logistik dapat dilihat pada table dibawah ini: Tabel 3 Tabulasi Silang Antara Usia Menarche. Paritas Ibu. Kontrasepsi dengan Menopause Dini di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang Kejadian Menopause Dini Terjadi Menapause Dini Tidak Menopause Dini Usia Menarche O14 Tahun >14 tahun Paritas Ibu Grande multipara Multipara Primipara Nulipara Kontrasepsi Hormonal Non Hormonal Tidak Memakai Jumlah Sumber: Hasil Analisa Data Journal for Quality in Women's Health Nita Dwi Astikasari, et. al | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause DiniA. Tabel 4 Hasil Uji Regresi Logistik Variabel Usia Menarche Paritas Ibu Kontrasepsi P-Value Sumber: Analisa Data Hasil uji statistik menggunakan regresi logistik dengan bantuan program SPSS versi 20 untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian menopause dini, didapatkan nilai A-value pada faktor usia menarche 0,002 < 0,05, pada faktor paritas ibu 0,043 < 0,05, pada faktor kontrasepsi 0,021 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, sehingga dinyatakan cenderung ada pengaruh yang signifikan antara usia menarche, paritas ibu, kontrasepsi dengan kejadian menopause dini. PEMBAHASAN Responden Berdasarkan Usia Menarche Berdasarkan tabel 2 diperoleh data bahwa dari 195 responden, hampir seluruhnya mengalami usia menarche O14 tahun sebanyak 154 responden . ,97%) dan sebagian kecil usia menarche >14 tahun sebanyak 41 responden . ,03%). Wanita yang mengalami menarche pada usia lebih cepat memiliki jumlah Anti Mullerian Hormone (AMH) yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengalami menarche pada usia yang lebih lambat (Anindita, 2. Semakin muda seseorang mengalami haid pertama kalinya, semakin lama ia memasuki masa menopause, sehingga masa reproduksi makin panjang (Marmi. Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa hampir seluruhnya mengalami usia menarche O14 Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah nutrisi. Seseorang yang mempunyai nutrisi baik, akan mengalami menarche lebih cepat karena nutrisi mempengaruhi pembentukan lemak tubuh yang secara tidak langsung akan terjadi metabolisme lemak oleh beberapa hormon yaitu hormon estrogen. Hormon ini adalah hormon yang membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan remaja. Seseorang yang mengalami menarche lebih cepat, mempunyai masa reproduksi yang panjang karena AMH yang tinggi sehingga terjadi menopause yang lebih lama. Hal ini sependapat dengan penelitian Feriantika . , bahwa wanita yang berstatus gizi baik cenderung mengalami usia menarche lebih dini dan memasuki masa menopause lebih lambat karena wanita yang memiliki bobot tubuh lebih tinggi lebih banyak memiliki cadangan sel-sel lemak karena semakin banyak sel-sel lemak yang dimiliki maka semakin banyak juga cadangan estrogen yang dimiliki. Responden Berdasarkan Paritas Ibu Berdasarkan tabel 2 diperoleh data bahwa dari 195 responden, sebagian besar primipara sebanyak 101 responden . ,8%), hampir setengahnya multipara sebanyak 83 responden . ,6%), sebagian kecil nulipara sebanyak 10 responden . ,1%) dan 1 responden . ,5%) grandemultipara. Semakin banyak paritas, maka ovarium akan meningkatkan kadar hormon progesteron. Bila progesteron meningkat maka ekskresi hormon AMH juga meningkat, kehadiran hormon AMH akan meningkatkan FSH dan memperlambat usia menopause, karena hormon FSH dan LH mempengaruhi ovulasi (Hanasiwi dan Pertiwi, 2. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar adalah primipara. Semakin banyak paritas, hormon yang mempengaruhi ovarium mengakibatkan hormon AMH meningkat sehingga terjadi menopause yang lebih lama. Hal ini sependapat dengan penelitian Fitria . , bahwa wanita menstruasi yang tidak disertai dengan proses pembuahan atau tidak terjadi proses fertilisasi akan menyebabkan jumlah folikel dalam ovarium yang mengalami degradasi atau mengalami penurunan jumlah folikel . truktur berisi cairan yang merupakan tempat pertumbuhan sel telu. Keadaan ini Journal for Quality in Women's Health Nita Dwi Astikasari, et. al | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause DiniA. akan mempercepat habisnya persediaan folikel-folikel dalam ovarium tersebut tidak sanggup mengeluarkan estrogen. Perubahan estrogen yang lain adalah pertumbuhan genetalia yang terhenti seperti ovarium tidak bisa berproduksi, hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya menopause Semakin sering wanita melahirkan maka semakin tua atau lama mereka memasuki menopause. Responden Berdasarkan Kontrasepsi Berdasarkan tabel 2 diperoleh data bahwa dari 195 responden, sebagian besar menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak 137 responden . ,3%), hampir setengahnya menggunakan kontrasepsi non hormonal sebanyak 52 responden . ,6%) dan sebagian kecil tidak menggunakan kontrasepsi sebanyak 6 responden . ,1%). Pada pemakaian alat kontrasepsi hormonal, mengandung kombinasi hormon yaitu estrogen dan progesteron yang cara kerjanya menekan fungsi indung telur sehingga tidak memproduksi sel telur maka tidak terjadi pengurangan sel telur mengakibatkan masa menopause lebih panjang sampai sel telur habis dan menyebabkan menopause lebih lama atau tua (Thoyibah, 2. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar adalah ibu menggunakan kontrasepsi Seorang perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormon, tidak terjadi pengurangan sel telur sehingga terjadi menopause yang lama. Hal ini sependapat dengan penelitian Fibrila dkk . bahwa wanita dengan riwayat penggunaan kontrasepsi hormon mengakibatkan kerja hormon tersebut menekan indung telur sehingga sel telur tidak diproduksi dan berpengaruh pada keterlambatan seorang wanita memasuki masa menopause. Responden Berdasarkan Kejadian Menopause Dini Berdasarkan tabel 2 diperoleh data bahwa dari 195 responden, hampir seluruhnya tidak terjadi menopause dini sebanyak 185 responden . ,87%) dan sebagian kecil terjadi menopause dini sebanyak 10 responden . ,13%). Sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan oleh LH (Luteinizing Hormon. dan FSH (Folicle Stimulating Hormon. yang dihasilkan oleh kelenjar Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron. Akhirnya proses ovulasi . elepasan sel telu. berhenti (Nugroho & Utama, 2. Salah satu faktor terjadinya menopause diantaranya usia menarche, paritas dan riwayat penggunaan kontrasepsi (Irianto, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil terjadi menopause dini. Mereka yang mengalami menopause dini usianya >35 tahun karena usia tersebut bukan termasuk usia subur. Hal ini sependapat dengan penelitian Anindita . bahwa menopause dini merupakan berhentinya menstruasi dan berakhirnya kemampuan bereproduksi sebelum usia 40 tahun. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya usia menarche yang lambat, paritas yang jumlahnya kecil dan riwayat penggunaan kontrasepsi non hormonal. Usia Menarche. Paritas. Kontrasepsi dengan Kejadian Menopause Dini Hasil uji statistik menggunakan regresi logistik dengan bantuan program SPSS versi 2. 0 untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian menopause dini, didapatkan nilai A-value pada faktor usia menarche 0,002 < 0,05, pada faktor paritas ibu 0,043 < 0,05, pada faktor kontrasepsi 0,021 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, sehingga dinyatakan cenderung ada pengaruh yang signifikan antara usia menarche, paritas ibu, kontrasepsi dengan kejadian menopause dini. Menopause dini adalah menopause yang terjadi pada wanita berusia kurang dari 40 tahun (Suparni dan Yuli, 2. Salah satu faktor terjadinya menopause diantaranya usia menarche, paritas dan riwayat penggunaan kontrasepsi (Irianto, 2. Semakin muda seseorang mengalami haid pertama kalinya, semakin lama ia memasuki masa menopause, sehingga masa reproduksi makin panjang (Marmi, 2. Wanita yang mengalami menarche pada usia lebih cepat memiliki jumlah Anti Mullerian Hormone (AMH) yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengalami menarche pada usia yang lebih lambat. AMH disekresikan oleh sel-sel granulosa dalam pertumbuhan folikel ovarium primer, sekunder dan antral dengan sekresi tertinggi terdapat pada tahap sekunder dan Journal for Quality in Women's Health Nita Dwi Astikasari, et. al | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause DiniA. antral, kemudian berakhir dengan pertumbuhan folikel lanjut. Tingkat AMH rendah pada saat lahir, meningkat pada masa kanak-kanak dan puncaknya pada saat remaja, kemudian menurun secara bertahap berdasarkan usia. Namun, terdapat wanita yang terjadi menopause dini walaupun usia menarchenya lebih awal, kemungkinan faktor penyebabnya adalah aktifitas fisik. Aktivitas yang tinggi dapat mempengaruhi ovarium menjadi terbatas dengan mengurangi serum estrogen dan meningkatkan hormon seks globulin yang dapat menyebabkan menopause lebih cepat (Anindita. Semakin banyak paritas, maka ovarium akan meningkatkan kadar hormon progesteron. Bila progesteron meningkat maka ekskresi hormon AMH juga meningkat, kehadiran hormon AMH akan meningkatkan FSH dan memperlambat usia menopause, karena hormon FSH dan LH mempengaruhi ovulasi (Hanasiwi dan Pertiwi, 2. Pada pemakaian alat kontrasepsi hormonal, mengandung kombinasi hormon yaitu estrogen dan progesteron yang cara kerjanya menekan fungsi indung telur sehingga tidak memproduksi sel telur maka tidak terjadi pengurangan sel telur mengakibatkan masa menopause lebih panjang sampai sel telur habis dan menyebabkan menopause lebih lama atau tua (Thoyibah, 2. Kejadian menopause dini cenderung terjadi pada wanita usia menache yang lambat. Hal ini karena jumlah AMH lebih rendah dibandingkan usia menarche yang lebih cepat sehingga mengakibatkan menopause lebih awal. Namun, terdapat 2 wanita yang menopause dini walaupun usia menarchenya lebih awal. Kemungkinan faktor penyebabnya adalah aktivitas fisik. Aktivitas yang tinggi dapat menurunkan kadar estrogen sehingga dapat menyebabkan menopause dini. Wanita yang paritasnya sedikit maka AMH juga menurun dan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi non hormonal menyebabkan pengurangan sel telur sehingga terjadi menopause dini. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari 195 responden berdasarkan usia menarche terdapat 154 responden . ,97%) O14 tahun dan 41 responden . ,03%)>14 tahun. Berdasarkan paritas ibu yaitu grandemultipara 1 responden . ,5%), multipara sebanyak 83 responden . ,6%), primipara sebanyak 101 responden . ,8%) dan nulipara sebanyak 10 responden . ,1%). Berdasarkan kontrasepsi yaitu menggunakan hormonal sebanyak 137 responden . ,3%), kontrasepsi yang menggunakan non hormonal sebanyak 52 responden . ,6%) dan tidak menggunakan kontrasepsi sebanyak 6 responden . ,1%). Berasarkan kejadian menopause dini terdapat 10 responden . ,13%) terjadi menopause dini dan 185 responden . ,87%) tidak terjadi menopause dini. Hasil uji statistik menggunakan regresi logistik dengan bantuan program SPSS versi 20, kecenderungan ada pengaruh antara usia menarche, paritas ibu, kontrasepsi dengan kejadian menopause dini. Diperoleh nilai A-value pada faktor usia menarche 0,002 < 0,05, pada faktor paritas ibu 0,043 < 0,05, pada faktor kontrasepsi 0,021 < 0,05 maka Ha diterima. Saran Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian menopause dini terutama pada faktor aktivitas fisik sehari-hari Kepada wanita diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menopause dini diantaranya usia menarche, paritas, kontrasepsi. Kepada tempat penelitian diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi perempuan dengan mensosialisasikan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian menopause dini yaitu usia menarche, paritas dan kontrasepsi. Journal for Quality in Women's Health Nita Dwi Astikasari, et. al | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Menopause DiniA. REFERENSI