STUDI DESKRIPTIF QUARTERLIFE CRISIS PADA FASE EMERGING ADULTHOOD DI KOTA MATARAM SAAT MASA PANDEMI Syarifaniaty Miranda Agustina agustina@paramadina. Program Studi Psikologi Universitas Paramadina Putri Nurida Fitriani putrinuridaf@gmail. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram Handrix Chris Haryanto haryanto@paramadina. Program Studi Psikologi Universitas Paramadina *Penulis Korespondensi: syarifaniaty. agustina@paramadina. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak masa pandemi terhadap quarterlife crisis pada individu yang berada pada fase emerging adulthood khusus di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pengembangan alat ukur dari Hassler . dengan 7 dimensi quarterlife crisis. Dimensi tersebut kemudian dianalisa untuk dilihat dari segi masa pandemi dan dampaknya terhadap fase emerging adulthood di Kota Mataram. Penelitian ini juga menggunakan data demografi subyek seperti jenis kelamin dan status kerja untuk mengetahui gambaran quarterlife crisis lebih jauh. Subyek penelitian berusia 18-25 tahun dan berdomisili di Kota Mataram. Teknik sampling menggunakan convenience sampling. Analisa data menggunakan analisis deskriptif mean dengan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% responden mengalami quarterlife crisis. Wanita yang belum bekerja memiliki nilai 76,9 lebih kecil dari nilai Wanita yang sudah bekerja yakni sebesar 77,8. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan Pria yang belum bekerja sebesar 73,5 maupun Pria yang sudah bekerja sebesar 53,8. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam situasi pandemi yang tidak menentu membuat responden sulit mendapatkan pekerjaan dan membuat mereka merasa keuangan tidak stabil . %), merasa memiliki kehidupan yang tidak layak . %) dan sulit mengambil keputusan . %) dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor dalam fase emerging adulthood yang jika tidak ditangani dengan baik menyebabkan quarterlife Lebih jauh hasil penelitian menemukan dimensi putus asa dan cemas merupakan dimensi dengan nilai terkecil dibandingkan dimensi lainnya, sedangkan dimensi penilaian diri negatif memiliki nilai tertinggi dan mendominasi quarterlife crisis baik pada Wanita maupun Pria dengan status belum bekerja maupun sudah bekerja di Kota Mataram. Kata Kunci: Quarterlife crisis. Emerging Adulthood. Masa Pandemi. Kota Mataram 62 Agustina,S. Fitriani. Haryanto. H,C. Studi Deskriptif Quarterlife Crisis Pada Fase Emerging Adulthood Di Kota Mataram Saat Masa Pandemi Abstract The aim of this study is to understand the effect of pandemic to the quarterlife crisis in individuals who going through emerging adulthood phase in Mataram City. This study uses a development tool of quarterlife crisis from Hassler . with its 7 dimensions. These dimensions then analyze in the pandemic setting and traced to understand how it will impact the emerging adulthood phase in Mataram City. This study also uses subjectAos demographic data such as gender and employment status to understand the quarterlife crisis further. Subject of this study domicile in Mataram City and has age ranging from 18-25 years old. The Sampling technique is convenience sampling. The data then analyzed using mean descriptive analysis with JASP. Result shows that 98% of the respondents have quarterlife crisis. Women without jobs have a value of 76. 9 which is smaller than the women with jobs, which is 77. This value is greater when compared to men without jobs at 73. 5 and men with jobs at This study also shows that due to uncertainty of pandemic situation, makes it difficult for respondents to find work, therefore they feel financially unstable . %), have an unworthy life . %), and find it difficult to make decisions . %) which lead to quarterlife crisis. Furthermore, this study found that desperation and anxiety have the lowest mean comparing to other dimension while the negative self-assessment dimension has the highest mean and dominates the quarterlife crisis for both women and men whether they have jobs or not in Mataram City. Keywords: Quarterlife Crisis. Emerging Adulthood. Pandemic. Mataram City PENDAHULUAN terkonfirmasi positif per-hari pada bulan Juli Sejak bulan April 2021, sesuai edaran 2021 (Tribun Lombok, 2. Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagr. Tingginya kasus Covid-19 di Kota No. 23/2021. Kota Mataram merupakan salah Mataram menyebabkan pembatasan kegiatan satu daerah yang ditetapkan sebagai satu dari sosial bermasyarakat semakin ketat. Dengan dari 43 daerah di luar Jawa-Bali yang menyandang status krisis level 4 pandemi sangat ketat dan kebijakan lain untuk Covid-19. Level ini merupakan level krisis membatasi mobilitas warga dan penyebaran tertinggi dimana terdapat kasus sebanyak Covid-19, pembatasan ini dapat menimbulkan lebih dari 150 per 100. 000 penduduk per dampak yang besar pada kondisi psikologis minggu, perawatan di rumah sakit lebih dari individu (Muara et al. , 2. , (Nurkholis, 30 per 100. 000 penduduk per minggu dan Lebih lanjut dampak pandemi Covid- kasus kematian lebih dari 5 per 100. 19 yang ditimbulkan merujuk pada berbagai penduduk per minggu (Lombok Post, 07 Juli aspek kesehatan mental meliputi keengganan Kota Mataram memiliki jumlah kasus terkena infeksi Covid, rasa cemas, kesedihan. Covid-19 terbanyak dibandingkan kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan kasus (Yuniswara, 2. Situasi pandemi juga bahkan gangguan fisiologis. Permasalahan INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 60-71 psikologis meliputi stres, kecemasan, gejala menuju dewasa yang dikenal dengan istilah depresi, insomnia, kemarahan, ketakutan (Hochberg & Konner, 2. psikosomatis, serta bias kognitif (Purwoko & Sartinah, 2. (Arnett. Emerging adulthood dimulai dari usia Berdasarkan data sensus penduduk menyelesaikan masa sekolahnya, hingga usia terkini yang dilakukan oleh Badan Pusat 25 tahun di mana kebanyakan individu mulai Statistik Kota Mataram pada tahun 2020 membuat komitmen yang menggambarkan rentang umur 20-24 tahun menempati jumlah . ubungan jangka panjan. , menjadi orang terbanyak sebesar 12% jika dibandingkan tua, dan pekerjaan jangka panjang (Arnett, dengan kategori rentang umur lainnya, diikuti Emerging adulthood adalah istilah dan dengan rentang umur 15-19 tahun sebesar konsep baru dalam tahapan perkembangan 10% (Statistik, 2. Pada rentang usia ini kehidupan individu yang mewakili sesuatu di merupakan masa peralihan seorang individu antara periode adolescent dan periode young dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa Dari masa emerging adulthood dan diharapkan setiap individu pada tahap ini masa transisi inilah banyak remaja menuju sudah mampu memiliki pemikiran yang lebih dewasa yang mengalami fase terlibat konflik dalam diri sendiri dan pencarian jati diri. bertanggung jawab (Papalia & Sally, 2. Selain itu terdapat gejolak dalam diri dalam Namun dengan berakhirnya masa transisi ini, jangka waktu yang panjang. Jika ini terus kedewasaan atau kematangan baik dalam usia negatif terhadap kehidupan yang dialami tiap individu, salah satunya stress bahkan depresi. dihadapi tiap individu pun semakin kompleks. Kondisi stress yang terakumulasi diprediksi hingga cara tiap individunya dalam merespon memunculkan berbagai permasalahan baru perubahan ini dapat berbeda-beda. Ada yang yaitu masalah emosi dan perilaku (Jackson & dapat melalui dengan bersikap lebih terarah Warren, dan tahu tujuan, namun ada juga yang cemas kekerasan dan respons yang emosional (Roza akan masa depannya kelak. Kondisi respon yang berbeda-beda ini merupakan suatu fase tersendiri yang dilewati oleh semua individu 2. Shultz & Wang, 2. , penarikan diri Permasalahan di penghujung masa transisi dari kanak-kanak (Zimmer-Gembeck Skinner, 64 Agustina,M. Fitriani. Christianto. H,H. Studi Deskriptif Quarterlife Crisis Pada Fase Emerging Adulthood Di Kota Mataram Saat Masa Pandemi secara sosial, serta trauma (Lazarus & psikologis lainnya juga termasuk dalam krisis Folkman, 1. ini (Yuniswara, 2. Krisis emosional yang sering dihadapi Sesuai dengan penelusuran peneliti oleh remaja menuju dewasa di usia 20-an ini dan dewasa awal sering dikaitkan dengan makna quarterlife crisis dikaitkan dengan quarterlife crisis (Herawati & Hidayat, 2. tingkat loneliness (Artiningsih & Savira, 2. Menurut (Fischer et al. , 2. quarterlife religiusitas (Habibie, dkk, 2. , serta ego crisis adalah perasaan khawatir yang hadir dan super-ego (Afandi & Afandi, 2. atas ketidakpastian kehidupan mendatang Penelitian seputar relasi, karier, dan kehidupan sosial yang terjadi sekitar usia 20-an. Hal ini akan dilakukan, salah satunya oleh Agustin . berdampak buruk terhadap kondisi psikologis individu yang mengalaminya. (Moran, 2. pendekatan solution-focused pada subyek menjelaskan secara umum bahwa quarterlife bervariasi mulai dengan kategorisasi remaja, penelitian-penelitian Fase dari individu yang baru saja meninggalkan pembahasan sebelumnya bahwa kategorisasi rasa AonyamanAo yang diperoleh dari pendidikan fase emerging adulthood berbeda dengan fase dan harus digunakan sebagai suatu reaksi yang intens yang sedang dijalani (Hassler. Sesuai jumlah sensus penduduk Kota Mataram yang sesungguhnya yang di dalamnya terdapat menerus terjadi, memiliki alternatif pilihan menggabungkan fase emerging adulthood yang terlalu banyak serta kepanikan karena perasaan tidak berdaya. quarterlife crisis khususnya di Kota Mataram pada masa biasa dialami oleh remaja hingga dewasa rentang antara 18 sampai 29 tahun (Hassler. Penelitian ini merupakan penelitian muculnya reaksi-reaksi emosi seperti frustasi. Teknik analisis yang digunakan panik, tidak berdaya, tidak memiliki tujuan dalam penelitian ini menggunakan analisis Analisis deskriptif merupakan Depresi METODE PENELITIAN akumulasi data dasar yang sifatnya hanya INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 60-71 menerangkan tanpa melakukan penarikan panjang pendeknya interval yang ada dalam kesimpulan atau membuat prediksi. Teknik alat ukur, sehingga alat ukur tersebut menggunakan metode purposive sampling menghasilkan data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan satu variabel, yakni quarterlife sampel dengan menentukan kriteria tertentu crisis yang merujuk pada perasaan khawatir (Sugiyono, yang hadir atas ketidakpastian kehidupan Pengambilan dengan metode convenience sampling yang kehidupan sosial (Fischer, 2. didasarkan kerelaan dan ketersediaan sampel Skala quarterlife crisis merupakan untuk menjadi responden penelitian (Fink, adaptasi dari alat ukur yang dikembangkan Sampel dengan tujuan ini melibatkan oleh Hassler . yang berjumlah 25 aitem prosedur sampling di mana sekumpulan berbahasa Inggris. Hassler mengembangkan subjek yang mempunyai ciri-ciri tertentu saja alat ukur berbentuk kuesioner berdasarkan yang dipilih sebagai responden penelitian menyesuaikan kondisi responden saat itu. AuYaAy AuTidakAy kemudahan dan kerelaan responden dalam Kuesioner mengisi skala penelitian. Dalam penelitian ini, mengenai emosi yang dirasakan individu skala penelitian disebarkan secara bebas menyangkut kapasitas diri, pencapaian karir, kepada responden yang berada di dalam kawasan Kota Mataram yang memenuhi ciri- kestabilan finansial. ciri yang ditetapkan oleh peneliti. Ciri-ciri Skala ini diterjemahkan oleh peneliti tersebut diantaranya adalah individu baik Pria maupun Wanita yang berusia 18-25 membaginya ke dalam 7 dimensi quarterlife Tahun, berdomisili di Kota Mataram, dan crisis menurut Hassler . sendiri yakni bersedia menjadi responden pada penelitian kebimbangan dalam mengambil keputusan. Responden penelitian ini adalah individu putus asa, penilaian diri yang negatif, terjebak sebanyak 125 orang. dalam situasi sulit, perasaan cemas, tertekan. Pengumpulan data digunakan dengan Indonesia menggunakan skala yang disebar pada daerah Skala responden yang dituju, dalam hal ini adalah Kota Mataram. Menurut Sugiono . skala pandemi berlangsung. Bentuk respon diubah pengukuran digunakan untuk menentukan menjadi bentuk skala Likert. Skala model ini 66 Agustina,M. Fitriani. Christianto. H,H. Studi Deskriptif Quarterlife Crisis Pada Fase Emerging Adulthood Di Kota Mataram Saat Masa Pandemi merespon aitem per aitem pada skala menggunakan distribusi respon sebagai dasar untuk menentukan nilai skala menggunakan jawaban mutlak saja. Skoring diberikan respon yang sudah dikategorikan (Azwar, dengan menghitung hasil penilaian individu Pilihan respon bergerak dari 1 . angat berdasarkan skor empiris yang diperoleh dari tidak setuj. , 2 . idak setuj. , 3 . , 4 skala tersebut. Skor yang diperoleh kemudian . angat setuj. Pilihan skala genap untuk dianalisa menggunakan analisis deskriptif mean dengan JASP. AunetralAy penumpukan jawaban di area tengah yang umum ditemui pada skala berjumlah ganjil. Sedangkan PAPARAN HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian menjadi skala Likert dikarenakan jawaban mengetahui dampak masa pandemi terhadap yang ingin diketahui peneliti merupakan jawaban individu yang sifatnya tidak mutlak adulthood di kota Mataram. Skala dalam tetapi sebagai derajat sejauh mana partisipan penelitian ini diperoleh berdasarkan skala merasakan sesuai dengan aitem pernyataan quarterlife crisis yang diadaptasi dari skala Hassler berjumlah 25 aitem. Tabel 1 dibawah Dengan demikian jawaban dapat disesuaikan dengan kondisi partisipan dalam quarterlife crisis: Tabel 1 Blueprint Skala Quarterlife Crisis Aspek Nomor Aitem Jumlah Kebimbangan dalam mengambil keputusan 11,13,14 Putus asa Penilaian diri yang negatif 6,12,15,17,21,22,25 Terjebak dalam situasi sulit 1,3,4,23 Perasaan cemas 7,24 Tertekan 5,8,10 Perasaan khawatir akan relasi interpersonal 16,18,19,20 Jumlah INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 60-71 Hasil 0,282-0,744 koefisien Cronbach sebesar 0. bahwa aitem cukup baik dan dapat digunakan yang berarti aitem dalam skala penelitian untuk membedakan variabel quarterlife crisis cukup reliabel. Daya diskriminasi aitem yang diwakilinya. Tabel 2 Analisa Reliabilitas Mean Cronbach's 2,86 0,62 Nilai mean sebagaimana ditunjukkan 0,942 belum bekerja sebesar 73,5 maupun Pria yang pada tabel 3 dimana Wanita yang belum bekerja memiliki nilai 76,9 lebih kecil jika disimpulkan bahwa baik Wanita yang belum dibandingkan dengan nilai Wanita yang sudah bekerja maupun sudah bekerja memiliki nilai bekerja yakni sebesar 77,8. Nilai ini lebih quarterlife crisis lebih tinggi dibandingkan besar jika dibandingkan dengan Pria yang Pria. Tabel 3 Mean Quarterlife Crisis Aspek Jenis Kelamin Belum bekerja Wanita Sudah bekerja 53,8. Dapat Mean Pria Wanita Pria Sehingga jika responden memiliki nilai sama Berdasarkan kategorisasi nilai pada dengan atau lebih besar dari 36 dinyatakan skala quarterlife crisis menurut Hassler . dimana rentang 12 aitem terjawab mengalami quarterlife crisis. Dari 125 orang AuYaAy maka dinyatakan mengalami quarterlife sebanyak 2 orang memiliki nilai dibawah 36 crisis, maka peneliti mengambil nilai ambang dan 123 orang lainnya memiliki nilai diatas 12 yang jika dikonversikan dalam skala Likert Dapat disimpulkan bahwa 98% responden menjadi dikalikan dengan nilai setuju paling mengalami quarterlife crisis. ilai 3=setuj. Nilai ini Ada tujuh dimensi quarterlife crisis Hassler kebimbangan dalam mengambil keputusan yaitu kondisi dianggap sulit dan meragukan INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 60-71 keputusan yang akan atau telah diambil. pihan hidup yang harus dipenuhi. cemas, putus asa, kondisi menganggap tidak ada kondisi mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi mengenai masa depan. tertekan, . pengharapan dan tekanan sosial ketika memandang negatif pencapaian dan usaha yang sudah dilakukan karena tidak sesuai . tidak ada . jalan keluar dalam hidupnya karena sudah terperangkap dalam mengecewakan keluarga ataupun pasangan karena belum bisa memenuhi harapan yang Tabel 4 Mean Quarterlife Crisis berdasarkan dimensi Status Mea Jenis Kelami Belum Wanita Bekerja Pria Sudah Wanita Bekerja Pria Kebimbanga n mengambil Putu s asa Penilaia n diri Terjeba k situasi Perasaa n cemas Terte Khawati r relasi 9,03 5,97 5,94 8,92 8,50 6,06 5,63 8,38 9,73 6,47 6,40 7,13 4,63 9,88 4,00 7,00 7,88 Berdasarkan tabel tersebut diketahui bekerja maupun sudah bekerja. Lebih jauh, secara umum Wanita memiliki quarterlife Pria yang sudah bekerja memiliki quarterlife crisis yang lebih tinggi dibandingkan Pria, crisis yang lebih kecil dibandingkan Pria yang baik dalam kategori belum bekerja maupun sudah bekerja. Dimensi putus asa dan cemas quarterlife crisis lebih tinggi ditemukan pada merupakan dimensi dengan nilai terkecil dibandingkan dimensi lainnya, sedangkan dibandingkan dengan sebelum bekerja. dimensi penilaian diri negatif memiliki nilai Namun Meskipun demikian, berdasarkan data tertinggi dan mendominasi quarterlife crisis dibandingkan dimensi lainnya baik pada penelitian ini adalah masih banyak responden Wanita maupun Pria dengan status belum Komposisi ini didominasi wanita sebanyak 68 Agustina,M. Fitriani. Christianto. H,H. Studi Deskriptif Quarterlife Crisis Pada Fase 82% dan pria sebanyak 12%. Terlepas dari terutama pada saat pandemi, dimana banyak dimensi quarterlife crisis pada individu yang perusahaan-perusahaan sudah bekerja dan belum bekerja, pada gulung tikar sehingga membuat semakin dasarnya pekerjaan merupakan salah satu sedikitnya lapangan pekerjaan dan juga faktor yang menjadi salah satu penyebab semakin kecil peluang untuk individu segera mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki (Basis. Basis menemukan bahwa salah satu aspek yang keuangan mereka. meningkatkan kualitas hidup pada individu siatuasi sulit bagi responden. fase emerging adulthood ini adalah bekerja. Responden Hal ini Keinginan individu pada fase ini yang merasa bahwa selama masa pandemi ini biasanya baru saja menyelesaikan sekolah segala sesuatu hal dalam hidupnya terasa atau perkuliahan memiliki keinginan untuk mengambang . %), mereka tidak merasa berkarier sebelum menikah, atau meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. bersamaan juga tidak merasa ada yang salah. Namun pada kenyataanya terdapat individu Terdapat 36% responden sangat menyetujui pada fase ini yang belum memiliki pekerjaan bahwa pada saat pandemi, mereka semakin sehingga menjadi faktor pemicu quarterlife merasa tua dan juga putus asa karena tidak Dimensi lain yang menunjukkan angka menghasilkan apapun, dan sebanyak 61% cukup tinggi dibandingkan dimensi lain responden merasa kurang termotivasi dan adalah terjebak situasi sulit . entang mean 9,88-12,. Lebih jauh digambarkan dalam berguna dan mempertanyakan identitas diri respon skala dimensi ini, dimana responden yang sebenarnya. di kota Mataram merasa tertekan terhadap Fenomena Seperti apa yang sedang ia jalani dalam hidupnya saat Sebanyak 82% responden setuju bahwa cenderung terjadi dalam kurun waktu satu selama masa pandemi ini mereka merasa tahun, namun bisa lebih cepat maupun lebih keuangan tidak stabil dan sebanyak 79% panjang tergantung kepada cara individu merasa mereka layak mendapatkan hidup (Robbins, 2. menyebutkan yang lebih baik jika dibandingkan kehidupan bahwa individu yang mengalami krisis adalah saat pandemi ini. Sebagian besar dari mereka individu-individu yang kesulitan melakukan sebanyak 65,6% tertekan dalam menjalani penyesuaian terhadap tuntutan yang berasal INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 60-71 dari dirinya sendiri maupun tuntutan dari membuat keputusan sendiri. menjadi orang tua, keluarga, dan lingkungan sosial. independen secara finansial. Keberhasilan Krisis akan muncul ketika individu tidak individu dalam menjalani ketiga kriteria memiliki pedoman untuk menghadapi segala tersebut akan membantu mereka menuju fase tuntutan dan harapan yang muncul di awal usia 20 tahun ini. Mereka akan menjadi self-sufficient person. Menurut Robinson . quarterlife crisis tidak sepenuhnya kondisi yang buruk sedangkan kegagalan dalam memenuhi fase ini dapat berujung pada hal yang sebaliknya. malah dapat menjadi pengalaman positif Individu yang mengalami quarterlife individu agar dapat berkembang ke kondisi crisis cenderung karena memiliki harapan yang lebih baik. Ada lima tahapan yang yang terlalu tinggi mengenai kehidupan dan dihadapi individu selama mengalami krisis karir sehingga menyebakan perasaan kecewa seperempat kehidupan yaitu: . merasa ketika kehidupan dewasa tidak sesuai yang terjebak dengan pilihan hidup yang ada, dimimpikan ketika remaja (Stapleton, 2. sehingga sulit untuk memilih, jebakan ini Masih banyak individu yang berada pada . mempertanyakan tahap awal mengalami quarterlife crisis, yang tidak jarang diantaranya karena kehilangan pilihan-pilihan identitas diri, arah tujuan kehidupan bahkan sudah dibuat, pilihan dianggap tidak sesuai dalam hubungannya baik kepada keluarga, sehingga ingin keluar dari pilihan. pertemanan, profesional maupun asmara. Menghadapi tuntutan dengan melakukan Meskipun pemecahan masalah secara langsung seperti responden di Kota Mataram yang merasa keluar dari pekerjaan serta mengikuti sebuah hubungan asmara, putus dari pasangan, atau komunitas untuk memulai pengalaman baru. tidak memiliki pasangan tidak serta merta . Membangun komitmen baru dengan membuat mereka tertekan . %). Saat masa memulai hubungan sosial dan gaya hidup pandemi, sebagian besar responden lebih yang diinginkan. Menciptakan kehidupan merasa sulit untuk mengambil keputusan baru sesuai dengan nilai, harapan, minat yang akan arah hidup mereka . %), seringkali dipilih individu. mereka juga menganalisa diri mereka secara Menurut Arnett . , masa transisi berlebihan . %), dan merasa malu karena pada fase emerging adulthood memiliki tiga kondisi pandemi yang tidak memungkinkan mereka untuk berbuat lebih banyak . %). bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Pada fase emerging adulthood, individu 70 Agustina,M. Fitriani. Christianto. H,H. Studi Deskriptif Quarterlife Crisis Pada Fase berada pada fase transisi sebelum menjadi Sesuai hasil penelitian dimana dimensi fase dewasa, dimana salah satu kriteria terbesar adalah penilaian diri negatif yang transisi utamanya adalah menerima tanggung mendominasi terjadinya quarterlife crisism jawab atas apa yang dilakukan dan mampu sebaiknya responden juga dapat melatih diri membuat keputusan independen (Arnett, untuk bisa berpikir dalam berbagai perspektif 2000 & 2. Namun akibat masa pandemi dan tidak hanya fokus pada hal-hal yang yang berlangsung, individu merasa sulit membuatnya tertekan atau menyalahkan diri untuk membuat keputusan sendiri karena Berlatih berpikir positif dan menjadi terlalu banyak variabel tidak terduga yang bagian dari lingkungan positif juga dapat terjadi saat masa pandemi. Jika tidak ditangani secara tepat, dilakukan pada diri sendiri. Selain itu, dalam dampak pandemi ini pada masa emerging penelitian Herawati dan Hidayat . kecemasan (Purwoko & Sartinah, 2. , perilaku agresi, tindak kekerasan dan respons yang emosional (Veenema et al. , 2. quarterlife crisis (Atwood & Scholtz, 2. penarikan diri secara sosial, kecemasan, dan Bentuk depresi (Attar. Guerra, & Tolan, 1994 dalam beranekaraga, mulai dari bagaima berlatih Yuniswara, 2. serta trauma (Lazarus & secara fisik yang dapat berujung pada Folkman, 1. peningkatan suasana hati atau melakukan Terdapat talking therapy, yaitu individu dapat mencoba dapat dilakukan untuk menghadapi krisis untuk berbagi pikiran dan perasaannya psikososial tersebut (Herawati & Hidayat, dengan orang-orang terdekat dengan tujuan 2. diantara dengan melibatkan peranan untuk memberikan efek terapi agar individu orangtua (Habibie dkk. , 2. , menyibukkan merasa tidak sendirian. Kemudian melatih diri untuk berpikir positif, yaitu mengontrol (Basis, (Balzarie pikiran negatif menjadi hal-hal yang lebih Nawangsih, 2. , mempelajari keterampilan dapat diterima dan mau terbuka pada baru (Stapleton, 2. dan menyadari bahwa berbagai pendapat dan pilihan. hal ini merupakan proses kehidupan yang akan terlewati. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 1 Juli 2022, hlm 60-71 KESIMPULAN Hasil penelitian ini memberikan hasil bahwa quarterlife crisis individu pada fase emerging adulthood di Mataram terjadi pada Hasil menunjukkan bahwa selain jenis kelamin, status dan pekerjaan juga berhubungan dengan quarterlife crisis. Wanita yang belum bekerja maupun sudah bekerja memiliki nilai quarterlife crisis lebih tinggi dibandingkan Pria baik dalam kategori belum bekerja maupun sudah bekerja. Dimensi putus asa dan cemas merupakan dimensi dengan nilai sedangkan dimensi penilaian diri negatif memiliki nilai tertinggi dan mendominasi lainnya baik pada Wanita maupun Pria dengan status belum bekerja maupun sudah Secara praktis, penelitian ini dapat memberikan manfaat yang bertumpu kepada keterkaitan individu pada fase emerging adulthood sebagai acuan memahami krisis quarter life yang dialami sebelum melangkah masuk pada fase kehidupan selanjutnya, yakni fase adulthood. DAFTAR PUSTAKA