Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Intervensi Telehealth Untuk Manajemen Diri Pada Pasien Hipertensi: A Scoping Review Telehealth Intervention for Self-management Among Patient with Hypertension: A Scoping Review I Made Cahyadi Agastiya* | 2 Nyoman Eta Risnawati 1 Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan. STIKES Bina Usada Bali, e-mail: cahyadi. agastiya@binausadabali. 2 Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan. STIKES Bina Usada Bali, e-mail: eta. risnawati@binausadabali. *Corresponding Author: cahyadi. agastiya@binausadabali. ARTICLE INFO Article Received: December, 2023 Article Accepted: January, 2024 ABSTRAK Latar belakang: Manajemen diri pada pasien hipertensi merupakan hal yang penting untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas. Penggunaan telehealth dapat diterapkan untuk melakukan manajemen diri pada pasien hipertensi. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi implementasi bentuk telehealth dalam manajemen diri pasien hipertensi Metode: Review ini menggunakan tiga database elektronik yaitu PubMed. EbscoHost and Scopus. Artikel yang di inklusi dalam review yaitu penggunaan telehealth dalam manajemen pada pasien hipertensi. Review paper di eksklusi dalam review. Sembilan artikel digunakan dalam review ini Hasil: Bentuk penerapan telehealth pada manajemen pasien hipertensi yaitu edukasi kesehatan terkait hipertensi, monitoring tekanan darah, dukungan motivasi terkait manajemen diri, pengingat baik dalam bentuk minum obat, kunjungan dokter, dan diet, record hasil tekanan darah secara berkala dalam bentuk chart/diagram, serta konsultasi secara online Implikasi: Bentuk pelaksanaan telehealth yang diimplementasikan dalam review ini yaitu edukasi, monitoring tekanan darah, motivasi, pengingat, diagram hasil tekanan darah dan e-konsultasi. Meskipun dalam penerapan telehealth terdapat beberapa tantangan, akan tetapi penerapan telehealth memberikan keuntungan dan kebermanfaatan dalam manajemen pasien kronis Kata Kunci: Hipertensi. Manajemen diri. Telehealth ISSN (Prin. : 2088-6098 ISSN (Onlin. : 2550-0538 Website: https://jurnal. E-mail: jkmmalang@gmail. DOI: https://doi. org/10. 36916/jkm ABSTRACT Background: Self-management among hypertensive patients is important to reduce morbidity and mortality. The use of telehealth can be applied to optimized selfmanagement among hypertensive patients Purpose: This study aimed to explore the implementation a form of telehealth in the self-management of hypertensive patients Methods: This review uses three electronic databases namely PubMed. EbscoHost and Scopus. The article included in the review is the use of telehealth in the management of hypertensive patients. Review papers are excluded from the review. 9 articles are included in this review Result: The form of application of telehealth in the management of hypertensive patients is health education related to hypertension, blood pressure monitoring, motivational support related to self-management, reminders in the form of taking medication, doctor visits, and diet, recording blood pressure results regularly in the form of charts/diagrams, and online consultations Implication: The forms of telehealth implementation in this review are education, monitoring the blood pressure of hypertensive patients, motivation, reminders, diagram of blood pressure monitoring, and e-consultation. Although in the application of telehealth, there are some challenges, the application of telehealth provides advantages and benefits in chronic patient management Keywords: Hypertension. Self-management. Telehealth LATAR BELAKANG Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan morbiditas dan Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi yaitu terjadinya gagal jantung, stroke, dan Copyright A The Author. 2024 | Page 7 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. gagal ginjal (Smeltzer & Bare, 2. Sebanyak 1,28 miliar penduduk dunia berusia 30-79 tahun diperkirakan menderita hipertensi dan dua per tiganya berada di negara berkembang . ow and middle incom. Hipertensi menjadi penyebab dini kematian di dunia. Salah satu global target penyakit tidak menular yaitu menurunkan prevalensi hipertensi (World Health Organization. Manajemen diri merupakan kemampuan individu untuk mengatur kondisi kesehatannya, dengan atau tanpa dukungan dari petugas kesehatan (World Health Organization, 2. Intervensi manajemen diri memberikan banyak manfaat terhadap pasien dengan penyakit Manajemen diri pada pasien hipertensi meliputi kepatuhan pengobatan, monitoring tekanan darah, modifikasi gaya hidup (Warren-Findlow et al. , 2. Manajemen diri dapat membantu pasien untuk mendeteksi secara dini tekanan darah tinggi (Hallberg et al. , 2. Penggunaan telehealth merupakan platform yang penting untuk melakukan manajemen diri terutama pada penyakit kronis (Hanlon et al. , 2. Manfaat mHealth berkontribusi untuk mencapai cakupan kesehatan universal dengan mengatasi hambatan geografis, meningkatkan akses, dan penyediaan layanan kesehatan untuk populasi terpencil dan masyarakat yang kurang terlayani. Pemantauan data klinis dan komunikasi informasi pendidikan, antara dokter dan pasien, lebih murah daripada layanan tatap muka (Wheeler et al. , 2. WHO Guideline on Digital Intervention pada tahun 2019 merekomendasikan untuk penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan salah satunya dalam pemberian edukasi kesehatan dan juga pengingat kepada pasien. Penggunaan telehealth memberikan kemudahan bagi pasien sehingga tidak perlu untuk datang ke pelayanan kesehatan memperoleh pelayanan (Cox et al. , 2. Layanan kesehatan khususnya keperawatan jarak jauh dengan menggunakan media teknologi informatika memberikan kemudahan bagi masyarakat (McLean et al. , 2. Sehingga penting untuk melakukan scoping review terkait penerapan telehealth dalam manajemen diri pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi bentuk telehealth dalam manajemen diri pasien hipertensi METODE Penelitian ini merupakan scoping review dengan menggunakan PRISMA flowchart sebagai Tiga database elektronik yang digunakan dalam pencarian literatur yaitu: PubMed. EbscoHost and Scopus. Boolean AND / OR digunakan untuk mengkombinasikan kata kunci yang dijelaskan pada Tabel 1. Proses penyusunan kata kunci dalam mencari literatur, peneliti menggunakan pendekatan PICO yang dijelaskan sebagai berikut: Formulasi PICO meliputi: Copyright A The Author. 2024 | Page 8 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Population (P): Patient with Hypertension / High Blood Pressure. Intervention (I): Telehealth/ telenursing / Health Technology. Comparison (C): -. Outcome (O): Self-management. Database PubMed EbscoHost Scopus Tabel 1. Pencarian literature Kata Kunci (((((Hypertensio. OR (High Blood Pressur. ) AND (Telehealt. ) OR (Telenursin. ) OR (Health Technolog. ) AND (Self-managemen. Hypertension OR High Blood Pressure AND Telehealth OR Telenursing OR Health Technology AND Self-management (ALL . ypertension OR "high blood pressure") AND ALL . elehealth OR telenursing OR "health technology") AND ALL . elf-managemen. ) Hasil Artikel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu original article yang mendiskusikan terkait dengan penggunaan bentuk telehealth dalam manajemen diri pasien hipertensi, artikel dengan jenis penelitian intervensi khususnya dengan desain Randomized Controlled Trial, dan hanya artikel dalam bahasa Inggris saja. Artikel non-full-text dan review di eksklusi dalam penelitian Proses digunakan dalam penelitian ini dijelaskan pada Gambar 1. Sebanyak 3. 480 artikel diskrining dan sembilan artikel digunakan Setiap diekstraksi yang terdiri dari penulis, tahun, judul, tujuan, metode, populasi, intervensi, dan outcome. Sembilan artikel yang digunakan dalam penelitian dilakukan ekstraksi dari sumber data primer menggunakan 2 form ekstraksi Form ekstraksi pertama terdiri Form yang kedua berfokus pada program telehealth terhadap manajemen diri pada pasien dengan hipertensi. Artikel dilakukan penilaian secara independen oleh peneliti (IMCA dan NER) dan apabila terdapat perbedaan pendapat selama proses ekstraksi maka dibahas oleh kedua peneliti sampai mendapatkan kesepakatan Copyright A The Author. 2024 | Page 9 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. HASIL Karakteristik studi Berdasarkan tabel 2, dari sembilan artikel yang digunakan dalam penelitian ini, seluruhnya memiliki desain penelitian Randomized Control Trial (RCT), lima artikel dalam penerapan telehealth berfokus pada penggunaan web-based (Andersson et al. , 2023. Kao et al. , 2019. McManus et al. , 2018, 2021. Still et al. , 2. dan empat artikel berfokus pada penggunaan mHealth (Bozorgi et al. , 2021. Li et al. , 2019. McKinstry et al. , 2013. Pan et al. , 2. Beberapa artikel menggunakan jenis telehealth yang dikombinasikan yaitu SMS dengan web-based (McManus et al. , 2. serta mobile app dengan web-based (Still et al. , 2. Gambaran penggunaan telehealth pada pasien dengan penyakit hipertensi Sembilan artikel . ihat tabel . yang digunakan dalam penelitian memiliki beberapa program yang diterapkan yaitu edukasi kesehatan terkait hipertensi, monitoring tekanan darah, dukungan motivasi terkait manajemen diri, pengingat baik dalam bentuk minum obat, kunjungan dokter, serta diet, pencatatan hasil tekanan darah secara berkala dalam bentuk chart/diagram, serta konsultasi secara online. Rentang waktu pelaksanaan intervensi telehealth dalam penelitian ini yaitu enam minggu sampai dengan 12 bulan (Andersson et al. , 2023. Bozorgi et , 2021. Kao et al. , 2019. Li et al. , 2019. McKinstry et al. , 2013. McManus et al. , 2018, 2021. Pan et al. , 2018. Still et al. , 2. Dalam proses pengukuran dan pencatatan tekanan darah pasien hipertensi terdapat dua metode yaitu secara otomatis dan manual. Tiga artikel menggunakan spignomanometer otomatis yang terkoneksi pada mobile phone sehingga hasilnya secara otomatis juga akan masuk dalam pencatatan pada mobile phone (Bozorgi et al. , 2021. McKinstry et al. , 2013. Pan et al. , 2. Sedangkan enam artikel menggunakan pencatatan secara manual, yaitu pasien memasukkan secara manual data tekanan darah pada sistem, baik menggunakan website maupun aplikasi (Andersson et al. , 2023. Kao et al. , 2019. Li et al. , 2019. McManus et al. , 2018, Still et al. , 2. Dalam penerapan telehealth, monitoring tekanan darah merupakan program yang paling banyak diterapkan yaitu pada tujuh artikel (Andersson et al. , 2023. Kao et al. , 2019. McKinstry et al. , 2013. McManus et al. , 2018, 2021. Pan et al. , 2018. Still et al. , 2. , enam artikel menerapkan edukasi kesehatan (Bozorgi et al. , 2021. Kao et al. , 2019. Li et al. , 2019. McManus et al. , 2021. Pan et al. , 2018. Still et al. , 2. dan pengingat (Andersson et al. , 2023. Bozorgi et al. , 2021. Kao et al. , 2019. McKinstry et al. , 2013. McManus et al. , 2018. Still et al. , 2. Copyright A The Author. 2024 | Page 10 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. empat artikel menerapkan pencatatan hasil tekanan darah secara berkala dalam bentuk chart/diagram (Bozorgi et al. , 2021. Kao et al. , 2019. McKinstry et al. , 2013. McManus et al. , dua artikel menerapkan dukungan motivasi (Andersson et al. , 2023. McManus et al. serta hanya satu artikel yang menerapkan e-konsultasi (Pan et al. , 2. Secara umum, program yang paling banyak diterapkan dari sembilan artikel yaitu monitoring tekanan darah baik secara otomatis maupun penginputan manual oleh pasien, sedangkan program yang paling sedikit diterapkan yaitu penerapan e-konsultasi. Tabel 2. Ekstraksi artikel Penulis (Tahu. Judul Tujuan Desain Populasi Intervensi Outcome HOME BP online kebermanfaatan terkait dengan kesehatan untuk self-monitoring dan penurunan BP melalui titrasi Pasien juga diajarkan cara menggunakan alat tensi meter omron melalui video demonstrasi. minggu setelah intervensi HOME BP, pasien ditawarkan untuk memilih panduan pola hidup yang sesuai dengan kondisinya seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, target berat badan, pengurangan garam dan alkohol. Rekomendasi Titrasi obat pasien juga dilakukan sesuai dengan kondisi pasien dan jika pasien menyetujui. Pasien juga diberikan dukungan untuk melakukan manajemen diri dengan pertemuan tatap muka terutama jika pasien susah melakukan perubahan perilaku yang dianjurkan. Pesan dukungan juga diberikan juga kepada pasien setiap 4 minggu. Telemonitoring dilakukan dengan menggunakan automated elektronik Pasien diberikan chart sederhana yang digunakan untuk mengetahui tekanan darah terlalu tinggi atau terlalu Setiap akhir minggu, pasien diinstruksikan untuk merecord hasil tekanan darah selama seminggu dan melaporkan pada sistem melalui SMS. Pada sistem telemonitoring sudah terdapat algoritma yang akan mengirimkan reminder kepada pasien untuk bertemu dokter jika hasil tekanan darah tidak normal Setelah satu tahun pemberian intervensi, ratarata tekanan darah pasien di intervensi terjadi tekanan darah dari 151,7/86,4 138,4/80,2 mmHg sedangkan di kelompok kontrol 6/85. 8/79. mm Hg. Tekanan darah sistolik terjadi penurunan 3,4 mmHg tekanan darah diastolik 0,5. HOME BP dengan selfmonitoring tekanan darah dapat mengontrol TDS setelah satu tahun intervensi. McManus et al. Home and Online Management and Evaluation of Blood Pressure (HOME BP) using a intervention in poorly controlled controlled trial Untuk digital dalam pada fasilitas asikan selfmonitoring dengan selfmanagement Randomized Controlled Trial Pasien McManus et al. Efficacy of selfmonitored blood pressure, with or for titration of (TASMINH. : an controlled trial Untuk efikasi dari darah secara mandiri pada Randomized Controlled Trial Pasien Copyright A The Author. 2024 Terjadi penurunan tekanan darah yang lebih rendah pada kelompok . erata tekanan darah sistolik 136 mmH. perawatan biasa . erata tekanan darah sistolik 140,4 mmH. setelah intervensi selama 12 bulan. Telemonitoring dapat digunakan untuk mentitrasi dosis obat pasien | Page 11 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Bozorgi . The effect of the mobile Aublood applicationAy on enhancement: a controlled trial Untuk diri terhadap pada pasien Randomized Controlled Trial Pasien Still et al. A Community and TechnologyBased Approach for Hypertension SelfManagement (COACHMAN) to Improve Blood Pressure Control in African Americans: Results from a Pilot Study Untuk COACHMAN darah dan Pilot Randomized Controlled Trial Pasien Li et al. A WeChatBased SelfManagement Intervention for Community Middle-Aged and Elderly Adults Hypertension in Guangzhou. China: A Cluster- Untuk WeChat diri tsb dapat darah pada Clusterrandomized Pasien Copyright A The Author. 2024 secara langsung atau webbased, hasil bacaan tidak bisa dibaca. sistem juga secara otomatis menghitung rata-rata tekanan darah setiap minggu, dengan menyajikan menggunakan grafik dan Intervensi diberikan selama 8 minggu dan di follow up sampai dengan minggu ke Kunjungan dilakukan sebanyak 6 kali, dimana 5 kunjungan pertama dilakukan dari awal dengan interval 2 minggu dan 1 kunjungan dilakukan setelah minggu ke 24. Di dalam aplikasi, terdapat beberapa hal yang didapatkan pasien yaitu edukasi yang berbasis web setiap minggu selama 6 minggu dengan topik berbeda dalam 7-10 menit. Dapat diakses pada browser standar komputer atau HP Pasien juga dapat melakukan monitoring tekanan darahnya secara mandiri 2x sehari dan mencatat hasilnya kemudian nantinya di cek saat kunjungan ke faskes Pasien juga dapat menggunakan aplikasi dan instal pada HP untuk mengirimkan reminder SMS minum obat, input data, mencari update informasi kesehatan, pengobatan dan gaya hidup. Pendidikan kesehatan dilakukan selama 3 bulan dengan memberikan artikel terkait dengan masalah yang paling sering terjadi pada pasien hipertensi, pengobatan, pencegahan komplikasi dan gaya hidup Setelah membaca artikel individu diberikan kuis singkat dan diakhir kuis diberikan penjelasan terkait jawaban yang benar. hipertensi dengan kontrol tekanan darah yang buruk. Rerata MAP pada intervensi yaitu 108 A 13. sedangkan pada kelompok kontrol 115 A 14. Rerata pengobatan pada intervensi yaitu 65,1 sedangkan pada kelompok kontrol 59,7 dengan selisih peningkatan 5,9. Peningkatan intervensi dengan mHealth dapat menjadi pilihan yang efektif untuk manajemen diri pasien dan kepatuhan yang lebih baik. Intervensi dilakukan selama 12 minggu. Intervensi memberikan efek yang signifikan kepatuhan dalam minum obat dengan p=0,006. Penggunaan mHealth dapat outcomes dari penyakit kronis. Intervensi berbasis perilaku teknologi dapat kepatuhan minum Secara umum, tekanan darah berubah secara signifikan pada kelompok kontrol, pada TDS -6,9 dan pada TDD 3,1. selain itu, tekanan darah | Page 12 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Randomized Controlled Trial dewasa akhir dan lansia. Andersso n et al. PERsoncentredness in Hypertension Information Technology: a controlled trial in primary care Untuk PER-son e-health Unblinded control trial Pasien McKinstry et al. Telemonitoring based service redesign for the management of controlled trial Untuk g dan darah pada darah tidak Parallel trial with Pasien Pan et al. Effects of home on the control of high blood pressure: a Untuk Pasien Copyright A The Author. 2024 Dilanjutkan dengan promosi kesehatan juga selama 3 bulan dengan pemberian artikel dengan topik minum obat, aktivitas fisik, diet, berhenti merokok dan minum alkohol, mengatur emosi, dilanjutkan juga dengan pemberian kuis. Keseluruhan kegiatan ini dilakukan pada grup chat termasuk berbagi pengalaman, melaporkan tekanan darah dan berdiskusi terkait dengan gaya hidup. Selain melalui grup, pasien juga dapat melakukan private chat untuk berdiskusi. Pasien diajarkan cara mengukur tekanan darah di rumah dan melakukan pencatatan secara manual. Pasien juga menerima pesan motivasi terkait dengan gaya hidup sesuai dengan preferensi pasien . ika pasien memilih untuk dikirimkan pesa. Setiap malam selama 8 minggu berturut turut, pasien mendapatkan pengingat melalui pesan untuk melaporkan tekanan darah, frekuensi nadi, minum obat, stres level, aktivitas fisik. setelah 8 minggu, pasien kembali di follow up oleh perawat dan dokter. Pasien diberitahu untuk menggunakan monitor tekanan darah elektronik dan handphone yang saling terhubung dengan Handphone dapat digunakan untuk mengirimkan hasil bacaan tekanan darah melalui SMS yang terhubung ke website tertentu yang dapat diakses oleh pengguna dan tenaga kesehatan dan secara otomatis mendapatkan Pasien juga mendapat rekapan 10 bacaan terakhir tekanan darahnya, dimana hasil ini juga mendapatkan rekomendasi dari tenaga kesehatan, baik reminder untuk cek tekanan darah, minum obat, bertemu tenaga Kesehatan. Sebelum intervensi, pasien di ajarkan untuk menggunakan automated spignomanometer di rumah dan menggunakan mobile juga terjadi lebih baik pada kelompok kontrol peningkatan dari 60,9% menjadi 83,6%. Selain itu, tekanan darah juga menjadi lebih baik pada kelompok kontrol . <0,. Setelah 8 minggu, rerata TDS pada intervensi yaitu 140 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol 142,4 mmHg. rerata TDD pada intervensi yaitu 83,8 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol 84,2 mmHg. Proporsi pasien yang memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg meningkat setelah intervensi selama 8 minggu dengan kelompok Setelah intervensi selama 6 bulan, penurunan TDS pada kelompok intervensi yaitu dari 146 mmHg mmHg, sedangkan pada kelompok kontrol dari 146,5 menjadi 144,3 mmHg. Perbedaan rerata antar kelompok selisih 4,3 mmHg dengan nilai p= 0,0002. Pasien di intervensi memiliki tekanan darah | Page 13 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Kao et al. control trial in the Fangzhuang Community Health Center. Beijing g terhadap darah pada komunitas di Beijing A Web-Based Self-Titration Program to Control Blood Pressure in Patients with Primary Hypertension: Randomized Controlled Trial Untuk Web-based n kontrol darah pada Copyright A The Author. 2024 health application. Dalam penerapan, setelah pasien menginput data pada sistem mobile app, pasien akan mendapatkan materi edukasi melalui sistem serta juga difasilitasi real time konsultasi dengan dokter Pasien juga diberikan diagram terkait dengan hasil bacaan tekanan darahnya dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini jika hasil merupakan critical value, akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis Pasien Mengukur dan monitoring tekanan darah dan secara mandiri mencoba mentitrasi dosis obat hipertensi mereka . enambah, menjaga dosis obat atau mengurangi dosi. Website didesain untuk membantu pasien dalam melakukan perawatan hipertensi dengan beberapa fitur. Pada fitur pencatatan hasil tekanan darah, sistem di set up untuk ditetapkan target tekanan darah masingmasing pasien. Pasien sebelumnya mengukur tekanan darah secara mandiri dan mencatat hasilnya pada web. Alarm dan sistem pengingat ketika tekanan darah pasien . ang diinput pasie. terlalu tinggi dan rendah, maka akan muncul secara otomatis reminder/alarm dan akan dihubungi oleh tim. sampai jam 9 malam, pasien akan di email untuk diingatkan menginput tekanan darah. Output dari data catatan tekanan darah ditampilkan dalam bentuk diagram curve. Pada sesi edukasi kepada pasien, ditampilkan video mengenai informasi manajemen hipertensi dan cara mengukur tekanan darah, diet, latihan fisik. yang lebih baik baik TDS maupun TDD dengan kelompok Pengontrolan tekanan darah lebih baik terjadi pada kelompok intervensi . 6Ae kelompok kontrol . 5Ae41. 8%). Hal tersebut juga didukung oleh hasil yang menunjukkan ada hubungan yang sedang antara penurunan TDS mobile app . = 302. P = 0. Pasien pada intervensi memiliki kontrol terhadap TDS dan TDD dan penurunan TDS dan TDD yang lebih penggunaan dosis obat, dan kualitas hidup dengan kelompok | Page 14 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Outcome telehealth terhadap manajemen diri pada pasien dengan penyakit hipertensi Seluruh artikel memiliki pengaruh yang positif terhadap manajemen diri pada pasien dengan Intervensi telehealth yang digunakan dalam artikel mampu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap manajemen diri sehingga juga berdampak pada penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. Penurunan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi juga disebutkan berhubungan dengan penggunaan mobile application. Selain itu, intervensi telehealth juga meningkatkan monitoring pasien hipertensi terhadap tekanan darah dan meningkatkan pengontrolan tekanan darah. Kualitas hidup pasien dengan hipertensi dengan pemberian intervensi telehealth juga mengalami peningkatan. Intervensi telehealth dapat menjadi salah satu pilihan yang efektif untuk meningkatkan manajemen diri pada pasien Tabel 3. Bentuk Implementasi Telehealth Authors Edukasi En (McManus et al. , 2. (McManus et al. , 2. (Bozorgi et al. , 2. (Still et al. , 2. (Li et al. , 2. (Andersson et al. , 2. (McKinstry et al. , 2. (Pan et al. , 2. (Kao et al. , 2. Monitoring Motivasi Diagram hasil tekanan En Pengingat En PEMBAHASAN Hipertensi-adalah penyakit-degeneratif yang memerlukan perawatan jangka panjang dan monitoring secara berkala. Terkait hal tersebut, telehealth dapat menjadi solusi karena dalam prakteknya telehealth dapat bermanfaat dalam beberapa hal seperti: efisiensi biaya karena fasilitas-kesehatan, keterjangkauan perawatan, mengurangi lama perawatan di rumah-sakit dan pemantauan berkelanjutan (Patimah, 2. Program yang paling banyak dilakukan pada pelaksanaan telehealth dalam manajemen diri pada pasien hipertensi berdasarkan review yang dilakukan adalah monitoring tekanan darah Hipertensi juga disebut silent killer, sehingga monitoring tekanan darah pada pasien hipertensi merupakan hal yang sangat penting dan krusial. Tekanan darah yang dimonitoring secara teratur dan berkala akan mampu untuk meningkatkan manajemen diri serta dapat merencanakan tindakan agar mencapai tekanan darah yang terkontrol (Agarwal et al. , 2. Hal itu juga didukung penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa tindakan yang Copyright A The Author. 2024 | Page 15 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. dioptimalkan harus didasarkan pada gejala pasien dan preferensi penyedia layanan kesehatan. Tekanan darah yang tidak dilakukan monitoring mencerminkan pasien tidak memiliki kemampuan manajemen diri untuk mencapai tekanan darah target (Manjunatha et al. , 2. Tekanan darah pada pasien hipertensi yang tidak dilakukan dengan baik akan berdampak pada munculnya komplikasi seperti diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, dan lain-lain (Smeltzer & Bare, 2. Monitoring tekanan darah melalui telehealth hampir dilaksanakan pada setiap artikel yang digunakan dalam review ini. Monitoring tekanan darah pada pasien hipertensi merupakan salah satu manajemen diri yang melibatkan pasien secara aktif serta sederhana untuk dilakukan. Monitoring tekanan darah juga melatih kemandirian dan keuletan pasien dalam melakukan manajemen diri pada pasien hipertensi (Bryant et al. , 2020. Jo et al. , 2. Hal tersebut juga didukung dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa dalam pencatatan tekanan darah pasien, pasien secara mandiri menulis tekanan darah secara berkala atau secara otomatis terekam dalam sistem. Hal ini mendukung untuk pasien terlibat langsung dalam perawatan Program e-konsultasi dengan petugas kesehatan merupakan program yang paling sedikit dilaksanakan pada penerapan telehealth pada manajemen pasien hipertensi. e-konsultasi memerlukan sumber daya yang lebih banyak dan kompleks dari pengkajian masalah pasien, menentukan waktu dalam melakukan konsultasi serta materi yang akan dikonsultasikan. Penelitian Manjunatha et al. menjelaskan bahwa sebelum melakukan konsultasi dengan pasien, tenaga kesehatan harus mengumpulkan informasi yang memadai sebelum melakukan Konsep e-konsultasi secara online sehingga baik dokter maupun pasien harus mempunyai perangkat yang mumpuni melakukan e-konsultasi serta koneksi internet yang mumpuni. Selain itu, tantangan dalam penggunaan konsultasi secara online yaitu evaluasi hasil konsultasi dan ketika terjadi gangguan sinyal akan mengganggu proses konsultasi dan data yang dihasilkan tidak akurat (Gajarawala & Pelkowski, 2. Hal ini menjadi suatu pertimbangan untuk memasukkan program e-konsultasi pada telehealth dalam manajemen pada pasien hipertensi. Telehealth dalam meningkatkan manajemen diri pada pasien hipertensi memiliki dukungan dan hambatan. Dengan menggunakan telehealth dapat mengoptimalkan keterbatasan waktu dan tenaga caregiver ataupun tenaga kesehatan dalam pelayanan dalam bentuk konsultasi, pendidikan kesehatan, dan peresepan obat serta meningkatkan peningkatan kepuasan pasien dan menyediakan pelayanan kesehatan yang sederhana (Geeta Rawat, 2018. Manjunatha et Copyright A The Author. 2024 | Page 16 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. , 2. Telehealth dalam pengalikasiannya dapat menggunakan berbagai mode komunikasi seperti video, audio dan atau teks sehingga pasien dan keluarga dapat memilih mode komunikasi sesuai dengan yang diinginkan (Manjunatha et al. , 2. Penggunaan teknologi informasi seperti telehealth mampu memberikan manfaat terhadap manajemen penyakit kronis. Pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui internet atau smartphone efektif dan mudah diakses. Penggunaan media sosial yang inovatif memiliki potensi untuk memperluas akses informasi kesehatan dan melakukan kontak dengan populasi yang lebih luas (Amdie. Z & Woo, 2. Penelitian Husna et al. juga menjelaskan bahwa intervensi kesehatan berupa edukasi kesehatan berbasis teknologi informasi seperti smartphone. PDA (Personal Digital Assistan. , aplikasi berbasis komputer, telehealth, film. SMS, dan intervensi berbasis website dapat meningkatkan perilaku manajemen diri pasien dengan penyakit kronis (Husna et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan scoping review yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bentuk telehealth yang diimplementasikan yaitu edukasi, monitoring tekanan darah, motivasi, pengingat, diagram hasil tekanan darah dan e-konsultasi. Program telehealth pada pasien hipertensi memberikan dampak positif dalam manajemen diri pasien. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa e-konsultasi paling sedikit diterapkan dalam penelitian. Hal ini dapat menjadi referensi untuk memberikan rekomendasi dalam merancang telehealth pada pasien hipertensi atau penyakit kronis lainnya DAFTAR PUSTAKA