Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page : 529-540 Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru Moh. Faizin1. Alia Nafisah Rahma2. Salsabil Nur Shilfiya Khildan3 Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris/Tarbiyah dan Keguruan/UIN Sunan Ampel Surabaya. Indonesia. faizin@uinsa. Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris/Tarbiyah dan Keguruan/UIN Sunan Ampel Surabaya. 02060525027@student. Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris/Tarbiyah dan Keguruan/UIN Sunan Ampel Surabaya. 06010525019@student. *Korespondensi: 06010525019@student. Submit : 05/09/2025 | Review : 23/09/2025 s. d 10/11/2025 | Publish : 21/11/2025 Abstract The role of educators in Islamic education is highly significant, particularly in addressing contemporary educational challenges that tend to prioritise cognitive achievement over character This article examines the concept of the Islamic educator according to Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji in Ta'lim al-Muta'allim li Thariq al-Ta'allum and analyses its implications for modern teacher professionalism. This study employs a descriptiveAeanalytical literature review, using Ta'lim al-Muta'allim as the primary source supported by relevant contemporary scholarly literature. The findings show that Az-Zarnuji outlines three fundamental criteria for an educator: al-a'lam . rofessionally competent and knowledgeabl. , al-awraAo . orally upright and avoiding sinful act. , and al-asann . ature and experience. According to Az-Zarnuji, a teacher is not merely an instructor but also a moral and spiritual guide . who directs learners to orient their educational goals toward attaining the pleasure of Allah SWT. This ethically and spiritually infused pedagogical model is highly relevant to contemporary efforts to strengthen teacher professionalism, ideally integrating academic competence, moral integrity, and spiritual depth. The thought of Az-Zarnuji therefore provides a valuable conceptual foundation for developing a model of teacher professionalism that is rooted in Islamic educational values while remaining responsive to the demands of modern Keywords :Az-Zarnuji. Teacher professionalism. Islamic educational values. MoralAespiritual Pendahuluan Pendidikan pengembangan peradaban manusia. Di antara komponen pendidikan, sosok pendidik menempati posisi yang sangat strategis karena berkaitan (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru langsung dengan pembentukan karakter, moral, dan kapasitas intelektual peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, kedudukan pendidik bahkan melampaui fungsi administratif dan pedagogis semata. Guru tidak hanya diposisikan sebagai penyampai materi . uAoalli. , tetapi juga sebagai pendidik moral . dan teladan perilaku . swah hasana. Posisi yang komprehensif inilah yang membedakan konsep pendidik dalam Islam dari paradigma pendidikan modern sekuler yang cenderung menekankan aspek kompetensi teknis dan kognitif. Al-QurAoan dan Sunnah menegaskan peran sentral guru sebagai figur yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya, sebagaimana prinsip yuzakkhim wa yuAoallimuhum al-kitAba wa al-hikmah pada Q. Al-JumuAoah ayat 2, yang menekankan keterkaitan antara pembersihan jiwa, pembinaan akhlak, dan pewarisan ilmu pengetahuan. Pandangan ini diperkuat oleh penelitian-penelitian kontemporer yang menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai dan spiritualitas terbukti efektif membangun kesejahteraan emosional dan moral peserta didik secara jangka panjang (Hendawi et al. Nordin et al. , 2. Meskipun ajaran Islam menempatkan pendidik sebagai figur sentral dalam pembentukan manusia secara holistik, realitas pendidikan dewasa ini menghadirkan tantangan serius. Profesionalisme guru sering kali direduksi pada kemampuan menguasai kurikulum, penggunaan teknologi, dan pencapaian target akademik. Kebijakan nasionalAitermasuk UndangUndang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005Aimemang telah mengatur empat kompetensi guru . edagogik, profesional, sosial, dan kepribadia. , namun pelaksanaannya masih banyak berfokus pada evaluasi teknis dan Penelitian menunjukkan bahwa krisis moral, rendahnya keteladanan, lemahnya kedisiplinan, dan degradasi etika profesi masih menjadi persoalan mendesak dalam dunia pendidikan (Muhammad et al. Umar, 2. Perkembangan teknologi pendidikan, meskipun membawa banyak manfaat, juga berpotensi menurunkan intensitas pembinaan karakter, kedekatan guru-murid, dan bimbingan akhlak yang Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 530 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru selama ini menjadi inti pendidikan Islam. Akibatnya, banyak pihak menilai bahwa arah profesionalisme guru saat ini berjalan timpang: unggul secara teknis namun kurang kuat secara spiritual dan moral. Dalam konteks perubahan sosial global, pendidik juga menghadapi tekanan tambahan dari budaya digital, konsumerisme pendidikan, dan Guru pembelajaran digital, kecerdasan buatan, pengelolaan kelas daring, dan kurikulum Merdeka Belajar. Akan tetapi, di sisi lain, tugas pembinaan akhlak dan spiritual tidak boleh ditinggalkan karena berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Ketegangan antara tuntutan teknis dan tuntutan nilai inilah yang menjadi problem esensial pendidikan kontemporer dan memerlukan kerangka teoritik alternatif yang mampu menjembatani keduanya. Kajian pendidikan Islam menunjukkan bahwa pembahasan mengenai peran pendidik banyak dianalisis melalui dua pendekatan: . kajian kompetensi guru modern. kajian tokoh ulama pendidikan Penelitian mutakhir menegaskan bahwa penggabungan nilai spiritual dan keilmuan merupakan fondasi kuat dalam pendidikan yang berorientasi karakter (Estrada et al. , 2021. Li et al. , 2. Penelitian khusus tentang pemikiran ulama klasik juga berkembang, seperti kajian terhadap Al-Ghazali mengenai hubungan cinta antara guru dan murid (Muhammad et al. , 2. serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum modern (Hadi et al. , 2024. Hendawi et al. , 2. Kajian-kajian tersebut memiliki kontribusi penting dalam merumuskan prinsip etika profesi pendidikan Islam. Pemikiran Syekh Burhanuddin Az-ZarnujiAimelalui karya TaAolim alMutaAoallim li Thariq al-TaAoallumAimenjadi salah satu referensi paling berpengaruh dalam tradisi keilmuan Islam mengenai relasi guru-murid, etika menuntut ilmu, dan prinsip profesionalitas pendidik. Karya tersebut telah dikaji oleh banyak akademisi sebagai panduan spiritual dan moral dalam proses pembelajaran. Az-Zarnuji menekankan tiga prinsip utama Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 531 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru pendidik: Al-AAolam . aling berilm. Al-AwraAo . aling menjaga kehormatan dan ketakwaa. , dan Al-Asann . aling berpengalama. Selain itu. AzZarnuji menegaskan bahwa pendidik bertugas membimbing peserta didik agar menata niat belajar demi ridha Allah SWT, bukan untuk ambisi Dengan demikian, pendidikan menurut Az-Zarnuji adalah perjalanan spiritual, intelektual, dan moral secara seimbang. Sejumlah penelitian menegaskan bahwa pemikiran Az-Zarnuji relevan untuk revitalisasi pendidikan Islam berbasis karakter dan etika profesional (Azhari et al. , 2022. Faizin & Helandri, 2. Meskipun terdapat literatur yang membahas TaAolim al-MutaAoallim dan prinsip pendidikan Az-Zarnuji, sebagian besar kajian yang ada masih berfokus pada aspek etika belajar atau adab murid. Sementara itu, pembahasan komprehensif mengenai konsep pendidik dalam perspektif Az-Zarnuji dan relevansinya untuk profesionalisme guru kontemporer Penelitian-penelitian mengaitkan pemikiran Az-Zarnuji dengan kerangka hukum nasional seperti Undang-Undang Guru No. 14 Tahun 2005 atau istilah kompetensi guru di era digital. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengintegrasikan pemikiran klasik Az-Zarnuji dengan tuntutan pendidikan berbasis teknologi dan tantangan moral pendidikan abad ke-21. Dengan demikian, terdapat celah akademik . esearch ga. berupa kebutuhan untuk membangun model profesionalisme guru yang tidak hanya mengandalkan standar teknis, tetapi juga mengangkat etika dan spiritualitas pendidik sebagaimana paradigma Az-Zarnuji. Penelitian ini menjadi penting karena mempertemukan dua ruang keilmuan yang selama ini berjalan relatif terpisah: tradisi pemikiran pendidikan Islam klasik dan isu profesionalisme guru modern. Pemikiran Az-Zarnuji menawarkan paradigma alternatif yang mengintegrasikan kompetensi intelektual, kematangan spiritual, dan keteladanan moral secara harmonis. Integrasi tersebut dapat memperkaya landasan etis bagi profesionalisme guru di era digital. Novelty akademik penelitian ini terletak Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 532 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru pada formulasi konsep pendidik berdasarkan paradigma Az-Zarnuji dan analisis implikasinya terhadap kerangka profesionalisme guru Indonesia secara kontemporer, termasuk pada aspek kurikulum, pengembangan kompetensi, sertifikasi, dan pelatihan guru. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis dalam kerangka pendidikan karakter dan spiritual berbasis nilai-nilai Islam. Sejalan dengan paparan masalah dan kebutuhan akademik tersebut, penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis konsep pendidik menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dalam TaAolim al-MutaAoallim li Thariq al-TaAoallum secara filosofis dan pedagogis. Hal tersebut mengidentifikasi nilai-nilai etika dan spiritual pendidik menurut Az-Zarnuji yang relevan bagi pendidikan kontemporer dan mendeskripsikan implikasi Az-Zarnuji khususnya dalam konteks kerangka kompetensi pendidik Indonesia dan tantangan pendidikan era digital. BAHAN DAN METODE Artikel ini menggunakan penelitian pustaka, yang juga dikenal sebagai tinjauan pustaka, yang dilakukan dengan melihat berbagai sumber yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Pendekatan ini digunakan karena data utama diperoleh dari sejumlah buku ilmiah dan kuno. Karya Sheikh Burhanuddin Az-Zarnuji *Ta'lim al-Muta'allim* menyediakan sebagian besar informasi yang digunakan dalam penelitian ini. Sementara itu, data sekunder tentang gagasan Az-Zarnuji dan gagasan para pendidik dari perspektif pendidikan Islam dikumpulkan dari jurnal, buku ilmiah, dan temuan penelitian lainnya. Dalam artikel ini, pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui pemahaman serta pengkajian teori dari berbagai literatur yang relevan dengan Ada empat tahap dalam penelitian studi pustaka, yaitu menyiapkan alat yang diperlukan, menyiapkan bibliografi kerja, mengatur Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 533 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru waktu, serta membaca atau mencatat bahan yang diperlukan untuk Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari sumber dan mengkonstruksi dari berbagai referensi, seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Sumber-sumber yang diolah dari berbagai menguatkan proposisi dan gagasan yang diajukan. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif, di mana data yang diperoleh diuraikan, diklasifikasikan, dan dianalisis secara sistematis Az-Zarnuji Hasil analisis kemudian dihubungkan dengan berbagai isu dalam pendidikan kontemporer, sehingga diperoleh gambaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Singkat Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji Hasil kajian biografis menunjukkan bahwa Syekh Burhanuddin AlIslam Az-Zarnuji merupakan ulama terkemuka abad ke-6 H/12 M yang dikenal luas karena kontribusinya dalam bidang pendidikan Islam (Al-Fandi & Mahmud, 2020. Rahmah & Fauzi, 2. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai tahun wafatnyaAisebagian menyebut 591 H/1195 M dan sebagian lain 840 H/1243 MAipara peneliti sepakat bahwa ia hidup pada era keemasan intelektual Islam dan semasa dengan sejumlah ulama besar seperti Rida ad-Din an-Naisaburi (Umar & Al-Syarif, 2. Az-Zarnuji menghabiskan masa pendidikannya di kota Bukhara dan Samarkand, dua pusat keilmuan terpenting saat itu, dan berguru kepada tokoh-tokoh besar seperti Sheikh Burhanuddin Ali bin Abu Bakar Al-Marghinani. Sheikh Ruknuddin al-Firginani, dan Imam Zadeh yang berperan besar dalam pembentukan wawasan intelektual serta keilmuan spiritualnya (Al-Rasyidin & Nizar, 2. Buku TaAolim al-MutaAoallim li Thariq al-TaAoallum menjadi karya monumental yang dikenal hingga saat ini dan dijadikan rujukan Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 534 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru pembentukan etika pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan Islam, baik tradisional maupun modern, terutama di pesantren (Hamka & Syamsuddin, 2. Karya tersebut dipandang bukan hanya sebagai pedoman belajar, tetapi juga landasan filosofis mengenai relasi pendidikAe peserta didik serta etika menuntut ilmu, yang merepresentasikan gagasan pendidikan Islam berkarakter, berbasis akhlak, dan spiritualitas (Fauzan & Zamroni, 2. Dengan demikian, posisi Az-Zarnuji sangat kuat dalam Islam menempatkan pendidik sebagai figur moral, spiritual, dan intelektual yang memegang peran sentral dalam keberhasilan pendidikan (Rahmah & Fauzi. Pendidik dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa konsep pendidik dalam Islam jauh lebih luas daripada definisi guru dalam paradigma pendidikan Istilah-istilah seperti muAoallim, murabbi, mursyid, ustadz, dan mudarris menampilkan spektrum peran guru yang mencakup transmisi ilmu, pembinaan akhlak, pendampingan spiritual, hingga peneladanan moral (Hadi et al. , 2024. Umar, 2. Dalam perspektif pendidikan Islam, pembelajaran tetapi juga memfasilitasi pembentukan karakter dan arah hidup peserta didik agar selaras dengan tujuan penciptaan manusia sebagai Aoabd dan khalifah Allah di bumi (Nordin et al. , 2. Ayat Al-QurAoan (Q. Al-Mujadilah: . menegaskan keutamaan orang berilmu dan mereka yang mengajarkannya, sehingga pendidik memperoleh kedudukan mulia dalam struktur sosial masyarakat Muslim. Penegasan ini sejalan dengan pepatah Jawa Auguru iku digugu lan ditiruAy sebagai gambaran bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dinilai pada pencapaian akademik, tetapi pada kualitas keteladanan guru (Muhammad et al. , 2. Perspektif kontemporer dalam Ilmu Pendidikan Islam turut memperluas peran pendidik pada aspek konseling, inovasi pembelajaran, penelitian, dan kolaborasi sosialAiyang semuanya memerlukan kompetensi Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 535 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru profesional sekaligus integritas moral dan spiritual (Hendawi et al. , 2024. Estrada et al. , 2. Dengan demikian, peran pendidik dalam Islam selaras dengan gagasan multidimensional tentang profesionalisme guru modern. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa etika keilmuan, tanggung jawab moral, dan kekuatan spiritual merupakan fondasi bagi kompetensi teknis seorang guru. Pernyataan ini sangat relevan dengan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan empat kompetensi intiAiprofesional, pedagogik, sosial, dan kepribadianAidi mana aspek kepribadian dan keteladanan sejatinya telah lama menjadi inti dalam tradisi pendidikan Islam (Rahmah & Fauzi, 2024. Hamka & Syamsuddin, 2. Pendidik Perspektif Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji Hasil analisis terhadap TaAolim al-MutaAoallim menunjukkan bahwa AzZarnuji menggagas model pendidik ideal yang bersifat integratif, mencakup keilmuan, moralitas, dan spiritualitas (Rahmah & Fauzi, 2024. Hamka & Syamsuddin, 2. Menurut Az-Zarnuji, pendidik ideal memiliki tiga ciri utama: Al-AAolam. Al-AwraAo, dan Al-Asann, di mana ketiga dimensi tersebut menggambarkan perpaduan antara kapasitas intelektual, integritas akhlak, dan kedewasaan pengalaman seorang guru (Fauzan & Zamroni, 2. Tabel 1. Ringkasan konsep dasar Az-Zarnuji Konsep Az-Zarnuji Al-AAolam Al-AwraAo Al-Asann Makna Inti Paling berilmu Paling menjaga Paling berpengalaman Konsekuensi Pedagogis Guru harus menguasai bidang akademik secara mendalam dan mengajarkannya secara kompeten Guru menjadi teladan moral dan spiritual bagi peserta didik Guru membimbing berdasarkan kebijaksanaan, kedewasaan, dan keluasan Az-Zarnuji menegaskan bahwa guru bertanggung jawab tidak hanya membentuk kecakapan intelektual, tetapi juga mengarahkan niat belajar murid agar selaras dengan tujuan hidup yang mulia (Nata, 2. Poin ini menunjukkan paradigma pendidikan berbasis niyyah . rientasi ilahia. , di Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 536 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru mana guru bertindak sebagai pengarah visi hidup dan bukan hanya pelaksana kurikulum (Al-Fandi & Mahmud, 2. Metode pendidikan AzZarnuji juga menekankan praktik ilqAAo al-nashah . emberi nasihat dengan lemah lembut dan konstrukti. , mudzAkarah . ertukaran ide tanpa merendahkan muri. , keteladanan . enyatuan ucapan dan tindakan oleh gur. , dan pembaharuan ilmu secara berkesinambungan (Hadi et al. Rahmah & Fauzi, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan menurut Az-Zarnuji adalah proses kesalinghubungan antara ilmu, etika, dan spiritualitas. Guru yang mengabaikan etika tidak hanya berisiko gagal secara moral, tetapi juga kehilangan otoritas pedagogis di hadapan murid serta berpotensi meruntuhkan wibawa profesinya (Muhammad et al. , 2. Implikasi Konsep Az-Zarnuji terhadap Profesionalisme Guru Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa konsep pendidik menurut Az-Zarnuji memiliki implikasi signifikan terhadap profesionalisme guru kontemporer. Pertama, model pendidik Az-Zarnuji memperkuat keempat kompetensi inti profesi guruAipedagogik, profesional, sosial, dan kepribadianAikarena kemampuan mengajar, tetapi juga integritas diri dan kedewasaan spiritual (Hendawi et al. , 2. Kedua, dalam konteks degradasi moral peserta didik dan krisis keteladanan guru, konsep Al-AwraAo menegaskan bahwa karakter guru merupakan bagian fundamental dari kompetensi profesional (Umar, 2. Ketiga, ajaran ilqAAo al-nashah dan mudzAkarah relevan untuk memperkuat pembelajaran humanis, dialogis, dan bermaknaAi bukan sekadar transfer konten (Estrada et al. , 2. Keempat, pada era digital, hanya guru yang matang moral dan spiritual yang mampu memastikan pemanfaatan teknologi secara etis dan transformatif, bukan destruktif bagi perkembangan psikologis peserta didik (Li et al. , 2. Kelima, konsep penataan niat dalam pembelajaran berpotensi membantu pendidikan saat ini kembali menemukan tujuan fundamentalnya: Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 537 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru membentuk manusia berkarakter mulia, bukan sekadar menghasilkan nilai ujian dan prestasi semu (Fauzan & Zamroni, 2. Dengan demikian, diskusi memperlihatkan bahwa pemikiran AzZarnuji bukan hanya warisan historis, tetapi kerangka epistemologis untuk merumuskan profesionalisme guru yang humanis, berkarakter, dan berorientasi nilaiAisebuah dimensi yang sering terpinggirkan dalam paradigma pendidikan teknokratis masa kini. Kesimpulan Kajian ini menegaskan bahwa konsep pendidik dalam perspektif Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji merupakan kerangka pendidikan Islam yang sangat komprehensif, mencakup dimensi keilmuan, moralitas, dan spiritualitas secara Melalui karya TaAolim al-MutaAoallim. Az-Zarnuji menempatkan guru sebagai figur sentral dalam pembentukan kecerdasan intelektual sekaligus karakter dan orientasi hidup peserta didik. Tiga karakter inti pendidik Ai Al-AAolam . aling berilm. Al-AwraAo . aling menjaga kehormatan mora. , dan Al-Asann . aling berpengalama. Ai menunjukkan bahwa profesionalisme guru harus berlandaskan penguasaan ilmu pengetahuan, keteladanan akhlak, dan kedewasaan pedagogis. Selain mentransfer pengetahuan, guru bertugas menata niat belajar murid, memberikan bimbingan lembut tanpa merendahkan, menjadi teladan melalui kesatuan perkataan dan perbuatan, serta memperbarui ilmu secara berkelanjutan. Konsep pendidikan berbasis niyyah, nashah, mudzAkArah, dan teladan hidup menunjukkan bahwa pendidikan menurut AzZarnuji merupakan proses integratif antara ilmu, etika, dan spiritualitas. Implikasi profesionalisme guru pada era kontemporer. Ketika arah pendidikan cenderung berorientasi teknis, administratif, dan kompetitif, gagasan Az-Zarnuji menjadi koreksi paradigmatik bahwa kualitas guru tidak dapat direduksi pada kecakapan mengajar semata. Profesionalisme guru yang utuh harus mencakup kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pendidikan nasional, tetapi dimaknai melalui perspektif nilai Islam yang berlandaskan ketulusan, keteladanan, dan orientasi pengabdian kepada Allah SWT. Penguatan nilai moral dan spiritual dalam profesi guru menjadi kunci untuk mengatasi krisis keteladanan, degradasi karakter, dan bias teknokratis Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 538 (Moh. Faizin. Alia Nafisah Rahma, dan Salsabil Nur Shilfiya Khilda. Pendidik Islam Menurut Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji dan Implikasinya bagi Profesionalisme Guru yang mendominasi dunia pendidikan. Dengan demikian, pemikiran Az-Zarnuji tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga menawarkan landasan epistemologis dan etis untuk membangun model profesionalisme guru yang humanis, berkarakter, dan berorientasi pembentukan manusia seutuhnya Ai bukan hanya prestasi akademik di permukaan, melainkan pencapaian kemuliaan hidup peserta didik. Referensi