TEMA TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 PENGARUH DEWAN KOMISARIS. KOMISARIS INDEPENDEN. DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DI MASA PANDEMI COVID Ae 19 23, 01 SUBMIT Mei 2022 REVISI Mei 2022 DITERIMA Mei 2022 Via Ayu Pratiwi Yefta Andi Kus Noegroho Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia Abstract: The research aims to examine the effect of the variables of the board of commissioners, independent commissioners and managerial ownership on financial performance as measured by Return on Assets (ROA) during the covid-19 pandemic. Board of commissioners and independent commissioners have a role to monitor and provide input for managers to support processes within the company. Managerial ownership is share ownership owned by managerial parties so that they can take part in decision making and encourage activities within the company. This study was tested by testing the classification assumption and multiple regression with samples and populations of 31 major energy companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and publishing their annual report for the period 2018 Ae The results show that: . the board of commissioners has a positive effect and significant effect on financial performance, . independent commissioners have a negative and insignificant effect on financial performance, . managerial ownership has a positive and significant effect on financial performance. Keywords: Board of Commissioners. Independent Commissioners. Managerial Ownership. Financial Performance. Return on Assets (ROA) INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Yefta Andi Kus Noegroho E-mail: kusnugroho@uksw. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh atas variabel dewan komisaris, komisaris independen dan kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return on Asset (ROA) pada masa pandemi covid Ae 19. Dewan komisaris dan komisaris independen berperan untuk memonitoring dan memberikan masukan bagi manajer guna mendukung proses dalam perusahaan. Kepemilikan manajerial adalah kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak manajerial sehingga dapat ikut andil dalam pengambilan keputusan dan mendorong aktivitas dalam perusahaan. Penelitian ini diuji dengan pengujian asumsi klasik dan regresi berganda dengan sampel dan populasi dari 31 perusahaan energi papan utama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mempublikasi laporan keuangannya periode 2018 Ae 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, . komisaris independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, . kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Kata kunci: Dewan Komisaris. Komisaris Independen. Kepemilikan Manajerial. Kinerja Keuangan. Return on Asset (ROA) Cite: Pratiwi. dan Noegroho. Pengaruh Dewan Komisaris. Komisaris Independen, dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan di Masa Pandemi CovidAe19. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 23 No. 1, 7-16. Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Pandemi covid - 19 menyebabkan penurunan keuntungan perusahaan dibanding tahun-tahun sebelum adanya pandemi. Akibat munculnya pandemi covid Ae 19 hampir keseluruhan negara di dunia memberlakukan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat yang dapat menghambat kinerja perusahaan dan berakibat pada terhambatnya kegiatan Seiring dengan peningkatan persebaran covid Ae 19 dampak yang ditimbulkan cukup besar di berbagai aspek masyarakat (Maha Putra 2. Gejala perubahan yang timbul akibat pandemi membuat perusahaan harus mempertahankan pendapatannya agar dapat bertahan menyesuaikan perubahan yang terjadi. Perubahan keuntungan pada masa pandemi tersebut memberikan dampak pada penurunan kinerja. Seperti yang dikatakan oleh Kencana . pandemi covid Ae 19 menyebabkan kinerja keuangan turun drastis, akibatnya banyak perusahaan yang mengalami kerugian besar dan tidak banyak perusahaan yang bertahan. Akibat pandemi kinerja keuangan dapat menurun akibat pembatasan yang ada. Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) perusahaan. Pandemi yang terjadi justru mendorong perusahaan untuk menekankan penerapan GCG guna memberikan perubahan akibat kinerja keuangan yang turun. Seperti Anggraeni . yang menyatakan ditengah pandemi ini, perusahaan Ae perusahaan semakin sadar akan pentingnya keberlangsungan bisnis dan mulai menekankan kembali pada penerapan GCG untuk meningkatkan kembali proses bisnis dan tingkat laba perusahaan yang sempat menurun akibat wabah. Olavia . menyatakan bahwa penerapan dari GCG merupakan pondasi Ae pondasi dari setiap perubahan yang terjadi di suatu proses bisnis, hal tersebut juga mempengaruhi pergeseran bisnis dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid Ae 19 yang terjadi belum lama ini. Apabila pada suatu bisnis mengalami pergeseran maka hal Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 tersebut juga akan mempengaruhi perubahan pada GCG yang berperan sebagai pondasi proses bisnis. Penerapan GCG dapat membantu perusahaan dalam mengatasi krisis akibat pandemi covid Ae 19. Untuk dapat bertahan dalam situasi pandemi covid Ae 19 perusahaan perlu untuk meningkatkan kinerjanya salah satunya perlu adanya penerapan GCG. Darwis . menyatakan bahwa prinsip Ae prinsip dasar dari GCG dapat memberikan dasar dan membangun sistem perusahaan seperti pemberlakuan kepatuhan kinerja, tugas dan tanggung jawab yang jelas, serta adanya evaluasi yang bermanfaat bagi peningkatan kinerja perusahaan. Penerapan GCG dapat membantu perusahaan untuk mengatur, mengelola, dan mengawasi proses pengendalian bisnis suatu perusahaan untuk meningkatkan nilainya. Berdasarkan hal tersebut, penerapan GCG juga dapat membantu suatu perusahaan meningkatkan kinerja keuangannya. Proksi mekanisme GCG terdiri atas beberapa pengaruh, diantaranya terdapat dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial. Jumlah dari dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial memberikan pengaruh atas kebijakan, strategi, dan tata kelola dari suatu perusahaan. Dewan komisaris akan mengawasi dan memberikan masukan kepada manajer perusahaan dalam setiap rangkaian kegiatannya. Dewan komisaris penting bagi suatu perusahaan guna menjembatani kepentingan principal (Sukandar dan Rahardja 2. Komisaris independen termasuk bagian dari dewan komisaris juga yang tidak memiliki pengaruh dari manapun sehingga proses monitoring lebih transparan dan masukan yang diberikan tidak berpihak kepada siapapun (Leatemia et al. Selain itu kepemilikan manajerial juga ikut andil dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan suatu perusahaan. Keputusan yang diambil oleh manajer dalam proses bisnis akan dirasakan langsung juga oleh manajer karena juga berperan sebagai pemilik saham (Putra dan Fidiana 2. TEMA Tera Ilmu Akuntansi Dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial memberikan pengaruh terhadap perusahaan pada masa pandemi covid Ae 19 akibat timbulnya perubahan pada masa tersebut. Perubahan drastis tersebut memicu perusahaan agar cepat beradaptasi atas perubahan yang timbul akibat munculnya pandemi covid Ae 19. Olavia . , pandemi covid Ae 19 memicu perusahaan agar cepat beradaptasi salah satunya seperti penerapan dan peningkatan teknologi pada perusahaan yang mempengaruhi proses bisnis. Setiap perubahan yang terjadi pada sutu perusahaan termasuk penerapan sekecil apapun, hal tersebut tetap berpondasi dari implementasi praktik tata kelola perusahaan yang baik atau yang dikenal dengan good corporate governance (GCG). Dalam berita tersebut disebutkan dalam penerapan implementasi GCG, pihak manajemen yang diantaranya termasuk dewan komisaris dan komisaris independen berperan dalam menyetujui dan memberikan saran strategi baru guna dapat bertahan dalam situasi pandemi covid Ae 19 ini. Manajemen perusahaan baik di level direksi dan komisaris dapat menghadapi tantangan baru dengan strategi yang tepat sehingga kinerja keuangan perusahaan juga tidak mengalami penurunan drastis akibat kondisi tersebut. Agus . , masa pandemi covid Ae 19 ini dewan komisaris termasuk komisaris independen didalamnya masih dapat melaksanakan monitoring atas keputusan yang diambil jajaran direksi. Selain hal tersebut, melakukan pengawasan juga terkait dengan usaha yang dilakukan perusahaan oleh direksi, serta memberikan nasihat, termasuk pengawasan terhadap rencana perusahaan dan juga RKAP. Hal tersebut secara tidak langsung dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikannya ikut serta berperan tidak langsung dalam mendukung kinerja perusahaan termasuk kinerja keuangan. Terkait fenomena Ae fenomena tersebut, dapat dilihat bahwa dengan munculnya pandemi covid Ae 19 memicu perubahan pada GCG. Hal tersebut mengakibatkan penurunan kinerja yang memicu perusahaan untuk Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 meningkatkan penerapan GCG khususnya dilihat dari proksi mekanismenya berupa dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial yang berguna membantu menstabilkan kembali laba perusahaan yang sempat menurun akibat pandemi covid Ae 19. Selain hal tersebut fenomena lain menggambarkan bahwa pada masa pandemi covid Ae 19 ini dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial ikut serta dalam memperkuat implementasi GCG yang memperkuat kinerja keuangan perusahaan sehingga secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal tersebut menimbulkan suatu permasalahan yaitu apakah dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial benar Ae benar berpengaruh memberikan dampak perubahan terhadap kinerja keuangan khususnya pada masa pandemi covid Ae 19. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh dari mekanisme GCG yang berupa dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial pada saat munculnya pandemi covid Ae 19 terkait dengan kinerja keuangan secara empirik khususnya pada perusahaan sektor energi periode 2018 Ae 2020, dimana pada periode tersebut mewakili keadaan tepat awal munculnya pandemi covid 19. Perusahaan sektor energi dipilih karena memiliki pengaruh yang cukup signifikan akibat virus covid Ae 19 seperti dikutip oleh com dimana 3 sektor yang paling berdampak signifikan akibat virus covid Ae 19 adalah sektor energi, pariwisata, dan infrastruktur. Penelitian ini bermanfaat bagi perusahaan untuk membantu evaluasi terkait pentingnya peran dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial yang berpengaruh oleh perubahan kinerja keuangan pada masa terjadinya pandemi. Selain itu penelitian ini juga dapat bermanfaat bagi investor untuk menilai suatu perusahaan berdasarkan tingkat keuntungan yang didapatkan atas peran oleh dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial dari perubahan kinerja keuangan akibat TEMA Tera Ilmu Akuntansi TINJAUAN PUSTAKA Mekanisme GCG terdiri atas beberapa hal, diantaranya terdapat dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial. Dalam perusahaan sektor energi penerapan GCG sangat diperlukan untuk mendongkrak kinerja perusahaan. Good Corporate Governance (GCG) Menurut Tunggal . Corporate Governance merupakan suatu sistem yang mengatur, mengelola, dan mengawasi proses pengendalian bisnis guna meningkatkan nilai saham, sekaligus sebagai bentuk perhatian kepada pihak internal dan eksternal perusahaan seperti stakeholder yang diantaranya termasuk karyawan, kreditur, dan masyarakat. Good Corporate Governance berperan dalam menjaga keseimbangan yang ada antara ketercapaian tujuan ekonomi dan masyarakat. Dikutip dari buku Sedarmayanti . terdapat 5 prinsip dari Good Corporate Governance (GCG) terkait penerapan praktiknya yaitu meliputi prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran. Berdasarkan jurnal dari Darwis . , mekanisme Good Corporate Governance terdiri jumlah dewan komisaris, komisaris independen, serta kepemilikan manajerial. Dewan Komisaris Dewan komisaris adalah mekanisme pengendalian internal yang tertinggi serta memiliki tanggung jawab sebagai monitoring seluruh aktivitas manajemen puncak (Thesarani 2. Menurut Ananta . dewan komisaris bertugas sebagai pengawas dan memberikan masukan kepada dewan direksi karena tidak memiliki otorisasi langsung terhadap perusahaan. Apabila pengawasan dari dewan komisaris dirasa kurang efektif maka hal tersebut akan menyebabkan kesulitan proses komunikasi dan koordinasi dalam pengambilan keputusan (Putra 2. Hal tersebut berdampak terhadap keputusan yang diambil oleh manajemen karena dewan komisaris juga ikut andil dalam keputusan yang dibuat manajemen dalam menjamin keberlangsungan atas praktik dari strategi perusa- Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 haan dengan ikut terlibat memonitoring dan memberikan saran kepada manajemen. Komisaris Independen Komisaris independen merupakan bagian dari anggota dewan komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan pemegang saham pengendali, anggota dewan komisaris dan/atau anggota direksi (Hisamuddin dan Tirta K 2. Berdasar Otoritas Jasa Keuangan . jumlah dari komisaris independen sekurang - kurangnya adalah sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan dewan komisaris. Komisaris independen memiliki peran dalam menjamin pelaksanaan strategi perusahaan, mengawasi manajemen terkait dengan pengelolaan perusahaan, dan terlaksananya akuntabilitas perusahaan (Anam dan Liyanto 2. Pada dasarnya komite independen ini mengawasi secara independen atau netral dan memberikan arahan serta petunjuk terkait pengelolaan perusahaan. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial berupa proporsi pemegang saham oleh pihak manajemen yang secara aktif ikut terlibat dalam pengambilan keputusan suatu perusahaan (Sintyawati dan Dewi 2. Kepemilikan manajerial memberikan kesempatan bagi manajer perusahaan untuk ikut andil dalam kepemilikan saham, hal tersebut mengakibatkan kedudukan antara manajer perusahaan dan pemegang saham perusahaan sama (Putra dan Fidiana 2. Kepemilikan manajerial mensejajarkan antara kepentingan pemegang saham dan manajer. Hal tersebut dikarenakan manajer dapat merasakan secara langsung hasil dan manfaat atas pengambilan keputusan yang telah dibuatnya sendiri atau ikut terlibat langsung, sehingga konsekuensi apabila terjadi kesalahan pengambilan keputusan yang menyebabkan kerugian maka akan berdampak sendiri terhadap manajer. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan pengelolaan operasional keuangan suatu perusahaan secara efisien dan efektif guna mencapai laba TEMA Tera Ilmu Akuntansi atau pendapatan yang optimal (Efriyanti. Anggraini, dan Fiscal 2. Kinerja perusahaan menentukan ukuran Ae ukuran yang dapat mengukur pencapaian atau keberhasilan pada suatu perusahaan dalam menghasilkan laba (Rossi & Panggabean, 2. Menurut Halim et al. kinerja keuangan mengukur mengenai kinerja perusahaan dalam mendapatkan laba dan nilai pasar. Ukuran tersebut dapat diwujudkan dalam profitabilitas, pertumbuhan dan nilai dari pemegang Kinerja keuangan dapat diukur dengan metode rasio keuangan dimana dengan analisis rasio keuangan dapat menghubungkan unsur Ae unsur dari neraca dan perhitungan laba/rugi, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai sejarah dan penilaian perusahaan (Aisyiah. Darminto dan Husaini, 2. Analisis rasio keuangan biasa digunakan untuk mengukur kinerja keuangan. Rasio keuangan terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, profitabilitas, rasio pertumbuhan, dan penilaian (Sipahelut et al. Rasio Ae rasio tersebut mengukur kinerja keuangan dengan variabel yang berbeda. Dalam suatu entitas orang biasanya akan berfokus pada laba perusahaan tak terkecuali dalam mengukur kinerjanya. Untuk mengukur efektivitas tingkat manajemen dalam memperoleh laba atau keuntungan, hal tersebut dapat diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas. Salah satu cara untuk menghitung adalah dengan menggunakan Return on Assets (ROA). Return on Assets (ROA) mengukur kemampuan manajemen untuk memperoleh suatu keuntungan dan memanfaatkan secara keseluruhan aset yang dimiliki oleh perusahaan (Julastari dan Dewi 2. Pengembangan Hipotesis Dewan Komisaris terhadap Kinerja Keuangan Dewan komisaris bertugas mengawasi dan memberi saran kepada dewan direksi, hal tersebut secara tidak langsung membuat dewan komisaris memiliki posisi yang penting dan otoritas untuk menghubungkan kepentingan principal dan peningkatan kinerja keuangan dalam suatu perusahaan. Menurut Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 Gie . jumlah dari dewan komisaris dapat membantu meningkatkan kinerja keuangan. Jumlah dewan komisaris yang semakin banyak akan meningkatkan mekanisme monitoring manajemen karena ukuran dewan komisaris menentukan tingkat dari keefektifan pemantauan kinerja keuangan perusahaan (Rahardja 2. Peningkatan dewan komisaris dapat membantu perusahaan menghasilkan banyak saran ide Ae ide baru yang strategis guna meningkatkan kinerja keuangan selain itu proses monitoring juga lebih terfokus seiring dengan peningkatan komisaris sehingga saran untuk pengambilan keputusan manajemen dapat diambil dengan tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan karena dewan komisaris memberikan konsultasi dan nasihat bagi manajemen. Pada penelitian terdahulu menurut Rahmawati. Rikumahu. Brady, dan Dillak . , ukuran dewan komisaris memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja Berdasar hasil tersebut, dapat diperoleh H1 sebagai berikut: H1=Dewan Komisaris berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan Komisaris Independen terhadap Kinerja Keuangan Dewan komisaris berfungsi mengawasi kinerja para dewan direksi. Sebagai pengawas independensi dewan komisaris diperlukan untuk menyeimbangkan kekuatan para eksekutif agar bertindak untuk kepentingan Komisaris independen bertugas untuk melaksanakan fungsi monitoring demi mendukung terciptanya good corporate governance (Rahardja 2. Komisaris independen tidak terikat dengan manajemen, komisaris lain, dan pemegang saham pengendali sehingga pengawasan dapat berjalan lebih transparan demi kepentingan perusahaan tanpa ada pengaruh pihak manapun. Berdasar Darwis . , komisaris independen memberikan reaksi positif oleh pasar investor. Hal tersebut didukung oleh tingkat kepercayaan investor yang naik karena kepentingan investor lebih dilindungi. Dengan adanya hal tersebut dapat meningkatkan nilai keuntungan atas peningkatan investasi dan TEMA Tera Ilmu Akuntansi naiknya kinerja keuangan. Sama seperti tugas dewan komisaris karena komisaris independen termasuk di dalamnya yaitu bertugas memonitoring dan dapat memberikan saran kepada manajer guna keberlangsungan perusahaan, komisaris independen lebih bebas atau tidak terikat oleh siapapun sehingga proses monitoring dan pengambilan keputusan dapat dikatakan lebih transparan tak terkecuali guna peningkatan kinerja keuangan Menurut Nurmayanti dan Lovita . , komisaris independen memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja keuangan. Berdasar hal tersebut, dapat diperoleh H 2 sebagai berikut : H2=Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan Kepemilikan manajerial adalah pemegang saham dari pihak manajerial yang secara aktif dapat ikut andil dalam pengambilan keputusan perusahaan. Dengan kepemilikan manajerial kedudukan antara manajemen dan pemegang saham itu setara atau sejajar. Semakin besarnya kepemilikan manajerial maka kecenderungan manajemen dalam menggunakan sumber daya akan semakin berkurang dan manajer akan mengurangi biaya agenda sebagai akibat dari adanya perbedaan kepentingan, hal tersebut akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Gie . , semakin besar kepemilikan saham dari manajer maka hal tersebut akan memberikan pengaruh terhadap kinerja. Tingginya kepemilikan oleh manajemen maka kinerja keuangan akan lebih ditingkatkan guna memberikan manfaat kepentingan saham yang termasuk pihak manajemen itu sendiri. Berdasar Darwis . , kepemilikan manajerial memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Selain itu menurut penelitian terdahulu oleh Putra dan Fidiana . berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, kepemilikan manajerial juga berpe-ngaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dari hasil tersebut dinyatakan H3 sebagai berikut : H3=Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 METODE PENELITIAN Penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kuantitatif dimana penelitian ini berkaitan dengan data yang berupa angka serta program statistik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang diperoleh dari data Bursa Efek Indonesia yang dilihat dari situs idx. Terkait dengan populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan go-public sektor energi papan utama yang terdaftar dalam BEI yang mempublikasikan annual report pada periode 2018-2020. Teknik pengambilan sampel yang yang digunakan adalah berupa teknik sampling jenuh. Menurut Sugiyono . , sampling jenuh merupakan teknik pengambilan sampel yang menggunakan keseluruhan anggota populasi dan dijadikan sebagai sampel. Pengambilan sampelnya sendiri didapatkan dari keseluruhan populasi karena menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 31 perusahaan go-public sektor energi papan utama yang terdaftar dalam BEI yang mempublikasikan annual report pada periode 2018-2020 sehingga didapatkan total 93 sampel. Perusahaan sektor energi dipilih karena memiliki pengaruh yang cukup signifikan akibat virus covid Ae 19 sehingga sesuai dengan fenomena pada bab sebelumnya. Penelitian ini akan menguji mengenai pengaruh dewan komisaris, komisaris independen, dan kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan ROA. HASIL DAN PEMBAHASAN Model 1 (Constan. Dewan Komisaris Komisaris Independen Kepemilikan Manajerial Ukuran Perusahaan Sumber: Data Penelitian, 2022 Sig -11,298 2,533 -1,882 0,436 0,646 0,154 0,031 0,400 0,032 0,387 Hasil dari uji t dilihat berdasarkan nilai signifikansinya, pada tabel 1. 5 apabila nilai signifikansi < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa variabel berpengaruh signifikan dan TEMA Tera Ilmu Akuntansi hipotesis dapat diterima. Berdasarkan hasil dari tabel 1. 5, hipotesis (H. dari dewan komisaris dapat dinyatakan diterima. Hal tersebut dilihat dari nilai signifikansi yaitu sebesar 0,031 dimana < 0,05 yang artinya hipotesis dapat diterima, sehingga dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Dewan komisaris memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja Semakin meningkatnya dewan komisaris, hal tersebut juga akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Ukuran dari dewan komisaris menentukan tingkat efektivitas pemantauan dalam peningkatan kinerja keuangan suatu perusahaan. Selama pandemi covid Ae 19, dewan komisaris terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja keuangan. Monitoring dari dewan komisaris selama pandemi covid Ae 19 membantu manajer dalam meningkatkan dan memperbaiki kinerjanya dengan saran Ae saran yang diberikannya berkaitan hasil pengawasannya guna meningkatkan proses bisnis. Hasil penelitian ini serupa dengan hasil dari Permono dan Puspaningsih . dan Sulistyowati dan Fidiana . , dimana dalam penelitian mereka juga menyatakan bahwa dewan komisaris memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hipotesis komisaris independen nilai signifikan sebesar 0,400 > 0,05 artinya H2 ditolak dan H0 diterima, sehingga komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal tersebut dapat diartikan baik besar atau kecilnya proporsi dari komisaris independen tidak menjamin baik atau buruknya fungsi pengawasan, pengelolaan, dan proses pengambilan keputusan perusahaan yang mendukung peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh tidak signifikan dari komisaris independen disebabkan atas proporsi dari komisaris independen tidak dapat memberikan kontribusi dalam menjamin baiknya proses bisnis. Komisaris independen tidak terikat dengan pihak manapun dalam perusahaan dan dinilai kurang kompeten dalam menilai karena lebih dominan keputusan dari dewan komisaris. Via Ayu Pratiwi. Yefta Andi Kus Noegroho Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 Jika dilihat hasil dari pengaruh pada uji regresi, komisaris independen memiliki pengaruh yang negatif terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan arah pengaruh tersebut dapat diartikan bahwa semakin meningkatnya komisaris independen, maka kinerja keuangan semakin menurun. Meskipun demikian, penelitian ini didukung dan serupa dengan penelitian Oktafiah . dan Anam dan Liyanto . yang memberikan hasil pengaruh sama yaitu komisaris independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Hipotesis kepemilikan manajerial nilai signifikan sebesar 0,032 < 0,05 artinya H3 diterima, sehingga kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan hasil tersebut nilai kepemilikan saham oleh manajer yang semakin tinggi akan meningkatkan performa direktur dan komisaris dalam peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Peran direktur penting guna menjalankan suatu perusahaan, apabila direktur tidak memiliki kepemilikan saham perusahaan atau tidak adanya kepemilikan manajerial maka performa direktur dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan pada pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja keuangan dan menguntungkan pemilik saham tidak optimal. Pada penelitian ini yaitu tahun 2018 Ae 2020 selama pandemi covid Ae 19, beberapa perusahaan mengalami penurunan laba. Dengan adanya kepemilikan manajerial meskipun terdapat penurunan ekonomi akibat pandemi covid Ae 19 pihak manajer dewan komisaris dan direksi akan berusaha mendongkrak dan meningkatkan performa mereka untuk perusahaan guna mencegah kerugian agar mereka tidak ikut mengalami kerugian yang besar atas kepemilikan yang mereka miliki. Apabila dilihat dari pengaruh hasil regresi, kepemilikan manajerial juga menunjukkan pengaruh yang Semakin besar kepemilikan manajerial maka kinerja keuangan juga semakin meningkat. Penelitian ini mendukung hasi penelitian dari Putra dan Fidiana . yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 23 Nomor 1 Tahun 2022 KESIMPULAN REFERENCES