JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis pAeISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Vol. No. Juni 2024 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Raudhatul Ulum Email : fitrisusanty@stit-ru. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam mengelola dukungan finansial yang diterima, serta dampaknya terhadap prestasi akademik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, penelitian ini melibatkan 10 mahasiswa dari berbagai jurusan di Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum Sakatiga Ogan Ilir Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan KIP memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan akademik dan non-akademik mahasiswa, sehingga memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada studi. Mahasiswa penerima KIP menggunakan berbagai strategi pengelolaan dana, seperti memprioritaskan kebutuhan akademik dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Namun, mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan dana KIP, pada saa terjadi keterlambatan dan ketidakpastian pencairan dana tersebut, yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan keuangan mereka. Secara keseluruhan, dukungan finansial dari KIP berdampak positif terhadap prestasi akademik mahasiswa, meskipun kemampuan mereka dalam mengelola dana sangat mempengaruhi hasil tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa penerima KIP untuk memaksimalkan manfaat dukungan yang diterima. Kata Kunci : Pengalaman Mahasiswa. KIP. Dukungan Finansial dan Prestasi Akaademik Abstract This research aims to explore the experiences of Smart Indonesia Card (KIP) student recipients in managing the financial support they receive, as well as its impact on their academic This research used a qualitative approach with in-depth interview methods. This research involved 10 students from various departments at the Raudhatul Ulum Sakatiga Ogan Ilir Islamic College. South Sumatra. The research results show that KIP assistance makes a significant contribution in meeting students' academic and non-academic needs, allowing them to focus more on their studies. KIP recipient students use various fund management strategies, such as prioritizing academic needs and avoiding unnecessary expenses. However, students also face challenges in managing KIP funds, when there are delays and uncertainty in the disbursement of these funds, which affects the effectiveness of their financial management. Overall, financial support from KIP has a positive impact on students' academic achievement, although their ability to manage funds greatly influences these results. This research Page 33 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty emphasizes the importance of financial literacy for KIP recipient students to maximize the benefits of the support they receive. Keywords: Student Experience. KIP. Financial Support and Academic Achievement PENDAHULUAN Suatu negara yang ingin maju dan berkembang harus memperhatikan pembangunan sumber daya manusianya, pendidikan merupakan faktor penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Di Indonesia, untuk masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah menempuh pendidikan tinggi masih menjadi tantangan. Finansial masih seringkali menjadi masalah bagi mahasiswa yang berassal dari keluarga kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Pemerintah Indonesia me nyadari bahwa hal ini bisa menjadi penghalang utama bagi mahasiswa kurang mampu, sehingga pemerintah Indonesia meluncurkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang bertujuan untuk memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa dari golongan masyarakat kurang mampu agar mereka tetap dapat menempouh pendidikan di perguruan tinggi tanpa terbebani oleh biaya pendidikan yang besar. Salah satu bentuk intervensi kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi di kalangan para mahasiswa juga diterapkan oleh pemerintah melalui program ini. Berdasarkan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020 bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) diperuntukkan bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi termasuk penyandang distabilitas dengan prioritas sasaran adalah mahasiswa pemegang KIP, mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin dan dengan pertimbangan khusus, mahasiswa afirmasi (Papua dan Papua Barat serta 3T dan TKI) serta mahasiswa terkena bencana atau kondisi tertentu. KIP Kuliah diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi sampai dengan masa berlaku beasiswa telah habis sesuai dengan ketetapan yang ada. Menurut Puslapdik Kemendikbud . AuProgram KIP Kuliah diperlukan dalam rangka meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi serta menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitifAy. Pemerintah memberikan KIP Kuliah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mahasiswa Page 34 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 dengan memberikan pembebasan biaya perkuliahan dan pemberian bantuan biaya pendidikan dengan harapan bahwa dengan memberikan beasiswa tersebut mahasiswa yang bersangkutan dapat mengikuti studi dengan lancar. Ay (Puslapdik Kemendikbud, 2020:. Dengan demikian hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasinya yang akhirnya dapat ikut andil dalam meneruskan perjuangan bangsa menuju membangun Indonesia sejahtera. AuBerbicara mengenai Beasiswa KIP Kuliah berarti berbicara mengenai hasil belajar karena tujuan utama KIP Kuliah adalah meningkatkan prestasi mahasiswa pada bidang akademik dan nonakademik. Ay (Puslapdik Kemendikbud, 2020:. Program pemerintah dalam membantu mahasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak hanya memberikan bantuan untuk biaya kuliah, tetapi juga memberikan tunjangan biaya hidup kepada mahasiswa penerima, sehingga mereka tidak terlalu khawatir tentang kebutuhan finansial dan dapat fokus pada kegiatan Keadaan diri seorang individu sangat kuat dalam mencapai prestasi belajar, dengan asumsi keadaan individu mengalami masalah, akan menjadi tantangan bagi siswa untuk mencapai prestasi belajar. (Wati & Angraini, 2. Untuk itu, program KIP ini dianggap penting, utamanya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, karena dampak negatif terhadap prestasi akademik akibat tekanan ekonomi sering kali terjadi. Meskipun pemerintah merancang program ini untuk meringankan beban finansial, peningkatan prestasi akademik tidak selalu otomatis berkorelasi dengan keberhasilan dalam pemanfaatan KIP. Terdapat beberapa faktor, termasuk bagaimana mahasiswa penerima KIP mengelola dukungan finansial yang mereka terima, yang mempengaruhi hasil akademik mereka. Bagaimana pengelolaan dukungan finansial oleh mahasiswa penerima KIP menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Peningkatan prestasi akademik tentu sangat diharapkan kepada mahasiswa penerima yang mampu mengelola bantuan finansial dengan baik karena memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk fokus pada studi Sebaliknya, mahasiswa yang kurang bijaksana dalam memanfaatkan bantuan ini mungkin tidak mampu memaksimalkan peluang akademik yang mereka Oleh karena itu, mengetahui dan memahami bagaimana mahasiswa penerima KIP mengelola bantuan finansial mereka menjadi hal penting, tidak hanya untuk menilai efektivitas program KIP, tetapi juga untuk memberikan informasi tentang Page 35 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty bagaimana dukungan finansial dapat berdampak langsung terhadap prestasi akademik mahasiswa penerima. Fokus penelitian ini pada pengalaman mahasiswa penerima KIP dalam mengelola dukungan finansial sehingga memberikan informasi yang lebih dalam mengenai dinamika yang terjadi di balik proses pengelolaan bantuan ini. Peneliti memungkinklan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif mahasiswa, termasuk tantangan dan strategi yang mereka gunakan dalam mengelola bantuan finansial tersebut dalam penelitian kualitatif ini. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana mahasiswa penerima KIP menghadapi berbagai hambatan finansial dan akademik, serta bagaimana mereka memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk mendukung keberhasilan akademik mereka. Beberapa Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa dukungan finansial berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik. Salah satunya menurut Hapsari . , beasiswa yang diberikan oleh pemerintah sebagai salah satu dukungan finansial memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk meraih prestasi. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa diharapkan mempunyai prestasi yang baik yang dapat dilihat dari capaian IPK (Indeks Prestasi Kumulati. di atas 3,0 (Noviandini, 2. Namun, belum banyak penelitian yang secara khusus mengkaji bagaimana mahasiswa mengelola dukungan finansial tersebut dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi prestasi akademik mereka. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menjawab hal tersebut dengan mengeksplorasi pengalaman mahasiswa penerima KIP dalam mengelola bantuan finansial mereka dan dampaknya terhadap prestasi akademik. Efektivitas program KIP dan bagaimana program ini dapat diperbaiki di masa depan bisa dihasilkan dari penelitian ini, serta hasilnya dapat memberikan informasi bagi pembuat kebijakan. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat membantu mahasiswa penerima KIP untuk lebih bijaksana dalam mengelola dukungan finansial mereka, sehingga dapat memaksimalkan potensi akademik Dalam konteks ini, penelitian kualitatif yang mendalam tentang pengalaman mahasiswa penerima KIP menjadi sangat relevan dan signifikan. Page 36 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Bagaimana pengalaman dan strategi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam mengelola dukungan finansial yang diterima ? Apa saja tantangan yang dihadapi mahasiswa penerima KIP dalam mengelola bantuan finansial? Apakah ada hubungan antara kemampuan pengelolaan finansial mahasiswa penerima KIP dengan hasil akademik yang mereka capai? Rumusan masalah ini dirancang untuk mengeksplorasi pengalaman, tantangan, dan strategi mahasiswa penerima KIP dalam mengelola bantuan finansial mereka dan bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap prestasi akademik mereka. KAJIAN PUSTAKA Dalam upaya untuk memahami dinamika antara bantuan finansial dan keberhasilan pendidikan, studi kualitatif ini berfokus pada pengalaman mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam mengelola dukungan finansial untuk meningkatkan prestasi akademik. Kajian teoritis ini akan membahas teori terkait dukungan finansial, prestasi akademik, serta bagaimana mahasiswa mengelola sumber daya ekonomi untuk mencapai tujuan akademik mereka. Dukungan Finansial dalam Pendidikan Tinggi Bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dukungan finansial memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan tinggi. Menurut teori ekonomi pendidikan, bantuan finansial, seperti beasiswa atau tunjangan, dapat mengurangi hambatan ekonomi yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mengejar pendidikan. Pemerintah memberikan beasiswa kepada para mahasiswa agar bisa menyelesaikan pendidikannya tanpa harus mengkhawatirkan biaya (Kahar, 2. Dengan adanya bantuan finansial, kekhawatiran tentang biaya hidup dan biaya pendidikan tidak menjadi hal yang menganggu bagi mahasiswa penerima sehingga diharapkan dapat lebih fokus pada kegiatan akademik. Salah satu bentuk dukungan finansial dari pemerintah Indonesia yang dirancang untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi yaitu melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini memberikan dua jenis dukungan utama: biaya pendidikan yang mencakup biaya kuliah dan tunjangan biaya hidup (Kemendikbud, 2. Program bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa sehingga mereka dapat mengalokasikan lebih banyak waktu dan Page 37 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty energi untuk kegiatan akademik, dengan harapan juga dapat meningkatkan prestasi akademik mereka. Menurut teori human capital, pendidikan dianggap sebagai investasi dalam kualitas individu yang akan berdampak pada produktivitas masa depan. Pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Fungsi utamanya adalah menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Setiap individu membutuhkan pendidikan sebagai kebutuhan dasar, karena melalui pendidikan, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat terwujud (Kewuel, 2. Bagian dari investasi ini, bisa berupa dukungan finansial seperti KIP, peningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pemberian akses yang lebih besar kepada pendidikan dan, pada akhirnya, juga terjadi peningkatan produktivitas ekonomi. Dalam konteks ini, kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan dan mengelola bantuan finansial menjadi aspek penting yang dapat menentukan seberapa besar manfaat yang diperoleh dari dukungan tersebut. Prestasi Akademik Istilah prestasi belajar atau prestasi akademik terdiri dari dua kata, yaitu prestasi dan belajar. Winkel . 6, h. mengemukakan bahwa. AuPrestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorangAy. Keberhasilan mahasiswa dalam proses pembelajaran bisa dinilai dari prestasi akademik yang merupakan indikator penting. Prestasi ini biasanya diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau nilai rata-rata akademik mahasiswa. Prestai akademik mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk motivasi belajar, dukungan sosial, metode pengajaran, serta kondisi ekonomi. Menurut Slameto . 5, h. 60 -. AyFaktor ekstern terbagi menjadi tiga . faktor, yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakatAy. Kondisi ekonomi bisa terkategori kedalam faktor keluarga. Dalam konteks mahasiswa penerima KIP, dukungan finansial yang diberikan oleh pemerintah diharapkan dapat mengurangi tekanan ekonomi yang seringkali menjadi salah satu penghalang mahasiswa dalam mencapai prestasi akademik yang optimal. Beasiswa adalah tunjangan yang diberikan pemerintah untuk membantu membiayai pendidikan dan kebutuhan saat pendidikan (AsaAoaro, et al. , 2. Melalui Page 38 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 beasiswa, mahasiswa bisa fokus menyelesaikan pendidikannya tanpa harus mengkhawatirkan biaya. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dukungan finansial seperti KIP dapat memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa, seperti kebutuhan akan rasa aman finansial, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi intrinsik mereka untuk Salah satu faktor penting yang mempengaruhi prestasi akademik yaitu motivasi intrinsik, yang didorong oleh keinginan untuk mencapai prestasi atau mempelajari hal baru. Ketika kebutuhan dasar mahasiswa terpenuhi, mereka lebih mungkin untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan akademik dan mencapai hasil yang lebih baik. Namun, peningkatan prestasi akademik tidak serta merta dijamin oleh dukungan finansial yang memadai. Menurut Hira dalam Lown . keyakinan diri akan kemampuan keuangan yang dimiliki dapat mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku keuangan. Lusardi & Mitchell . mendefinisikan literasi Sedangkan Chen & Volpe . , dalam penelitiannya mengartikan literasi keuangan sebagai pengetahuan untuk mengelola keuangan. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan yang dimiliki seseorang akan menghasilkan perilaku keuangan yang bijak dan pengelolaan keuangan yang efektif (Huston, 2. Sehingga, bisa dikatakan cara mahasiswa mengelola dukungan finansial yang diberikan oleh pemerintah akan memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil akademik mereka. Mahasiswa yang mampu mengelola bantuan finansial dengan baik, misalnya dengan memprioritaskan kebutuhan akademik dan mengelola pengeluaran dengan bijaksana, cenderung memiliki hasil akademik yang lebih baik dibandingkan mereka yang kurang terampil dalam pengelolaan keuangan. Pengelolaan Dukungan Finansial oleh Mahasiswa Kemampuan mengelola dukungan finansial sangat penting dalam menentukan sejauh mana bantuan tersebut dapat berdampak positif pada prestasi akademik Menurut teori pengelolaan sumber daya (Conservation of Resources Theor. Hobfoll . , mempertahankan, dan melindungi sumber daya yang mereka miliki, termasuk sumber daya finansial. Dalam konteks mahasiswa penerima KIP, bantuan finansial Page 39 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty dapat dianggap sebagai sumber daya yang harus dikelola secara optimal agar dapat memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam hal keberhasilan akademik. Bantuan finansial yang dikelola dengan baik oleh mahasiswa akan lebih mungkin dimanfaatkan dalam menunjang kegiatan akademik, seperti membeli buku, membayar biaya internet untuk akses bahan belajar, atau mengikuti kegiatan akademik tambahan. Mahasiswa yang mampu mengelola finansial dengan tepat juga dapat membantu mahasiswa untuk mengurangi stres yang berkaitan dengan masalah keuangan, sehingga mereka dapat lebih fokus pada studi. Sebaliknya, pengelolaan bantuan finansial yang tidak tepat bagi mahasiswa mungkin akan mengalami kesulitan dalam memprioritaskan kebutuhan, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap prestasi akademik mereka. Pengaruh Dukungan Finansial terhadap Prestasi Akademik Hubungan antara dukungan finansial dan prestasi akademik telah banyak dikaji dalam literatur pendidikan. Penelitian oleh Antonius Goa Wea dan Ignatius Adiwidjaja. menunjukkan bahwa adanya dukungan finansial, seperti beasiswa atau bantuan biaya hidup, berhubungan positif dengan peningkatan motivasi belajar mahasiswa dan prestasi akademik. Mahasiswa yang menerima bantuan finansial cenderung lebih mungkin untuk tetap terdaftar dalam program akademik mereka dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Namun, tidak semua mahasiswa merespons bantuan finansial dengan cara yang Faktor-faktor seperti latar belakang sosial-ekonomi, motivasi, dan dukungan keluarga juga memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana mahasiswa memanfaatkan bantuan yang mereka terima (Usman, 2. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengalaman individu mahasiswa dalam mengelola dukungan finansial agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengaruh bantuan tersebut terhadap prestasi akademik. Page 40 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif mahasiswa penerima KIP dalam mengelola dukungan finansial yang mereka terima dan bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap prestasi akademik mereka. Studi fenomenologi berfokus pada pemahaman terhadap pengalaman hidup individu berdasarkan persepsi dan makna yang mereka berikan terhadap situasi yang dihadapi (Creswell, 2. Pendekatan ini cocok digunakan karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi persepsi, pengalaman, serta dinamika pribadi yang dialami oleh mahasiswa penerima KIP terkait pengelolaan finansial mereka. Lokasi dan Partisipan Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum (STAIRU) yang memiliki mahasiswa penerima KIP. Lokasi dipilih berdasarkan ketersediaan partisipan yang sesuai dengan kriteria penelitian dan merupakan lokasi peneliti mengajar, sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang: Merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) minimal selama satu tahun. Sedang menempuh studi di tingkat sarjana (S. Bersedia untuk berpartisipasi dalam wawancara mendalam. Jumlah partisipan yang diambil dalam penelitian ini adalah 10, sesuai dengan prinsip saturasi data dalam penelitian kualitatif, di mana jumlah partisipan ditentukan sampai tidak ada lagi informasi baru yang diperoleh dari wawancara (Mason, 2. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu: Wawancara Mendalam (In-depth Intervie. Wawancara mendalam akan digunakan untuk menggali pengalaman dan persepsi mahasiswa penerima KIP dalam mengelola bantuan finansial yang mereka Wawancara ini akan bersifat semi-terstruktur, yang berarti peneliti akan Page 41 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty menggunakan panduan wawancara tetapi juga terbuka terhadap jawaban yang lebih luas dari partisipan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara akan mencakup tema-tema seperti: Bagaimana pengalaman mereka dalam mengelola bantuan finansial dari KIP? Bagaimana bantuan tersebut mempengaruhi kehidupan akademik mereka? Tantangan apa saja yang dihadapi dalam mengelola dana bantuan tersebut? Strategi yang mereka gunakan untuk memaksimalkan penggunaan dana KIP demi prestasi akademik. Observasi Observasi dilakukan untuk melihat situasi kehidupan mahasiswa penerima KIP di kampus, seperti keterlibatan mereka dalam kegiatan akademik dan non-akademik yang dapat mempengaruhi prestasi akademik. Observasi ini bertujuan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara, sehingga peneliti dapat lebih memahami konteks kehidupan partisipan. Dokumentasi Dokumentasi berupa catatan akademik . eperti nilai IPK) dan catatan finansial yang relevan dapat diminta dengan persetujuan partisipan, untuk memberikan data yang lebih objektif terkait prestasi akademik dan pengelolaan keuangan mereka. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini bersifat iteratif. Hal ini berarti ada perulangan dan keterkaitan antara pengumpulan data dan analisis data (Corbin & Strauss, 2. Miles dan Huberman . menggambarkan analisis data kualitatif sebagai berikut Page 42 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Model Analisis data kualitatif . iadaptasi dari Miles danHuberman, 1. Page 43 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty Berikut ini tahapan analisis data kualitatif setelah tahapan pengumpulan data. Memadatkan Data, menyederhanakan, meringkas, dan mentransformasikan data mentah. Ada pula yang menggunakan kata mereduksi data untuk menyebut tahapan ini. Menampilkan Data. Data yang sudah dipadatkan tadi kita tampilkan ke dalam suatu bentuk untuk membantu penarikan kesimpulan. Menarik dan Verifikasi Kesimpulan. Proses untuk menyimpulkan hasil ppenelitian sekaligus memverifikasi bahwa kesimpulan tersebut didukung oleh data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Dlama menganalisis data kualitatif, peneliti menggunakan pendekatan induktif. Pendekatan induktif berarti kesimpulan muncul dari data untuk kemudian diverifikasi dengan teori yang ada (Leedy & Ormrod, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam mengelola dukungan finansial yang mereka terima dan bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap prestasi akademik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 10 mahasiswa dari berbagai jurusan di STAIRU yang menerima KIP, di mana wawancara ini mengungkapkan berbagai dinamika, tantangan, dan strategi yang digunakan mahasiswa dalam mengelola dana KIP. Berikut adalah hasil dan pembahasan dari temuan penelitian ini: Pengalaman Mahasiswa dalam Mengelola Dukungan Finansial KIP Mahasiswa penerima KIP sebagian besar mengatakan bahwa bantuan finansial yang mereka terima sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan akademik dan kehidupan sehari-hari di kampus. Mereka menyatakan bahwa tanpa bantuan tersebut, mereka mungkin kesulitan untuk berkonsentrasi dalam perkuliahan karena harus memikirkan biaya pendidikan. Salah satu peserta wawancara menyebutkan: "Merasa bersyukur, saya mendapatkan keringanan selama proses kuliah, dengan adanya bantuan KIP, saya sebagai mahasiswa tidak perlu memikirkan biaya kuliah lagi dan hanya berfokus dalam proses belajar. Ay Page 44 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Temuan ini sejalan dengan teori dukungan finansial dalam pendidikan yang menyatakan bahwa bantuan finansial dapat mengurangi hambatan ekonomi yang dihadapi mahasiswa, sehingga mereka dapat lebih fokus pada kegiatan akademik (Hanushek, 2. Dukungan finansial dari KIP tidak hanya membantu mahasiswa dalam hal biaya kuliah, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, transportasi, dan alat belajar, yang secara langsung berdampak pada kemampuan mereka untuk belajar secara efektif. Namun, beberapa mahasiswa mengungkapkan bahwa dana yang diterima dari KIP kadang-kadang tidak mencukupi untuk menutupi semua kebutuhan mereka. Beberapa dari mereka harus mencari cara tambahan untuk mengelola dana, seperti bekerja paruh waktu atau meminta uang dari orang tua salah satu mahasiswa "Mendapatkan dana KIP sangat berarti untuk saya dan saya merasa sangat terbantu sekali, tetapi saya harus tetap bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan yang cukup mahal misalanya untuk membeli laptop atau handphone dan lain sebagainya, tentu saja hal ini sangat menganggu waktu bekajar saya" Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa masih menghadapi tantangan finansial, terutama dalam mengelola dana yang terbatas meskipun KIP memberikan dukungan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan pentingnya kemampuan pengelolaan keuangan bagi mahasiswa penerima KIP agar mereka dapat memaksimalkan manfaat dari bantuan tersebut. Strategi Pengelolaan Dana oleh Mahasiswa Penerima KIP Berbagai strategi digunakan mahasiswa penerima KIP untuk mengelola dana yang mereka terima. Memprioritaskan kebutuhan akademik di atas kebutuhan lain adalah salah satu strategi yang umum dilakukan. Mahasiswa lebih dulu mengalokasikan dana KIP untuk membayar biaya kuliah, membeli buku atau alat-alat tulis, serta membayar biaya akses internet untuk kebutuhan mencari bahan diskusi dan tugas di internet. Hal inilah yang dinyatakan oleh sebagian besar mahasiswa yang Seorang mahasiswa menyatakan: "Saya menyusun anggaran bulanan dengan jelas, memisahkan pengeluaran untuk kebutuhan belajar. eperti buku, alat tulis, dl. dan untuk kebutuhan non -akademik Page 45 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty . eperti makanan dan hibura. , saya dapat lebih mudah mengelola dan memantau Strategi ini mencerminkan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam memprioritaskan kebutuhan akademik mereka untuk memastikan bahwa dukungan finansial benar-benar digunakan untuk mendukung keberhasilan akademik. Dalam teori resource management (Hobfoll, 1. , kemampuan untuk mengelola dan memprioritaskan sumber daya, seperti dana KIP, merupakan faktor penting yang mempengaruhi bagaimana individu dapat memanfaatkan sumber daya tersebut secara efektif. Mahasiswa cenderung mengalami sedikit gangguan dalam proses belajar mereka jika mampu mengelola dana dengan baik. Ada juga mahasiswa yang menyatakan bahwa mereka menerapkan gaya hidup sederhana untuk memastikan bahwa dana KIP yang mereka terima cukup untuk kebutuhan akademik dan non-akademik. Mereka berusaha menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Cara ini dilakukan tidak hanya untuk membantu mahasiswa dalam mengelola dukungan finansial yang mereka terima dari pemerintah, tetapi juga mengurangi stres yang terkait dengan masalah keuangan, sehingga mereka dapat lebih fokus pada studi. Tantangan dalam Pengelolaan Dana KIP Meskipun sebagian besar mahasiswa berhasil mengelola dana KIP dengan baik, dan tidak terlalu mendapat tantangan, ada kalanya mahassiswa penerima bantuan KIP merasa bingung untuk mencukupi kebutuhan akademiknya jika terjadi keterlambatan pemcairan dana KIP. Beberapa mahasiswa mengeluhkan bahwa kadangkala dana bantuan KIP yang sangat mereka harapkan terlambat dicairkan. Hal ini menyulitkan mereka untuk pengeluaran biaya kebutuhan, baik kebutuhan akademik maupun kebutuhan sehari-hari. Salah satu mahasiswa mengatakan: "Tantangan terbesarnya adalah keterlambatan atau ketidakpastian pencairan dana. Pencairan dana KIP bisa mengalami keterlambatan yang membuat saya kesulitan terutama jika membutuhkan uang dalam proses pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Page 46 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada tantangan berarti bagi penerima bantuan KIP dalam mengelola dana yang mereka terima, hanya saja keterlambatan dan ketidakpastian pencairana kapan dana KIP dicairkan membuat banyak mahasiswa penerima KIP bingung. Dalam hal ini, pemerintah seharusnya melakukan pengawasan dan evaluassi terhadap pelaksanaan pencairan dana KIP sehingga mahasiswa bisa memenuhi kebutuham mereka dengan baik dan tidak menganggu fokus studi mereka. Pengaruh Dukungan Finansial terhadap Prestasi Akademik Pada umumnya, bantuan beasiswa KIP berdampak positif terhadap prestasi mahasiswa penerima bantuan tersebut bagi mereka yang berhasil mengelola dukungan finansial dari KIP. Nilai akademik yang lebih baik cenderung dapat dicapau oleh mahasiswa yang mampu memprioritaskan pengeluaran akademik dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan hidup dan studi. Salah satu mahasiswa mengatakan: "Dukungan finansial dari KIP terhadap saya : mengurangi beban ekonomi, akases ke sumber belajar yang lebih baik, dan keterlibatan dalam kegiatan akademik dan organisasi seperti BEM. Saya juga merasa lebih termotivasi untuk belajar dan percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik, saya merasa lebih fokus dan tidak terbebani sehingga bisa meraih prestasi akademik yang baik. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumny, seperti yang dikemukakan oleh (Jayen, 2. , beasiswa memiliki pengaruh dominan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Pemberian beasiswa dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Dukungan finansial memungkinkan mahasiswa untuk memusatkan perhatian mereka pada studi tanpa harus terganggu oleh kekhawatiran tentang biaya pendidikan. Namun, penting untuk dicatat bahwa efek ini hanya akan optimal jika mahasiswa mampu mengelola dana yang mereka terima dengan baik. Namun bagi mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik mungkin masih mengalami kesulitan, meskipun mereka menerima bantuan Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi aspek penting yang perlu ditingkatkan di kalangan mahasiswa penerima KIP agar mereka dapat memanfaatkan dukungan finansial dengan lebih efektif untuk mencapai prestasi akademik yang lebih Page 47 of 50 Studi Kualitatif tentang Pengalaman Mahasiswa Penerima KIP dalam Mengelola Dukungan Finansial untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Fitri Susanty SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian kualitatif mengenai pengalaman mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam mengelola dukungan finansial untuk meningkatkan prestasi akademik, dapat disimpulkan beberapa poin penting berikut: Dukungan Finansial KIP Faktor Penunjang Akademik Dalam memenuhi kebutuhan akademik dan non-akademik, bantuan finansial dari KIP secara signifikan bisa membantu mahasiswa penerima bantuan. Mahasiswa bisa lebih fokus pada studi mereka tanpa harus terlalu terbebani dengan masalah finansial. Penggunaan dana yang diprioritaskan untuk biaya kuliah, pembelian bahan belajar, serta kebutuhan hidup sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan akademik memperlihatkan hal tersebut. Strategi Pengelolaan Dana Efektif Strategi pengelolaan dana yang bijaksana digunakan oleh sebagian besar mahasiswa penerima KIP, seperti memprioritaskan kebutuhan akademik serta menerapkan gaya hidup hemat. Untuk memaksimalkan dukungan finansial yang diterima, mahasiswa penerima KIP mampu mengelola dana dengan baik, sehingga dapat berfokus pada peningkatan prestasi akademik. Tantangan Pengelolaan Dana Meskipun dukungan dari KIP sangat bermanfaat, beberapa mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam mengelola dana jika terjadi keterlambatan atau ketidakpastian kapan pencairan bantuan dana KIP akan mereka terima. Hal ini meyebabkan mereka mengalami kesulitan untuk mengatur pengeluaran dengan dana yang terbatas yang mereka punya. Pengaruh Positif Prestasi Akademik Peningkatan prestasi akademik terjadi bagi mahasiswa yang mampu mengelola dana KIP dengan baik. Dukungan finansial tersebut memungkinkan mahasiswa untuk lebih fokus dalam studi dan mengurangi stres terkait masalah keuangan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap hasil akademik mereka. Namun, bagi mahasiswa yang kesulitan dalam pengelolaan dana, dampaknya terhadap prestasi akademik mungkin tidak terlalu optimal. Page 48 of 50 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Secara keseluruhan, dukungan finansial dari KIP memainkan peran penting dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswa, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa dalam mengelola dana tersebut. Oleh karena itu, program KIP tidak hanya perlu terus dilanjutkan dan diperbaiki sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, tetapi juga harus dilengkapi dengan pendidikan memaksimalkan penggunaan bantuan yang mereka terima. DAFTAR PUSTAKA