EQUIVA JOURNAL Journal of Mathematics & Information Technology Volume 01 Ae Nomor 01 Ae Year 2023 Ae Pages: 8-13 Analisis Preferensi Konsumen Pada Industri Rumah Tangga Kerupuk Udang Dengan Metode Analisis Konjoin Dalam Mengurangi Limbah Udang Di Penajam Paser Utara Budiani Fitria Endrawati1, . Faisal Manta2, . , dan Chandra S. Rahendaputri3, . Teknik Industri. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan 76127 Teknik Mesin. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan 76127 Teknik Lingkungan. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan 76127 wati@lecturer. faisal86@lecturer. Penulis korespondensi: chandra. suryani03@lecturer. Abstrak. Perikanan memegang peranan penting di Indonesia. Dari perikanan ini akan dihasilkan hasil samping berupa udang-udang kecil. Jika tidak ditangani dengan baik, udang ini bisa menjadi masalah limbah serius dari bau amis. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkannya sebagai kerupuk. Namun, penjualan kerupuk ini menghadapi beberapa masalah seperti penjualan yang rendah, dan terkadang tidak ada konsumen atau pasar. Di sisi lain, jika ditangani dengan baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan, dapat menjadi solusi dari produk sampingan ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner kerupuk udang buatan ibu rumah tangga di RT 11 Kabupaten PPU Kalimantan Timur. Kuesioner ini digunakan untuk mendapatkan tingkat atribut dan untuk menganalisis tingkat kepentingan dengan menggunakan metode analisis konjoin. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk kerupuk udang, atribut kesesuaian memegang peranan penting. Berdasarkan tingkat atribut, konsumen lebih menyukai harga yang terjangkau, kualitas bahan utama yang baik, kerupuk dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama, kerupuk tidak berbau amis, memiliki label halal MUI, mudah didapatkan, dan kemasan yang rapi. PENDAHULUAN Laut Indonesia memiliki banyak sekali jenis ikan yang mencakup 37 persen jenis ikan di dunia . Dari jenis ikan ini, tuna, udang, lobster, ikan karang, beberapa jenis ikan hias dan ruAmput laut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, di beberapa wilayah Indonesia, udang kecil yang menjadi hasil sampingan dari kegiatan perikanan sering kali Udang yang tidak dimanfaatkan ini bisa menjadi masalah yang mengkhawatirkan, karena udang memiliki bau amis yang kuat jika limbahnya tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara untuk mencegahnya menjadi limbah adalah dengan memproduksi kerupuk udang. Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebuah kabupaten yang terletak di barat daya kota Balikpapan, perikanan juga memegang peranan penting. Persentase tenaga kerja berusia di atas 15 tahun yang Abekerja di bidang pertanian, perikanan, kehutanan dan perkebunan menempati urutan pertama pada tahun 2015 dan 2017. Pada tahun 2017 persentasenya mencapai 43,33% dan pada tahun 2015 mencapai 48,80% . Angka ini menunjukkan bahwa perikanan memegang peranan penting bagi warga PPU. Pada tahun 2017, kuantitas produksi perikanan laut di Kabupaten PPU ini mencapai 5. 981,60 ton. Hal ini terkait dengan banyaknya tenaga kerja yang memilih bekerja di bidang pertanian, perikanan, kehutanan dan perkebunan. Di salah satu kelurahan di Kecamatan Penajam yang disebut RT 11, sebagian besar laki-laki dewasa bekerja sebagai nelayan. Seiring dengan kegiatan penangkapan berbagai jenis ikan, mereka juga mendapatkan udang kecil yang ikut terjaring. Udang kecil ini biasanya tidak memiliki nilai ekonomis jika dijual di pasar. Wanita dewasa terutama sebagian besar ibu rumah tangga di lingkungan RT 11 ini. EQUIVA JOURNAL: Vol. 01 Ae No. 01 Ae Yr. Ao23 melihat udang kecil ini sebagai peluang untuk dijadikan kerupuk udang. Namun, mereka menghadapi beberapa masalah seperti, penjualannya masih belum tinggi, dan terkadang mereka harus membuang kerupuk udang di tempat sampah karena tidak memiliki konsumen atau pasar, sehingga menghasilkan lebih banyak limbah ke lingkungan. sisi lain, kerupuk udang ini, jika ditangani dengan baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan, bisa menjadi komoditas unik dari kabupaten PPU ini. GAMBAR 1. Kerupuk udang industri rumah tangga di RT 11 PPU Seperti tantangan yang disebutkan di atas dan peluang kerupuk ini sebagai metode potensial untuk mencegah pemborosan, mengetahui preferensi konsumen terhadap kerupuk ini merupakan salah satu aspek penting dalam memperkuat daya saing produk ini. Dalam studi pendahuluan ini, preferensi konsumen akan diidentifikasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis conjoin. Hasil penelitian ini, dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mengembangkan produk kerupuk udang ini sebelum didistribusikan ke konsumen, sehingga dapat juga menjadi salah satu komoditi unggulan Kabupaten PPU. METODE Penelitian ini dilakukan di Balikpapan. Kalimantan Timur, kota yang menjadi penghubung ke Kabupaten PPU. Penelitian dilakukan terhadap 125 responden yang dipilih secara acak. Responden diminta untuk mencicipi kerupuk udang yang dibeli dari industri rumah tangga kerupuk udang RT 11 di Kabupaten PPU. Setelah menguji kerupuk, responden ditanya tentang pertimbangan mereka terhadap atribut yang telah dipilih dari penelitian sebelumnya. Atribut-atribut tersebut adalah keandalan, kinerja, fitur, kesesuaian, estetika, kualitas yang dirasakan, dan kemudahan servis . Pertimbangan responden terhadap atribut-atribut tersebut akan menjadi tingkatan atribut. Pada kuisioner berikutnya, responden diminta untuk menilai tingkat masing-masing atribut, menggunakan skala Likert dari nilai 1 Nilai 1 menunjukkan preferensi untuk "Tidak penting" dan nilai 5 menunjukkan preferensi untuk "yang paling penting". Hasil kuesioner kemudian dianalisis validitasnya menggunakan nilai CronbachAos Alpha. Masing-masing tingkatan atribut juga akan dianalisis lebih lanjut, selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode analisis konjoin dengan menggunakan SPSS. Analisis konjoin digunakan untuk memahami konsumen. Dengan mengevaluasi nilai yang akan disukai pelanggan menggunakan analisis konjoin, dapat diperoleh tolak ukur nilai yang diinginkan oleh konsumen. Analisis konjoin ini cocok untuk menganalisis kombinasi atribut produk dan untuk memahami reaksi konsumen. Untuk memahami reaksi konsumen, digunakan nilai utilitas. Utilitas adalah nilai pembeda yang akan mengevaluasi preferensi subjektif . Metode analisis konjoin juga telah digunakan pada beberapa penelitian sebelumnya, yaitu pada preferensi konsumen pada situs belanja online . , dan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk makanan . HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dan pembahasan akan dibagi dalam beberapa bagian, seperti yang dijelaskan di bawah ini. EQUIVA JOURNAL: Vol. 01 Ae No. 01 Ae Yr. Ao23 Demografi Responden Penelitian dilakukan terhadap 125 responden yang dipilih secara random sampling. 52% responden adalah lakilaki, 55,2% adalah anak-anak dan 42,4% responden adalah pegawai swasta/negeri . No. TABEL 1. Demografi Responden Tingkatan Atribut Jumlah Responden Atribut Persentase (%) Jenis kelamin Laki - laki Perempuan Umur Remaja . -25 tahu. Dewasa . -45 tahu. Usia Lanjut (> 45 tahu. Pekerjaan Siswa Mahasiswa Pengusaha Ibu Rumah Tangga Tidak bekerja Karyawan swasta/BUMN Total responden = 125 orang Profil Atribut Atribut telah dipilih dari penelitian sebelumnya seperti yang dinyatakan pada bagian sebelumnya. Pertimbangan responden terhadap atribut-atribut tersebut akan menjadi tingkatan atribut. Misalnya, atribut keandalan . dinilai dari kesesuaian dengan variasi harga. Tingkatan atribut untuk atribut ini menurut hasil kuisioner adalah harga terjangkau, kesesuaian kualitas dengan harga, dan kesesuaian jumlah dengan harga. Semua atribut, deskripsi setiap atribut dan tingkatan atributnya dijelaskan pada Tabel 2. TABEL 2. Profil Atribut No. Atribut Deskripsi Reliability Variasi harga Performance Feature Cara mengonsumsi Conformance Dimensi Kerupuk Aesthetic Estetika kemasan Perceived Quality Label pada kemasan Serviceability Pelayanan Kualitas bahan Tingkatan Atribut - Harga terjangkau - Kesesuaian kualitas dengan harga - Kesesuaian jumlah dengan harga - Bahan utama memiliki kualitas bagus - Bahan tambahan memiliki kualitas bagus - Kerupuk dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama - Kerupuk sebagai kudapan - Ukuran besar kecil - Ketebalan - Bentuk - Warna - Tidak amis - Kemasan yang rapi - Kemasan tidak berbahan plastik - Kemasan yang dapat ditutup kembali - Tanggal kadaluwarsa - Label produk - Label halal MUI - Kemudahan akses untuk membeli kerupuk - Ada tidaknya hotline layanan pelanggan EQUIVA JOURNAL: Vol. 01 Ae No. 01 Ae Yr. Ao23 Realibilitas dan validitas data Sebelum dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan analisis konjoin, data harus diperiksa validitas dan Semua data atribut memiliki nilai signifikansi 0,01. Artinya kita bisa memastikan bahwa kepastian kita terhadap data-data tersebut adalah 99%. Semua nilai R yang dihitung lebih besar dari nilai R dari tabel, hal ini menunjukkan bahwa semua data atribut valid (Tabel . Atribut Reliability Performance Feature Conformance Perceived Quality Service Aesthetics TABEL 3. Validitas dan realibitas data atribut Sig. R - kalkulasi R - Tabel Validity Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Semua data level atribut juga memiliki nilai signifikansi 0,01. Artinya kita bisa memastikan bahwa kepastian kita terhadap data-data tersebut adalah 99%. Semua nilai R yang dihitung lebih besar dari nilai R dari tabel, hal ini menunjukkan bahwa semua data level atribut valid (Tabel . Variable TABEL 4. Validitas dan realibitas data tingkatan atribut Sig. Calculated R R value from table Validity Harga terjangkau Kesesuaian kualitas dengan harga Kesesuaian jumlah dengan harga Valid Valid Valid Bahan utama memiliki kualitas bagus Bahan tambahan memiliki kualitas bagus Valid Valid Kerupuk dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama Kerupuk sebagai kudapan Ukuran besar kecil Ketebalan Bentuk Warna Tidak amis Kemasan yang rapi Kemasan tidak berbahan plastik Kemasan yang dapat ditutup kembali Tanggal kadaluwarsa Label produk Label halal MUI Kemudahan akses untuk membeli kerupuk Ada tidaknya hotline layanan pelanggan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai Cronbach's Alpha adalah 0,870 yang lebih besar dari nilai Cronbach's Alpha minimum agar data dianggap reliabel . Dapat disimpulkan bahwa semua data yang diperoleh dari kuesioner dapat diandalkan untuk digunakan dan dianalisis lebih lanjut. EQUIVA JOURNAL: Vol. 01 Ae No. 01 Ae Yr. Ao23 Pertimbangan atribut Dari 7 atribut yang telah disebutkan di atas, peringkat tertinggi diperoleh oleh atribut conformance yang meliputi ukuran, ketebalan, warna dan rasa. Atribut ini dipilih oleh 23% responden. Dari sini terlihat bahwa dimensi kerupuk memegang peranan penting. Atribut realiability dan perceived quality mencapai 16% responden di tempat kedua. Atribut lainnya adalah Aesthetic yang mencapai 14% responden, performance dan service yang keduanya mencapai 10% responden. Yang terendah adalah atribut feature yang hanya mencapai 9% responden. Hasil kuesioner pada pertimbangan tingkat atribut adalah seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. GAMBAR 2. Pertimbangan atribut berdasar hasil kuesioner Nilai utilitas berdasarkan pilihan konsumen Tingkat preferensi konsumen, dapat dinilai secara numerik menggunakan nilai utilitas. Nilai utilitas yang lebih tinggi dan lebih positif menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukainya dibandingkan dengan yang lain. Nilai positif tertinggi menunjukkan atribut yang paling diinginkan dari perspektif konsumen. Nilai utilitas dapat dilihat pada Tabel 5. No. Atribut Reliability Performance Feature Conformance Aesthetic Perceived Quality Serviceability Constant TABEL 5. Nilai utilitas berdasarkan atribut Tingkatan Atribut - Harga terjangkau - Kesesuaian kualitas dengan harga - Kesesuaian jumlah dengan harga - Bahan utama memiliki kualitas bagus - Bahan tambahan memiliki kualitas bagus - Kerupuk dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama - Kerupuk sebagai kudapan - Ukuran besar kecil - Ketebalan - Bentuk - Warna - Tidak amis - Kemasan yang rapi - Kemasan tidak berbahan plastik - Kemasan yang dapat ditutup kembali - Tanggal kadaluwarsa - Label produk - Label halal MUI - Kemudahan akses untuk membeli kerupuk - Ada tidaknya hotline layanan pelanggan Nilai utilitas EQUIVA JOURNAL: Vol. 01 Ae No. 01 Ae Yr. Ao23 Nilai utilitas menunjukkan bahwa pada atribut reliability, harga terjangkau lebih disukai konsumen dengan nilai positif sebesar 0,017. Pada atribut performance, konsumen juga lebih menyukai kualitas bahan utama yang baik dengan nilai 0,012. Pada atribut feature menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai kerupuk sebagai pelengkap, dengan nilai penentu 0,030. Dilihat dari nilai utilitas pada variabel conformance, konsumen lebih menyukai kerupuk karena kerupuk tidak berbau amis mengingat berasal dari perikanan, dengan nilai utilitas sebesar 0,056. Label halal MUI pada atribut perceived quality dengan nilai positif 0,026 juga menjadi pilihan konsumen. Pada atribut serviceability, tingkat kemudahan akses membeli produk juga menjadi pilihan konsumen dengan nilai 0,020. Pada variabel aesthetic konsumen lebih menyukai kemasan yang rapi dengan nilai utilitas 0,109. KESIMPULAN Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa untuk produk kerupuk udang RT 11 Kabupaten PPU, atribut conformance memegang peranan penting. Berdasarkan tingkat atribut, konsumen lebih menyukai harga yang terjangkau, kualitas bahan utama yang baik, kerupuk dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama, kerupuk tidak berbau amis, memiliki label halal MUI, mudah didapatkan, dan kemasan yang rapi. Preferensi ini dapat dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan industri rumah tangga kerupuk udang ini sehingga dapat menjadi salah satu komoditi unggulan Kabupaten PPU UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Institut Teknologi Kalimantan dan Pemerintah Kabupaten PPU yang telah memberikan dana untuk penelitian ini dan mendukung penyelesaian penelitian ini. REFERENSI