ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PERAN KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA LUMBANG KECAMATAN MUARA UYA KABUPATEN TABALONG Mawardi* . Eddy Suryani wardujunior0011@gmail. eddyshurya@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Peran adalah aktivitas yang dijalankan seseorang atau suatu lembaga/organisasi. Peran yang harus dijalankan oleh suatu lembaga/organisasi biasanya diatur dalam suatu ketetapan yang merupakan fungsi dari lembaga tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Peran Kepala Desa Dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada informan yang berjumlah 6 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif untuk menganalisis data hasil penelitian yaitu menggunakan Data Collection. Data Reduction. Data Display. Conclusion Drawing/Verifiying. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Peranan Kepala Desa dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong sudah Kata Kunci: Peran. Kepala Desa. Pengelolaan Sampah THE ROLE OF THE VILLAGE HEAD IN WASTE MANAGEMENT IMPLEMENTATION IN LUMBANG VILLAGE. MUARA UYA DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT A role is an activity carried out by an individual or an institution/organization. The roles that must be performed by an institution or organization are typically governed by regulations that outline the functions of the institution. The purpose of this study is to identify and analyze the role of the village head in the implementation of waste management in Lumbang Village. Muara Uya District. Tabalong Regency. The research method used is a descriptive study with a qualitative approach. The data sources in this study include both primary and secondary data. Data collection techniques involve observation, documentation, and interviews with six informants. Data analysis follows an interactive model, consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Based on the research findings, it can be concluded that the village head has played a significant role in the implementation of waste management in Lumbang Village. Muara Uya District. Tabalong Regency. Keywords: Role. Village Head. Waste Management JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Peran kepala desa adalah mensejahterakan dan menjaga kemakmuran masyarakat sekaligus Pertumbuhan penduduk, pergeseran gaya hidup, perekonomian mereka telah menyebabkan peningkatan jumlah sampah yang menumpuk sehingga dapat menimbulkan resiko kesehatan dan lingkungan apabila sampah tidak dikelola dengan Pengaturan sistem pengelolaan sampah adalah bagian dari strategi untuk menjaga kebersihan Dalam hal ini, pemerintah daerah kesulitan dalam memperoleh lahan untuk penduduk dan kurangnya ketersediaan lahan, seperti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS). Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1, menyediakan sarana dan prasarana pengolahan UU Nomor 18 Tahun 2008 terkait penanganan sampah, yang mengatur tentang tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah untuk mengelola, mengurangi, dan menangani sampah yang dihasilkan dari limbah masyarakat maupun dari limbah tata usaha. Masyarakat beranggapan bahwa banyaknya sampah yang menumpuk di lingkungan sekitar dapat mempengaruhi bahkan memperhambat waktu kerja mereka dan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Oleh karena itu, agar sampah berkurang dan aman sebaiknya dikelola di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS). Kemudian, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha harus mengubah paradigma penanganan sampah melalui aktivitas pengurangan dan penanganan sampah agar kebersihan lingkungan lebih terjaga dengan penanganan sampah yang efektif. Penanganan sampah memberikan kewenangan dan tanggung jawab kepada pemerintah untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah secara 3R yaitu Reduce . engurangi timbulnya JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 sampa. Recycle . aur ulang sampa. , dan Reuse . enggunaan kembal. Berdasarkan ketentuan Pasal 9 ayat . huruf b Undang-Undang Nomor 1 yaitu pemerintah kota dan kabupaten memiliki wewenang untuk mengelola sampah sesuai pada norma, standard, prosedur, dan kriterian yang ditetapkan oleh Mengelola sampah pada tingkat rumah tangga, kelembagaan, dan pembersihan sementara dimulai dengan lokasi awal pembersihan sampah. Kemudian, tahapan pengangkutan, pengolahan dan pembersihan akhir, dan pemanfaatan sampah semuanya memerlukan keterlibatan pemerintah dalam menangani sampah yang menumpuk di lingkungan masyarakat. Aspek sosial politik juga menjadi salah satu faktor untuk mempengaruhi penanganan sampah agar berjalan dengan baik. Pemerintah juga melibatkan masyarakat dalam inisiatif penanggulangan sampah agar tidak menyebar dan merusak lingkungan. Melalui Dinas terkait, pemerintah desa berperan langsung dalam menegakkan hukum dan peraturan di masyarakat dan lingkungan yang dia pimpin. Peran Kepala Desa di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong dalam pengelolaan sampah belum terlihat jelas bagaimana progresnya karena belum ada program kerja mengenai pengelolaan sampah di desa Berdasarkan apa yang di sampaikan oleh tokoh masyarakat di Desa Lumbang yaitu Aumenjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah masih dikatakan sangat minim termasuk dalam kebersihan di sungai, masyarakat akan memulai pengelolaan sampah dengan cara dibakar, ditimbun di dalam tanah, dibuang ke sungai dan Berdasarkan permasalahan tersebut, mengenai kebersihan sampah pada Desa Lumbang perlu adanya penanganan sampah yang lebih signifikan. Berdasarkan pernyataan di atas, topik utama dalam pembahasan skripsi ini adalah bagaimana Kepala Desa Lumbang menangani sampah yang menumpuk dan mencari penyebab dari menumpuknya sampah. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah yang peneliti ambil pada penelitian ini antara lain : AuBagaimanakah peran Kepala Desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong?Ay Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: AuMengetahui peran Kepala Desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten TabalongAy. TINJAUAN PUSTAKA Kepemimpinan Menurut (Kadarusman, 2. kepemimpinan (Leadershi. dibagi tiga, yaitu: . Self Leadership. Team Leadership. Organizational Leadership. Self Leadership yang dimaksud adalah memimpin diri sendiri agar jangan sampai gagal menjalani hidup. Team Leadership diartikan sebagai memimpin orang lain. Pemimpinnya dikenal dengan istilah team leader . emimpin kelompo. yang memahami apa yang menjadi tanggung jawab kepemimpinannya, menyelami kondisi bawahannya, kesediaannya untuk meleburkan diri dengan tuntutan dan konsekuensi dari tanggung jawab yang dipikulnya, serta memiliki komitmen untuk membawa setiap bawahannya mengeksplorasi kapasitas dirinya hingga menghasilkan prestasi tertinggi. Sedangkan organizational leadership dilihat dalam konteks suatu organisasi yang dipimpin oleh organizational leader . emimpin organisas. yang mampu memahami nafas bisnis perusahaan yang dipimpinnya, membangun visi dan misi pengembangan bisnisnya, kesediaan untuk melebur dengan tuntutan dan konsekuensi tanggung jawab sosial, serta komitmen yang tinggi untuk menjadikan perusahaan yang dipimpinnya sebagai pembawa berkah bagi komunitas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Pengertian Peran JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Peran berarti sesuatu yang dimainkan atau Peran disefinisikan sebagai sebuah aktivitas yang diperankan atau dimainkan oleh seseorang yang mempunyai kedudukan atau status sosial dalam organisasi. Peran menurut terminology adalah seperangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh yang berkedudukan dimasyarakat. Dalam bahasa inggris peran disebut AuroleAy yang definisinya adalah AupersonAos task or duty in undertakingAy. Artinya Autugas atau kewajiban seseorang dalam suatu usaha atau pekerjaanAy. Peran diartikan sebagai perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Sedangkan peranan merupakan tindakan yang dilakukan oleh seorang dalam suatu peristiwa (Torang, 2. Peran adalah aktivitas yang dijalankan seseorang atau suatu lembaga/organisasi. Peran lembaga/organisasi biasanya diatur dalam suatu ketetapan yang merupakan fungsi dari lembaga Peran itu ada dua macam yaitu peran yang diharapkan . xpected rol. dan peran yang dilakukan . ctual rol. Dalam melaksanakan peran yang diembannya, terdapat faktor pendukung dan penghambat. Peran menurut (Koentjaraningrat, 2. , berarti tinkahlaku individu yang memutuskan suatu kedudukan tertentu, dengan demikian konsep peran menunjuk kepada pola perilaku yang diharapakan dari seseorang yang memiliki status/posisi tertentu dalam organisasi atau sistem. Menurut (Ahmadi, 2. peran adalah suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu yang berdasarkan status dan fungsi sosialnya. Indikator Peran Indikator peranan merupakan aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam suatu peranan. Ukuranukuran tersebut dijadikan tolok ukur dalam suatu Menurut (Mintzberg, 1. dalam buku Pengantar Manajemen Dan buku Kepemimpinan Dalam Manajemen yang di tulis oleh (Thoha. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB 2. , ada tiga peran yang dilakukan pemimpin dalam organisasi yaitu: Peran Antar peribadi (Interpersonal Rol. , dalam peranan antar pribadi, atasan harus bertindak sebagai tokoh, sebagai pemimpin dan sebagai penghubung agar organisasi yang dikelolanya berjalan dengan lancar. Peranan ini oleh Mintzberg dibagi atas tiga peranan yang merupakan perincian lebih lanjut dari peranan antarpribadi ini. Tiga peranan ini dijelaskan sebagai berikut: Peranan sebagai tokoh (Figurehea. , yakni suatu peranan yang dilakukan untuk mewakili organisasi yang dipimpinnya didalam setiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara Peranan sebagai pemimpin (Leade. , dalam peranan ini atasan bertindak sebagai interpersonal dengan yang dipimpin, dengan fungsi-fungsi mengembangkan, dan mengendalikan. Peranan sebagai pejabat perantara (Liaison Manage. , disini atasan melakukan peranan yang berinteraksi dengan teman sejawat, staf, dan orang-orang yang berada diluar organisasinya, untuk mendapatkan informasi. Pengertian Pengelolaan Sampah oleh lahan alam, namun seiring dengan berjalannya waktu masyarakat menjadi semakin padat dengan segala aktivitasnya. Pengelolaan meningkatkan kondisi sumber daya alam yang biasanya terdegradasi oleh jumlah limbah yang dihasilkan atau untuk mencegah penggunaan sumber daya alam jika limbah saat ini mencukupi. Daur ulang Setiap jenis prosedur pengelolaan limbah zat cair. Padatan, gas, dan bahan radioaktif, biasanya berbeda satu sama lain. Keberadaan zat tersebut merupakan limbah berbahaya yang biasanya berasal dari perusahaan yang menjalankan kawasan industri ataupun rumah Akan tetapi, di daerah pemukiman biasanya dijalankan oleh rumah sakit dan industri lokal. Pengelolaan mengurangi sampah sebagai sumber daya dan meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus kualitas lingkungan. Dalam hal kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah dianggap berhasil Sampah mikroorganisme yang menyebabkan penyakit. Kemudian, syarat lainnya yaitu upaya menghindari kontaminasi udara, air, dan tanah yang tidak Pengelolaan mempunyai beberapa tujuan yang sangat mendasar yaitu meliputi: Pengelolaan Perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan tindakan organisasi untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Pengelolaan sampah merupakan sebuah proses pengolahan limbah untuk mengurangi dan menghilangkan masalah Pengelolaan sampah adalah kegiatan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Meningkatkan Kesehatan masyarakat dan Melestarikan lingkungan air. Menjaga infrastruktur sosial ekonomi. Mendorong pertumbuhan industri strategis. Program pengelolaan sampah suatu lingkungan atau lokasi berupaya membantu masyarakat dengan sampah yang dihasilkan, dan secara tidak langsung mendukung kesehatan masyarakat dan memotivasi terciptanya lingkungan yang bersih, baik, dan sehat. Pada awalnya sampah yang menumpuk di masyarakat seperti pedesaan yang kepadatan penduduknya rendah masih dikuasai . Faktor Masyarakat Sampah pada dasarnya merupakan hasil dari kegiatan masyarakat, maka masyarakat memiliki dampak pada sistem pengelolaan Pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat harus dipastikan tidak merusak JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Faktor Pendukung Pengelolaan Sampah Ada 5 . faktor yang dapat mempengaruhi pengelolaan Sampah menurut (Said, 1. dalam ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB . Faktor Sampah Unsur terpenting dalam sistem pengelolaan sampah yaitu jenis sampah itu sendiri. Faktor Organisasi Faktor ini berkontribusi pada peningkatan kegunaan sistem pengelolaan sampah. Integrasi menggunakan fasilitas yang ada akan dilakukan seefisien mungkin dengan organisasi dan manajemen yang memadai. Faktor Ekonomi Aspek pengelolaan sampah ini berfokus pada masalah keuangan dari sektor publik dan Karena layanan pengumpulan dan pengangkutan sampah terkait langsung dengan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yaitu kebersihan, yang diyakini masyarakat akan menjadi sumber utama dalam faktor ini. Agar iuran dari masyarakat dapat digunakan untuk membayar pengelolaan sampah, diperlukan adanya sistem pengelolaan sampah yang tepat dan lugas. Macam-Macam Pengelolaan Sampah Secara umum, pengelolaan sampah terdiri dari 2 . jenis yaitu pengelolaan sampah terpusat dan pengelolaan sampah lokal. Pengelolaan dan penanganan sampah lokal . Dilakukan oleh penghasil sampah itu sendiri, baik dengan menanam dilubang-lubang yang digali dipekarangan atau dengan cara lain yang masih dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan/penanganan terpusat Suatu prosedur atau kegiatan pengelolaan sampah yang terkoordinasi untuk melayani suatu pemukiman atau kota, khususnya dalam operasi teknologi. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber: diolah peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus sangat tepat digunakan dalam penelitian ini karena memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena kompleks dan subjektif, seperti penerbitan surat keterangan tidak mampu bagi mereka yang sebenarnya mampu. Penelitian ini menekankan pada pemahaman konteks dan pengalaman individu, yang dipengaruhi oleh berbagai latar belakang seperti tuntutan akademik, faktor ekonomi, dan kepentingan lainnya (Subagyo, 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bertujuan untuk menemukan solusi atas masalah sehari-hari yang terjadi secara realistis di Sumber Data Data Primer Dalam penelitian ini diperoleh secara langsung melalui wawancara dan observasi. Berikut beberapa informan dalam penelitian ini yang dimasukkan ke dalam tabel dibawah ini. Tabel Data Informan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB No. Jabatan Kepala Desa Lumbang Sekretaris Desa Lumbang Kasi Kesejahteraan Desa Lumbang Tokoh Masyarakat Desa Lumbang Masyarakat ke 1 Desa Lumbang Masyarakat ke 2 Desa Lumbang Sumber: diolah peneliti, 2024 Data Sekunder Data sekunder adalah jenis data yang tidak bisa diperoleh langsung, melainkan diperoleh dari sumber terpercaya seperti buku, jurnal, dokumentasi, internet, dan media cetak. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data ini merupakan hasil dari wawancara yang terstruktur maupun tidak terstruktur berupa angket terbuka, dokumentasi, maupun observasi dengan pendekatan khusus yang dilakukan dalam penelitian. Agar proses berjalan lancar teknik pengumpulan data ini dipakai guna mengumpulkan data yang signifikan (Nurdin. Observasi Observasi merupakan aktivitas penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan langsung di lapangan. Peneliti mendapatkan bukti-bukti yang valid dalam laporan yang akan diajukan. Observasi adalah metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian (Gulo, 2. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengamati suatu fenomena yang ada dan terjadi. Observasi yang dilakukan diharapkan dapat memperoleh data yang sesuai atau relevan dengan topik penelitian. Hal yang akan diamati yaitu bagaimana pelayanan yang dilakukan Aparat Desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya. Observasi yang dilakukan, penelitian berada di lokasi tersebut dan membawa lembar observasi yang sudah Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara . yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai . yang memberikan jawaban atas Dalam penelitian ini wawancara yang peneliti gunakan adalah wawancara terstruktur . yaitu dengan menyusun terlebih dahulu beberapa pertanyaan yang akan disampaikan kepada informan. Hal ini dimaksudkan agar pembicaraan dalam wawancara lebih terarah dan fokus pada tujuan yang dimaksud dan menghindari pembicaraan yang terlalu melebar. Selain itu juga digunakan dikembangkan peneliti melalui pertanyaan yang Dokumentasi Dokumentasi adalah metode mengkaji dan mengolah data dari dokumen-dokumen yang sudah ada sebelumnya dan mendukung data AuDokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri historisAy, (Burhan. Melalui metode dokumentasi, peneliti gunakan untuk menggali data berupa dokumen terkait dengan pelaksanaan pengelolaan Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara dengan memilih mana yang menjadi hal penting yang nantinya dibutuhkan untuk dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Beberapa tahapan model analisis interaktif (Huberman, 2. melalui empat tahap, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan: Wawancara (Intervie. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Pengumpulan Data (Data Collectio. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua aspek, yaitu deskripsi dan refleksi. Catatan deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dialami sendiri oleh penelitian tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti tentang fenomena yang dijumpai. Sedangkan catatan refleksi yaitu catatan yang memuat kesan, komentar tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya. Untuk mendapatkan catatan ini peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan. Reduksi Data (Data Reductio. Reduksi data merupakan proses seleksi. Cara mereduksi data adalah dengan melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat, menggolong-golongkan ke pola-pola dengan membuat transkrip, penelitian untuk mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuat bagian yang tidak penting dan mengatur agar dapat ditarik kesimpulan. Data yang berasal dari hasil wawancara dengan subyek penelitian dan dokumentasi yang didapat akan diseleksi oleh peneliti. Kumpulan data akan dipilih dan dikategorikan sebagai data yang relevan dan data yang mentah. Data yang mentah dipilih kembali dan data yang relevan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian akan disiapkan untuk proses penyajian data. Penyajian Data (Data Displa. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan Agar sajian data tidak menyimpang dari pokok permasalahan maka sajian data dapat diwujudkan dalam bentuk matriks, grafis, jaringan atau bagan sebagai wadah panduan informasi tentang apa yang terjadi. Data disajikan sesuai dengan apa yang diteliti. Penarikan Kesimpulan (Conclusio. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Penarikan kesimpulan adalah usaha untuk mencari atau memahami makna, keteraturan pola-pola penjelasan, alur sebab akibat atau Kesimpulan yang ditarik segera diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali sambil melihat pemahaman yang lebih tepat. Selain itu juga dapat dilakukan dengan mendiskusikan. Hal tersebut dilakukan agar data yang diperoleh dan penafsiran terhadap data tersebut memiliki validitas sehingga kesimpulan yang ditarik menjadi kokoh (Burhan, 2. Gambar 2 Tahapan Model Analisis Interaktif Sumber: (Huberman, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini menggunakan teori Peran (Mintzberg, 1. mengingat hal ini merupakan menggeneralisasikan jawaban peneliti, maka semua jawaban yang dikemukakan oleh informan yang telah disesuaikan dengan teori (Mintzberg. Teori tersebut menjelaskan bahwa peran kepala desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah Di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong adalah dapat dilihat dari bentuk indikator peranan interpersonal kepala desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yaitu : Peran Sebagai Figure . Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, kepala desa di Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, berperan aktif sebagai figurehead dalam pengelolaan Kepala desa telah menginisiasi program-program penting seperti pengadaan sarana mobil, penyiapan lahan untuk tempat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pembuangan sementara, dan rencana daur ulang Meskipun beberapa program belum berjalan optimal karena keterbatasan dana, kepala desa tetap berkomitmen untuk menangani masalah sampah dan mendorong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tantangan yang ada, seperti pendanaan dan kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan, menunjukkan bahwa peran kepala desa sudah signifikan, namun masih memerlukan upaya lebih lanjut untuk mencapai pengelolaan sampah yang lebih Peran sebagai pemimpin . Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, kepala desa di Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, berperan dengan baik sebagai pemimpin . dalam pengelolaan sampah. Kepala desa telah memberikan arahan, dukungan, dan himbauan secara bertahap kepada tokoh masyarakat dan warga desa untuk memotivasi mereka dalam mengubah perilaku terkait pengelolaan sampah. Meskipun tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat masih ada, upaya kepala desa dalam melakukan koordinasi, pembinaan, dan sosialisasi telah membantu mendorong partisipasi warga dalam program gotong royong dan inisiatif pengelolaan sampah yang lebih Peran sebagai Pejabat Perantara (Liaso. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, kepala desa di Desa Lumbang. Kecamatan Muara Uya. Kabupaten Tabalong, telah berperan sebagai pejabat perantara . Kepala berkomunikasi dan bermusyawarah dengan staf desa serta tokoh masyarakat, seperti Ketua RT, untuk memastikan penanganan sampah di desa berjalan dengan baik. Upaya ini termasuk memberikan arahan langsung maupun tidak langsung kepada staf, menjalin hubungan baik dengan mereka meskipun ada kesibukan, serta melibatkan masyarakat dalam musyawarah pengelolaan sampah. Peran kepala desa dalam JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 membangun komunikasi yang baik di dalam dan di luar organisasi menunjukkan komitmen dalam mendukung pelaksanaan pengelolaan sampah yang lebih efektif di Desa Lumbang. Pembahasan Peran Kepala Desa dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong agar tercapai suatu kepastian objektif dalam mengukur hasil kinerja dalam penelitian ini maka parameter yang digunakan yaitu berdasarkan 3 . Indikator Peran Kepala Desa dari (Mintzberg, 1. yang terdiri dari peran sebagai figure . , peran sebagai pemimpin . dan peran sebagai penghubung . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan berikut : Peran Sebagai Figure . Mengutip dari teori (Mintzberg, 1. menyatakan bahwa peran sebagai figure adalah suatu peranan yang dilakukan untuk mewakili organisasi yang dipimpinnya di dalam setiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara Oleh karena itu hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan kepala desa saat mewakili masyarakat desa dalam menghadapi persoalan atau permasalahan mengenai pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya sehingga pengelolaan sampah bisa berjalan dengan baik dan dampak yang baik terhadap lingkungan desa. Dari penelitian ini, usaha yang dilakukan oleh kepala desa telah menjalankan beberapa program berupa menyiapkan sarana berupa mobil untuk sarana pengangkutan sampah menuju lahan penumpukan beserta biaya operasionalnya walau belum maksimal dan melakukan perencanaan program dalam penyiapan lahan dengan pembelian tanah untuk pembuangan sementara serta proses daur ulang sampah pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa Kepala desa telah berperan sebagai figure . dalam pelaksanaan pengelolaan Sampah di Desa ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Peran sebagai pemimpin . Mengutip dari teori (Mintzberg, 1. menyatakan bahwa peran sebagai pemimpin . adalah suatu peranan atasan bertindak sebagai pemimpin dalam melakukan fungsifungsi pokoknya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Kepala Desa pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya. Dalam penelitian ini. Kepala Desa memberikan arahan dan himbauan kepada tokoh masyarakat seperti Ketua RT Desa Lumbang segera memberikan arahan, dukungan serta himbauan terhadap masyarakat mengenai kesadaran dalam pentingnya pengelolaan sampah, meskipun hal tersebut telah dilakukan masih ada beberapa masyarakat belum memiliki kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik karena disebabkan kebiasaan masyarakat itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Kepala desa telah berperan sebagai pemimpin . dalam pelaksanaan pengelolaan Sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Peran sebagai Pejabat Perantara (Liaso. Mengutip dari teori (Mintzberg, 1. menyatakan bahwa peranan sebagai pejabat perantara (Liaso. bertujuan untuk mengetahui peranan Kepala Desa dalam berinteraksi dengan teman sejawat, staf dan orang-orang yang berada diluar organisasinya untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya. Dalam penelitian ini, peranan Kepala Desa bekomunikasi dan bermusyawarah dengan staf desa dan tokoh masyarakat seperti RT Lumbang untuk dapat mengarahkan masyarakat dalam JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 penanganan sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya. Dan juga melakukan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk menghemat biaya dan langkah awal dalam melakukan program pengelolaan sampah. Hal ini menunjukkan bahwa Kepala desa telah berperan sebagai pejabat perantara (Liaso. dalam pelaksanaan pengelolaan Sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Penelitian ini mendukung hasil yang dilakukan oleh (Herlina, 2. , (Ali, 2. , dan (Muchsin, 2. mengenai AuPeran Kepala Desa Dalam Pelaksanaan Pengelolaan SampahAy menekankan penting nya peran kepala desa dalam sosialisasi kepada masyarakat agar program Kurang nya kesadaran masyarakat dalam hal ini menyebabkan terhambat nya jalan program yang di lakukan oleh kepala desa. Dapat disimpulkan bahwa Peranan Kepala Desa dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong telah berperan aktif dalam pelaksanaan pengelolaan sampah di Desa tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Peranan Kepala Desa dalam Pelaksanaan Pengelolaan Sampah di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong sudah berperan. SARAN Bagi Kepala Desa Lumbang Diharapkan untuk selalu mengingatkan, memotivasi dan mempraktekkan kepada masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan Bagi Masyarakat Desa Lumbang Diharapkan untuk bias menjalankan dan menerima dengan terbuka masukan dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB motivasi dari Kepala Desa yang berhubungan dengan pengelolaan sampah agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan Nurdin. Metodologi Penelitian sosial. Surabaya : Media Sahabat Cendikia. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan agar peneliti selanjutnya untuk terus melanjutkan penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan mencarikan solusi untuk mengatasinya. Subagyo. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. DAFTAR PUSTAKA