Jurnal Bimbingan dan Konseling SULUH JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING UMP http://journal. id/index. php/suluh Volume 5 Nomor 2. Maret 2020 . UPAYA MEREDUKSI PROKRASTINASI AKADEMIK MELALUI KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN REALITA Efforts To Reduce Academic Procrastination Through Group Conceling With Reality Approach Rohi Triyadi, 2Dini Rakhmawati dan 3Tri Hartini 1Universitas PGRI Semarang. Semarang. Jawa Tengah. Indonesia 2Universitas PGRI Semarang. Semarang. Jawa Tengah. Indonesia 3Universitas PGRI Semarang. Semarang. Jawa Tengah. Indonesia ARTIKEL INFO Diterima Januari 2020 Dipublikasi Maret 2020 ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang sering menunda-nunda tugas, tidak suka pelajaran , berpikiran waktu masih lama sering bermain game, dan bermain media sosial sehinggi mengakibatkan penundaan tugas. Prokrastinasi akan mengakibatkan penurunannya prestasi yang diraih oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain quasi experimental bentuk nonequivalent control group design dengan model pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis presentase dengan Uji t . -tes. Hasil analisis skala prokrastinasi kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil post-test menunjukan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 65% dan kelompok kontrol 70,75%. Sehingga terjadi penurunan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 5,75. Pada penghitungan uji-t diperoleh hasil thitung . > ttabel . , maka hipotesis kerja (H. diterima dan hipotesis nihil (H. Disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang. Kata kunci: Konseling Kelompok. Realita. Prokrastinasi Akademik. ABSTRACT *e-mail : Rohitriyadi49@g This research is motivated by students who often postpone assignments, don't like lessons, think long periods of time often play games, and play social media as high as causing delays in assignments. Procrastination will successfully decrease the achievement achieved by students This type of research is quantitative research design quasi experimental form of nonequivalent control group design with pre-test model post-test control group design. The study population is a grade XI MIPA student Pemalang 3 High School. The sampling used in this study is purposive sampling. The data analysis technique used is the percentage analysis with t-test. The results of the scale analysis of the experimental group procrastination using the t-test results of the post-test showed an average of 65% for the experimental group and 75% for the control group. So that there was a decrease in the average in the experimental group by 5. In the t-test calculation, the result of t-count . > t-table . , then the working hypothesis (H. is accepted and the null hypothesis (H. is rejected. It was concluded that there was an influence of group counseling services with reality techniques to reduce academic procrastination of grade XI students of SMA N 3 Pemalang. Keywords: Group Counseling. Reality. Academic Procrastination. Orcid : A Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Rohi Triyadi, 2Dini Rakhmawati dan 3Tri Hartini Issn :2460-7274 E-Issn :2685-8045 Jurnal Bimbingan dan Konseling PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa yang paling menyenangkan tapi sekaligus juga paling Masa dimana seseorang mulai memikirkan tentang cita-cita, harapan dan keinginannya, namun sekaligus juga merupakan masa yang membingungkan karena pada masa remaja mulai menyadari masalah-masalah yang muncul, ketika remaja mulai menyadari masalahmasalah yang muncul, permasalahan tersebut sering terjadi pada siswa dibidang akademik yang berkaitan dengan kewajiban siswa seperti penundaan tugas yang diberikan oleh guru, mempengaruhi masalah tersebut. Ada beberapa siswa yang terkendala dalam mengerjakan tugas-tugas dikarenakan tidak suka pelajaran tersebut selaian itu siswa juga harus menyelesaikan tugas tugas akademiknya seperti mengikuti ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan naik kelas dan ditambah lagi ada siswa yang ikut mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang ada disekolah. Banyaknya kegiatan dan tugas yang diberikan oleh guru yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan nilai maka tugas tersebut tidak terselesaikan tepat waktu. Ketidaktepatan mengerjakan tugas dari kondisi menunda waktu dan penundaan terhadap tugas dan kewajiban yang sedang dihadapi oleh siswa. Penundaan disebut juga prokrastinasi. (Asri, 2018 . 17 ) prokrastinasi sebagai kecenderungan untuk selalu atau hampir selalu menunda tugas akademik, selalu atau hampir selalu mengalami problema kecemasan yang diasosiakan dengan prokrastinasi Menurut Ghufron,dkk . seseorang yang mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai batas waktu yang telah ditentukan sering mengalami keterlambatan mempersiapkan sesuatu dengan berlebihan dan gagal dalam menyelesaikan tugas sesuai batas waktu yang telah di tentukan. Hidayah,dkk . kebiasaan menunda memulai mengerjakan dan menunda menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) membuat laporan, dan belajar untuk persiapan ulangan/ujian. Prokrastinasi akademik ini mengganggu proses belajar yang akan dilakukan oleh siswa, karena tindakan ini siswa cenderung belajar tidak maksimal karena Rohi Triyadi, 2Dini Rakhmawati dan 3Tri Hartini Issn :2460-7274 E-Issn :2685-8045 kurangnya waktu. Beberapa siswa cenderung mencari-cari menyelesaikan tugas harian. Berdasarkan hasil AKPD kelas X mia SMA N 3 Pemalang tahun pelajaran 2018/2019 yang disebarkan pada tanggal 9 agustus 2018 bahwa permasalahan yang paling tinggi ialah menunda-nunda sekolah/pekerjaan rumah dengan prosentase 2,94 % dan dilengkapi dengan wawancara salah satu siswa kelas X mia prokrastinasi tersebut disebabkan sibuk dengan kegiatan lain,malas mengerjakan tugas dan menunggu pembatasan akhir pengumpulan tugas dengan begitu permasalahan tersebut sangat berat untuk siswa kelas X mia yang akan berlangsungnya ujian akhir semester yang akan dilaksanakan pada waktu yang ditentukan oleh sekolah Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 pemalang bahwa terdapat masalah yang sedang dialami oleh siswa khususnya kelas X ialah banyak siswa yang sering menundanunda tugas seperti PR,menurut keterangan guru BK kurang lebih ada 50 siswa siswi yang menunda-nunda tugas tersebut. Faktor atau penyebab sering menunda-nunda tugas diantaranya, karenafaktor pada dari dalam mengerjakanyang dikasih oleh guru tersebut, maupun dengan kondisi fisik dan kondisi Sedangkan di rumah yaitu kondisi lingkungan rumah yang kurang baik, orang-orang Faktor berikutnya ialah dari pengaruh media sosial yang beredar seperti story di whatsapp yang membuat lupa adanya tugas, di youtube dan di aplikasi tik tok. Kecenderungan dalam penundaan tugas tersebut mangakibatkan negatif padasiswa di SMA. Siswa demakin terbiasa dalam mengerjakan tugas deadline mengakibatkan terburu-buru mengerjakan tugas dengan begitu, individu tidak menjadi berkonsentrasi terhadap tugas lainnya mengakibatkan tugas bertambah Jurnal Bimbingan dan Konseling banyak dan waktu yang tersedia terbuang sia-sia. Prokrastinasi dapat terjadi oleh seorang siswa adalah Suatu perilaku penundaan, dalam indicator tertentu yang dapat diukur dan diamati dalam ciri-ciri yaitu penundaan untuk keterlambatan dalam mengerjakan tugas, kesenjangan waktu antara rencana, keinginan utuk mengerjakan tugas dan lebih melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti bermain game,media sosial,berpacaran dan lain Hal ini didukung pula berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh puspanti penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan prokrastinasi akademik pada siswa SMK dengan menggunakan konseling kelompok dengan teknik behavior untuk mengatasi prokrastinasi dengan subjek enam siswa dikelas XI kayu A di SMK negeri kalasan tahun ajaran 2012/2013. Dimana prokrastinasi dengan jumlah sekor 107,33 dengan memberikan layanan yang diterapkan terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap pembentukan, peralihan, kegiatan dan peralihan maka terdapat penurunan prokrastinasi akademik teruji kebenarannya melalui layanan konseling kelompok dengan teknik Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa meggunakan konseling kelompok menggunakan teknik behavior kurang berpengaruh terhadap prokrastinsi akademik siswa, maka alangkah lebih efektif menggunakan teknik realita karena siswa bisa mendapatkan gambaran cara lebih baik untuk bagi mereka. Apabila kondisi ini tidak ditangani, maka akan mengakibatkan penghambatan proses pembelajaran siswa dan bisa menimbulkan masalah-masalah lain terhadap siswa. Oleh karna itu guru bimbingan dan konseling sangat membantu untuk menangani masalah ini dengan memberikan layanan konseling kelompok dengan pendekatan realita karna dengan pendekatan realita siswa mampu memecahkan masalah yang ada pada dirinya. Dalam proses konseling kelompok terdapat banyak pendekatan dalam penyelesaian masalah Rohi Triyadi, 2Dini Rakhmawati dan 3Tri Hartini Issn :2460-7274 E-Issn :2685-8045 Salah satunya adalah pendekatan realita menurut Glasser (Suhendri &Rakhmawati, 2018:. bahwa masing-masing individu memiliki suatu kekuatan kearah pertumbuhan, pada dasarnya orang-orang ingin puas hati dan menunjukan tingkah yang bertanggung jawab,dan memiliki hubungan interpersonal yang penuh Proses konseling ini didasarkan pada pemahaman konseli pola perilaku konseli dan berbagai faktor perilaku prokrastinasi dapat ditinjau dengan pendekatan realita karena tanggung jawab . meninggalkan pekerjaan yang harus dimulainya, lemahnya responsibilitymencari kenyataan . memahami bahwa pekerjaan harus diselesaikan, kebenaran . individu akan menyadari diri sendiri bahwa menunda nunda tugas akan mempersukit sendiri Layanan konseling kelompok pencegahan dan penyembuhan individu untuk dapat keluar dari persoalan yang dialaminya dengan cara memberikan kesempatan, dorongan, juga pengarahan kepada individu untuk mengubah sikap dan perilakunya agar selaras dengan lingkungannya Kurnanto, . Menurut Natawidjaja, . konseling kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan dan konseling yang berformat kelompok, yang didalamnya tercipta dinamika kelompok antara konseli dan konselor, dalam proses layanan konseling kelompok ini konselor berupaya membantu menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan konseli untuk menghadapi dan mengatasi persoalan atau hal-hal yang menjadi kepedulian masing masing konseli melalui pengembangan pemahaman, sikap,keyakinan dan perilaku konseli yang tepat dengan cara memanfatkan suasana kelompok. Dengan layanan konseling kelompok ini siswa mampu mengenal potensi yang mereka miliki dan bisa mengatasi masalah yang mereka hadapi Menurut wibowo . alam mardia bin smit 2011: . mengatakan layanan konseling kelompok merupakan pengalaman terpenting bagi orang orang yang tidak memiliki masalah emosional yang Fungsi layanan konseling kelompok pada penelitian ini berguna untuk mengentaskan Jurnal Bimbingan dan Konseling masalah pribadi supaya permasalahan dalam diri siswa bisa teratasi menurut Juntika Nurihsan dalam muwarto . 6: . konseling kelompok bersifat pencegahan dalam arti bahwa individu dibantu mempunyai kemampuan normalatau berfungsi secara wajar dimasyarakat, tetapi mengganggu kelancaran berkomunikasi dengan orang lain. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tidak berupa kalimat-kalimat atau pernyataan-pernyataan tetapi berupa angka yang berasal dari skala prokrastinasi akademik. Metode ini adalah metode kantitatif dengan pendekan desaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental designs dengan bentuk nonequivalent control group design. Rencana penelitian dengan menggunakan pretest-postest control group design dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara subjek kemudian diberikan pretest untuk mengetahui adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Sugiyono 20l8:. Dalam penelitian ini populasi dikenakan pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang dengan populasi 177 siswa kelas di XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang 16 siswa digunakan untuk Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel bukan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu (Arikunto, 2014: . Sugiyono, . Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dengan demikian tidak semua populasi adalah sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 siswa kelas X IPA yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, dan dibagi menjadi dua secara sepadan menjadi 8 siswa kelompok kontrol dan 8 siswa kelompok eksperimen Variabel penelitian ini meliputi mereduksi prokrastinasi siswa dengan konseling kelompok menggunakan pendekatan realita . Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala psikologis prokrastinasi akademik dengan butir Rohi Triyadi, 2Dini Rakhmawati dan 3Tri Hartini Issn :2460-7274 E-Issn :2685-8045 item 30 yang telah di uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji instrumen penelitian. Pengujian ini dilakukan dengan cara menyebar Identifikasi mereduksi prokrastinasi akademik disajikan dalam bentuk tabel deskriptif prosentase dengan setiap kategori. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya mereduksi prokrastinasi akademik melalui konseling kelompok dengan pendekatan Adapun deskripsi data hasil pre-test sebagai Dari hasil pre-test mengeai kontrol diri siswa dalam penggunaan handphone kelas XI MIA SMA Negeri 3 Pemalang, adapun diskripsi data pre-test kelompok kontrol terdapat satu siswa termasuk dalam kategori AutinggiAy dengan presentase 12,5%. 7 siswa termasuk kategori AurendahAy dengan presentase 87,5% Ay. Rata-rata prokrastinasi akademik 71,65. termasuk kategori Sedangkan pada kelompok eksperimen terdapat 6 siswa termasuk dalam kategori AutinggiAy dengan presentase 75%. 2 siswa termasuk kategori AurendahAy dengan presentase 25%. Rata-rata prokrastinasi akademik79%. termasuk kategori Adapun deskripsi data hasil post-test sebagai berikut: Dari hasil post-test mengenai prokrastinasi akademik kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang, kelompok kontrol terdapat bahwa 2 siswa pada kategori AutinggiAy dengan presentase 25%, 6 siswa pada kategori AurendahAy dengan presentase 75 %. Rata-rata prokrastinasi akademik 70,75 termasuk kategori rendah. Sedangkan pada kelompok eksperimen terdapat 1 siswa termasuk dalam kategori AutinggiAy dengan presentase 12,5%, dan 5 siswa termasuk dalam kategori AurendahAy dengan persentase 62,5n 2 siswa dengan kategori Ausangat rendah Au dengan persentase 25% . Ratarata prokrastinasi akademik ialah 65%. kategori rendah. Interva Kategori Sangat Tinggi Tinggi Ekseperi Kontrol Jurnal Bimbingan dan Konseling Jumlah Rendah Sangat Rendah Berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh sebesar 3,58 sementara dengan db . 1 n. Ae 2 = 2,14 dengan taraf signifikansi 5% . Karena jumlah maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesisnya (H. berbunyi Auada pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 PemalangAy diterima. Sedangkan hipotesis nihil (H. yang berbunyi Autidak ada pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 3 PemalangAy ditolak pada taraf signifikansi 5%. Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang karena memiliki perbedaan yang signifikan dilihat dari hasil perhitungan uji t. Konseling kelompok dengan pendekatan realita anggota kelompok lebih penerimaan tanggung jawab pribadi, dimana konselor berfungsi sebagai guru dan model serta mengkonfrontasi klien dengan cara-cara yang bisa membantu klien menghadapi kenyataan dan memenuhi kebutuhankebutuhan dasar. konseling kelompok adalah suatu proses pertalian pribadi antar seorang atau beberapa konselor dengan sekelompok konseli untuk mengatasi persoalan atau hal-hal yang menjadi kepedulian masing-masing konseli melalui pengembangan pemahaman, sikap, keyakinan, dan perilaku konseli yang tepat dengan cara memanfaatkan suasana kelompok. Ay Suatu proses antara konseli dan kenselor dengan berbentuk kelompok untuk mengatasi hal-hal persoalan atau permasalahan dan menjadikan konseli bia mengembangkan pemahaman, sikap, keyakinan, dan perilaku konseli yang tepat dengan cara memanfaatkan suasana kelompok Fakta dilapangan diperoleh pada treatment konseling kelompok dengan pendekatan realita, sebelum diberikan treatment dan setelah diberikan Rohi Triyadi, 2Dini Rakhmawati dan 3Tri Hartini Issn :2460-7274 E-Issn :2685-8045 treatment dengan konseling kelompok dengan pendekatan realita pada kelompok eksperiment mengelami penurunan sebesar 1,24 berdasarkan hsil pre-test dan post-test. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan karena treatmen sudah lumayan bagus dan tidak ada halangan dalam pemberian treatment. KESIMPULAN Berdasarkan menggunakan uji-t diperoleh hasil Sebesar 3,58 dan . 2,14 diperoleh dari db= pada taraf 5%. Berarti . , maka hipotesis alternatif (H. yang berbunyi Auada pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA N 3 PemalangAy diterima Dengan demikian menunjukan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan realita dapat mereduksi prokrastinasi akademik Berdasarkan simpulan diatas, maka peneliti memberi saran sebagai berikut: Dapat pengetahuan tentang cara mereduksi prokrastinasi akademik siswa, sehingga siswa mampu mampu mengoptimalkan dirinya dengan maksimal. Bagi guru pembimbing Dapat dijadikan pengembangan keterampilan konselor dalam melaksanakan layanan konseling kelompok untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa, sehingga siswa dapat prokrastinasi akademik Sebagai referensi dalam memberikan konseling kelompok dengan pendekatan realita, agar dapat memberikan konseling kelompok dengan pendekan realita dan dapat dikembangkan prokrastinasi akademik. DAFTAR PUSTAKA