Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 01. Januari 2025 pp. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Open Access: https://wiyatamandala. e-journal. id/JBA Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Ineke1 Viriany2* 1,2 Universitas Tarumanagara INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan: 14-11-24 Revisi: 22-11-24 Penerimaan: 30-11-24 Kata Kunci: Struktur Modal. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Nilai Perusahaan Keywords: Capital Structure. Firm Size. Profitability. Firm Value DOI: 52859/jba. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji capital structure, dan firm size berpengaruh terhadap firm value dengan profitability sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Sampel yang terpilih sebanyak 23 perusahaan dengan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan Eviews 12 dan Microsoft Excel 2021. Berdasarkan hasil penelitian uji-t, capital structure berpengaruh positif dan signifikan terhadap firm value, sedangkan firm size berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap firm value, lalu profitability sebagai variabel moderasi tidak dapat memperkuat hubungan antara capital structure dan firm size terhadap firm value ABSTRACT The purpose of this study was to examine the capital structure, and firm size effect on firm value with profitability as a moderating variable in non-cyclical sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2023 period. The selected sample was 23 companies using the purposive sampling method. Data analysis using Eviews 12 and Microsoft Excel 2021. Based on the results of the t-test result, capital structure has a positive and significant effect on firm value, while firm size has a negative and insignificant effect on firm value, then profitability as a moderating variable cannot strengthen the relationship between capital structure and firm size on firm value. PENDAHULUAN Pada era globalisasi ekonomi yang semakin kompetitif, setiap perusahaan dituntut harus meningkatkan daya saingnya, karena semakin tingginya persaingan dalam negeri maupun internasional. Manajemen perusahaan akan dituntut untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan serta memperoleh laba yang tinggi dari kegiatan operasional. Walaupun semakin tahun persaingan bisnis semakin ketat, terdapat sektor perusahaan yang memiliki hubungan relatif kecil dengan pertumbuhan ekonomi, yaitu sektor konsumen primer . onsumer non-cyclical. Sektor yang mencakup kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti makanan, dan minuman, merupakan sektor yang mampu bertahan dalam situasi dan krisis apapun, karena produk makanan dan minuman tersebut merupakan kebutuhan pokok Menurut Dewi . sektor konsumen primer merupakan sektor industri yang akan mengalami pertumbuhan sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan. Sehingga dengan bertumbuhnya tingkat pendapatan masyarakat maka akan meningkatkan jumlah kebutuhannya terhadap consumer non-cyclicals. Karena sifatnya yang tidak terpengaruh oleh siklus ekonomi, sektor ini biasanya memiliki pendapatan dan laba yang lebih stabil dan dari sudut pandang investor, investor cenderung menganggap sektor ini sebagai "safe haven" dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Hal ini menarik untuk diteliti karena melihat bagaimana stabilitas tersebut berkontribusi pada nilai perusahaan, terutama dalam jangka panjang. Tujuan utama perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya adalah untuk memaksimalkan kemakmuran para pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Nilai perusahaan dianggap penting karena akan mencerminkan kinerja perusahaan sehingga dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan (Rai Prastuti & Merta Sudiartha, 2. Nilai perusahaan dapat tercermin dari harga saham yang stabil dan dalam jangka panjang juga mengalami peningkatan, semakin tinggi nilai saham maka semakin tinggi juga nilai perusahaan tersebut. Pengukuran nilai perusahaan dapat dilakukan dengan * Penulis Korespondensi: Ineke | ineke. 125210069@stu. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 banyak metode, salah satunya PBV (Price to Book Valu. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa PBV merupakan rasio yang membandingkan harga saham dengan nilai buku per lembar saham perusahaan, apabila nilai PBV yang semakin tinggi maka semakin besar pula tingkat kemakmuran dari pemegang saham, sehingga perusahaan dikatakan telah mencapai salah satu tujuannya. Banyak faktor yang dapat memengaruhi nilai perusahaan, diantaranya adalah struktur modal, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. Dalam struktur modal, penggunaan utang dapat meningkatkan Return on Equity (ROE) jika perusahaan dapat menghasilkan return yang lebih tinggi daripada biaya utang. Hal ini dapat meningkatkan nilai perusahaan di mata investor. Menurut Brigham dan Houston . , struktur modal merupakan kombinasi hutang, saham preferen, dan common equity yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan dalam struktur keuangan jangka panjang. Dalam meneliti struktur modal dalam penelitian ini menggunakan rasio Debt to Equity Rasio (DER) sebagai variabel independen. DER akan menghitung nilai hutang dengan ekuitas, semakin tinggi nilai DER maka semakin besar juga risiko yang harus ditanggung perusahaan, selanjutnya akan mempengaruhi tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan dan hal tersebut akan mempengaruhi nilai perusahaan. Faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah ukuran perusahaan. Pada perusahaan besar biasanya memiliki akses yang lebih baik ke pasar modal dan dapat memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan perusahaan kecil. Akses ini dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk berinvestasi dan tumbuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Menurut Hirdinis. , ukuran perusahaan dapat diukur dengan total aktiva, jumlah karyawan, jumlah penjualan, dan sebagainya, yang menunjukan seberapa besar perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan dianggap dapat memengaruhi nilai perusahaan, karena pada umumnya semakin besar ukuran perusahaan, maka semakin banyak investor yang akan menaruh perhatian kepada perusahaan tersebut. Pada penelitian ini ukuran perusahaan dapat dihitung dari total assets yang dimiliki perusahaan, ukuran perusahaan akan diukur menggunakan proksi Fsize. Selanjutnya dalam penelitian ini, profitabilitas digunakan sebagai variabel moderasi untuk mengkaji lebih dalam pengaruh hubungan antara struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas adalah rasio yang mencerminkan efektivitas manajemen dalam menghasilkan laba dari penjualan dan investasi. Salah satu indikator profitabilitas yang sering digunakan adalah Return on Equity (ROE). ROE adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih sebagai pengembalian bagi investor yang telah menanamkan modalnya di perusahaan. Tingkat profitabilitas yang tinggi akan menarik investor untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Hal ini akan mendukung kelangsungan hidup dari perusahaan, karena semakin banyak modal yang tersedia, maka semakin besar potensi perusahaan untuk berkembang yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Banyak penelitian terdahulu yang meneliti faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan. Namun hasil penelitian tersebut ditemukan banyak ketidakkonsistenan hasil antara satu sama lain. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. TELAAH LITERATUR Signaling Theory. Teori ini diperkenalkan pertama kali oleh Ross . , yang didasari pada asumsi adanya asimetri informasi dimana manajemen perusahaan memiliki akses informasi yang lebih baik terkait kondisi saat ini dan prospek masa depan perusahaan daripada yang dapat diketahui oleh investor dari informasi publik. Menurut Brigham & Houston . , mengatakan bahwa pada faktanya manajer mempunyai informasi yang lebih baik daripada investor dari luar perusahaan. Tujuannya adalah untuk meyakinkan investor bahwa perusahaan memiliki prospek yang positif. Contoh sinyal yang dapat digunakan meliputi laporan keuanga, pengumuman ekspansi bisnis, pembayaran dividen, investasi dalam riset dan pengembangan, dan Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Trade-off Theory. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Modigliani dan Miller . dan menjelaskan keseimbangan antara biaya dan manfaat penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan. Teori ini berasumsi bahwa utang memberikan manfaat pajak yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai perusahaan hingga mencapai tingkat optimal. Pada titik ini, manfaat dari utang, seperti penghematan pajak dan peningkatan aliran pendapatan ke investor, seimbang dengan pengorbanan yang timbul, termasuk biaya kesulitan keuangan yang meningkat seiring bertambahnya utang. Jika jumlah utang melebihi batas optimal, nilai perusahaan atau harga saham akan menurun karena risiko kebangkrutan menjadi lebih besar (Brigham & Houston, 2. Dengan demikian, teori ini menjelaskan mengapa perusahaan tetap menggunakan utang meskipun menghadapi risiko, yaitu untuk mencapai struktur modal yang optimal dan memaksimalkan nilai pasar perusahaan. Hubungan Struktur Modal terhadap Firm Value. Bagi setiap perusahaan, keputusan dalam menentukan sumber pendanaan adalah hal yang penting, karena hal tersebut akan memengaruhi struktur keuangan perusahaan yang juga akan memengaruhi kinerja Sebagian perusahaan akan lebih memilih untuk menggunakan hutang yang dirasa lebih aman dibandingkan dengan penerbitan saham baru. Struktur modal mencerminkan proporsi pendanaan ekuitas dan hutang perusahaan. Semakin tinggi proporsi hutang, semakin besar beban tetap dan kewajiban pembayaran yang harus ditanggung perusahaan, meningkatkan risiko kebangkrutan. Namun, penggunaan hutang yang dikelola secara efektif dapat meningkatkan kepercayaan kreditor dan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor dan kreditor. Struktur modal yang diukur dengan DER akan membandingkan antara total utang dan modal, dimana DER dapat menunjukkan tingkat risiko dari suatu perusahaan. Semakin tinggi rasio DER, akan semakin tinggi pula risiko yang akan terjadi dalam perusahaan karenapendanaan perusahaan dari unsur utang lebih besar daripada modal sendirinya (Kartika, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hirdinis. Agus . Seno. , struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Caroline & Wijaya . Mahanani. , struktur modal berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Deme, et al. Listyawati. Attamami. , mengatakan bahwa struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai Maka dikembangkan hipotesis penelitian sebagai berikut: Ha1: Struktur Modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hubungan Ukuran Perusahaan terhadap Firm Value. Menurut Brigham dan Houston . , ukuran perusahaan merupakan ukuran besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat ditunjukan melalui total aktiva, total penjualan, total laba, beban pajak, dan lainnya. Perusahaan besar dapat mendorong pasar untuk membayar lebih, karena investor percaya bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Perusahaan dengan total aset besar cenderung memiliki arus kas yang stabil dan dianggap memiliki prospek jangka panjang yang baik. Mereka lebih dipercaya untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar dan mampu menghasilkan laba lebih besar dibandingkan perusahaan dengan total aset kecil. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan menggunakan proksi size. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mahanani. Harahap. , dan Firda. ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun, pada penelitian Hirdinis. Caroline & Wijaya . Attamami. , mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Lalu, pada penelitian yang dilakukan oleh Deme, et al. Seno. Fernandes & Wijaya . , ukuran perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Maka dikembangkan hipotesis penelitian sebagai berikut: Ha2: Ukuran Perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hubungan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi terhadap Firm Value. Menurut Wahlen. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba, yang akan mempengaruhi nilai perusahaan. Investor sangat tertarik dengan profitabilitas untuk menilai seberapa baik manajer menggunakan modal yang telah mereka investasikan dalam perusahaan untuk ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 menghasilkan pengembalian investasi. Profitabilitas dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan, dimana peningkatan kerja akan berkontribusi pada peningkatan tingkat pengembalian bagi investor. Pada suatu perusahaan, tanpa adanya laba, perusahaan akan mengalami kesulitan untuk menarik minat dari calon investor untuk berinvestasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu fokus pada upaya meningkatkan Profitabilitas juga memberikan informasi kepada investor mengenai pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini, proksi yang digunakan untuk mengukur nilai profitabilitas adalah ROE (Return on Equit. , yang dihitung sebagai rasio antara total laba dan total ekuitas. ROE sebagai indikator profitabilitas dapat dianalisis berdasarkan nilainya. semakin tinggi angka ROE, semakin tinggi pula tingkat pengembalian investasi. Sebaliknya, nilai ROE yang rendah menunjukkan tingkat pengembalian investasi yang rendah. Pada penelitian yang dilakukan oleh Margono . Attamami. , . Harahap. Profitabilitas berpengaruh signifikan dan positif terhadap Firm Value. Sehingga berdasarkan penelitian terdahulu, peneliti mencoba untuk menempatkan profitabilitas (ROE) sebagai variabel moderasi, untuk mengetahui apakah profitabilitas dapat atau tidak dapat memoderasi pengaruh pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Dari penelitian yang dilakukan oleh Deme, et al. Profitabilitas sebagai variabel moderasi dapat memoderasi hubungan antara struktur modal dengan nilai perusahaan, tetapi profitabilitas tidak dapat memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dengan nilai Pada penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno . Profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan antara pertumbuhan perusahaan dan strukutr modal dengan nilai perusahaan. Lalu, pada penelitian yang dilakukan oleh Fernandes & Wijaya . Profitabilitas mampu memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dengan nilai perusahaan, tetapi profitabilitas tidak mampu untuk memoderasi hubungan antara leverage dengan nilai perusahaan. Maka berikut ini adalah rumusan hipotesis atas profitabilitas: Ha3: Profitabilitas dapat memoderasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan. Ha4: Profitabilitas dapat memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Capital Structure (X. Ha1 Firm Value (Y) Ha2 Firm Size (X. Ha3 Ha4 Profitability (Z) Gambar 1 Kerangka Pemikiran METODE Pada penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sektor konsumen primer . onsumer non-cyclial. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2023. Pada periode 2021-2023, dapat memberikan akses ke data yang relevan dan terkini mengenai kinerja perusahaan, termasuk laporan Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 keuangan, nilai pasar, dan indikator lainnya. Data yang lebih baru dapat memberikan analisis yang lebih akurat dan relevan. Dalam pengambilan sampel digunakan proses pengumpulam data kuantitatif dan data panel yang merupakan gabungan dari data time series dan data cross section, jumlah seluruh data sampel yang valid adalah sebanyak 23 perusahaan. Penelitian ini juga dibantu dalam pengolahan datanya menggunakan software Eviews 12, karena data dalam penelitian ini merupakan data panel . abungan dari data time series dan data cross sectio. , sehingga digunakannya software Eviews yang mampu untuk mengolah data panel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta pengaruh variabel moderasi. Dimana variabel independen meliputi struktur modal, dan ukuran perusahaan, variabel dependen merupakan nilai perusahaan, dan variabel moderasi adalah profitabilitas. Kriteria dalam pemilihan sampel adalah sebagai berikut, . Perusahaan sektor consumer non-cyclical yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2023. Perusahaan sektor consumer non-cyclical yang tidak Initial Public Offering (IPO) dan Delisting yang terdaftar di Bursa Efek Indonesias selama periode 2021-2023. Perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang laporan keuangannya menggunakan Rupiah (IDR) selama tahun 2021-2023. Perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang konsistem menyajikan laporan keuangan dan laporan tahunan per tanggal 31 Desember selama periode Setelah dilakukannya kriteria tersebut, terdapat 83 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Lalu dilakukannya eliminasi sampel penelitian, terdapat 23 perusahaan yang memenuhi kriteria. Sehingga diperoleh data sebanyak 69 yang akan digunakan sebagai sampel. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Firm Value yang diproksikan dengan PBV (Price to Book Valu. PBV (Price to Book Valu. adalah rasio yang akan digunakan untuk mengukur nilai perusahaan dengan membandingkan harga saham perusahaan dengan nilai buku perusahaan. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur modal, yang diproksikan dengan menggunakan DER (Debt to Equity Rasi. Rasio DER akan mengukur tingkat penggunaan hutang oleh perusahaan dalam mendanai aktivitasnya, dengan membandingkan total utang terhadap total ekuitas yang Variabel independen selanjutnya adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini menggunakan total aset. Sehingga diproksikan dengan nilai logaritma natural dari total aset. Variabel moderasi adalah variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel moderasi pada penelitian ini adalah profitabilitas. Profitabilitas akan diproksikan menggunakan ROE (Return on Equit. Rasio ROE akan menunjukkan efisiensi penggunaan ekuitas perusahaan untuk menghasilkan laba. Tabel 1 Ringkasan Operasional Variabel Variabel Proksi Skala Variabel Dependen ycIycycuycayco ycAycaycycoyceyc ycEycycnycayceyc ycEyaAycO = Nilai Perusahaan Rasio yaAycuycuyco ycOycaycoycyce ycuyce ycIEaycaycyceyc Variabel Independen ycNycuycycayco yayceycayc yayaycI = Struktur Modal Rasio ycNycuycycayco yaycycycnycyc Ukuran Perusahaan yaycycnycyce = yaycu. cNycuycycayco yaycycycey. Rasio Variabel Moderasi ycAyceyc yaycuycaycuycoyce ycIycCya = Profitabilitas Rasio ycNycuycycayco yaycycycnycyc HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 2 akan menunjukkan hasil uji statistik deskriptif untuk menjelaskan kondisi dari masing-masing variabel yang diambil sebagai sampel penelitian yang dilihat dari nilai rata-rata . , maksimum. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 minimum, dan standar deviasi. Analisis statistik deskriptif ini akan mendeskripsikan atau menggambarkan mengenai data variabel yang digunakan dalam penelitian (Ghozali, 2. Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variables Minimun Maximum Mean Std. Deviation DER -2,198113 2,464993 0,757304 0,760291634 26,408260 32,859924 29,193522 1,619133667 ROE -0,330539 0,768793 0,078347 0,126676497 DER*ROE -0,590981 0,955245 0,076897 0,166879341 ROE*LN -9,193453 22,674975 2,335107 3,706433492 PBV -0,053725 1,977968 0,660727 0,297526843 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Variabel firm value (Y) pada hasil pengujian data dari 63 data sampel dengan proksi PBV menunjukkan nilai rata-rata . adalah 0,66. Nilai maksimum atas firm value (Y) adalah sebesar 0,7687 yang diperoleh dari Perusahaan Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) pada tahun 2021. Nilai minimum atas firm value (Y) adalah sebesar -0. 0537 yang berasal dari Perusahaan Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) pada tahun Variabel nilai perusahaan memiliki standar deviasi sebesar 0,29752. Variabel independen pertama (X. pada penelitian ini adalah struktur modal, yang diukur dengan proksi Debt to Equity Ratio (DER). Pada hasil pengujian 63 data sampel menunjukkan nilai mean adalah senilai 0,7573. Nilai maksimum struktur modal diperoleh dari Perusahaan Tunas Baru Lampung Tbk. pada tahun 2022 dengan nilai perolehan 2,4649. Sedangkan nilai minimum struktur modal diperoleh dari Perusahaan Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) pada tahun 2022 senilai -2. Untuk standar deviasi struktur modal sebesar 0,7602. Variabel independen kedua (X. pada penelitian ini adalah ukuran perusahaan, yang diukur dengan proksi logaritma natural dari total aset. Dari hasil pengujian 63 data sampel, dapat dilihat bahwa nilai mean daril variabel ukuran perusahaan adalah sebesar 29,1935. Nilai maksimum dari ukuran perusahaan diperoleh dari Perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) pada tahun 2023 sebesar 32,8599. Sedangkan nilai minimum variabel ukuran perusahaan diperoleh dari Perusahaan Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) pada tahun 2021 dengan nilai perolehan 29,1935. Untuk standar deviasi variabel ukuran perusahaan sebesar 1,6191. Variabel moderasi (Z) dalam penelitian ini adalah profitabilitas, yang diukur dengan proksi Return on Equity (ROE). Dari pengujian 63 data sampel, menunjukkan bahwa nilai mean dari variabel profitabilitas adalah sebesar 0,0783. Nilai maksimum variabel profitabilitas diperoleh dari Perusahaan Central Proteina Prima Tbk. (CPRO) pada tahun 2021. Sedangkan nilai minimum untuk variabel profitabilitas berasal dari Perusahaan Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) pada tahun 2023 sebesar -0,3305. Untuk standar deviasi pada variabel profitabilitas adalah sebesar 0,1266. Uji Normalitas Pada Tabel 3 menunjukkan hasil uji normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sudah berdistribusi secara normal atau tidak. Pada penelitian ini untuk melakukan uji normalitas menggunakan uji Jarque-Bera (J-B). Pada uji Jarque-Bera variabel dapat dikatakan berdistribusi normal apabila nilai probability memiliki nilai yang lebih besar dari 0,05 (Prob. > 0,. Pada Tabel 3 menunjukkan data setelah dilakukannya uji outlier dengan nilai probability sebesar 0,7197. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukannya uji outlier data sudah berdistribusi normal . ,7197 > 0,. Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Series: Standardized Residuals Sample 2021 2023 Observations 69 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 1 Hasil Uji Normalitas Setelah Outlier Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam model regresi. Dalam penelitian ini, uji multikolinearitas menggunakan nilai Variance Inflation Factor. Apabila nilai VIF seluruh variabel independen < 10, maka dapat dinyatakan bahwa model regresi dalam penelitian bebas dari gejala multikolinearitas. Dapat dilihat pada Tabel 4 menunjukkan hasil uji multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor, masing-masing variabel memiliki nilai VIF lebih kecil dari 10 . ilai VIF O . Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari gejala multikolinearitas. Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficient Variance Uncentered VIF VIF DER 0,000717 2,082472 1,037736 0,000162 351,3242 1,061807 ROE 0,027140 1,514229 1,090834 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Uji Autokolerasi Pada Tabel 5, diketahui bahwa nilai Durbin-Watson adalah 1,8611. Dimana nilai tersebut berada diantara -2 hingga 2. Sehingga dapat dibuat kesimpulan bahwa pada penelitian ini model regresi yang dipakai terbebas dari gejala autokolerasi. Tabel 5 Hasil Uji Autokolerasi Durbin-Watson stat 1,861189 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah residual variabel dalam penelitian bersifat homogen ataupun heterogen. Berdasarkan Tabel 6, dapat dilihat bahwa nilai Prob. Chi-Square dari Obs*Rsquared mempunyai nilai sebesar 0,3706. Nilai ini lebih tinggi dibanding tingkat signifikansi sebesar 5% ( = 0. , yang menandakan bahwa data yang dipakai pada penelitian ini bersifat homokedastisitas sehingga model regresi yang dipakai dalam penelitian ini bebas dari gejala heterokedastisitas. Tabel 6. Uji Heterokedastisitas Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey Null Hypothesis: Homoskedasticity ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 F-Statistic 1,032964 Prob. 0,3839 Obs*R-squared 3,139899 Prob. Chi-Square . 0,3706 Scaled explained SS 2,458350 Prob. Chi-Square . 0,4829 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Uji Regresi Linear Berganda Diketahui bahwa pada penelitian ini hubungan antar variabel digambarkan melalui bentuk persamaan regresi berikut: Y = 0,891465 0,184781 (X. - 0,012697 (X. e Tabel 7 Hasil Uji Regresi Linear Berganda 1 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic 0,891465 0,974165 0,915107 DER (X. 0,184781 0,065127 2,837247 LN (X. -0,012697 0,033383 -0,380345 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Prob. 0,3635 0,0060 0,7049 Variabel struktur modal (X. memiliki nilai koefisien sebesar 0,814, yang berarti mengindikasikan arah positif antara variabel struktur modal dengan variabel nilai perusahaan, setiap kenaikan satu satuan pada variabel struktur modal akan menyebabkan kenaikan pada nilai perusahaan sebesar 0,814. Variabel ukuran perusahaan (X. memiliki nilai koefisien sebesar -0,012, yang berarti mengindikasikan arah negatif antara variabel ukuran perusahaan dengan variabel nilai perusahaan, setiap kenaikan satu satuan pada variabel ukuran perusahaan akan menyebabkan penurunan pada nilai perusahaan sebesar 0,012. Berdasarkan data diatas, disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap nilai perusahaan, sedangkan struktur modal berpengaruh signifikan dan positif terhadap nilai Hasil uji analisis linear berganda 2 akan menunjukkan pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan dengan moderasi profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Tabel 8 Hasil Uji Regresi Linear Berganda 2 Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 1,622664 0,524618 3,093037 0,0030 DER (X. 0,086295 0,027108 3,183425 0,0023 LN (X. -0,040502 0,018147 -2,231926 0,0292 ROE (Z) 2,184408 4,833055 0,451972 0,6528 DER*ROE -0,699357 0,237134 -2,949200 0,0045 LN*ROE 0,016168 0,167069 0,096773 0,9232 Variable Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Nilai t-statistic variabel independen struktur modal dengan moderasi profitabilitas sebesar -2,949200 dengan nilai signifikasi sebesar 0,0045 dimana hasil tersebut lebih kecil dari 0,05 . ig < 0,. Maka dapat disimpulkan, variabel independen struktur modal dengan moderasi profitabilitas memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan. Nilai t-statistic variabel ukuran perusahaan dengan moderasi profitabilitas sebesar 0,096773 dengan nilai signifikasi sebesar 0,9232 dimana hasil tersebut lebih besar dari 0,05 . ig > 0,. Maka dapat disimpulkan, variabel ukuran perusahaan dengan moderasi profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Uji Koefisien Determinasi Hasil pada Tabel 9 akan menujukkan nilai adjusted R-squared sebesar 0,081339 atau 8%, sehingga nilai tersebut dapat diartikan bahwa variabel struktur modal (X. dan ukuran perusahaan (X. secara simultan mempengaruhi nilai perusahaan (Y) sebesar 8%, dan sisanya sebesar 92% dipengaruhi oleh faktor-faktor Tabel 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi Adjusted R-squared 0,081339 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji F) Uji F dapat dilihat pada Tabel 10 menunjukkan nilai Prob. (F-statisti. yaitu sebesar 0,022714. Sehingga dapat diindikasikan bahwa seluruh variabel bebas yaitu struktur modal (X. dan ukuran perusahaan (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan karena nilainya kurang dari 0,05 . ,0227 < 0,. Tabel 10 Hasil Uji Signifikansi Pengaruh Simultan Prob (F-statisti. 0,022714 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Uji Signifikansi Parsial (Uji . Hasil uji signifikansi parsial dapat ditunjukan pada Tabel 11 untuk variabel struktur modal, dan ukuran perusahaan adalah sebagai berikut: Tabel 11 Hasil Uji Signifikansi Parsial Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 0,891465 0,974165 0,915107 0,3635 DER (X. 0,184781 0,065127 2,837247 0,0060 LN (X. -0,012697 0,033383 -0,380345 0,7049 Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Dari data tabel 11, struktur modal memiki nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,0060. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur modal (X. berdampak signifikan terhadap nilai perusahaan. Diketahui juga nilai coefficient pada struktur modal adalah sebesar 0,1847, yang dapat disimpulkan bahwa struktur modal (X. berpengaruh signifikan dan positif terhadap nilai perusahaan. Variabel ukuran perusahaan (X. memiliki nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,7049. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan (X. tidak berdampak signifikan terhadap nilai Diketahui juga nilai coefficient pada ukuran perusahaan adalah sebesar -0,0126, yang dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan (X. tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap nilai PEMBAHASAN Berdasarkan atas hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan, maka kesimpulan atas hasil uji dapat dilihat pada Tabel 12. Tabel 12 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Koefisien Signifikansi Kesimpulan Ha1 Struktur Modal berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai 0,184781 0,0060 Ha1 diterima ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 Perusahaan Ukuran Perusahaan Ha2 berpengaruh positif signifikan -0,012697 0,7049 Ha2 ditolak -0,699357 0,0045 Ha3 diterima 0,016168 0,9232 Ha4 ditolak terhadap Nilai Perusahaan Profitabilitas mampu Ha3 memoderasi hubungan Struktur Modal dengan Nilai Perusahaan Profitabilitas mampu Ha4 memoderasi hubungan Ukuran Perusahaan dengan Nilai Perusahaan Sumber: Data diolah dengan Eviews 12 Struktur Modal dan Nilai Perusahaan. Berdasarkan dari Tabel 12, dapat dilihat nilai signifikansi variabel struktur modal adalah sebesar 0,0060. Nilai tersebut lebih kecil daripada tingkat singfikansi yaitu sebesar 0,005, sehingga dapat diartikan bahwa variabel struktur modal berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien yang dimiliki struktur modal juga positif yaitu sebesar 0,1847. Dapat diartikan bahwa variabel struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian hipotesis tersebut menunjukkan bahwa variabel struktur modal berpengaruh secara positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hirdinis, . Agus . , dan Seno & Thamrin . , yang menyatakan bahwa variabel struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Namun hasil penelitian ini bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno. , dkk . , dan Caroline & Wijaya . , yang menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Struktur modal dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan karena setiap kenaikan utang pada struktur modal perusahaan, akan memengaruhi pengurangan pajak penghasilan akibat dari pembebanan biaya bunga dari utang tesebut, sehingga dapat memberikan laba yang lebih besar diberkan kepada investor. Hal ini juga sesuai dengan trade-off theory. Menurut Brigham & Houston . , struktur modal memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, sesuai dengan teori trade-off. Teori ini menjelaskan bahwa perusahaan harus mempertimbangkan antara keuntungan dari utang, seperti penghematan pajak dan biaya modal yang lebih rendah, dengan risiko kebangkrutan yang meningkat akibat utang yang tinggi. Dengan mengoptimalkan struktur modal, perusahaan dapat mencapai keseimbangan antara utang dan ekuitas. Ketika struktur modal dikelola dengan baik, hal ini dapat meningkatkan profitabilitas dan nilai pasar perusahaan. Utang yang digunakan secara efektif dapat memberikan dana tambahan untuk investasi, yang pada gilirannya berpotensi meningkatkan nilai perusahaan. Ukuran Perusahaan dan Nilai Perusahaan. Berdasarkan Tabel 23, nilai signifikansi variabel ukuran perusahaan adalah sebesar 0,7049. Nilai tersebut lebih besar daripada tingkat singfikansi yaitu sebesar 0,005, sehingga dapat diartikan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien yang dimiliki ukuran perusahaan juga negatif yaitu sebesar -0,012697. Dapat diartikan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian hipostesis tersebut menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh signfikan dan negatif terhadap nilai perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Deme, et al . Fernandes & Wijaya . , dan Seno & Thamrin . , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Harahap. Mahanani & Kartika . , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Dalam sektor konsumen primer, seperti makanan, minuman, dan barang kebutuhan sehari-hari, cenderung memiliki pendapatan yang stabil dan tidak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi. Oleh karena itu, ukuran perusahaan mungkin tidak berpengaruh besar terhadap nilai perusahaan, karena semua perusahaan dalam sektor ini dapat menghasilkan pendapatan yang relatif konsisten. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena perusahaan yang besar belum tentu menjamin nilai perusahaan yang tinggi, perusahaan besar belum tentu berani untuk melakukan investasi baru yang berkaitan dengan ekspansi, sebelum kewajiban hutang dilunasi, selain itu dalam melakukan investasi, investor tidak hanya melihat dari ukuran perusahaan saja. Pengaruh Profitabilitas dalam Memoderasi Hubungan Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan Merujuk pada hasil data Tabel 12, diketahui bahwa nilai signifikansi variabel interaksi antara strkutur modal dan profitabilitas (DER*ROE) sebesar 0,0045. Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan tingkat signfikansi sebesar 0,005 . %) yang mengindikasikan bahwa variabel moderasi profitabilitas berpengaruh signifikan dalam memoderasi hubungan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan. Disisi lain, variabel interaksi antara struktur modal dan profitabilitas (DER*ROE) memiliki koefisien yang negatif yaitu sebesar -0,699357. Hal ini mengindikasikan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dalam hubungan antara struktur modal pada nilai perusahaan. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa profitabilitas memperkuat pengaruh antara struktur modal pada nilai perusahaan secara signifikan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Deme, et al . , yang menyatakan bahwa profitabilitas mampu memperkuat hubungan antara struktur modal pada nilai perusahaan. Namun hasil hipotesis penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno. , dkk . , yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak mampu memperkuat hubungan antara struktur modal pada nilai Hasil ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam profitabilitas cenderung disertai dengan penurunan dalam struktur modal dan nilai perusahaan. Tindakan manajerial untuk meningkatkan tampilan laba dapat memengaruhi persepsi investor, membuat mereka lebih tertarik untuk mempertimbangkan rasio profitabilitas saat membuat keputusan investasi, seperti membeli saham. Sehingga ketika perusahaan berhasil meningkatkan profitabilitasnya, hal ini dapat menciptakan kesan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang baik. Namun, peningkatan laba ini sering kali diiringi dengan pengurangan dalam penggunaan utang, yang dapat menyebabkan struktur modal menjadi lebih konservatif. Akibatnya, nilai perusahaan dapat terpengaruh, karena investor mungkin melihat pengurangan utang sebagai indikasi risiko yang lebih rendah, tetapi juga sebagai potensi pertumbuhan yang lebih lambat. Pengaruh Profitabilitas dalam Memoderasi Hubungan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Merujuk pada hasil data Tabel 12, diketahui bahwa nilai signifikansi variabel interaksi antara ukuran perusahaan dan profitabilitas (LN*ROE) sebesar 0,9232. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan tingkat signfikansi sebesar 0,005 . %) yang mengindikasikan bahwa variabel moderasi profitabilitas tidak berpengaruh signifikan dalam memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan terhadap nilai Disisi lain, variabel interaksi antara ukuran perusahaan dan profitabilitas (LN*ROE) memiliki koefisien yang positif yaitu sebesar 0,016168. Hal ini mengindikasikan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dalam hubungan antara ukuran perusahaan pada nilai perusahaan. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa profitabilitas tidak dapat memperkuat pengaruh antara ukuran perusahaan pada nilai perusahaan secara signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Deme, et al . , yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak dapat memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan terhadap nilai Namun hasil ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hirdinis. , yang ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 1 Januari 2025 menyatakan bahwa profitabilitas dapat memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan terhadap nilai Hal ini dapat disebabkan karena ukuran perusahaan sering kali memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai perusahaan daripada profitabilitas. Pada sektor consumer non-cyclicals, sektor ini cenderung memiliki permintaan yang stabil karena produknya yang merupakan kebutuhan pokok. Olah karena itu, variabel ukuran perusahaan dapat langsung memengaruhi nilai perusahaan, tanpa bergantung dari tingkat profitabilitas. Perusahaan besar biasanya memiliki akses lebih baik ke sumber daya, pasar, dan teknologi, yang dapat langsung meningkatkan nilai pasar mereka, terlepas dari seberapa efisien mereka dalam menghasilkan laba. Selain itu ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan, seperti struktur modal, kebijakan dividen, dll. Ketika faktor-faktor ini lebih dominan, peran profitabilitas sebagai pemoderasi menjadi kurang relevan. KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan dengan adanya variabel moderasi Berdasarkan dari analisis yang dilakukan, struktur modal yang diukur dengan DER (Debt to Equity Rati. berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hirdinis. Agus . Seno & Thamrin . dan Micheal dan Wijaya . , yang juga menemukan bahwa struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan temuan dari Sudiyatno. , dkk . Caroline & Wijaya . , dan Putra. , & Fitriasuri. yang menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan ukuran perusahaan yang diukur dengan logaritma natural dari total aset berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Deme et al. Fernandes & Wijaya . Seno & Thamrin . Putra. , & Fitriasuri. dan Dewi. , yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian oleh Harahap. dan Mahanani & Kartika . , yang menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas sebagai variabel moderasi mampu memperkuat hubungan antara struktur modal pada nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Deme et al. , yang menyatakan bahwa profitabilitas dapat memperkuat hubungan antara struktur modal dan nilai perusahaan. Namun, hasil hipotesis penelitian ini bertentangan dengan penelitian oleh Sudiyatno. , dkk . , yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan tersebut. Profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan pada nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Deme et al. , yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak dapat memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan nilai perusahaan. Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian oleh Hirdinis. yang menemukan bahwa profitabilitas dapat memoderasi hubungan tersebut. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat rekomendasi yang dapat penulis berikan bagi manajer perusahaan serta investor. Bagi manajer perusahaan, perlu adanya evaluasi atas struktur modal perusahaan dengan mempertimbangkan proporsi utang dan ekuitas. Sehingga manajer perusahaan perlu memastikan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang dapat membantu mengurangi risiko finansial, terutama dalam kondisi pasar yang tidak menentu. Untuk para investor maupun calon investor, selain memperhatikan struktur modal dan ukuran perusahaan, dapat disarankan untuk mengetahui lebih dulu atas kinerja keuangan perusahaan melalui laporan keuangan perusahaannya. Dengan langkah tersebut, diharapkan dapat memberikan panduan kepada para investor dan calon investor dalam memilih perusahaan yang sesuai untuk menginvestasikan modal mereka. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan dan kekurangan dalam pengumpulan data, analisis, dan hasil yang memerlukan perbaikan untuk penelitian selanjutnya. Sampel yang digunakan terbatas pada 23 perusahaan sektor konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2021 hingga 2023. Analisis Moderasi Profitabilitas Pada Hubungan Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Non-Cyclicals Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 sehingga tidak dapat merepresentasikan kondisi perusahaan di sektor industri lain atau mencerminkan keadaan jangka panjang. Selain itu, penelitian ini hanya mempertimbangkan dua variabel independen, yaitu struktur modal, dan ukuran perusahaan. Oleh karena itu, penelitian mendatang disarankan untuk memperluas sampel dengan menambahkan sektor industri lain serta menambah variabel independen yang dapat mempengaruhi perubahan nilai perusahaan. Penggunaan data laporan keuangan yang lebih panjang juga disarankan agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama. DAFTAR PUSTAKA