Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 1. Nomor 1. September 2023. Halaman 1-3 E-ISSN: 3025-6704 DOI: https://doi. org/10. 5281/zenodo. Analisis Pengurangan Resiko Bencana Tanah Longsor Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Dania Rohmatika 1. Albert Alfikri2 1Program Geografi. Universitas Negeri Semarang 2Universitas Malikussaleh ABSTRAK Menurut data rekapitulasi kejadian bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari tahun 2006-2017. Article history: yang sering terjadi adalah bencana tanah longsor Received Agustus 15, 2023 yaitu sebanyak 12 kejadian bencana. Bencana tanah longsor yang Accepted Agustus 20, 2023 Available online Agustus 28, 2023 terjadi mengakibatkan 29 ha sawah rusak, 59 rumah rusak, 1 sekolah rusak, jalan tertimbun, arus listrik terputus, dan 195 KK . Keywords: Penyebab bencana tanah longsor tidak lepas dari Resiko Bencana. Desa Tempur kegiatan manusia yang banyak memanfaatkan lahan untuk ditanami Kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk penetingan Sengon tadi dalam usia singkat akan ditegor lalu ditanam Hal tersebut mengakibatkan akar tanaman tidak mampu mengikat tanah dengan baik sehingga tanaha akan mudah bergerak This is an open access article under the CC BY-SA license. dan longsor. Pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reductio. Copyright A 2023 by Author. Published by Yayasan Daarul Huda merupakan bentuk pengembangan kerangka kerja baru yang digunakan untuk mengurangi risiko atau kerugian yang ditimbulkan dari bencana dengan menitikberatkan pada upaya pemberdayaan individu maupun masyarakat dalam menghadapi bencana. Pengurangan risiko bencana adalah pendekatan proaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu maupun masyarakat dalam mitigasi untuk mengurangi dampak kejadian bencana sehingga masyarakat memiliki kemampuan atau kapasitas untuk bertahan dan bangkit dari bencana dalam upaya penghidupan berkelanjutan . ustainibility livelihoo. (Anisa, 2. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis akan membahas mengenai upaya pengurangan resiko bencana yang dilakukan masyarakat desa Tempur. Upaya pengurangan resiko bencana masyarakat Desa Tempur yaitu pengembangan pengetahuan kebencanaan, pengadaan sarana prasarana tanggap darurat, pembuatan terasering, penghijauan, system peringatan dini yang berupa tradisional dan modern. Saran penulisa yaitu sebaiknya pelatihan dan sosialisasi dapat dilaksanakan secara konsisten dan masyarakat juga dialihkan untuk menanam tanaman yang bisa meminimalisir tanah longsor. Selain itu sebaiknya system peringatan dini bisa lebih canggih dan sebarannya lebih merata. ARTICLE INFO PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terjadi bencana alam berupa banjir, tanah longsor, gunung Meletus, dan tsunami. Proses pembentukan wilayah kepulauan Indonesia yang melibatkan lima lempeng besar dnia turut memberikan dampak bagi potensi dan kerawanan bencana yang terjadi di Indonesia. Bencana merupakan serangkaian peristiwa bai kalam maupun non alam yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian materi. Salah satu bencana alam yaitu ada tananh longsor. Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Factor pemicu terjadinya tanah longsor di suatu wilayah terjadi karena adanya curah hujan tinggi yang didukung oleh kondisi topografi yang curam. Kabupaten Jepara merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Jepara memiliki kondisi dan rawan akan berbagai bencana,seperti bencana banjir, kekeringan, tanah longsor, abrasi, dan angin kencang. Salah satu bencana yang paling sering terjadi tiap tahunnya adalah bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah yang berada di lereng kaki Gunung Muria. Salah satu Desa yang rawan bencana tananh longsor adalah Desa Tempur. Kecamatan Keling. *Corresponding author E-mail addresses: papatpatimah225@gmail. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 1 Tahun 2023, pp. Desa Tempur terletak di patahan tempur yang memotong puncak muria dan memiliki tebing yang curam. Patahan tersebut merupakan patahan yang masih aktif, memiliki material kurang padat . , dan mudah mengalami pergerakan ulang (Astjario, 2007:. Pernyataan tersebut menjadi factor Desa tempur rawan terjadi bencana tananh longsor. Menurut data rekapitulasi kejadian bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari tahun 2006-2017, intensitas bencana yang sering terjadi adalah bencana tanah longsor yaitu sebanyak 12 kejadian bencana. Bencana tanah longsor yang terjadi mengakibatkan 29 ha sawah rusak, 59 rumah rusak, 1 sekolah rusak, jalan tertimbun, arus listrik terputus, dan 195 KK . Penyebab bencana tanah longsor tidak lepas dari kegiatan manusia yang banyak memanfaatkan lahan untuk ditanami sengon. Kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk penetingan Sengon tadi dalam usia singkat akan ditegor lalu ditanam kembali. Hal tersebut mengakibatkan akar tanaman tidak mampu mengikat tanah dengan baik sehingga tanaha akan mudah bergerak dan Pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reductio. merupakan bentuk pengembangan kerangka kerja baru yang digunakan untuk mengurangi risiko atau kerugian yang ditimbulkan dari bencana dengan menitikberatkan pada upaya pemberdayaan individu maupun masyarakat dalam menghadapi bencana. Pengurangan risiko bencana adalah pendekatan proaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu maupun masyarakat dalam mitigasi untuk mengurangi dampak kejadian bencana sehingga masyarakat memiliki kemampuan atau kapasitas untuk bertahan dan bangkit dari bencana dalam upaya penghidupan berkelanjutan . ustainibility livelihoo. (Anisa, 2. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis akan membahas mengenai upaya pengurangan resiko bencana yang dilakukan masyarakat desa Tempur. PEMBAHASAN Desa Tempur merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Letak astronomis Desa Tempur yaitu terletak di antara 634Ao05Ay-6 37Ao27Ay lintang selatan dan 1105Ao50Ay-11054Ao55Ay bujur timur (Google Earth, 2017 dalam Anisa 2. Batas administrasi Desa Tempur disebelah utara berbatasan dengan Desa Damarwulan, seebelah timur berbatasan dengan Desa Jirahi, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Rahtawu, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Sumanding. Desa Tempur termasuk dalam kategori wilayah yang rawan akan bencana tanah longsor. Menurut data rekapitulasi kejadian bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari tahun 2006-2017, intensitas bencana yang sering terjadi adalah bencana tanah longsor yaitu sebanyak 12 kejadian bencana. Terjadinya intensitas longsor yang tinggi di Desa Tempur tidak lepas dari pengaruh interaksi masyarakat setempat dengan lingkungannya. Masyarakat disana banyak memanfaatkan lahan untuk kegiatan menanam pohon sengon untuk tujuan ekonomi. Tanaman sengon yang berumur pendek mengakibatkan akar tanamannya tidak mampu mengikat tanah dengan baik sehingga tanah mudah geser dan longsor. Masyarakat Desa Tempur telah melakukan berbagai upaya dalam mengurangi bencana tanah longsor agar kerugian dan korban jiwa dapat diminimalisir. Disini kapasitas masyarakat mengenai upaya pengurangan resiko bencana tanah longsor sangat diperlukan. Beberaapa upaya pengurangan resiko bencana yang dilakukan oleh masyarakat diantaranya adalah dengan pengembangan pengetahuan Pengembangan pengetahuan kebencanaan dilakukan dengan cara kegiatan berupa sosialisasi bencana terutama tanah longsor kepada masyarakat, melakukan pelatihan kelompok kerja desa Tangguh bencana, serta pelatihan relawan desa Tangguh bencana. (Anisa, 2. Upaya PRB lainnya yang telah dilakukan adalah dengan memberikan sarana prasarana tanggap Pengadaan sraana dan prasarana tanggap darurat terdiri atas peralatan dapur, kebutuhan untuk mandi, senter, mobil evakuasi, tenda, tandu. HT (Handy Talk. , megaphone, bahanAebahan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan makanan, serta obat-obatan. Pembuatan terasering juga dilakukan yang bertujuan untuk mengurangi longsor. Penghijauan dilakukan dengan penanaman 10. pohon yang dilaksanakan oleh masyarakat, relawan. BPBD, dan pemerintah. Di Desa Tempur juga sudah terdapat system peringatan dini sebagai salah satu upaya PRB. Sistem peringatan dini yang ada di Desa Tempur dibedakan menjadi sistem peringatan berbasis tradisional dan modern. Sistem peringatan dini berbasis tradisional berupa sirene dari masjid setempat dan kentongan. Sedangkan sistem peringatan dini berbasis modern berupa komunikasi melalui HT (Handy Talk. dan handphone. (Anisa, 2. Socius E-ISSN: 3025-6704 Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Vol. No. 1 Tahun 2023, pp. SIMPULAN Upaya pengurangan resiko bencana masyarakat Desa Tempur yaitu pengembangan pengetahuan kebencanaan, pengadaan sarana prasarana tanggap darurat, pembuatan terasering, penghijauan, system peringatan dini yang berupa tradisional dan modern. Saran penulisa yaitu sebaiknya pelatihan dan sosialisasi dapat dilaksanakan secara konsisten dan masyarakat juga dialihkan untuk menanam tanaman yang bisa meminimalisir tanah longsor. Selain itu sebaiknya system peringatan dini bisa lebih canggih dan sebarannya lebih merata. REFERENSI