Jurnal Tarbiyah. Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Vol 10 No. 01 Januari-Juni 2026 http://jurnal. id/index. php/tarbiyah Relevansi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun Terhadap Prinsip-Prinsip Teknologi Pembelajaran Modern Alfin Nuris SaAoadah1. Muhammad Umar Faruq2. Fanny Apriyaldi Andrean3. Sita Acetylena4 Universitas Al Qolam Malang Email: alfinnurissaadah25@pasca. mumarfaruq25@pasca. fannyandrean10@gmail. sita@alqolam. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana teori pendidikan Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah memengaruhi standar teknologi pembelajaran kontemporer. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, yang merupakan jenis penelitian kepustakaan. Data primer berasal dari kitab Muqaddimah, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan penelitian yang berkaitan dengan teknologi pembelajaran kontemporer dan pendidikan Islam. Analisis isi digunakan dalam teknik analisis data untuk menemukan hubungan konseptual antara pemikiran Ibnu Khaldun dan metode pembelajaran digital kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan tentang tadarruj . embelajaran bertaha. , learning by doing, dan perhatian terhadap kondisi siswa memiliki hubungan dengan prinsip pembelajaran interaktif, pembelajaran berpusat pada siswa, dan personalisasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain memiliki nilai historis, pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun memberikan kontribusi konseptual untuk pengembangan metode pembelajaran modern yang lebih humanis dan efisien. Kata Kunci: Ibnu Khaldun. Muqaddimah, teknologi pembelajaran, pendidikan Islam, pembelajaran modern. Abstract: This study looks at how modern learning technology standards are influenced by Ibn Khaldun's educational ideas found in the Muqaddimah. One kind of library research methodology used in this study is qualitative. The Muqaddimah provides primary data, while books, journals, and studies on Islamic education and modern learning technologies provide secondary data. The data analysis technique uses content analysis to identify conceptual connections between Ibn Khaldun's ideas and modern digital learning approaches. The study's findings demonstrate how interactive learning, student-centered learning, and technology-based personalized learning are connected to the concepts of tadarruj . radual learnin. , learning by doing, and attention to student conditions. Ibn Khaldun's educational philosophy has historical significance as well as conceptual contributions to the creation of more effective and humanistic contemporary teaching techniques. Keyword: Ibn Khaldun. Muqaddimah, educational technology. Islamic education, and contemporary education. Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Juni 2026. Hal. PENDAHULUAN Dunia pendidikan saat ini yaitu di era digital mengalami transformasi signifikan sejalan dengan perkembangan teknologi. Pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan suatu bangsa, namun menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi pendidik dan peserta didik. Inovasi dalam teknologi pendidikan, seperti pembelajaran berbasis digital, kecerdasan buatan, dan platform e-learning. Dunia pendidikan telah diubah oleh teknologi dengan berbagai inovasi yang meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi membuat pembelajaran lebih interaktif, adaptif, dan dapat disesuaikan. Akses ke sumber pendidikan yang luas, termasuk e-book, jurnal online, video instruksional, dan platform pembelajaran daring yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, merupakan keuntungan utama (Juneva et al. , 2. Implementasi inovasi digital di lembaga pendidikan telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Di era Industri 4. 0, inovasi pendidikan digital telah membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran dan hasil belajar. Berbagai teknologi digital, seperti pendidikan elektronik, realitas virtual (VR), kecerdasan buatan (AI), dan sistem manajemen pembelajaran (LMS), telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa, keterampilan praktis, dan kemampuan berpikir kritis mereka (Dewi Pratistiningsih et al. , 2. Pendidikan Islam dipahami sebagai proses penyempurnaan diri menuju insan kamil, yakni manusia yang seimbang secara intelektual, emosional, dan spiritual, serta pengembangan karakter, spiritualitas, dan potensi manusia secara keseluruhan. Pendidikan Islam saat ini harus lebih fleksibel dan responsif terhadap arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Tidak hanya harus mengajarkan ajaran normatif, tetapi juga mengajarkan siswa keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, bekerja sama, kreatif, dan menggunakan teknologi (Konita Lupiah et al. , 2. Ibnu Khaldun menganggap pendidikan pengajaran sebagai keahlian. Oleh karena itu. Ibnu Khaldun menanggapi dan merekonstruksi metodologi pendidikan yang tidak formal pada masanya. Berulang . dan hafalan . adalah teknik yang biasa digunakan pada masanya. Kedua teknik ini menimbulkan gejala verbalistik dan membeo atau hanya meniru kata-kata orang lain tanpa memahaminya (Nova Saputra et al. , 2. Menurut kurikulum pendidikan Ibnu Khaldun, fokus kurikulum tetap pada materi yang diajarkan guru, baik dari studi buku tradisional maupun materi terbatas yang dipelajari Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura SaAoadah. Relevansi Pemikiran Pendidikan A siswa di setiap jenjang pendidikan. Menurutnya. Al-Qur'an berfungsi sebagai dasar pembelajaran untuk masa depan, karena pemahaman Al-Qur'an merupakan bagian dari pembentukan keyakinan terhadap ajaran Islam. Ibnu Khaldun mengembangkan berbagai teori tentang belajar dan metode mengajar. Konsep malakah didefinisikan sebagai hasil belajar yang tertanam dalam jiwa manusia dari pengalaman belajar berulang. Selain itu, teori pengenalan umum menekankan betapa pentingnya bagi siswa untuk memahami prinsip atau aturan yang mendasari pengalaman akademik mereka (Akmal Hadi & Silfia Hanani, 2. Sangat menarik bahwa Ibnu Khaldun . 2Ae1406 M) dalam karya besarnya. Muqaddimah, telah menetapkan prinsip-prinsip pedagogis yang sangat progresif jauh sebelum terminologi teknologi pendidikan modern muncul. Dalam kitab terjemahan Masturi Irham dkk. Ibnu Khaldun secara kritis mengkritik praktik pendidikan di masanya dan menyarankan metode alternatif yang menekankan aspek psikologis, bertahap . , dan Prinsip-prinsip desain instruksional modern memiliki kemiripan mekanis dengan gagasan Khaldun tentang bagaimana pengetahuan ditransfer dan bagaimana "malakah", atau keahlian, dibentuk (Al-Allamah Abdurrahman, 2. Pemikiran tentang pendidikan Ibnu Khaldun, yang telah berkembang selama lebih dari enam abad, masih sangat relevan dengan kemajuan metode pembelajaran kontemporer. Untuk memberikan pijakan filosofis untuk pengembangan teknologi pembelajaran agar tidak hanya canggih secara teknis tetapi juga metodologis sesuai dengan kebutuhan manusia untuk belajar, penting untuk menyelidiki relevansi ini. Selama beberapa tahun terakhir, penelitian tentang pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun lebih banyak berkonsentrasi pada unsur-unsur filsafat pendidikan Islam, pembentukan karakter, dan konsep sosial kemasyarakatan dalam pendidikan. Namun, ada sedikit penelitian yang secara khusus menyelidiki ide-ide pendidikan Ibnu Khaldun dan hubungannya dengan prinsip-prinsip pedagogi modern. Meskipun demikian, kemajuan dalam mempertimbangkan bukan hanya kecanggihan teknologi tetapi juga aspek psikologis dan humanistik peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini meneliti bagaimana pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah berhubungan dengan konsep-konsep teknologi pembelajaran kontemporer seperti pembelajaran berpusat pada siswa, pembelajaran interaktif, dan personalisasi pembelajaran (Dewi Fitriyani, 2. Tidak banyak penelitian yang memeriksa pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah dari perspektif sosiologi atau sejarah murni. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemikirannya tentang pendidikan dalam kitabnya Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Juni 2026. Hal. berkontribusi pada prinsip-prinsip teknologi pembelajaran kontemporer (Ginting et al. , 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah memengaruhi prinsip-prinsip teknologi pembelajaran kontemporer, khususnya pembelajaran berpusat pada siswa, pembelajaran interaktif, dan personalisasi Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis kepada praktisi pendidikan untuk membantu mereka membuat konten dan lingkungan belajar digital yang lebih manusiawi dan efisien. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Penelitian kepustakaan merupakan metode penelitian yang memanfaatkan berbagai sumber literatur sebagai data utama, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan objek kajian (Sugiyono, 2. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada analisis konseptual terhadap pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah serta relevansinya dengan prinsip-prinsip teknologi pembelajaran modern. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian diarahkan untuk memahami, menafsirkan, dan mendeskripsikan konsep-konsep pendidikan Ibnu Khaldun secara mendalam dalam konteks perkembangan pendidikan era digital. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer penelitian adalah kitab Muqaddimah karya Ibnu Khaldun yang menjadi rujukan utama dalam mengkaji konsep pendidikan Islam klasik (Khaldun, n. Adapun sumber sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung seperti buku pendidikan Islam, buku teknologi pembelajaran modern, jurnal ilmiah nasional maupun internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara mengidentifikasi, membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan data-data yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dan teknologi pembelajaran modern. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi . ontent analysi. , yaitu menganalisis data secara sistematis untuk menemukan hubungan konseptual antara pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dengan prinsip-prinsip teknologi pembelajaran modern (Anwar. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menitikberatkan pada proses interpretasi terhadap konsep-konsep seperti tadarruj . embelajaran bertaha. , learning by doing, peran lingkungan belajar, serta kesesuaian materi dengan perkembangan peserta didik Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura SaAoadah. Relevansi Pemikiran Pendidikan A yang kemudian dikaji relevansinya dengan konsep student-centered learning, pembelajaran digital interaktif, dan personalisasi pembelajaran dalam teknologi pendidikan modern. PEMBAHASAN Ibnu Khaldun","Tokoh pemikir Islam klasik" merupakan salah satu tokoh pendidikan Islam yang memberikan perhatian besar terhadap proses pembentukan manusia melalui Dalam kitab Muqaddimah. Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, akhlak, dan kemampuan intelektual peserta didik (Maulidiyah SaAoadah & SaAoidah, 2. Menurutnya, proses pendidikan harus dilakukan secara bertahap . sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik agar materi yang diberikan dapat dipahami secara optimal (Khaldun, 2004. Pendekatan bertahap tersebut menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun telah memahami pentingnya aspek psikologis dalam pembelajaran jauh sebelum munculnya teori pendidikan modern. Menurut Ibnu Khaldun, proses pengajaran harus dimulai dari hal-hal yang lebih sederhana menuju hal-hal yang lebih kompleks (Bilal Abdullah et al. , 2. Dalam Muqaddimah dijelaskan bahwa siswa tidak boleh diberikan materi yang sulit secara langsung karena hal itu dapat menyebabkan mereka bingung dan sulit memahaminya (Al-Allamah Abdurrahman, 2011, hlm. Konsep ini menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun telah memahami betapa pentingnya bagi siswa untuk siap mental untuk menerima pembelajaran (Nadir et al. , 2. Fokus utama penelitian ini tetap pada konsep pendidikan dalam kitab Muqaddimah, sedangkan teori pembelajaran modern berfungsi sebagai alat komparatif untuk menunjukkan bagaimana nilai dan prinsip pendidikan Ibnu Khaldun selaras dengan pendidikan modern. Dengan kata lain, teori pembelajaran modern tidak digunakan untuk menggantikan pemikiran Ibnu Khaldun dalam pendidikan, melainkan digunakan sebagai pisau analisis untuk melihat bagaimana ide-idenya relevan dengan pendidikan modern. Ada kesamaan epistemologis antara teori scaffolding dan prinsip tadarruj yang dikemukakan Ibnu Khaldun dalam pendidikan kontemporer. Kedua menekankan bahwa proses pembelajaran harus dimulai secara bertahap sesuai dengan perkembangan kognitif Dengan demikian, pemikiran Ibnu Khaldun tidak hanya bersifat historis, tetapi juga substantif dalam pengembangan desain pembelajaran digital yang efektif. Prinsip-prinsip ini diwujudkan dalam konteks teknologi pembelajaran modern melalui sistem pembelajaran adaptif dan levelisasi materi pada platform digital. Ide ini ditunjukkan dalam LMS kontemporer melalui fitur levelisasi materi dan pembelajaran adaptif. Selain konsep tadarruj. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Juni 2026. Hal. Ibnu Khaldun juga menolak metode pembelajaran yang terlalu menekankan hafalan tanpa Ia berpendapat bahwa metode pengajaran yang keras dan memaksa dapat menghambat perkembangan intelektual peserta didik (Khaldun, 2004. A Selain itu. Ibnu Khaldun mengkritik pendekatan pendidikan yang terlalu keras terhadap siswa. Menurutnya, pendidikan yang dilakukan dengan terlalu banyak tekanan dapat merusak otak, menghilangkan kreativitas, dan membuat siswa kehilangan semangat untuk belajar. Konsep ini terkait dengan metode pembelajaran kontemporer yang menempatkan siswa sebagai subjek utama pembelajaran secara humanis. Oleh karena itu, proses pembelajaran seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami ilmu secara Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Ibnu Khaldun lebih mengutamakan pemahaman konseptual dibanding sekadar penguasaan hafalan. Pemikiran lain yang cukup relevan dalam konteks pendidikan modern adalah konsep learning by doing (Endriana et al. Ibnu Khaldun menegaskan bahwa pengalaman dan praktik memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan belajar (Tafsir, 2. Peserta didik tidak cukup hanya menerima teori, tetapi juga perlu terlibat secara langsung dalam praktik pembelajaran agar ilmu yang diperoleh menjadi lebih bermakna. Teori John Dewey tentang pendidikan progresif, yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar, terkait dengan konsep learning by doing yang dikembangkan oleh Ibnu Khaldun. Meskipun keduanya berasal dari lingkungan sejarah yang berbeda, keduanya berpendapat bahwa pengetahuan harus dibangun melalui pengalaman dan praktik hidup, bukan melalui hafalan. Kesamaan ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun tentang pendidikan sangat progresif dan melampaui zamannya (Ansurullah et al. , 2. Selain itu. Ibnu Khaldun juga menekankan pentingnya lingkungan sosial dalam proses Lingkungan yang baik akan membantu perkembangan intelektual dan moral peserta didik, sedangkan lingkungan yang buruk dapat menghambat perkembangan kepribadian mereka. Analisis Prinsip Teknologi Pembelajaran Modern Teknologi pembelajaran modern merupakan suatu pendekatan pendidikan yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai inovasi pendidikan seperti e-learning, learning management system (LMS), virtual classroom, dan penggunaan kecerdasan buatan . rtificial intelligenc. dalam pembelajaran. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura SaAoadah. Relevansi Pemikiran Pendidikan A Menurut Rusman, teknologi pembelajaran bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih efektif, efisien, interaktif, dan fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik (Rusman, 2. Salah satu prinsip utama dalam teknologi pembelajaran modern adalah studentcentered learning, yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam pendekatan ini, peserta didik diberikan kesempatan lebih luas untuk aktif mencari informasi, berdiskusi, mengeksplorasi materi, dan membangun pengetahuan secara mandiri (Rusman, 2. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan berfungsi sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Prinsip ini menunjukkan adanya perubahan paradigma pendidikan dari model konvensional menuju model pembelajaran partisipatif. Selain itu, teknologi pembelajaran modern juga menekankan pentingnya interaktivitas dan personalisasi pembelajaran. Penggunaan media digital memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih komunikatif melalui video interaktif, simulasi virtual, kuis daring, dan forum diskusi digital. Personalisasi pembelajaran memungkinkan peserta didik memperoleh materi sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Di samping itu, teknologi pembelajaran modern memberikan kemudahan akses terhadap sumber belajar kapan saja dan di mana saja tanpa dibatasi ruang dan waktu (Dewi Pratistiningsih et al. , 2. Relevansi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun terhadap Teknologi Pembelajaran Modern Pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun memiliki relevansi yang kuat dengan prinsipprinsip teknologi pembelajaran modern. Konsep tadarruj yang dikemukakan Ibnu Khaldun sejalan dengan sistem pembelajaran digital yang disusun secara bertahap berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik. Dalam platform pembelajaran modern, materi pembelajaran umumnya disusun mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan agar peserta didik dapat memahami materi secara sistematis. Dengan demikian, konsep pendidikan bertahap yang dikemukakan Ibnu Khaldun masih sangat relevan diterapkan dalam pengembangan teknologi pendidikan masa kini (Akmal Hadi & Silfia Hanani, 2. Selain itu, ada hubungan antara teori tekanan kognitif dalam pembelajaran kontemporer dan gagasan Ibnu Khaldun tentang larangan memberikan pelajaran yang terlalu sulit kepada siswa. Menurut teori ini, beban kognitif yang berlebihan dapat mengganggu pemahaman siswa. Prinsip-prinsip ini diterapkan dalam teknologi pembelajaran digital melalui penyederhanaan tampilan konten, pembagian pembelajaran, dan penyusunan konten secara bertahap untuk memastikan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang paling efektif (Afifah Nur Azizah, 2. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Juni 2026. Hal. Konsep learning by doing yang dikemukakan Ibnu Khaldun juga memiliki hubungan erat dengan penggunaan media interaktif dalam pembelajaran modern. Teknologi pendidikan saat ini menyediakan berbagai sarana pembelajaran berbasis praktik seperti simulasi digital, laboratorium virtual, dan pembelajaran berbasis proyek . roject based learnin. Melalui teknologi tersebut, peserta didik dapat belajar melalui pengalaman langsung sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan aplikatif (Umi Maslichah, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Khaldun telah memiliki kesesuaian dengan pendekatan pendidikan modern yang menekankan pembelajaran aktif (Fahlevi, 2. Di sisi lain, gagasan Ibnu Khaldun mengenai pentingnya memperhatikan kondisi peserta didik juga relevan dengan konsep personalisasi pembelajaran dalam teknologi pendidikan modern. Sistem pembelajaran digital saat ini memungkinkan guru menyesuaikan materi, metode, dan media pembelajaran berdasarkan kemampuan peserta didik (Efendi & Riau, 2. Dengan demikian, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing. Berdasarkan analisis tersebut, dapat dipahami bahwa pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan pendidikan berbasis teknologi di era digital. SIMPULAN Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa ide-ide pendidikan Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah memiliki korelasi yang kuat dengan dasar-dasar metode pembelajaran kontemporer. Konsep tadarruj, yang menekankan pembelajaran bertahap, berfungsi dengan baik dalam sistem pembelajaran digital yang dirancang berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Selain itu, gagasan pembelajaran melalui tindakan terkait dengan penggunaan media interaktif dan pembelajaran berbasis praktik dalam teknologi pendidikan Konsep personalisasi pembelajaran dan pembelajaran berpusat pada siswa sesuai dengan pemikiran Ibnu Khaldun tentang pentingnya mempertimbangkan kondisi dan kemampuan siswa. Oleh karena itu, pemikiran tentang pendidikan Ibnu Khaldun tidak hanya memiliki nilai historis dalam sejarah pendidikan Islam, tetapi juga dapat berfungsi sebagai landasan filosofis untuk membangun teknologi pembelajaran yang efektif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di era komputer dan internet. Studi ini menunjukkan bahwa pemikiran tentang pendidikan Islam klasik tidak hanya bersifat historis dan statis. mereka masih relevan untuk menyelesaikan masalah pendidikan Oleh karena itu, menggabungkan prinsip-prinsip pendidikan Islam dengan kemajuan Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura SaAoadah. Relevansi Pemikiran Pendidikan A teknologi pembelajaran dapat menjadi alternatif untuk membangun sistem pendidikan digital yang lebih manusiawi, responsif, dan berfokus pada pertumbuhan siswa. DAFTAR PUSTAKA