JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 ANALISIS UNSUR INTRINSIK PADA CERITA RAKYAT NYI KANIPAH DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Sopyan Sauri1. Meliyawati2. Lian Nitami3. Nia Fadilla Agustin4. Bunga Aura Cikal5 Universitas MathlaAoul Anwar Banten1,2,3,4,5 Jalan Raya Labuan Km 23. Pandeglang Banten Sur-el Korespondensi: sopyannsaurii@gmail. com1, meliyawati3@gmail. liannitami0@gmail. com3, fadillania4@gmail. com4, aurachikalb@gmail. Article info ABSTRACT Article history: Received: 02-05-2025 Revised : 15-05-2025 Accepted: 09-06-2025 This study aims to describe the intrinsic elements of the Nyi Kanipah folktale and its use as a learning material for literary appreciation in high school. The Nyi Kanipah folktale comes from Pandeglang Banten. This study uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques are survey techniques, interviews and documentation. The data analysis technique uses the content analysis method with qualitative research steps using the Milles and Hubberman models. The findings of the study are as follows. First, the theme of the folktale is a person's fortitude in living life. Second, the plot is a forward plot. Third, the characters in the story are Nyi Kanipah. Ambu Sair. King Jin and the surrounding community. Fourth, the setting in the folktale is at Nyi Kanipah's house, on the river, the setting is morning, afternoon, evening. and the setting is sad and critical. Fifth, the point of view in the story is third person. Sixth, the message in the folktale is patience that must be applied in living life. The results of the analysis of the intrinsic elements of the Nyi Kanipah folktale can be used as learning material for literary appreciation in high school Keywords: Intrinsic Elements. Folklore. Learning Materials. Kata Kunci: Unsur Intrinsik. Cerita Rakyat. Bahan Pembelajaran ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik cerita rakyat Nyi Kanipah dan pemanfaatannya sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Cerita rakyat Nyi Kanipah berasal dari Pandeglang Banten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data teknik survei, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis . nalisis is. dengan langkah penelitian kualitatif menggunakan model Milles dan Hubberman. Hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, tema cerita rakyat adalah ketabahan seseorang dalam menjalani kehidupan. Kedua, alur yang terdapat adalah alur maju. Ketiga, tokoh yang terapat dalam cerita tersebut adalah Nyi Kanipah. Ambu Sair. Raja Jin dan masyarakat sekitar. Keempat. Latar yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut yaitu di rumah Nyi Kanipah, di Sungai, latar waktu pagi, siang, sore. dan latar suasana sedih dan Kelima, sudut pandang dalam penceritaan adalah orang ketiga. Keenam. Amanat yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut adalah kesabaran yang harus di terapkan dalam menjalani kehidupan. Hasil analisis unsur intrinsik cerita rakyat nyi kanipah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 PENDAHULUAN Cerita rakyat merupakan bagian dari sastra lisan yang berkembang di masyarakat tradisional zaman dahulu dan penyebarannya dari mulut ke mulut sehingga pada akhirnya di kenal secara luas sampai saat ini. Dananjaya . alam Sobri dan Rukmana, 2. Cerita rakyat adalah sebagai bagian kebudayaan dalam suatu masyarakat yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun walaupun dalam versi yang berbeda baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat. Cerita rakyat merupakan bagian dari kebudayaan tak benda yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat tertentu dan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Menurut Juliawati dkk . Cerita rakyat adalah bentuk penuturan cerita yang pada dasarnya tersebar secara lisan dan diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat secara tradisional. Cerita rakyat diwariskan dari generasi ke generasi dengan cara lisan dari mulut ke mulut sehingga terkadang terjadi perbedaan alur cerita yang pada akhirnya terjadilah cerita rakyat dalam beberapa versi. Terdapatnya cerita rakyat menjadi beberapa versi tidak menjadikan sebuah persoalan yang mana yang benar dan yang mana yang salah tetapi itu menjadi ciri khas dari cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat pada akhirnya walaupun sudah ditulis dan di bukukan atau mungkin sudah di trasmisikan dalam teknologi gerak dan animasi tetap manjadi sebuah cerita rakyat. Menurut Sauri dan Maryanah . Cerita rakyat merupakan cerita yang hidup dan berkembang dalam sebuah komunitas tertentu secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya yang di dalamnya mengandung nilai pendidikan yang dapat dijadikan suritauladan yang disebarkan atau disampaikan secara tradisional, yakni secara lisan . ral literatur. Cerita rakyat yang berkembang dimasyarakat tertentu memiliki nilai nilai yang dapat diambil hikmahnya dari perjalanan atau tingkah laku tokoh yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut. Nilai-nilai kebaikan yang terdapat pada cerita rakyat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai cerminan hidup dan nasihat oleh masyarakat pemilik cerita rakyat tersebut. Menurut Guterres . Cerita rakyat banyak mengandung pikiran yang luhur, pengalaman jiwa berharga, cermin watak yang baik, seperti perasaan belas kasihan, jiwa yang sabar dalam menghadapi cobaan hidup, ketekunan dan keuletan, anjuran anjuran untuk bekerja keras dan lain-lain. Penyebaran cerita rakyat dari mulut ke mulut merupakan ciri khas dari sebuah cerita rakyat sebagai sebuah bentuk kebudayaan masa lampau. Sedangkan menurut Maziyah . cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia. Cerita rakyat merupakan bagian tidak terpisahkan dari kekayaan budaya dan sejarah yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Ini adalah warisan lisan yang mengandung nilai-nilai tradisional dan pengalaman kolektif masyarakat, memberikan pemahaman mendalam tentang asal-usul, kebijaksanaan, dan kehidupan sehari-hari yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagi bagian dari kekayaan budaya dan sejarah bangsa, cerita rakyat mencerminkan identitas unik Indonesia serta memperkaya pewarisan nilai-nilai dan tradisi lokal. Warisan ini memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan sosial, menyampaikan pesan moral, dan memelihara hubungan antara generasi, menjadikannya sebagai elemen vital dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa Indonesia. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 Setiap daerah di Indonesia memiliki cerita rakyatnya tersendiri. Begitu juga dengan wilayah Kabupaten Pandeglang. Terdapat banyak cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Pandeglang. Salah satunya yaitu cerita rakyat Nyi Kanipah yang sangat terkenal dan melegenda di daerah kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang. Cerita rakyat Nyi Kanipah ini mengisahkan tentang seorang wanita yang hidup sebatangkara di tengah hutan dan serba kekurangan. Potret kamiskinan dan kesendriain dalam mejalani hidup tergambar dengan jelas pada cerita rakyat Nyi Kanipah tersebut. Satu waktu di bulan Ramadhan menjelang hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Nyi Kanipah pergi ke sungai untuk menangkap ikan yang akan ia sajikan nanti saat hari raya Idul Fitri. Dia bersedih hati melihat orang lain memasak daging untuk Idul Fitri sedangkan dia harus bersusah payah menangkap ikan seorang diri. Saat sedang menangkap ikan di sungai, tiba-tiba air menerjang dengen kencang dari hulu air. Nyi Kanipah yang sedang membelakangi hulu air terkejut melihat air yang menggulung mengarah padanya. Dia bergegas untuk pergi ke bibir sungai, tapi terlambat, air sudah menghantam dan menyeretnya dengan paksa membawanya entah kemana sampai jasadnya tidak ditemukan. Konon katanya Nyi Kanipah awalnya menjadi penunggu sungai Saketi tetapi sekarang Nyai Kanipah sudah pindah dari sungai Saketi dan menikah dengan bangsa ghaib seorang Raja Jin yang tinggal di hilir sungai Simanunjang dan Nyi Kanipah sudah tenang dan damai bersama suaminya. Cerita rakyat tergolong ke dalam genre prosa. Pada genre prosa tentunya terdapat unsur pembangun karya sastra itu sendiri. Unsur pembangun karya sastra disebut juga dengan unsur intrinsik. Menurut Noy, dkk . unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam. Maksudnya adalah unsur yang menjadikan karya sastra itu ada dan berdiri tegak sebagai sebuah karya sastra. Unsur intrinsik adalah sebuah system yang terdiri dari beberapa bagian yang kesemua bagian tersebut berdiri dan berjalan beriringan membentuk sebuah kesatuan yang utuh. Menurut Priyatni . Unsur intrinsik ialah unsur yang telah melekat pada sebuah karya sastra. Unsur instrinsik merupakan unsur yang pasti ada dalam sebuah karya Unsur ini membangun karya sastra tersebut untuk menjadi satu kesatuan yang utuh. Karya sastra tersebut ada karena di bangun oleh unsur instrinsik tersebut. Cerita rakyat yang tergolong kedalam genre prosa yang memiliki unsur instrinsik berupa tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat. Tema adalah gagasan utama, inti cerita atau sesuatu hal yang menjadi fokus pembahasan atau penguraian dalam sebuah cerita. Menurut Wiranti. , dkk . tema adalah gagasan sentral yang menckup permasalahan dalam cerita, yalitu suatu yang akan diungkapkan untuk memberikan arah dan tujuan cerita karya sastra. Melalui tema, karya sastra dapat mencerminkan realitas kehidupan, menyoroti konflik-konflik, serta mengunggah emosi pemikiran pembaca. Sedangkan alur adalah rangkaian cerita atau urutan kejadian yang terurai dari awal sampai akhir cerita. Nurgiantoro . mengatakan bahwa alur atau plot sebuah karya fiksi sering tak menyajikan urutan peristiwa secara kronologis dan runtut, melainkan penyajian yang dapat dimulai dan diakhiri dengan kejadian yang manapun juga. Dengan demikian tahapan awal cerita dapat terletak di bagian mana pun. Secara teoretis plot dapat diurutkan atau dikembangkan ke dalam tahap-tahap tertentu secara kronologis. Namun, dalam Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 praktiknya tidak selamanya tunduk pada aturan tersebut. Secara teoretis-kronologis, tahap-tahap pengembangan plot dibagi menjadi tiga, yaitu tahap awal, tahap tengah dan tahap akhir. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang berisi tahapan kejadian dan disusun secara kronologis. Kemudian, tokoh adalah orang yang berperan dalam sebuah cerita dan penokohan adalah karakter yang diperankan oleh tokoh tersebut. Menurut Amalia dan Fadhilasari . tokoh-tokoh dalam cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan pesan atau sesuatu yang dengan ingin sengaja disampaikan kepada pembaca. Melalui tindakaln, dialog dan melalui perkembangan karakter tokoh, penulis dapat mengkomunikasikan tema utama, moral cerita atau kritik sosial yang ingin disampaikan. Selanjutnya, latar adalah pelukisan atau keterangan waktu, tempat dan ruang suasana yang terlukiskan dalam ceirta tersebut. Menurut Safitri dkk . latar merupakan suatu keterangan yang dapat menggambarkan sebuah peristiwa yang memberikan keterangan mengenai tempat, waktu, ataupun suasana yang ada di dalam cerita. Latar membantu pembaca atau penonton untuk memahami konteks dimana peristiwa tersebut terjadi, menciptakan ketegangan, atau suasana lain yang diperlukan dalam alur cerita. Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menceritakan sebuah peristiwa dalam karya sastra Menurut Huda dkk . sudut pandang merupakan cara yang digunakan pengarang untuk menampilkan tokoh, tindakan, latar dan berbagali peristiwa dalam cerita yang dipaparkannya. Pemilihan sudut pandang yang tepat, pengarang dapat mempengaruhi bagalimana pembaca dapat memahami dan merasakan Sudut pandang juga menentukan sejauh mana pembaca bisa mengetahui pikiran dan perasaan tokoh, serta bagaimana hubungan antar tokoh dan peristiwa dikembangkan. Gaya bahasa adalah pemilihan kata kata agar terjadi keindahan bahasa dalam sebuah karya sastra. Rohmatin . mengungkapkan bahwa gaya bahasa adalah alat atau sarana utama pengarang untuk melukiskan, menggambarkan, dan menghidupkan cerita secara estetika. Gaya bahasa adalah cara pengarang untuk menceritakan jalan ceritanya melalui gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam cerita tersebut. Gaya bahasa merupakan sesuatu yang menarik dalam sastra tentu sebagai alat yang melukiskan cerita dan menghidupkan cerita. Sehingga hal tersebut akan memengaruhi cerita dan menjadikan nilai tambah dalam cerita tersebut karena keindahannya. Terdapat banyak gaya bahasa, salah satunya majas yaitu majas hiperbola. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya. Widayati . mengungkapkan bahwa amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita. Pesan tersebut berupa ide, gagasan, ajaran moral, dan nilai-nilai kemanusiaan. Amanat dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Amanat dapat disampaikan secara tersirat apabila pesan diperoleh secara langsung, misalnya melalui tingkah laku tokoh, jalan pikiran tokoh, atau perasaan tokoh. Sedangkan secara tersurat apabila pesan disampaikan secara tertulis yang dicantumkan dalam cerita tersebut. Hasil analisis unsur instrinsik cerita rakyat Nyi Kanipah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra Indonesia di SMA. Menurut Majid . alam Sauri, 2. menyatakan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 belajar mengajar. Bahan ajar tidak terbatas pada sebuah media digital yang canggih atau bernuansa teknologi saja, bahan ajar dapat berupa segala sesuatu yang dapat memudahkan guru dalam mengajar. Tidak terbatas apakah sesuatu itu bersipat tradisional ataupun modern yang jelas bahan ajar tersebut mempermudah proses pembelajaran dan mempermudah siswa menyerap materi yang diajarkan. Bahan ajar tentunya harus membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah digunakan, tidak justeru menghambat pendidik dalam mengajar. Agustina . menyatakan bahwa bahan ajar adalah seperangkat materi atau substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan materi utuh yang akan dikuasai peserta didik serta memiliki banyak fuingsi. Bahan ajar berupa materi atau hal pokok dari proses pembelajaran yang dilakukan. Selain itu bahan ajar dapat berupa contoh atau bahan yang dapat digarap oleh siswa dengan tujuan agar siswa memahami materi yang diajarkan dengan menggarap atau mengerjakan bahan yang diseiakan pendidik. Bahan ajar disusun dengan sistematis artinya runtut dari awal sampai akhir sehingga siswa dapat memahami alur dari materi tersebut secara konferhansif. Fungsi bahan ajar secara umum adalah bagaiman bahan ajar dapat mempermudah pendidik dalam melakukan proses pembelajaran di kelas. Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan baik berupa teks, video, audio, gambar baik berupa tradisional maupun modern yang tersusun secara sistematis dan dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang diajarkan. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono . penelitian kualitatif adalah metode peneilitian yang dilandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. yaitu peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Metode ini digunakan dengan berlandaskan pada kondisi subjek penelitian berupa cerita rakyat Nyi Kanipah yang bersifat alamiah milik masyarakat tertentu. Selain itu pada penelitian ini, peneliti sebagai instrument kunci yaitu adalah peneliti yang memahami, menelaah dan menafsirkan unsur instrinsik pada cerita rakyat Nyi Kanipah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan Observasi dan dokumentasi dilakukan di lokasi tempat cerita rakyat tersebut berada. Sedangkan wawancara dilakkan kepada informan kunci yang mengetahui cerita rakyat tersebut. Setelah data terkumpul selanjutnya penulis menggunakan metode analisis isi (Content Analysi. untuk menganalisis data penelitian tersebut yaitu menalaah unsur instrinsik yang terdapat dalam cerita rakyat Nyi Kanipah. Secara skematis proses analisis yang dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman dapat dilihat pada bagan berikut. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 Gambar 1. Analisis Intraktif Miles dan Huberman (Mukhtar 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sinopsis Cerita Rakyat Nyi Kanipah Udara terasa dingin menyelimuti, terlihat kabut pagi di lereng Gunung Pulosari menambah kesejukan. Suara air mengalir sangat merdu terdengar oleh telinga dan suara kodok yang bershutan menambah kesunyian dan kehangatan. Sudah beberapa hari ini sang surya tidak terlihat nampak jelas karena tertutup oleh awan mendung yang kebetulan sudah memasuki musim penghujan. Sebuah perkampungan berada di kaki gunung Pulosari yang dekat dengan aliran air sungai berdirilah sebuah gubuk reot dengan beratapkan daun rumbia. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu bilik dan lantai beralaskan tanah. Di rumah tersebut dihuni oleh wanita yang hidup sebatang kara tepatnya di daerah Saketi. Pandeglang. Wanita tersebut bernama Nyi Kanipah. Dia seorang wanita yang tak memiliki orang tua dan tak bersuami. Kemiskinan sudah menjadi teman baiknya selama ini dan kesedihan sudah menjadi pendamping disetiap langkahnya. Nyi Kanipah hidup seorang diri, selama ini meski banyak orang yang membicarakannya dia selalu diam dan sabar menghadapi semuanya. Nyi Kanipah tidak pernah sekalipun membalas perkataan warga yang menggunjingnya, meski terkadang sungguh perkataannya sangat menyakiti hatinya. Hingga suatu hari di bulan Ramadhan, tepatnya saat menjelang hari raya idul Fitri Nyi Kanipah sedang duduk termenung di depan rumahnya menyaksikan warga yang sedang hilir mudik untuk menyambut hari Tiba-tiba datang rombongan ibu-ibu yang akan pergi ke pasar, "Lihatlah Kanipah itu, saat semua orang sibuk mempersiapkan hari raya dia malah berdiam diri di teras rumah. " Ucap salah seorang ibu-ibu yang akan pergi ke pasar. " Dia kan tidak punya suami jadi tidak ada yang memberinya uang, mana mungkin dia bisa belanja ke pasar seperti kita. " Sambung ibu-ibu yang lain. " Benar sekali wanita yang malang, sudahlah ayo kita ke pasar. " Ajak ibu yang lain. "Yasudah ayo". Mendengar perkatan tersebut Nyi Kanipah hanya menghela nafas, menarik diri dan segara masuk ke rumah. Nyi Kanipah kemudian duduk di pertengahan rumahnya sambil merenung tentang kehidupannya selama ini. Auapakah hidupku akan terus seperti iniAy? Tanyanya dalam Setitik air mata jatuh membelai pipi mulusnya seakan menjadi pertanda betapa dia sangat sakit dan menderita selama ini hidup seorang diri. Setelah termenung cukup lama Nyi Kanipah memutuskan untuk ke sungai mencari ikan yang akan dia hidangkan nanti saat hari raya. Nyi Kanipah bergegas mengambil sair di Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 dapur, sair itulah yang akan dijadikan alat untuk menangkap ikan di sungai nanti. Menjelang siang Nyi Kanipah berangkat dari rumah untuk pergi mencari ikan di sungai. Ditengah perjalanan ada seorang ibu ibu bernama Ambu sair yang bertanya "Nok mau kemana nyandak-nyandak sair kitu?" . amu mau kemana membawa Sair?). Tanya Ambu sair saat melihat Nyi Kanipah berjalan melintas di halaman rumahnya. "Saya mau ke sungai mencari ikan" jawab Nyi Kanipah. "Hati-hati saat nanti di sungai yah nok jangan lengah. " Ucap Ambu Sair mengingatkan. "Muhun" jawab Nyi Kanipah. "Kalau begitu saya permisi ambu" lanjutnya. Setelah itu Nyi Kanipah melanjutkan perjalanannya menuju sungai. Sesampainya di sungai Nyi Kanipah mulai mencari ikan dengan menggunakan sair yang Ia bawa, tetapi setelah beberapa lama nyi kanipah masih belum saja mendapat ikan. Dia menghela nafas "apakah engkau sedang menguji kesabaranku lagi?" Ucapnya sambil menengadah menatap langit. Dia kembali melanjutkan kegiatannya, kali ini dengan memunggungi hulu sungai. Nyi Kanipah yang sedang serius mencari ikan tidak memperhatikan sekitar tetapi samar Ia mendengar suara gemuruh kecil. Dia membalikan badan dan betapa terkejutnya dia ketika melihat air menggulung kearahnya. Melihat air yang menerjang mengarah padanya Nyi Kanipah berteriak sekeras yang dia biasa. Suaranya begitu menggelegar seakan membelah langit, tetapi dalam sekejap suara itu mengilang bagai ditelan lautan. Tak ada seorangpun yang mendengar jeritan nyi kanipah terebut. Seiring dengan air itu yang menyeret tubuh Nyi Kanipah, membawanya entah kemana. Sementara itu di pemukiman, "warga sekalian untuk saat ini jangan ada yang pergi ke sungai karena airnya sedang meluap" teriak salah seorang bapak-bapak yang berjalan dari arah sungai. Mendengar itu Ambu Sair segera mendekat " Pak, tadi Kanipah pergi ke sungai dan sampai saat ini saya belum melihatnya kembali". Ucap ambu Sair dengan khawatir. "Benarkah" jawab bapak itu "Apa mungkin dia terbawa arus sungai?" Tanyanya. "Entahlah Saya tidak tau, sebaiknya kita cari saja ke sungai". Ucap Ambu Sair. " Tetapi berbahaya jika kita mencari kesana". Jawab seorang warga yang ada di sana. "Kasihan Kanipah jika benar dia terbawa arus, sebaiknya kita mencarinya" Ambu sair terus memaksa. "Mungkin dia sudah kembali ke rumahnya". Ucap seorang ibu-ibu dengan sinis. "Kanipah belum kembali saya melihat rumahnya sangat sepi tadi" ucap ibu yang " Yasudah kalau begitu mari kita cari bersama-sama" ajak ambu sair. "Ayo" ucap yang lain. Mereka akhirnya pergi ke sungai untuk mencari Nyi Kanipah. Para warga terus mencari Nyi Kanipah di sekitaran sungai Saketi tetapi hingga sore hari, hingga matahari juga sudah kembali ke peraduannya. Namun, hingga sore hari Nyi Kanipah tidak ditemukan juga. Sampai akhirnya warga menyerah dan menghentikan pencariannya mengingat waktu sudah sangat sore. Setelah sekian lama Nyi Kanipah tetap tidak ditemukan dan dinyatakan hilang. Setelah Nyi Kanipah terseret air dan jasadnya tidak ditemukan, beredar kabar bahwa Nyi Kanipah menikah dengan seorang Raja Jin dari sungai simanunjang dan akhirnya Nyi Kanipah dibawa oleh suaminya ke daerah kekuasaannya di daerah sungai Simanunjang. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 Analisis Unsur Intrinsik Cerita Rakyat Nyi Kanipah Unsur intrinsik yang ada dalam cerita rakyat Nyi Kanipah, yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Tema Berdasarkan hasil analisis tema cerita rakyat Nyi Kanipah adalah tentang ketabahan dalam menjalani hidup. Hal ini tergambar dari cerita tersebut mengisahkan seorang perempuan yang hidup sendirian dengan penuh keterbatasan tetapi dia tetap tabah menjalani kehidupannya. Sebagaimana terdapat dalam kutipan "Dahulu kala sekitar tahun 80 an ,ada seorang wanita yang hidup sebatang kara tepatnya di daerah saketi. Pandeglang. Namanya Nyi Kanipah,Dia seorang wanita yang tak memiliki orang tua dan tak bersuami. Kemiskinan sudah menjadi teman baiknya selama ini dan kesedihan sudah menjadi pendamping disetiap . Tokoh dan penokohan Pada cerita rakyat Nyi Kanipah tokoh utamanya adalah Nyi Kanipah. Tokoh lainnya atau tokoh tambahan nya adalah Raja Jin. Ambu Sair, dan warga sekitar. Nyi Kanipah Tokoh Nyi Kanipah digambarkan dalam cerita ini sebagai tokoh utama yaitu seorang wanita yang penyabar, baik hati dan pendiam. Seperti terdapat dalam kutipan "meski banyak orang yang Dia selalu diam dan sabar, tidak pernah sekalipun dia membalas perkatan warga yang menggunjingnya, meski terkadang sungguh perkataannya sangat menyakiti hatinya". Ambu Sair Tokoh Ambu Sair dalam cerita ini sebagai tokoh tambahan yaitu seorang wanita tua yang baik dan peduli pada sekitar, seperti pada Nyi Kanipah. Sebagai terdapat dalam kutipan: "Hati-hati saat nanti di sungai jangan lengah. Raja Jin Tokoh Raja Jin dalam cerita ini sebagai tokoh tambahan yaitu sebagai suami Nyi Kanipah tidak diceritakan secara jelas seperti apa karaktenya, tetapi dalam kutipan "Akhirnya Nyi Kanipah dibawa oleh suaminya ke daerah kekuasaan nya di daerah sungai Simanunjang. " Dapat disimpulkan bahwa Raja Jin ini seorang pria yang baik dan bertanggung jawab. Warga sekitar Pada cerita ini ada sebagian warga yang sering menggunjing Nyi Kanipah ada juga yang biasa saja. Seperti terdapat dalam kutipan : " Lihatlah Kanipah itu,saat semua orang sibuk mempersiapkan hari raya dia malah berdiam diri di teras rumah. " Ucap salah seorang ibu-ibu yang akan pergi ke pasar. " Dia kan tidak punya suami jadi tidak ada yang memberinya uang,mana mungkin dia bisa belanja ke pasar seperti " Sambung ibu-ibu ibu yang lain. Selain itu terdapat pula dalam kutipan: " Ayo kita bantu mencari Kanipah,Ambu sair bilang Kanipah belum kembali sedari siang. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 . Alur Alur dalam cerita rakyat Nyi Kanipah menggunakan alur maju karena menceritakan secara rasional seluruh rangkaian cerita. Presentasi muncul ketika karakter utama dalam cerita yaitu Nyi Kanipah yang hidup seorang diri lalu terkena musibah terbawa arus dan tidak di temukan, setelahnya beredar kabar bahwa Nyi Kanipah menikah dengan seorang Raja Jin. Sebagaimana kutipannya: Au Nyi Kanipah hidup seorang diri tanpa orang tua, tanpa suami, maupun sanak saudara. Saat menjelang hari raya dia tidak mampu membeli daging untuk Ia masak nanti sehingga mengharuskanya mencari ikan di sungai, namun naas Ia terkena musibah terbawa arus sungai dan menghilangkan". Latar Latar dalam cerita rakyat Nyi Kanipah ini ada beberapa latar diantaranya ada latar tempat, latar waktu dan juga latar suasana. Latar Tempat Rumah Sebagaimana kutipannya: "Nyi Kanipah duduk di pertengahan rumahnya sambil merenung tentang kehidupannya selama ini,apakah hidupku akan terus seperti ini? Tanyanya dalam hati. Setitik air mata jatuh membelai pipi mulusnya seakan menjadi pertanda betapa dia sangat menderita selama ini hidup seorang diri". Sungai Sebagimana kutipannya:"Sesampainya di sungai Nyi Kanipah mulai mencari ikan dengan menggunakan sair yang Ia bawa,tetapi setelah beberapa saat Ia masih belum mendapat ikan,Dia menghela nafas " apakah engkau sedang menguji kesabaranku lagi?" Ucapnya sambil menengadah menatap langit. AuPara warga terus mencari Nyi Kanipah di sekitaran sungai saketi tetapi hingga sore hari,hingga matahari juga sudah kembali ke peraduannya. Latar Waktu Pagi Sebagimana kutipannya: "Pagi itu saat semua orang sedang sibuk mempersiapkan untuk hari raya. Nyi Kanipah hanya termenung di teras rumahnya sambil memperhatikan sekitar" Siang Sebagimana kutipannya: "Menjelang siang Nyi Kanipah berangkat dari rumah untuk pergi mencari ikan di sungai". Sore Sebagimana kutipannya: "Hingga sore hari Nyi Kanipah tidak ditemukan juga,sampai akhirnya warga menyerah dan menghentikan pencariannya mengingat waktu sudah sangat sore". Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 . Latar Suasana Sedih AuSetitik air mata jatuh membelai pipi mulusnya seakan menjadi pertanda betapa dia sangat menderita selama ini hidup seorang diri". Sudut Pandang Sudut pandang yang di gunakan adalah sudut pandang orang ketiga. Sebagaimana kutipannya: AuMeliaht air yang menerjang mengarah padanya Nyi Kanipah berteriak sekeras yang dia bisa,suaranya begitu menggelegar seakan membelah langit,tetapi dalam sekejap suara itu mengilang bagai ditelan lautan seiring dengan air itu yang menyeret tubuh Nyi Kanipah, membawanya enath kemana. Amanat Banyak amanat yang terkandung dalam cerita rakyat Nyi Kanipah diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kedua, harus saling tolong menolong dalam bermasyarakat. Ketiga, jangan iri dengan kehidupan orang lain. Pemanfaatan Cerita Rakyat Nyi Kanipah sebagai Bahan Pembelajaran Cerita rakyat Nyi Kanipah dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pembelajaran apresiasi sastra di Berdasarkan hasil analilis terdapat beberapa alasan mengapa cerita rakyat nyi kanipah sangat layak untuk dijadikan bahan pembelajaran adalah sebagai berikut. Konten atau isi cerita rakyat Nyi Kanipah sangat cocok dengan dunia pendidikan yaitu mengajarkan tentang ketabahan menjalani kehidupan walau berada dalam kemiskinan. Pemilihan cerita rakyat Nyi Kanipah sebagai bahan pembelajaran merupakan sebuah upaya melestarikan kekayaan budaya dan sastra lisan di daerah Pandeglang. Hal ini terbukti bahwa saat ini cerita rakyat ini sudah hampir punah dan hanya beberapa orang saja yang masih mengetahui cerita ini secara lengkap. Saat ini guru sering menggunakan bahan pembelajaran apresiasi sastra berupa novel ataupun cerita rakyat yang sudah fenomenal seperti Legenda Tangkuban Perahu. Malin Kundang dan sebagainya. Oleh karena itu, diharapkan guru dapat menggunakan cerita rakyat Nyi Kanipah sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra. Cerita rakyat Nyi Kanipah direkomendasikan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra karena pada cerita rakyat memiliki unsur intrinsik yang lengkap sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi siswa. Memperkenalkan kekayaan budaya daerah terutama cerita rakyat yang ada di daerah setempat sehingga akan tumbuh rasa cinta tanah air dan bangsa yang makin erat. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat Nyi Kanipah memiliki unsur intrinsik sebagai berikut. Pertama, tema cerita rakyat Nyi Kanipah adalah ketabahan seseorang dalam menjalani kehidupan. Kedua, alur yang terdapat Nyi Kanipah adalah alur maju. Ketiga, tokoh yang terapat dalam cerita tersebut adalah Nyi Kanipah. Ambu Sair. Raja Jin dan masyarakat sekitar. Keempat. Latar yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut adalah latar tempat yaitu di rumah Nyi Kanipah dan di Sungai. Latar waktu yaitu pagi, siang dan sore. Sedangkan latar suasana sedih dan genting. Kelima, sudut pandang dalam penceritaan cerita rakyat tersebut adalah orang ketiga. Keenam. Amanat yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut adalah bagaimana kesabaran yang harus diterapkan dalam menjalani kehidupan. Hasil analisis unsur intrinsik cerita rakyat Nyi Kanipah ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Sopyan Sauri. Meliyawati. Lian Nitami. Nia Fadilla Agustin, dan Bunga Aura Cikal (Analisis Unsur Intrinsik pada Cerita Rakyat Nyi Kanipah dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMA) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Juni 2025, 01 Ae 13 DAFTAR PUSTAKA