JAEB Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Volume 14 Nomor 01. April 2025. Halaman 1-10 e-ISSN 2548-5326 p-ISSN 2252-4479 INTERNALISASI NILAI-NILAI SHIDDIQ. AMANAH. TABLIGH. DAN FATHONAH DALAM PRAKTIK AKUNTANSI BERBASIS ETIKA ISLAM Erika Ergi Diana1. Imam Sopingi2 1,2 Universitas Hasyim Asyari Jombang Surel: erikhaed014@gmail. ABSTRACT This article aims to examine conceptually and applicatively how the values of Shiddiq . Amanah . Tabligh . , and Fathonah . can be internalised in modern accounting practices. The method used is a literature study with a descriptive-qualitative approach, combined with a simulation of accounting case examples in sharia-based companies. The study results show that the application of prophetic values can strengthen the transparency of financial statements, prevent manipulation, and increase accountants' professional responsibility and intelligence in facing ethical dilemmas. The included practice simulation illustrates the accounting cycle from transactions to financial statements, while showing how each prophetic value provides a concrete moral framework in decision making. Keywords: Amanah. Fathonah. Professional Ethics. Shiddiq. Tabligh ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan aplikatif bagaimana nilainilai Shiddiq . Amanah . apat dipercay. Tabligh . , dan Fathonah . dapat diinternalisasikan dalam praktik akuntansi modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yang dikombinasikan dengan simulasi contoh kasus akuntansi pada perusahaan berbasis prinsip syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai profetik mampu memperkuat transparansi laporan keuangan, mencegah manipulasi, serta meningkatkan tanggung jawab dan kecerdasan profesional akuntan dalam menghadapi dilema etika. Simulasi praktik yang disertakan menggambarkan siklus akuntansi dari transaksi hingga laporan keuangan, sekaligus menunjukkan bagaimana setiap nilai profetik memberikan kerangka moral yang konkret dalam pengambilan keputusan. Kata kunci: Amanah. Etika Profesi. Fathonah. Shiddiq. Tabligh Tanggal Masuk 29 Juni 2024 Tanggal Revisi 17 Januari 2025 Tanggal Diterima 21 Maret 2025 Erika Ergi Diana. Imam Sopingi PENDAHULUAN Perkembangan dunia bisnis dan ekonomi dewasa ini telah menempatkan profesi akuntan sebagai aktor strategis dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas informasi Namun demikian, berbagai kasus pelanggaran etika dalam penyajian laporan keuangan seperti skandal Enron. WorldCom, dan Satyam, menjadi bukti nyata bahwa keahlian teknis saja tidak cukup untuk membangun kepercayaan publik. Ketika akuntan mengabaikan prinsip moral, maka potensi manipulasi laporan keuangan semakin besar dan berdampak sistemik pada stabilitas ekonomi (Purnomo, 2. Hal ini tidak hanya merugikan pemangku kepentingan secara langsung seperti investor, kreditur, dan pemegang saham, tetapi juga melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi keuangan dan sistem pasar secara keseluruhan. Penyimpangan etika profesi akuntansi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari penyajian laporan keuangan yang menyesatkan, kelalaian dalam pengungkapan risiko keuangan, hingga kolusi dengan manajemen untuk menyembunyikan kondisi keuangan perusahaan yang Ketiadaan nilai moral dalam praktik akuntansi menjadikan akuntan mudah terpengaruh oleh tekanan eksternal seperti tuntutan laba dari manajemen atau insentif pribadi yang bersifat jangka pendek. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menciptakan krisis keuangan yang luas akibat akumulasi informasi yang tidak valid sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Oleh karena itu, integritas moral dan etika yang berakar dari nilai spiritual, khususnya dalam konteks Islam, sangat diperlukan sebagai fondasi dalam membangun sistem akuntansi yang adil, jujur, dan Dalam konteks ini, etika profesi akuntansi menjadi komponen esensial. Amalia & Srimaya . menekankan pentingnya integrasi nilai etis dalam pendidikan akuntansi sejak dini agar lulusan akuntansi tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat. Di Indonesia, etika profesi akuntansi telah diatur melalui kode etik yang mencakup integritas, objektivitas, kompetensi profesional, kerahasiaan, dan perilaku profesional. Namun, untuk akuntan Muslim, etika profesi tidak hanya bersumber dari norma sekuler atau kelembagaan, melainkan juga dari ajaran agama Islam (Mais et al. , 2. Dalam Islam, etika atau akhlaq merupakan manifestasi keimanan dan ketundukan kepada Allah SWT. Rasulullah Muhammad SAW diutus dengan misi utama menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana sabdanya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (HR. Ahma. Oleh karena itu, dalam praktik akuntansi, seorang akuntan Muslim seharusnya menjadikan keteladanan Nabi sebagai landasan moral. Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki empat sifat utama: Shiddiq . Amanah . apat dipercay. Tabligh . enyampaikan kebenara. , dan Fathonah . Keempat sifat utama Nabi Muhammad SAW ini menjadi teladan moral bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam profesi akuntansi. Sifat Shiddiq mengajarkan pentingnya kejujuran dalam setiap penyajian informasi keuangan, dimana seorang akuntan dituntut untuk tidak memanipulasi data atau memberikan gambaran yang menyesatkan. Amanah menekankan tanggung jawab moral dalam menjaga kerahasiaan informasi dan menjalankan tugas profesional secara konsisten dan dapat Sifat Tabligh mendorong akuntan untuk bersikap transparan dan Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Internalisasi Nilai-Nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah dalam Praktik Akuntansi Berbasis Etika Islam komunikatif dalam menyampaikan informasi yang relevan kepada pemangku kepentingan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara tepat. Sementara itu. Fathonah mencerminkan kecerdasan intelektual dan emosional seorang akuntan dalam menganalisis data, memahami kompleksitas laporan keuangan, dan memberikan solusi yang tepat bagi entitas bisnis. Keempat sifat ini jika diinternalisasikan secara konsisten akan membentuk karakter akuntan yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga unggul secara etis dan spiritual, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi keadilan dan keberlanjutan sistem ekonomi (Amalia & Srimaya, 2. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara konseptual penerapan nilai-nilai profetik tersebut dalam praktik akuntansi. Tujuannya adalah untuk memperkuat paradigma etika profesi berbasis Islam serta mengembangkan pendekatan baru dalam praktik akuntansi yang tidak hanya bertumpu pada standar teknis tetapi juga pada dimensi spiritual dan moralitas Islam. Dengan demikian, profesi akuntan tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan teknis, tetapi juga sebagai ibadah dan amanah yang harus dijaga integritasnya. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah suatu seni untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mencatat transaksi, serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan, sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan atau suatu laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (Sumarsan. Akuntansi dapat didefinisikan dari berbagai aspek. Salah satu definisi yang umum dipergunakan untuk menjelaskan terminologi AuakuntansiAy adalah sebagaimana yang dikeluarkan oleh American Institute of Certified Public Accountant (AICPA, 2. bahwa AuAkuntansi adalah suatu seni tentang pencatatan, penggolongan, dan peringkasan, dengan cara yang informatif dan bentuk uang, transaksi atau kejadian keuangan perusahaan, dan interpretasi atas hasilnyaAu. Akuntansi berfungsi memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas aktivitas ekonomi suatu entitas. Informasi paling umum yang dihasilkan dalam proses akuntansi berwujud laporan Sifat Nabi Muhammad SAW A Shiddiq Kata shiddiq berasal dari bahasa Arab shadaqa/shidqan/shadiqan berarti benar, nyata, berkata benar. Shiddiq merupakan salah satu bentuk dari shighat mubalaghah dari kata shadaqa/shidqu sebagaimana kata dhihhik dan niththiq dengan makna sangat/selalu benar dalam ucapannya maupun dalam perbuatannya dan juga dalam membenarkan pada hal-hal gaibnya Allah SWT, dan membenarkan pada ayatayatNya, kitab-kitabNya dan utusan-utusanNya. Ashshidq bahasa arab artinya sifat jujur, berkata benar, suatu sifat yang diwajibkan bagi setiap muslim dan muslimat (Amalia & Srimaya, 2. JAEB. Vol. 14 No. April 2025 Erika Ergi Diana. Imam Sopingi Sikap jujur adalah bagian dari akhlak karimah. Kejujuran akan menghantarkan pemiliknya meraih derajat dan kehormatan yang tinggi, baik di mata Allah SWT maupun di mata sesama manusia. Kejujuran merupakan satu kata yang memiliki dimensi yang dapat menerangi, mengharumkan menyejukkan, dan rasa manis. Jujur sama juga dengan arti benar, dan ini adalah salah satu dari sifat Rasulullah SAW yang sudah masyhur. Mengutamakan memilih pengertian dari shiddiq yaitu mengatakan yang benar dan terang atau memberi kabar sesuai dengan kenyataan yang diketahui oleh pembicara dan tidak diketahui oleh orang lain (Syafitri et al. , 2. A Amanah Amanah berasal dari kata arab Aoamuna-yaAomunu-amAnatanAo berarti kondisi tenang dan tentram, karena terbebas dari bahaya dan bencana, atau tiada keraguan dan ketakutan akan terjadinya sesuatu yang buruk. Amanah juga berasal dari kata Aoamana-yamunu-amanatanAo berarti titipan . adAoa. yang terdiri dari unsur kepercayaan . azAha. , kejujuran . , ikhlas, janji atau kewajiban . afAA. , konsisten dan komitmen atas janji . sabAt Aoalal AoAhd. (Amalia & Srimaya, 2. Menurut Mandzur, amanah berdimensi, . ketaatan, . ibadah, . adAoa. , . , . dan keamanan. Amanah dapat juga dimaknai sebagai niat yang menjadi keyakinan seseorang, yang direfleksikan dengan lisan dan melaksanakan apa yang diwajibkan secara kongkrit dengan demikian Allah SWT memberikan kedamaian kepadanya. Amanah berarti juga sebagai kondisi dimana seseorang dapat menjelaskan dengan cermat . ransparan dan akuntabe. , suatu hal yang menjadi perdebatan di masyarakat, sehingga dapat mencegah adanya kekacauan dan perpecahan . ondisi menjadi tidak ama. dalam masyarakat (Pratama, 2. A Tabligh Tabligh berasal dari kata balagha-yuballighu-tablighan yang berarti menyampaikan. Tabligh adalah kata kerja transitif, yang berarti membuat seseorang sampai, menyampaikan, atau melaporkan, dalam arti menyampaikan sesuatu kepada orang Secara terminologi, tabligh adalah memberikan informasi yang benar, pengetahuan yang faktual, dan hakikat pasti yang bisa menolong dan membantu manusia untuk membentuk pendapat yang tepat dalam suatu kejadian atau dari berbagai kesulitan (Azis, 2. Nilai dasar tabligh adalah komunikatif, menjadi pelayanan bagi publik, bisa berkomunikasi secara efektif, memberikan contoh yang baik, dan bisa mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain. Nilai tabligh dalam bisnis . ermasuk dalam konteks akuntabilitas keuanga. diartikan sebagai kemampuan berkomunikasi dengan baik yang juga diterjemahkan dalam bahasa manajemen dengan supel, cerdas, deskripsi tugas, delegasi wewenang, kerja tim, cepat tanggap, koordinasi, kendali, dan supervisi. Secara bahasa, tabligh artinya menyampaikan. Kata ini juga bermakna mengajak sekaligus memberikan contoh untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tabligh mengharuskan apa yang disampaikan harus dengan hikmah, sabar, argumentatif, dan persuasif. Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Internalisasi Nilai-Nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah dalam Praktik Akuntansi Berbasis Etika Islam A Fathanah Fathanah merupakan sifat Rasul yang keempat, yaitu akalnya panjang sangat cerdas sebagai pemimpin yang selalu berwibawa (Basyir et al. , 2. Selain itu, seorang pemimpin juga harus memiliki emosi yang stabil, tidak gampang berubah dalam dua keadaan, baik itu di masa keemasan dan dalam keadaan terpuruk Menyelesaikan masalah dengan tangkas dan bijaksana. Sifat pemimpin adalah cerdas dan mengetahui dengan jelas apa akar permasalahan yang dia hadapi serta tindakan apa yang harus dia ambil untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada umat. Sang pemimpin harus mampu memahami betul apa saja bagian-bagian dalam sistem suatu organisasi/lembaga tersebut, kemudian ia menyelaraskan bagianbagian tersebut agar sesuai dengan strategi untuk mencapai sisi yang telah Fathanah dapat dipandang sebagai strategi hidup setiap muslim, karena untuk mencapai sang pencipta, seorang muslim harus mengoptimalkan segala potensi yang diberikan olehnya. Potensi paling berharga dan termahal yang hanya diberikan pada manusia adalah akal . METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka . ibrary researc. dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Kajian pustaka menurut adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka dan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan topik . kajian (Creswell & Creswell, 2. Data diperoleh dari literatur ilmiah seperti jurnal, buku teks, dan dokumen keislaman yang relevan, dan literatur yang terkait dengan praktik akuntansi yang sesuai dengan sifat nabi sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Proses analisis dilakukan dengan pendekatan tematik dan komparatif antara prinsip etika akuntansi konvensional dan nilai-nilai profetik Islam. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan kritik pustaka secara sistematis. HASIL DAN PEMBAHASAN Urgensi Etika Dalam Profesi Akuntan Etika merupakan komponen kunci dalam profesi akuntan karena pekerjaan akuntan melibatkan kepercayaan publik. Keputusan yang diambil oleh investor, kreditur, dan regulator sangat bergantung pada keakuratan dan kejujuran informasi Oleh karena itu, akuntan tidak hanya dituntut kompeten secara teknis tetapi juga memiliki moralitas tinggi. Integrasi Nilai Profetik Dalam Praktik Akuntansi Integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik akuntansi bukan hanya kebutuhan spiritual, tetapi juga relevan secara praktis. Keempat sifat profetik yang dibahas dapat diterapkan secara nyata dalam proses akuntansi, antara lain: JAEB. Vol. 14 No. April 2025 Erika Ergi Diana. Imam Sopingi A Shiddiq: Menolak keterlibatan dalam rekayasa laporan keuangan atau creative A Amanah: Menjaga kerahasiaan klien, tidak menyalahgunakan informasi untuk keuntungan pribadi. A Tabligh: Mengkomunikasikan risiko dan kelemahan dalam laporan secara terbuka kepada pemangku kepentingan. A Fathonah: Melakukan analisis dan audit berdasarkan pendekatan rasional dan evidence-based. Simulasi Praktik Akuntansi Berbasis Nilai Profetik Sebagai upaya untuk memperjelas integrasi nilai-nilai profetik dalam praktik akuntansi, berikut disajikan simulasi pencatatan transaksi dan proses akuntansi pada sebuah entitas bisnis fiktif bernama PT Amanah Sejahtera, yang bergerak di bidang jasa konsultan keuangan syariah. Simulasi ini mencakup seluruh siklus akuntansi dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sederhana, serta analisis etis berdasarkan nilai-nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah. Identifikasi Transaksi Ekonomi (Januari 2. Tanggal Transaksi 02 Januari Pemilik menyetor modal tunai sebesar Rp100. 03 Januari Membeli perlengkapan kantor . ertas, tinta printe. tunai Rp5. 05 Januari Membeli peralatan komputer secara kredit dari CV MegaTech Rp15. 10 Januari Menyediakan Rp25. 12 Januari Menyediakan jasa konsultasi secara kredit Rp20. 15 Januari Membayar gaji karyawan sebesar Rp10. 20 Januari Membayar utang kepada CV MegaTech sebesar Rp15. 25 Januari Menerima pembayaran atas piutang jasa sebesar Rp10. Pencatatan Jurnal Umum Tanggal Keterangan Debit 2 Jan Kas Modal 3 Jan Perlengkapan Kas 5 Jan Peralatan Utang Usaha 10 Jan Kas Pendapatan Jasa 12 Jan Piutang Usaha Pendapatan Jasa Kredit Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Internalisasi Nilai-Nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah dalam Praktik Akuntansi Berbasis Etika Islam 15 Jan Beban Gaji Kas 20 Jan Utang Usaha Kas 25 Jan Kas Piutang Usaha Buku Besar Akun (Ringkasa. Kas A Debit: 100. 000 = Rp. A Kredit: 5. 000 = Rp. A Saldo akhir: Rp. Perlengkapan: Rp. Peralatan: Rp. Piutang Usaha: Debit 20. Kredit 10. 000 Ie Saldo Rp. Utang Usaha: Kredit 15. Debit 15. 000 Ie Saldo Rp. Modal: Kredit Rp. Pendapatan Jasa: Kredit 25. 000 = Rp. Beban Gaji: Rp. Laporan Keuangan Sederhana (Per 31 Januari 2. Laporan Laba Rugi A Pendapatan: Rp. A Beban Gaji: Rp. A Laba Bersih: Rp. Neraca (Per 31 Januari 2. Aset Aset Jumlah (R. Kas Perlengkapan Peralatan Piutang Usaha Total Aset Liabilitas dan Ekuitas Kewajiban & Ekuitas Jumlah (R. Utang Usaha Modal Laba Ditahan Total JAEB. Vol. 14 No. April 2025 Erika Ergi Diana. Imam Sopingi Analisis Nilai Profetik Dalam Praktik Berikut adalah analisis Nilai Profetik dalam Praktik Akuntansi: A Shiddiq (Juju. : Semua transaksi dicatat secara objektif berdasarkan bukti transaksi yang sah seperti faktur, kwitansi, dan kontrak kerja. Tidak terdapat unsur manipulasi atau pengaburan informasi dalam pendapatan maupun pengeluaran, serta tidak ada tindakan creative accounting. Nilai ini memastikan integritas data keuangan dan menjaga kebenaran sebagai dasar pengambilan keputusan yang etis. A Amanah (Dapat Dipercay. : Akuntan menyimpan seluruh dokumen sumber secara aman, baik dalam bentuk fisik maupun digital, serta memastikan bahwa informasi tersebut hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki kewenangan. Kepercayaan klien dan pengguna laporan dijaga dengan menghindari kebocoran data serta tidak menggunakan informasi internal untuk kepentingan pribadi maupun pihak luar. A Tabligh (Transpara. : Laporan keuangan disusun dengan format yang jelas, lengkap, dan tepat waktu, serta dapat diakses oleh manajemen, investor, auditor, dan regulator sesuai dengan haknya. Tidak ada informasi penting yang disembunyikan, dan seluruh pengungkapan dilakukan secara jujur dan akurat. Praktik ini juga mencerminkan komunikasi akuntan yang baik dalam menjelaskan temuan audit atau penjelasan rasio keuangan. A Fathonah (Cerda. : Akuntan menggunakan data keuangan untuk melakukan analisis laba rugi, tren arus kas, dan rasio-rasio penting seperti current ratio dan debt to equity Berdasarkan analisis tersebut, akuntan menyusun strategi efisiensi biaya, proyeksi arus kas masa depan, dan perencanaan pajak. Nilai ini menunjukkan kecerdasan profesional akuntan dalam memahami kondisi internal perusahaan dan memberikan rekomendasi strategis yang realistis dan bertanggung jawab. Simulasi ini menunjukkan bahwa praktik akuntansi yang terinspirasi dari sifat profetik Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan secara operasional, bahkan pada entitas bisnis modern. Hal ini bukan hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga memberi dimensi spiritual dan tanggung jawab sosial yang kuat. Transaksi Januari 2025: 2 Januari: Modal disetor tunai oleh pemilik sebesar Rp100. 3 Januari: Pembelian perlengkapan kantor secara tunai sebesar Rp5. 5 Januari: Pembelian peralatan komputer secara kredit sebesar Rp15. 10 Januari: Penerimaan pendapatan jasa sebesar Rp25. 15 Januari: Pembayaran gaji karyawan sebesar Rp10. Pencatatan Jurnal Umum: Tanggal Keterangan Debit 2 Jan Kas Modal 3 Jan Perlengkapan Kas 5 Jan Peralatan Utang Usaha Kredit Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis Internalisasi Nilai-Nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah dalam Praktik Akuntansi Berbasis Etika Islam 10 Jan Kas Pendapatan Jasa 15 Jan Beban Gaji Kas Analisis Nilai Profetik: A Shiddiq (Juju. : Semua transaksi dicatat berdasarkan dokumen otentik seperti faktur, nota pembelian, kontrak, atau bukti transfer, tanpa rekayasa atau manipulasi. Hal ini mencerminkan kejujuran akuntan dalam menyajikan data yang apa adanya, sesuai dengan kenyataan ekonomi yang terjadi. A Amanah (Dapat Dipercay. : Setiap informasi keuangan disimpan secara aman, diakses hanya oleh pihak yang berwenang, dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Pengelolaan sistem keamanan data keuangan, termasuk penggunaan password, backup digital, dan kebijakan akses terbatas, diterapkan dengan A Tabligh (Menyampaikan Kebenara. : Laporan keuangan disusun secara transparan, lengkap, dan tepat waktu. Semua informasi relevan disampaikan kepada pemangku kepentingan termasuk pemilik, investor, auditor, dan otoritas pajak tanpa ditutupi. Penyampaian dilakukan secara profesional dan komunikatif agar dapat dipahami oleh non-akuntan sekalipun. A Fathonah (Cerda. : Akuntan atau manajer keuangan menggunakan kecerdasan analitis untuk membaca tren dari laporan keuangan, melakukan evaluasi performa, menyusun anggaran, dan merancang strategi operasional serta efisiensi biaya berdasarkan informasi yang tersedia. Pengambilan keputusan didasarkan pada pemahaman komprehensif, bukan asumsi atau spekulasi semata. Manajer keuangan menggunakan laporan ini untuk menyusun strategi operasional. SIMPULAN Nilai-nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah bukan hanya atribut pribadi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga merupakan panduan etik universal yang relevan dan dapat diimplementasikan secara praktis dalam dunia profesional, khususnya dalam bidang akuntansi. Shiddiq mengajarkan pentingnya kejujuran dalam pencatatan dan pelaporan keuangan, yang menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap profesi Amanah menekankan integritas serta tanggung jawab akuntan dalam menjaga kerahasiaan informasi dan menunaikan tugas profesional dengan penuh Tabligh mewajibkan transparansi dan keterbukaan dalam menyampaikan informasi keuangan kepada para pemangku kepentingan, sehingga keputusan yang diambil berbasis data yang benar dan adil. Sementara Fathonah mengajarkan kecerdasan intelektual dan kebijaksanaan dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memberikan solusi terhadap permasalahan keuangan yang kompleks. Internalisasi nilai-nilai profetik ini dalam praktik akuntansi tidak hanya memperkuat etika dan integritas profesi, tetapi juga menjadi bukti nyata kecintaan dan pengamalan ajaran Rasulullah SAW dalam konteks profesional modern. Dengan JAEB. Vol. 14 No. April 2025 Erika Ergi Diana. Imam Sopingi menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam setiap tindakan profesional, akuntan Muslim tidak hanya menjalankan tugasnya secara teknis, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian spiritual yang bermakna. Nilai-nilai Shiddiq. Amanah. Tabligh, dan Fathonah bukan hanya atribut pribadi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga panduan etik yang relevan dalam praktik akuntansi kontemporer. Internalisasi nilai-nilai ini dapat memperkuat integritas, tanggung jawab, dan transparansi dalam penyajian informasi Sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, akuntan muslim seharusnya menjadikan nilai-nilai profetik sebagai pedoman dalam setiap tindakan DAFTAR PUSTAKA