BIOLOVA Universitas Muhammadiyah Metro http://scholar. id/index. php/biolova/ DOI : History Article Received: Maret 2024 eISSN 2716-473X p ISSN 2716-4748 Approved: Juli 2025 Published: Agustus 2025 Meningkatkan Sikap Konservasi Menggunakan Bahan Ajar Modul Berbasis Potensi Lokal Pantai Tanjung Setia pada Siswa Kelas VII SMPN 13 Krui Melan Nurmaelani1 Muhfahroyin Muhfahroyin 2 Hening Widowati3 SMPN 13 Krui2,3 Universitas Muhammadiyah Metro melannurmaelani40@gmail. com, muhfahroyin@yahoo. com, hwummetro@gmail. Abstrak: Kurangnya pemahaman yang berkelanjutan tentang lingkungan hidup dapat mengakibatkan rendahnya tingkat kesadaran lingkungan. Peserta didik kurang termotivasi untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan karena tanpa pemahaman tentang masalah lingkungan dan konsekuensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia dapat meningkatkan sikap konservasi pada siswa kelas VII SMPN 13 Krui. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest and posttest non-equivalent control-group design. Hasil penelitian penerapan bahan ajar modul berbasis potensi lokal berpengaruh positif terhadap sikap konservasi siswa. Bahan ajar modul menggali dan memahami potensi lokal di sekitar siswa, lebih terhubung dengan lingkungan dan menyadari pentingnya pelestarian alam. Pendekatan ini efektif dalam membangun kesadaran akan tanggung jawab lingkungan, dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam. Oleh karena itu, penerapan bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia dapat dianggap sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan sikap konservasi siswa SMPN 13 Krui. Kata kunci: bahan ajar modul, potensi lokal, sikap konservasi Abstrack: A lack of sustainable understanding of the environment can result in low levels of environmental awareness. Students are less motivated to take responsible action towards environmental conservation because they do not understand environmental problems and their The aim of this research is to determine whether the implementation of module teaching materials based on the local potential of Tanjung Setia beach can improve conservation attitudes in class VII students at SMPN 13 Krui. The type of research used was a quasi experiment with a pretest and posttest non-equivalent control-group design. The results of research on the implementation of module teaching materials based on the local potential positively influenced students' conservation attitudes. The module's teaching materials explore and understand the local potential around students, become more connected to the environment and realize the importance of nature conservation. This approach is effective in building awareness of environmental responsibility, in creating a generation that cares about preserving natural resources. Therefore, the implementation of module teaching materials based on the local potential of Tanjung Setia beach can be considered an effective strategy in improving the conservation attitudes of SMPN 13 Krui students. Key word: conservation attitudes, local potential, module teaching materials How to Cite Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. Meningkatkan sikap konservasi menggunakan bahan ajar modul berbasis potensi lokal Pantai Tanjung Setia pada siswa kelas VII SMPN 13 Krui. Jurnal Biolova, 6. , 111-120. This is an open access article under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 Pendidikan lingkungan merupakan isu-isu yang semakin mendesak dalam konteks global saat ini. Pendidikan lingkungan merupakan metode pembelajaran yang bertujuan untuk mengenai permasalahan lingkungan yang terjadi di sekitar kita. Namun, di banyak institusi pendidikan, fokus utama dalam menyampaikan informasi mengenai isu-isu lingkungan cenderung terbatas pada aspek kognitif belaka. Akibatnya, pemahaman siswa tentang lingkungan sering kali hanya terbatas pada sekadar menghafal informasi tanpa pengalaman atau pemahaman mendalam yang sebenarnya (Surata, dkk. Ketidakpahaman individu terhadap lingkungan memiliki konsekuensi yang merugikan bagi lingkungan itu sendiri. Tanpa pemahaman yang memadai tentang isu-isu lingkungan, seseorang mungkin tidak menyadari pentingnya konservasi sumber daya alam, perlindungan ekosistem, atau praktik yang berkelanjutan (Landry, , 2. serta ketidakpahaman individu mengakibatkan kurangnya sikap peduli terhadap lingkungan (Milfont & Duckitt. Kombinasi nilai-nilai karakter yang memperkuat kesadaran dan kepedulian terhadap alam, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar (Triana. Widowati, & Achyani, 2. Di tingkat global, isu-isu lingkungan telah menjadi perhatian utama karena dampak-dampak serius yang mereka timbulkan misalnya semakin cepatnya hilangnya hutan dan keanekaragaman hayati juga menjadi isu yang memprihatinkan. Isu-isu penangkapan ikan berlebihan, kerusakan terumbu karang, dan hilangnya habitat satwa liar adalah tantangan besar yang memerlukan upaya konservasi yang kuat. Di seluruh dunia, tantangan ini menjadi semakin mendesak karena dampak negatif yang berdampak pada kehidupan manusia, ekonomi, dan ekosistem. Misalnya, deforestasi dapat menyebabkan tanah longsor, banjir, dan kehilangan habitat bagi Penangkapan berlebihan dapat mengancam ketahanan pangan global dan menyebabkan penurunan populasi ikan yang signifikan. Hilangnya terumbu karang berdampak pada industri pariwisata dan keragaman hayati laut. Kesadaran pentingnya konservasi lingkungan adalah bagian penting dari Konservasi lingkungan mencakup tindakan untuk melindungi dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan ekosistem. Tindakan konservasi adalah langkah-langkah yang diambil oleh individu untuk mengelola area konservasi dengan tujuan memberikan manfaat dan menjaga kelangsungan hidup bagi semua bentuk kehidupan (Indrawan, , 2. Definisi tindakan konservasi upaya-upaya pemeliharaan, praktik pemanfaatan yang berkelanjutan, dan kegiatan restorasi (Maknun, 2. Pantai Tanjung Setia, sebagai sumber keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, terancam oleh aktivitas manusia, seperti pembuangan sampah, perburuan ikan yang berlebihan, dan perusakan habitat alami. Kurangnya pemahaman tentang urgensi menjaga lingkungan, karena kurangnya pendidikan yang terfokus pada potensi lokal dan perlunya menjaga ekosistem pantai. Kurikulum pendidikan belum memberikan penekanan yang memadai pada materimateri konservasi yang berkaitan dengan lingkungan lokal, seperti Pantai Tanjung Setia, sehingga siswa belum terpapar secara memadai pada isu-isu lingkungan yang Selain itu, keterbatasan sumber belajar seperti buku teks dan materi ajar lainnya yang mencakup isu-isu konservasi dan potensi lokal menjadi kendala dalam memberikan pemahaman yang holistik kepada siswa. Dalam konteks ini, masalah sampah plastik menjadi tantangan besar 112 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 yang perlu diatasi, karena tingginya tingkat konsumsi plastik dan minimnya kesadaran lingkungan laut. Kurangnya partisipasi dari komunitas lokal, termasuk siswa dan sekolah, juga menjadi hambatan dalam upaya pelestarian lingkungan. Implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia di siswa kelas VII SMPN 13 Krui merupakan upaya memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih memahami mengembangkan sikap konservasi yang positif, dan secara efektif berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan dan ekosistem yang sangat berharga ini. Memulai upaya konservasi dari tingkat lokal merupakan langkah yang krusial dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pantai secara global. Ini tidak hanya menciptakan dampak positif secara langsung pada lingkungan setempat, tetapi juga berkontribusi pada upaya yang lebih besar untuk melindungi dan memelihara ekosistem pantai untuk generasi yang akan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia dalam meningkatkan sikap konservasi pada siswa kelas VII SMPN 13 Krui. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keberlangsungan lingkungan di sekitar mereka, khususnya terkait dengan potensi lokal Pantai Tanjung Setia. SMPN 13 Krui. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII di SMPN 13 Krui, dengan dua kelas dipilih secara acak sebagai kelompok kontrol dan kelompok Sedangkan pengumpulan data menggunakan angket. Sebelum kelompok diuji menggunakan kuesioner terkait sikap konservasi sebagai pretest. Kelompok eksperimen kemudian menerima modul berbasis potensi lokal sebagai bahan ajar tambahan, sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Setelah intervensi selesai, kedua kelompok diuji kembali menggunakan kuesioner yang sama sebagai posttest untuk mengukur perubahan sikap konservasi. Data pretest dan posttest dari kedua kelompok dianalisis untuk menilai perbedaan dalam perubahan sikap konservasi. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teknik statistik uji t-test guna perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok yang diamati. Penelitian ini memiliki batasan-batasan tertentu, seperti batasan geografis pada siswa kelas VII di SMPN 13 Krui dan batasan waktu Namun, studi ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang dampak penggunaan modul berbasis potensi lokal terhadap sikap konservasi siswa. HASIL Uji Normalitas Uji normalitas merupakan suatu metode statistik yang digunakan untuk menentukan apakah suatu data berasal dari distribusi normal atau tidak. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas METODE Studi ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest and non-equivalent control-group design untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia dalam meningkatkan sikap konservasi pada siswa kelas VII Kelas KolmogorovSmirnova Pretest Eksperimen ,141 ,148 Tes Posttes Konservatif t Eksperimen ,158 ,061 113 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 Pretest Kontrol ,119 Posttes t Kontrol ,092 ,200* ,200* Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov mengacu pada nilai signifikansi (Sig. dapat dilihat bahwa untuk semua kelas dan kondisi (Pretest Eksperimen. Posttest Eksperimen. Pretest Kontrol, dan Posttest Kontro. , nilai Sig. pada Shapiro-Wilk lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data pada masing-masing kondisi menunjukkan distribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk menguji apakah varians dari dua atau lebih kelompok data memiliki kesamaan. Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Lavene Statistic 0,488 berdasarkan bukti statistik yang diperoleh dari sampel. Uji Hipotesis ini menjawab rumusan masalah tentang pengaruh implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat sebagai upaya meningkatkan sikap konservasi siswa SMPN 13 Krui. Tabel 3. Hasil Uji Paired Samples Statistics Pretes Esperimen Pair 1 Posttest Eksperimen Pretest Kontrol Pair 2 Posttest Kontrol 9,41 9,41 8,17 2,41 Std Deviation td. Error Mean ,941 ,039 ,469 ,220 Hasil uji homogenitas varians menggunakan uji Lavene, diperoleh nilai statistik Lavene sebesar 0,488 dengan derajat kebebasan df1 = 1 dan df2 = 56, serta nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,488. Dalam hal ini, hasil uji Lavene menunjukkan bahwa varians antara kelompok-kelompok data tidak berbeda secara signifikan, sehingga homogenitas varians dapat dianggap terpenuhi. Karena nilai signifikansi (Sig. ) pada uji Lavene lebih besar dari 0,05, maka dapat kelompok-kelompok tersebut homogen, sehingga memenuhi prasyarat untuk melakukan analisis statistik selanjutnya. Uji Hipotesis Uji hipotesis adalah prosedur statistik yang digunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan tentang populasi berdasarkan data sampel yang Tujuan utama dari uji hipotesis adalah untuk membuat keputusan atau kesimpulan tentang hipotesis yang diuji. Analisis data menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan rata-rata skor sikap konservasi dari pretest ke posttest di eksperimen maupun kelompok kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi yang diberikan memiliki pengaruh positif terhadap sikap konservasi, meskipun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk tersebut secara lebih mendalam. Selain itu, standar deviasi yang relatif seragam di antara kedua kelompok menunjukkan bahwa variasi dalam skor sikap konservasi tidak berbeda secara signifikan di antara keduanya. Hal ini menyarankan bahwa faktor-faktor lain mungkin juga berperan dalam perubahan sikap konservasi, yang memerlukan analisis lebih lanjut untuk dipahami secara Akan tetapi, hasil analisis awal menunjukkan potensi positif dari intervensi terhadap sikap konservasi, namun penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna memahami dinamika yang berkelanjutan efek intervensi tersebut. 114 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 Tabel 4. Hasil Correlations Uji Paired Pretes Esperimen & Posttest Eksperimen Pretest Kontrol & Posttest Kontrol Samples N C orrelation ig. 2 0, ,000 2 0, ,000 Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. ) dari korelasi antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol adalah 0,000, menunjukkan bahwa berkorelasi secara Korelasi yang tinggi dan signifikan ini mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara skor pada pretest dan skor pada posttest, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok Berdasarkan hasil ini, dapat memperoleh skor tinggi pada pretest cenderung juga akan memperoleh skor tinggi pada posttest, dan sebaliknya. Ini menunjukkan adanya konsistensi dalam peningkatan atau penurunan skor antara dua waktu pengukuran tersebut. Tabel 5. Hasil Uji Paired Samples Test Paired Differences T d Sig. Mea Std. Std. n Deviati Err Confidenc on or e Interval Me of the an Differenc Low Upp er er Pretes Esperim 2 0,00 10,0 2,449 10,9 9,06 21,9 Posttest 32 8 85 Eksperi Pretest Pa Kontrol 0,7 2 0,00 ir 4,24 4,163 5,82 2,65 5,48 2 Posttest 1 Kontrol Nilai signifikansi (Sig. ) dari uji-t tersebut adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol signifikan secara statistik. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kedua kelompok, eksperimen dan kontrol. Perubahan ini menunjukkan efek dari intervensi atau perlakuan yang diberikan terhadap sikap Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat sebagai upaya meningkatkan sikap konservasi siswa SMPN 13 Krui. PEMBAHASAN Nilai signifikansi (Sig. ) dari uji-t tersebut adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa perbedaan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol signifikan secara statistik. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kedua kelompok, eksperimen dan kontrol. Perubahan ini menunjukkan efek dari intervensi atau perlakuan yang diberikan terhadap sikap konservasi peserta didik. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. ) dari uji-t antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol adalah 0,000, yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara Dengan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kedua kelompok, baik kelompok eksperimen maupun kelompok Interpretasi ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan pada kelompok eksperimen memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan skor dari pretest ke posttest. Demikian pula, perubahan skor dari pretest ke posttest pada 115 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 kelompok kontrol juga menunjukkan perbedaan yang signifikan, meskipun kelompok ini tidak menerima intervensi. Penting untuk dicatat bahwa nilai signifikansi yang sangat rendah . menunjukkan bahwa perbedaan antara skor pretest dan posttest tidak terjadi secara menunjukkan adanya perbedaan antara kedua waktu pengukuran tersebut. Ini menunjukkan keberhasilan intervensi dalam menghasilkan perubahan yang signifikan dalam sikap atau perilaku yang diukur, yang merupakan temuan penting dalam konteks penelitian ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat sebagai upaya meningkatkan sikap konservasi siswa SMPN 13 Krui. Hasil ini konsisten dengan teoriteori yang mendukung efektivitas intervensi dalam mengubah sikap dan perilaku siswa. Senada Khusniati . menjelaskan pembelajaran yang diperoleh dari lingkungan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan rasa cinta terhadap alam di sekitarnya. Peningkatan sikap konservasi siswa dapat dipahami sebagai hasil dari pengalaman belajar yang menyeluruh, yang melibatkan penerimaan informasi baru, refleksi, dan nilai-nilai (Ormrod, 2. Implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat juga sesuai dengan pendekatan pembelajaran berbasis konteks, di mana pembelajaran terkait erat dengan situasi dan konteks nyata siswa (Banks, 2. Selanjutnya Muhfahroyin & Oka . bahan ajar secara kontekstual sangat berperan dalam memfasilitasi peserta didik untuk memahami konsep dan prinsip sains Memiliki pemahaman yang kuat dalam bidang sains akan membekali peserta didik dengan keterampilan yang diperlukan untuk sehari-hari. Guru menggunakan bahan ajar tersebut sebagai sumber belajar yang efektif, dengan salah pembelajaran yang berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya konservasi lingkungan secara umum, tetapi juga secara khusus memahami pentingnya menjaga potensi lingkungan di sekitar Muhfahroyin & Oka . menjelaskan bahwa peserta didik diberikan kesempatan untuk mengaitkan konsepkonsep biologi dengan fenomena alam yang mereka temui sehari-hari. Hal ini tidak hanya membuat materi menjadi lebih relevan, tetapi juga meningkatkan motivasi dan ketertarikan peserta didik terhadap Pemahaman antara konsep biologi dan lingkungan mengembangkan tingkatan berpikir yang runtut, bukan sekadar menghafal informasi Peserta didik diajak untuk mengumpulkan data, dan melakukan eksperimen, yang semuanya merupakan bagian integral dari proses ilmiah. Selain itu, pengenalan kondisi nyata di lingkungan juga membantu dalam pengembangan keterampilan proses sains peserta didik, seperti menyusun hipotesis, merancang eksperimen, dan mengevaluasi Dengan demikian, pembelajaran biologi yang kontekstual tidak hanya mengajarkan fakta-fakta biologi, tetapi juga membantu peserta didik memahami konsep-konsep tersebut secara mendalam, relevan, dan praktis dalam kehidupan sehari-hari, keterampilan proses sains mereka untuk menghadapi tantangan lingkungan masa Hasil penelitian ini memberikan bukti tambahan untuk keberhasilan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan 116 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 Menurut Lamasai & Puadi . penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran biologi memberikan sejumlah manfaat yang signifikan bagi peserta didik. Peserta didik dapat melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan materi pelajaran di ekosistem, atau fenomena alam tertentu. Melalui pengamatan langsung ini, peserta didik dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan konkret tentang konsep-konsep biologi yang peserta didik pelajari di kelas. Kemudian, peserta didik memiliki kesempatan untuk membuktikan dan menerapkan teori atau konsep yang telah peserta didik pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melihat bagaimana konsep-konsep biologi beroperasi dalam lingkungan nyata. Peserta didik dapat mengenali relevansi dan pentingnya pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengamatan langsung di lingkungan, peserta didik juga dapat menghubungkan antara teori yang mereka pelajari di sekolah dengan kenyataan yang peserta didik alami sehari-hari. Hal ini membantu peserta didik dalam memperkuat pemahaman tentang konsep-konsep biologi dan melihat bagaimana teori tersebut berlaku dalam konteks dunia nyata Model pembelajaran biologi yang kontekstual memiliki potensi besar untuk mendorong peserta didik membangun konsep dengan cara yang relevan dan terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Dengan melibatkan aspek-aspek kehidupan sehari-hari peserta didik, model ini untuk melihat keterkaitan antara konsep-konsep biologi dengan pengalaman pribadi. Selain itu, model pembelajaran ini juga memanfaatkan alam sekitar, lingkungan, dan potensi lokal. Peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitar, seperti mengamati keanekaragaman hayati atau bahkan melakukan penelitian tentang masalah lingkungan yang relevan di komunitas mereka (Putri, & Ramli, 2. Sehingga biologi yang kontekstual tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep-konsep biologi, tetapi juga membantu mengembangkan kemampuan literasi sains. Peserta didik belajar untuk menghubungkan teori dengan pengalaman praktis, mengembangkan keterampilan pengamatan dan analisis, serta memahami pentingnya ilmu pengetahuan dalam pemecahan masalah sehari-hari. Peserta didik menjadi lebih terampil dalam memahami, menafsirkan, dan berpartisipasi dalam diskusi tentang isu-isu ilmiah yang relevan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat secara luas. Pembelajaran berbasis inkuiri telah terbukti sebagai metode yang sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah peserta didik. Melalui pendekatan ini, peserta didik secara aktif terlibat dalam proses belajar, dari bertanya, menyelidiki, hingga menyusun Selain pembelajaran inkuiri sering kali terhubung dengan konteks nyata atau masalah dunia nyata, sehingga relevansi dan makna pembelajaran menjadi lebih jelas bagi peserta didik. Pembelajaran inkuiri tidak hanya meningkatkan prestasi belajar, tetapi juga membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan Dengan pembelajaran berbasis inkuiri bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk menjadi pembelajar yang aktif, kritis, dan mandiri dalam ilmu (Erlina. Widowati. Sujarwanta, 2. Selain itu, temuan ini juga konsisten dengan penelitian sebelumnya yang pembelajaran yang kontekstual dan meningkatkan efektivitas pembelajaran (Hartini & Trapsilasiwi, 2. Perangkat pembelajaran biologi berbasis potensi lokal merupakan pendekatan yang efektif untuk memberikan pendidikan konservasi kepada 117 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 peserta didik. Penggunaan potensi lokal, seperti keanekaragaman hayati, ekosistem, dan masalah lingkungan yang ada di sekitar area tempat tinggal peserta didik, perangkat pembelajaran menjadi lebih relevan, bermakna, dan berdampak langsung pada peserta didik (Kahar & Fadhilah, 2. Sehingga perangkat pembelajaran biologi berbasis potensi lokal efektif dalam memberikan pendidikan konservasi kepada peserta didik karena relevansinya dengan lingkungan, pengalaman langsung yang diberikan, penguatan sikap konservasi, dan pemberdayaan komunitas lokal. Ini semua membantu peserta didik untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan hidup dan menjadi agen perubahan yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Desain pembelajaran menjadi daya tarik peserta didik dalam mempelajarinya. Fenomena di mana peserta didik lebih tertarik membaca buku yang bergambar terang dibandingkan buku pelajaran adalah sesuatu yang wajar dan dapat dimengerti. Gambar-gambar cerah dan menarik memiliki daya tarik visual yang membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik perhatian peserta didik. Ketika peserta didik merasa tertarik dan terinspirasi oleh gambargambar yang peserta didik lihat akan membaca dan belajar. Modul pembelajaran yang memiliki alur isi yang runtun berurutan serta gambargambar yang cerah, menarik, dan mudah diingat akan menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Alur isi yang runtun membantu peserta didik untuk memahami materi sementara gambar-gambar yang cerah dan menarik memberikan dukungan visual yang kuat, memperjelas konsepkonsep yang diajarkan, dan memicu daya ingat peserta didik (Susilawati & Muhfahroyin, 2. Hal ini sesuai dengan penelitian Leksono. Rustaman, & Redjeki . bahwa pendidikan karakter berbasis lingkungan merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam upaya pengembangan konservasi selama proses pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan akademis, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan perilaku yang positif terkait dengan konservasi lingkungan, memberikan kontribusi yang berharga dalam pemahaman kita tentang strategi pendidikan yang efektif dalam Pendidikan lingkungan merupakan pendekatan yang efektif dalam pengembangan konservasi selama proses pendidikan. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membangun sikap, nilai, dan perilaku yang KESIMPULAN Implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia konservasi siswa. Bahan ajar modul tersebut mengeksplorasi dan memahami potensi lokal di sekitar siswa, dengan demikian siswa menjadi lebih terhubung dengan lingkungan dan menyadari nilai Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membangun kesadaran akan tanggung jawab terhadap lingkungan, yang merupakan aspek kunci dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap pelestarian sumber daya alam. Oleh karena itu, implementasi bahan ajar modul berbasis potensi lokal pantai Tanjung Setia dapat dianggap sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan sikap konservasi siswa SMPN 13 Krui, serta memberikan kontribusi yang berharga dalam upaya pelestarian lingkungan secara keseluruhan. 118 | Nurmaelani. Muhfahroyin, & Widowati. MeningkatkanA BIOLOVA VOL. 6 NO 2, 15 Agustus 2025 SARAN Saran