KOMUNIKASI PERBEKEL DALAM PENANGANAN COVID-19 DI DESA SILANGJANA KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Oleh : Gede Indra Permana Sanjaya1 dan Putu Agustana2 Abstraksi Dalam situasi saat ini dimana pandemi Covid-19 sedang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia bahkan dunia, sebagai seorang pemimpin. Perbekel harus selalu menjalin komunikasi yang baik dan intens dengan seluruh pihak yang terkait dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : . bagaimanakah komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana ?. apakah faktor penghambat komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana?. bagaimanakah solusi menangani hambatan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan Dari hasil penelitian ditemukan bahwa komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana dilakukan dengan komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi vertikal dilakukan dengan pemerintahan yang lebih tinggi yakni kecamatan dan kabupaten. Juga komunikasi horisontal dengan instansi yang sejajar seperti Desa Adat,Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Faktor yang menghambat komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana meliputi faktor internal yakni dari pengirim dan penerima pesan, serta proses pengiriman pesan. Faktor eksternalnya berasal dari gangguan penggunaan media dan bahasa dalam komunikasi tersebut. Solusi dalam mengatasi hambatan tersebut : untuk hambatan internal, pengirim dan penerima pesan berusaha menenangkan diri dulu sebelum berkomunikasi, serta dengan menguasai terlebih dahulu informasi yang akan Untuk solusi eksternal adalah dengan memasang jaringan internet di kantor desa, dan juga mencari tempat yang bagus sinyalnya sebelum berkomunikasi. Hambatan dari penggunaan bahasa bisa diatasi dengan membuat kesepakatan tentang bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi, serta menghindari menggunakan bahasa-bahasa gaul dan bahasa yang formal dan kaku. Kata kunci : komunikasi, perbekel, penanganan Covid-19 Staf RSUD Kabupaten Buleleng, email indrapermana223344@gmail. Staf Pengajar Universitas Panji Sakti, email putu. agustana@unipas. Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 79 PENDAHULUAN Dalam Suatu Instansi, komunikasi berperan sangat penting. Pentingnya komunikasi dalam suatu organisasi di mana dalam melakukan pekerjaan diperlukan komunikasi efektif di antara seluruh bagian organisasi agar tidak salah dalam pelaksanaannya, sehingga tujuan dari suatu pekerjaan dapat terwujud. Terjadinya penerimaan dan jika terjadi kesalahan dalam menerima suatu komunikasi dapat menimbulkan kesalahan atau kegagalan pencapaian sasaran atau tujuan dari suatu penugasan, hal ini dapat mempengaruhi prestasi kerja secara individu maupun organisasi, (Soejono : 2. Komunikasi aktifitas-aktifitas terorganisasi, juga merupakan sarana untuk memodifikasi perilaku, mempengaruhi perubahan, memproduktifkan informasi, dan sarana untuk mencapai tujuan. Komunikasi yang dapat diterima oleh bawahannya, membuat karyawan tidak miss communication dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga karyawan akan segera berinteraksi untuk memulai aktifitas-aktifitas yang terorganisasi. Marhaeni . Perbekel sebagai pemimpin tertinggi di desa, haruslah selalu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen yang ada di desa. Perbekel adalah orang yang dipilih oleh masyarakat desa karena kemampuan yang dimilikinya, salah satunya adalah mempengaruhi masyarakat. Disamping itu, perbekel juga harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan seluruh pihak baik yang yang ada di desa tersebut, ataupun dengan desa lain bahkan dengan pemerintahan yang lebih Dalam situasi saat ini dimana pandemi Virus Corona atau Covid-19 sedang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia bahkan dunia, sebagai seorng pemimpin. Perbekel haruslah selalu menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa yang ada. Babinsa (Bintara Pembina Des. Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyaraka. Desa Adat. Satgas Covid-19. Relawan Covid-19, dan seluruh masyarakat. Penanganan Covid-19 yang sangat membahayakan ini haruslah mengedepankan sinergi yang harmonis diantara pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 tersebut. Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 80 Seperti diketahui. Virus Corona atau Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Virus mematikan ini mulai diketahui penyebarannya sejak Desember 2019 di sebuah pasar hewan yang ada di Provinsi Wuhan,Tiongkok. Sejak saat itu, virus yang mematikan ini menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Kasus pertama orang Indonesia yang terinfeksi Covid-19 ditemukan pada awal Maret 2020. Sampai saat ini . wal Juni 2021 2. , virus ini sudah menginfeksi lebih dari 1. 000 penduduk Indonesia, dengan 50. 000 lebih yang telah meninggal dunia. Penyebaran virus corona atau Covid-19 ini sangatlah cepat. Untuk itu diperlukan berbagai upaya untuk menghentikan atau memutus mata rantai penyebaran virus tersebut di masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. Salah satunya adalah dengan menerapkan apa yang disebut dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa. PSBB meliputi pembatasan sejumlah kegiatan penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19. Pembatasan tersebut meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan (Permenkes Nomor 9 Tahun 2. Di Kabupaten Buleleng. Covid-19 telah menginfeksi 4. 045 penduduk dan menyebabkan 168 orang meninggal dunia (Jawa Pos Radar Bali,3 Juni 2. Hampir seluruh kecamatan yang ada di Buleleng sudah terpapar virus yang menyerang saluran pernafasan ini. Desa Silangjana merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukasada yang penduduknya pernah terinfeksi Covid-19. Sampai saat ini ada 2 . orang warga desa Silangjana yang pernah terinfeksi virus Civid19 dan sudah dinyatakan sembuh. Untuk menghindari penyebaran virus tersebut supaya tidak menginfeksi masyarakat lainnya, serta untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Desa Silangjana. Perbekel Desa Silangjana. Komang Suparma. SE, terus melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait dan Satuan Tugas ( Satga. Covid -19, baik yang ada di desa maupun yang ada di Kecamatan. Komunikasi tersebut sangat diperlukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 81 Berdasarkan uraian latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimanakah Komunikasi Perbekel dalam Penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng ? Apa sajakah faktor penghambat komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng ? Apakah solusi untuk mengatasi faktor penghambat komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah : Untuk mengetahui komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Untuk mengetahui faktor penghambat komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Untuk mengetahui solusi mengatasi hambatan komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Menurut Bungin . 2 : . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Sedangkan menurut Trianto . 3 : . penelitian kualitatif adalah penelitian yang percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksinya dengan situasi sosial mereka. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Perbekel Desa Silangjana beserta Perangkat Desa. Satgas Covid-19 dan Relawan Covid-19 Desa Silangjana. Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Tokoh masyarakat dan anggota masyarakat Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Informan tersebut ditentukan secara purposive dengan mempertimbangkan pengetahuan mereka yang memahami tentang masalah dan mereka yang berada di dalam lingkungan tersebut yang dipandang mampu memberikan informasi yang akurat Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 82 tentang masalah tersebut. Dalam hal ini jumlah informan tidak dibatasi, melainkan disesuaikan dengan tingkat kejenuhan data, dalam artian pengembangan informan dihentikan jika data yang terkumpul telah mampu memecahkan atau menjawab masalah penelitian secara tuntas. Menurut Lofland . alam Moleong, 2. sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata - kata dan tindakan selebihnya ialah data tambahan seperti dokumen dan lainnya. Sehingga sumber data tersebut adalah: Kata-kata dan tindakan yang didapat dari informan. Data yang diperoleh melalui catatan - catatan, dokumen - dokumen, dan laporan terkait dengan permasalahan penelitian untuk mengetahui atau memahami masalah penelitian. Tempat dan Peristiwa, yaitu Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, serta kegiatan penanganan Covid-19. Sedangkan Jenis Datanya terdiri dari : Jenis data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli . idak melalui media perantar. , data primer dapat berupa opini subjek . secara individual dan kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda . , kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian (Silalahi,2012:. Jenis data sekunder adalah data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (Silalahi, 2012:. Data sekunder umumnya berupa bukti, dokumen, catatan, foto-foto kegiatan dan laporan historis yang telah tersusun dalam arsip . ata dokumente. yang dipublikasikan melalui berbagai media maupun yang tidak dipublikasikan. Hal pertama yang di lakukan sebelum memulai seluruh tahapan penelitian kualitatif adalah menetapkan research question atau fokus penelitian (Hendarso, 2011 : . Menurut Moleong . , fokus penelitian kualitatif berkaitan erat dengan rumusan masalah, masalah penelitian dijadikan acuan dalam menentukan fokus penelitian, sehingga fokus penelitian dapat berkembang atau berubah sesuai dengan pola piker yang bersifat AoAoemercial induktifAoAo . enyataan dan indukti. segalanya ditentukan dari data yang sebenarnya diperoleh dilapangan Pernyataan ini dipertegas oleh Burhan Bungin . 2 : . , bahwa fokus penelitian perpadanan Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 83 dengan rumusan masalah pada penelitian kualitatif. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah : Komunikasi Perbekel dalam Penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada yang meliputi: . komunikasi verbal, dan . komunikasi non verbal Faktor penghambat komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada yang meliputi : faktor internal dan faktor Solusi mengatasi hambatan komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada, yang meliputi : solusi internal dan solusi Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng dengan tujuan untuk mengetahui komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung komunikasi dalam penanganan Covid-19. Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan empat tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan/verifikasi. (Sugiyono, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 Komunikasi Perbekel Dalam Penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Komunikasi merupakan hal yang penting bagi keefektifan sebuah organisasi karena sebagus apapun suatu rencana atau program apabila tidak ada suatu komunikasi yang baik maka hal tersebut tidak akan berjalan secara maksimal. Komunikasi yang baik sangatlah penting untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar karena setiap masyarakat manusia, baik yang primitif maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Dikatakan vital karena setiap individu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan individuindividu lainnya sehingga meningkatkan kesempatan individu itu untuk tetap hidup. Setiap saat semua orang selalu berbicara tentang komunikasi. Kata komunikasi sangat dikenal, tetapi banyak di antara kita yang kurang mengerti makna dari komunikasi walaupun kita selalu memperbincangannya dan melakukannya. Kata Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 84 komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasl dari bahasa latin communis yang berarti AusamaAy, communico, communicatio, atau communicare yang berarti Aumembuat samaAy . o make commo. Istilah pertama . adalah istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama. Sehubungan dengan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana, maka ada dua bentuk komunikasi yang dilakukan yakni komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. 1 Komunikasi Verbal Seperti dikemukakan di atas, komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara sesama manusia baik langsung maupun tidak langsung. Terkait komunikasi dalam rangka penanganan Covid-19 yang saat ini sedang mewabah. Perbekel melakukan berbagai upaya komunikasi untuk penanganan Covid-19 tersebut. Dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh tiga orang informan dapat diketahui bahwa Perbekel Desa Silangjana, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, selalu menjalin komunikasi lewat diskusi maupun rapat-rapat dengan seluruh pihak terkait dalam penanganan Covid-19. Bahkan dengan masyarakat perbekel selalu berusaha untuk mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehar-hari supaya terhindar dari penyebaran virus yang mematikan tersebut. Komunikasi yang dilakukan oleh perbekel tersebut merupakan komunikasi yang menggunakan bahasa yang oleh Effendy . disebut dengan komunikasi verbal. 2 Komunikasi Non Verbal Selain komunikasi menggunakan bahasa lisan secara langsung, komunikasi perbekel Desa Silangjana dalam penanganan Covid-19 juga dilakukan dengan menggunakan isyarat bahasa tubuh atau gesture. Dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh tiga orang informan, yakni Perbekel Desa Silangjana. Kelian Banjar Dinas Delod Margi, dan seorang warga desa Silangjana, didukung dengan hasil pengamatan secara langsung dilokasi Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 85 penelitian, dapat diketahui bahwa, selain menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya dalam mengingatkan masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan, perbekel juga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh atau gesture, serta memasang spanduk atau baliho yang berisi himbauan untuk mentaati protokol kesehatan, yang oleh Effendy . disebut dengan komunikasi non verbal yaitu komunikasi dengan menggunakan lambang yang bukan bahasa. Terkadang dalam penerapannya, komunikasi verbal dan komunikasi non verbal bisa dilakukan secara bersamaan. Selain adanya komunikasi verbal dan komunikasi non verbal, komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana juga terjadi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan, dapat diketahui bahwa mereka selalu menjalin komunikasi yang baik dengan pejabat diatasnya dalam kaitan penanganan Covid-19, baik itu berupa minta arahan dan petunjuk atau memberikan masukan dan laporan terkait kondisi dan permasalahan yang dihadapi di lapangan. Bentuk komunikasi seperti itu oleh Robbins . 9 : 314 Ae . , disebut dengan komunikasi vertikal yakni komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan secara timbal balik. Selanjutnya komunikasi juga dilakukan secara mendatar yakni antara instansi terkait penanganan Covid-19 yang posisi hirarkhi jabatannya sejajar. Misalnya komunikasi Perbekel dengan Kelian Desa Adat, dengan Babinsa atau dengan Bhabinkamtibmas. Menyimak hasil wawancara dengan para informan, yakni Perbekel Desa Silangjana. Kelian Desa Adat Silangjana dan Bhabinkamtibmas Desa Silangjana, dapat diketahui bahwa komunikasi selalu dilakukan oleh pihak-pihak terkait penanganan Covid-19 di Desa Silangjana antar instansi yang posisinya sejajar yakni pemerintah desa, desa adat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Bentuk komunikasi tersebut oleh Robbins . disebut dengan komunikasi horisontal yaitu komunikasi secara mendatar. Komunikasi horisontal tidak mesti harus dalam situasi rapat, bahkan lebih sering berlangsung dalam situasi tidak formal. Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 86 2 Faktor Penghambat Komunikasi Perbekel Dalam Penanganan Covid-19 di Desa Silangjana Tidak selamanya komunikasi yang dilakukan berjalan mulus sesuai yang Ada kalanya komunikasi tersebut menemui hambatan yang bisa mengganggu jalannya komunikasi. Terkait komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana, maka hambatan itu meliputi hambatan internal dan hambatan eksternal. 1 Hambatan Internal Hambatan internal dalam komunikasi Perbekel dalam penanganan pandemi Covid-19 biasanya berasal dari komunikator dan komunikan. Komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pikirannya atau perasaannya kepada orang lain. Sedangkan komunikan adalah seseorang atau sekelompok orang yang menjadi sasaran komunikator ketika ia menyampaikan pesannya. Dalam kasus komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana, yang menjadi komunikatornya adalah Perbekel beserta seluruh perangkat desa serta Satgas Covid19 yang bertanggung jawab terhadap penanganan Covid-19 di Desa Silangjana. Dari penyataan-pernyatan yang disampaikan oleh tiga orang informan, yakni Perbekel Desa Silangjana. Kelian Banjar Dinas Dajan Margi, dan Ketua Relawan Penanganan Covid-19 Desa Silangjana, dapat diketahui bahwa secara internal yang menjadi hambatan dalam komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana banyak berupa hambatan dari pengirim pesan dalam hal ini perbekel, dimana kondisi pikiran dan perasaan perbekel sebagai komunikator mempengaruhi informasi yang disampaikannya. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Marheni . bahwa hambatan dalam komunikasi salah satunya adalah hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak tidak sesuai dengan keinginan, kebutuhan, atau kepentingan. Juga bisa terjadi karena hambatan menerima/mendengar pesan. Hambatan dalam proses penyampaian pesan yang bisa datang dari pihak pengirim pesan, juga disampaikan oleh Kreitner (Ruslan, 2. , yang menerangkan Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 87 tiga macam hambatan yang dapat mengganggu dalam sistem komunikasi, salah satunya adalah hambatan dalam proses penyampaian pesan yang bisa datang dari komunikator yang mendapat kesulitan dalm penyampaian pesan-pesannya, tidak menguasai materi pesan, dan belum memiliki kemampuan sebagai komunikator yang 2 Hambatan Eksternal Faktor eksternal yang bisa menjadi penghambat komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana salah satunya berasal dari media yang digunakan dalam berkomunikasi. Menyimak pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan, dapat diketahui bahwa media komunikasi bisa menjadi salah satu hambatan dalam komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana. Penggunaan HP android sekalipun tetap bisa menjadi penghambat komunikasi jika terjadi gangguan sinyal atau paket data internet dari HP android tersebut habis. Dengan demikian informasi yang ingin disampaikan bisa mengalami hambatan atau Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Marheni . 1 : . , bahwa hambatan dalam komunikasi salah satunya adalah hambatan media, yaitu hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi. Seperti yang disebutkan di atas yakni gangguan sinyal HP atau paket data internet yang tiba-tiba habis sehingga tidak bisa mengirim informasi. Menurut Effendy . 2 : . , media merupakan salah satu unsur pokok dalm komunikasi, dimana media adalah sarana untuk menyalurkan pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. Selanjutnya yang juga bisa disebut sebagai faktor eksternal penghambat komunikasi Perbekel dalam penanganan Covid-19 adalah hambatan dari segi bahasa atau lambang yang digunakan dalam berkomunikasi. Dari penyataan-pernyataan yang disampaikan lewat hasil wawancara dengan para informan, yakni Perbekel Desa Silangjana, warga desa Silangjana, dan Ketua LPM Desa Silangjana, dapat dipahami bahwa penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan pemahaman yang dimiliki oleh masyarakat bisa menjadi penghambat komunikasi dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ruslan . bahwa ada tiga macam hambatan yang dapat mengganggu dalam sistem komunikasi, yang salah satunya adalah hambatan Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 88 semantik . emantik barrie. yaitu hambatan bahasa dan arti perkataan, yakni adanya perbedaan pengertian dan pemahaman antara pemberi pesan dan penerima pesan tentang satu bahasa atau lambang. Mungkin saja bahasa yang disampaikan terlalu teknis dan formal, sehingga menyulitkan pihak komunikan yang tingkat pengetahuan dan pemahaman bahasa teknisnya kurang. 3 Solusi Mengatasi Hambatan Komunikasi Perbekel Dalam Penanganan Covid-19 di Desa Silangjana 1 Solusi Internal Solusi merupakan cara atau jalan yang digunakan untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah tanpa tekanan. Terkait solusi dalam mengatasi atau memecahkan masalah hambatan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana, tentunya disesuaikan dengan masalah yang dihadapi. Dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh tiga orang informan , dapat diketahui bahwa solusi dalam mengatasi hambatan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana yang disebabkan karena kondisi emosional dan perasaan yang tidak baik, adalah dengan menenangkan diri dulu sebelum menyampaikan pesan atau sebelum menerima pesan, dan juga menggunakan kemampuan berpikir atau kecerdasan yang dimiliki untuk bisa memahami dengan baik informasi atau pesan yang disampaikan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Marheni . bahwa kemampuan berpikir . pelaku mempengaruhi kelancaran komunikasi. Selanjutnya solusi mengatasi hambatan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana yang disebabkan oleh faktor proses penyampaian pesan yang terutama berasal dari pihak pemberi pesan. Dari hal-hal yang disampaikan oleh para informan melalui hasil wawancara , dapat diketahui bahwa solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan komunikasi terkait penanganan Covid-19 adalah dengan memahami dulu pesan atau informasi yang akan disampaikan sehingga ketika pesan atau informasi tersebut bisa disampaikan kepada orang lain dengan benar dan tepat. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Kreitner (Ruslan, 2. , bahwa hambatan komunikasi yang terjadi dalam proses penyampaian pesan terutama dari pihak komunikator, bisa diatasi Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 89 dengan adanya penguasaan terhadap materi pesan serta kemampuan sebagai komunikator handal yang dimiliki oleh pengirim pesan. Juga disebutkan bahwa Perbekel Desa Silangjana memiliki kesadaran yang cukup tinggi dalam memikirkan dan mencarikan solusi yang dialami oleh anak buah dan masyarakat yang dipimpinnya terutama terkait penanganan Covid-19. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Zainun (Sunindhia, 2008 : . , bahwa setiap pemimpin akan berhasil dalam memimpin organisasi apabila memiliki syarat-syarat yang salah satunya adalah mempunyai kesadaran yang cukup tinggi untuk dapat memikirkan dan mencarikan cara-cara pemecahan setiap permasalahan yang timbul dengan cara yang cepat, tepat, serta mengandung syarat yang memungkinkan untuk 2 Solusi Eksternal Selanjutnya solusi dalam mengatasi hambatan komunikasi terkait penanganan Covid-19 di Desa Silangjana yang disebabkan oleh media atau sarana komunikasi yang kurang mendukung. Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan, dapat diketahui bahwa solusi yang diambil perbekel mengatasi hambatan komunikasi yang terjadi karena media atau sarana komunikasi yang kurang berfungsi dengan baik, salah satunya adalah dengan memasang jaringan internet di kantor desa. Dengan demikian komunikasi yang dilakukan bisa berjalan dengan baik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Marhanei . bahwa sarana komunikasi yang baik merupakan salah satu pendukung komunikasi. Pemasangan jaringan internet di kantor desa juga merupakan upaya dan kemampuan yang dimiliki oleh Perbekel sebagai seorang pemimpin dalam menggerakkan manusia dan dapat membuat bawahan merasa betah, senang, dan puas dalam melaksanakan pekerjaan (Zainun dalam Sunindhia, 2008 : 139 ). Hambatan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana yang disebabkan karena masalah bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi bisa diatasi dengan membuat kesepakatan terlebih dahulu terkait bahasa apa yang akan digunakan ketika berkomunikasi. Dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan, dapat diketahui bahwa hambatan komunikasi yang disebabkan oleh penggunaan bahasa Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 90 atau istilah yang sulit dimengerti bisa diatasi dengan membuat kesepakatan terlebih dahulu tentang bahasa yang akan digunakan dalam berkomunikasi, karena komunikas bisa berlangsung baik jika ada kesepahaman makna atau lambang pada orang-orang yang berkomunikasi (Effendy, 2. Hal ini juga sesuai dengan yang disampaikan oleh Marheni . , bahwa penguasaan bahasa yang merupakan sarana dasar komunikasi merupakan salah satu pendukung komunikasi. PENUTUP 1 Simpulan Dari pemaparan yang disampaikan pada hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana dilakukan dalam bentuk komunikasi verbal . omunikasi menggunakan kata-kat. dan komunikasi non verbal . omunikasi menggunakan bahasa tubu. Juga dilakukan dalam bentuk komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Faktor penghambat komunikasi perbekel dalam penanganan Covid-19 di Desa Silangjana berupa faktor internal yakni hambatan dari pengirim dan penerima pesan, serta hambatan dalam proses penyampaian pesan. Sedangkan faktor eksternalnya berupa hambatan dalam penggunaan media komunikasi dan bahasa yang digunakan dalam komunikasi. Solusi dalam mengatasi hambatan komunikasi perbekel dalam penanganan Covid19 di Desa Silangjana : untuk hambatan internal, pengirim dan penerima pesan berusaha menenangkan diri dulu sebelum berkomunikasi. Sedangkan hambatan dari proses penyampaian pesan diatasi dengan menguasai terlebih dahulu informasi yang akan disampaikan supaya informasi itu bisa sampai ditangan penerima dengan benar dan tepat. Untuk solusi eksternal berupa terjadinya gangguan media komunikasi adalah dengan memasang jaringan internet di kantor desa, dan juga mencari tempat yang bagus sinyalnya sebelum berkomunikasi. Hambatan dari penggunaan bahasa bisa diatasi dengan membuat kesepakatan tentang bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi, serta menghindari menggunakan bahasa-bahasa gaul anak muda jaman sekarang yang biasanya kurang dimengerti oleh orang yang sudah tua. Locus Majalah Ilmiah FIA Volume 14 No. 1 Pebruari 2022 | 91 2 Saran - saran Selanjutnya dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut : Dalam upaya penanganan Covid-19 di Desa Silangjana, perbekel hendaknya selalu berkomunikas dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait yang terlibat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, baik itu yang ada di Desa maupun dengan yang di kecamatan sampai yang di Kabupaten. Perbekel sebagai pemimpin tertinggi di desa, hendaknya memiliki kemampuan dalam mengantisipasi kemungkinan timbulnya hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam proses komunikasi sehingga upaya penanganan Covid-19 bisa berjalan dengan maksimal dan pandemi Covid-19 segera bisa berakhir. Ketika sudah terjadi gangguan dalam proses komunikasi yang dialami oleh perbekel dalam penanganan Covid-19, perbekel beserja jajarannya harus segera mencari dan menemukan solusi untuk menghilangkan gangguan tersebut, sehingga tidak sampai mengganggu proses penanganan Covid-19 di Desa Silangjana. DAFTAR PUSTAKA