PENDIDIKAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Agustus 2025 Hal. 262- 268 e-ISSN: 2774-7921 Program Pesantren Ramadhan Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso Heridianto1*. Ikromah2. Rodiatul Hasanah3 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Utsmani Bondowoso Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso *Email: heridianto26@staialutsmani. ABSTRACT The Ramadan Islamic Boarding School Program is an annual program held at SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso as a means to deepen basic Islamic knowledge for students. This article aims to explore the results and understanding of the Pesrom Program in improving students' understanding of how to prevent violence in schools. The research method used is a method to introduce sensitivity knowledge and skills to students that allows them to jump directly into a diverse cultural group. This method is divided into five stages, namely the preparation stage, the action stage, the reflection stage, the evaluation stage, and the celebration stage. The results of the study show that . Religious, including increasing students' understanding of religious teachings, students' consistency in carrying out compulsory worship. And the active participation of students in religious activities. Social, including the development of students' social skills, building a sense of togetherness and solidarity, establishing a more harmonious relationship between students, teachers and school staff. Education, including the ability of students to apply Islamic values in daily life. Keywords: Program. Islamic Boarding School. Ramadan. Violence. ABSTRAK Program Pesantren Ramadhan merupakan program tahunan yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso sebagai sarana untuk memperdalam keilmuan dasar Islam bagi peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi hasil dan pemahaman dari Program Pesrom dalam meningkatkan pemahaman peserta didik bagaimana upaya pencegahan kekerasan di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode untuk memperkenalkan kepekaan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa yang memungkinkan mereka terjun langsung pada sebuah kelompok budaya yang beragam. Metode ini terbagi menjadi lima tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap tindakan, tahap refleksi, tahap evaluasi dan tahap perayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Keagamaan, meliputi Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap ajaran agama, konsistensi peserta didik dalam melaksanakan ibadah wajib. Dan partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan keagamaan. Sosial, meliputi pengembangan keterampilan sosial peserta didik, membangun rasa kebersamaan dan solidaritas, terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antara peserta didik, guru dan staf sekolah. Edukasi, meliputi kemampuan peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan seharihari. Kata Kunci: Program. Pesantren. Ramadhan. Kekerasan. PENDAHULUAN Pendidikan agama Islam sebagai suatu proses ikhtiyariyah mengadung ciri khusus yaitu, proses penanaman, pengembangan dan pemantapan nilai-nilai keimanan yang menjadi fundamental spiritual manusia dimana sikap dan tingkah lakunya termanifestasikan menurut kaidah-kaidah agama Islam. Pendidikan Islam juga melatih kepekaan para peserta didik dengan sedemikian rupa, sehingga sikap dan prilaku didominasi nilai-nilai spiritual Islam. (Elihami and Syahid, 2. Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Agustus 2025 Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Ramadhan juga menjadi kesempatan untuk merenungkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan solidaritas sosial. tengah semangat kebersamaan yang kental dalam bulan yang penuh berkah ini, sering kali masih terjadi kejadian yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur tersebut, seperti kasus kekerasan di sekolah diataranya tindakan bullying. Bullying atau intimidasi adalah perilaku agresif yang dilakukan secara terus-menerus dan sengaja untuk merendahkan, menyakiti, atau menakuti orang lain. Baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat umum, bullying masih menjadi masalah yang serius yang mempengaruhi kesejahteraan mental dan emosional korban. Namun, dalam semangat kebersamaan Ramadhan, kita memiliki kesempatan untuk mengatasi masalah ini dengan pendekatan yang lebih holistik dan berempati. Berdasarkan data yang dirilis oleh kompas. com pada tanggal 24 Oktober 2024 jam 16. 35 Wib kasus kekerasan disekolah sepanjang tahun 2024 ada 293 kasus. Dari kasus kekerasan yang terjadi di tahun 2024 ternyata ada kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana juga disebutkan bahwa di tahun 2023 ada sebanyak 285 kasus kekerasan di sekolah. Dari data diatas bahwa ada tren kenaikan kasus di sekolah yaitu semakin melonjak. (Kompas. com, 2. Salah satu upaya yang menarik untuk dijelajahi dalam konteks ini adalah Pesantren Romadhon (Pesro. , sebuah program yang biasanya diselenggarakan di banyak tempat sebagai bagian dari kegiatan Ramadhan. Pesrom tidak hanya memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami ajaran agama, tetapi juga memperkokoh solidaritas sosial dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dalam konteks pendidikan. Pesrom memiliki potensi besar sebagai sarana untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama, serta menghentikan praktik bullying. Dalam tulisan ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana Pesrom, sebagai bentuk pendidikan keagamaan di bulan suci Ramadhan, dapat berperan sebagai alat untuk mendorong kesadaran dan tindakan yang menghentikan bullying. Dengan memahami Pesantren Ramadhan dalam mengatsi upaya mengatasi bullying, kita dapat merancang strategi yang lebih efektif dalam mempromosikan keharmonisan dan keadilan sosial di tengah-tengah masyarakat kita. PkM ini mengambil tema AuProgram Pesantren Ramadhan sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Pakem BondowosoAy. Hal ini disebabkan bahwa masyarakat Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso membutuhkan pendampingan dan pembinaan terkait penguatan pendidikan Islam terhadap anak yang masih berusia produktif dalam menuntut ilmu. Seperti ditegaskan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pakem bahwa sekolah masih menjadi momok yang menakutkan bagi kalangan pelajar yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso mempunyai program yang salah satunya yaitu kegiatan keagamaan untuk menyampaikan tentang ajaran Agama Islam kepada peserta didik yang ada di lingkungan sekolah. Meskipun kegiatan ini hanya dilaksanakan di bulan ramadhan, akan tetapi harapan yang dihasilkan dari kegiatan pesantren Ramadhan ini, bisa membantu mengurangi kekerasan di sekolah. METODE Program ini menggunakan metode service learning, yaitu metode untuk memperkenalkan konsepkonsep seperti kesadaran budaya, kepekaan pengetahuan dan ketrampilan kepada mahapeserta didik yang memungkinkan mereka terjun langsung pada sebuah kelompok budaya yang beragam (Helen DunbarKrige Venessa Damons, 1. Service Learning merupakan pendekatan dalam pengajaran yang menggabungkan tujuan akademik dan upaya menumbuhkan kesadaran dalam memecahkan persoalan masyarakat secara langsung (Endah Setyowati and Alviani Permata, 2. Service Learning dengan model metode Problem based Service Learning dilaksanakan dalam lima tahap, sebagaimana menurut Duckenfield dan Swanson . dan Institute for Global Education and Service-Learning . , yaitu: tahap persiapan, tahap tindakan, tahap refleksi, tahap penilaian dan evaluasi, dan tahap perayaan. Adapun lima tahapan yang ditempuh dalam pengabdian masyarakat AuProgram Pesantren Ramadhan sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Pakem BondowosoAy, sebagai berikut: Pertama. Tahapan persiapan. Tahap persiapan dilakukan dengan melakukan pemetaan permasalahan yang dihadapi oleh SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso. Pemetaan dilakukan dengan mengorganisir peserta didik dalam rangka evaluasi terhadap kekerasan disekolah. Selanjutnya tim PkM melakukan analisis kebutuhan melalui diskusi dengan SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso terkait kekerasan yang ada disekolah, hingga pada akhirnya memberikan masukan dan pengarahan terkait nilainilai ajaran Islam. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Agustus 2025 Kedua. Tahapan Tindakan. Tahapan tindakan dilakukan dengan pendampingan terhadap peserta didik tentang ajaran Islam yang rahmatal lilalamin. Pada tahapan ini, peserta didik di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso juga dilakukan sosialisasi melalui kegiatan seperti pembacaan Al-Quran, diskusi agama dan praktek ibadah, peserta didik dapat mendalami pemahaman mereka tentang arti penting bulan suci ini serta memberikan edukasi-edukasi untuk SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso yang rentan melakukan praktik tersebut. Menemani dan mengajak mereka untuk berfikir kritis sejak dini tentang dampak yang akan diterima dari praktik kekerasan di sekolah. Ketiga. Tahapan Refleksi. Tahapan refleksi atau kontemplasi dalam service learning dilakukan untuk mengetahui kegiatan yang telah dilaksanakan apakah sudah tepat sasaran dengan tujuan yang Tahap refleksi dilakukan melalui diskusi bersama antara tim PkM dengan dewan guru. Dalam proyek pengabdian ini, bentuk kegiatan yang diagendakan dipandang mampu menjadi problemsolving bagi masyarakat. Tujuan utamanya adalah memberikan pendampingan terhadap peserta didik sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso. Keempat. Tahap Penilaian dan Evaluasi. Tahapan ini digunakan untuk memastikan terpenuhinya tujuan yang dicapai. Pada tahapan ini, dapat dilakukan melalui diskusi-diskusi kecil selama proses pendampingan dilakukan baik antar individu maupun kelompok seputar materi bimbingan yang telah disampaikan oleh tim PkM. Kelima. Tahap Perayaan. Tahapan ini merupakan proses memberikan apresiasi terhadap kerja sama antara sekolah dan tim PkM sebagai bentuk apresiasi dilakukan dengan pemberian bingkisan maupun HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan mulai dari bulan Maret-April 2023. Kegiatan utama yaitu pendampingan dan praktik lapangan mulai tanggal 25 Maret 2023, di Dusun Stapai Desa Gading Sari Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. Program Pesantren Ramadhan yang dapat digunakan untuk menilai dampaknya, khususnya terkait pembentukan karakter dan pengurangan perilaku negatif dilingkungan sekolah diantaranya: Nilai-nilai Keagamaan Pesrom memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendalami pemahaman mereka tentang signifikansi bulan Ramadhan dalam Islam. Melalui pembacaan Al-Quran, diskusi kelompok dan ceramah agama, peserta didik dapat memahami lebih dalam arti penting puasa, ibadah dan amal kebajikan selama bulan suci ini. Selama kegiatan Pesrom, peserta didik diajarkan tentang etika dan adab berpuasa yang sesuai dengan ajaran Islam. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga perilaku yang baik, menahan diri dari perilaku negatif dan memperbanyak amal kebajikan selama bulan Ramadhan. Selain itu. Pesrom menyediakan platform untuk peserta didik mempelajari dan mempraktikkan berbagai ritual dan ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan, seperti shalat tarawih, bacaan AlQuran, dan amalan-amalan sunnah lainnya. Hal ini membantu mereka memahami secara langsung praktik-praktik ibadah yang dilakukan umat Islam selama bulan suci ini. Gambar. Kegiatan Penguatan Karakter Relegius Kepada Peserta Didik di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Agustus 2025 Berikut materi keagamaan yang relevan untuk program Pesantren Ramadhan, mencakup berbagai aspek diantaranya: Tidak Berpuasa Tanpa Alasan yang Sah Salah satu materi yang dapat menggugurkan pahala puasa adalah tidak berpuasa tanpa alasan yang sah. Dalam Islam, puasa wajib dilakukan oleh setiap muslim yang telah mencapai usia baligh dan sehat secara fisik. Tidak menjalankan puasa tanpa alasan yang dibenarkan seperti sakit atau bepergian dapat mengakibatkan hilangnya pahala puasa. Melakukan Perbuatan yang Membatalkan Puasa Ada beberapa perbuatan yang secara langsung membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau berhubungan intim selama waktu puasa. Jika seseorang sengaja melakukan perbuatanperbuatan tersebut tanpa alasan yang dibenarkan, maka pahala puasanya akan gugur. Sikap Buruk dan Perilaku Negatif Selama bulan Ramadhan, muslim diharapkan untuk meningkatkan kualitas akhlak mereka dan menjauhi perilaku negatif. Sikap buruk seperti berbohong, mencaci maki, atau berbuat zalim terhadap sesama dapat mengurangi atau bahkan menggugurkan pahala puasa seseorang. Tidak Memperbaiki Hubungan dengan Sesama Salah satu aspek penting dari ibadah puasa adalah meningkatkan hubungan sosial dan kebersamaan antara sesama muslim. Jika seseorang tidak memperbaiki hubungan dengan keluarga, tetangga, atau masyarakat sekitar selama bulan Ramadhan, maka pahala puasanya bisa terancam. Tidak Berusaha Meningkatkan Kualitas Ibadah Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan. Jika seseorang tidak berusaha meningkatkan kualitas shalat, dzikir, dan bacaan Al-Quran selama bulan Ramadhan, maka pahala puasanya bisa terpengaruh. Nilai-nilai Sosial Kegiatan Pesrom juga mempromosikan pengembangan keterampilan sosial peserta didik serta membangun rasa kebersamaan dan solidaritas di antara mereka. Melalui kegiatan berkelompok, peserta didik belajar untuk bekerja sama, berbagi pengalaman dan saling mendukung dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan. Partisipasi dalam Pesrom membantu peserta didik memperkuat identitas keislaman mereka dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap agama dan budaya Islam. Mereka merasa lebih terhubung dengan komunitas muslim dan lebih yakin dalam menjalankan kewajiban agama mereka. Partisipasi dalam Pesrom membantu peserta didik memperkuat identitas keislaman mereka dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap agama dan budaya Islam. Mereka merasa lebih terhubung dengan komunitas muslim dan lebih yakin dalam menjalankan kewajiban agama mereka. Di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan damai, hubungan antara peserta didik, guru dan staf sekolah semakin erat terjalin. Program-program penguatan karakter, seperti Pesantren Ramadhan, menjadi jembatan untuk membangun kebersamaan dan saling pengertian di antara semua elemen sekolah. Melalui kegiatan bersama seperti tadarus Al-Qur'an, diskusi keagamaan, dan buka puasa bersama, tercipta ruang interaksi yang penuh makna. Siswa mulai merasa lebih dekat dengan para guru, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang peduli terhadap perkembangan mereka. Guru pun melihat peserta didik tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi sebagai individu yang memiliki potensi dan harapan besar. Staf sekolah, yang sering kali berada di balik layar, kini ikut terlibat dalam berbagai kegiatan, menciptakan suasana hangat yang memupuk kebersamaan. Senyuman tulus dan sapa ramah di setiap sudut sekolah menjadi pemandangan yang biasa. Peserta didik yang dulunya segan kini lebih percaya diri untuk berbicara dengan guru atau staf tentang kebutuhan atau masalah yang mereka hadapi. Suasana harmonis ini tidak hanya terbatas pada momen-momen formal, tetapi juga tercermin dalam keseharian. Ketika peserta didik membutuhkan bantuan, guru dan staf selalu sigap membantu dengan penuh pengertian. Begitu pula sebaliknya, peserta didik semakin sadar untuk menghormati dan menghargai peran guru dan staf yang bekerja keras demi kenyamanan mereka. Dengan terjalinnya hubungan yang lebih harmonis ini, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah kedua bagi seluruh komunitasnya. Kepercayaan, rasa hormat dan kepedulian menjadi landasan kuat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan akademik dan pembentukan karakter mulia. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Agustus 2025 Gambar 2. Kegiatan keterampilan sosial serta membangun rasa kebersamaan dan solidaritas. Nilai-nilai Edukasi Memberikan pembelajaran, bimbingan serta penguatan tentang bullying dalam membantu meningkatkan kesadaran dan pentingnya menghargai kesehatan mental orang lain. Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tak berdaya. Ada beberapa bentuk terkait Bulliying sebagai berikut: Bullying Verbal Bullying jenis ini biasanya terlontar melalui kata-kata yang tidak menyenangkan. Dapat berupa ejekan, umpatan, cacian, makian, celaan, serta fitnah. Semua jenis ungkapan berupa katakata yang bersifat menyakiti orang lain, merupakan bentuk bullying verbal. Bullying Fisik Berbicara mengenai fisik, hal ini terkait erat dengan fisik atau tubuh seseorang. Bullying fisik merupakan bentuk kekerasan yang terjadi dengan menyakiti fisik seseorang. Bentuk kekerasan ini dapat berupa tendangan, pukulan, tamparan, atau meludahi seseorang. Bullying Relasional Di sekolah, bullying relasional terjadi karena muncul kelompok-kelompok tertentu yang berseberangan dengan kelompok atau individu lain sehingga muncul pengucilan terhadap seseorang yang dianggap berseberangan, selain dikucilkan, seorang peserta didik yang dianggap berbeda dengan kebanyakan peserta didik di sekolah akan diabaikan, dicibir, dengan segala hal yang dapat membuat peserta didik tersebut diasingkan dari kelompoknya. (Faizah Bafadhal. Wahyu Rohayati. Gambar 3. Kegiatan Penguatan dan Pembinaan Terhadap Peserta Didik di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Agustus 2025 Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekerasan di sekolah, baik secara preventif maupun kuratif: Pentingnya Kesadaran akan Bahaya Bullying Bullying merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik, mental, dan emosional korban. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya bullying di masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. Peran Pendidikan dalam Pencegahan Bullying Sekolah memiliki peran penting dalam pencegahan bullying dengan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua peserta didik. Program-program pendidikan tentang toleransi, empati, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat membantu mengurangi insiden Pentingnya Intervensi dan Dukungan bagi Korban Bullying Penting untuk memberikan dukungan yang memadai bagi korban bullying, baik dalam hal konseling psikologis maupun pendampingan sosial. Intervensi yang cepat dan tepat dapat membantu korban mengatasi dampak negatif yang mereka alami dan mencegah terjadinya peristiwa yang lebih serius. Peran Komunitas dalam Mengatasi Bullying Masyarakat secara keseluruhan juga memiliki peran penting dalam mengatasi bullying dengan mendukung nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap sesama. Kampanye anti-bullying dan pendidikan kepada orang tua juga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan memperkuat upaya pencegahan. Pentingnya Penerapan Sanksi dan Konsekuensi bagi Pelaku Bullying Untuk mengubah perilaku bullying, penting bagi pihak sekolah dan otoritas terkait untuk memberlakukan sanksi yang tegas dan konsisten terhadap pelaku bullying. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari hasil PkM tentang Program Pesantren Ramadhan sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso terdiri dari 3 tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan . Keagamaan, meliputi Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap ajaran agama. Konsistensi peserta didik dalam melaksanakan ibadah wajib, seperti puasa. Dan partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur'an, kajian Islam dan ceramah. Sosial, meliputi pengembangan keterampilan sosial peserta didik, membangun rasa kebersamaan dan solidaritas, terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antara peserta didik, guru dan staf sekolah. Edukasi, meliputi kemampuan peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembelajaran dan bimbingan kepada peserta didik tentang bullying. Saran berdasarkan hasil kesimpulan, pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso berkaitan dengan Program Pesantren Ramadhan sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SMP Negeri 2 Pakem Bondowoso masih membutuhkan tindaklanjut, baik berupa pendampingan, penyuluhan dan berbagai kegiatan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, saran bagi berbagai pihak seperti dosen, peneliti dan juga pihak-pihak lain untuk dapat melaksanakan dan melanjutkan kegiatan pengabdian DAFTAR RUJUKAN Bafadhal. Faizah. Wahyu Rohayati. Sosialisasi Stop Bullying (Perundunga. di SMA/SMK Muhammadiyah Singkut Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun. Jurnal Pendidikan. Vol 1. No. Dunbar. Helen-Krige Venessa Damons . AuThe Use of Reflection in a Service Learning Project in a Post Graduate Programme. AuJournal of Service Learning In Higher Education 53, no. Elihami. Elihami, and Abdullah Syahid. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami. Jurnal Pendidikan 2, no. Hudaidah Resty. Romelah. Program Pesantren Ramadhan Dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Muhammadiyah Pagatan. Jurnal Pendidikan. Vol 1. No 1. Hudaya. Hairul. Fiqh Puasa. Lailatul Qadar dan Zakat Fitrah. Banjar : Ruang Karya Bersama. Nafis. Cholil. Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan. Jakarta: Mitra Abadi Press. Rahmi. Aulia. Puasa dan Hikmahnya Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Spiritual. Jurnal Studi Pendidikan. Vol. 3 No. Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 Agustus 2025 Setyowati. Endah and Alviani Permata . AuService Learning: Mengintegrasikan Tujuan Akademik Dan Pendidikan Karakter Peserta Didik Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat,Ay Bakti Budaya 1, no.