Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Pengembangan Sistem Manajemen Penyewaan TV Kabel Menggunakan Metode Scrum dengan Pendekatan Object Oriented Ahmad Nur Hidaya1. Alif Zaky Cakramusi Putra2. Damar Adji Sodikin3. Refido Arjunal Akmal4. Ahlijati Nuraminah5 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Ilmu Komputer ESQ1,2,3,4,5 h@students. id1, alif. c@students. s@students. a@students. id4, ahlijati. nuraminah@esqbs. AbstractAi PT Mandiri merupakan sebuah perusahaan penyedia jasa penyewaan TV kabel yang telah memiliki jumlah pelanggan besar. Saat ini pencatatan data pelanggan, penyewaan TV kabel maupun pembayaran dilakukan secara manual dengan mencatat dalam sebuah Pencatatan manual ini menyebabkan masalah salah satunya tidak tertagihnya pembayaran yang jatuh tempo karena pencatatan yang kurang baik. Jika hal ini dibiarkan terjadi maka potensi pendapatan perusahaan dapat berkurang, selain itu kepercataan pelanggan juga dapat menurun. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan suatu sistem untuk mengelola pencatatan data, baik data pelanggan, data penyewaan TV kabel, data pembayaran maupun data jatuh tempo langganan. Sistem ini diharapkan dapat membantu manajemen PT Mandiri mengelola keuangan dengan baik. Pengembangan sistem dilakukan dengan menggunakan metode Scrum dan pendekatan berorientasi objek untuk mengakomodasi kebutuhan sistem yang terus berubah dan kebutuhan maintenance yang lebih mudah di masa depan. Hasil implementasi sistem menunjukkan bahwa dari 16 fitur yang telah ditentukan, 12 fitur berhasil diselesaikan dengan baik sesuai dengan kebutuhan, sedangkan 4 fitur lainya akan dikembangkan pada rilis selanjutnya. Penggunaan metode Scrum dalam pengembangan sistem membantu tim menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan Dalam waktu pengembangan yang relatif singkat hanya selama 5 minggu, sistem sudah dapat diselesaikan dapat siap untuk digunakan. Index TermsAi Scrum, object oriented, sistem informasi, penyewaan TV kabel membantu manajemen PT Mandiri mengelola keuangan dengan baik. PENDAHULUAN PT Mandiri merupakan sebuah perusahaan penyedia jasa penyewaan TV kabel yang telah memiliki jumlah pelanggan besar. Saat ini pencatatan data pelanggan, penyewaan TV kabel maupun pembayaran dilakukan secara manual dengan mencatat dalam sebuah buku. Pencatatan manual ini menyebabkan masalah salah satunya tidak tertagihnya pembayaran yang jatuh tempo karena pencatatan yang kurang baik. Jika hal ini dibiarkan terjadi maka potensi pendapatan perusahaan dapat berkurang, selain itu kepercataan pelanggan juga dapat menurun. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan suatu sistem untuk mengelola pencatatan data, baik data pelanggan, data penyewaan TV kabel, data pembayaran maupun data jatuh tempo Sistem ini diharapkan dapat Pengembangan sistem harus disesuaikan dengan kebutuhan user. Perubahan kebutuhan user merupakan hal yang lumrah terjadi dan harus dapat diatasi dengan baik dalam pengembangan Agar dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan user dengan baik, maka diperlukan metode pengembangan sistem yang sesuai, salah satunya dengan melibatkan client dalam proses pengembangan . Salah satu metode pengembangan sistem yang dapat beradaptasi dengan perubahan dengan baik adalah Scrum. Penerapan Scrum dengan melibatkan client diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas dan merangkul perubahan sedini mungkin sehingga sistem yang dihasilkan dapat sesuai dengan harapan . Ahmad Nur Hidaya1. Alif Zaky Cakramusi Putra2. Damar Adji Sodikin3. Refido Arjunal Akmal4. Ahlijati Nuraminah5 Sistem diharapkan mampu untuk diperbarui sesuai kebutuhan di masa depan, sehingga harus dipilih pendekatan pengembangan sistem yang Pendekatan berorientasi objek memiliki kelebihan bahwa struktur sistem dibuat modular . dan praktek proses penggunaan kembali . yang baik sehingga memudahkan pengembangan dan perawatan . Penelitian sebelumnya telah mengembangkan sistem penyewaan TV kabel menggunakan metode Sistem Development Life Cycle (SDLC) . Sistem yang dihasilkan dapat membantu meningkatkan kinerja pegawai dalam melayani pelayanan pelanggan dengan lebih baik. Pendekatan digunakan adalah pendekatan terstruktur di mana sistem dibangun berdasarkan flow fungsi yang diharapkan . Pendekatan terstruktur memiliki kelemahan yaitu komponen yang tidak reusable serta kerumitan dalam maintenance . Metode SDLC juga mensyaratkan bahwa kebutuhan sistem sudah terdefinisi dengan baik sehingga perubahan terhadap kebutuhan diharapkan tidak terjadi . Sedangkan pada penelitian ini. Sistem diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan perkembangan Perusahaan, memungkinkan sistem mudah dikembangkan dan dimaintenance, serta menggunakan metode yang memungkinkan adanya perubahan terhadap spesifikasi sistem. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem manajemen penyewaan TV kabel dengan menerapkan pendekatan berorientasi objek untuk pengembangan dan metode Scrum untuk dapat menerima perubahan dengan lebih fleksibel. II. METODE PENGEMBANGAN Alur pengembangan sistem menggunakan metode Scrum seperti yang digambarkan pada Gambar 1. Gambar 1. Contoh gambar Metode Scrum yang ditampilkan pada Gambar 1 dijelaskan sebagai berikut Product Backlog Product backlog merupakan daftar kebutuhan sistem yang harus disusun menurut prioritas oleh Product Owner dan Tim Development. Product Backlog disusun pada awal mula proyek berlangsung. Product Backlog dibentuk dalam user story sederhana untuk memudahkan pengerjaan. Product backlog memuat informasi jenis product backlog, tingkat prioritas dan story point. Sprint Planning Setelah daftar Product Backlog ditentukan, kemudian dilaksanakan sprint planning untuk mengawali periode sprint. Sprint planning bertujuan untuk menentukan Sprint Goal yang ingin dicapai dan product backlog apa yang akan diselesaikan selama durasi satu Masing-masing anggota tim developer memilih product backlog item yang akan Pemilihan product backlog item ini berdasarkan pada tingkat kesulitan dan kemampuan developer dalam mengeksekusi fitur . Sprint Backlog Daftar product backlog item yang telah dipilih oleh tim developer pada Sprint Planning disebut Sprint backlog. Sprint backlog diharapkan dapat diselesaikan selama periode satu sprint. Setiap sprint backlog dipecah kembali menjadi beberapa task yang lebih kecil untuk mempermudah Scrum Team Tim Scrum terdiri atas Product Owner. Scrum Master dan Tim Developer. Product Owner bertanggung jawab menentukan prioritas nilai bisnis dari produk yang dikembangkan. Scrum Master memiliki tugas mengarahkan tim untuk dapat menerapkan nilai-nilai Scrum dan memastikan setiap agenda Scrum dapat berlangsung dengan efisien. Tim Developer bertugas mengembangkan sistem sesuai urutan prioritas yang ditentukan Product Owner. Penelitian ini terdiri atas 1 orang Product Owner, satu orang Scrum Master dan 3 orang tim developer. Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Daily Scrum Daily Scrum diadakan setiap hari selama 15 menit per hari untuk memantau progres dari pengerjaan sprint backlog yang sudah Setiap anggota tim menjawab 3 pertanyaan berikut sebagai bentuk komitmen yaitu AuApa yang sudah dilakukan kemarin?Ay. AuApa yang akan dikerjakan hari ini?Ay dan AuKendala seperti apa yang sedang dihadapi?Ay. Sprint Review Pada hari terakhir dari periode sprint, tim akan melakukan Sprint review dengan mengundang product owner, stakeholder dan seluruh anggota scrum. Sprint backlog yang telah diselesaikan selama satu periode sprint akan didemostrasikan oleh Developer team. Product owner menguji coba langsung fitur yang telah dikembangkan dan memberikan konfirmasi apakah fitur tersebut sudah sesuai atau masih memerlukan perbaikan lanjutan. Sprint Retrospective Setelah melakukan Sprint Review, anggota tim diberikan kesempatan kepada untuk refleksi terhadap sprint yang telah dilaksanakan, apa hal-hal baik yang dapat dipertahankan dan apa kekurangan yang dapat diperbaiki pada Sprint selanjutnya . Daftar product backlog yang telah disusun berdasarkan prioritas dapat dilihat pada Tabel 1. Sebagai admin dan staff saya ingin dapat login ke sistem Sebagai admin dan staff saya ingin dapat melihat data Sebagai admin dan staff saya ingin dapat menambahkan pelanggan baru Sebagai admin dan staff saya ingin dapat menghapus Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mengelola data Sebagai admin saya ingin dapat melihat tagihan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Sedang Tinggi Prioritas Story Point Tinggi Tinggi Sprint retrospective dilaksanakan setelah Sprint Review Meeting. Sprint retrospective dihadiri oleh product owner, stakeholder. Scrum Master dan tim developer. Secara umum Sprint memberikan masukan dan evaluasi bagi setiap anggota tim untuk memperbaiki performa pada Sprint berikutnya Tinggi Rancangan Class Diagram Rendah Sedang Tinggi Tabel 1. Product Backlog Story Point Pada Sprint Planning, tim developer menentukan product backlog item yang akan dikerjakan pada Sprint tersebut. Product Backlog Item yang telah dipilih akan di-breakdown menjadi beberapa task yang lebih kecil untuk mempermudah setiap anggota tim dalam Dari Sprint Backlog yang telah ditentukan, penyelesaian setiap task pada Sprint Ada beberapa backlog yang dapat diselesaikan dalam satu sprint, namun ada beberapa backlog yang harus di-carryover ke Sprint berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Product Backlog Item Sebagai admin saya ingin dapat menambah tagihan Sebagai admin saya ingin dapat melihat pembayaran Sebagai admin saya ingin Sebagai admin dan staff saya laporan pelanggan Sebagai admin dan staff saya laporan tagihan Sebagai admin dan staff saya laporan pembayaran Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mengubah profil Sebagai admin ingin dapat mengelola user Sebagai admin ingin dapat menambah user Sebagai admin dan staff saya ingin dapat logout dari Prioritas Sprint Planning. Review. Retrospective Product Backlog Product Backlog Item Struktur sistem yang dibangun menggunakan pendekatan berorientasi objek merupakanA . Rancangan struktur sistem digambarkan dengan class diagram. Ahmad Nur Hidaya1. Alif Zaky Cakramusi Putra2. Damar Adji Sodikin3. Refido Arjunal Akmal4. Ahlijati Nuraminah5 Sistem dirancang dengan tampilan untuk menonjolkan informasi utama data penyewaan TV Kabel. Pada halaman utama ditampilkan dashboard summary data pelanggan, tagihan, pembayaran dan laporan, seperti pada Gambar 5. Gambar 5. Halaman dashboard sistem Gambar 3. Class Diagram Halaman data tagihan digunakan oleh admin dan staff untuk mengelola tagihan penyewaan dari setiap pelanggan. Halaman ini menampilkan semua data tagihan dan tombol edit yang berguna untuk meng-update record pada masing-masing data serta tombol hapus untuk menghapus sebuah data dengan tampilan seperti pada Gambar 6. Hasil Implementasi Sistem Setelah melalui iterasi Sprint sebanyak 5 kali, sistem yang diharapkan dapat diselesaikan dengan baik. Halaman-halaman fitur yang selesai diimplementasikan antara lain halaman utama yang menampilkan dashboard, halaman data pelanggan, data tagihan, data pembayaran, laporan pelanggan, laporan data tagihan, laporan data pembayaran, manajemen user, ubah password, ubah profil, dan fitur login dan logout. Tampilan halaman utama sistem dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 6. Halaman data tagihan Pengujian Sistem Gambar 4. Halaman utama sistem Pada halaman ini terdapat logo perusahaan, nama sistem, dan form untuk login dengan input berupa username dan password. Pengujian sistem dilakukan menggunakan teknik black-box testing pada fungsionalitas sistem yang telah dibangun. Pengujian dilakukan secara bertahap sejak implementasi di masingmasing sprint yaitu dengan melakukan unit Pada saat sprint review meeting, dilakukan integration testing terhadap semua fitur yang sudah diimplementasikan pada sprint-sprint Pada sprint terakhir dilakukan system testing untuk menguji keseluruhan fitur yang telah dikembangkan. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4. Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Tabel 4. Hasil Pengujian Sistem Product Backlog Item Sebagai admin dan staff saya ingin dapat login ke sistem Sebagai admin dan staff saya ingin dapat melihat data Sebagai admin dan staff saya ingin dapat menambahkan pelanggan baru Sebagai admin dan staff saya ingin dapat menghapus Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mengelola data Sebagai admin saya ingin dapat melihat tagihan Sebagai admin saya ingin dapat menambah tagihan Sebagai admin saya ingin dapat melihat pembayaran Sebagai admin saya ingin dapat menambah Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mencetak laporan pelanggan Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mencetak laporan tagihan Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mencetak laporan pembayaran Sebagai admin dan staff saya ingin dapat mengubah profil Sebagai admin ingin dapat mengelola user Sebagai admin ingin dapat menambah user Sebagai admin dan staff saya ingin dapat logout dari IV. Prioritas Status Uji Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Tidak Dites Rendah Tidak Dites Rendah Tidak Dites Rendah Sedang Sedang Tinggi SIMPULAN Dari hasil implementasi dan pengujian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan berorientasi objek cukup membantu dalam pengembangan sistem yang bersifat modular, reusable dan mudah dalam Penggunaan metode Scrum dalam pengembangan sistem manajemen penyewaan TV kabel membantu tim menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam waktu pengembangan yang relatif singkat hanya selama 5 minggu, sistem sudah dapat diselesaikan dapat siap untuk digunakan. Pemilihan sprint backlog berdasarkan prioritas serta agenda daily scrum yang efektif membantu tim untuk dapat menghasilkan sistem yang yang sesuai kebutuhan. Selain itu keterbukaan dan saling membantu antar anggota tim dan kesempatan untuk terus mempelajari hal baru juga bisa didapatkan melalui penerapan metode Scrum. Untuk pengembangan selanjutnya, penelitian dapat dikembangkan dengan menerapkan framework sehingga sistem akan jauh lebih mudah dalam pengembangan. Selain itu dalam penerapan metode Scrum, dapat melibatkan product owner lebih banyak terutama dalam pemilihan desain dan tampilan yang diharapkan. Tidak Dites DAFTAR PUSTAKA Fitur yang berhasil diimplementasikan sebanyak 12, sedangkan fitur yang tidak diimplementasikan sebanyak 4 fitur dengan prioritas rendah. Hasil uji menunjukkan 100% atau seluruh fitur sudah sesuai dengan requirement sistem dan dapat digunakan dengan Hal ini menggambarkan bahwa pemanfaatan Scrum dalam implementasi cukup membantu tim menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan prioritas. Untuk fitur-fitur yang tidak diimplementasikan bukan berarti bahwa tim tidak berhasil menyelesaikan sesuai target, namun dalam pertimbangan mengenai prioritas fitur bersama dengan product owner dan ketersediaan waktu yang ada, sehingga diputuskan bahwa fitur akan diimplementasikan pada rilis berikutnya. Mgs. Firdaus. Indah, and Idris. AuPENERAPAN SCRUM AGILE DEVELOPMENT DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MONITORING MAHASISWA BIDIKMISI BERBASIS WEB (STUDI KASUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA),Ay Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Aplikasinya, vol. 4, 2016. Rizaldi. Setyohadi, and H. Riskiawan. AuImplementasi Metodologi SCRUM dalam Pengembangan Sistem Pembayaran Elektronik Pada Usaha Mikro Kecil Menengah,Ay Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dana BOPTN Tahun 2016, 2016. Aman and Suroso. AuPengembangan Sistem Informasi Wedding Organizer Menggunakan Pendekatan Sistem Berorientasi Objek Pada CV Pesta,Ay Jurnal Janitra Informatika dan Sistem Ahmad Nur Hidaya1. Alif Zaky Cakramusi Putra2. Damar Adji Sodikin3. Refido Arjunal Akmal4. Ahlijati Nuraminah5 Informasi, vol. 1, no. 1, pp. 47Ae60. Apr. 2021, doi: 10. 25008/janitra. Aziz. Fajar, and Afifah. AuIMPLEMENTASI PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK TERPADU UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI YANG TERINTEGRASI PADA PT. SAPTA KARYA,Ay Jurnal Ilmu Komputer KHARISMA TECH, vol. 15, no. 2, 2019. Rifqi Aufa Abdika and Z. Mukmin. AuPENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TV KABEL (STUDI KASUS: PT. INDRAGIRI VISION TERPADU),Ay 2019. Sutanti. Komaruddin. Damayanti, and P. Studi Sistem Informasi Metro. AuRANCANG BANGUN APLIKASI PERPUSTAKAAN