KESKOM. : 124-128 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Tekanan Darah The Association between Smoking Habits and Blood Pressure Of Adult Men Yuliaus Angga1. Yunus Elon2 Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Advent Indonesia ABSTRACT ABSTRAK Blood pressure is one of the vital signs that can provide an overview of a person's health status. One of the factors that can aAect blood pressure is smoking. The purpose of this study was to analyze smoking habits with blood pressure in adult men in Sebunga Village. Sambas Regency. West Kalimantan. This study used a correla onal design with a cross-sec onal analy c study Samples were taken using a non-probability technique, namely convenience sampling. A total of 50 young adult men and young adults, were willing to determine in this study, with informed consent. Bivariate analysis results showed that there was a signiAcant rela onship between smoking dura on and an increase in systolic and diastolic blood pressure p-value <. This study concluded, the longer a person smoked, the higher the risk for experiencing increased blood pressure. Tekanan darah, merupakan salah satu tanda vital yang dapat memberikan gambaran tentang status kesehatan seseorang. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah adalah kebiasaan merokok. Tujuan peneli an ini, untuk menganalisa hubungan kebiasaan merokok dengan tekanan darah pada pria dewasa di Desa Sebunga. Kabupaten Sambas. Kalimantan Barat. Peneli an ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan analy c cross sec onal study. Sampel diambil dengan teknik non-probability yaitu convenience Sebanyak 50 pria dewasa muda dan dewasa pertengahan, bersedia untuk berpar sipasi dalam peneli an ini, dengan menandatangani informed consent. Hasil analisis bivariat menunjukkan, terdapat hubungan yang signiAkan antara lama merokok dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik p-value <. Peneli an ini menyimpulkan, semakin lama seseorang merokok maka semakin nggi resiko untuk mengalami peningkatan tekanan darah. Keywords : Smoke. Systolic Blood Pressure. Diastolic Blood pressure. Smoking Dura on . Kata Kunci :Merokok. Tekanan Darah Sistolik. Tekanan Darah Diastolik. Lama merokok. Correspondence : Yunus Elon Email : yunus. elon@unai. A Received 01 Maret 2021 A Accepted 19 April 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 125 April 2021 PENDAHULUAN Merokok merupakan kebiasaan buruk yang sangat mempengaruhi kesehatan, karena selain memberi efek buruk kepada perokok itu sendiri, juga akan memberi efek nega f bagi orang-orang di sekitar perokok yang menghirup asap rokok yang mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Lebih mencengangkan usia perokok remaja terus meningkat dengan usia yang sangat belia. Sebanyak 20% mulai merokok saat duduk di kelas 6 SD, 60% saat SMP kelas 1 dan masing-masing 10% saat berada di kelas 2 dan 3. Semua itu berawal dari cobacoba sampai akhirnya ketagihan, (Yunus and Malin , 2. Ketergantungan atau ketagihan akan produk rokok sudah menjadi penyakit yang sulit untuk dihilangkan atau sudah menjadi kegiatan ru n, (Hasanah, 2. Kementrian Kesehatan memaparkan, telah terjadi peningkatan prevalensi merokok khususnya pada anak-anak dan jumlah yang merokok hisap se ap hari dan kadangkadang di Indonesia, pada usia lebih dari 10 tahun mencapai 28,8 Sementara untuk pravelensi pengguna tembakau hisap dan kunyah pada usia 15 tahun keatas, laki-laki lebih besar jumlahnya yakni 62,9% berbanding 4,8% pada wanita. Berdasarkan wilayah. Provinsi Jawa Barat memperlihatkan angka yang sangat nggi untuk jumlah perokok ak f, yakni 32,0%, (Kementrian Kesehatan RI, 2. Kondisi ini sangat mempriha nkan, mengingat perokok mayoritas berasal dari kelas ekonomi rendah dan menengah, dan menyebabkan kema an 8 juta se ap tahun atau 21. 917 kema an se ap harinya satu jumlah yang sangat nggi. Dan dari 8 juta perokok 7 juta merupakan perokok ak f (WHO, 2. Ada begitu banyak efek nega f yang di mbulkan dari perilaku menghisap rokok, salah satunya yaitu, peningkatan tekanan Sebagaimana yang tergambar pada peneli an yang dilakukan di Padang terhadap pria usia 35-65 tahun, dengan simpulan terdapat hubungan yang signiAkan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi dimana, kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh lamanya seseorang merokok, (Setyanda. Sulastri and Lestari, 2. Adapun kandungan pada rokok yang dapat mengakibatkan hipertensi antara lain. Niko n. Tar dan Karbon monoksida. Niko n yang masuk kedalam tubuh akan mengakibatkan pelepasan adrenalin yang akan menyebabkan pembuluh darah mengalami vasokonstriksi sehingga tekanan darah akan mengalami peningkatan. Tar yang terdapat dalam rokok mempengaruhi tekanan darah dengan meningkatkan pompa ak vitas pompa jantung, sedangkan karbon monoksida (CO) akan mengikat hemoglobin dan mengentalkan darah sehingga butuh tekanan nggi untuk mencukupi kebutuhan metabolism tubuh (Angraini, 2. Sesorang yang menjadi perokok ak f dalam waktu yang lama, memiliki resiko nggi terhadap kejadian hipertensi. Hal ini terjadi akibat dari gas CO atau carbon monoksida yang dihasilkan dari asap rokok yang h p://jurnal. terhirup yang akan mengakibatkan pembuluh darah mengalami kondisi kurang elas s, sehingga tekanan darah meningkat dan kondisi tersebut diperparah dengan adanya efek noko n yang membuat pembuluh darah mengalami vasokonstriksi yang akan mebuat kerja jantung semakin berat dan tekanan darah meningkat, (Setyanda. Sulastri and Lestari, 2. Semakin lama seseorang merokok makan semakin nggi resiko seseorang untuk mengalami hipertensi, sebagaimana tergambar dalam peneli an yang dilakukan terhadap 23 subjek perokok ak f. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signiAkan antara lama merokok dengan kejadian hipertensi (Hikmah, 2017. Linda and Kirnantoro, 2. Kondisi tersebut dapat diperparah jika seseorang memiliki faktor resiko terhadap peningkatan tekanan darah seper . usia 40-59 tahun, pekerjaan. Indek masa tubuh yang nggi atau obesitas. Jenis kelamin serta memiliki riwayat penyakit keluarga, pola komsusmsi makanan yang manis, (Malin et al. , 2020. Wulandari & Abriani, 2020. Fikriana, 2. Tujuan dari peneli an ini, untuk menganalisa hubungan antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah pada pria dewasa awal dan pertengahan, di Desa Sebunga. Adapun variabel-variabel yang akan diuji yaitu. jumlah rokok yang digunakan, usia mulai merokok, lamanya merokok dan anggota keluarga yang merokok. METODE Metode peneli an ini menggunakan metode cross sec onal. Peneli an ini dilakukan di desa Sebunga. Kecamatan Jarengan Besar, dengan populasi laki-laki dewasa muda dan dewasa pertengahan yang masih ak f merokok. Sampel diambil dengan menggunakan teknik non-probali y yaitu convenience-sampling. Proses pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 5 Mei Ae 10 Mei Adanya pandemi covid-19 menjadi kendala untuk mendapatkan subjek yang maksimal. Setelah mendapatkan surat persetujuan dari desa dan kepala puskesmas, peneli mendatangi warga satu persatu, mereka yang memenuhi kriteria inklusi diikutkan dalam peneli an ini. Peneli menjelaskan maksud dan tujuan peneli an, dan bagi mereka yang bersedia diberikan informed consent, ada 50 Subjek yang memenuhi kriteria dan bersedia ikut dalam peneli an ini. Subjek yang bersedia diberi penjelasan untuk mengisi kuesioner peneli an, yang mencakup data pribadi, kebiasaan merokok dan tekanan darah. Adapun pengukuran tekanan darah dilakukan oleh peneli . Subjek diberi waktu 5 menit untuk beris rahat, sebelum tekanan darah diambil. Selanjutnya tekanan darah diambil dengan menggunakan spigmomanometer aneroid dan stetoskop. Hasil pengukuran dimasukan kedalam ques onnaire. Peneli an ini juga telah melewa uji e k dan dinyatakan layak e k, dengan nomor: 068/KEPKFIK. UNAI/EC/IV/20. Data yang telah diperoleh dianalisa dengan menggunakan SPSS. Univariate analysis digunakan untuk Yunus Elon, et al The Associa on between Smoking Habits and Blood Pressure of Adult Men Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Tekanan Darah pada Pria Dewasa mengetahui gambaran subjek yang mencakup data demograA. Bivariate analysis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara jumlah rokok, usia mulai merokok, lama merokok dan anggota keluarga yang merokok terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik. HASIL Sebanyak 50 subjek pria dewasa Desa Sebunga yang ikut berpar sipasi dalam peneli an ini. Tabel 1 memperlihatkan gambaran demograA data subjek berdasarkan beberapa kategori antara lain. Usia dewasa muda . %) dan dewasa pertengahan . %). Pendidikan SD . %). SMP . %) dan SMA . %). Pekerjaan bertani . %). Wiraswasta . %), dan pegawai . %). Status pernikahan single . %) dan Menikah . %). Tabel 1. Gambaran data demograAk subjek Tabel tersebut juga mengambarkan hubungan antara jumlah batang rokok yang digunakan se ap hari, kapan mulai merokok, sudah berapa lama merokok, dan apakah ada anggota keluarga yang merokok dihubungkan dengan tekanan darah. Berdasarkan hubungan jumlah batang rokok yang digunakan dengan tekanan darah sistolik analisis sta s k menunjukan p-value =0,072 yang diinterpretasikan dak signiAkan dan untuk tekanan darah diastolik p-value=0,114 atau dak signiAkan. Untuk hubungan antara usia mulai merokok dengan tekanan darah didapa pvalue=0,525 yang diinterpretasikan dak signiAkan, untuk tekanan darah sistolik dan p-value =0,198 untuk tekanan darah diastolik dimana yang juga dak ada hubungan yang signiAkan. Berdasarkan hubungan antara lamanya merokok dengan tekanan darah, dengan p-value =0,019 untuk tekanan darah sistolik dan p-value =0,013 untuk tekanan darah diastolik, analisis tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signiAkan antara lamanya merokok dengan tekanan darah, baik sistolik maupun Sementara berdasarkan anggota keluarga yang merokok dengan tekanan darah dak terdapat hubngan yang signiAkan dengan p-value =0,065 untuk tekanan darah sistolik dan p-value=0,370 untuk tekanan darah diastolik. PEMBAHASAN Tabel 2. Hubungan antara Jumlah rokok. Usia mulai merokok. Lama merokok. Anggota keluarga yang merokok dengan Tekanan darah Sistolik dan diastolic Tabel 2 memperlihatkan gambaran subjek berdasarkan kategori, jumlah rokok <10 batang atau perokok ringan 23 . %), 10-20 bantang atau perokok moderat 25 . %) dan > 20 batang atau perokok berat 2 . %). Berdasarkan usia mulai merokok, kurang dari 10 tahun 3 . %), 10-20 tahun 31 . %), dan lebih dari 20 tahun 16 . %). Adapun lama merokok subjek yang kurang dari 10 tahun sebesar 8 . %), 10-20 tahun sebanyak 19 . %) dan lebih dari 20 tahun 23 . %). Data subjek mengenai apakah ada anggota keluarga yang merokok memperlihatkan sebanyak 20 . %) dak merokok dan 30 . %) merokok. Tabel 2 menunjukkan dak ada hubungan yang signiAkan antara jumlah rokok yang digunakan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil peneli an ini sejalan dengan peneli an yang dilakukan di Padang 95 laki-laki berusia 35-65 Hasil peneli an tersebut menyimpulkan bahwa dak terdapat hubungan yang signiAkan antara jumlah rokok yang digunakan dengan kejadian peningkatan tekanan darah (Setyanda. Sulastri and Lestari, 2. Namun hasil peneli an ini, berbeda dengan peneli an yang dilakukan oleh, (Widyatama et , 2. yang melakukan peneli an terhadap 135 subjek usia 35-55 tahun yang merokok ak f. Hasil analisis chi-square menunjukkan hubungan yang signiAkan antara jumlah batang rokok yang dikomsumsi dengan kejadian hipertensi p-value. yang ar nya semakin banyak jumlah batang rokok yang dikomsumsi, semakin nggi tekanan darahnya. Tidak terdapat hubungan yang signiAkan antara usia mulai merokok dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil ini berbeda dengan peneli an sebelumnya terhadap perokok dewasa berusia 35-55 tahun. dimana fokus analisis ini adalah membandingkan tekanan darah pada berbagai kelompok usia yakni kelompok usia 35-39 tahun, 40-44 tahun, 45-49 tahun dan 50-55 tahun. Hasil peneli an tersebut menunjukkan hubungan yang signiAkan pada kelompok usia dengan peningkatan tekanan Semakin tua akan semakin nggi resiko untuk mengalami peningkatan tekanan darah (Widyatama et al. , 2. Peneli an yang dilakukan terhadap 49 nelayan pondok layar dimana 24,5% mengalami hipertensi, dan 62,5% sudah merokok sebelum usia j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 127 April 18 tahun dan 77,5% sudah merokok lebih dari 15 tahun, serta 45% mengonsumsi rokok lebih dari 12 batang dalam sehari. Analisis menunjukan hubungan yang signiAkan antara usia meokok dengan hipertensi, (MuAdah, 2. Terdapat hubungan yang signiAkan antara lama merokok dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, hal ini sejalan dengan peneli an yang dilakuakan oleh (Setyanda. Sulastri and Lestari, 2015. Hikmah, 2. yang menyimpulkan terdapat hubungan yang signiAkan antara lama merokok dengan kejadian peningkatan tekanan darah atau hipertesnsi, ar nya semakin lama kebiasaan rokok dipertahankan, maka semakin nggi resiko untuk menderita hipertensi. Menurut peneli an yang dilakukan oleh (Hikmah, 2. Terhadap 23 pria dewasa 20-60 tahun, yang mendistribusikan lama merokok <10 tahun, 10-20 tahun > 20 tahun, hasil analisis memperlihatkan, tekanan darah mulai miningkat pada perokok setelah 10 tahun. Atau dampak buruk terhadap kesehatan khususnya hipertensi, mulai terlihat setelah 10 tahun. Senada dengan penelitain yang dilakukan terhadap 135 subjek dewasa usia 35-55 tahun yang dibagi ke dalam periode merokok <10 tahun dan >10 tahun. dimana mayoritas dari subjek yang merokok lebih dari 10 tahun memiliki tekanan darah nggi, sehingga lamanya seseorang merokok memiliki kontribusi terhadap kejadian hipertensi, (Widyatama et al. , 2. Tidak terdapat hubungan yang signiAkan antara anggota keluarga yang merokok dengan peningkatan tekanan darah Hal ini sejalan dengan peneli an yang dilakukan di SMK Surabaya terhadap 31 siswa dimana 28 siswa terpapar dengan asap rokok baik dari teman maupun keluarga. Hasil analisis menunjukkan dak terdapat hubungan ynag signiAkan antara paparan asap rokok dengan kejadian hipertensi. Hasil ini berbeda karena hasil-peneli an sebelumnya, menunjukkan lamanya paparan sangat mempengaruhi terhadap kejadian hipertensi, sementara subjek yang masuk dalam peneli an ini masuk dalam kategori remaja serta lamanya paparan dak tergambar dalam peneli an ini, (Janah and Mar ni, 2. KESIMPULAN Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap hasil pengukuran tekanan darah terhadap 50 subjek dewasa muda dan dewasa pertengahan diidapa hubungan yang signiAkan antara lamanya merokok dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Semakin lama seseorang merokok, maka semakin nggi resiko terjadinya hipertensi, dalam peneli an kejadian peningkatan tekanan darah berada pada kelompok yang merokok lebih dari 20 tahun. Sementara itu dak terdapat hubungan yang signiAkan antara jumalh rokok, usia mulai merokok dan anggota keluarga yang merokok terhadap kejadian peningkatan tekanan darah. h p://jurnal. DAFTAR PUSTAKA