MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTORAeFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA NELAYAN SUKU BAJO DI DESA LORA KEC. MATAOLEO KAB. BOMBANA Factors Related To Dermatitis Events In Bajo Fisherman In Lora Village Kec. Mataoleo Kab. Bombana Anita Gusmawati1. Achmad Kadarman2. Ahmad Saleh3 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Mandala Waluya Kendari . hytagusmawati96@gmail. com, 082348413. ABSTRAK Penyakit dermatitis di Puskesmas Mataoleo selalu masuk ke dalam sepuluh besar penyakit pada tiga tahun terakhir yaitu pada tahun 2015, 2016 dan 2017. Dimana pada tahun 2015 jumlah penderita sebanyak 501 orang . ,85%), tahun 2016 jumlah sebanyak 533 orang . ,35%), dan meningkat pada tahun 2017 sebesar 555 orang . ,69%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan perorangan, riwayat alergi dan sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis pada nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah 56 orang dengan tehnik penarikan sampel proporsional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 49 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan sedang antara kebersihan perorangan dengan kejadian dermatitis dengan nilai phi sebesar 0,427. Ada hubungan sedang antara riwayat alergi dengan kejadian dermatitis dengan nilai X2 hit = 6,786 > X2 tab = 3,841. Ada hubungan kuat antara sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis dengan nilai X2 hit = 14,968 > X2 tab = 3,841. Diharapkan kepada pemerintah Desa Lora untuk bekerja sama dengan unit Puskesmas terdekat melalui Kebersihan Perorangan. Riwayat Alergi dan Sanitasi Air Bersih yang memenuhi syarat Kata Kunci : Dermatitis. Kebersihan perorangan. Riwayat alergi. Sanitasi ABSTRACT Dermatitis in Mataoleo Health Center has always been among the top ten diseases in the last three years, namely in 2015, 2016 and 2017. Where in 2015 the number of patients was 501 . 85%), in 2016 the number 533 people . 35%), and increased in 2017 by 555 people . 69%). This study aims to determine the relationship between personal hygiene, history of allergies and clean water sanitation with the occurrence of dermatitis in Bajo fishermen in Lora Village. Kec. Mataoleo Kab. Bombana. The type of research used is analytic by using quantitative methods with the Cross Sectional Study design. The population in this studywere 56 people with a proportional random sampling technique, with a total sample of 49 people. Data analysing chi-square test. The results showed that there was a relationship between personal hygiene and the incidence of dermatitis with a value of X2 hit = 8. 918> X2 tab = 3. There is a relationship between allergy history with the incidence of dermatitis with a hit value of X2 = 6. 786> X2 tab = 3. There is a relationship between clean water sanitation and the incidence of dermatitis with a hit value of X2= 14,968> X2 tab = 3,841. It is hoped that the Lora village government will cooperate with the nearest health center unit through Individual Hygiene. Allergy History and Clean Water Sanitation that meet health requirements. Keywords: Dermatitis. Personal hygiene. Allergy history. Sanitation MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 PENDAHULUAN Di Amerika Serikat, 90% klaim kesehatan 414 kasus penyakit kulit di beberapa akibat kelainan kulit yang diakibatkan oleh Rumah Sakit Umum di Indonesia tahun 2011. Dermatitis. Konsultasi ke dokter kulit sebesar Salah satu masalah kesehatan yang sering 4-7% diderita oleh para nelayan adalah penyakit dermatitis tangan mengenai 2% dari populasi dan 20% wanita akan terkena merupakan salah satu masalah kesehatan setidaknya sekali seumur hidupnya. Anak- masyarakat dan merupakan penyakit berbasis anak dengan dermatitis sebanyak 30% akan Dermatitis positif hasil uji tempelnya. Di Skandinavia gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan yang telah lama memakai uji tempel sebagai standar, maka insiden Dermatitis lebih tinggi dermatitis adalah 4,66%, termaksud dermatitis dari pada di Amerika. Penyakit Prevalensi Atopik 0,69%, eczema Nummular 0,17%, dan Indonesia dikenal sebagai salah satu dermatitis Seboroik 2,82%. Di Sulawesi Tenggara insiden dermatitis Beberapa fakta di lapangan menunjukkan Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi bahwa kita memang layak disebut negeri Sulawesi bahari karena menurut fakta dua per tiga penyakit dermatitis pada tahun 2014 terdapat wilayah Indonesia berupa perairan, garis 7,3% penderita yang menyebar pada hampir Indonesia seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kanada, tahun 2015 meningkat menjadi 8,5% dan merupakan salah satu yang terlengkap di Tenggara tahun 2016 menjadi 9,4%. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kab. Bombana, diperoleh Dermatitis atau penyakit kulit merupakan kejadian dermatitis 2 tahun terakhir yaitu pada salah satu penyakit yang paling sering tahun 2015, terdapat 2. 864 pasien . ,98%) Indonesia, yang berobat ke puskesmas, dan tahun 2016 965 pasien . ,14%) dan tahun Negara berkembang dapat berkisar antara 20- Kejadian penyakit kulit di Indonesia . ,55%). Berdasarkan profil Desa Lora bahwa jumlah penduduk secara keseluruhan sebanyak permasalahan kesehatan yang cukup berarti. 6382 Jiwa dengan presentasi Jenis Kelamin Berdasarkan data gambaran kasus penyakit Laki-laki berjumlah 3042 Jiwa dan Jenis kelamin perempuan berjumlah 3340 Jiwa, peringkat ketiga dari sepuluh penyakit utama dengan jumlah KK 1720. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Menurut e- ISSN: 2622-7762 bivariat menggunakan uji chi-square dan uji puskesmas Mataoleo, menunjukkan bahwa penyakit dermatitis selalu masuk ke dalam HASIL PENELITIAN sepuluh besar penyakit pada tiga tahun Distribusi terakhir yaitu pada tahun 2015, 2016 dan berdasarkan jenis kelamin dapat di lihat pada Dimana pada tahun 2015 jumlah tabel 1 menunjukkan bahwa responden yang penderita sebanyak 501 orang . ,85%), tahun paling banyak adalah jenis kelamin laki-laki 2016 jumlah sebanyak 533 orang . ,35%), dan sebanyak 49 orang . %) dan yang paling meningkat pada tahun 2017 sebesar 555 orang sedikit adalah perempuan sebanyak 0 orang . ,69%). Dan jumlah kunjungan ke Puskesmas . %). Distribusi Mataoleo pada bulan Januari-April 2018 berdasarkan umur dapat di lihat pada tabel sebanyak 1,023 orang, 156 orang diantaranya 1menunjukkan bahwa responden yang paling nelayan yang tinggal di desa Lora dan banyak yaitu umur 41-50 tahun sebanyak 22 diagnosa menderita dermatitis. ,90%), umur 31-40 tahun sebanyak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor 14 orang . ,57%), umur 20-30 tahun sebanyak 8 orang . ,33%) dan yang paling kejadian dermatitis pada nelayan suku Bajo di sedikit umur 51-60 tahun sebanyak 5 orang Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana. ,20%). Distribusi METODE PENELITIAN analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Oktober tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan yang berada di desa Lora kec. Mataoleo Bombana yang berjumlah 56 orang. Sampel penelitian ini adalah sebagian nelayan yang berada di desa Lora yang berjumlah 49 Tehnik kejadian dermatitis dapat dilihat pada tabel 2 Jenis yang digunakan adalah observasi menunjukkan bahwa responden yang paling banyak adalah yang menderita sebanyak 33 orang . ,3%) dan yang paling sedikit adalah yang tidak menderita sebanyak 16 orang . ,7%). Distribusi responden berdasarkan kebersihan perorangan dapat di lihat pada tabel 2 menunjukan bahwa responden yang paling banyak adalah responden yang kebersihan perorangannya kurang sebanyak 35 ,4%) perorangannya cukup sebanyak 14 orang . ,6%). Analisis data dilakukan dengan menggunakan IBM product and service solution (SPSS) versi Analisis data terdiri dari univariat dan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Tabel 1. Distribusi Responden berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur Pada Nelayan Suku Bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana Tahun 2018 Karakteristik Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Umur(Tahu. Sumber : Data Primer, 2018 n . 16,33 28,57 44,90 10,20 Distribusi responden berdasarkan riwayat Berdasarkan alergi dapat di lihat pada tabel 2 menunjukkan menggunakan chi-square memperoleh 1 cells bahwa responden yang paling banyak adalah nilai expected count<5, hal ini menunjukkan yang memiliki riwayat alergi sebanyak 31 bahwa uji Chi-Square tidak memenuhi syarat. ,3%) dan yang tidak memiliki Dengan demikian uji yang digunakan adalah riwayat alergi sebanyak 18 orang . ,7%). Fisher Distribusi responden berdasarkan sanitasi air memperoleh nilai p- value . < c . bersih dapat di lihat pada tabel 2 menunjukkan maka H0 ditolak dan Ha diterima,artinya ada bahwa responden yang paling banyak adalah yang memiliki sanitasi air bersih tidak kejadian dermatitis. Hasil uji koefisien phi memenuhi syarat kurang sebanyak 31 orang diperoleh nilai phi sebesar 0,427. Hal ini . ,3%) dan yang memiliki sanitasi air bersih menunjukkan bahwa ada hubungan sedang memenuhi syarat sebanyak 18 orang . ,7%). antara kebersihan perorangan dengan kejadian Adapun perorangan dengan kejadian dermatitis dapat Exact. Hasil Fisher Exact dermatitis pada nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana tahun 2018. dilihat pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari Adapun hasil penelitian riwayat alergi 33 responden yang menderita dermatitis, dengan kejadian dermatitis dapat dilihat pada terdapat 28 responden . ,1%) yang memiliki tabel 2 menunjukkan bahwa dari 33 responden responden . ,2%) yang memiliki kebersihan responden . ,0%) yang memiliki riwayat alergi dan 8 responden . ,3%) yang tidak responden yang tidak menderita dermatitias, memiliki riwayat alergi. Sedangkan dari 16 terdapat 7 responden . ,3%) yang memiliki responden yang tidak menderita dermatitias, terdapat 6 responden . ,3%) yang memiliki responden . ,4%) yang memiliki kebersihan riwayat alergi dan 10 responden . ,4%) yang perorangan cukup. tidak memiliki riwayat alergi. Berdasarkan Sedangkan hasil uji statistik menggunakan chi-square di MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 perolah nilai X2 hitung = 6,786 dimana X2tabel = e- ISSN: 2622-7762 . =0,. 3,841 dengan demikian X hitung lebih besar dari menunjukkan hubungan sedang antara riwayat X2tabel sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang alergi dengan kejadian dermatitis pada nelayan berarti ada hubungan riwayat alergi dengan suku bajo di kejadian dermatitis . Berdasarkan uji koefisien Kab. Bombana tahun 2018. Desa Lora Kec. Mataoleo Tabel 2. Hubungan Kebersihan Perorangan. Riwayat Alergi dan Sanitasi air bersih dengan Kejadian Dermatitis pada Nelayan Suku Bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana Tahun 2018 Variabel Kebersihan perorangan Kurang Cukup Riwayat alergi Ada Riwayat Tidak Ada Riwayat Kejadian Dermatitis Tidak Menderita Jumlah Sanitasi air bersih Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat Total Sumber : Data Primer, 2018 Hasil Uji Chi Square X2 Hitung = 0,06 X2 Tabel = 3,841 Phi = 0,427 X2 Hitung = 6,786 X2 Tabel = 3,841 Phi = 0,372 X2 Hitung = 14,968 X2 Tabel = 3,841 Phi = 0,553 Adapun hasil penelitian sanitasi air bersih nilai X2 hitung = 14,968 dimana X2tabel = 3,841 dengan kejadian dermatitis dapat dilihat pada dengan demikian X2 hitung lebih besar dari X2tabel tabel 2 menunjukkan bahwa dari 33 responden sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan sanitasi air bersih dengan responden . ,1%) yang memiliki sanitasi air kejadian dermatitis. Berdasarkan uji koefisien bersih tidak memenuhi syarat dan 6 responden . ,2%) yang memiliki sanitasi air bersih yang menunjukkan hubungan kuat antara sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis pada nelayan Sedangkan . responden yang tidak menderita dermatitias, suku bajo di Desa terdapat 4 responden . ,2 %) yang memiliki Kab. Bombana tahun 2018. =0,. Lora Kec. Mataoleo sanitasi air bersih tidak memenuhi syarat dan 12 responden . ,5%) yang memiliki sanitasi PEMBAHASAN air bersih memenuhi syarat. Berdasarkan hasil Personal uji statistik menggunakan chi-square di perolah perorangan adalah suatu pengetahuan tentang MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 usaha-usaha kesehatan seseorang untuk dapat Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square memperoleh 1 cells nilai expected memperbaiki dan mempertinggi nilai serta count<5, hal ini menunjukkan bahwa uji Chi- mencegah timbulnya penyakit. Oleh karena itu. Square kebersihan diri terutama pada kesehatan kulit demikian uji yang digunakan adalah Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact memperoleh nilai mencegah berbagai penyakit kulit. Dengan p- value . < c . , maka H0 ditolak Berdasarkan hasil penelitian di Desa Lora diterima,artinya terhadap 49 responden didapatkan bahwa sebanyak 14 responden . ,6%) memiliki Hasil uji koefisien phi diperoleh personal hygine yang cukup dan sebanyak 35 nilai phi sebesar 0,427. Hal ini menunjukkan responden . ,4%) memiliki personal hygiene bahwa ada hubungan sedang antara kebersihan yang kurang. Personal hygiene yang kurang perorangan dengan kejadian dermatitis pada terdapat pada responden yang menderita nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo dermatitis sebanyak 28 . ,1%). yang memiliki Kab. Bombana tahun 2018. Penelitian memungkinkan timbulnya berbagai macam sebelumnya dengan hasil analisis bivariat penyakit terutama dermatitis. Dimana dalam dengan uji chi-square diperoleh nilai p value = penelitian ini banyak sekali yang tidak mandi 2 0,000 < 0,05. Oleh karena itu p value lebih kali sehari karena dianggap hal yang tidak kecil dari , maka H0 ditolak dan Ha diterima Selain itu tidak melakukan kebiasaan yaitu ada hubungan antara personal hygiene menggunakan handuk setelah mandi dan juga dengan dermatitis kontak iritan pada nelayan di tidak mengganti pakaian dalam sehari. Desa Personal yang cukup lebih Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. banyak terdapat pada responden yang tidak Lamanggau Riwayat alergi merupakan salah satu faktor yang dapat menjadikan kulit lebih . ,4%). Dengan demikian semakin baik rentan terhadap penyakit dermatitis. Alergi personal hygiene, maka semakin rendah adalah penyakit yang biasanya ditimbulkan Terdapat Alergi timbul oleh karena pada menderita dermatitis sebanyak 5 responden seseorang terjadi perubahan reaksi terhadap . ,2%). Hal ini disebabkan oleh faktor lain bahan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian di yaitu penggunaan air yang tidak memenuhi Desa Lora terhadap 49 responden didapatkan syarat kesehatan. Selain itu juga karena faktor bahwa sebanyak 18 responden . ,7%) tidak pengetahuan responden yang masih kurang. memiliki riwayat alergi dan sebanyak 31 responden . ,3%) memiliki riwayat alergi. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 Dari 33 responden yang menderita dermatitis terdapat 25 responden . ,0%)yang memiliki e- ISSN: 2622-7762 Kecamatan Rembang. riwayat alergi. Hal ini disebabkan oleh bahan Tanjungsari Sanitasi merupakan keadaan, kondisi kimia serta penggunaan obat-obatan dan 8 ,3%) riwayat alergi namun menderita dermatitis. Hal berpengaruh positif terhadap terwujudnya ini disebabkan oleh alergi terhadap makanan status kesehatan yang optimum pula. Kondisi akibat kekebalan tubuh yang tidak mampu fisik air yang tidak sehat menyebabkan melawan bakteri. Hal ini terjadi ketika terjadi terjadinya dermatitis yang disebabkan paparan iritasi pada sistem pencernaan seseorang atau dari kuman infeksi dari sanitasi air yang ketika seseorang tidak mampu mencerna atau digunakan kurang baik. kegagalan karena makanan. Penyebab lainnya Berdasarkan hasil penelitian di Desa adalah penggunaan obat bagi orang yang Lora terhadap 49 responden didapatkan bahwa memiliki hipersensifitas. sebanyak 18 responden . ,7%) menggunakan Berdasarkan air yang memenuhi syarat dan sebanyak 31 menggunakan chi-square di perolah nilai X2 responden . ,3%) menggunakan air yang = 6,786 dimana X2tabel = 3,841 dengan Sebanyak lebih besar dari X tabel responden . ,1%) yang menderita dermatitis sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang yang sanitasi air bersih nya tidak memenuhi berarti ada hubungan antara riwayat alergi dengan kejadian dermatitis Berdasarkan uji penggunaan air bersih maka semakin tinggi koefisien phi . diperoleh nilai . =0,. yang menunjukkan hubungan sedang antara menunjukkan bahwa masih banyak terdapat riwayat alergi dengan kejadian dermatitis pada responden yang sanitasi air bersihnya tidak nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo memenuhi syarat sehingga memungkinkan Kab. Bombana tahun 2018. timbulnya berbagai macam penyakit terutama Hasil penelitian ini sejalan dengan Semakin Analisis penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan Penggunaan air bersih yang memenuhi hasil penelitian di tempat pelelangan ikan (TPI) syarat kesehatan lebih banyak terdapat pada Tangjungsari diketahui bahwa sebesar 10 dari responden yang tidak menderita dermatitis yaitu sebanyak 12 responden . ,5%). Dengan menderita dermatitis. Hasil analisis diperoleh demikian semakin memenuhi syarat kondisi chi square sebesar 5,584 dengan probabilitas sanitasi air bersih maka semakin rendah 0,018 < 0,05 yang artinya bahwa ada hubungan kejadian dermatitis. Sebanyak 6 responden yang signifikan antara riwayat alergi dengan . ,2%) yang memiliki sanitasi air bersih yang kejadian dermatitis pada nelayan yang bekerja memenuhi syarat namun menderita dermatitis. MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Hal ini disebabkan oleh personal hygiene dan kebiasaan yakni mengkonsumsi air secara Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat langsung tanpa melalui proses pemanasan. Berdasarkan KESIMPULAN DAN SARAN ditarik kesimpulan sebagai berikut :Ada menggunakan chi-square di perolah nilai X2 hubungan sedang antara kebersihan perorangan = 14,968 dimana X2tabel = 3,841 dengan dengan kejadian dermatitis pada nelayan suku demikian X2 lebih besar dari X2tabel sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis. Berdasarkan uji koefisien phi . diperoleh nilai . =0,. yang menunjukkan hubungan kuat antara sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis pada nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana Hasil Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga memperoleh hasil yang tidak berbeda dengan hasil penelitian ini, yakni 97 responden didapatkan kejadian dermatitis lebih banyak pada responden yang tidak memenuhi syarat sanitasi air bersih sebanyak 60 . ,9%) penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dari 65 responden didapatkan sebanyak 30 responden . ,2%) yang menderita dermatitis dan sanitasi air bersih yang tidak memenuhi riwayat alergi dengan kejadian dermatitis pada nelayan suku Bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana tahun 2018,Ada hubungan kuat antara sanitasi air bersih dengan kejadian dermatitis pada nelayan suku bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana tahun 2018. Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan maka saran yang diajukan pada ialah:Diharapkan pemerintah desa Lora untuk bekerja sama dengan unit Puskesmas terdekat dalam hal Kebersihan perorangan, riwayat alergi dan Selanjutnya sejalan dengan penelitian lain Diharapkan kepada nelayan agar tetap menjaga dan memperbaiki kebersihan perorangan serta sanitasi air bersihnya. Untuk menambahkan variabel-variabel lain yang berhubungan dengan kejadian dermatitis serta syarat secara fisik. tahun 2018,Ada hubungan sedang antara sanitasi air bersih. yang memenuhi syarat Penelitian bajo di Desa Lora Kec. Mataoleo Kab. Bombana hubungan sanitasi air bersih dengan terjadinya infeksi kulit dimana sanitasi air yang kurang DAFTAR PUSTAKA