KREATIVITAS WAYANG TAVIP 3D DALAM PROSES PEMBUATAN WAYANG MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KAIN PERCA SEBAGAI BENTUK PERTUNJUKAN SENI BERDAKWAH DI PONPES FATHUL HUDA BOJONGKASO Tavip Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 117 PENDAHULUAN Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan Limbah Botol Plastik dan Kain Perca di Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso Kabupaten Bandung, merupakan bagian Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) DIPA ISBI Bandung tahun 2025. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitas kompentensi, ketrampilan guru serta anak didik dalam pengayaan alat peraga wayang tavip 3D untuk pertunjukan seni Wayang sebagai media dakwah dikenal sejak dulu ketika para wali songo menyebarkan agama islam di Pulau Jawa. Kata dakwah pada umumnya selalu identik dengan kegiatan keislaman, khutbah, ceramah, tablik akbar dan yang lainnya. Sedangkan kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu daAoaa Ae yadAou Ae daAowatan yang artinya mengajak atau menyeru. Dengan demikian arti AudakwahAy tidak selalu berkaitan dengan kegiatan AuMengajak atau menyeruAy dapat diaplikasikan dalam dialog antar personal atau kelompok. Sumber mengajak atau menyeru bisa dari legenda, mitos, atau kisah-kisah dalam ajaran agama. punya nilai edukasi tentang kebaikan. Dakwah pada dasarnya bisa dilakukan dengan lisan, tulisan, bahkan mungkin dengan mempergunakan perbuatan. Menurut saifudin azhari, dakwah adalah segala aktivitas yang mengubah suatu situasi lain yang lebih baik menurut ajaran islam. Tujuan pelatihan ini : . Untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan praktis tentang bagaimana memanfaatkan limbah botol plastik dan kain perca sebagai bahan dasar pembuatan wayang tavip 3D menjadi sebuah karya seni 118 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan bernilai. Untuk mempromosikan wayang tavip 3D karya dosen ISBI Bandung dalam kegiatan PKM di wilayah Pondok Pesantren Fhatul Huda Bojongkaso. Untuk mengembangkan membuka kesadaran masyarakat tentang Untuk lingkungan yang bersih AuAnnadhahatu minal imanAy kebersihan bagian dari iman. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metoda : . Ceramah sebagai landasan tiori, konsep dan strategi. Diskusi sebagai umpan balik atau tanya jawab, menyatukan persepsi kelancaran kegiatan. Praktik aplikasi langsung wujud uji desain yang telah di desain sebelumnya. ISI Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan Limbah Botol Plastik dan Kain Perca Sebagai Media Pertunjukan Seni Berdakwah di Pondok Pesantren Bojongkaso, dampak positif pada peningkatan kopentensi kepada Pondok Pesantren Fathul Huda, terutama pada guru dan para santri yang menjadi peserta pelatihan. Kegiatan pelatihan ini berhasil mencapai tujuan pokoknya, yaitu membantu para guru / ustad dalam mengembangkan pembelajaran muhadhoroh dengan media wayang untuk menyampaikan syiar. Pemilihan Ponpes Fhatul Huda Bojongkaso sebagai mitra PKM dilatarbelakangi beberapa keterangan kepala Ponpes Fhadul Huda diantara: . Masih kurangnya guru yang berpendidikan seni, khususnya pertunjukan . eni Sarana dan prasarana untuk kegiatan seni sangat Belum pernah ada yang memberi pelatihan Untuk permasalahan ini, diperlukan sebuah program pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompentensi guru / Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 119 ustad dan para santri untuk mengembangkan pendidikan muhadhoroh arternatif. Faktor pendukung utama keberhasilan pelatihan meliputi dukungan penuh dari Pondok Pesantren Fathul Huda dengan aktifnya para peserta pelatihan, serta kwalitas materi dan metode pelatihan yang interatif dan relevan peserta merasakan waktu yang disediakan untuk sangat terbatas untuk menggali kreatifitas dan teknik-teknik mendaur ulang bahan limbah botol plastik menjadi karya seni Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pelatihan ini di sarankan kedepannya perlu waktu yang lebih panjang agar peserta pelatihan mendapat pemahaman dan mendalami materi yang diberikan. Gambar 1. Surat Perjanjian Ketua PKM dan Mitra (Dok : Tim PKM. Kegiatan PKM ini diawali dengan adanya persetujuan dari pimpinan pondok pesantren Fathul Huda berupa perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak. Sebelum melaksanakan kegiatan target utama, tim pengabdian menyampaikan materi dan program serta berkordinasi dengan Ponpes Fathul Huda sebagai mitra. Target utama dalam kegiatan ini mencakup 120 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan sosialisasi tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah botol plastik dan kain perca menjadi karya wayang, praktek interaktif untuk pengembangan visual, dan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan implementasi yang efektif dan efesien. Evaluasi dilakukan dengan cara mengamati,dan menilai dari hasil selama praktek, dengan fokus pada kompentensi para peserta pelatihan. Tahap pra-kegiatan: Pada tahap ini tim pelaksana PKM melakukan pembuatan prototife wayang tavip 3D bahan limbah botol plastik dan kain perca sebagai panduan untuk teknologi yang akan di aplikasikan kepada peserta pelatihan, mulai dari tahap awal hingga hasil akhir. Selanjutnya kegiatan pengabdian pada masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso Desa Cihanyir Kabupaten Bandung, dengan target pada peningkatan kompentensi dan ketrampilan guru dan para santri dalam pembuatan wayang tavip tiga dimensi . D) berbahan limbah botol plastik air mineral, serta trampil dalam memperagakannya dalam semulasi pertunjukan. Gambar 2. Pra-pelatihan Pembuatan Prototife Wayang Tavip 3D (Dok: Tim PKM) Sosialisasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di buka dengan sambutan dari bapak Dali Muhammad Nadir selaku pimpinan Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso, yang Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 121 diwakilkan oleh Ahmad Ramdani selaku sekretaris. Dalam samputanya menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menggali potensi kreatif pada para santri juga guru. Lebih lanjut beliu mengatakan. Aupemanfaatan libah plastik dan kain perca menjadi karya seni wayang merupakan kepedulian terhadap lingkungan yang bersih Au Kebersihan bagian dari imanAy. Gambar 3. Sambutan Sekretaris Ponpes Fathul Huda Sebagai Mintra PKM (Dok : Tim PKM 2025 ) Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh ketua tim, anggota 1 & 2, dan tenaga teknis lapangan. Sesi pertama dari pelatihan ini difokuskan pada peranan wayang sebagai media dakwah di-era Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran agama Islam di pulau Jawa yang di sampaikan oleh ketua tim PKM. Gambar 4. Pemaparan program oleh bapak Nandang GW, selaku anggota 1. (Dok : Tim PKM. 122 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan praktis dalam pembuatan wayang tavip 3D dengan memanfaatkan limbah botol plastik dan kain perca menjadi karya seni wayang, dan hasilnya dapat dijadikan sebagai media pertunjukan seni berdakwah Au Limbah BerdakwahAy. Gambar 5. Pemaparan tentang material limbah botol plastik dan kain perca, oleh bapak Rikey Arief Rahman selaku tenaga ahli lapangan non ASN (Dok. Tim PKM. Pelatihan ini diikuti oleh 12 peserta terdiri 2 guru dan 10 santri yang berlokasi di Ponpes Fhatul Huda Bojongkaso dan Studio Wayang Tavip di Komplek Delima Endah Kelurahan Wargamekar. Kecamatan Baleendah. Kabupaten Bandung. Gambar 6. Pemaparan material, cara membuat, dan memainkan wayang tavip 3D. (Dok. Tim PKM. Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 123 Proses dan Tahapan Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D . Badan kepala dan tangan wayang Badan wayang dari botol praktik ukuran 1 atau 0,5 liter dibalik penggunaannya bagian bawah untuk pundah dan bagian atas/tutup untuk pegangan. Bagian pundak ujung botol dibentuk seperti pundak / badan manusia dengan cara dipanaskan dengan korek gas. Kepala wayang dibuat dari botol dengan posisi terbalik, bagian tutup botol dijadikan Tinggi kepala tergantung karakter yang diinginkan, lalu dibungkus dengan lakban kertas dan dicat dasar. Tangan wayang terbuat dari botol plastik yang telah dipotong bagian atas dan bawahnya lalu dibelah dua, dan di gulung dengan menggunakan spidol G12 sebagai rol. Setelah konstruksi dasar wayang selesai dilanjutkan dengan pembuatan karakter wajah wayang dan penerapan model kostum sesuai dengan desain yang diinginkan. Terakhir pemasanan stik tangan. Tangan wayang terbuat dari botol plastik yang telah dipotong bagian atas dan bawahnya lalu dibelah dua, dan di gulung dengan menggunakan spidol G12 sebagai rol, lalu dilakban. Gambar 7. Praktek Pembuatan Wayang Pengenalan Bahan (Dok. Tim PKM. 124 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan Gambar 8. Praktaek Pembuatan Anatomi Badan dan Kepala Wayang. (Dok. Tim PKM. Gambar 9. Praktaek Pembuatan Busana Wayang. (Dok. Tim PKM. Merias wajah wayang Hasil akhir pembuatan anatomi & karakter wajah wayang. Karakter wajah wayang dan model busananya menyesuaikan karaktaer yang diinginkan dalam kontek cerita atau tokoh yang akan dibawakan, realistik atau fantasi. Bahan untuk merias menggunakan cat atau spidol permanen, dan bahan rias Transformasi Sosio-kultural dalam Seni dan Pendidikan | 125 Gambar 10. Prakrtek Merias Wajah Wayang. (Dok. Tim PKM. Gambar 11. Praktek Membuat Lengan Wayang (Dok. Tim PKM. Busana Wayang Bahan busana wayang dipakai menggunakan kain perca atau sisa potongan kain, bubble warp untuk rambut Tahapannya dimulai dari pengukuran, pembuatan patrun atau pola busana, pemotongan, penjahitan, dan penerapan busana pada tubuh wayang. Gambar 12. Praktek Membuat Pola Busana Wayang (Dok. Tim PKM. 126 | Transformasi Sosio-Kultural dalam Seni dan Pendidikan PENUTUP Kegiatan PKM dengan judul : Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan Limbah Botol Plastik Dan Kain Perca di Ponpes Fathul Huda Bojongkaso, kendala yang sangat terasa adalah waktu yang tersedia untuk pelatihan sangat terbatas dikarnakan padatnya jadwal keagamaan. Waktu yang disediakan untuk praktek yaitu malam jumat, pukul 20. 00 s/d 22. 00 WIB. Harapan kedepan, program ini akan meningkatkan mutu baik pendidik atau para santri dalam mengembangkan pelajaran . dengan media seni wayang di Ponpes Fathul Huda Bojongkaso. REFERENSI