JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi1*. Ratu Mutialela2. Moh. Hafizni3, dan Isnawijayani4 Universitas Bina Darma. Palembang. Indonesia *overmexi@gmail. Abstract Communication is a human activity to mutually understand or understand a message between the communicator and the communicant. In this world every human being involved in communication. Since they existed, communication is an activity that has been carried out by humans. This study aims to analyze communication, motivation and organizational culture on organizational performance. The type of research used in this research is quantitative. The population and sample of this study used a non-probability sampling technique with a saturated sampling method, where all members of the population were used as samples. Data was collected using a questionnaire method using validity, reliability, normality test, heteroscedasticity test, multicollinearity test and hypothesis testing . The final result of this study shows that there is a correlation between all variables X and Y has a strong relationship, based on the results of hypothesis testing, it shows a positive and significant influence caused by communication, motivation and culture on organizational performance of the South Sumatra Muhammadiyah Student Association for the period 2021-2023. Keywords: communication, motivation, culture, performance, organization. Abstrak Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk saling memahami atau mengerti suatu pesan antara komunikator dan komunikan. Didunia ini setiap manusia terlibat dalam komunikasi. Sejak mereka ada, komunikasi merupakan kegiatan sudah dilakukan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi, motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja organisasi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian adalah kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metoda sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode kuesioner dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji hipotesis . Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat korelasi antara semua variabel X terhadap variabel Y memiliki hubungan yang kuat, berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan pengaruh positif dan signifikan yang ditimbulkan oleh komunikasi, motivasi dan budaya terhadap kinerja organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Kata Kunci: komunikasi, motivasi, budaya, kinerja, organisasi. PENDAHULUAN Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk saling memahami atau mengerti suatu pesan antara komunikator dan Biasanya, diakhiri dengan suatu hasil yang disebut sebagai efek komunikasi. Komunikasi sosial terkait hubungan antar manusia didalamnya. Disana dipelajari pernyataan antar manusia yang bersifat umum dengan menggunakan lambang atau simbol yang memiliki arti. Esensinya adalah kesamaan makna atau pengertian di antara mereka yang berkomunikasi (Caropeboka. Submitted: October 2022. Accepted: March 2023. Published: March 2023 ISSN: 2614-8153 . ISSN: 2614-8498 . Website: http://journal. id/index. php/pustakom JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 Communication merupakan arti komunikasi dalam bahasa inggris. Jika dalam latin berasal dari kata communis yang artinya Diungkapkan Hafied Cangara, komunikasi bermula dari perkataan latin communis yang artinya membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih (Simamora, 2. Didunia ini setiap manusia terlibat dalam komunikasi. Sejak mereka ada, komunikasi merupakan kegiatan sudah dilakukan manusia. Tetapi ilmu komunikasi yang bicarakan saat ini, sebetulnya hasil kegiatan perkembangan panjang. Hal ini karena komunikasi adalah ilmu yang diteliti berdasarkan hasil proses perkembangan panjang (Ardial, 2. Komunikasi di kehidupan manusia begitu penting, hasil penelitian yang Suprapto persentase waktu yang dibutuhkan untuk komunikasi begitu besar, sekitar 75% hingga 90% waktu yang digunakan saat proses komunikasi sebanyak 5% digunakan menulis, lalu 10% membaca, lalu 35% berbicara, dan 50% mendengar (Ardial. Menurut (Ardial, 2. mengatakan komunikasi merupakan proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek Ini berarti meliputi lima unsur yaitu komunikator, pesan, media, komunikan dan Dapat merupakan transaksi, proses membangun hubungan sesama manusia . menginginkan orang-orang mengatur lingkungan . melalui informasi . meningkatkan sikap dan tingkah laku . serta usaha kepada orang Komunikasi organisasi memberi pemahaman mengenai komunikasi yang terjadi, seperti instruksi pimpinan telah terlaksana dengan benar atau tidak oleh bawahannya atau seperti apa bawahan menyampaikan keluhan ke pimpinan, agar keinginan organisasi bisa tercapai sesuai dengan yang sudah ditetapkan dengan hasil yang diharapkan. Komunikasi bagi manusia sangat penting bagi manusia dan bagi suatu Komunikasi yang baik di organisasi bisa berlangsung dan berhasil Kurangnya komunikasi organisasi bisa berdampak kurang baik bagi suatu lingkungan tersebut. Misalnya dalam suatu pimpinan organisasi. Ketua tidak memberi informasi kepada para anggotanya tentang agenda program kerja yang sudah direncanakan akan dimulai, pembagian tugas dan penjelasan secara rinci mengenai tugas masing-masing anggota (Ardial, 2. Para anggota organisasi tersebut akan kebingungan harus mengerjakan apa hingga akhirnya program kerja yang sudah direncanakan tidak terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan. Akhirnya kinerja pimpinan organisasi tersebut dianggap kurang baik, ini menjadikan kinerja organisasi tersebut tidak terlaksana sesuai yang seharusnya. Contoh diatas diketahui karena minimnya informasi yang diberikan bisa menimbulkan dampak yang sangat besar bagi pimpinan organisasi. Sedangkan komunikasi sangat penting bagi organisasi, maka dari itu harus diperhatikan kinerjanya (Ardial, 2. Menurut Sanborn dalam (Ardial, 2. pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks adalah teori dari komunikasi organisasi. Termasuk Hubungan Manusia. Hubungan Persatuan Pengelolaan. Komunikasi Internal. Komunikasi dari atasan kepada bawahan. Komunikasi dari bawahan kepada atasan. Komunikasi dari orang-orang yang sama tingkatan dalam organisasi. Keterampilan berkomunikasi dan berbicara. Menulis. Mendengarkan, dan Komunikasi Evaluasi Program. Proses komunikasi merupakan bagian menjalankan setiap tugas yang sudah menjadi tanggung jawab anggota dan Berdasarkan komunikasi, suatu komunikasi organisasi KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 punya fungsi-fungsi. Fungsi informasi, fungsi komando akan perintah, peran mempengaruhi dan penyaluran serta fungsi keseluruhan merupakan fungsi komunikasi. (Simamora, 2. Bagian menyeluruh sebuah perilaku organisasi dalam menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab pimpinan dan Komunikasi beberapa peran. Terdiri dari 3 divisi yaitu pertama, pengirim mengirim pesan lewat Kedua, mengembangkan ide terlebih dahulu kemudian diproses sebagai pesan. Lalu pesan tersebut dikirim kepada penerima kemudian penerima mesti menterjemahkan pesan tersebut untuk dipahami maksudnya (Simamora, 2. Pengirim mengirim pesan ke Pengirim menerjemahkan ide, lalu diproses sebagai sebuah pesan. Kemudian dikirim ke Nantinya penafsiran penerima pesan supaya dapat mengerti maksudnya. Bagian penerjemahan pesan mesti dipakai untuk mendapat maknanya. Lalu proses komunikasi ini, memanfaatkan encoding dan Mengarah pada pengembangan pesan disebut encoding dan kepada penafsir pesan disebut decoding. Hal yang melibatkan pengirim dan penerima terdapat faktor umpan balik . Gambar 1. Menggambarkan Alur Proses Berlangsungnya Komunikasi Sumber : Adam, 2020 Sebuah dibutuhkan setiap proses komunikasi supaya Adanya respon balik membuat pimpinan dapat menganalisis seberapa baik dan berpengaruhnya komunikasi terhadap Paham tata cara komunikasi saja tidak menjamin kesuksesan pimpinan Pimpinan butuh mengerti metode yang harus dipakai untuk komunikasi. Tata cara pada umumnya yang biasanya digunakan pimpinan organisasi diseluruh dunia adalah metode lisan dan Terlepas dari hal tersebut, metode non-verbal komunikasi begitu penting digunakan dalam mengetahui komunikasi Menggunakan bahasa tubuh sebagai tata cara komunikasi non-verbal, hal ini termasuk sikap wajah, tindakan, gerak tubuh, dan penampilan fisik (Simamora. Faktor ekstrinsik dan intrinsik mempengaruhi pekerjaan seseorang. Faktor ekstrinsik merupakan ikatan interpersonal pimpinan dan pengurus, kebijakan, teknis supervisi, kondisi kinerja dan kehidupan Sedangkan merupakan faktor yang menimbulkan peningkatan prestasi kerja dan kepuasan kerja individu. Teori motivasi Herzberg dalam (Simamora, 2. menyatakan jika variabel motivasi meliputi kemajuan pekerjaan untuk berkembang, prestasi, pengakuan, dan tanggung jawab. Prestasi . merupakan keinginan dalam mendapatkan prestasi dalam pekerjaan yang dijalani. Orang yang memiliki keinginan berprestasi merupakan kebutuhan AuneedAy membuatnya mencapai Pengakuan . merupakan keinginan mendapatkan pengakuan oleh pimpinan atas hasil pekerjaan yang sudah Tanggung jawab . tanggung jawab di bidang kerja yang Kemajuan . merupakan keinginan mendapatkan kenaikan Pekerjaan itu sendiri . he work in sel. merupakan keinginan mendapatkan pekerjaan sesuai bakat dan minat. Kemungkinan berkembang . he possibility of KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 growt. keinginan mendapatkan kenaikan Motivasi membuat pengurus bekerja secara maksimal dalam mencapai tujuan organisasi karena jika tercapai sasaran organisasi, maka keinginan pribadi juga bisa tercapai (Sorongan et al. , 2. UnsurUnsur organisasi secara sederhana memiliki tiga unsur, pertama Man . rang-oran. , ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Kedua Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersamasama untuk mencapai tujuan bersama. Ketiga tujuan Bersama merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan (Hendra et al. , 2. Motivasi bagaimana caranya agar daya potensi anggota dapat bekerja secara produktif mencapai dan berhasil mewujudkan tujuan yang ditentukan (Septiawan et al. , 2. Selain itu komunikasi sebuah organisasi tidak cuma berimbas kepada anggota organisasi, tetapi memberi pengaruh ke organisasi tersebut. Pengaruh itu membentuk sebuah budaya yang diserap dikembangkan anggota organisasi tersebut (Amalialaisa, 2. Menurut Muchlas dalam (Septiawan et al. , 2. menyatakan motivasi merupakan hasil interaksi dari individu dan situasi yang Contohnya seorang karyawan telah suntuk bekerja sejak pagi sampai sore di depan layar, tetap semangat nonton tim sepakbola kesayangannya bertanding tanpa rasa kantuk, malah bahagia. Sunyoto dalam (Septiawan et al. , 2. menyatakan motivasi organisasi merupakan keadaan untuk mendorong kegiatan personal dalam melakukan kegiatan tertentu guna mencapai Budaya organisasi mengarah pada sistem yang diyakini anggota dalam membedakan organisasi tersebut dari organisasi lainnya. Schein memaparkan bagian-bagian budaya diantaranya seni, ilmu pengetahuan, moral, kepercayaan, adat istiadat, hukum, perilaku atau norma masyarakat, sistem nilai, asumsi dasar, pembelajaran, dan masalah adaptasi eksternal maupun internal menurut Schein dalam (Sandiartha, 2. Berikut budaya dalam 3 tingkatan menurut Schein. Artefact, kegiatan organisasi yang terlihat, seperti proses maupun struktur organisasi, produk yang dihasilkan dan lingkungan fisik Espoused merupakan nilai yang didukung, diantaranya filosofi, tujuan, organisasi dan strategi. Tingkat ini memiliki maksud penting bagi kepemimpinan, nilai tersebut ditanamkan pada setiap anggota organisasi. Underlying assumption, ketiga adalah keyakinan dianggap layak ada pada setiap anggota tentang organisasi diantaranya keyakinan, aspek pemikiran, dan keterikatan perasaan kepada organisasi. Schein mengelompokkan Budaya Organisasi dalam 3 dimensi, pertama dimensi adaptasi eksternal, kedua dimensi integrasi internal dan ketiga dimensi asumsi Dimensi adaptasi eksternal adalah beberapa bagian yang meliputi misi, sarana dasar, pengukuran keberhasilan, tujuan, dan strategi cadangan. Organisasi business yang berfokus kepada keuntungan yaitu usaha stakeholder dan investor, penyedia barang yang dibutuhkan dalam produksi manajer, pemerintah, masyarakat, karyawan, dan Dimensi penempatan status, bahasa yang sama, hubungan dalam kelompok, penghargaan, batasan kelompok dan bagaimana mengatur yang sulit diatur. Dimensi asumsi dasar mencakup beberapa hal diantaranya hubungan terhadap hakikat kegiatan manusia, lingkungan, budaya, kenyataan dan kebenaran, kebenaran manusia, hubungan KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 antara manusia, homogenitas lawan Budaya artinya buddhayah dalam Bahasa Sansekerta, bentuk jamak buddhi yaitu budi dan akal. Diterjemahkan suatu hal berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan dalam bahasa inggris yaitu culture dari kata latin colere Menurut (Sandiartha, 2. proses pembentuk budaya kerja tidak dapat dipisahkan dari peran pendirinya terdahulu. Satu set asumsi dasar yang dibawa pendiri dan pimpinan, perspektif, nilai-nilai, ke dalam organisasi lalu menggunakannya kepada anggota. Setiap anggota berinteraksi satu sama lain membuat budaya muncul bertujuan memecahkan masalah pokok organisasi dari eksternal dan internal. Setiap anggota organisasi secara personal menjadi seorang pembuat budaya baru . ulture creato. mengembangkan bermacam cara dalam menyelesaikan permasalahan individual seperti pemenuhan kebutuhan, identitas diri, control dan bagaimana supaya diajarkan kepada generasi penerus dan diterima lingkungan organisasi. Organisasi merupakan gabungan dari non manusia dan manusia, memiliki tugas setiap anggota dalam mencapai tujuan. Dijelaskan Bayle secara singkat kalau Auorganization is a collection of people working together in a division of labour to achieve a common purposeAy. Jadi, beragam kumpulan orang, antara lain kelompok persaudaraan, organisasi agama, organisasi sukarela, dan bisnis, rumah sakit, sekolah, lembaga pemerintah, juga lembaga lainnya yang dikenal masyarakat (Simamora, 2. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Muhammadiyah yang merupakan gerakan islam, dakwah amar maAoruf nahi mungkar di kalangan pelajar yang berkaidah Islam dan bersumber pada Al-QurAoan dan Al-Sunnah. Saat ini terdapat di 34 Pimpinan Wilayah 467 Pimpinan Daerah 1063 Pimpinan Cabang dan 2045 Pimpinan Rantin se-Indonesia . id, 2. Ikatan Pelajar Muhammadiyah diberi kewenangan penuh dalam mengatur pimpinannya sesuai AD ART organisasi yang didukung penuh secara moril maupun materil oleh amal usaha maupun organisasi internal Muhammadiyah . id, 2. Berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak lepas dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar maAoruf nahi munkar sekaligus sebagai konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader. Selain itu, situasi dan kondisi politik di Indonesia tahun 60-an yaitu pada masa berjayanya orde lama dan PKI. Muhammadiyah mendapat tantangan yang sangat berat untuk menegakkan dan menjalankan misinya . id, 2. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Muhammadiyah serta menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Kelahiran IPM mempunyai dua nilai strategis. Pertama. IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar maAoruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Kedua. IPM Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah pada masa mendatang . id, 2. Menurut (Simamora, organisasi adalah gabungan kerjasama manusia dan sumberdaya fisik. Ada tujuan, hirarki kewenangan, pembagian kerja. Diuraikan ke beberapa unsur organisasi berikut : . Menghasilkan produk dan pelayanan merupakan tujuan organisasi dalam pelayanan bersama untuk keuntungan pemeliharaan kesehatan. Merupakan contoh organisasi non profit. Usaha manusia dalam proses pelaksanaan pekerjaan suatu komponen kecil untuk melayani tujuan organisasi dan melakukan oleh individu atau kelompok pembagian kerja. Hak bertindak dan memerintah orang lain merupakan hierarki kewenangan. Pimpinan KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 punya kewenangan terhadap bawahan. Organisasi yang memberi pekerjaan ke bagian kecil, dikerjakan untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut (Septiawan et al. , 2. kinerja bisa terlihat dari jumlah maupun Bentuknya bisa bersifat tangible . isa ditetapkan standarny. atau intangible . idak Umumnya kinerja bisa diberi batasan sebagai kesuksesan seorang didalam melakukan suatu pekerjaan. Menurut (Septiawan et al. , 2. kinerja merupakan kata asal job atau actual performance . restasi sesungguhnya yang dicapai seseoran. kinerja merupakan dampak secara kuantitas yang dicapai pengurus dalam pelaksanaan tugas dan Kinerja keseluruhan dalam proses bekerja oleh individu, hasilnya digunakan sebagai landasan menentukan apakah pekerjaan seseorang itu baik atau buruk. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang telah dicapai seorang pegawai saat tugasnya dilaksanakan sesuai tanggung jawab. Selain itu kinerja juga merupakan hasil dari beberapa metode kegiatan yang telah dilakukan dalam mencapai tujuan organisasi. Terdapat hubungan antara kinerja Organisasi swasta dan pemerintah besar ataupun kecil mendapatkan tujuan yang sudah ditentukan melalui kegiatan yang digeser sekelompok orang yang aktif berperan sebagai pelaku, tercapai tujuan organisasi hanya karena adanya usaha yang dilakukan oleh orang didalam organisasi (Tsauri, 2. Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan jika kinerja didefinisikan suatu hasil kerja yang dicapai seseorang disesuaikan dengan peran dan tugas individu bagi suatu organisasi yang mempertemukan pada standar tertentu dari organisasi tempat seseorang bekerja (Septiawan et al. , 2. Hasil penelitian (Erwantiningsih, 2. berjudul AuPengaruh Motivasi. Komunikasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja KaryawanAy penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, komunikasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian diatas bisa ditetapkan jika komunikasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan motivasi dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja tenaga kependidikan di Universitas Merdeka Pasuruan. Dari variabel bebas yang diteliti, faktor budaya organisasi berpengaruh dominan dibandingkan faktor motivasi dan Sedangkan hasil penelitian (Anshari et al. , 2. berjudul AuPengaruh Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai TimurAy penelitian Bertujuan mengetahui pengaruh komunikasi organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai bagian sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan penelitian diatas bisa disimpulkan budaya organisasi memberi pengaruh amat kecil secara parsial daripada komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur. Kesimpulannya budaya organisasi tidak terlalu dominan mempengaruhi kinerja pegawai Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur. Komunikasi organisasi memberi pengaruh paling besar dibandingkan budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja pegawai Bagian Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur. Hasil penelitian (Ernika, 2. berjudul AuPengaruh Komunikasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Inti Tractors SamarindaAy penelitian ini menggunakan metode kualitatif-kuantitatif bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 parsial antara komunikasi organisasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Inti Tractors Samarinda. Berdasarkan penelitian diatas bisa disimpulkan komunikasi organisasi dan motivasi kedua variabel berpengaruh terhadap kinerja karyawan, berdasarkan determinasi yang dilakukan di antara kedua variabel yang diteliti maka variabel yang komunikasi organisasi. Hasil penelitian (Yuwarti, 2. berjudul AuPengaruh Iklim Komunikasi dan Nilai-Nilai Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Perguruan Tinggi SwastaAy penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif bertujuan mengetahui pengaruh iklim komunikasi dan nilai-nilai budaya organisasi terhadap kinerja pegawai Universitas Moestopo. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan Iklim Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Persentase sumbangan pengaruh variabel independen (Iklim Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisas. terhadap variabel dependen . inerja pegawa. memiliki kekuatan 4% atau variasi variabel independen yang digunakan dalam model (Iklim Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisas. mampu menjelaskan 65. variabel dependen . inerja pegawa. Sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,654 yang lebih mendekati ke angka 1, maka bisa disimpulkan bahwa tingkat hubungannya cukup kuat. Sedangkan hasil penelitian (Riono et , 2. berjudul AuPengaruh Komunikasi Organisasi Budaya Organisasi Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Rumah Sakit dr. Soeselo Kabupaten TegalAy menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis verifikatif. Bertujuan mengetahui deskripsi tentang ciri-ciri variabel komunikasi organisasi, budaya organisasi dan komitmen organisasi pada kerja pegawai, sedangkan penelitian verifikatif ialah agar menghitung besaran pengaruh variabel bebas bagi variabel terikat serta sekaligus menguji diimplementasikan dengan pengumpulan data di lapangan. Berdasarkan penelitian diatas bisa disimpulkan hasil uji regresi berganda Y = 049 0. 545X1 0. 437X2 0. menunjukkan bahwa komunikasi organisasi, budaya organisasi dan komitmen organisasi pada penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil koefisien determinasi diperoleh nilai R sebesar 0,722. Hal itu berarti bahwa variable komunikasi organisasi, budaya organisasi dan komitmen organisasi memiliki pengaruh sebesar 72,2% terhadap kinerja pegawai, sedangkan 17,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya di luar penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Komunikasi. Motivasi dan Budaya Terhadap Kinerja Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. METODOLOGI PENELITIAN Menurut (Sugiyono, 2. metode penelitian bila dilihat dari landasan filsafat, data dan analisisnya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif. Dikarenakan penelitian yang dilakukan pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data, dan analisis data bersifat kuantitatif bertujuan dalam menguji hipotesis yang sudah ditentukan. Landasan pendekatan kuantitatif adalah filsafat positivisme yaitu tindakantindakan manusia terwujud dalam gejala sosial yang harus dipelajari secara objektif dengan memandangnya sebagai benda dengan cara melakukan observasi untuk melihat kecenderungan menghubungkan fakta sosial sehingga dapat diidentifikasi (Hamid et al. , 2. KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 Sedangkan sifat penelitiannya yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah kejadian yang terjadi. Penelitian deskriptif suatu masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (Sugiyono, 2. Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum responden dalam penelitian ini secara faktual dan sistematis seperti jenis kelamin dan usia Selain itu analisis kuantitatif penelitian ini melalui uji hipotesis . Analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen, yaitu Komunikasi (X. Motivasi (X. dan Budaya (X. terhadap variabel depanden Kinerja Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 (Y). Pada penelitian ini penulis menggunakan hipotesis sementara sebagai Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Organsiasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode H1 artinya ada pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. H0 artinya tidak ada pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode Pengaruh antara Motivasi terhadap Kinerja Organsiasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode H1 artinya ada pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Periode 20212023. H0 artinya tidak ada pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode Pengaruh antara Budaya terhadap Kinerja Organsiasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode H1 artinya ada pengaruh Budaya terhadap Kinerja Organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. H0 artinya tidak ada pengaruh Budaya terhadap Kinerja Organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Menurut (Sugiyono, 2. populasi merupakan wilayah generalisasi, obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini adalah pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 yang berjumlah 33 orang. Menurut (Sugiyono, 2. sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknis pengambilan sampel non probability sampling dengan menggunakan sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel yang merupakan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 berjumlah 33 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan penyebaran angket . kepada pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan. Selanjutnya data ini dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji hipotesis . memakai metode statistik dan proses perhitungan data memakai program Statistical Program For Society Science (SPSS). Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu Jika koefisien antara item degan total item Ou r-tabel maka item tersebut dinyatakan valid, tetapi jika nilai korelasinya KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 O r-tabel maka item tersebut dinyatakan tidak Nilai korelasi didapatkan dari pearson product moment menggunakan rumusan sebagai berikut : Sementara itu, uji realibilitas digunakan untuk megukur instrument terhadap kekonsistenan dari waktu ke waktu. Nilai reliabilitas dinyatakan dengan koefisien Alpha Cronbach berdasarkan kriteria batas terendah reliabilitas adalah 0,6. Uji reliabilitas bertujun untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan tepat dan menunjukan sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten jika pengukuran dilakukan berulang kali dengan kriteria berikut ini : Tabel 1. Menunjukkan Kriteria Uji Reliabilitas Interval Kriteria 0,800 - 1,0000 Kinerja Sangat Tinggi 0,600 - 0,799 Kinerja Tinggi 0,400 - 0,599 Kinerja Cukup 200 - 0,399 Kinerja Rendah < 0,200 Kinerja Sangat Rendah Sumber : Nurhasanah, 2016 Kriteria yang ada pada tabel 1 memakai skala likert sebagai berikut : Tabel 2. Menunjukkan Nominal Skala Likert Skala Likert Bobot Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Sumber : Sugiyono, 2018 Manurut (Prayitno, 2. uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal. Menurut (Ghozali, 2. uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. Menurut (Prayitno, independen yang terdapat dalam model regresi memiliki hubungan linier sempurna atau mendekati sempurna . oefisien korelasi tinggi atau bahkan . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi sempurna atau mendekati sempurna di antara variabel bebasnya. Konsekuensi multikolinieritas adalah koefisien korelasi tidak tertentu dan kesalahan menjadi sangat besar. Ada beberapa metode uji multikolinieritas : Membandingkan determinasi individual . dengan nilai determinasi secara serentak (R. Melihat nilai tolerance dan inflation factor (VIF) pada model regresi. Menurut (Ghozali, 2. uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 ( = 5%). Penerimaan dan penolakan hipotesis dilakukan dengan kreteria sebagai berikut : . Variabel independen tidak memberi pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen jika nilai signifikan > 0,05 artinya hipotesis ditolak. Variabel independen memberi pengaruh signifikan terhadap variabel dependen jika nilai signifikan < 0,05 artinya hipotesis diterima. Berdasarkan permasalahan yang diteliti dan tinjauan pustakan yang dijelaskan, maka kerangka pemikiran penelitian ini adalah sebagai berikut : KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 Input Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 Output Kinerja Organisasi Outcome Keharmonisan Organisasi Forward Process Komunikasi (X. Motivasi (X. Budaya (X. Gambar 2. Menggambarkan Proses Kerangka Penelitian yang Peneliti Gunakan Sumber : Peneliti, 2022 Sebagai input adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode Kemudian melakukan process kepada Komunikasi. Motivasi, dan Budaya. Dilanjutkan kepada output yaitu Kinerja Organisasi Keharmonisan Organisasi menginformasikan kepada input yang akan Kinerja Organisasi. Selain itu, responden dengan usia 18 tahun sebesar 1 responden . ,03%) responden dengan usia 19 tahun sebesar 2 responden . ,06%) responden dengan usia 20 tahun sebesar 4 responden . ,12%) responden dengan usia 21 tahun sebesar 3 responden . %) responden dengan usia 22 tahun sebesar 10 responden . ,30%) responden dengan usia 23 tahun sebesar 2 responden . ,06%) sedangkan responden dengan usia 24 tahun sebesar 11 responden . ,33%). Tabel 4. Jumlah Responden Berdasarkan Usia Umur Frekuensi Persentase (%) Total Sumber : Data Olahan . Uji Instrumen Penelitian Menentukan valid atau tidaknya item kuesioner peneltian, dapat menggunakan tabel r. kreteria penialaian yang digunakan adalah jika r hitung > r tabel, berarti item kuesioner tersebut valid dan jika r hitung < r tabel, artinya item kuesioner tersebut tidak valid (Sugiyono, 2. Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa hasil uji dari 15items pernyataan hasilnya memiliki r hitung > r tabel 0,442 artinya item kuesioner tersebut dinyatakan valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini memiliki responden sebanyak 33 orang yang merupakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Berikut hasil penelitian yang dilakukan melalui penyebaran kuisioner didapat rekapitulasi identitas penyebaran kuisioner yaitu bahwa responden terbanyak Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian adalah jenis kelamin laki-laki sebesar 18 No X1 Y1 R tabel Ket orang . ,54%), sedangkan responden jenis Items R hit. R hit. R hit. R hit. 1 0,802 0,839 0,817 0,834 0,442 Valid kelamin perempuan sebesar 15 orang 2 0,833 0,584 0,923 0,704 0,442 Valid . ,45%). Tabel 3. Responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentasi (%) Laki-laki Perempuan Total Sumber : Data Olahan . 0,867 0,818 0,766 0,750 0,763 0,806 0,859 0,442 Valid 0,442 Valid 0,442 Valid Sumber : Data Olahan . Tabel 4 menunjukkan hasil uji instrument reliabilitas yang menyatakan KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 bahwa dengan nilai koefisien CronbachAos Alpha > nilai kritis 0,6 ini berarti item pernyataan 15 item untuk mengukur dimensi variabel penelitian dinyatakan sudah reliabel (Sugiyono, 2. Tabel 6. Hasil Uji Reliabelitias Variabel Penelitian Variabel Cronb. Alpha Alpha Komunikasi (X. 0,793 Motivasi (X. 0,792 Budaya (X. 0,835 Kinerja 0,815 Organisasi (Y. Sumber : Data Olahan . Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji variabel komunikasi, motivasi dan budaya berdistribusi normal atau tidak. Perhatikan gambar 3 dibawah ini : > 0,05 berarti distribusi data normal, dan jika nilai probabilitas . < 0,05 berarti distribusi data tidak normal. Dari hasil uji pada tabel 5 dengan SPSS signifikansi Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05 ini berarti data penelitian X1. X2 dan X3 berdistribusi normal. Uji Heterokedositas Uji heterokedositas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2. Perhatikan gambar 4 dibawah ini : Gambar 4. Menunjukkan Hasil Grafik Scatterplot Uji Heterokedositas Sumber : Data Olahan . Gambar 3. Menunjukkan Hasil Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot of Regression Standardized Sumber : Data Olahan . Dari gambar di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar antara sumbu X dan sumbu Y secara diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data dalam model regresi ini berdistribusi normal. Tabel 5 dibawah ini menunjukkan uji normalitas dengan menggunakan kriteria uji Komogorov-Smirnov, jika nilai probabilitas Dari gambar diatas, terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola yang jelas, serta titiktitik tersebut menyebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal tersebut berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh komunikasi, motivasi dan budaya terhadap kinerja organisasi yang dilakukan Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 Uji Multikoliniearitas Uji multikoliniearitas dilakukan untuk menguji apakah terdapat korelasi yang tinggi atau sempurna antara variabel bebas atau tidak dalam model regresi (Ghozali. Perhatikan tabel 7 dibawah ini : Tabel 7. Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber : Data Olahan, 2022 Hasil Uji Multikoliniearitas dapat diketahui dari nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), jika nilai Tolerance > 0,10 dan VIF < 10 berarti tidak terjadi (Ghozali. Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa hasil uji variabel komunikasi, motivasi dan budaya diperoleh nolai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10. Hasil ini menunjukkan tidak terjadi korelasi yang kuat antar variabel komunikasi, motivasi dan budaya terbebas dari masalah Tabel 8. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistics Tolerance VIF Komunikasi (X. 0,517 1,933 Motivasi (X. 0,400 2,497 Budaya (X. 0,373 2,680 Sumber : Data Olahan . Uji Hipotesis (Uji . Berdasarkan uji statistik t dengan taraf 5% . tiga variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berpengaruh signifikan terhadap variabel Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih kecil dari taraf 5 pesen. Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis (Uji . Variabel T-hitung Komunikasi (X. 2,314 Motivasi (X. 2,225 Budaya (X. 2,258 Sumber : Data Olahan . Sig 0,028 0,034 0,032 Nilai komunikasi sebesar 2,314 sedangkan ttabel dengan tarif = 5% atau signifikansi 0,05 dan . fl = . merupakan jumlah variabel independen, dan . f = . yang didapat dari rumus ttabel = n Ae k Ae l adalah sebesar 1,6991. Nilai thitung untuk komunikasi organisasi sebesar 2,314 > 1,6991 dan tingkat signifikansi 0,028 < 0,05. Maka hasil penelitian komunikasi berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Nilai thitung untuk variabel motivasi organisasi sebesar 2,225 > 1,6991 dengan tingkat signifikansi 0,034 < 0,05. Maka berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode Nilai thitung untuk variabel budaya organisasi sebesar 2,258 > 1,6991 dengan tingkat signifikan 0,032 < 0,05. Maka berpengaruh positif secara signifikan terhadap budaya organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode Pembahasan Komunikasi Terhadap Kinerja Organisasi Berdasarkan tabel 7 dari hasil motivasi dan budaya berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi. Nilai t-hitung untuk variabel komunikasi organisasi sebesar 2,010 sedangkan t-tabel dengan tarif = 5% atau signifikansi 0,05 dan . fl = . merupakan jumlah variabel independen, dan . f = . yang didapat dari rumus t-tabel = n Ae k Ae l adalah sebesar 1,6991. KOMUNIKASI. MOTIVASI DAN BUDAYA TERHADAP KINERJA ORGANISASI IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SUMATERA SELATAN Over Mexi. Ratu Mutialela. Moh. Hafizni, dan Isnawijayani JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI. Vol 6. No. Maret 2023, hlm 127-140 Nilai t-hitung untuk komunikasi sebesar 2,314 > 1,6991 dan tingkat signifikansi 0,028 < 0,05. Maka hasil berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja organisasi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Ernika, 2. menyatakan bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Menurut Sanborn dalam (Ardial, 2. pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks adalah teori dari komunikasi organisasi. Hal ini berarti komunikasi dalam organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam kinerja organisasi. Hal tersebut dikarenakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 mengkomunikasi-kan semua hal kepada pengurusnya agar terciptanya harmonisasi antara sesama pengurus Organisasi Motivasi Terhadap Kinerja Variabel motivasi dengan thitung 2,225 > 1,6991 dengan nilai signifikan 0,034 < 0,05 artinya terdapat pengaruh positif signifikan antara motivasi terhadap kinerja organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Erwantiningsih, 2. menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Menurut Sunyoto dalam (Septiawan et al. , 2. menyatakan motivasi organisasi merupakan keadaan untuk mendorong kegiatan personal dalam melakukan kegiatan tertentu guna mencapai keinginannya. Hal ini berarti motivasi dalam organisasi juga merupakan hal yang sangat penting bagi kinerja organisasi. Hal tersebut dikarenakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 mendorong kegiatan personal setiap pengurusnya agar tercapainya keinginan yang harmonis dalam Pimpinan Wilayah Ikatan Muhammadiyah Sumatera Selatan. Pelajar Budaya Terhadap Kinerja Organisasi Variabel budaya dengan thitung 2,258 > 1,6991 dengan nilai signifikan 0,032 < 0,05 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya terhadap kinerja organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023. Hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Riono et al. , 2. menyatakan bahwa budaya berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Menurut Schein dalam (Sandiartha, 2. budaya organisasi mengarah pada sistem yang diyakini anggota dalam membedakan organisasi tersebut dari organisasi lainnya. Hal ini berarti budaya dalam organisasi juga menjadi hal yang sangat penting bagi mempengaruhi kinerja Hal tersebut karena budaya organisasi yang berlaku di Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Periode 20212023 menjadi hal yang membedakan dari organisasi lainnya. SIMPULAN Dari penelitian ini membuktikan bahwa variabel komunikasi, motivasi dan budaya berpengaruh signifikan tehadap Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode Selain itu juga dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi, motivasi dan Budaya di Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan Periode 2021-2023 adalah Adanya motivasi dan budaya yang tepat dari pimpinan membuat kinerja pengurus menjadi keharmonisan dan dalam organisasi tersebut. DAFTAR PUSTAKA