JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 ANEMIA PADA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PREMATUR DI RS TEMPAT PERAWATAN TENTARA Dr. SOEHARSONO BANJARMASIN Suryati1 1Program D3 kebidanan. Fakultas Keperawatan Dan Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Jl. Parman. Kelurahan Pasar Lama. Banjarmasin Tengah. Banjarmasin zahirasyawalia2012@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Masalah kesehatan pada ibu yang dapat timbul akibat kelahiran prematur adalah anemia. Anemia adalah gangguan yang paling umum dari kehamilan. Kekurangan Pada ibu hamil dengan anemia terjadi gangguan penyaluran oksigen dan zat makanan dari ibu ke plasenta dan janin, yang mempengaruhi fungsi plasenta. Fungsi plasenta yang menurun dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin. Anemia pada ibu hamil dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin, prematur, abortus, partus lama, sepsis puerperalis, kematian ibu dan janin, meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, asfiksia Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan kejadian persalinan prematur di RS TPT Dr. Soeharsono Banjarmasin. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang bersalin dengan bayi mengalami prematur di RS TPT Dr. Soeharsono Banjarmasin sebanyak 56 ibu. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Analisis data menggunakan korelasi Kendall tau. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami anemia sedang yaitu 37 orang . ,1%) dan bayi responden mengalami sangat prematur yaitu 31 orang . ,4%). Hasil uji Hasil uji kendall tau didapatkan nilai E 0,344 dengan signifikansi . 0,008. Simpulan: Ada hubungan antara anemia pada ibu dengan persalinan prematur. Bidan diharapkan dapat benar-bebar memantau kadar Hb pada ibu hamil agar kejadian anemia pada persalinan dapat dihindari. Kata Kunci : Anemia, ibu bersalin. Kejadian Prematur ABSTRACT Background: Health problems in mothers that can arise due to premature birth is anemia. Anemia is the most common disorder of pregnancy. Deficiency In pregnant women with anemia there is a disturbance in the delivery of oxygen and nutrients from the mother to the placenta and fetus, which affects the function of the placenta. Decreased placental function can result in impaired fetal growth and development. Anemia in pregnant women can lead to impaired fetal growth and development, prematurity, abortion, prolonged labor, puerperal sepsis, maternal and fetal death, increasing the risk of low birth weight, asphyxia neonatorum. Objective: To determine the relationship between anemia and the incidence of preterm labor in Dr. TPT Hospital. Soeharsono Banjarmasin. Methods: The research method used is Analytical Survey with a cross sectional design approach. The population of this study were mothers who gave birth with premature babies at Dr. TPT Hospital. Soeharsono Banjarmasin as many as 56 mothers. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 56 Data analysis using Kendall tau correlation. Results: The results showed that most of the respondents experienced moderate anemia, namely 37 people . 1%) and the respondents' babies were very premature, namely 31 people . 4%). Test results The results of the Kendall tau test obtained a value of 0. 344 with a significance . Conclusion: There is a relationship between maternal anemia and preterm delivery. Midwives are expected to be able to strictly monitor Hb levels in pregnant women so that the incidence of anemia in childbirth can be Keywords: Anemia, maternity mother. Premature Occurrence JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 PENDAHULUAN Indonesia Berdasarkan Survei Demografi dan peringkat kelima dengan kelahiran prematur Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, . Sementara untuk kasus kematian neonatus di Provinsi Kalimantan Selatan pada (AKI) kematian bayi (AKB) yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan prematur, dan nifas kelahiran hidup dengan penyebab kematian sebesar 359 per 100. 000 kelahiran hidup. terbanyak disebabkan karena BBLR dan Angka kelainan kongenital. Kasus bayi prematur di dibandingkan dengan negaraAe negara tetangga di Kawasan ASEAN. Oleh karena itu, sejak menyebabkan kematian sebesar 32,3%. Selatan Kesehatan Masalah kesehatan pada ibu yang meluncurkan program Expanding Maternal dapat timbul akibat kelahiran prematur adalah and Neonatal Survival (EMNS) dalam rangka Pada ibu hamil dengan anemia terjadi menurunkan angka kematian ibu dan neonatal sebesar 25%. makanan dari ibu ke plasenta dan janin, yang Menurut Kementerian Kalimantan 30/1000 Survey Demografi Fungsi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 20 Angka plasenta yang menurun dapat mengakibatkan Kematian Ibu di kawasan Asia Tenggara gangguan tumbuh kembang janin. Anemia (ASEAN) yaitu Singapura . /100. 000 KH), Malaysia . /100. 000 KH). Thailand gangguan tumbuh kembang janin, prematur, 10/100. 000 KH),Vietnam . /100. 000 KH), abortus, partus lama, sepsis puerperalis, dan Indonesia . /100. 000 KH), sedangkan kematian ibu dan janin, meningkatkan risiko Angka Kematian Bayi di kawasan Asia Tenggara Singapura . /100. Malaysia . /100. KH), KH), Thailand Riskesdas 2018 mendapatkan anemia . /100. 000 KH). Vietnam . /100. 000 KH), terjadi pada 37,1% ibu hamil di Indonesia, dan Indonesia 47/100. 000 KH). Dari data 36,4% ibu hamil di perkotaan dan 37,8% ibu diatas terlihat bahwa angka kematian ibu di hamil di perdesaan. Data dinas Provinsi indonesia masih tinggi. Kalimantan Selatan tahun 2015, menyebutkan Kelahiran prematur meningkat dari prevalensi anemia ibu hamil di Kalimantan 7,5% . juta kelahira. menjadi 8,6% . ,2 juta Selatan terus mengalami peningkatan sejak kelahira. di dunia. Angka kejadian kelahiran tahun 2010 dari 22,45% menjadi 28,1% di prematur di negara berkembang jauh lebih . tinggi, seperti India . %). Afrika Selatan Dampak yang ditimbulkan dari ibu . %). Sudan . %) dan Malaysia . %). Angka kelahiran prematur berkisar 10-20% di persalinan prematur. Bayi dapat memiliki Indonesia pada tahun 2015 dan angka ini JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan 319 pasien, persalinan ekstraksi vakum dengan waktu yang cukup bulan. Gangguan sebanyak 72 pasien. Dari data yang respirasi menyebabkan 44% kematian yang diperoleh dari rekam medis RS TPT Dr. terjadi pada umur kurang dari 1 bulan. Soeharsono Banjarmasin didapatkan data Anoreksia 12 kali lebih sering terjadi pada ibu yang mengalami prematur sebanyak 56 bayi prematur dibandingkan Jika berat bayi kurang dari 1000 Tujuan penelitian adalah untuk gram, maka angka kematian naik menjadi Perdarahan intrakranial lima kali lebih dengan kejadian persalinan prematur di RS sering pada bayi preterm dibanding pada bayi TPT Dr. Soeharsono Banjarmasin. Hal tersebut terjadi karena lunaknya tulang tengkorak dan immaturias jaringan METODE otak, sehingga bayi prematur lebih rentan terhadap kompresi kepala. Metode penelitian yang digunakan adalah Survei Analitik dengan pendekatan Masalah anemia pada ibu dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini persalinan prematur juga didukung dalam jurnal penelitian yang dilakukan oleh mengalami prematur di RS TPT Dr. Perveen, et al Soeharsono Banjarmasin sebanyak 56 ibu. , dengan judul bersalin dengan Sideropaenic anaemia: Impact on perinatal Teknik menggunakan total sampling dengan jumlah care hospitalatau dampak dari kehamilan dengan anemia sampel sebanyak 56 didapatkan hasil sebanyak 78 . ,7%) kasus kelahiran premature pada ibu dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam anemia dibandingkan dengan ibu yang tidak medik pasien di RS TPT Dr. Soeharsono Selain itu juga dampak yang Banjarmasin. ditimbulkan pada ibu anemia adalah berat Registrasi Etik penelitian atau ijin penelitian. badan lahir rendah, kematian perinatal, nilai Analisis data menggunakan korelasi Kendall apgar skor kurang pada saat kelahiran, dan Dengan Tehnik kematian bayi saat lahir, juga terdapat faktor yang berpengaruh dengan kejadian anemia yaitu tingkat pendidikan ibu dan pendapatanekonomi keluarga. Berdasarkan yang dilakukan peneliti di RS TPT Dr. Soeharsono Banjarmasin terdapat 881 ibu bersalin, persalinan secara normal sebanyak 490, persalinan Sectio Caesarea sebanyak JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 HASIL Karakteristik Karakteristik Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan paritas No. Paritas Total Tabel Gambar 1. Karakteristik responden berdasarkan responden yang paling banyak adalah multi yaitu 33 orang . ,9%) sedangkan yang paling sedikit grandemulti yaitu 4 orang . ,1%). Berdasarkan paritas, dari 100% persalinan Gambar 1. memperlihatkan bahwa sebagian besar responden bekerja sebagai IRT yaitu 27 orang . ,2%) dan yang paling sedikit bekerja wiraswasta yaitu 6 orang . ,7%). Berdasarkan pekerjaan, dari 100% persalinan prematur, penyebab terbesarnya adalah IRT Karakteristik . bu rumah tangg. tingkat pendidikan Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan No. Tingkat pendidikan SMA SMP Total Tabel yaitu 38 orang . ,9%) sedangkan yang paling sedikit berpendidikan PT yaitu 7 orang . ,5%). Berdasarkan tingkat pendidikan, dari terbesarnya adalah pendidikan SMA. Tentara Dr. Soeharsono sebagian besar responden berpendidikan SMA Anemia pada ibu di RS Tempat Perawatan Gambar 2. Anemia pada ibu di RS Tempat Perawatan Tentara Dr. Soeharsono tahun 2019 Gambar 2. memperlihatkan bahwa sebagian besar responden mengalami anemia sedang yaitu 37 orang . ,1%) sedangkan yang paling sedikit mengalami anemia ringan yaitu 19 orag . ,9%). Tidak didapatkan responden JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 yang tidak mengalami anemia dan ekstrim Hubungan antara anemia dengan kejadian anemia . %). Tempat Kejadian Perawatan Tentara Dr. Soeharsono Tempat Perawatan Tentara Dr. Soeharsono tahun 2019 Tabel sebagian besar responden mengalami anemia sedang dan bayinya lahir sangat prematur yaitu 28 orang . %) sedangkan responden yang mengalami anemia ringan dan bayinya lahir prematur yaitu 13 orang . ,2%). Untuk hubungan antara anemia pada ibu dengan persalinan prematur dilakukan uji statistik Gambar 3. Kejadian persalinan prematur di RS Tempat Perawatan Tentara Dr. Soeharsono menggunakan uji kendall tau. Hasil uji kendall . 0,008 0,344 Gambar 3. memperlihatkan bahwa dinyatakan ada hubungan antara anemia pada sebagian besar bayi responden mengalami ibu dengan persalinan prematur. Dengan sangat prematur yaitu 31 orang . ,4%) sedangkan yang paling sedikit mengalami hubungan antara anemia dengan kejadian ekstrim prematur 5 orang . ,9%). persalinan prematur di RS Tempat Perawatan Tabel Tentara Dr. Soeharsono tahun 2019. berdasarkan paritas, sebagian ibu multipara Berdasarkan . ,5%) . ,6%). SMA Berdasarkan . ,6%) . ,7%). responden ibu rumah tangga mengalami anemia sedang . ,7%) dan bayinya lahir sangat prematur . ,4%). JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Tabel 3. Tabulasi Silang Hubungan Karakteristik Responden dengan anemia dan kejadian persalinan prematur di RS Tempat Perawatan Tentara Dr. Soeharsono No. Karakteristik Paritas Primi Multi Grandemulti Tingkat SMP SMA Pekerjaan IRT PNS Swasta Wiraswasta kejadian persalinan prematur Sangat Ekstrim Prematur Anemia Anemia Anemia Tabel 4. Tabulasi Silang Hubungan antara anemia dengan kejadian persalinan prematur di RS Tempat Perawatan Tentara Dr. Soeharsono tahun 2019 No. Anemia Kejadian Persalinan Prematur Sangat Ekstrim Total Prematur Anemia Anemia Total PEMBAHASAN kekurangan zat besi. Ini tidak mengherankan Anemia pada ibu di RS Tempat Perawatan Tentara Dr. Soeharsono tahun 2019 berkurangnya pembentukan hemoglobin dan Penelitian menunjukkan bahwa selama sel darah merah. Sementara hamil, responden mengalami anemia, baik anemia sedang maupun ringan. Kondisi ini menyebabkan hilang atau berkurangnya unsur menunjukkan bahwa setiap wanita hamil zat besi dalam darah. Anemia Kelainan Terjadinya anemia dalam kehamilan bergantung dari jumlah persediaan besi dalam hati, limpa dan sumsum tulang. Selama masih mempunyai cukup persediaan besi Hb tidak penyakit dan kematian pada bayi baru lahir akan turun dan jika persediaan ini habis Hb dan meningkatkan penyakit pada ibu. Anemia akan turun ini terjadi pada bulan ke 5 - 6 yang paling lazim dialami ibu adalah anemia kehamilan, pada waktu janin membutuhkan JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 banyak zat besi, anemia akan mengurangi seperti kelamaan his, partus lama. mengganggu pertumbuhan dan perkembangan Penelitian Nasyidah pengaruhnya terhadap hasil konsepsi adalah multigravida sebanyak 52,6%. terjadinya cacat bawaan, cadangan besi kurang. Kejadian kematian janin dalam kandungan, perdarahan Tempat Perawatan Tentara Dr. antepartum, ketuban pecah dini dan mudah Soeharsono tahun 2019 terjadi infeksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Anemia selama kehamilan dipengaruhi sebagian besar bayi mengalami persalinan sangat prematur. Persalinan prematur adalah mempengaruhi anemia pada ibu hamil antara persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang lain paritas, tingkat pendidikan dan pekerjaan. dari 37 minggu . ntara 20 -36 mingg. atau Salah satu faktor yang mempengaruhi anemia dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Persalinan sangat prematur terjadi pada usia Faktor-faktor Responden yang mengalami anemia ringan dapat disebabkan karena banyaknya kehamilan memperlihatkan bahwa responden yang paling Persalinan sangat prematur maupun ekstrim banyak adalah multi yaitu 33 orang . ,9%). Tabel 1. diketahui bahwa berdasarkan paritas, sebagian ibu multipara mengalami anemia termasuk dalamkategori berisiko tinggi seperti paritas 1 . maupun paritas lebih dari 3 kehamilan yang menghasilkan janin yang . Gambar 4. mampu hidup diluar rahim. Paritas atau bahwa responden dengan paritas 1 . sebanyak 19 orang . ,9%) dan responden mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Pada grandemulti yaitu 4 orang . ,1%). Kondisi ini ibu-ibu memungkin responden mengalami persalinan maternal dan kematian anak menjadi tinggi. Paritas adalah jumlah persalinan karena sering melahirkan maka didapat hal-hal yang telah dilakukan ibu. Paritas 2 - 3 seperti terganggunya kesehatan karena kurang merupakan paritas paling aman ditinjau dari gizi terjadinya anemia, perdarahan antepartum, sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas kehamilan ganda, preeklampsia dan eklampsia, lebih dari 3 mempunyai angka kematian terjadinya kekendoran pada dinding perut dan maternal lebih tinggi. Paritas Gambar persalinan prematur diantaranya adalah paritas. ,5%). Faktor-faktor kehamilan 28 Ae <32 minggu. Menurut WHO . prematuritas kemungkinan lainnya yang dapat terjadi merupakan penyebab kematian kedua pada sehingga dari keadaan tersebut maka akan balita setelah pneumonia dan merupakan JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 penyebab utama kematian neonatal. kematangan organ janin ketika dilahirkan yang kematian neonatal di dunia disebabkan oleh mengakibatkan banyaknya organ tubuh yang komplikasi kelahiran prematur. Kepmenkes belum dapat bekerja secara sempurna. Hal ini . menjelaskan paritas atau frekuensi ibu menyesuikan diri dengan kehidupan luar kesehatan ibu dan anak, karena kemungkinan rahim, sehingga mengalami banyak gangguan terjadinya kesakitan dan kematian maternal, . pada ibu yang baru untuk pertama kalinya Bahaya anemia terhadap janin yaitu hamil agak lebih tinggi dari pada ibu-ibu yang sudah mempunyai anak dua atau tiga. Setelah pertumbuhan dan perkembangan janin dalam Pada ibu-ibu dengan paritas tinggi Akibat anemia dapat terjadi gangguan kematian maternal dan kematian anak menjadi dalam bentuk abortus, kematian intrauterin, tinggi, karena sering melahirkan maka didapat persalinan prematuritas, berat badan lahir hal-hal seperti terganggunya kesehatan karena rendah, kelahiran dengan anemia, dapat terjadi kurang gizi terjadinya perdarahan antepartum, cacat bawaan, bayi mudah mendapat infeksi kehamilan ganda, preeklampsia dan eklampsia, sampai kematian perinatal, dan inteligensia terjadinya kekendoran pada dinding perut dan . dinding rahim juga kemungkinan-kemungkinan Pada ibu hamil dengan anemia terjadi lainnya yang dapat terjadi sehingga dari gangguan penyaluran oksigen dan zat makanan Fungsi kelamaan his, partus lama bahkan partus plasenta yang menurun dapat mengakibatkan . gangguan tumbuh kembang janin. Anemia Hubungan antara anemia dengan kejadian pada ibu hamil dapat mengakibatkan gangguan Tempat tumbuh kembang janin, prematur, abortus. Perawatan Tentara Dr. Soeharsono partus lama, sepsis puerperalis, kematian ibu dan janin, meningkatkan risiko berat badan Kelahiran prematur dapat disebabkan lahir rendah, asfiksia neonatorum. karena adanya masalah kesehatan pada ibu Penelitian ini sejalan dengan penelitian hamil dengan anemia maupun pada janin itu yang menyebutkan bahwa anemia pada ibu sendiri yang merupakan faktor risiko dari hamil berhubungan dengan kejadian persalinan terjadinya kelahiran prematur. Ibu dan anak Ibu dengan anemia berisiko untuk yang dilahirkan dapat mengalami berbagai masalah kesehatan dikarenakan ibu belum siap kurangnya kadar hemoglobin untuk mengikat secara mental dan fisik untuk melakukan oksigen yang akhirnya akan mengganggu persalinan, sedangkan pada bayi belum terjadi suplai oksigen pada metabolisme ibu. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan REFERENSI