Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 . ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK ANAK USIA DINI Nazila Adistiarachma. Dwi Alia Prodi PGPAUD. Prodi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya nazila@upi. edu, dwiaulia@upi. Abstrak Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan hal yang penting dan tidak boleh diabaikan. Bahasa memungkinkan anak dapat berkomunikasi, berinteraksi, serta bersosialisasi dengan lingkungan Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh anak adalah menyimak. Menyimak merupakan keterampilan awal sebelum anak dapat berbicara, membaca, dan menulis. Anak yang memiliki keterampilan menyimak yang baik akan dapat mengoptimalkan proses belajarnya. Oleh karena itu, penting mengembangkan keterampilan menyimak anak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media yang menarik bagi anak, salah satunya adalah dengan menggunakan video Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan analisis dasar kebutuhan untuk mengetahui kebutuhan di lapangan terkait video animasi untuk selanjutnya dijadikan landasan dalam pengembangan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan desain ADDIE. Hasil penelitian didasarkan pada dua hal yaitu hasil studi lapangan dan studi literatur. Berdasarkan hasil studi lapangan diperoleh data terkait permasalahan keterampilan menyimak anak serta minimnya media yang khusus digunakan untuk mengembangkan keterampilan menyimak. Hasil studi literatur menunjukan bahwa keterampilan menyimak penting untuk dikembangkan melalui media yang menarik, salah satunya adalah dengan video animasi. Kata kunci: Menyimak. Media Video Animasi. Analisis Kebutuhan ANALYSIS OF ANIMATED VIDEO MEDIA DEVELOPMENT NEEDS TO IMPROVE EARLY CHILDREN'S LISTENING SKILLS Nazila Adistiarachma. Dwi Alia Prodi PGPAUD. Prodi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya nazila@upi. edu, dwiaulia@upi. Abstract Language development in early childhood is important and should not be ignored. Language allows children to communicate, interact and socialize with their surrounding environment. One of the language skills that children must have is listening. Listening is an initial skill before children can speak, read and write. Children who have good listening skills will be able to optimize their learning process. Therefore, it is important to develop children's listening skills. This can be done by using media that is interesting to children, one of which is using animated Based on this, the researcher carried out a basic needs analysis to determine the needs in the field regarding animated videos to then be used as a basis for media development. The method used in this research is Research and Development with the ADDIE design. The research results are based on two things, namely the results of field studies and literature Based on the results of the field study, data was obtained regarding the problem of children's listening skills and the lack of media specifically used to develop listening skills. The results of the literature study show that listening skills are important to develop through interesting media, one of which is animated videos. Keywords: Listening. Animation Video Media. Needs Analysis Jurnal Al-Abyadh p-ISSN: 2620-7265 e-ISSN: 2775-7080 Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Video Animasi untuk Meningkatkan . Oe Nazila Adistiarachma. Dwi Alia Pendahuluan Anak usia dini merupakan individu unik, dimana mereka memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Masa ini merupakan masa yang penting karena anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang cukup signifikan. Sejalan dengan hal Luthfilah, . mengungkapkan bahwa anak usia dini pada rentang usia 0-6 tahun adalah individu yang sedang menjalani pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Seluruh aspek perkembangan anak dapat berkembang cukup pesat pada masa ini, sehingga perlu dilakukan stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan tersebut. Anak merupakan seseorang yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dari setiap aspek perkembangannya dan hal ini akan berdampak pada kehidupan anak di kemudian hari (Dewi, dkk. , 2. Optimal tidaknya perkembangan dan potensi anak di masa yang akan datang tergantung bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini, oleh karena itu pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini perlu mendapat perhatian lebih. Stimulasi pada aspek perkembangan anak adalah hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan aspek perkembangan anak. Stimulasi mengaktifkan kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun dengan menggunakan rangsangan dari lingkungan sekitarnya, hal ini dilakukan secara rutin setiap hari dengan tujuan merangsang perkembangan semua indera anak (Rantina, dkk. , 2. Stimulasi yang dilakukan harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak melalui cara yang menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pemberian stimulasi akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, melalui stimulasi secara tidak langsung potensi serta tumbuh kembang anak akan terlatih secara terus menerus. Anak yang diberikan stimulasi terarah, pertumbuhan dan perkembangannya lebih optimal dibandingkan mereka yang kurang diberikan stimulasi (Kristina & Sari, 2. Salah satu cara untuk menstimulasi perkembangan kesempatan pada anak untuk mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2. Pembelajaran di PAUD lebih menekankan pada pengembangan aspek perkembangan serta potensi anak, melalui kegiatan Menurut PP No. 4 Tahun 2022 terdapat enam aspek perkembangan anak, salah satunya adalah perkembangan bahasa. Bahasa merupakan hal yang penting dikembangkan pada anak untuk menunjang Bahasa adalah suatu alat untuk seseorang berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Bahasa adalah sarana untuk berkomunikasi yang memanfaatkan tanda, simbol, atau suara dengan pola tertentu, serta mengikuti aturan yang timbul dari alat ujar atau indera manusia (Khosibah & Dimyati, 2. Bahasa memungkinkan seseorang dapat mengungkapkan apa yang dirasakan serta dipikirkannya, sehingga perkembangan bahasa perlu dioptimalkan pada anak usia Perkembangan bahasa pada anak memiliki signifikansi yang sangat penting, tidak hanya sebagai sarana komunikasi, pertumbuhan dan perkembangan mereka (Paujiah, dkk. , 2. Tarigan . 1, mengungkapkan bahwa terdapat empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dimana semua aspek keterampilan berbahasa tersebut saling berhubungan satu sama lain. Menyimak dapat dikatakan sebagai proses mendegarkan sekaligus memahami suatu pembicaraan yang Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Video Animasi untuk Meningkatkan . Oe Nazila Adistiarachma. Dwi Alia Menyimak adalah proses mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap apa yang diucapkan secara lisan, melibatkan fokus pikiran, pemahaman mengevaluasi informasi yang disampaikan, kemampuan ini memungkinkan untuk menangkap esensi dari pesan yang disampaikan oleh pembicara (Hasriani, 2023, hlm. Menyimak merupakan suatu keterampilan awal yang harus dimiliki oleh anak sebelum keterampilan lainnya, sehingga untuk menguasai keterampilan lain seperti berbicara, membaca, dan menulis anak terlebih dahulu harus dapat menyimak. Keterampilan menyimak sangat penting dikembangkan pada anak usia dini, karena dengan menyimak, anak dapat memperoleh pengetahuannya juga membantunya dalam proses belajar. Anak yang terlatih untuk mendengarkan dan menyimak hal-hal yang positif dan bermanfaat, maka ia akan memperoleh berbagai informasi yang kemampuan bahasa lainnya seperti berbicara, membaca, dan menulis (Rachmi, , 2. Oleh karena itu, keterampilan menyimak penting dikembangkan pada anak usia dini. Hasil observasi yang telah dilakukan di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya menunjukan bahwa keterampilan menyimak anak masih perlu ditingkatkan. Hal tersebut dapat dilihat saat proses pembelajaran, dimana sebagian besar anak masih belum menjelaskan suatu topik, sehingga pada kegiatan recalling anak belum mampu pembelajaran pada hari itu. Hal ini juga diperjelas ketika berdiskusi dengan guru kelas bahwa karakteristik anak di kelas tersebut memang masih sulit fokus, keterampilan menyimak yang rendah, serta kemampuan mendengarkan yang belum Mengingat keterampilan menyimak bagi anak, perlu dilakukan suatu upaya untuk meminimalisir rendahnya keterampilan menyimak. Salah satunya adalah melalui media yang menarik bagi anak. Media pembelajaran dapat dikatakan suatu alat atau sarana yang dapat digunakan untuk memudahkan guru dalam Gerlach dan Elly mengungkapkan bahwa secara umum, media pembelajaran dapat dijelaskan sebagai elemen-elemen seperti individu, materi, atau peristiwa yang menciptakan situasi yang memungkinkan pembelajar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap (Awahita, 2021. Media pembelajaran dapat mengkonkretkan hal-hal yang abstrak, sehingga anak dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran. Anak usia dini memerlukan media pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan motivasi belajar mereka, melalui media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan daya ingat anak-anak (Krisdiana, dkk. , 2. Salah satu media pembelajaran yang dapat menarik minat anak adalah video animasi. Video animasi merupakan jenis media audio visual yang disajikan dan dikemas dengan cara yang menyenangkan. Sejalan dengan hal tesebut Juannita dan Mahyuddin . mengungkapkan bahwa video pembelajaran yang disajikan dengan menggunakan animasi, audio, dan gambar yang menarik bagi anak-anak dapat membantu mereka Penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Ahmad . menunjukan bahwa video animasi sangat efektif digunakan untuk memfasilitasi keaksaraan anak usia dini. Penelitian yang dilakukan Munar Suyadi . mengungkapkan bahwa video animasi dapat meningkatkan keterampilan menyimak Penelitian yang dilakukan oleh Novianti . menunjukan bahwa video animasi dapat meningkatkan daya ingat kognitif anak usia dini. Observasi yang telah dilakukan di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi masih jarang digunakan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Video Animasi untuk Meningkatkan . Oe Nazila Adistiarachma. Dwi Alia untuk melakukan analisis kebutuhan dari penggunaan media video animasi di lapangan, sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar untuk melakukan pengembangan media video animasi yang khusus keterampilan menyimak anak usia 5-6 tahun. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mix method dengan metode penelitian R&D (Research and Developmen. dan desain ADDIE. Mix method merupakan pendekatan penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengkaji suatu hal dengan lebih mendalam. Metode penelitian Mixed Method adalah pendekatan yang menggabungkan atau mengintegrasikan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif (Hendrayadi, dkk. , 2. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dilakukan pada saat analisis kebutuhan pengembangan media, sedangkan pendekatan kuantitatif didasarkan pada proses uji coba produk. Research and development merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menciptakan produk baru dan menguji efektivitasnya (Sugiyono, 2. Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah media video animasi yang difokuskan menyimak anak. ADDIE (Analysis, design, development, implementation, evaluatio. adalah pendekatan yang menekankan analisis tentang bagaimana setiap komponen berinteraksi satu sama lain dengan koordinasi yang sesuai pada setiap fase (Rayanto & Sugianti, 2020, hlm. Prosedur desain penelitian ADDIE terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, design, development, implementation, evaluation, tetapi artikel ini hanya mengkaji tahap awal saja yaitu tahap analysis . sebagai dasar kebutuhan pengembangan media. Tahap analisis pada desain penelitian ADDIE merupakan tahap awal untuk mengetahui dasar kebutuhan di lapangan terkait produk yang akan dikembangkan. Analisis kebutuhan diperoleh dari hasil studi lapangan dan studi literatur. Studi lapangan pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara pada tiga lembaga pendidikan anak usia dini yang didasarkan pada akreditasi sekolah dan Observasi dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung Pada kelompok B . -6 tahu. untuk mengetahui karakteristik anak serta keterampilan menyimaknya. Wawancara dilakukan dengan guru terkait meningkatkan keterampilan menyimak anak apakah sudah digunakan, belum digunakan, atau jarang digunakan, serta hal apa saja yang harus dipertimbangkan saat melakukan pengembangan media tersebut. Lembaga yang terlibat dalam penelitian ini adalah TK Amani di Kecamatan Cipedes Tasikmalaya. TK Kartika Cangkurileung IX-10 di Kecamatan Tawang Tasikmalaya, dan TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya di Kecamatan Cipedes. Studi literatur dilakukan dengan menganalisis berbagai jurnal, buku serta regulasi yang berkaitan dengan pengembangan media. Adapun teoriteori yang dikaji adalah mengenai keterampilan menyimak anak dan teori pengembangan media pembelajaran. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil dan pembahasan pada penelitian ini didasarkan pada dua hal, yaitu hasil studi lapangan dan studi literatur. Hasil Studi Lapangan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada tiga lembaga pendidikan anak usia dini terkait keterampilan menyimak dan kebutuhan media video animasi diperoleh data bahwa keterampilan menyimak pada pembelajaran terintegrasi dengan berbagai kegiatan, seperti metode ceramah yang digunakan guru saat menjelaskan suatu topik pembelajaran dan tidak ada kegiatan khusus yang dilaksanakan untuk mengembangkan keterampilan menyimak anak. Terdapat beberapa permasalahan yang ditemui di lapangan, yaitu keterampilan menyimak anak yang belum maksimal, minimnya media menarik yang khusus digunakan Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Video Animasi untuk Meningkatkan . Oe Nazila Adistiarachma. Dwi Alia menyimak anak, media pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan lebih banyak menggunakan lembar kerja anak, serta sulitnya menemukan konten video animasi yang sesuai untuk anak usia dini padahal video animasi dirasa efektif digunakan dalam pembelajaran. Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada tiga lembaga menyimak anak belum maksimal. Saat proses pembelajaran berlangsung anak cenderung kurang mendengarkan guru saat berbicara, tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran, bahkan ada anak yang mengganggu temannya yang lain, sehingga pembelajaran tersebut. Berkaitan dengan media pembelajaran, media yang khusus keterampilan menyimak anak masih minim disediakan, termasuk penggunaan media digital seperti video animasi masih jarang digunakan dan media yang banyak digunakan lebih kepada media fisik seperti buku cerita. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, tetapi karena sulitnya menemukan video animasi yang memiliki konten sesuai bagi anak usia dini. Oleh karena itu, guru berharap adanya pengembangan video animasi yang disesuaikan untuk anak usia Video animasi yang dikembangkan harus memiliki nilai-nilai karakter yang baik, menarik dan menyenangkan, bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh anak, serta memiliki kualitas teknis yang baik. Hasil Studi Literatur Data yang diperoleh dari studi literatur merupakan kajian berbagai teori yang terdapat pada buku, jurnal, serta regulasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Teori yang diperoleh dari berbagai sumber dikajikan pedoman dalam mengembangkan media video animasi untuk meningkatkan keterampilan menyimak anak. Adapun hasil dari kajian studi literatur adalah sebagai Hal ini bermula dari teori menyimak yang dikemukakan oleh Tarigan . 1, hlm. bahwa menyimak merupakan salah satu dari empat keterampilan bahasa yang harus dimiliki dan merupakan keterampilan paling awal dalam aspek perkembangan bahasa keterampilan lainnya seperti berbicara, membaca dan menulis. Merujuk pada pengertian menyimak yang dikemukakan oleh beberapa ahli bahwa menyimak merupakan suatu proses mendengarkan suatu pembicaraan untuk mendapat informasi bahkan sampai pada tahap menanggapi, maka salah satu hal yang dapat keterampilan menyimak adalah dengan mendengarkan suatu informasi dalam berbagai bentuk termasuk cerita. Hal ini sejalan dengan pendapat Supartini, dkk. yang mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan menyimak pada anak adalah melalui kegiatan bercerita. Kegiatan bercerita akan menjadi kurang menarik apabila tidak Terdapat berbagai jenis media, salah satunya adalah media audio visual yang merupakan gabungan antara media audio dan visual, yang diyakini lebih efektif digunakan dalam pembelajaran. Pemanfaatan media audio visual dapat membuat anak menjadi lebih termotivasi dan tertarik dalam proses belajar, dan mereka juga lebih mampu memahami isi pembelajaran dengan lebih mudah (Dewi & Eliza, 2. Salah satu jenis dari media audio visual adalah video animasi yang cocok digunakan untuk anak usia dini karena disajikan dan dikemas dengan menarik dan menyimak anak. Video pembelajaran yang disajikan dengan menggunakan animasi, audio, dan gambar yang menarik bagi anakanak dapat membantu mereka dalam meningkatkan keterampilan menyimak (Juannita & Mahyuddin, 2. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan mengembangkan video animasi yang berbentuk alur cerita menyimak anak usia dini. Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Video Animasi untuk Meningkatkan . Oe Nazila Adistiarachma. Dwi Alia Regulasi yang dijadikan pedoman untuk pengembangan media ini adalah kurikulum merdeka yang temuat pada Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Dalam regulasi tersebut dikemukakan bahwa salah satu elemen dalam pembelajaran anak usia dini yang harus diperhatikan adalah dasar dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni, dimana cakupan dari elemen tersebut adalah kemampuan anak dalam memahami berbagai informasi dan berkomunikasi juga berpartisipasi dalam kegiatan pramembaca. Adapun capaian pembelajaran yang berkaitan dengan keterampilan menyimak pada elemen dasardasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni adalah anak mengenali dan memahami berbagai informasi, mengomunikasikan perasaan dan pikiran secara lisan, tulisan, atau menggunakan percakapan, kemudian anak menunjukan minat, kegemaran, dan berpartisipasi dalam kegiatan pramembaca dan pramenulis. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan melibatkan tiga lembaga pendidikan anak usia dini pada studi lapangan serta hasil kajian teori dari studi literatur dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidak selarasan antara teori dengan kondisi di Hal tersebut dapat dijadikan landasan bagi peneliti untuk menemukan solusi berupa pengembangan media video animasi untuk meningkatkan keterampilan menyimak anak usia dini. Video animasi yang dikemas dengan cara yang menarik dapat meningkatkan motivasi anak dalam mengembangkan keterampilan menyimak Oleh karena itu, hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari hasil studi lapangan dan studi literatur dapat dijadikan landasan bagi peneliti untuk melanjutkan merancang media video animasi dan mengembangkan media tersebut secara utuh untuk selanjutnya menjadi solusi atas permasalahan yang ditemui di lapangan. Diharapkan selanjutnya analisis kebutuhan dapat melibatkan lebih banyak sekolah agar mendapat data yang lebih beragam, sehingga dapat diketahui dasar kebutuhan dalam skala yang lebih luas untuk dijadikan landasan dalam pengembangan media. DAFTAR PUSTAKA