Penyuluhan Hipertensi Dengan Terapi Komplementer Jus Tomat Di Wilayah Dusun 4 Desa Sumbersari Kecamatan Kabawetan Tahun 2025 Meli Ambarwati 1. Reli Amelia 2. Yetri Elpianti 3. Zetri Elpia 4. Handi Rustandi 5. Fikitri Marya Sari 6. Meri Epriana S 7. Tuti Rohani 8. Danur Azissah 9 1,2,3,4,5,6,7,8,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1meliaambar5@gmail. com ,2reliamelia23@gmail. com ,3 Yetrielpianti@gmail. Zetrielpia@gmail. com ,5 tuti. unived@gmail. com ,6 d. azissah@unived. ARTICLE HISTORY Received . Desember 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. KEYWORDS Hypertension. Tomato Juice and Counseling This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Pemberian jus tomat sebagai alternatif pengobatan nonfarmakologi dapat membantu menurunkan tekanan darah. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan hipertensi dengan pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penyuluhan hipertensi melalui metode ceramah pada masyarakat usia produktif di desa Sumber Sari. Penyuluhan hipertensi dengan pemberian jus tomat dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, pemberian jus tomat dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan non-farmakologi untuk membantu mengelola hipertensi. ABSTRACT Hypertension is one of the non-communicable diseases that can cause serious complications if not treated properly. Giving tomato juice as an alternative to non-pharmacological treatment can help lower blood pressure. With the aim of determining the effect of hypertension counseling by administering tomato juice on lowering blood pressure in hypertensive patients. Hypertension counseling through the lecture method to the productive age community in Sumber Sari village. Hypertension counseling with tomato juice can help lower blood pressure in hypertensive Therefore, giving tomato juice can be one of the alternative non-pharmacological treatments to help manage hypertension. PENDAHULUAN Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social dan ekonomis (Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehata. Kesehatan adalah sumber daya yang dimiliki semua orang, bukan tujuan hidup yang harus dicapai. Kesehatan tidak berfokus pada tubuh yang sehat, tetapi mencakup jiwa yang sehat ketika seorang individu bersikap toleran dan mampu menerima perbedaan. (Robert. Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah yang abnormal di dalam arteri yang menyebabkan meningkatkan risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal (Martha, 2. Salah satu penyakit yang seringdialami oleh lansia adalah hipertensi. Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh terselubung. Karena, hipertensi tidak memberikan gejala kepada penderita. Namun bukan berarti hal ini tidak berbahaya. Pada umumnya semua gangguan medis yang timbul biasanya diiukti dengan tanda dan gejalanya. Namun, hal ini tidak berlaku pada hipertensi. Hipertensi cenderung meningkat dengan bertambahnya usi (Santoso, 2. Gaya hidup merupakan faktor terpenting yang sangat mempengaruhi kehidpan masyarakat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi mislanya: makanan, aktifitas fisik, stress dan merokok (Puspitorin . Hipertensi dapat berakibat meluas seperti jantung coroner, stroke dan infark miokard. Timbunan lemak atau plak didalam dinding arteri coroner pada jantung arteri yang menuju otak serta tungkai menyebabkan terjadinya penyempitan arteri sehingga tekanan darah Hal ini memungkinkan penyandang penyakit ini akan memiliki resiko tinggi terkena stroke. Peningkatan tekanan darah diotak menyebabkan pecahnya pembuluh arteri. Biasanya hipertensi menyebabkan keadaan jantung bekerja menjadi berat atau memompa darah, volume jantung membesar dan dinding menipis sehingga akhirnya menyebabkan gagal jantung. Komplikasi lain dari jantung yaitu perdarahan, infark serebral, thrombosis, retinopati hipertensif pada mata, hipertensi pada jantung, nefroksklerosis pada ginjal dan kegagalan fall ginjal. Apabila hipertensi tidk di tanggulangi secara baik makan akan meengaakibatkan gangguan ginjal dan pembuluh darah sistem saraf pusat. Keaadan ini akan memperpendek usia penderita sekitar 10-12 % (Hasan, 2. Usaha pencegahan juga bermanfaat bagi penderita hipertensi agar penyakit tidak menjadi lebih Tentunya harus disertai pemakaian obat Ae obatan secara rutin yang telah ditetukan oleh dokter. Agar terhindar dari komplikasi fatal hipertensi. Harus diambil pencegahan tindakan yang baik antara lain dengan cara pembatasan konsumsi, maksimal 2 gram garam daput untuk diet setiap hari. Menghindari Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 153 Ae156 | 153 kegemukan . dengan menjaga berat badan normal atau tidak berlebihan. Membatasi konsumsi lemak dilakukan agar kadar kolestrol darh tidak terlalu tinggi, kadar kolestrol darah yang tinggi dapat mengakibatkan terjadinya endapan kolestrol dalam dinding pembuluh darah, lama kelaa jika endapan kolestrol bertambah akan menyumbat oembuluh nadi dan mneggangu peredaran darah. Olahraga secara teratur dapat meyerapp atau menghilangkan endapan kolestrol pada pemuluh nadi. Olahraga yang dimaksud adalah latihan menggerakan seua sendi dan otot tubuh seperti jalan kaki, berenang naik Tidak dianjurkan melakukan olahraga ekstrim seperti gulat, tinju atau angkat besi. Makan buah dan sayur segar karena mengandung banyak vitamin dan mineral, buah yang banyak mengandung mineral kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah, tidk merokok dan tidak minum alkhol (Gunawan, 2. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki hipertensi, karena gejala-gejala hipertensi seringkali tidak terlihat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hipertensi dan pengelolaannya. Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah yang abnormal di dalam arteri yang menyebabkan meningkatkan risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal (Martha, 2. Hipertensi dapat diartikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi manula, hipertensi diartikan sebagai tekanan sistolik Ou 160 mmHg dan tekanan diastolik Ou 90 mmHg (Smeltzer, 2. METODE Bagian metode mengungkapkan tahapan dan aktivitasnya yang dapat menghantarkan kepada tujuan Penyuluhan hipertensi melalui metode ceramah pada masyarakat usia produktif di desa Sumber Sari. Kemudian selanjutnya memberikan cara terapi komplementer jus tomat, setalah dilakukan kegiatan penyuluhan dilakukan dan terakhir melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini dilakukan pada hari kamis, 16 Januari 2025 bertempat Di Balai Desa Sumber Sari. HASIL DAN PEMBAHASAN Sinurat. Saragih. , & Simanullang. dalam penelitiannya menjelaskan bahwa AuHipertensi merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada kalangan lansia. Tekanan darah tinggi ditemukan satu dari setiap tiga orang atau 65 juta orang dan 28% atau 59 juta orang mengidap Salah satu terapi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah adalah justomat. Pemberian terapi tomat dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah pasien. Kandungan pada tomat yang dapat membantu mengurangi tekanan darah. Tujuan kegiatan ini adalah salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan melalui usaha promotif dengan penyuluhan manfaat jus tomat dalam penurunan tekanan darah sehingga penderita hipertensi dapat melakukan perawatan diri sehari-hari untuk mengoptimalkan status kesehatan mereka. Kegiatan yang dilakukan pada lansia di pantai Werdha pada 18 orang lansia. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan manfaat jus tomat serta pelaksanaan bagaimana membuat jus tomat. Berdasarkan hasil pengabdian ditemukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan lansia tentang lansia dan cara mencegah hipertensi yaitu dengan mengkomsumsi jus tomatAy. Penyuluhan kesehatan adalah proses pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya. Penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2025 mulai pukul 00 WIB s/d selesai. Materi disampaikan dengan cara ceramah menggunakan media monitor tentang informasi dasar mengenai hipertensi, bahaya hipertensi serta cara pencegahan dan penanganan Kemudian dibuka sesi tanya jawab diakhir materi. Dalam melakukan penyuluhan terkait dengan penyakit hipertensi dan juga terapi komplementer jus tomat yang memiliki berbagai macam khasiat yang dapat membatu masyarakat dalam mengobati penyakit hipertensi yang sedang diderita. Gambar 1 Penyuluhan Hipertensi 154 | Meli Ambarwati. Reli Amelia. Yetri Elpianti. Zetri Elpia. Handi Rustandi. Fikitri Marya Sari. Meri Epriana S. Tuti Rohani. Danur Azissah : Penyuluhan Hipertensi Dengan Terapi. Sebelum penyuluhan, rata-rata tekanan darah sistolik responden adalah 140 mmHg dan tekanan darah diastolik adalah 90 mmHg. Setelah penyuluhan dan pemberian jus tomat selama 4 minggu, ratarata tekanan darah sistolik responden menurun menjadi 130 mmHg dan tekanan darah diastolik menurun menjadi 80 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan setelah penyuluhan secara signifikan . < 0,. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluhan hipertensi dan pemberian jus tomat dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada responden. Penurunan tekanan darah ini dapat disebabkan oleh kandungan kalium dan antioksidan dalam jus tomat yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh. Penyuluhan hipertensi juga dapat membantu responden memahami pentingnya pengelolaan hipertensi dan membuat perubahan gaya hidup yang sehat untuk mengelola tekanan darah mereka. Namun, perlu diingat bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti jumlah responden yang relatif kecil dan durasi penelitian yang relatif singkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas penyuluhan hipertensi dan pemberian jus tomat dalam mengelola hipertensi. Social Learning Theory yang dikembangkan oleh Albert Bandura pada tahun 1977 menyatakan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi melalui pengalaman langsung, tetapi juga melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain dan konsekuensi dari perilaku tersebut. Teori ini sering digunakan untuk memahami bagaimana perubahan perilaku terjadi dalam konteks sosial, termasuk dalam promosi kesehatan, pendidikan, dan pengembangan perilaku positif. Teori tersebut sangat cocok dalam hal penyuluhan hipertensi kepada masyarakat yang disertai dengan terapi komplementer jus tomat. Masyarakat dapat melihat contoh penerapan jus tomat sebagai terapi komplementer tersebut. Disisi lain, penyuluhan Hipertensi ini dapat membantu memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat dalam mengatasi hipertensi (Bandura, 1. Kandungan kalsium yang terdapat dalam tomat memang tidak terlalu dominan tetapi kalsium mampu berfungsi sebagai pengatur ritme jantung agar lebih teratur. Kalsium dapat menjaga keseimbangan natrium dan kalium dalam darah, selain itu kalsium membantu meluruhkan plak yang menempel pada pembuluh darah. Oleh sebeb itu maka kalium merupakan komponen penting dalam menurunkan tekanan darah, terutama untuk menurunkan tekanan darah sistolik. Pengaruh jus tomat terhadap hipertensi cukup signifikan. Jus tomat mengandung senyawa bioaktif seperti likopen, betakaroten, vitamin C, dan kalium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penyuluhan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi pembuatan jus tomat, dan diskusi kelompok menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait hipertensi dan terapi komplementer. Jus tomat diketahui memiliki kandungan kalium dan likopen yang bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah. Setelah penyuluhan, masyarakat lebih memahami manfaat ini dan tertarik untuk mengadopsinya sebagai bagian dari pola hidup sehat. Masyarakat mulai menerapkan langkah pencegahan hipertensi, seperti membatasi asupan garam, mengurangi konsumsi makanan berlemak, berolahraga, dan mengonsumsi jus tomat secara rutin. Kader kesehatan memberikan kontribusi besar dengan mengedukasi masyarakat secara langsung, mempraktikkan pembuatan jus tomat, serta mendorong keberlanjutan perilaku sehat di tingkat dusun. Beberapa kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan akses terhadap tomat segar di beberapa rumah tangga dan resistensi awal terhadap terapi komplementer yang belum familiar. Diperlukan program penyuluhan berkelanjutan yang melibatkan demonstrasi pembuatan jus tomat secara berkala, penyediaan informasi tertulis . eperti leafle. , dan evaluasi rutin untuk memastikan masyarakat tetap konsisten dalam menerapkan perubahan pola hidup sehat. Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit yang paling rentan menyerang manusia. Banyaknya factor penyebab dari hipertensi yang didasari dari kemalasan diri sendiri dalam mengatur pola hidup sehat yang baik. Menurut dari data yang bersumber pada puskesmas Bukit Sari bahwa penyakit hipertensi banyak menyerang kaum perempuan. Hal ini perlu adanya pengantisipasian agar tidak terjadinya resiko yang berbahaya dari penyakit hipertensi ini. Gambar 2 Tahapan Evaluasi Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 1 Januari 2025 page: 153 Ae156 | 155 Kegiatan Penyuluhan hipertensi ini memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat. Dengan adanya penyuluhan hipertensi ini dapat membantu menambah wawasan masyarakat terkait dengan bahaya dan juga cara pencegahan dari penyakit hipertensi itu sendiri. Dengan penuh harapan, segala sesuatu yang sudah dijelaskan selama proses penyuluhan berlangsung dapat memberikan manfaat yang besar dan membantu masyarakat dalam mengobati penyakit hipertensi yang sudah di derita. KESIMPULAN DAN SARAN Dari kegiatan penyuluhan hipertensi pada masyarakat dapat disimpulkan bahwa acara berjalan lancar dan terealisasi dengan baik. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat di wilayah Dusun 4. Desa Sumber Sari mengenai hipertensi. Terapi komplementer jus tomat memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap penurunan darah sistolik dan diastolic pada pengidap hipertensi. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya pengembangan dan mempertahankan supaya memberikan manfaat terhadap masyarakat dalam mengatasi hipertensi. DAFTAR PUSTAKA