IN I ILM Jurnal Kesehatan Medika Saintika AT A N S EKO L SY E D Z A SA I e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. NT I K A NUTRISI DAN GENETIK: APA HUBUNGANNYA DENGAN TUBERCULOSIS PARU: SCOPING REVIEW NUTRITION AND GENETIC: WHAT IS RELATIONSHIP WITH PULMONARY TUBERCULOSIS: A SCOPING REVIEW Annisa Novita Sary*1. Delmi Sulastri2 Program Studi Kesehatan Masyarakat. Stikes Syedza Saintika Program Studi Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas Email: annisa. novita1011@gmail. com (Hp:082372653. ABSTRAK Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor gizi dan genetik dengan penyakit TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gizi dan gen dengan penyakit TB paru. Metode dalam penelitian ini menggunakan Scoping Review yang tersedia tentang topik yang diteliti dengan mencari melalui database yang Database yang digunakan adalah Google Scholar. Science Direct. Pubmed. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja PRISMA dengan mencari artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan sepuluh artikel yang direview. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan gen dengan kejadian TB. Beberapa zat gizi yang terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko TB paru adalah Vit. Vit. Fe, dan Zn. Gen yang ada di dalam tubuh juga dapat mempengaruhi kejadian TB paru. Faktor genetik juga dapat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap TB. Gen NRAMP1-Polimorfisme. Imunitas interferon-gamma. TNF-a Polimorfisme terlibat dalam perkembangan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Beberapa gen yang terlibat dalam respon imun dan inflamasi mungkin berperan dalam meningkatkan risiko terkena TB. Kata kunci : Nutrisi, genetik, tuberculosis paru ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis that attacks the lungs. Several studies have been conducted to determine the relationship between nutrition and genetic factors with TB. The purpose of this research is to analyze the relationship between nutrition and gen with pulmonary tuberculosis. The method in this study used Scoping Review as available about the topic by searching through relevant database. The database such as Google Scholar. ScienceDirect. Pubmed. This study used PRISMA framework by searching for articles inclusion criteria, and ten articles reviewed. The results of the scoping review showed that there is a relationship between nutritional status and gen with TB incidence. Some nutrients that are proven to be associated with an increased risk of pulmonary tuberculosis are Vit. Vit. Fe, and Zn. Genes present in the body can also affect the incidence of pulmonary tuberculosis. Genetic factors can also influence a person's susceptibility to TB. NRAMP1-Polymorphism. Interferon-gamma immunity. TNFa Polymorphism genes are involved in the development of Mycobacterium tuberculosis infection. Several genes involved in immune and inflammatory responses may play a role in increasing the risk of developing TB. Keywords : Nutrition, genetic, pulmonary tuberculosis JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. PENDAHULUAN Menurut nutrigenomik dapat memainkan peran penting tuberkulosis paru. Nutrigenomik menyelidiki hubungan antara variasi genetik dan masalah pola makan, yang dapat membantu dalam pengembangan kebijakan dan pedoman pola makan untuk mencegah penyakit monogenik dan poligenik (Chaudhary et al. , 2. Status gizi dan genetika telah diakui Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mempelajari hubungan antara nutrisi dan tuberkulosis, serta faktor genetik yang berkontribusi terhadap kerentanan penyakit tuberkulosis paru. Sebuah penelitian menemukan bahwa probiotik dan prebiotik berperan dalam mengembalikan keseimbangan yang sehat pada tubuh kita, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan mengekang peradangan, yang membantu dalam mengobati tuberkulosis. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa respons kekebalan bawaan terhadap infeksi Mycobacterium tuberkulosis pada manusia (Sinha et al. , 2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wijaya . menemukan bahwa anak-anak dengan berat badan kurang lebih rentan terkena tuberkulosis dan memiliki prognosis yang lebih buruk daripada anak-anak dengan gizi baik. Kekurangan gizi melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi tuberkulosis. Selain itu, anak-anak yang kekurangan gizi mungkin memiliki tambahan yang membuat mereka lebih rentan terhadap TBC, seperti kekurangan vitamin atau infeksi lainnya (Wijaya. Mantik and Rampengan, 2. Kondisi pola makan yang sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi diri dari infeksi Fatriany . menemukan bahwa orang yang bergizi lebih kecil kemungkinannya untuk menderita TBC dan memiliki prognosis yang lebih baik jika Vitamin D, seng, dan zat besi sangat penting untuk fungsi imunologi dan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 dapat membantu mencegah tuberkulosis. Namun, sangat penting untuk menyadari bahwa asupan nutrisi yang berlebihan dapat merugikan dan dapat meningkatkan risiko (Fatriyani and Nunung, 2. Juga telah ditemukan bahwa variabel genetik berperan dalam kerentanan TB. Pada penelitian Nilapsari . melakukan penelitian untuk melihat hubungan antara karakteristik pasien TB dan temuan tes cepat molekuler (Nilapsari, 2. Penelitian ini menemukan bahwa variabel genetik tertentu terkait dengan peningkatan kemungkinan tertular TB. Tinjauan sistematis lain yang dilakukan oleh Fatriyani . menemukan banyak variasi genetik yang terkait dengan kerentanan TB. Temuan ini menyiratkan bahwa tes genetik dapat menjadi efektif dalam mengidentifikasi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular TB dan dapat memperoleh manfaat dari terapi tertentu (Fatriyani and Nunung, 2. Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi dan genetika berhubungan dengan peningkatan infeksi TB paru, tetapi temuan ini tidak signifikan secara Beberapa penelitian menemukan bahwa genetika tidak berhubungan dengan peningkatan penyakit TB paru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur secara sistematis mengenai hubungan antara nutrisi dan genetika dengan penyakit TB paru. Tujuannya adalah untuk menjelaskan hubungan dan peran nutrisi dan genetika terhadap penyakit TB paru. BAHAN DAN METODE Tinjauan ini menggunakan teknik tinjauan cakupan karena sumber yang digunakan bervariasi dari beberapa artikel. Untuk melakukan scoping review mengenai hubungan antara genetika, nutrisi, dan tuberkulosis, langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan menggunakan kerangka kerja Arksey dan O'Malley. Tahapannya adalah mengidentifikasi studi yang relevan, seleksi studi, membuat bagan data, menyusun, merangkum, dan melaporkan hasil. Daftar IN I ILM Jurnal Kesehatan Medika Saintika AT A N S EKO L SY E D Z A SA I e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. NT I K A Periksa PRISMA-ScR digunakan untuk tinjauan pelingkupan ini (Nursalam. Mengidentifikasi Pertanyaan Penelitian Dalam studi ini digunakan kerangka kerja Populasi. Paparan. Hasil, dan Desain Studi P (Populas. Pasien Tuberculosis (PEOS) untuk memperluas fokus topik dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan tinjauan ruang lingkup (Sugiyono, 2. Tabel 1. Framework PEOS E (Eksposu. O (Outcom. Nutrisi dan Hubungan nutrisi Genetik dan gen dengan tuberculosis paru S (Study Desig. Semua artikel yang membahas nutrisi dan gen dengan infeksi TB Mengidentifikasi studi yang relevan Penelitian ini mengidentifikasi artikel-artikel yang relevan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut: Tabel 2. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi Kriteria ekslusi Articles in Indonesia or English Article reviews Original research article Opinion article Articles related to nutrition and gen with c. Books Report guideline Articles published in the las 10 years e. Final assignment . (Thesi. Open access articles Pencarian menggunakan kata kunci "genetika", "nutrisi", "tuberkulosis" di berbagai database seperti PubMed. Science Direct, dan Google Scholar. Dengan kesenjangan dalam literatur dan memberikan dasar untuk penelitian di masa depan tentang hubungan antara genetika, nutrisi, dan Pemilihan Studi Dalam scoping review ini, dari hasil penyaringan ditentukan 10 artikel yang terdiri dari 2 jurnal nasional dan 8 jurnal internasional. Diagram alir penelitian disajikan pada Gambar 1. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. Identifikasi Pencarian Literatur melalui Basis Data Pubmed : 374 ScienceDirect : 147 Google Scholar : 67 Total : 588 Include Screening Identification Record database: Records after duplication removed . Records excluded . Records screened by titles and abstract . Records excluded . Full text records accessed for eligibility . Records excluded . Not original research and Wrong outcomes Records included in review . Figure 1. PRISMA Flowchart Tabel 3. Data Charting No. Author. Year. Country Stagas MK, et all. Greece (Yunan. (Stagas et al. , 2. (Stagas et al. Population. Data Sample Collection Sampel Sampel darah Sampel DNA pasien TB paru asal Yunani yang Rumah Sakit dalam tabung yang Umum Sotiria berisi EDTA. Kit dari Januari 2004 Desember 2008. adalah Katalog Kit DNA Genomik PureLinkE JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 Design Study Casecontrol Result Dari 3 polimorfisme NRAMP1, polimorfisme INT4 ditemukan dibandingkan dengan kelompok Kurangnya hubungan kelompok sejauh menyangkut 2 polimorfisme lainnya (D543N, 3AUTR). Homozigot INT4-CC ditemukan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan tuberkulosis paru dibandingkan . =0,. I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. Anurag Bhargava, et all. India (Bhargava, 2800 pasien TB >18 tahun di India. Catatan rekam medik BMI, status diabetes. Eastern Cooperative Oncology Group (ECOG). Hasil klinis dicatat pada 6 bulan. Cohort Ration Trial Pranay Sinha,et all 2023. India (Sinha et al. Populasi: pasien TB di India . Prospective Abel, et all, 2014. Prancis (Abel et al. Sampel diambil adalah pasien TB paru. Penelitian mengumpulkan data kekurangan gizi pada BMI setelah terapi intensif, dan stunting berat, yang dikaitkan dengan hasil pengobatan TB yang kurang baik. Sampel darah Sampel DNA Adane. et all 2021. Ethiopia Sampel Lima lengkap dikumpulkan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 Cohort Uji coba ini menemukan bahwa pemberian dukungan nutrisi kepada kontak rumah tangga insiden tuberkulosis sebesar 39% dan penurunan insiden TB paru yang dikonfirmasi secara mikrobiologis sebesar 48% dibandingkan dengan kelompok Keberhasilan pengobatan dicapai pada 93,7% pasien, dengan rasio kematian kasus yang rendah yaitu 1%. Penambahan setidaknya 5% pada 2 bulan kematian akibat tuberkulosis. Temuan bahwa dukungan nutrisi dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan hasil (India, 2. Penelitian Dr. Pranay Sinha mengenai dampak kekurangan gizi terhadap hasil pengobatan tuberkulosis (TB) di India menemukan bahwa kekurangan gizi premorbid, kekurangan gizi pada saat inisiasi pengobatan, kurangnya peningkatan BMI setelah terapi intensif, dan stunting yang parah dikaitkan dengan hasil pengobatan TB yang kurang baik. Ditemukan genetik manusia memainkan peran penting dalam variasi mengembangkan tuberkulosis (TB) klinis. Penelitian ini mengidentifikasi lokus kunci yang mengendalikan resistensi Mycobacterium dan memberikan bukti bahwa TB yang parah pada anak-anak kesalahan gen tunggal pada imunitas interferon-g. Berdasarkan temuan ini, dapat IN I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. (Adane et al. dan diekstraksi DNA Pola polimorfisme genetik PCR menggunakan primer Lianda Tamara. Cissy Kartasasmita. A Alam. Dida A Gurnida , 2022. Indonesia (Tamara et al. kriteria inklusi, berusia 6 hingga 18 tahun, baru dengan TB paru dan insufisiensi Penelitian melakukan uji coba terkontrol secara acak terhadap suplementasi vitamin D pada anakanak dengan TB paru Podell BK, et Haiti (Podell et al. 773 peserta, 96 orang mengalami tindak lanjut Kurthkoti. Krisna. et all United State Amerika (USA) (Kurthkoti , 2. Strain yang digunakan dalam penelitian. Strain stok beku pada Middlebrook 7H10 (Difc. 0,5% . ol/vo. gliserol, 0,05% Tween 80, dan 10% . ol/vo. Pengumpulan membandingkan kadar mengembangkan TB. Penelitian ini juga histopatologi, beban bakteri, dan hasil kekebalan tubuh. Media minimal yang mengandung Fe (MM) percobaan kelaparan Gangguan pada dengan PCR. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 Experiment hubungan antara polimorfisme TNF-a dan kerentanan terhadap tuberkulosis paru. Polimorfisme TNF-a merupakan salah satu variabel genetik yang terkait dengan kerentanan terhadap tuberkulosis paru. Namun, memiliki pengaruh yang kecil dalam terjadinya tuberkulosis lingkungan memainkan peran yang signifikan. Vitamin D bermanfaat untuk demam dan batuk, serta meningkatkan status gizi pada anak dengan TB paru dan Penentuan tingkat suplementasi yang memadai lebih dari 1000 IU memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mencapai tingkat vitamin D yang normal selama masa pengobatan TB paru pada Penelitian pada manusia dan defisiensi vitamin A pada tingkat awal sebagai penentu perkembangan penyakit TB di masa depan. Penelitian ini menunjukkan granuloma manusia memiliki Fe, kemungkinan besar membentuk lingkungan yang kekurangan Fe Penelitian kemampuan luar biasa untuk bertahan dalam waktu yang lama dalam kondisi kekurangan Fe dengan sedikit atau tanpa replikasi, refrakter terhadap IN I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. albumindextrose-NaCl (ADN) Jongwon Oh. Hyung Doo Park. Su Young Kim. Won Jung Koh. Seoul. South Korea (Oh et , 2. dengan NTM-PD dan 150 kontrol Penelitian mendefinisikan indeks massa tubuh (BMI) kg/m2 Status vitamin A, vitamin D, vitamin E, homosistein, dan MMA . ebagai B. dibandingkan antara pasien dengan NTMPD dan kontrol yang A10 Alexa Dow, et United State of Amerika (USA) (Dow et al. Komite Perawatan dan Penggunaan Hewan Institusional University Texas di Dallas semua penelitian . yang digunakan dalam penelitian Penelitian ketersediaan ion seng (Zn2 ) secara in vivo. Penyerapan Zn2 merupakan bagian dari "kekebalan nutrisi", di pertumbuhan patogen, mengendalikan infeksi Mtb. Experiment JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 normal ketika Fe dipulihkan. Kemungkinan bahwa kekebalan nutrisi yang efektif juga dapat mendorong pembentukan TB Konsentrasi serum vitamin A dan E secara signifikan lebih rendah pada pasien dengan NTM-PD dibandingkan dengan kontrol yang sehat. Sebaliknya, konsentrasi serum vitamin D dan homosistein tidak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok. Kekurangan vitamin A (<1,05 AAmol/L) secara signifikan lebih banyak ditemukan pada pasien dengan NTM-PD dibandingkan dengan kontrol yang sehat . <0,. dan dikaitkan dengan peningkatan risiko NTM-PD sebesar 11 kali lipat. Studi ini menunjukkan bahwa perubahan status vitamin berhubungan dengan penyakit mikobakteri. Di sini kami menunjukkan Zn2 mendorong perubahan pola ekspresi gen dari faktor dengan baik pada Mtb, dan Mtb Zn2 replikasi secara in vivo. I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. HASIL Karakteristik artikel Karakteristik artikel berdasarkan negara dapat dilihat pada gambar 2: Gambar. 2 Karakteristik Nama Negara Diagram tersebut menjelaskan tentang karakter artikel dari beberapa negara, termasuk laporan dari Indonesia dengan tema Pengaruh Suplementasi Vitamin D terhadap resolusi demam dan batuk pada anak dengan TB paru. Prancis dengan tema Genetika manusia tuberkulosis: jalan panjang dan berliku. Korea Selatan dengan tema Penilaian status Vitamin pada pasien dengan Penyakit Paru Mikobakteri nontuberkulosis: peran potensial Vitamin A sebagai faktor risiko. Ethiopia dengan tema Polimorfisme genetik tumor necrosis factoralpha, interferon-gamma dan interleukin-10 dan hubungannya dengan risiko infeksi mycobacterium tuberculosis. Haiti dengan tema Dampak kekurangan vitamin A terhadap perkembangan tuberkulosis. Mesir dengan tema Polimorfisme gen reseptor vitamin D dan kadar 25 hidroksi vitamin D pada pasien tuberkulosis paru di Mesir. India dengan tema Dampak kekurangan gizi pada hasil pengobatan Tuberkulosis di India: analisis kohort multisenter, dan prospektif. Tema lainnya adalah Suplementasi nutrisi untuk mencegah kejadian TB pada kontak rumah tangga pasien tuberkulosis paru: hasil dari RASI, sebuah uji coba terkontrol secara acak klaster label terbuka di India. Amerika Serikat dengan tema Kapasitas Mycobacterium tuberculosis untuk bertahan hidup dari kelaparan zat besi yang memungkinkannya untuk bertahan di lingkungan mikro granuloma manusia yang kekurangan zat besi. Tema lainnya adalah Keterbatasan seng Mycobacterium tuberculosis. Karakteristik metode penelitian dapat dilihat pada gambar 3. Karakteristik berdasarkan metode penelitian pada 10 artikel, 4 artikel menggunakan desain dengan kohort, 2 artikel menggunakan studi case control, 1 artikel menggunakan studi cross sectional, 2 artikel menggunakan studi eksperimen, dan 1 artikel menggunakan metode studi Randomized Controlled Trial. Gambar. 3 Karakteristik metode artikel Hasil dari Sumber Bukti Individu Theme Nutrisi dengan Tuberculosis Genetik dengan Tuberculosis Table 2. Pemetaan Tema Subtheme Vitamin D Vitamin A Zinc Ion Polymorphism of NRAMP1 Interferon-g Immunity TNF-a Polymorphism Zinc ion JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 Article A2. A3. A6. A7. A8. A1. A4. A5. A10 I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I Jurnal Kesehatan Medika Saintika NT I K A e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. Berdasarkan pemetaan tema yang didapatkan dari 10 artikel, didapatkan beberapa subtema tentang hubungan nutrisi dan genetic dengan Tuberculosis. Pada artikel A2. A3. A6. A7. A8 dan A9 ditemukan hasil Tuberculosis berhubungan dengan nutrisi. Sedangkan pada artikel A1. A4. A5, dan A10 ditemukan hasil penelitian tentang Tuberkulosis dengan PEMBAHASAN Dalam tinjauan pustaka ini, peneliti menggunakan sepuluh artikel yang sesuai dengan tujuan tinjauan pustaka. Berdasarkan sepuluh artikel yang telah didapatkan, beberapa tema yang telah peneliti tentukan adalah sebagai berikut: Nutrisi dengan Tuberkulosis Paru Menurut artikel (A. , akan terjadi penurunan prevalensi tuberkulosis sebesar 39% jika kontak rumah tangga menerima dukungan nutrisi. Efek perlindungan terhadap kematian akibat TBC dikaitkan dengan kenaikan berat badan setidaknya 5% dalam dua bulan. Untuk menghentikan satu kasus tuberkulosis, sekitar tiga puluh rumah tangga . kontak rumah tangg. perlu mendapatkan dukungan gizi. Pada artikel (A. , penelitian ini mengumpulkan data tentang gizi premorbid, gizi pada awal pengobatan, gizi setelah pengobatan intensif, dan stunting pada tikus, yang semuanya berhubungan dengan hasil TB yang buruk. Ditemukan bahwa gizi kurang pada awal pengobatan, gizi kurang pada awal pengobatan, kurangnya peningkatan Body Mass index (BMI) setelah terapi intensif, dan stunting yang parah, semuanya berhubungan dengan hasil pengobatan TB yang negatif, menurut penelitian yang dilakukan di India. Vitamin D Sebuah uji coba terkontrol secara acak untuk suplementasi vitamin D pada anak-anak dengan tuberkulosis paru dan kekurangan vitamin D dilakukan dalam penelitian ini. Berdasarkan artikel (A. Vitamin D ditemukan bermanfaat dalam meningkatkan resolusi demam dan batuk serta status gizi pada anak-anak dengan tuberkulosis paru dan kekurangan vitamin D. Penelitian lebih lanjut suplementasi yang optimal lebih dari 1000 IU untuk menetapkan kadar vitamin D yang JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 normal selama pengobatan TB paru pada anak. Berdasarkan artikel (A. ditemukan perbedaan substansial dalam kadar 25-hidroksi vitamin D antara kelompok kontrol dan pasien Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan peningkatan risiko TB. Vitamin A Data dalam artikel (A. dikumpulkan dengan membandingkan kadar vitamin A secara serial pada orang yang mengembangkan Temuan ini mengkonfirmasi fungsi dari kekurangan vitamin A awal sebagai prediktor perkembangan penyakit tuberkulosis di masa depan. Berdasarkan artikel (A. , kekurangan vitamin A . ,05 mol/L) terbukti secara substansial lebih sering terjadi pada pasien dengan Non-Tuberculous Mycobacterial Pulmonary Disease (NTM-PD) dibandingkan dengan kontrol yang sehat . =0,. , dan hal ini terkait dengan peningkatan 11 kali lipat risiko NTM-PD. Studi ini mengungkapkan bahwa kadar vitamin yang rendah terkait dengan penyakit Artikel (A. juga menemukan bahwa M. tuberculosis memiliki kemampuan unik untuk tetap hidup dalam jangka waktu yang lama dengan sedikit atau tanpa replikasi, menjadi kebal terhadap antibiotik, dan melanjutkan pertumbuhan normal ketika Fe dipulihkan. Hal ini diyakini bahwa imunitas makanan yang efektif mendukung pertumbuhan tuberkulosis Genetic dan Pulmonary TB Ada beberapa artikel yang mengaitkan peningkatan tuberkulosis paru. Polimorfisme NRAMP1 Menurut artikel (A. , setelah infeksi laten tuberculosis awal, polimorfisme INT4NRAMP1 mungkin memiliki peran dalam perkembangan tuberkulosis paru yang positif I ILM AT A N S EKO L SY E D Z A SA I NT I K A Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 15 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: https://dx. org/10. 30633/jkms. secara kultur. Pada tahun 1981, sebuah gen Natural Resistance-Associated Macrophage Protein 1 (NRAMP. ditemukan pada tikus yang sangat penting dalam menentukan resistensi terhadap mikobakteri dan infeksi intraseluler lainnya. NRAMP1 dianggap sebagai gen kandidat yang menjanjikan untuk resistensi tuberkulosis pada manusia. Protein NRAM P1 tampaknya terlibat dalam pengaturan tingkat kation sitoplasma, terutama zat besi. Zat besi adalah nutrisi mikobakteri penting yang memainkan peran penting dalam produksi oksigen reaktif dan zat antara nitrogen dalam makrofag, yang mempengaruhi pertumbuhan intraseluler mikobakteri. Interferon-g immunity Telah terbukti memainkan pengaruh penting dalam heterogenitas antarindividu dalam perkembangan klinis tuberkulosis (TB). Penelitian ini menemukan lokus kritis yang Mycobacterium tuberculosis dan memberikan bukti bahwa tuberkulosis parah pada anakanak dapat disebabkan oleh kesalahan gen tunggal dalam kekebalan interferon-g. TNF-a Polymorphism Artikel (A. menemukan polimorfisme TNF-a merupakan salah satu variabel genetik yang berhubungan dengan kerentanan tuberkulosis paru. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara polimorfisme TNF-a dengan kerentanan terhadap TB paru. Abel. et al. AoHuman genetics of tuberculosis: A long and winding roadAo. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences [Preprin. Available at: https://doi. org/10. 1098/rstb. Adane. et al. AoAccuracy of monocyte to lymphocyte ratio for tuberculosis diagnosis and its role in monitoring anti-tuberculosis treatment Systematic review and meta-analysisAo. Medicine (United State. [Preprin. Available https://doi. org/10. 1097/MD. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2024 |VOL 15 NOMOR 1 Zinc Berdasarkan artikel (A. menunjukkan Zn2 perubahan pola ekspresi gen dari faktor virulensi yang dijelaskan dengan baik pada Mtb, dan Mtb yang dibatasi Zn2 menunjukkan peningkatan resistensi terhadap stres oksidatif dan peningkatan replikasi secara in vivo. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah nutrisi dan genetik memiliki hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Beberapa nutrisi peningkatan risiko tuberkulosis paru adalah Vit. Vit. Fe, dan Zn. Gen yang ada di dalam tubuh juga dapat mempengaruhi Gen NRAMP1Polimorfisme. Imunitas interferon-gamma. TNF-a Polimorfisme Mycobacterium Terdapat hubungan antara gen tersebut dan kerentanan terhadap tuberkulosis Oleh karena itu, menjaga status gizi yang baik dapat membantu mencegah TB Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa imunisasi BCG dapat membantu mencegah TB paru pada anak di bawah lima DAFTAR PUSTAKA