293 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat Ae Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 p-ISSN: 0216-3284 Pengembangan Web untuk Pengenalan dan Pelestarian Budaya di Galeri Rihi Eti Tenun Ikat Sumba Helmi Trispanto Umbu Runga Samapati1*. Pamudi2. Budi Santoso3 Informatika. Universitas Dr. Soetomo. Surabaya. Indonesia *e-mail Corresponding Author: ursamapati@gmail. Abstract Sumba Timur woven fabric is a cultural heritage with high aesthetic and philosophical value. However, modernization, along with limited documentation and promotion, threatens its This study aims to develop a digital system to support the education and promotion of traditional Sumba Timur woven fabric, particularly at Galeri Rihi Eti. The development method used is the waterfall model, which includes requirement analysis, design, implementation, and System evaluation is conducted using the black-box method to ensure that each feature functions according to the specified requirements. This system provides a digital catalog, historical and philosophical information about the fabric, and interactive educational content to enhance public understanding. Testing results show that the system functions effectively in introducing and preserving Sumba Timur woven fabric. The implementation of digital technology has proven to increase public appreciation of local cultural heritage and expand access to information across various audiences. The success of this system demonstrates that digitalization can be an effective strategy for cultural preservation and enhancing the competitiveness of local products. Keywords: Sumba Timur woven fabric. Cultural preservation. Website. Waterfall method. Black-box. Abstrak Kain tenun Sumba Timur merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetika dan filosofis Namun, modernisasi serta minimnya dokumentasi dan promosi menyebabkan eksistensinya semakin terancam. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem digital untuk mendukung edukasi dan promosi kain tradisional Sumba Timur, khususnya di Galeri Rihi Eti. Metode yang digunakan adalah waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan metode Black-box untuk memastikan setiap fitur berfungsi sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Sistem ini menyediakan katalog digital, informasi sejarah serta filosofi kain, dan konten edukatif interaktif guna meningkatkan pemahaman masyarakat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan efektif dalam memperkenalkan serta melestarikan kain tenun Sumba Timur. Implementasi teknologi digital terbukti mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya lokal serta memperluas akses informasi bagi berbagai kalangan. Keberhasilan sistem ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat menjadi strategi efektif dalam pelestarian budaya serta meningkatkan daya saing produk lokal. Kata Kunci: Kain tenun Sumba Timur. Pelestarian budaya. Website. Metode waterfall. Blackbox Pendahuluan Kain tradisional Sumba Timur merupakan salah satu warisan budaya lokal yang sarat dengan nilai estetika dan makna filosofis. Selain berfungsi sebagai pakaian, kain ini juga melambangkan identitas serta status sosial masyarakat setempat melalui motif-motif yang mencerminkan kisah kehidupan, mitologi, dan kepercayaan yang diwariskan secara turuntemurun. Oleh karena itu, penelitian mengenai kain tradisional Sumba Timur sangat penting untuk mendokumentasikan keunikan budaya ini, serta mengoptimalkan potensinya sebagai daya tarik wisata budaya dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Pengembangan Web Untuk Pengenalan dan Pelestarian a. Helmi Trispanto Umbu R. e-ISSN: 2685-0877 Meskipun memiliki potensi besar, kondisi riil di lapangan menunjukkan adanya gap antara kondisi ideal dengan realitas yang terjadi. Minimnya dokumentasi dan promosi digital menyebabkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain ini kurang dikenal, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Promosi yang masih mengandalkan cara konvensional, ditambah keterbatasan akses internet dan rendahnya literasi digital di daerah terpencil, mengakibatkan kurang optimalnya regenerasi budaya, terutama di kalangan generasi muda yang lebih tertarik pada budaya modern dan mudah diakses melalui media sosial. Situasi inilah yang menimbulkan permasalahan serius dalam pelestarian dan pengembangan kain tradisional Sumba Timur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan adalah pengembangan platform digital, khususnya situs web interaktif, sebagai media dokumentasi, edukasi, dan promosi kain tradisional Sumba Timur. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa digitalisasi budaya efektif meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya . menyajikan informasi tentang sejarah, teknik pembuatan, dan filosofi di balik motif kain melalui visualisasi interaktif dan narasi digital yang menarik, situs web ini diyakini mampu menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernisasi serta membuka akses pasar global bagi produk-produk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan situs web interaktif sebagai wadah edukasi dan promosi kain tradisional Sumba Timur, guna mendukung pelestarian budaya serta pemberdayaan ekonomi kreatif bagi para pengrajin Tinjauan Pustaka Dalam upaya pelestarian warisan budaya melalui pemanfaatan teknologi informasi, sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji aspek-aspek kebudayaan dan pengembangan sistem informasi yang saling mendukung. Lika dan Supratno . melakukan kajian mengenai kearifan lokal dalam cerita rakyat Sumba Timur dengan pendekatan kualitatif untuk mengungkap nilai-nilai budaya yang tertanam dalam tradisi lisan. Nahak . meneliti upaya pelestarian budaya Indonesia di era globalisasi melalui analisis sosial budaya yang menyoroti pergeseran nilai dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman. Sementara itu. Hartatik dan Pratikno . mengungkap fenomena pudarnya eksistensi kesenian tradisional Ludruk akibat globalisasi, yang menggambarkan tantangan pelestarian identitas budaya. Selain itu, beberapa penelitian mengintegrasikan aspek budaya dengan pengembangan sistem informasi sebagai media pendukung pelestarian. Nugraha et al. menganalisis strategi pengembangan kain tenun ikat Sumba dengan melibatkan pelaku kriya dan komunitas, sedangkan Bula et al. menyoroti peran kesetaraan gender dalam upaya pelestarian warisan budaya melalui tenun ikat. Wahon et al. memanfaatkan media massa sebagai alat untuk mengedukasi dan mendekatkan masyarakat dengan tradisi tenun ikat, sedangkan Tanniewa dan Saal . mengembangkan etalase digital sebagai media promosi yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menampilkan keunikan kain tenun secara interaktif. Di sisi pengembangan sistem informasi, penelitian terdahulu juga banyak mengeksplorasi berbagai metode dan model pengembangan. Wahid . menguraikan penerapan metode waterfall dalam pengembangan sistem informasi, sedangkan Rahmawati dan Sumarsono . mendeskripsikan desain website berbasis arsitektur Model View Controller menggunakan framework Laravel yang mendukung modularitas dan kemudahan pemeliharaan. Zalukhu et al. menyajikan perangkat lunak pembelajaran flowchart yang mengedepankan pendekatan edukatif, sementara Nistrina dan Sahidah . serta Kurniawan . menekankan pentingnya Unified Modelling Language (UML) dan use case modeling dalam perancangan sistem informasi yang terstruktur. Penerapan sistem informasi otomatisasi juga dikaji oleh Septiansyah et al. dan Ridha serta Khofifah . melalui pengembangan aplikasi berbasis web yang mengintegrasikan fitur pelaporan dan manajemen data secara real-time. Penelitian ini menghadirkan pendekatan state-of-the-art melalui integrasi inovatif antara pelestarian budaya dan pengembangan sistem informasi berbasis teknologi digital. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang cenderung mengutamakan aspek pelestarian budaya atau pengembangan aplikasi secara parsial, penelitian ini menggabungkan metodologi iteratif yang memanfaatkan umpan balik pengguna dengan fitur-fitur fungsionalitas interaktif yang mendukung partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan sistem untuk secara dinamis beradaptasi terhadap perubahan nilai budaya dan kebutuhan pengguna, sehingga menghasilkan solusi digital yang responsif dan adaptif. Inovasi ini tidak hanya mengoptimalkan keandalan teknis melalui iterasi berkelanjutan, tetapi juga mengedepankan keaslian nilai-nilai Progresif: Vol. No. Februari 2025: 293-303 Progresif e-ISSN: 2685-0877 budaya, menjembatani kesenjangan antara pelestarian tradisional dan kemajuan teknologi informasi di era globalisasi. Metodologi 1 Analisis Kebutuhan Proses analisa kebutuhan dari rancangan website ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna serta mendukung tujuan Kebutuhan sistem dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional. Kebutuhan fungsional mencakup berbagai aspek manajemen, seperti manajemen produk yang memungkinkan penambahan, pengeditan, dan penghapusan data produk, termasuk nama kain, motif, harga, ukuran, jenis kain, nama penenun, kategori motif, dan kontak. Selain itu, terdapat fitur manajemen galeri untuk mengunggah, mengganti, atau menghapus gambar kain, serta manajemen artikel budaya yang memungkinkan penulisan, pengeditan, dan penghapusan artikel terkait kain tenun ikat Sumba. Website juga menyediakan fitur manajemen media sosial yang memungkinkan pembagian konten ke platform sosial serta kemudahan bagi pengguna dalam berbagi informasi produk. Manajemen pengguna mencakup penambahan dan penghapusan akun admin, sementara fitur pencarian dan filter produk membantu pengguna menemukan kain berdasarkan kategori motif, harga, ukuran, atau jenis kain dengan menampilkan hasil yang relevan. Halaman kontak juga disediakan untuk memberikan informasi mengenai penenun atau galeri, serta memungkinkan pengguna menghubungi langsung untuk pemesanan. Di sisi lain, kebutuhan non-fungsional berfokus pada kinerja optimal, di mana website harus memiliki waktu respons yang cepat serta mampu menangani banyak pengguna secara Selain itu, aspek kompatibilitas menjadi perhatian utama agar website dapat berjalan dengan baik di berbagai browser seperti Chrome. Firefox. Safari, dan Edge. Dengan memenuhi kedua aspek kebutuhan ini, website yang dirancang diharapkan dapat memberikan pengalaman pengguna yang optimal dan mendukung kelestarian serta promosi kain tenun ikat Sumba secara digital. 2 Perancangan Sistem . Arsitektur Sistem Gambar 1. Arsitektur Sistem . UseCase Diagram Pada UseCase Diagram Menggambarkan User berperan sebagai pengunjung situs web yang dapat mengakses berbagai informasi tentang kain tradisional Sumba Timur, termasuk sejarah, filosofi motif, dan proses pembuatannya. Selain itu, user dapat menelusuri katalog produk, melihat detail kain yang tersedia, serta berinteraksi melalui fitur edukasi dan promosi yang disediakan. Admin bertanggung jawab dalam mengelola konten situs web, termasuk menambah, mengedit, atau menghapus informasi terkait kain tradisional serta memperbarui katalog produk. Selain itu, admin memastikan sistem berjalan optimal dengan melakukan pemeliharaan teknis serta menangani kendala yang muncul, sehingga pengalaman pengguna tetap lancar dan informatif. Berikut Use Case Diagram dapat dilihat pada gambar 2 berikut: Pengembangan Web Untuk Pengenalan dan Pelestarian a. Helmi Trispanto Umbu R. e-ISSN: 2685-0877 Gambar 2. UseCase Diagram . Activity Diagram Activity diagram adalah jenis diagram yang digunakan untuk menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dalam suatu sistem atau proses. , . Activity Diagram digunakan untuk menggambarkan alur atau urutan aktivitas yang terjadi dalam pengelolaan konten dan produk pada situs web tersebut. Diagram ini menunjukkan bagaimana sistem menangani berbagai proses yang dilakukan untuk mengelola data produk, konten budaya, dan visualisasi galeri produk tenun ikat Sumba. Alur diagram dapat dilihat pada gambar 3 berikut: Gambar 3. Activity Diagram Admin dan Sistem Pada Gambar 3 Activity Diagram Admin dan Sistem menggambarkan interaksi Admin dengan sistem pada website Galeri Rihi Eti Tenun Ikat Sumba. Admin memulai dengan login menggunakan username dan password yang valid. Setelah berhasil masuk. Admin dapat mengelola produk, galeri visual . ambar dan vide. , serta konten budaya yang ditampilkan di Progresif: Vol. No. Februari 2025: 293-303 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Selain itu. Admin juga bisa menambah atau menghapus akun admin lain. Setelah selesai. Admin dapat keluar dan mengakhiri sesi. Pada Gambar 4 Activity Diagram User dan Sistem menunjukkan bagaimana User berinteraksi dengan sistem saat mengakses website. Sistem menampilkan daftar produk tenun ikat Sumba beserta foto atau video yang relevan. User dapat membaca artikel tentang budaya dan sejarah tenun ikat Sumba, serta melihat detail produk yang mencakup deskripsi, harga, dan gambar sebelum meninggalkan website. Adapun Gambar Activity Diagram User dan Sistem dapat dilihat pada gambar 4 dibawah ini : Gambar 4. Activity Diagram User dan Sistem . Sequence Diagram Sequence diagram menggambarkan alur komunikasi antara aktor (Admi. dan sistem pada tugas-tugas tertentu, seperti mengelola informasi website. Adapun penjelasan dan sequence diagram untuk dua skenario utama dapat dilihat pada gambar 5 : Gambar 5. Sequnce Admin Pengembangan Web Untuk Pengenalan dan Pelestarian a. Helmi Trispanto Umbu R. e-ISSN: 2685-0877 Pada Gambar 5 admin mengakses sistem, halaman login ditampilkan untuk autentikasi. Setelah memasukkan username dan password, sistem memeriksa data di database. Jika valid, admin diarahkan ke beranda, jika tidak, muncul pesan kesalahan. Di dalam sistem, admin dapat mengelola data dengan fitur CRUD, yaitu menambah (Creat. , melihat (Rea. , mengubah (Updat. , dan menghapus (Delet. data, memastikan pengelolaan informasi yang efisien. Adapun sequence Diagram User/Pengguna dapa dilihat pada gambar 6: Gambar 6. Sequence Diagram User/Pengguna Pada Gambar 6, proses dimulai ketika user/pengguna memasukkan kata kunci di browser untuk melakukan pencarian. Browser kemudian mengirimkan permintaan tersebut ke Setelah menerima permintaan, server memproses data dengan mengambil informasi yang sesuai dari database. Database mengembalikan data hasil pencarian ke server, yang kemudian mengolah dan mengirimkan kembali data tersebut ke browser. Setelah menerima data dari server, browser menampilkan hasil pencarian kepada pengguna. Proses ini memastikan bahwa informasi yang diminta dapat diakses dengan cepat dan akurat. Class Diagram Class Diagram adalah diagram dalam Unified Modeling Language (UML) yang menggambarkan struktur kelas dalam sebuah sistem, serta hubungan antar kelas tersebut. Class diagram mencakup informasi mengenai atribut . ata atau propert. dan metode . ungsi atau operas. dari setiap kelas, serta hubungan antar kelas . eperti asosiasi, pewarisan, atau agregas. Adapun gambar Class Diagram dapat dilihat pada gambar 7 dibawah ini : Gambar 7. Class Diagram Gambar 7 menggambarkan diagram kelas yang menunjukkan bahwa hubungan antar kelas disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing. Tabel anak mewarisi perilaku serta struktur data dari tabel induk. Dalam hal ini, tabel admin berperan sebagai tabel induk, sementara tabel data kontak dan data kategori motif kain merupakan tabel anak yang terkait Progresif: Vol. No. Februari 2025: 293-303 Progresif e-ISSN: 2685-0877 3 Pengujian Menurut Septiansyah et al. , pengujian black box dilakukan dengan mengidentifikasi skenario uji dan membandingkan hasil aktual dengan hasil yang diharapkan. Dalam sistem ini, beberapa aspek yang diuji meliputi navigasi dan antarmuka pengguna, fungsi pencarian katalog kain tenun, proses transaksi dan pembayaran, serta responsivitas desain terhadap berbagai Selain itu. Ridha dan Khofifah . menambahkan bahwa pengujian Black box juga mencakup uji validasi input dan output untuk memastikan integritas data yang dikelola sistem. Dengan menerapkan metode pengujian ini, situs web Galeri Rihi Eti diharapkan dapat berfungsi secara optimal sebagai platform digital yang mendukung pelestarian budaya tenun ikat Sumba Timur. Hasil dan Pembahsan 1 Implementasi Sistem Implementasi sistem dilakukan dengan mernacang dan mengembangkan sebuah situs web yang berfungsi sebagai media promosi dan edukasi mengenai kain tradisional sumba timur. Pengembangan system ini menggunakan teknologi berbasis website dengan framework Laravel dan meliputi PHP. HTML. CSS, dan JS. Proses ini diperlukan untuk membuat sistem website Galeri Rihi Eti kain tenun sumba timur. Halaman Login Pada halaman ini menunjukkan halaman Login yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu field AuUsernameAy, field AuPasswordAy, dan tombol AuLoginAy. Field Username berfungsi untuk menampung data nama pengguna yang telah terdaftar, sedangkan field Password menampung kata sandi pengguna yang disamarkan demi keamanan. Setelah pengguna memasukkan keduanya, tombol Login ditekan untuk memulai proses autentikasi. Sistem kemudian memverifikasi kecocokan data di basis data. Jika valid, pengguna diarahkan ke halaman utama. jika tidak, sistem menampilkan pesan gagal. Gambar 8. Halaman Login Admin . Halaman Dashboard Admin Menampilkan halaman Dashboard Admin yang menjadi pusat pengelolaan konten dan data Melalui halaman ini, admin dapat memantau ringkasan data . eperti jumlah motif kain, pengguna, atau entri konta. , menambah atau memperbarui informasi, serta mengakses menu navigasi khusus untuk tugas-tugas administrasi. Dengan antarmuka yang sederhana, proses pengaturan dan pemantauan data menjadi lebih efisien, memastikan keakuratan dan kelancaran operasi aplikasi. Pengembangan Web Untuk Pengenalan dan Pelestarian a. Helmi Trispanto Umbu R. e-ISSN: 2685-0877 Gambar 9. Halaman Dashboard Admin . Halaman Tambah dan Edit Data Kategori Motif Kain Menampilkan halaman untuk menambah dan mengedit kategori, yang memungkinkan admin untuk mengelola data kategori dengan mudah. Halaman ini terdiri dari form input untuk menambahkan nama kategori baru atau melakukan perubahan pada kategori yang sudah ada. Admin dapat mengetikkan informasi yang diperlukan dan menyimpannya untuk pembaruan. Pada bagian ini, admin dapat mengelola semua kategori motif kain yang ada dalam aplikasi, memastikan bahwa kategori-kategori tersebut selalu diperbarui dan terorganisir dengan baik bagi pengguna galeri. Gambar 10. Halaman tambah dan edit kategori . Halaman Tambah Kontak data admin Menampilkan halaman Data Kontak Admin yang memudahkan pengelolaan informasi Terdapat tombol AuTambahAy untuk menambahkan data baru, sedangkan tabel di bawahnya memuat daftar kontak beserta kolom Nama. Nomor Kontak, dan Alamat. Admin dapat melakukan pengeditan atau penghapusan data kontak melalui tombol aksi yang tersedia, sehingga informasi selalu terbarukan dan tersimpan dengan rapi. Progresif: Vol. No. Februari 2025: 293-303 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Gambar 11. Halaman Data Kontak Admin . Halaman Antar Muka Pengunjung Menampilkan halaman antarmuka pengunjung yang menampilkan pilihan kategori motif kain melalui menu dropdown, diikuti tombol AuCariAy untuk memudahkan pencarian. Bagian tengah halaman memuat daftar motif kain dalam bentuk galeri, dilengkapi keterangan singkat dan tautan detail. Pada bagian bawah, terdapat informasi AuKontak KamiAy yang menjelaskan cara pengunjung dapat menghubungi pengelola situs untuk menanyakan lebih lanjut atau memberikan masukan. Melalui tata letak yang sederhana, pengguna dapat dengan mudah menelusuri dan mencari motif kain sesuai preferensi. Gambar 12. Halaman antar muka pengunjung Pengembangan Web Untuk Pengenalan dan Pelestarian a. Helmi Trispanto Umbu R. e-ISSN: 2685-0877 2 Pengujian Sistem Nama Fungsi Halaman Login Tabel 1. Hasil Pengujian Black Box Deskripsi Hasil yang Diharapkan Admin mengakses Sistem menampilkan informasi halaman login halaman admin dan bisa diakses oleh admin Hasil Sukses Halaman Beranda User mengakses menu Sistem menampilkan informasi yang ada pada beranda Sukses Halaman Data Kain Pengguna mengakses menu data kain Sistem menampilkan data kain Sukses Manajemen Produk Admin mengelola data Sistem memungkinkan admin menambah, mengedit, dan menghapus produk Sukses Manajemen Galeri Admin mengelola galeri Sistem memungkinkan admin menambah, mengedit, dan menghapus foto dalam galeri Sukses Manajemen Artikel Budaya Admin mengelola artikel Sistem memungkinkan admin menulis, mengedit, dan menghapus artikel budaya Sukses Manajemen Media Sosial Admin menghubungkan media sosial dengan web Sistem memungkinkan integrasi tautan media sosial Sukses Manajemen Pengguna Admin mengelola data Sistem memungkinkan pendaftaran, penghapusan, dan pengeditan data Sukses Pencarian dan Filter Produk Pengguna mencari dan memfilter produk Sistem menampilkan hasil pencarian dan filter produk yang sesuai Sukses Halaman Kontak Pengguna mengakses halaman kontak Sistem menampilkan informasi kontak dan formulir pengiriman Sukses 3 Pembahasan Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan mengimplementasikan fitur-fitur fungsionalitas yang secara signifikan menyelesaikan masalah yang dihadapi pada awal penelitian, khususnya dalam hal pengelolaan produk, galeri, dan artikel budaya secara digital. Fitur manajemen produk memungkinkan admin untuk menambah, mengedit, dan menghapus produk secara terorganisir, sedangkan manajemen galeri foto memberikan kemampuan untuk mengelola fotofoto yang dipajang dengan mudah. Selain itu, pencarian dan filter produk memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menemukan kain sesuai dengan pilihan mereka. Secara keseluruhan, sistem ini mengatasi masalah pengelolaan informasi yang tersebar dan menyulitkan dalam proses pencarian, menjadikannya jauh lebih terstruktur dan efisien. Dari segi relevansi dengan penelitian terdahulu, temuan dalam penelitian ini semakin menguatkan posisi sistem berbasis web dalam manajemen galeri, sebagaimana yang telah dibahas dalam berbagai penelitian sebelumnya. Sebagai contoh, penelitian oleh Tanniewa dan Saal . yang menyoroti pentingnya etalase digital sebagai sarana untuk mempromosikan produk budaya dan Wahon et al. yang menekankan penggunaan teknologi untuk pelestarian tradisi, memberikan perspektif terkait pemanfaatan teknologi untuk mendukung terjadinya promosi dan pelestarian. Penelitian ini juga berhubungan dengan temuan Wahid . dan Rahmawati serta Sumarsono . , yang membahas tentang implementasi metode waterfall dan MVC dalam pengembangan sistem berbasis web. Sistem dalam penelitian ini melanjutkan tren tersebut dengan menggunakan model pengembangan yang efisien, serta menambahkan fitur pencarian dan pengelolaan yang lebih baik. Dengan demikian, temuan dalam penelitian ini memperkaya pengintegrasian sistem informasi berbasis web dengan pelestarian budaya dan memberikan bukti empiris terkait efektivitasnya dalam mengelola galeri budaya secara efektif. Progresif: Vol. No. Februari 2025: 293-303 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Simpulan Pengembangan situs web Galeri Rihi Eti berhasil mendukung pelestarian dan promosi kain tradisional Sumba Timur. Sistem ini telah diuji menggunakan metode black-box, menunjukkan bahwa seluruh fitur berfungsi sesuai harapan. Hasil implementasi membuktikan bahwa teknologi digital dapat memperkenalkan budaya lokal secara lebih luas dan meningkatkan apresiasi terhadap kain tenun Sumba Timur. Keberhasilan ini menunjukkan potensi pengembangan lebih lanjut untuk mendukung pengrajin lokal dalam mempromosikan karya mereka secara digital. Daftar Referensi . Nugraha. Novandi. Wardhana. Sembodho, dan S. Santoso, "Analisis Strategi Pengembangan Kain Tenun Ikat Sumba oleh Pelaku Kriya dan Komunitas. Jurnal Pengabdian Seni, vol. 3, no. 1, pp. 73Ae82, 2023. Bula et al. , "Tenun Ikat Sumba Timur: Kesetaraan Gender dalam Pelestarian Warisan Budaya,". Jurnal Kajian Gender dan Anak, vol. 7, no. 2, pp. 82Ae96, 2023. Lika dan H. Supratno, "Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Sumba Timur. Jurnal Education And Development, vol. 9 no. 1, pp. 294-294, 2021 Nahak, "Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi," Jurnal Sosiologi Nusantara, vol. 5, no. 1, pp. 65Ae76, 2019. Hartatik dan A. Pratikno, "Pudarnya Eksistensi Kesenian Tradisional Ludruk Akibat Globalisasi Budaya,". Jurnal Ilmiah CIVIS, vol 12, no. 2, pp. 56-72, 2023. Wahon. Kleden, dan S. Lawallu, "Pemanfaatan Media Massa dalam Melestarikan Tenun Ikat di Era Teknologi Modern di Desa Werangere. Kabupaten Flores Timur," Jurnal Nusantara Berbakti, vol. 2, no. 3, pp. 16Ae24, 2024. Tanniewa dan A. Saal, "Pengembangan Etalase Digital sebagai Media Promosi Kain Tenun Sekomandi," Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 14, no. 4, pp. 796Ae802, . Wahid, "Analisis Metode Waterfall untuk Pengembangan Sistem Informasi. Ilmuilmu Inform. dan Manaj. STMIK, vol. 1, no. 1, pp. 1Ae5, 2020. Rahmawati dan S. Sumarsono, "Desain Pengembangan Website dengan Arsitektur Model View Controller pada Framework Laravel," Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis, vol. 6, no. 4, pp. 785Ae790, 2024. Zalukhu et al. , "Perangkat Lunak Aplikasi Pembelajaran Flowchart," Jurnal Teknologi Informasi dan Industri, vol. 4, no. 1, pp. 61-70, 2023. Nistrina dan L. Sahidah, "Unified Modelling Language (UML) untuk Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru di SMK Marga Insan Kamil. Jurnal Sistem Informasi Karya Anak Bangsa, , vol. 4, no. 1, pp. 17-23, 2022. Kurniawan, "Pemodelan Use Case (UML): Evaluasi terhadap Beberapa Kesalahan dalam Praktik," Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 5, no. 1, pp. 77Ae86, . Septiansyah. Hasanah. Permatasari, dan A. Yuliawati, "Sistem Informasi Otomatisasi Pelaporan Data Penjualan Toko Buku Nazwa yang Masuk dan yang Keluar,". Jurnal Komputer dan Informatika, vol. 8, no. 1, pp. 279Ae292, 2024. Ridha dan S. Khofifah, "Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web pada Toko Childs Aquatic. Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia (BIIKMA), vol. 1, no. 250Ae257, 2023. AsyAohary. Arsyad. Sulistyo. Rahayu, dan E. Fatmawati, "Upaya Peningkatan Literasi Digital Masyarakat melalui Program Pelatihan Komputer di Desa Terpencil," Community Development Journal, vol. 4, no. 1, pp. 654Ae661, 2022. Pengembangan Web Untuk Pengenalan dan Pelestarian a. Helmi Trispanto Umbu R.