Vol. No. Juni 2025, pp 110-117 https://doi. org/10. 36590/jagri. http://salnesia. id/index. php/jagri jagri@salnesia. id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia . ARTIKEL PENGABDIAN Pendampingan Literasi Digital pada Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop sebagai Upaya Pengembangan Bisnis dan UMKM Naik Kelas Digital Literacy Assistance to the Sei Lekop Fish Crackers Industry Centre as an Effort to Develop Business and Upgrade MSMEs Tetty Tetty1*. Khairul Hafsar1. Fitria Ulfah1. Haidawati Haidawati1. Linda Waty Zen1. Khairunnisa Khairunnisa1. Angga Reni1 Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Tanjungpinang. Indonesia Abstract The high volume of captured fisheries is utilized by coastal communities as a livelihood source by processing the catch into value-added products such as fish crackers. This community service program aimed to improve the digital literacy of micro, small, and medium enterprise (MSME) actors to support business development and MSME advancement. Conducted from April to November 2024 at the Sei Lekop Fish Crackers Industry Center in Bintan Regency, the program targeted seven Joint Business Groups (Kelompok Usaha Bersama/KUBE), with two participants each. However, one participant was absent, resulting in 13 total attendees. The program responded to key challenges such as continued reliance on conventional marketing and limited access to digital platforms. Products were often resold without proper branding, and customers struggled to find them online due to participantsAo limited knowledge of digital marketing and time constraints in managing e-commerce. To address these issues, the program included educational sessions and hands-on mentoring in digital literacy. The implementation followed three phases: preparation, execution, and evaluation. Training covered creating social media and e-commerce accounts, as well as content creation using tools like Canva. The evaluation used pre- and post-program questionnaires to measure changes in understanding. Results showed a significant increase in digital literacy among participants, from an average of 93% before the program to 63. 07% after. This indicates that the intervention effectively enhanced the digital capacity of MSME actors, supporting their business sustainability and competitiveness in the digital era. Keywords: e-commerce, digital literacy, sei lekop Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia . Address: Jl. Dr. Ratulangi No. Baju Bodoa. Maros Baru. Kab. Maros. Provinsi Sulawesi Selatan. Indonesia Submitted 25 November 2024 Revised 25 Juni 2025 Accepted 29 Juni 2025 Email: info@salnesia. id, jagri@salnesia. Phone: Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2025 Abstrak Tingginya volume perikanan tangkap dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai sumber mata pencaharian dengan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk ikan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kelas UMKM. Kegiatan dilaksanakan pada April hingga November 2024 di Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop. Kabupaten Bintan, dengan sasaran tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUBE), masing-masing diwakili dua orang. Namun, satu peserta tidak hadir sehingga total peserta berjumlah 13 orang. Program ini menjawab permasalahan utama pelaku usaha seperti masih mengandalkan pemasaran konvensional dan keterbatasan akses ke platform Produk sering dijual kembali tanpa label resmi IKM, dan konsumen kesulitan menemukannya secara online karena kurangnya pemahaman digital marketing serta keterbatasan waktu dalam mengelola akun e-commerce. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penyampaian materi dan pendampingan literasi digital. Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta dilatih membuat akun media sosial dan ecommerce, serta konten promosi menggunakan aplikasi seperti Canva. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital peserta dari rata-rata 36,93% menjadi 63,07%. Hasil ini menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM sehingga lebih siap menghadapi persaingan usaha di era digital. Kata Kunci: e-commerce, literasi digital, sei lekop *Penulis Korespondensi: Tetty Tetty, email: tettymhfdz@umrah. This is an open access article under the CCAeBY license Highlight: Program pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman literasi digital peserta dari 36,93% menjadi 63,07% melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan media sosial dan e-commerce. Ini menunjukkan keberhasilan metode edukatif dan praktik langsung dalam memberdayakan pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi. Kegiatan ini menjawab tantangan utama para pelaku usaha di Sentra Kerupuk Ikan Sei Lekop, yaitu masih terbatasnya pemanfaatan pemasaran Dengan pelatihan seperti penggunaan Canva untuk membuat konten promosi, para pelaku usaha kini memiliki keterampilan untuk meningkatkan branding dan memperluas jaringan pemasaran digital secara mandiri. PENDAHULUAN Volume produksi perikanan tangkap yang besar tentunya dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai mata pencaharian, hasil perikanan tangkap tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku mentah saja, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah . alue adde. seperti kerupuk ikan. Spratelloides gracilis dalam bahasa lokal dikenal dengan ikan tamban, merupakan salah satu komoditas perikanan yang dijadikan olahan kerupuk. Kerupuk ikan tamban merupakan produk diversifikasi olahan hasil Tetty1 et al. Vol. No. Juni 2025 perikanan yang menjanjikan di Kabupaten Bintan sehingga mendorong berdirinya banyak UMKM yang mengelola hasil laut salah satunya adalah Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop Kabupaten Bintan (Tambunan, 2. Dewasa ini, tantangan bagi IKM dan UMKM yaitu tantangan menghadapi persaingan perdagangan internasional, termasuk Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop Kabupaten Bintan yang belum memanfaatkan literasi digital dalam pengembangan usaha. Sejalan dengan pendapat Arrosyad et al. yang menyatakan UMKM wajib melakukan inovasi dalam mengembangkan produk, agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam peningkatan keterampilan memanfaatkan teknologi serta memperluas pemasarannya. Peluang pasar kerupuk ikan cukup menjanjikan karena menjadi salah satu panganan tradisional yang sangat digemari masyarakat baik sebagai camilan maupun pendamping makan, sehingga kerupuk ikan memiliki potensi pasar yang besar baik dari kalangan menengah ke bawah hingga menengah ke atas (Fuad et al. , 2. Pada era revolusi industri 4. 0 masyarakat tentu tidak asing dengan media sosial. Media sosial merupakan sarana untuk pelaku UMKM menyebarluaskan informasi terkait produk. Selain media sosial, pelaku UMKM juga memanfaatkan e-commerce seperti shopee. Lazada. Tokopedia, dan lain-lain sebagai media pemasaran produk. Menurut Arrosyad et al. Manurung dan Putri . , media sosial memberikan dampak positif terhadap perluasan pemasaran dan peningkatan volume penjualan produk. Produk kerupuk ikan tamban yang diproduksi oleh Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop Kabupaten Bintan sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kepulauan Riau bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Namun, karena belum memanfaatkan literasi digital secara maksimal, menyebabkan jangkauan pemasaran masih terbatas. Pemasaran masih dilakukan secara konvensional, saat ini IKM kerupuk ikan tamban menerima pesanan kerupuk melalui WhatsApp, dan konsumen yang langsung datang ke sentra industri untuk membeli oleh-oleh. Sehingga perlu dilakukan kegiatan pendampingan literasi digital pada Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop sebagai upaya pengembangan bisnis dan UMKM naik kelas. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada bulan AprilNovember 2024 di Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop. Kecamatan Bintan Timur. Kabupaten Bintan. Prosedur kerja PkM dilakukan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Tahap persiapan diawali dengan melakukan survei dan permohonan izin kepada ketua sentra industri terkait rencana kegiatan pengabdian. Selanjutnya dilakukan koordinasi mengenai jumlah perwakilan setiap kelompok, pengurusan administrasi, serta persiapan bahan, peralatan, dan akomodasi yang dibutuhkan. Tahap pelaksanaan kegiatan dimulai dengan memberikan materi terkait pentingnya literasi digital selanjutnya memberikan pendampingan peserta dalam bentuk pelatihan pembuatan akun media sosial dan e-commerce, membuat konten digital seperti flyer, video, dan infografis. Tahap evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test bertujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap literasi digital. Pada tahap ini, peserta diberikan 15 butir soal pilihan ganda yang sama sebagai instrumen untuk menilai tingkat pemahaman para peserta sebelum dan sesudah pemberian materi dan pendampingan literasi digital. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemaparan materi dan pendampingan terlaksana tanggal 23 Oktober 2024. Pemaparan materi diselenggarakan di TPQ yang berada di Sentra Kerupuk Ikan Sei Lekop, kegiatan ini dihadiri oleh 13 perwakilan KUBE dengan 1 peserta tidak hadir. Adapun Pemaparan materi disampaikan oleh Tetty. Pi. Si. Sesi awal kegiatan penyampaian materi diisi dengan materi mengenai digital marketing dan pembagian kuesioner pre-test. Pre-test bertujuan untuk mengukur kemampuan dan pemahaman terhadap literasi digital. Peserta sangat antusias mendengar materi sekaligus praktik pembuatan konten pemasaran, ini merupakan hal baru bagi para peserta. Karena selama ini, sudah banyak sosialisasi yang diikuti oleh peserta berkaitan dengan pentingnya pemasaran digital, namun tidak disertai dengan praktik sehingga peserta kurang berminat. Solusi pendampingan ini diberikan agar dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi demi menunjang pengembangan usaha. Hal ini sejalan dengan pendapat Muhajir . yang menyatakan bahwa literasi digital merupakan keahlian atau keterampilan yang harus dimiliki oleh masyarakat di era serba digital, namun tidak semua lapisan masyarakat memahami dengan baik tentang literasi digital. Sehingga penting untuk memberikan pemahaman literasi digital terutama bagi pelaku UMKM sebagai penunjang pengembangan bisnis. Saat ini UMKM dituntut untuk melek teknologi jika ingin bersaing dan bertahan dalam dunia usaha. Keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital memunculkan urgensi untuk meningkatkan kapasitas kompetensi digital di kalangan pelaku UMKM, guna mengimbangi dinamika perkembangan teknologi dan tren pemasaran yang terus berkembang. Jika UMKM melek digital maka akan memiliki beberapa manfaat yaitu dapat menurunkan biaya promosi, meningkatkan produktivitas kerja dan keterampilan, serta dapat memaksimalkan keuntungan usaha. Selain itu dengan adanya literasi digital dapat juga memperluas jejaring usaha sehingga dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah (Ramdhan dan Anwari, 2023. Rizqi et al. Gambar 1. Pemaparan materi digital marketing dan aplikasi Canva Pemaparan materi kedua berkaitan dengan cara membuat akun Canva disertai dengan pendampingan dalam membuat konten promosi . ontent marketin. seperti flyer dan infografis (Gambar . Pelatihan Canva penting sebagai penunjang dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam membuat konten untuk sarana promosi. Menurut Andari et al. Endra et al. pelatihan Canva dalam kegiatan pengabdian sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan. Tetty1 et al. Vol. No. Juni 2025 kreativitas, dan motivasi para pelaku UMKM dalam menggunakan desain untuk memperkuat branding dan meningkatkan jumlah penjualan produk. Setelah materi selesai diberikan, dilakukan pendampingan untuk membuat desain pada aplikasi Canva. Proses pendampingan dimulai dengan membentuk peserta menjadi 4 kelompok (Gambar . Masing-masing mahasiswa mendampingi setiap kelompok dalam praktik membuat desain pada aplikasi Canva. Peserta sangat antusias, bersemangat dan tertarik mengikuti proses pendampingan. Para peserta sangat ingin mendapat pendampingan Setelah selesai proses pendampingan para peserta mengumpulkan hasil desain yang dibuat pada Google Drive. Hasil karya peserta dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 2. Proses pendampingan pembuatan content marketing Evaluasi kegiatan pengabdian dilakukan melalui pengisian post-test dengan menggunakan kuesioner yang sama pada saat pre-test dilakukan. Evaluasi bertujuan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi dan pendampingan yang telah diberikan oleh tim pengabdian. Gambar 3. Hasil desain peserta menggunakan Canva Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Juni 2025 Gambar 4 menunjukkan adanya peningkatan nilai peserta dari pre-test ke posttest. Nilai pre-test berkisar 30-70 sedangkan nilai post-test berkisar 70-100. Rata-rata peningkatan nilai pemahaman peserta sebesar 35,38 dengan skor peningkatan tertinggi mencapai 50 poin. Hal ini mengindikasikan keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam meningkatkan pemahaman literasi digital peserta, hasil evaluasi sejalan dengan pendapat Saputra et al. Mayasari et al. yang menyatakan bahwa bahwa peningkatan skor peserta pelatihan mencerminkan keberhasilan pencapaian tujuan program serta berdampak positif bagi peserta dalam peningkatan kapasitas usaha. Gambar 4. Grafik nilai pre-test dan post-test peserta Secara keseluruhan persentase tingkat pemahaman peserta pada saat pre-test sebesar 36,93% yang menunjukkan rendahnya tingkat pemahaman peserta terhadap literasi digital, setelah peserta mengikuti penyampaian materi dan sesi pendampingan, rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat menjadi 63,07%. Peningkatan kemampuan peserta dalam memahami literasi digital didukung oleh semangat peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan pengabdian. Peserta berperan aktif sesi pelatihan, diskusi, dan praktik yang dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang penggunaan perangkat digital dan strategi pemasaran lewat media sosial (Mochklas et al. , 2023. Rachmawati et al. , 2. Peningkatan pemahaman literasi digital pelaku usaha kerupuk ikan tamban tentu akan berimplikasi pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia, selain itu akan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran melalui pengembangan pemasaran berbasis digital sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi usaha masyarakat pesisir agar berdaya saing. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Aceh et al. Rahmadani et al. yang menyatakan bahwa dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap UMKM, maka akan membuat UMKM dapat mengembangkan pemasaran secara digital. Perkembangan ini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mempromosikan produk secara lebih efektif, sekaligus mempermudah konsumen dalam mengakses dan memperoleh produk sesuai kebutuhan. Tetty1 et al. Vol. No. Juni 2025 KESIMPULAN Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian ini ialah tingkat kemampuan peserta pengabdian sebelum diberikan materi dan pendampingan sebesar 36,93%, terjadi peningkatan kemampuan peserta dalam memahami literasi digital setelah menerima materi dan pendampingan, rata-rata tingkat kemampuan peserta sebesar 63,07%. Dapat disimpulkan kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memahami literasi digital yang dapat dijadikan penunjang dalam berbisnis, sebaiknya dapat dilakukan kegiatan pengabdian lanjutan seperti pelatihan pemasaran UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Maritim Raja Ali Haji yang telah memberikan fasilitas pendanaan hibah internal, sehingga pengabdian ini dapat terlaksana dengan DAFTAR PUSTAKA