Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 389 Ae 391 CITRA MEREK DAN KEPUTUSAN PENGGUNA GRAB BIKE DI ERA NEW NORMAL PADA GENERASI Z DI KOTA PALEMBANG Oleh : Yeri Resika Manajemen - STIE APRIN Palembang Email: yeriresika@stie-aprin. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This research is aimed at finding out the effect of brand image on the decisions of Grab Bike users in Palembang City. The research was conducted on Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) APRIN Palembang Quantitative research is the type of research used and the research technique used, namely the technique of collecting research data with a questionnaire using a Likert scale. The research was conducted on Grab Bike users with a total of 79 respondents. Samples were taken using a non-probability sampling method, the snowball sampling method was The research data analysis method is linear regression. The results obtained from this research will be used to enrich knowledge about marketing research. Based on the results obtained, namely the indicators of the research variables, they are valid and reliable. The result of the coefficient of determination (RA) is 0. 301 or 30. 1%, which explains that the relationship of variable X to variable Y is positive but not significant. Brand image can explain purchasing decisions by 30. 1%, while 60. 9% is explained by other factors not included in this study. Simple linear regression testing shows that the regression coefficient of the brand image variable is 0. 432 with a positive value, which means that every time there is an increase in the brand image by one point and other variables have a fixed value, the user's decision will increase by 0. 432 units. The constant value of 3,976 indicates that when a company has a good brand image, the value of user decisions about Grab services will increase. Keyword : Brand customer decision, grab bike logo dan warna sebagai atribut khusus yang mudah dikenali dan dibedakan satu sama lain. Grab sendiri merupakan transportasi online yang sudah merambah di kancah Internasional. Grab berasal dari negara Malaysia. Sejak tahun 2012. Grab mulai dioperasikan dengan orientasi pada kebutuhan masyarakat akan kemudahan dalam menggunakan transportasi. Semakin banyak masyarakat menggunakan Grab, pelayanan semakin ditingkatkan demi memberikan kesadaran kepada masyarakat akan kemajuan teknologi dan modernisai dalam memenuhi aktivitas setiap hari. Terlebih pada saat terjadi pandemic Covid-19. Pemerintah membatasi kegiatan masyarakat seperti bekerja di kantor, kegiatan belajar mengajar disekolah dan kampus, pun membatasi kegiatan perniagaan diseluruh Indonesia. Kegiatan seperti demikian dialokasikan dilakukan dirumah atau biasa disebut work from home (WFH). Ruang PENDAHULUAN Fungsi internet sangat bisa mempermudah kegiatan bisnis. Salah satunya adalah penggunaan internet melalui smartphone yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Pemakai smartphone yang semakin meningkat menjadi salah satu buah pikiran tersendiri dalam menciptakan aplikasi transportasi online. Transportasi online saat ini sangat digemari oleh masyarakat karena kemudahan dalam menggunakannya. Di Indonesia sendiri transportasi online sangat laris dikalangan masyarakat, bahkan bisa menggeser kebutuhan masyarakat akan transportasi konvensional seperti becak, ojek pangkalan, angkot, bus, dan lain Ada banyak tranportasi online yang sudah tersedia seperti Gojek. Grab. Maxim. Merek transportasi online tersebut sudah sangat mudah kita kenali berlalu-lalang di jalanan. Merek yang mempunya identitas tersendiri yang menjadikan gerak yang terbatas mengharuskan masyarakat melakukan hampir seluruh rutinitasnya dengan menggunakan internet. Demi memenuhi kebutuhan dimasa pandemic, masayarakat menggunakan aplikasi Grab. Terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan dan peralatan Layanan memesan dan kemudian diantarkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berbelanja tanpa harus keluar rumah. Memberikan layanan lebih baik bagi konsumen akan menciptakan efek yang luar biasa pada Faktor layanan bagi jasa transportasi memang sangat ampuh dalam mempertahankan pelanggan maupun menarik pelanggan baru (Resika et al. , 2. Dengan dibatasinya ruang gerak masyarakat pada saat pandemic, termasuk kegiatan belajar di sekolah dan kampus, memberikan dampak yang positif dan negatif. Kegiatan yang dibatasi tersebut menjadikan masyarakat berfikir lebih kreatif demi bertahan Ada beberapa kebiasaan yang masih dilakukan oleh masyarakat, seperti berkegiatan menggunakan internet, seperti belanja online, menggunakan transportasi onliene, bekerja dan belajar jarak jauh, dan lain sebagainya. Proses utama dalam mengambil keputusan bagi konsumen adalah suatu proses penggabungan sejumlah pengetahuan digabungkan dengan tujuan untuk menilai beberapa perilaku dan menentukan satu dari berbai pilihan tersebut (Peter & Olson. Keputusan transportasi online adalah keputusan yang ditimbulkan dari berbagai pertimbangan seperti kebutuhan, kecepatan, fitur aplikasi dan produk itu Proses menentukan suatu keputusan dengan karakteristik yang dimiliki konsumen tersebut akan menciptakan suatu karakter khusus mengenai keputusan pembelian (Resika, 2. Masyarakat dapat memilih menggunakan ojek online karena jika dibandingkan dengan ojek konvensional, perbedaannya sangat jauh. Yang tadinya untuk menjangkau ojek konvensional, konsumen mendatangi pangkalan ojek untuk Namuun setelah ada aplikasi ojek onlie seperti grabbike, masyarakat hanya menggunakan aplikasi di smartphone untuk memesan ojek online dan tinggal menunggu jemputan lasngsung ke rumah konsumen. Citra merek merupakan salah satu elemen penentu dalam konsumen memilih menggunakan produk barang ataupun jasa. Untuk melihat data pengguna tranportasi jasa online lebih lengkap disajikan dalam tabel Top Brand Index Tabel 1. Top Brand Index Jasa Tranportasi Online Brand Persentasi Peringkat Grab Top Gojek Top Sumber: http//w. Topbrand Ae award . diakses pada tanggal 2 Maret 2022 Tabel 1. memperlihatkan bahwa brand transportasi online Grab kini berada diposisi urutan kedua dibandingkan brand Gojek dalam kategori jasa transportasi online. Penting bagi perusaahaan menawarkan produk yang menarik dan mudah dikenal dan menarik hati masyarakat. Citra merek tertentu dapat terwujud dalam pikiran konsumen Ketika suatu produk dapat memberikan kepuasan. Jika konsumen sadar akan keunggulan dari suatu produk maka konsumen akan tertarik lalu kemudian membelinya. Sudah jelas kita dapat menemukan perbedaan yang signifikan antara ojek online dengan ojek konvensional. Untuk itu, persaingan saat ini bukan antara ojek online dan ojek konvensional, namun antar brand transportasi Seperti yang sudah sering kita temukan di jalanan kota-kota besar yaitu persaingan brand Grab dan Gojek. Dua brand besar transportasi online yang ada di Indonesia saat ini saling berkompetisi memenangkan hati masyarakat dengan menyajikan berbagai tawaran yang menguntungkan bagi masyarakat. Pengemasan suatu digital marketing dengan kreatif dan inovatif dapat meningkatan citra baik bagi konsumen (Fitrianna et al. , 2. Penggunaan media berbasis daring merupakan pilihan yang cerdas dalam persaingan antar antar produk jasa serupa termasuk penyedia jasa transportasi konvensional. Aplikasi secara daring lebih suka dipilih oleh masyarakat dikarenakan tarifnya transparan, fleksibel dalam penggunaan, lokasi penjemputan dapat ditentukan dan memiliki regulasi keamanan yang lebih jelas. Kaum Generasi zaman sekarang yang sangat familiar dengan teknologi yang modern, sudah sangat terbiasa dengan kegiatan berbasis aplikasi. Baik itu untuk belajar, untuk belanja, memenuhi kegiatan transportasi, dan lainnya. Sekarang kita tak perlu lagi membayar dengan uang cash. Grab mempunyai sistem pembayaran online yaitu menggunakan aplikasi Ovo. Hadirnya aplikasi Ovo menambah keuntungan bagi konsumen untuk menggunakan Grab karena menggunakan Ovo kita bisa mendapatkan potongan harga yang telah Setelah berkerjasama dengan Ovo. Grab semakin menunjukkan kualitasnya dan terbukti dengan penghargaan dari Briefer sebagai perusahaan yang mendukung kemajuan UMKM. Penghargaan katagori ride-hailing termasuk dalam transportasi daring dan pembayaran digital yang sangat mendukung perkembangan UMKM. Survei yang dialakukan oleh Ovo dan CORE Indonesia periode tahun 2021, dengan objek 2. 001 penggiat UMKM, sebanyak 84 persen penggiat UMKM terbantu oleh adanya Grab dan Ovo. Kajian yang dilakukan oleh CORE Indonesia menghasilkan sebanyak 70 persen UMKM menggunakan transaksi bayar secara online. Meningkatnya kegiatan transaksi menggunakan Ovo mencapai 30 Total pengguna Ovo untuk UMKM sendiri melebihi 95 persen dari 1. 000 lebih penggiat usaha kecil menengah . id diakses 15 November 2. Pandemic yang meluluhlantakkan perekonomian, pelan-pelan bangkit saat pasca pandemic. Termasuk UMKM yang berangsur-angsur tumbuh. Seperti meniti usaha dari awal, kegiatan usaha demikian dapat sedikit terbantu dengan adanya Grab. Grab hadir di Kota Palembang pada Januari Dengan fitur yang beragam. Grab menyediakan bukan hanya layanan transportasi kendaraan roda dua dan roda empat. Grab juga melayani kebutuhan makanan, kebutuhan rumah tangga. Kesehatan dan juga kebersihan. Selama operasional di tahun pertama, pengguna naik cukup Bahkan saat ini, sejumlah mahasiswa STIE Aprin Pelembang yang merupakan Generasi Z atau Generasi Net menggunakan layanan Grab yaitu Grab bike. Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada kisaran tahun 1996 - 2012 masehi. Generasi setelah Generasi Milenial ini adalah generasi peralihan Generasi Milenial yang telah . org diakes 3 April 2. Grab Bike merupakan ojek online andalan Grab dalam Untuk mendukung aktivitas para mahasiswa. Grab sangat tepat menjadi pilihan penunjang transportasi sehari-hari. Tarif yang masih terjangkau bagi para mahasiswa, membuat moda transportasi ojek online menjadi primadona bagi para mahasiswa. Belum lagi jika ada promo seperti potongan biaya, reward dalam menggunakan bagi pelanggan setia, menjadikan Generasi Z yang sangat terbiasa menggunakan teknologi ini semakin antusias menggunakan aplikasi transportasi online seperti Grabbike. Selain fenomena yang disajikan diatas, penelitian ini juga didukung adanya penelitian yang dilakukan oleh Oktavianti & Budiarti . yang berjudul AuPengaruh Promosi dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian dimediasi Citra MerekAy. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif namun tidak signifikan antara citra merek terhadap keputusan Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Aziz et al. menghasilkan temuan bahwa keputuan konsumen dapat dipengaruhi brand image dengan hasil yang positif dan baik. Penjelasan demikian cukup menguatkan penulis untuk mengkaji lebih dalam lagi perihal citra merek yang ada pada transportasi online dalam hal ini perusahaan jasa Grab. Dalam kesempatan ini, tujuan dari penulis adalah untuk mengetahui bagaimana pengguna Grabbike memutuskan memilih jasa ini melalui citra merek yang pengguna ketahui. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Citra Merek Citra merek diartikan sebagai kesan dari konsemen mengenai sebuah merek tertentu yang terbentuk dalam pemikiran seorang konsumen tersebut (Kotler & Keller, 2. Kesan mengenai suatu merek yang timbul dalam suatu ingatan konsumen dan memberikan makna khusus. Kesan tertentu terhadap suatu merek dapat membentuk berbagai karakteristik suatu produk (Swasty. Ketika masyarakat menangkap kesan yang positif dari suatu merek, tidak menutup kemungkinan kesan positif tersebut akan mendorong untuk tertarik dan kemudian membeli. Oleh karena itu, kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan berperan sangat penting bagi mengenal lebih dekat dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Citra perlu diperkenalkan melalui media apa saja sehingga dapat menyebarkan pesan-pesan tersendiri mengenai objek tersebut. Jika mengingat perkembangan teknologi pada saat ini sangat cepat, dan salah satunya melalui smartphone yang siapapun dapat memilikinya, tidak menutup kemungkinan kegiatan memperkenalkan citra merek, pesannya dapat semakin cepat sampai kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan dapat disajikan menggunakan segala sesuatu yang ada produk tersebut. Tjiptono mendefinisikan citra merek sebagai suatu memori tertentu yang ada dalam benak konsumen mengenai suatu produk. Selanjutnya Tjiptono menerangkan mengenai pemahaman konsumen terhadap suatu merek yang tidak bisa dipisahkan dari jenis suatu merek tersebut. Setiap jenis objek mempunyai ragam jenis tersendiri, seperti. attribute brands, aspirational brands, dan experience brands. Aaker & Biel . menyebutkan indikator brand image antara lain. citra pembuat, citra pemakai, dan citra produk. Keputusan Pembelian Ketentuan yang terdiri dari berbagai pilihan dari suatu perilaku (Hansen, 1. Keputusan pembelian oleh konsumen juga merupakan proses tahapan yang digunakan konsumen saat menggunakan barang atau jasa. Proses utama konsumen dalam menentukan keputusan adalah tahapan yang terintegrasi yang berfungsi dalam menggabungkan berbagai pengetahuan yang nantinya akan dinilai dan melalui proses seleksi (Peter & Olson, 2. Sebuah keputusan diambil sebagai solusi penyelesaian dari masalah konsumen yang fokusnya adalah untuk mencapai tujuan yang sudah Seorang mengetahui suatu masalah karena reaksi dari keputusannya belum terwujud. Pengambilan keputusan secara pribadi yang akan dilakukan demi meraih berbagai tujuan merek, yang kemudian sangat diharapkan dapat menyelesaikan suatu Dalam pemahaman tersebut, dalam proses penyelesainnya, masalah dapat diselesaikan dengan terarah yang nantinyan akan bermuara pada tujuan (Peter, 2. Suatu keputusan dapat diartikan sebagai suatu tindakan penyeleksian dari sejumlah pilihan. Konsumen akan menyeleksi suatu pilihan ketika dia dihadapkan dengan berbagai pilihan. Pada saat konsumen dihadapkan dalam keadaan tidak ada alternatif pilihan, maka konsumen sedang tidak melakukan keputusan (Schiffman & Kanuk, 2. Alternatif pilihan yang tersaji, nantinya akan melaui proses seleksi, sehingga akan mengerucut dan pengambilan keputusan tersebut terjadi. Pada Gambar 1, gambar tersebut merupakan alur proses kognitif dalam sebuah pengambilan Unsur dari afektif dan kognitif yang terlibat dalam mengambil keputusan, dengan tujuan mengaktifkan sebuah ingatan melalui pengetahuan, pengertian, dan juga rasa percaya. Kegiatan ini melibatkan sebuah proses yang bertahap dan dibutuhkan pemahaman dalam menjelaskan informasi yang datang dalam suatu lingkungan (Peter & Olson, 2. Kotler & Armstrong . mengemukakan bahwa terdapat berbagai proses yang perlu di penuhi oleh konsumen sampai pada kegiatan menentukan keputusan pembelian. Proses tersebut terdiri dari 4 mengenal suatu kebutuhan, mencari berbagai informasi, media publikasi, serta berbagai Sebelum mengambil keputusan, konsumen terlebih dahulu mengenali kebutuhan apa yang dia dapat dari suatu produk/jasa. Kemudian ketika kebutuhan tersebut sudah dikumpulkan dan diurutkan mulai dari yang prioritas sampai yang kebutuhan pendukung, maka konsumen mulai mencari informasi mengenai objek tersebut melalui berbagai media serta Proses menjelaskan bahwa tahap-tahap pembelian konsumen sudah dimulai ketika jauh sebelum konsumen tersebut memutuskan untuk membeli suatu barang dan kemudian akan ada suatu konsekuensi pasca pembelian. Lingkungan Proses Kognitif Proses interpretasi: C Perhatian C pemahaman Pengetahuan baru, arti dan kepercayaan Memori : C Menyimpan pengetahuan baru, arti dan Proses integrasi: C Sikap dan tujuan C Pengambilan Perilaku Gambar 1. Model proses kognitif dalam pengambilan keputusan konsumen Armstrong & Kotler . menyebutkan Keyakinan membeli setelah indikator daripada keputusan pembelian antara pengetahuan tentang produk. Mengambil keputusan membeli karna disukai sudah didapatkan. Menyesuaikan dengan keinginan konsumen yang kuat serta kebutuhan yang mendesak. Suatu produk direkomendasikan oleh berbagai C Sebagaimana diketahui bahwa model penelitian ialah sebuah model yang dipakai dalam penelitian serta disusun sedemikian rupa dan membentuk sebuah proses penelitian. Hal demikian dapat menjadi tolak ukur yang dipakai dalam melakukan kajian penelitian. Keputusan Pengguna (Y) C Kemantapan C Memutuskan C Membeli karena Keinginan C Membeli karena Rekomendasi Citra Merek (X) Citra Pembuat Citra Pemakai Citra Produk Gambar 2. Model Penelitian Model penelitian di atas dirangkai untuk responden penelitian. Peran Mahasiswa STIE melakukan analisis dari masalah yang akan diteliti. APRIN Palembang adalah sebagai populasi. Secara Dengan variabel independennya adalah Citra spesifik, peneliti mengambil data mahasiswa Merek (X) yang nantinya akan peneliti hubungkan Angkatan 2021 kelas regular pagi yang berjumlah dengan variabel dependen yaitu keputusan 367 orang. Bila jumlah populasi besar dan pengguna (Y) Grab Bike yaitu dari Mahasiswa penelitian tidak memungkinkan untuk mengambil STIE Aprin Palembang yang termasuk dalam keseluruhan jumlah populasi yang disebabkan oleh kategori generasi Z. berbagai kendala salah satunya adalah karena keterbatasan biaya, singkatnya waktu dan minimnya sumber tenaga, sampel adalah jawaban METODE PENELITIAN Penelitian kuantitatif digunakan dalam yang dapat digunakan dalam kajian tersebut kegiatan penelitian ini dengan metode yang dipakai (Sugiyono, 2. Sampel dalam penelitian ini adalah metode yang berguna untuk menganalisa sebanyak 79 orang. masalah-masalah yang dihimpun dengan maksud Non probability sampling merupakan teknik mencari jawaban dari berbagai masalah yang dalam menentukan sample yang dipakai untuk muncul yang yang berasal dari unsur teori citra penelitian ini, merupakan teknik yang menerapkan merek dalam keputusan pengguna. Ruang lingkup bahwa setiap bagian dalam populasi yang terdapat penelitian bertujuan memberi garis batas pada dalam penelitian ini tidak memiliki peluang yang Penulis membatasi kajian penelitian sama untuk dipilih sebagai bagian dari sampel, ini dengan cakupan membahas pengaruh citra bahkan probabilita suatu anggota untuk terpilih merek pada keputusan pengguna Grab Bike. tidak diketahui. Dengan menggunakan metode Kegiatan peenelitian dilaksanakan di Kampus snowball sampling dimana responden pertama STIE APRIN Palembang dimana terdapat ditentukan dengan menggunakan sistem acak, lalu pengguna layanan Grab Bike. Data kuantitatif yan untuk responden selanjutnya didapatkan dengan digunakan berupa kumpulan informasi data primer cara ditentukan oleh responden sebelumnya dan sekunder. Data-data yang dibutuhkan diambil (Kuncoro, 2. Kelebihan yang didapat dari dengan melakukan kajian kepustakaan serta studi menggunakan cara ini adalah membantu lapangan . enyebaran angket dan wawancar. mengurangi ukuran sampel dan total biaya Menurut Sugiyono . dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan HASIL DAN PEMBAHASAN wawancara, kuesioner, observasi, dan gabungan Populasi yang digunakan merupakan Dalam proses mencari dan menyeleksi mahasiswa reguler STIE APRIN Palembang data, keputusan yang diambil salah satunya angkatan 2021 dengan jumlah 367 orang. menggunakan kuesioner yaitu memberikan daftar Mahasiswa angkatan 2021 tergolong kedalam penyatan kepada Mahasiswa STIE APRIN generasi Z, yaitu generasi yang ditentukan antara Palembang yang telah ditetapkan sebagai tahun 1996 sampai 2012 masehi. Setelah menggunakan rumus Slovin dihasilkan jumlah sampel penelitian sebanyak 79 sampel. Hasil analisis deskriptif menyajikan bahwa penelitian ini didominasi oleh mahasiswi yang berjumlah 52 orang dan responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 27 orang. Hasil demikian menunjukkan bahwa konsumen Grab Bike banyak digunakan oleh kaum hawa, faktor kemudahan dalam melakukan mobilisasi tanpa perlu mengendarai kendaraan sendiri bisa menjadi alasan mengapa transportasi online ini dipilih. Sumber: Data sekunder diolah, 2022 Gambar 3. Jenis Kelamin Responden Profil berdasarkan lama menggunakan Grab Keadaan ini menunjukkan bahwa Grab Bike bertujuan untuk mengetahui berapa lama Bike menjadi pilihan dalam melakukan mobilitas, responden telah menggunakan Grab Bike. Gambar untuk kemudian Grab Bike dapat meningkatkan 4 menunjukkan hasil bahwa banyak responden pelayanan dengan lebih sering memberikan promo, menggunakan layanan Grab Bike dengan lama 1 atau juga promo khusus mahasiswa/pelajar tahun dangan jumlah responden 51 orang. Dari dikarenakan keadaan pandemi sudah mulai wawancara singkat disela mengisi kuesioner, berangsur berubah menjadi new normal sehingga responden menyampaikan bahwa memilih Grab rutinitas belajar mengajar di kampus kembali aktif Bike dikarenakan promo diskon atau ptongan seperti sedia kala. harga, sehingga dapat menghemat biaya Sumber: Data sekunder diolah, 2022 Gambar 4. Berapa lama menggunakan Grab Bike Tujuan menggunakan pengujian validitas menunjukkan hasil positif dan menunjukkan angka adalah dilakukan guna mengukur ketetapan lebih besar dibandingkan R tabel, untuk df = 79 Ae pernyataan dalam kuesioner. Menentukan 2 = 77 dan alpha senilai 0,05 dengan pengujian satu pernyataan-pernyataan dalam kuesioner sudah sisi didapat R tabel senilai 0,221 sehingga dapat valid atau tidak. Hasil pengujian validitas adalah ditarik kesimpulan dengan indikator pernyataan bahwa 10 item yang pakai dalam kuesioner adalah yang ada pada kedua variabel (X dan Y) valid. Tabel 2 terlihat bahwa nilai R hitung Variabel Tabel 2. Uji Validitas Pears. Corr. 0,645 0,684 0,751 0,589 0,723 0,629 0,698 0,783 0,768 0,693 Item Sumber: Data sekunder diolah, 2022 Uji reliabilitas yang dilakukan menghasilkan angka Croanbach alpa sebesar 0,725. Dalam bukunya Sugiyono . memaparkan bahwa pengujian reliabilitas merupakan pengukuran sejumlah item yang dilakukan berkali-kali akan menghasilkan data yang sama. Nilai R tabel yang R-tbl Sig. Ket. Valid Valid dihasilkan adalah 0,221, yang menunjukkan bahwa R Alpha > R tabel. Sehingga dapat diartikan bahwa kuesioner yang dilakukan pengujian menunjukkan hasil reliabel karena nilai berada antara angka 0,61 s/d 0,80. Tabel 3. Uji Reabilitas Cronbachs Alpha 0,725 Sumber: Data sekunder diolah, 2022 No of Items Pengujian koefisien determinasi digunakan Bersamaan dengan keadaan ini, pengaruh dengan tujuan mencari tahu jumlah persentase dari variable X ternyata tidak signifikan, ini peran antar variabel. Hasil uji tersebut (RA) sebesar menunjukkan bahwa terdapat 69,9 persen nilai 301, hasil determinasi menjelaskan variabel X tersebut menujnjukkan jumlah dua kalilipat dari terhadap variable Y adalah 30,1 % kemudian jumlah hasil determinasi variable X. Factor lain sisanya 69,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. yang mempengaruhi ini untuk kemudian bisa Nilai tersebut menunjukkan hubungan variabel menjadi masukan dalam kelanjutan penelitian bebas citra merek terhadap keputusan pengguna dikemudian hari. Tabell 4. Korelasi koefisiien Determiinasi Modal R-squere Adjus R-Squaer Std. Eror of Estimat 0,549A Sumber: Data sekunder diolah, 2022 Analisis regresi mengasilkan nilai variabel X sebesar 0,432. Ini menunjukan variabel independen memiliki pengaruh positif terhadap variable dependen. Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel X ditingkatkan sebesar satu satuan, maka keputusan pengguna Grab Bike akan meningkat sebanyak 0,432% dengan asumsi variabel lain tetap. Tabel 5. Ujii Regresii Unst. Coefficieents Stand. Cofficients ModelAo Stdr. Eror (Const. Citra Merek Sumber : Data skunder di olah, 2022 Hasil yang ditunjukkan dalam Tabel 5 dapat dibuat dalam bentuk persamaan. Y = 3. 0,432X. Variabel citra merek menunjukkan hasil yang positif mempengaruhi keputusan pembelian. Hasil yang memuaskan akan meningkatkan Sig. keputusan pembelian atau dengan kata lain apabila Grab semakin meningkatkan kualitas dalam hal mencakup citra merek maka pelanggan akan semakin yakin untuk menggunakan produk Dalam buku Firmansyah . Kotler mengatakan citra yang baik harus dibangun pada media yang tersedia seperti media cetak, media elktronik yang kemungkinan dapat berkembang. Saat sebuah produk diciptakan dengan mutu yang baik dan dapat memenuhi permintaan konsumen maka akan menumbuhkan persepsi yang positif bagi suatu perusahaan. Hasil dari penelitian ini sama dengan kajian yang dilakukan oleh Oktavianti & Budiarti . yang menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan antara citra merek terhadap keputusan Produk yang diinginkan konsumen berupa keunggulan layanan, alternatif pilihan produk, dan produk yang dapat bersaing. Tidak dapat dipungkiri, tingginya kebutuhan akan transportasi online oleh masyarakat dan semakin menjamurnya layanan transportasi online dengan berbagai merek membuat masyarakat semakin cerdas dalam memilih brand transportasi online sesuai dengan harapan. Terlebih setelah terjadinya pandemic Covid 19, kebutuhan akan transportasi online sangat tinggi peminatnya karena pemerintah memberi intruksi membatasi kegiatan di ruang umum, temasuk dalam kegiatan bekerja dan belajar di sekolah. Ojek online menjadi andalah dalam pesan dan pengiriman barang. Kebiasaan berteknologi selama pandemic memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sehingga menjadikan hal tersebut sebuah kebiasaan yang baru pada kehidupan pada masa new normal. Sega aktivitas yang tadinya dibatasi saat ini sudah mulai melonggar, masyarakat dapat beraktivitas diluar ruangan lagi. Pelajar dan mahasiswa melakukan rutinitas belajar di sekolah dan kampus. Jalanan mulai kembali padat dan cenderung macet, sehingga dimungkinkan pilihan untuk melakukan mobilisasi lebih lancer dan cepat dapat menggunakan ojek online. Namun demikian, hasil tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak Grab Bike untuk dapat selalu meningkatkan kualitas pelayanan ditengah persaingan dengan brand transportasi online lainnya. Nilai konstanta 3. 976 menunjukkan bahwa jika citra merek dari perusahaan yang bersangkutan bernilai baik maka nilai dari keputusan dari pengguna terhadap pelayanan Grab akan Citra merek yang kuat akan menumbuhkan persepsi yang baik bagi Masyarakat akan meletakkan kepercayaan dalam memilih suatu perusahaan melalui citra merek yang mereka sajikan. Dengan adanya citra merek yang baik, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan yang cukup sehingga mempermudah dalam REFERENSI