DOI: https://doi. org/10. 33479/jtiumc. Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI) Journal of Industrial Engineering: Application and Research Volume 03 No. 02 Ae December 2023 Journal homepage: w. ISSN: 2829-8519 . Ae ISSN: 2829-8748 . Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator PT XYZ Lampung Tengah Rizqi Wahyudi1,. Andhyka Tyaz Nugraha1,. Anjas Sukma Kinasih1,. 1Program Studi Teknik Industri. Institut Teknologi Sumatera Jalan Terusan Ryacudu. Way Huwi. Lampung Selatan, 35365. Indonesia Author Emails . wahyudi@ti. nugraha@ti. 118190037@student. Received 30 Nov 2023 / Revised 12 Dec 2023 / Accepted 19 Dec 2023 / Published 31 Dec 2023 Abstract. PT XYZ, a company in the agribusiness sector, operates a chick hatching production line that yields hatching eggs as its final product. Currently, the company's production process lacks standardized working hours across various crucial stations Ae namely, terminal, pullchick, vaccine, and packing stations. This absence of standardized hours poses a significant challenge, impacting labor productivity. Additionally, the work pace remains inconsistent among employees at these stations, resulting in unpredictable monthly fluctuations in hatching egg production, rendering it unstable. To address these challenges, the implementation of the stopwatch time study method becomes imperative. This research aims to ascertain cycle time, normal time, and establish standard working hours across the terminal, vaccine, pullchick, and packing stations. Furthermore, the goal is to standardize the work time specifically at pullchick and packing stations. The objective is to compare these standard times against the current practices to enhance worker productivity effectively. Following the research, notable improvements have been observed. The terminal station has experienced a 1train increase in output, rising from the prior 18 trains to 19 trains. Similarly, the vaccine station has shown remarkable progress, with an output surge of 6 boxes per hour, escalating from a previous rate of 25 boxes/hour to 31 boxes/hour. These findings underline the positive impact of implementing standardized work times, indicating enhanced productivity and efficiency across these stations within PT XYZ's production process. Keywords: Standard time. Stopwatch time study. Work measurement. Work productivity. Workload Pendahuluan Keberlanjutan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh tenaga kerjanya (Sulistianingtyas & Putrianto, 2. Akibatnya, sangat penting bagi perusahaan untuk memprioritaskan keadaan dan kemampuan tenaga kerja saat melakukan pekerjaannya. Kemampuan perusahaan dalam berinovasi, menerapkan efisiensi dan efektivitas pada proses produksi adalah cara untuk meningkatkan produktivitas pekerja (Utama et al. , 2023. Setiawan & Putrianto, 2. Penerapkan efisiensi dan efektivitas pada proses produksi adalah cara untuk meningkatkan produktivitas pekerja (Marcelieno & Ekawati, 2. Ketepatan waktu proses produksi dapat dipengaruhi oleh tingkat produktivitas yang kurang optimal, oleh karena itu penting untuk melakukan pengukuran produktivitas tenaga kerja (Pasaribu et al. , 2. Citation Format: Wahyudi. Nugraha. , & Kinasih. Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator PT XYZ Lampung Tengah. Jurnal Sains dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI), 3. , 79-88. https://doi. org/10. 33479/jtiumc. Wahyudi et al. Perlunya pengukuran dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan, maka diperlukannya sebuah metode pengukuran waktu atas setiap kegiatan yang ada sebagai pendukung informasi mengenai waktu yang dibutuhkan dari setiap gerakan kerja untuk menghasilkan suatu produk. Metode time study adalah metode yang dapat diterapkan untuk mengukur waktu kerja. Metode ini secara efektif diterapkan untuk tugas yang singkat dan Hasil pengukuran akan diperoleh waktu baku yang efisien untuk menyelesaikan satu siklus kerja, dan waktu ini akan digunakan sebagai waktu standar untuk semua pekerja yang melakukan pekerjaan yang sama (Astuti et al. , 2. Secara formal, waktu standar didefinisikan sebagai jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas atau operasi dimana pekerja telah terlatih untuk menyelesaikannya dengan kecepatan yang normal dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan perusahaan (Tarigan, 2. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang agribisnis, dimana dalam proses produksi perusahaan masih belum memiliki standar jam kerja di beberapa stasiun bagi pekerjanya sehingga akan berpengaruh pada proses produksi, mulai dari pemborosan jam kerja . idak efisie. serta pekerja yang bekerja semaunya, hingga penggunaan waktu idle dan personal yang lebih banyak. Pada stasiun terminal terdapat 2 kegiatan yang harus dilakukan yaitu penerimaan telur dan proses sortir . Pada kegiatan penerimaan telur dilakukan kegiatan administrasi, pengecekan ketepatan jumlah telur dan membongkar telur dari mobil dan pada kegiatan ini tidak dilakukan proses perhitungan waktu waktu baku karena dianggap bahwa kegiatan ini adalah kegiatan administrasi awal. Kegiatan selanjutnya adalah proses sortir . yang dilakukan di atas meja grading berdasarkan kriteria grade out yang terdiri dari telur kecil, telur standar, jumbo, abnormal, kotor, retak dan pecah. Has ail dari grading ini selanjutnya disusun di troli dengan suhu ruanga terminal adalah 18-200C. Kegiatan inilah yang memiliki tingkat kecepatan yang berbeda-beda diantara pekerja dan tidak konstan. Kegiatan selanjutnya adalah stasiun pullchick yaitu proses pemisahan antara anak ayam DOC dengan cangkang telur hasil penetasan serta telur DIS . elur yang siap menetas, namun tidak dapat memecahkan cangkang telu. Proses pullchick dilakukan di atas meja dan hasil grading anak ayam dimasukkan dalam box dengan jumlah 100 ekor. Box yang sudah terisi dengan anak ayam DOC diberi kode asal farm, nomor mesin dan dibawa ke proses selanjutnya. Pada proses pullchick ini juga terjadi ketidakkonsistenan pekerja dalam melakukan proses grading sehingga diperlukan perbaikan produktivitas pekerja. Proses selanjutnya adalah stasiun vaksin yaitu pemberian vaksin kepada anak ayam DOC dengan tujuan meningkatkan imun agar terhindar dari Selain pemberian vaksin, pada terminal ini juga dilakukan pemotongan paruh. Kegiatan pada proses ini juga membutuhkan waktu yang terukur dan kegiatan yang dilakukan masih terlihat ketidakkonsistenan pekerja dalam melakukan vaksin dan pemotongan paruh. Kegiatan terakhir adalah terminal packing yaitu dengan dua jenis packing . ox plastic dan box karto. Ketentuan penggunaan box karton berdasarkan pada jenis anak ayam DOC. Dari rangkaian kegiatan proses produksi pada stasiun terminal, stasiun pullchick, stasiun vaksin dan stasiun packing terlihat banyak sekali tidak efektifnya proses produksi yang terjadi, mulai dari waktu kerja yang tidak konstan dan waktu kerja yang berubah-ubah. Hal ini dapat mempengaruhi waktu dan kecepatan penyelesaian suatu pekerjaan. Semakin cepat kecepatan kerja semakin menguntungkan dalam proses produksi sesuai target, sedangkan pekerja yang memiliki kecepatan kerja tidak tetap dan cenderung kurang efisien dan akan menghambat produktivitas produksi yang secara tidak langsung mempengaruhi kemampuan dalam mencapai target produksi yang optimal. Tabel 1 menunjukkan data jumlah produksi telur tetas selama 4 bulan dari Februari-Mei 2021. Tabel 1 Data Jumlah Produksi Telur Tetas . Bulan . Farm Februari Maret April Kelengkar Sungai Pinang Rata-rata Sumber: Data Perusahaan, 2021 Mei Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator di PT XYZ Lampung Tengah Tabel 1 menunjukkan bahwa produksi yang dihasilkan mengalami fluktuasi naik turun dan tidak stabil. Setiap perusahaan perlu mengambil tindakan terkait pengukuran waktu kerja. Semua aktivitas produksi dalam perusahaan diukur berdasarkan waktu kerja. Proses produksi dan pengoperasiannya digunakan untuk melihat berapa lama waktu kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk dan apakah efisien atau tidak (Rully & Rahmawati, 2015. Aurelia et , 2. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas PT. XYZ belum optimal sehingga perlu adanya pengukuran ulang produktivitas. Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja di PT. XYZ Lampung Tengah dalam kegiatan produksi, diperlukan adanya pengukuran tingkat produktivitas pekerja yang ditentukan oleh pengukuran waktu kerja akibat kecepatan kerja yang tidak konstan atau berubah-ubah. Sehingga pekerja tidak hanya mengandalkan pengalaman saja tanpa adanya penetapan waktu standar dari perusahaan. Waktu standar tersebut dapat digunakan sebagai dasar acuan kerja bagi pekerja sehingga mampu memaksimalkan produktivitas kerja. Metode Metode deskriptif kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini. Karena penelitian ini dilakukan atas dasar deskripsi faktual dan benar, dan keakuratan fakta yang diteliti, maka penggambaran yang realistis dan sesuai situasi dari suatu fenomena yang akan terjadi dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif (Mulyadi, 2. Pendekatan penelitian kuantitatif berkonsentrasi pada fenomena yang telah dieksplorasi secara statistik dan obyektif menggunakan angka dan pemrosesan data secara statistik, agar terstruktur dan terkendali. Dimulai dengan pengumpulan data, interpretasi data, dan hasil keluaran, pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif berusaha untuk menyajikan gambaran yang objektif dengan menggunakan Diagram alir penelitian seperti pada gambar 1. Gambar 1 Diagram alir penelitian Wahyudi et al. Tahap pada penelitian dimulai dengan melakukan observasi waktu proses produksi pada setiap stasiun di PT XYZ. Setelah didapatkan data pengukuran waktu kerja kemudian data akan di uji keseragaman datanya. Jika didapatkan terdapat data yang tidak seragam maka data akan Namun jika data telah seragam maka selanjutnya akan dilakukan uji kecukupan data. Setelah dilakukan uji kecukupan data, apabila terdapat data yang tidak mencukupi maka data akan dibuang dan kembali melakukan observasi ulang tetapi jika data yang didapat sudah mencukupi maka langkah selanjutnya dapat dilakukan. Standar Deviasi (SD) oc. cuycn Oeyc. 2 ycAOe1 yaAyayaA = ycuI Oe ycoyua yaAyayaA = ycuI ycoyua yua= Batas Kontrol Bawah (BKB) Batas Kontrol Atas (BKA) Uji Kecukupan Data OoycA(Oc ycuycn 2 )Oe (Oc ycuycn )2 yc NAo= [ Oc ycuycn Tahapan berikutnya adalah menghitung masing-masing waktu siklus, waktu normal dan waktu standar. Tahapan ini dilakukan untuk menjawab tujuan 1 yaitu menentukan waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku. Waktu Siklus ycuI = Oc ycAycn Dimana ycuI adalah waktu siklus. xi adalah jumlah waktu kerja untuk setiap elemen. dan N adalah jumlah pengamatan. Waktu Normal Wn = Ws x Performance Rating (%) . Performance rating menggunakan pendekatan Westinghouse. Waktu Baku ycOycu ycOyca = 1Oeyaycoycoycuycycaycuycayce . Allowance atau waktu kelonggaran yang digunakan berdasarkan 3 waktu kelonggaran yaitu personal allowance . ntuk kebutuhan pribad. , delay allowance . ambatan yang tidak dapat dihilangka. , dan fatique allowance . aktu kelelaha. Selanjutnya untuk menjawab dari tujuan 2 dapat dilakukan dengan menghitung efisiensi dan produktivitas yang didapatkan dengan membandingkan antara hasil output dikali waktu standar dengan hasil perkalian antara jumlah tenaga kerja dan waktu kerja. Efisiensi yayce ya = 100 ycu yayca Dimana. E merupakan persentase efisiensi. Hc adalah jam kerja. dan He adalah Standar waktu per hari. Dari perhitungan efisiensi ini selanjutnya akan dicari efisiensi penambahan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas agar sesuai dengan target yang telah ditentukan. yaycycoycoycaEa ycuycycycyycyc yaycycoycoycaEa ycyycycuyccycycoycycnycycnycycayc ycuycycycyycyc = yaycycoycoycaEa ycycaycyciyceyc ycuycycycyycyc Produktivitas Pengukur produktivitas tenaga kerja memiliki manfaat yaitu untuk melihat kemampuan dan keterampilan operator secara berkala sebagai dasar pendayagunaan dan pelatihan pekerja secara optimal serta meningkatkan kualitas kerja operator. Output standar adalah perbandingan antara satu dengan waktu standar yang ada. ycCycycycyycyc ycycycaycuyccycayc = ycOycaycoycyc ycycycaycuyccycayc Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator di PT XYZ Lampung Tengah Setelah menghitung output standar, langkah selanjutnya adalah menghitung produktivitas dan menentukan tingkat produktivitasnya. ycCycycycyycyc yycycaycoycyc ycycycaycuyccycayc ycEycycuyccycycoycycnycycnycycayc = y 100% . ycycycoycoycaEa ycyceycuycayciyca ycoyceycycyca yycycaycoycyc ycoyceycycyca Produktivitas pekerja yang dianalisis terbatas pada pekerjaan di stasiun terminal, stasiun pullchick, stasiun vaksin dan packing. Pengukuran dilakukan dengan pendekatan Stopwatch Time Study yang berulang-ulang bertujuan untuk mengetahui keterampilan operator, tingkat produktivitas operator, serta konsistensi dari pekerja. Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak masing-masing 2 operator dari setiap stasiun. Hasil dan Pembahasan Tahapan pengolahan data dimulai dengan uji keseragaman dan kecukupan data untuk stasiun terminal, stasiun pullchick, stasiun vaksin dan stasiun packing. Berikut adalah rekapitulasi uji keseragaman data untuk masing-masing stasiun. Stasiun Terminal Untuk operator 1 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 1,39. BKA menggunakan persamaan . sebesar 27,70. BKB menggunakan persamaan . sebesar 22,15 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Untuk operator 2 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 1,39. BKA menggunakan persamaan . sebesar 27,62. BKB menggunakan persamaan . sebesar 22,06 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Tabel 2 dan Tabel 3 merupakan rekapitulasi uji keseragaman data stasiun terminal operator 1 dan stasiun terminal operator 2. Tabel 2 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Terminal Operator 1 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 2. Rata-rata : 24,93 Standar Deviasi 1,39 BKA 27,70 BKB 22,15 Keterangan Data Seragam Tabel 3 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Terminal Operator 2 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 2. 484,13 Rata-rata : 24,84 Standar Deviasi 1,39 BKA 27,62 BKB 22,06 Keterangan Data Seragam Berdasarkan Tabel 2 dan Tabel 3, data untuk stasiun terminal pada operator 1 dan operator 2 sudah seragam. Stasiun Pullchick Untuk operator 1 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 6,80. BKA menggunakan persamaan . sebesar 47,31. BKB menggunakan persamaan . sebesar 16,09 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Untuk operator 2 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 5,72. BKA menggunakan persamaan . sebesar 42,51. BKB menggunakan persamaan . sebesar 19,64 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Tabel 4 dan Tabel 5 merupakan rekapitulasi uji keseragaman data stasiun pullchick operator 1 dan stasiun pullchick operator 2. Wahyudi et al. Tabel 4 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Pullchick Operator 1 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 2. 970,01 Standar Deviasi 6,80 BKA 43,31 BKB 16,09 Rata-rata : 29,70 Keterangan Data Seragam Tabel 5 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Pullchick Operator 2 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 3. 107,52 Rata-rata : 31,08 Standar Deviasi 5,72 BKA 42,51 BKB 19,64 Keterangan Data Seragam Berdasarkan Tabel 4 dan Tabel 5, data untuk stasiun pullchick pada operator 1 dan operator 2 sudah seragam. Stasiun Vaksin Untuk operator 1 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 7,26. BKA menggunakan persamaan . sebesar 108,41. BKB menggunakan persamaan . sebesar 79,37 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Untuk operator 2 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 7,13. BKA menggunakan persamaan . sebesar 106,20. BKB menggunakan persamaan . sebesar 77,70 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Tabel 6 dan Tabel 7 merupakan rekapitulasi uji keseragaman data stasiun vaksin operator 1 dan stasiun vaksin operator 2. Tabel 6 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Vaksin Operator 1 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 9. 389,09 Rata-rata : 93,89 Standar Deviasi 7,26 BKA 108,41 BKB 79,37 Keterangan Data Seragam Tabel 7 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Vaksin Operator 2 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 9. 194,92 Rata-rata : 91,95 Standar Deviasi 7,13 BKA 106,20 BKB 77,70 Keterangan Data Seragam Berdasarkan Tabel 6 dan Tabel 7, data untuk stasiun vaksin pada operator 1 dan operator 2 sudah seragam. Stasiun Packing Untuk operator 1 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 8,35. BKA menggunakan persamaan . sebesar 62,79. BKB menggunakan persamaan . sebesar 29,38 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Untuk operator 2 hasil perhitungan standar deviasi menggunakan persamaan . sebesar 8,13. BKA menggunakan persamaan . sebesar 62,43. BKB menggunakan persamaan . sebesar 29,89 dan diketahui data telah seragam dan tidak ada yang melewati batas control yang telah dihitung. Tabel 8 dan Tabel 9 merupakan rekapitulasi uji keseragaman data stasiun packing operator 1 dan stasiun packing operator 2. Tabel 8 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Packing Operator 1 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 4. 608,41 Rata-rata : 46,08 Standar Deviasi 8,35 BKA 62,79 BKB 29,38 Keterangan Data Seragam Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator di PT XYZ Lampung Tengah Tabel 9 Rekapitulasi Uji Keseragaman Data Stasiun Packing Operator 2 Waktu Pengamatan . Total Waktu : 4. 616,11 Rata-rata : 46,16 Standar Deviasi 8,13 BKA 62,43 BKB 29,89 Keterangan Data Seragam Setelah uji keseragaman data dilakukan, langkah selanjutnya adalah uji kecukupan data untuk stasiun pengamatan. Uji kecukupan data digunakan untuk melihat apakah data yang diambil telah mencukupi secara statistik atau belum. Dalam pengujian ini digunakan tingkat kepercayaan 95% dan derajat ketelitian 5%. Tabel 10 Hasil Perhitungan Kecukupan Data Statiun Terminal Terminal Pullchick Pullchick Vaksin Vaksin Packing Packing Waktu Pengamatan . 2 x2 NAo Keterangan 4,912 CUKUP 4,964 CUKUP 83,099 CUKUP 53,626 CUKUP 011,0 886. 9,465 CUKUP 553,8 850. 9,511 CUKUP 442,7 219. 52,040 CUKUP 471,5 219. 49,186 CUKUP Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan pada Tabel 10, bahwasannya N' < N sehingga jumlah pengambilan data dapat dinyatakan cukup. Operator yang akan dipilih yaitu operator yang memiliki waktu siklus tercepat atau terpendek, hal ini dikarenakan semakin cepat waktu kerja dari operator maka akan semakin banyak output yang dihasilkan yang akan menguntungkan perusahaan. Berdasarkan Tabel 2 sampai dengan Tabel 9 dapat dilihat bahwa waktu siklus untuk Stasiun Terminal adalah 24,84 menit, waktu siklus untuk Stasiun Pullchick adalah 29,70 detik, untuk Stasiun Vaksin adalah 91,95 dan untuk Stasiun Packing adalah 46,08 detik. Performance Rating Penentuan nilai performance rating didasarkan pada saat dan pengamatan secara langsung yang kemudian disesuaikan dengan hasil data yang didapatkan. Penentuan nilai performance rating juga ditetapkan berdasarkan wawancara dengan supervisor bagian produksi yang mengetahui secara langsung bagaimana performa kerja dari tenaga kerja yang dipilih. Tabel 11 Rekapitulasi Performance Rating Faktor Skill Effort Condition Consistency Terminal Operato Operato 0,11 0,08 0,08 0,05 -0,07 -0,07 0,01 0,01 Pullchick Operato Operato 0,06 0,03 0,05 0,05 -0,03 -0,03 0,01 0,00 Vaksin Operato Operato 0,08 0,05 0,05 0,05 0,00 0,00 0,01 0,01 Packing Operato Operato 0,06 0,06 0,02 0,02 0,00 0,00 0,01 0,01 Wahyudi et al. Faktor Performan ce Rating Terminal Operato Operato 1,13 1,07 Pullchick Operato Operato 1,09 Vaksin Operato Operato 1,05 1,14 Packing Operato Operato 1,11 1,09 1,09 Allowance Karyawan atau operator diberikan kelonggaran karena mereka tidak dapat bekerja penuh waktu tanpa adanya waktu istirahat. Operator diberikan waktu kelonggaran untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti makan dan minum, kebutuhan ke kamar kecil, kelelahan atau kebutuhan saat bekerja dalam keadaan lelah dan bosan, dan tuntutan lain di luar kendalinya. Untuk itu diperlukannya nilai faktor kelonggaran . , yang merupakan waktu khusus untuk keperluan yang diperlukan tersebut. Berdasarkan 3 faktor kelonggaran, maka total allowance . ebutuhan pribadi, kelonggaran untuk kelelahan dan kelonggaran untuk hambatan lainny. adalah 30 menit 20 menit 10 menit = 60 menit. Sehingga allowance untuk setiap stasiun adalah jumlah faktor kelonggaran dibagi dengan jumlah jam kerja . alam meni. adalah 12,5%. Waktu Normal dan Waktu Baku Menghitung waktu normal dan waktu baku untuk setiap stasiun sebagai langkah terakhir. Dengan mengalikan waktu pengamatan rata-rata dengan peringkat kinerja atau rating performance, akan diperoleh waktu normal. Faktor rating banyak digunakan untuk menyesuaikan waktu kerja yang berasal dari pengukuran pekerjaan karena perubahan kecepatan kerja. Sementara itu, dengan membandingkan waktu normal dengan waktu kelonggaran . , akan didapatkan waktu baku. Waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku didapatkan berdasarkan persamaan . , . Berikut perhitungan waktu normal dan baku seperti pada Tabel 12. Tabel 12 Rekapitulasi Perhitungan Waktu Normal dan Waktu Baku Stasiun Waktu Siklus Terminal (Operator . Terminal (Operator . Pullchick (Operator . Pullchick (Operator . Vaksin (Operator . Vaksin (Operator . Packing (Operator . Packing (Operator . 24,9250 . 24,8413 . 29,7001 . 31,0752 . 93,8909 . 91,9492 . 46,0841 . 46,1611 . Performance Rating Allowance Waktu Normal Waktu Baku 1,13 22,057 menit 25,209 menit 1,07 23,216 menit 26,533 menit 1,09 32,373 detik 36,998 detik 1,05 32,629 detik 37,290 detik 1,14 107,036 detik 122,326 detik 1,11 102,064 detik 116,644 detik 1,09 42,279 detik 48,319 detik 1,09 42,350 detik 48,400 detik Berdasarkan Tabel 12, waktu normal dan waktu baku yang dipilih adalah operator dengan waktu tercepat. Untuk waktu normal dan waktu baku masing-masing stasiun yaitu stasiun terminal 22,057 menit dan 25,209 menit, stasiun pullchick 32,373 detik dan 36,998 detik, stasiun vaksin 102,064 detik dan 116,644 detik serta stasiun packing 42,279 detik dan 48,319 detik. Output Standar. Produktivitas dan Efisiensi Setelah menentukan waktu normal dan waktu baku, kemudian dilakukan perhitungan produktivitas pekerja untuk mengetahui produk yang dapat dihasilkan berdasarkan pada waktu standar yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan perhitungan output standar, maka selanjutnya dilakukan perhitungan produktivitas untuk mengetahui tingkat produktivitas. Perhitungan Penentuan Waktu Baku dengan Stopwatch Time Study untuk Pengukuran Kerja Operator di PT XYZ Lampung Tengah efisiensi digunakan untuk penyeimbangan lini produksi guna memaksimalkan produktivitas dan mengurangi waktu idle di setiap stasiun. Berikut Tabel 13 menjelaskan perhitungan output standar, produktivitas dan efisiensi menggunakan persamaan . , . , . Tabel 13 Hasil Perhitungan Output Standar. Produktivitas. Efisiensi dan Tenaga Kerja Stasiun Termin Operato Termin Operato Pullchic Operato Pullchic Operato Vaksin Operato Vaksin Operato Packing Operato Packing Operato Efisiensi (%) Produktivit as (%) Efisien si (%) Produktivit as Output (%) Produktivit as output kerja (%) box/jam 116,64 4 detik box/jam 48,319 box/jam 48,400 box/jam Waktu Baku Output Standar 25,209 kereta/ja 26,533 kereta/ja 36,998 box/jam 37,290 box/jam 122,32 6 detik Berdasarkan Tabel 13, adanya perbedaan antara waktu standar yang didapatkan lebih baik dari waktu standar yang ada dikarenakan adanya perbedaan tingkat kinerja operator antara sebelum diperoleh waktu dengan sesudah diperoleh waktu standar. Analisis penyebab adanya perbedaan antara waktu standar perhitungan dengan waktu standar yang ada disebabkan faktor relaxation allowances, dari yang sebelumnya operator memiliki effort berlebih yaitu ketika mengerjakan pekerjaan terlalu terburu-buru atau cepat agar dapat menyelesaikan pekerjaan sebelum dengan waktu istirahat sehingga berakibat pada hasil output akhir, dimana banyak telur yang mengalami pecah karena jatuh dari proses grading atau kurang telitinya dalam proses sortir sehingga mengakibatkan hasil akhir banyak yang menjadi telur busuk atau telur tidak menetas. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah setelah dilakukan penelitian perbaikan pengukuran waktu kerja menggunakan metode stopwatch time study, akan diperoleh waktu siklus, waktu normal dan waktu baku untuk setiap Stasiun terminal dan stasiun vaksin telah memiliki waktu standar sehingga waktu baku yang didapatkan adalah sebagai saran terhadap perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. Wahyudi et al. Selanjutnya pada stasiun pullchick dan packing waktu baku yang didapatkan akan dijadikan sebagai waktu standar yaitu pada stasiun pullchick 36,998 detik, dan stasiun packing 48,319 detik. Berdasarkan dari hasil perbandingan antara waktu standar yang ada dengan waktu standar yang didapatkan dari hasil perhitungan pada stasiun terminal dan stasiun vaksin didapatkan hasil bahwa dengan waktu standar perhitungan output yang diperoleh akan mengalami peningkatan yaitu pada stasiun terminal sebanyak 1 kereta dari yang sebelumnya 18 kereta menjadi 19 kereta dan pada stasiun vaksin sebanyak 6 box dari yang sebelumnya hanya 25 box/jam menjadi 31 box/jam. Daftar Pustaka