JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Produksi Dalam Sistem Perekonomian Menurut Pandangan Al-Qur`an Sumiati Tomadehe a. Achmad Abubakar b. Hasyim Haddade c a sumiatitomadehe1983@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairaat Labuha b ahmad. abubakar@uin-alauddin. Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar c hasyim. haddade@uin-alauddin. Universitas Islam Negeri Alaudin Makasar ABSTRACT Production is essential for the survival and civilization of humans and the earth. In fact, production emerges from the interaction of humans with nature. Humans were created as caliphs to manage and utilize the earth and everything in it optimally and in ways that are in accordance with the Sharia. Humans prosper the earth so that they can meet the needs they want. Allah SWT has stated an explanation from the verses of the Koran how humans should cultivate the Earth or carry out production activities. Based on a normative study of the verses of the Koran, the results of this research show that the role of production in the economy from the perspective of the Qur'an is as an expression of gratitude for AllahAos blessings of the universe created him, as a booster for human creativity, and as means to spread benefits or maslahah that are not only oriented towards material gain. Keywords: Production. Economy. Al-Qur`an. ABSTRAK Produksi sangat penting bagi kelangsungan hidup dan peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam. Manusia diciptakan sebagai khalifah untuk mengelola dan memanfaat bumi dan segala isinya dengan optimal dan cara-cara yang sesuai syariat. Manusia memakmurkan bumi agar manusia dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkanya. Allah telah SWT memberikan penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur`an bagaimana seharusnya manusia mengolah Bumi atau melakukan aktifitas produksi. Berdasarkan telaah normatif ayat-ayat Al-QurAoan, diperoleh hasil kajian dari penelitian ini bahwa peran produksi dalam perekonomian perspektif Al-Qur`an adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat alam semesta yang diciptakan Allah SWT, sebagai pendongkrak kreatifitas manusia, dan sebagai sarana untuk menyebarluaskan kemaslahatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi Kata Kunci: Produksi. Perekonomian. Al-Qur`an. PENDAHULUAN Produksi merupakan kebutuhan dasar, untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga keberlangsungan hidup manusia di muka bumi. Allah SWT telah menetapkan manusia sebagai khalifah atau orang yang diberikan kepercayaan dan tanggung jawab mengelola bumi dan kekayaan alam dengan baik. Bumi merupakan lahan untuk beraktivitas dan manusia pengelolanya. Dalam sistem perkononomian produksi adalah pangkal mata rantai perekonomian hingga berujung pada konsumsi. Tanpa ada produksi niscaya tidak akan pernah ada kegiatan perekonomian. Apabila tingkat produksi menurun, maka kegiatan perekonomianpun akan menurun. Produsen sebagai pelaku dalam kegiatan produksi memberi penekanan dalam proses produksi dapat mencapai profit secara maksimum. perilaku produsen dalam memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Hal ini dapat menunjukan bahwa efisiensi dan optimalisasi sumber daya akan dipergunakan oleh produsen. Produksi yang terjadi skrang ini, berorientasi pada kerja-kerja kapitalisme yaitu spekulasi kapital yang sebesar-besarnya guna menghasilkan output pendapatan yang jauh lebih besar. Sikap ini yang dapat mengabaikan dampak merugikan atau eksploitasi dari proses produksi yang dapat menimpa masyarakat yang tidak terlibat dalam proses produksi, baik sebagai konsumen maupun sebagai bagian dari factor produksi. Misalnya, terjadinya dampak polusi terhadap lingkungan disekitar tempat JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Aturan ini menegaskan bahwa apapun akan ditempuh oleh produsen guna memaksimalkan keuntungan bahkan pendegradasian nilai-nilai moral dan keadilan tidak lagi menjadi penting sejauh apa yang dicita-citakan dapat tercapai. Ketimpangan merupakan masalah universal yang dihadapi oleh semua sistem ekonomi Islam dan modern. Ketidakadilan ekonomi dan ketimpangan pendapatan dan kekayaan merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Oleh karena itu tulisan ini menjelaskan konsep dan makna Produksi perspektif Al-Qur`an serta menganalisis kemampuan produsen megelolah bumi dalam hal ini sumber daya alam yang telah diberikan Allah SWT dapat mewujuadkan keadilan dan kesejahteraan Artinya produksi Al-Quran berimplikasi terhadap kesadaran dalam kehidupan manusia dan untuk mengkonsumsi rezeki yang halal diberikan oleh Allah SWT, tanggung jawab memberikan sedekah/perhatian terhadap keperluan hidup orang-orang yang tidak punya, baik yang tidak meminta dalam Al-Qur`an maupun yang meminta . l-MuAota. , bahkan untuk orang-orang yang sengsara . l-Ba. dan fakir Sehingga bidang Produksi menjadi posisi penting untuk dikaji dari teori produksi, factor produksi, diantaranya SDA. Tenaga Kerja. Modal dan organisasi tujuan produksi prospektif Al-Quran. TINJAUAN PUSTAKA Produksi Produksi di dalam bahasa Arab adalah al-intaj dari akar kata nataja, yang secara etimologi berarti mewujudkan atau mengadakan sesuatu. Secara terminology, kata produksi berarti menciptakan dan menambah kegunaan atau nilai guna suatu barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah apabila memberikan manfaat baru atau lebih dari semula. Idri . menyatakan bahwa produksi adalah kegiatan manusia untuk menghasilkan barang atau jasa yang kemudian dimanfaatkan oleh konsumen . Secara umum, produksi merupakan kegiatan penciptaan guna . yang berarti kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan manusia sebagai konsumen. Adapun menurut pandangan Yusuf Qardhawi, produksi dalam ekonomi Islam adalah motif kemaslahatan kebutuhan dan kewajiban . Perilaku produksi merupakan usaha seseorang atau kelompok untuk melepaskan diri dari kefakiran. Secara eksternal, perilaku produksi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan setiap individu sehingga dapat membangun kemandirian umat. Sedangkan motif perilakunya adalah keutamaan mencari nafkah, menjaga semua sumber daya seperti flora, fauna, dan lingkungan alam sekitar, yang dilakukan secara sungguhsungguh dan profesional terhadap sesuatu yang diperbolehkan . Menurut Sukirno. S produksi secara sederhana menggambarkan tentang sistem perekonomian, hubungan antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut . Semua orang diberikan kebebasan untuk melakukan usaha produksi. Dalam sebuah perusahaan, asumsiasumsi produksi harus dilakukan untuk barang halal dengan proses produksi dan pascaproduksi yang tidak menimbulkan kemadharatan. Muhammad Abdul Mannan . menjelaskan bahwa perilaku produksi tidak semata-mata didasarkan pada permintaan pasar. Akan tetapi, produksi dalam pandangan ekonomi Islam adalah setiap bentuk ikhtiar yang dilakukan manusia untuk menghadirkan manfaat atau menambahkannya dengan cara memanfaatkan sumber-sumber ekonomi yang disediakan Allah SWT di alam semesta sehingga menjadi maslahat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Prinsip Produksi Prinsip Produksi, hal yang substansial yang mengikat setiap muslim dalam kesehariannya tak terkecuali dalam kegiatan ekonomi. Dalam produksi misalnya, seorang produsen atau perusahan harus mejunjung tinggi nilai-nilai baik yang berhubungan dengan tuhan maupun manusia dan alam. Setidaknya seorang produsen harus berangkat dari prinsip-prinsip berikut . PrinsipTauhid. Prinsip ini merupakan sesuatu hal yang amat fundamental pada setiap individu muslim sehingga orientasi dari gerak lakunya tidak terlepas dari prinsip-prinsip ketuhanan. Hal itu akan berimplikasi pada adanya niat yang tulus bahwa segala pekerjaan yang dikerjakan adalah dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Hal ini karena pada dasarnya segala sesuatu bersumber dari Allah SWT dan kesudahannya berakhir pada Allah SWT pula. Prinsip Keadilan. Jika prinsip tauhid merupakan hubungan vertikal antara manusia dengan tuhannya maka prinsip keadilan ini hakikatnya ialah menggambarkan hubungan sesama manusia. Dalam kata JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index lain, dapat dikatakan keadilan in merupakan dimensi horizontal. Perintah berlaku adil dalam Al-QurAoan bertujuan untuk mengeliminasi ketimpangan ekonomi dan sosial. Dalam wilayah produksi, prinsip keadilan dapat menjamin bahwa eksploitasi tak akan terjadi pada pihak-pihak yang terdiskreditkan dalam kegiatan ekonomi Prinsip Kebajikan. Prinsip kebajikan ini merupakan prinsip yang menghubungkan dimensi vertikal dan Secara vertikal, kebajikan adalah manifestasi dari status manusia sebagai khalifah Allah. Secara horizontal, perbedaan derajat, kemampuan, dan kekayaan adalah ujian bagi manusia untuk memperkuat basis kehidupan sosial dengan saling membantu dan bekerja sama. Sebagai derivasi prinsip tauhid, manusia wajib menyebarkan kebajikan di muka bumi karena esensi penciptaannya adalah untuk mewujudkan kebaikan. Prinsip kebebasan dan tanggung Jawab. Setiap individu diberi kebebasan dan tanggung jawab dalam mengarungi kehidupannya sehingga kebebasan dan tanggung jawab merupakan hal yang tak Namun, antara kebebasan dan tanggung jawab harus dilakukan secara proporsional dan memerhatikan aturan yang berlaku, baik aturan yang sudah ditetapkan syariat maupun aturan yang diberlaku di tengah-tengah masyarakat selain hukum syariat. Hal yang sangat fundamental yang harus selalu diperhatikan dalam setiap proses produksi adalah prinsip kesejahteraan ekonomi. Prinsip ini harus menjadi prinsip utama dalam upaya peningkatan pendapatan dan peningkatan produksi dari pemanfaatan sumber daya secara maksimal, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Pada proses produksi, hal ini sangat menentukan kombinasi antara berkah dan keuntungan yang dapat memberikan mashlahah secara maksimal. Jadi, tujuan produsen bukan hanya laba semata. Faktor-Faktor Produksi Seorang produsen tidak akan dapat melangsungkan aktifitas produksi kalau tidak ada bahan-bahan yang memungkinkan untuk proses produksi. Pada proses produksi, seseorang memerlukan sumber daya alam, tenaga manusia, modal dalam segala bentuknya, serta kecakapan dan bahkan teknologi. Jadi, di dalam aktifitas produksi, pada dasarnya banyak unsur yang dibutuhkan untuk menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang. Hal ini karena faktor produksi yang baik akan menghasilkan produk yang baik pula. Tentu hal ini berlaku sebaliknya. Oleh sebab itu, seorang produsen membutuhkan berbagai faktor produksi di antaranya sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan pengorganisasian. Berikut uraian singkat mengenai faktor-faktor produksi . Sumber Daya Alam Konsep produksi dalam perspektif Baqir Shadr bahwa tanah yang dianggap sebagai faktor produksi penting mencakup semua sumber daya alam yang digunakan dalam proses produksi, umpanya permukaan bumi, kesuburan tanah, sifat-sifat sumber daya udara, air, mineral dan lainnya . Dalam sistem perekonomian, alam semesta faktor produksi yang paling utama. Tenaga kerja Dalam ilmu ekonomi yang dimaksud dengan istilah tenaga kerja manusia bukanlah semata-mata kekuatan manusia untuk mencangkul, menggergaji, bertukang, dan segala kegiatan fisik lainnya, akan tetapi lebih luas lagi yaitu human resources Sumber Daya Manusia. Di dalam istilah human resources atau SDM itu tercakuplah tidak saja tenaga fisik atau tenaga jasmani manusia tetapi juga kemampuan mental atau kemampuan nonfisiknya, tidak saja tenaga terdidik tetapi juga tenaga yang tidak terdidik, tidak saja tenaga yang terampil tetapi juga yang tidak terampil . Dengan maksud human resources itu terkumpullah semua kemampuan manusiawi yang dapat disumbangkan untuk memungkinkan dilakukannya proses produksi barang dan jasa. Modal Secara bahasa arab modal atau harta disebut al-amal . ufrad tungga. , atau al-amwal . Secara harfiah, al-mal . adalah segala sesuatu yang engkau punya. Adapun dalam istilah syarAoi, harta diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan dalam perkara yang legal menurut syara (Hukum Isla. , seperti JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index bisnis, pinjaman, konsumsi dan hibah . Pengertian modal dalam konsep ekonomi Islam berarti semua harta yang bernilai dalam pandangan syarAoi, dimana aktivitas manusia ikut berperan serta dalam usaha produksinya dengan tujuan pengembangan. Istilah modaltidak harus dibatasi pada harta-harta ribawi saja, tetapi ia juga meliputi semua jenis harta yang bernilai yang terakumulasi selama proses aktivitas perusahaan dan pengontrolan perkembangan pada periodeperiode lain. Yang dimaksud dengan modal adalah barangbarang atau peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi. Modal juga bisa berarti barang hasil produksi yang kemudian digunakan untuk menghasilkan produk lain. Modal memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting. Dalam finansial dan akunting, modal biasanya menunjuk kepada kekayaan finansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan bisnis. Modal dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) diartikan uang yang dipakai sebagai pokok . untuk berdagang. harta benda . ang, baran. yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan dan sebagainya . Sedangkan modal kerja yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan . peningkatan produksi baik secara kuantitatif yaitu jumlah hasil produksi, maupun secara kualitatif yaitu peningkatan kualitas atau peningktan mutu hasil produksi. Dan . untuk keperluan perdagangan atau peningkatan utility of place dari suatu barang . Seperti mesin jahit yang merupakan hasil produksi digunakan untuk menghasilkan pakaian. Modal merupakan segala kekayaan yang dimiliki oleh produsen baik yang berwujud uang maupun non uang seperti gedung, mesin, perabotan dan kekayaan fisik lainnya yang dapat digunakan untuk menghasilkan output. Dalam kaitannya, hal yang membedakan modal dalam perspektif Islam ialah cara memperoleh modal Bebas bunga merupakan unsur utama yang harus dipenuhi dalam memperolehnya. Organisasi Organisasi untuk menggerakkan berbagai faktor produksi maka organisasi atau manajemen sangat Dalam sebuah Ilmuwan Islam yang memberikan faktor produksi. Namun, ilmu ekonomi membatasi faktor produksi pada tiga golongan . Pertama, capital yang meliputi tanah, gedung, mesin dan Kedua, material yang meliputi bahan baku produksi dan pendukungnya, seperti listrik dan air. Ketiga, adalah tenaga kerja, yaitu manusia . (Nasution. Mustafa Edwin, 2. Islam sangat mendorong umatnya untuk berperan aktif dalam kegiatan produksi, baik pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian maupun perniagaan. Al QurAoan telah meletakkan landasan yang kuat terhadap produksi. Allah SWT memerintahkan manusia agar bekerja keras untuk mencari karunia-Nya agar mereka dapat melangsungkan hidup di muka bumi. perhatian sangat besar terhadap kajian tentang teori produksi adalah Imam al Ghazali dan Ibnu Khaldun. Bahkan. Ibnu Khaldun dikatakan sebagai Bapak Ekonomi sebagaimana judul sebuah karya ilmiyah yang ditulis oleh Muhammad Hilmi Murad. AuAbul Iqtishad: Ibnu KhaldunAy . Dalam karya itu. Ibnu Khaldun dibuktikan secara ilmiah sebagai penggagas pertama ilmu ekonomi secara empiris. Karya tersebut disampaikan di Mesir pada tahun 1978 M . Produksi hendaknya terdapat sebuah organisasi untuk mengatur kegiatan dalam perusahaan. Dengan adanya organisasi setiap kegiatan produksi memiliki penanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan Diharapkan semua individu dalam sebuah organisasi melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan tugas yang diberikan. Produksi hendaknya terdapat sebuah organisasi untuk mengatur kegiatan dalam Dengan adanya organisasi setiap kegiatan produksi memiliki penanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan perusahaan. Diharapkan semua individu dalam sebuah organisasi melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan tugas yang diberikan. Karena Tujuan utama produksi adalah untuk mencari rizki dan karunia Allah SWT guna memenuhi kebutuhan hidup. Terutama kebutuhan primer, seperti makanan. Tanpa makan manusia tidak dapat bertahan hidup. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. untuk memperoleh data dengan mengkaji dan menggunakan berbagai macam sumber data baik dari buku yang relevan dan literature jurnal dengan fokus kajian tanpa memerlukan riset lapangan. Melakukan pengumpulan data dan mencari sumber data pendukung dalam penulisan ini. dan interpretasi sumber data yang diperoleh, sangat sesuai dengan konsep Produksi dalam perspektif Al-Qur`an, dimana tujuan utama produksi adalah untuk JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index menghasilkan barang yang dibutuhkan, untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkan sesuai dengan prinsip Produksi Halal. HASIL DAN PEMBAHASAN Produksi sebagai wujud rasa syukur atas nikmat sumber daya alam Dalam aktifitas produksi barang dan jasa yang dilakukan seorang muslim dalam rangka untuk memperbaiki apa yang dimilikinya baik berupa sumber daya alam, harta dan dipersiapkan untuk bisa dimanfaatkan oleh pelakunya atau oleh umat Islam. Dalam Al-QurAoan Surat Al-Hadid ayat 7. Allah SWT berfirman yang berbunyi: aea AAu a aIIaOeeaeA AyAOA e aAe aEA AeOaIAaCaOeEa aN Iea A a AeI aIe aaEa aEIe acI aEaOIa eAaO naaNeAaeEaaOIaee a aIIaOA a AO aE aeN ee aOaI aACaOA a Ace aO aA a AeII aE IA AuBerimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta infakkanlah . i jalan Alla. sebagian dari apa yang Dia . itipkan kepadamu da. telah menjadikanmu berwenang dalam . -nya. Lalu, orang-orang yang beriman di antaramu dan menginfakkan . artanya di jalan Alla. memperoleh pahala yang sangat besarAy . Ayat di atas menguraikan konsekuensi dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya mengenai penciptaan dan kuasa Allah dengan menyatakan: Berimanlah kamu semua kepada Allah dan Rasul yang diutusNya dalam menyampaikan tuntunan-tuntunanNya. Pada prinsipnya, alam dijadikan Allah untuk manusia untuk disyukuri dengan cara memakmurkan dan memanfaatkannya dengan bijak. Hal ini secara tersirat disebutkan dalam Firman Allah SWT Surah Al-Mulk: yang berbunyi: Ae aEa A a caAIe Ca aeN enae aOuaEa O aNeEIA a AOeAaIA AueAOA ea AA eAA ea AAuN aeaOeEaaOe aaEaeEa aE aIe E a A a AeO aEEaOA a AeIA a AOeAaOe aIIa aEa aNA AuDialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu . embali setela. dibangkitkanAy . Ayat tersebut di atas dapat dijadikan sebagai prinsip-prinsip produksi, di mana ayat itu menununjukkan bahwa manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkannya, merupakan pedoman yang harus diperhatikan dan ditaati ketika akan berproduksi. sehinga berproduksi dalam pandangan Al-Quran berada dalam lingkaran halal. Al-QurAoan benar-benar turut memberikan landasan bagi perekonomian umat manusia. Hal ini dikarenakan alam memang diciptakan oleh Allah SWT sebagai bekal bagi manusia dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya . Sebagaimana yang tertera dalam surat al-AAoraf ayat 10 dan al-Baqarah ayat 29 yang AyeaAeCa aE OEe aIe a aE aOIA e a AAu aOEaCa ee aI aE acIa aE IeAaOe E a A a a Ae aO a a EIaeEa aE IeAaO aNe aI ac a aOA AuSungguh. Kami benar-benar telah menempatkan kamu sekalian di bumi dan Kami sediakan di sana . penghidupan untukmu. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukurAy . e sAeON aaOe a aE aEe aOA eca AOe a aI e aaOA e a AN aeaO eEaaO e aEaCa e Ea aEIe aIe AaO ee E a A a AO euaEaO eEA A e a aI A a eA aA a eA aO acO aN aIA a aA aI ae eAA a A ac aI ac aO onA e eAOIA A aEA AuDialah (Alla. yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Ay . JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Dua ayat tersebut di atas menunjukan bahwa Islam mengakui tanah sebagai satu faktor produksi sumber daya alam atau tanah merupakan bagian utama dalam faktor produksi, seperti air dan udara, pohon dan binatang, cahaya, panas dan segala sesuatu di atas bumi dan di bawah permukaan tanah yang menghasilkan pendapatan atau menghasilkan produk. Tanah berarti Aumaterial dan kekuatan yang diberikan oleh alam secara cuma-cuma untuk membantu manusia. Produksi sebagai upaya mendongkrak kreatifitas Seorang produsen dituntut untuk melakukan inovasi atas produk yang sudah ada menjadi lebih baik. Hal ini lumrah dilakukan oleh banyak produsen seperti produk-produk yang dulunya berteknologi sederhana berubah menjadi teknologi tinggi seperti kendaraan, komputer, pakaian, makanana, elektronik, dan Islam sangat mengapresiasi orang yang kreatif dan mampu mencipta. Orang yang mampu mecipta menandakan orang-orang yang berilmu sebagaimana dimaktubkan dalam surah Al-Mujadalah ayat: 11 yang di dalamnya ditegaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. a AO eAaeIA a AeO au ae CaO aEeIA eAOA e A aA e A aA ea A eA e A aA e a A aOe AaO e E aI ac a aEA a au ac aOaOac aNe eEaaOIae e a aIIaOe au ae CaOEae Ea aE Ie a a AO e aO AA a A eAae AA a AcEEaeEa aE naIA a AA e eAyAOA e aAcEEaea aIea aIEaOIa e aA ea AeOeA ea AeOEaaOIaeeaOaOe E a E aeIe a a ac a onA ea AeII aE IA ea AOa Aa aeA a AcEEaeEaaOIaee a aIIaOA AuWahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu AuBerilah kelapangan di dalam majelismajelis,Ay lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan. AuBerdirilah,Ay . Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Ay . Dari sini jelas bahwa kegiatan inovasi dangat diapresiasi di dalam Islam. Hal ini karena dalam banyak hal, inovasi membutuhkan ilmu pengetahuan. Apalagi dalam era industri 4. saat ini. Menyebarluaskan Kemaslahatan Seorang produsen muslim tidak bertujuan mencari keuntungan tetapi memperoleh mashlahah. Mashlahah dalam kegiatan produksi merupakan keuntungan dan berkah, maka produksi merupakan pangkal mata rantai perekonomian yang berujung pada konsumsi. Tanpa ada produksi, tidak akan pernah ada kegiatan Apabila tingkat produksi menurun maka kegiatan perekonomian akan lemah . Kegiatan produsen dapat menciptakan manfaat . yang baik di masa kini maupun di masa yang akan datang. Begitu juga dalam Al-Quran Surah Hud . ayat 61 eAA e a A a aEIe aIIa ee E a A a Ace aIe Ea aEIe aI Ie ua acEaNse aO aeNaeunaeeN aaOe aIA eaa AAEa one CaEae acOaCa O aIee aaOeA a ca eAOuaEa acOe a aIO ae aaN aIA a Au AyAOA e AOe acI aA Ae aOeCa aA a AaeO a aI a aE eIeAaO aNeAae a aA aOeNae aIeaOaOe auEa O on aNe au aIA AuKepada . Samud (Kami utu. saudara mereka. Saleh. Dia berkata. AuWahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi . dan menjadikanmu pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan . oa hamba-Ny. Ay . Setiap muslim memproduksi barang dan jasa wajib dilaksanakan baik individu maupun komunitas berpegang pada semua yang dihalalkan Allah dan tidak melewati batas. Pada dasarnya, produsen pada ekonomi konvensional tidak mengenal istilah halal dan haram. Yang menjadi prioritas kerja mereka adalah memenuhi keinginan pribadi dengan mengumpulkan laba, harta dan uang. Ia tidak mementingkan apakah yang diproduksinya itu bermanfaat atau berbahaya, baik atau buruk, etis atau tidak etis. Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah adanya tuntunan agar manusia berupaya menjalani hidup secara seimbang, memperhatikan kesejahteraan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat. Sebagai prasyarat kesejahteraan hidup di dunia adalah bagaimana sumber-sumber daya ekonomi dapat dimanfaatkan secara maksimal dan benar dalam kerangka Islam. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Tanah merupakan pemberian langsung dari Allah SWT, manusia hanya menerima dan memanfaatkan berbeda dengan tenaga kerja dan kapital yang diperoleh dari kerja keras atau usaha manusia. Oleh karena itu tanah diberikan oleh Allah SWT secara langsung sehingga penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan yang Allah berikan kepada manusia. Hal ini secara tersirat dinyatakan di dalam Al-QurAoan yakni: AyeaAeI Ie aa aaeN enae aeO E aca aCa eae aE E aI a aCOIA ea AcEEae aeOA a aOnaeeua aIe E a A ea AOeaeA e aA acOe aECa O aI aNe a aOIA ea AAuCaA a AaO a aNe aIIeOaa aA a AEe aIOA a Ae a acEEaeOA AuMusa berkata kepada kaumnya. AuMohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi . milik Allah. Dia akan mewariskannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hambahamba-Nya. Kesudahan . ang bai. adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Ay . Eksistensi dari tanah merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Kalau kita lihat sumber daya yang diberikan oleh tanah adalah yang ada didalam dan permukaan tanah itu sendiri. Dari bawah tanah maka tanah memberikan bahan-bahan mineral dan tambang yang bermanfaat bagi manusia, sedang dari permukaan tanah juga memberikan mzanfaat yang luar biasa pada kita semua. Dan penyediaan atau penawaran tanah relatif terbatas, dalam artian bahwa tanah telah memiliki jumlah keseluruhan yang tertentu, tidak dapat ditambah maupun dikurangi. Begiu juga prinsip adil telah menegaskan bahwa berbuat adillah karena adil itu lebih dekat kepada Taqwa. Al-Qur`an telah menceritakan terdapat dalam Surah Al-Maidah . ayat 8 yang berbunyi: a A EOa O aeIe a aEaeEa aE aIeA a AeOA a AE aO aca naaee aOA eAA ea a acIaaee aIIa e E aI aI acIA ea Aea aN naIA AeA ea aA a aIeEaaOIaeeaOaOe E aE acA a A a aI aE IA a AeO E aI A a Aea aE IA Ae aA eAeO aEA ea a acIaae e aIIa eEaaOIae eaOaO ee E aE acA ea a acIaae e aIIa e E aI aI acIA a A e aIIe Caee aE aE eI e aeI A a ca AAIaOIa e aO ae aIA a A e aeO E aI A a AaeO E aI A a aA aA aOIA a AaI a aaOea aA a AIeAaCa e a aA e eeaA aIEa eNaeue aON aaOeAaOe E a aaee aIIa e E ac a a aOIA ea AeO aIIeOa EAa eaee aEO ac aIA a eAA a AIA AuPada hari ini dihalalkan bagimu segala . yang baik. Makanan . Ahlulkitab itu halal bagimu dan makananmu halal . bagi mereka. (Dihalalkan bagimu menikah. perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina, dan tidak untuk menjadikan . pasangan gelap . Siapa yang kufur setelah beriman, maka sungguh sia-sia amalnya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. Ay . Berbicara tentang Adil adalah kejelasan, transparansi serta proporsionalitas ditinjau dari berat pekerjaannya, maka layak berhubungan dengan besaran yang diterima layak disini bermaksud cukup dari segi pangan, sandang dan papan. Tenaga kerja merupakan faktor yang mendayagunakan faktor alam yang menentukan kualitas dan kuantitas produksi, sehingga dapat dikatakan kesuksesan suatu produksi ditentukan oleh faktor tenaga kerja. sehingga dapat dikatakan tenaga kerja merupakan segala kemampuan yang dimiliki manusia dalam menciptakan suatu barang. Dalam melakuakan produkasi Al-Qur`an diberikan batasan sehingga tidak terlepas dari moral dan etika, agar tidak dapat merugikan orang lain. KESIMPULAN DAN SARAN Sejak manusia berada di muka bumi, produksi ikut juga menyertainya. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari proses penyatuan antara manusia dan alam semesta. Allah SWT telah menetapkan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Bumi adalah medan dan lahan untuk beraktivitas, sedangkan manusia adalah pengelolanya. Berdasarkan telaah normatif dari ayat-ayat Al-QurAoan, dapat ditegaskan bahwa peran produksi dalam perekonomian perspektif Al-Qur`an adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat alam semesta yang diciptakan Allah SWT, sebagai pendongkrak kreatifitas manusia, dan sebagai sarana untuk menyebarluaskan kemaslahatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi semata. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index DAFTAR PUSTAKA