Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X Peningkatan Kemampuan Life Skill Warga Belajar Paket C Melalui Program Keterampilan (Studi Kasus di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pal. Fahkriyatul Kamilah1. Intan Ali Pratiwi2. Shomedran3A 1,2,3Afiliasi. Program Studi Pendidikan Masyarakat. Universitas Sriwijaya Email : fahkriyatul12@gmail. com1, intanalipratiwi13@gmail. com2, shomed16ut@gmail. Received: 2022-12-24 Revised: 2022-12-28 Accepted: 2023-04-28 ABSTRAK Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan nasional dimana melalui pendidikan yang baik akan lahir manusia yang mampu bersaing di era globalisasi dengan persaingan yang tinggi dalam segala aspek. Era globalisasi yang tinggi ini, setiap orang harus mampu memiliki kecakapan hidup yang melekat pada dirinya, karena kecakapan hidup merupakan upaya pendidikan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas setiap warga negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup warga belajar PKBM Kusuma Bangsa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan studi kasus yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Sumber data penelitian diperoleh dari ketua PKBM, tutor dan warga belajar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat program keterampilan yang diberikan bagi warga belajar melalui kerajinan dari bambu dan rotan, saat ini telah berjalan dengan baik dan berhasil yang dibuktikan dengan terjadinya peningkatan keterampilan dan ilmu baru bagi warga belajar paket C dimana para lulusan juga telah mampu mendapatkan pekerjaan dan usaha sendiri. Kata Kunci: Life Skill. Keterampilan. PKBM. Warga Belajar ABSTRACT Education plays an important role in national development where through good education human beings will be born who are able to compete in the era of globalization with high competition in all aspects. In this era of high globalization, everyone must be able to have life skills attached to them, because life skills are an educational effort to increase the capacity and capability of every citizen. The purpose of this study was to determine the increase in the life skills of the community members learning PKBM Kusuma Bangsa. The research approach used is qualitative and case studies obtained from the results of interviews and observations. Sources of research data were obtained from PKBM heads, tutors and learning residents. The results of the study show that there is a skills program provided to residents learning through handicrafts from bamboo and rattan, which is currently running well and is successful as evidenced by the increase in new skills and knowledge for residents learning package C where graduates have also been able to get jobs and businesses alone. Keywords: Life Skills. Skills. PKBM. Learning Citizens Peningkatan Kemampuan Life Skill Warga Belajar Paket C Melalui Program Keterampilan (Studi Kasus di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pal. Fahkriyatul Kamilah1. Intan Ali Pratiwi2. Shomedran3 PENDAHULUAN UU No. 20 Tahun 2003 tentang pendidikan nasional mengamanatkan bahwa pendidikan nonformal perlu dibangun dengan sistem nilai yang mengacu pada paradigma Aupendidikan nonformal masa kini dan masa depanAy, sistem nilai ini merupakan konstruksi ideologis yang menjadi acuan pembenaran atau sikap dan perilaku dalam menjalankan fungsi layanan pendidikan. Program pendidikan nonformal yang berfungsi sebagai: penambah, pengganti, pelengkap, dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional. Selain menekankan sikap dan kepribadian profesional, diharapkan setelah mengikuti studi, residen mampu menguasai keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupannya dan dapat menghasilkan pendapatan bagi dirinya dan Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pada hakekatnya pembangunan adalah proses perubahan yang terjadi secara terus menerus, yang merupakan kemajuan dan perbaikan kearah tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembagunan itu sendiri melibatkan seluruh lapisan masyarakat serta ditujukan untuk kepentingan manusia. Menurut (Irwansyah, 2. bahwa pendidikan harus menyentuh pada perbaikanperbaikan sumber daya manusia dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing. Hal ini sesuai dengan undang-undang pendidikan di Indonesia. Pendidikan berlangsung melalui tiga jalur, yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 26 . AuPendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan dan pendidikan lainnya. bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa. Untuk itu dinas pendidikan menerapkan sistem pendidikan di masyarakat yaitu sistem pendidikan formal dan nonformal . endidikan luar sekola. dengan harapan agar semua masyarakat dapat terakomodasi dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai dengan bakat dan Wajar jika pusat kegiatan belajar masyarakat berkembang pesat di masyarakat karena sangat mendukung program pemerintah dengan peran Pendidikan nonformal hadir di tengah-tengah masyarakat bersamaan dengan pendidikan formal dengan tujuan mewadahi masyarakat yang belum sempat menempuh pendidikan formal. Pendidikan luar sekolah dalam hal ini merupakan pusat kegiatan belajar masyarakat dan juga merupakan bagian penting yang merupakan salah satu pilar yang turut mencerdaskan bangsa(Gunartin et al. , 2. Pendidikan nonformal atau yang lebih dikenal dengan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) diselenggarakan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan. Melalui pendidikan kesetaraan, peserta didik yang berasal dari masyarakat kurang mampu, tidak pernah bersekolah, putus sekolah, usia produktif dan ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup akan memperoleh pendidikan dan wawasan serta keterampilan yang nantinya akan tersampaikan melalui Paket C merupakan pendidikan setara SMA yang biasanya ditempuh melalui pendidikan nonformal dengan sifat pembelajaran yang fleksibel, terfokus pada kebutuhan masyarakat. Tujuan pembelajaran pendidikan kesetaraan paket C adalah untuk membekali warga belajar agar mampu memenuhi tuntutan dunia kerja agar mampu memperoleh penghasilan. Berdasarkan hal tersebut, sangat penting bagi warga belajar paket C untuk memiliki kompetensi setelah mengikuti proses Program Pursuit Paket C fleksibel dalam hal waktu belajar dan usia siswa. Dengan demikian sangat memungkinkan bagi masyarakat yang berusia di atas sekolah dan sudah bekerja tetapi tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam atau menyelesaikan pendidikan menengah, untuk mengikuti program Kejar Paket C tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Terbentuknya PKBM sebagai pemicu dan bersifat sementara yaitu masyarakat itu sendiri kemudian memiliki kewenangan untuk mengembangkannya, karena itulah pendekatan dalam programnya PKBM disebut pendidikan berbasis masyarakat atau pendidikan berbasis masyarakat dengan harapan mampu dijadikan sebagai pijakan dan titik tolak bagi seluruh komponen pembangunan untuk memberdayakan potensi-potensi yang ada di masyarakat. Adapun teori dari Widiastuti . mengemukakan bahwa ada tiga Tujuan penting PKBM dalam mengembangkan kecakapan hidup: . Memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri . , . Meningkatkan 25 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X kualitas hidup masyarakat baik dari segi sosial serta ekonomi, dan . Meningkatkan kepekaan terhadap masalah yang terjadi di lingkungannya sehingga Anda dapat memecahkan masalah. Mahasiswa membutuhkan pengetahuan akademik, yang tidak kalah pentingnya adalah bekal keterampilan yang relevan dengan lingkungan tempat tinggalnya agar mahasiswa segera bekerja sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. selama mengikuti pendidikan disebut pendidikan kecakapan hidup atau pendidikan berbasis kecakapan hidup. Menurut pendapat Brolin yang dikutip oleh Musaheri. Life Skills merupakan perpaduan antara pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang yang hidup mandiri. Pendapat ini diperkuat oleh tim Broad Based Education. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menentukan kecakapan hidup, kemampuan seseorang untuk berani memecahkan masalah kehidupan dengan sikap kreatif dan inovatif. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk hidup dalam lingkungan masyarakat luas agar berani dan mampu menghadapi persoalan hidup (Firmansyah, 2. Menurut Anwar Aukecakapan hidup . ife skil. adalah bekal kecakapan praktis dan pragmatis yang dibutuhkan oleh dunia kerjaAy. Oleh karena itu pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan yang memberikan dan mengajarkan dasar-dasar dan pelatihan nilai-nilai kehidupan yang meliputi kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan bekerja, berusaha dan hidup mandiri. Life Skill menurut Anwar . adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan orang lain atau lingkungan dimana dia berada, antara lain keterampilan dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi yang efektif, membina hubungan interpersonal, kesadaran diri, empati, mengatasi emosi dan mengatasi stres yang merupakan bagian dari pendidikan. Dengan demikian, pendidikan kecakapan hidup . ife skil. tidak hanya dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi seluruh sikap dan kecakapan yang dimiliki seseorang untuk menghadapi masalah dalam hidupnya. Oleh karena itu, pendidikan kecakapan hidup sangatdibutuhkan oleh generasi muda dalam menghadapi permasalahan PKBM merupakan wadah yang memberikan informasi dan kegiatan belajar sepanjang hayat bagi setiap anggota masyarakat agar lebih berdaya. PKBM menurut Ridwan . adalah PKBM disini juga memiliki arti lembaga orang yang bergerak untuk dapat mengembangkan potensi dirinya masyarakat setempat dan juga dapat memberdayakan masyarakat. PKBM ini bagian dari pendidikan nonformal yang lebih menekankan pada proses pembelajaran yang melibatkan siswa ke dalam struktur pengalaman belajar. Adapun menurut Joko . PKBM Secara umum dapat dikatakan bahwa organisasi sosial memiliki tujuan untuk menanganinya berbagai masalah dalam kehidupan masyarakat, baik itu kemiskinan, kebodohan, atau masalah disabilitas. Adanya PKBM menunjukkan adanya kelembagaan yang berkembang dan lahir dari keinginan masyarakat itu sendiri agar dapat membantu masyarakat dalam menempuh pendidikan nonformal atau kesetaraan. Kita perlu tahu itu Keadaan masyarakat tidak semuanya berada dalam situasi ekonomi yang sama senang, tapi masih banyak yang tersisa di bermacam-macamnya aspek kehidupan (Suminar, 2. Maka dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa PKBM merupakan tempat pendidikan nonformal atau pemerataan yang berfungsi untuk dapat mengembangkan potensi masyarakat dalam hal pembelajaran. Keberadaan PKBM tentu memiliki peranan yang besar untuk dapat memecahkan masalah-masalah di masyarakat. PKBM juga mendorong kemandirian warga yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi terhadap pembangunan yang terjadi di lingkungan masyarakatnya bahkan terhadap pembangunan bangsa. Peran Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas serta kemandirian setiap anggota masyarakat sasaran. PKBM penting karena memiliki tujuan yang dimana untuk memperluas kesempatan masyarakat khususnya yang tidak mampu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Dengan adanya PKBM diharapkan masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Kegiatan atau program yang dilaksanakan di PKBM di sesuaikan dengan kondisi, potensi, dan juga kebutuhan masyarakat sehingga program atau kegiatan yang dilakukan bermanfaat. PKBM Kusuma Bangsa merupakan salah satu PKBM yang ada di Dusun 4 Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali. Lembaga ini melakukan pelatihan keterampilan melalui berbagai pelatihan khusus pelatihan life skill yang bertujuan agar masyarakat dapat melakukan perubahan kualitas hidup sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sejak didirikan PKBM Kusuma Bangsa telah mengadakan berbagai pelatihan khusus nya pelatihan life skill. Adapun life skill yang ada di diantaranya pelatihan keterampilan menjahit, tata boga, keterampilan kerajinan bambu. Page 26 of 7 Peningkatan Kemampuan Life Skill Warga Belajar Paket C Melalui Program Keterampilan (Studi Kasus di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pal. Fahkriyatul Kamilah1. Intan Ali Pratiwi2. Shomedran3 keterampilan anyaman daun pandan, dan lain-lain. Pendidikan lain ada juga ekskul yaitu pengembangan bakat olahraga dan kegiatan olahraga ini sudah tampil dipertandingan tingkat kabupaten, selain itu ada ekskul kesenian, bahkan ada pendidikan kewirausahaan seperti pertanian, perternakan, perikanan, dan pertukangan. Sehingga warga belajar tidak hanya mendapatkan ijazah tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan. Atas dasar kasus tersebut maka dicoba untuk menguraikan seperti apa peningkatan kecakapan hidup bagi warga belajar di PKBM Kusuma Bangsa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Menurut Sugiyono . 0:2. bahwa metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan landasan filosofis untuk menelaah kondisi ilmiah . Metode kualitatif menggali informasi detail dari data yang diperoleh di lapangan dengan menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi dan alasannya (Wicaksana, 2. Studi Kasus adalah rangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, mendetail dan mendalam tentang suatu program, peristiwa dan kegiatan, baik pada individu, kelompok orang, tingkat kelembagaan atau organisasi untuk mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang acara tersebut. Secara umum, target penelitian studi kasus bersifat aktual (Real- Lif. dan unik. Bukan sesuatu yang telah berlalu atau masa lalu (Hidayat, 2. Penelitian dilakukan di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pali. Data penelitian diperoleh dari subyek penelitian sebagai sumber data yang terdiri dari empat warga belajar, satu tutor, dan satu orang ketua PKBM. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan life skill yaitu yang pertama adalah Learning to know atau belajar untuk memperoleh pengetahuan. Pada tahap awal program kerajinan bambu dan rotan ini merupakan kemampuan kognitif . yang akan diperoleh peserta warga belajar setelah mengikuti pelatihan kerajinan bambu dan rotan. Dengan menyusun teori yang telah dibuat oleh tutor PKBM Kusuma Bangsa dapat memudahkan peserta pelatihan untuk mengikuti dan memahami materi yang telah diberikan, sehingga akan meningkatkan kemampuan kognitif peserta pelatihan. Karena ilmu yang akan dimiliki akan menjadi penting untuk bisa mengamalkannya. Adapun Learning to do dalam pelatihan keterampilan belajar, teori yang akan dipelajari nantinya dipilih untuk dapat memberikan pekerjaan alternatif kepada peserta pelatihan, sehingga pembelajaran yang telah diajarkan akan berbuah positif untuk dapat melakukan atau bekerja yang diharapkan tutor/instruktur dari proses pembelajaran pelatihan keterampilan bambu dan rotan ini adalah peserta pelatihan dapat mengembangkan keterampilannya sendiri sehingga ketika keluar dapat bekerja dengan keterampilan membuat kerajinan bambu dan rotan. Life Skill menurut Anwar . adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan orang lain atau lingkungan dimana dia berada, antara lain keterampilan dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi yang efektif, membina hubungan interpersonal, kesadaran diri, empati, mengatasi emosi dan mengatasi stres yang merupakan bagian dari pendidikan. Menurut widiastuti . menunjukkan bahwa ada tiga Tujuan penting PKBM dalam mengembangkan kecakapan hidup yaitu: . Memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri . , . Meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari segi sosial serta ekonomi, dan . Meningkatkan kepekaan terhadap masalah yang terjadi di lingkungannya sehingga dapat memecahkan masalah Berkaitan dengan tujuan pengembangan kecakapan hidup (Life Skill. menurut (Hanafi, 2. dapat disimpulkan beberapa pedoman dalam pelaksanaan pengembangan kecakapan hidup life skill sebagai berikut: . Proses perencanaan, yaitu pemilihan jenis keterampilan yang dimulai dari ide yang dicetuskan oleh pengurus PKBM dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat, permintaan pasar, dan kemungkinan pengembangannya termasuk penentuan personel yang akan ditawarkan sebagai koordinator atau tutor, . Proses pengorganisasian, yaitu perumusan gagasan yang dibawa ke dalam forum diskusi diselenggarakan oleh PKBM dengan mengundang tokoh masyarakat yang dianggap mampu mengembangkan jenis kecakapan hidup yang telah dirumuskan. Keterampilan menurut Amirullah dan Budiyono . adalah kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam praktis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Keterampilan menurut Bambang Wahyudi adalah keterampilan atau keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang hanya diperoleh dalam praktek. Menurut Soemarjadi keterampilan merupakan 27 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X perilaku yang diperoleh melalui tahapan pembelajaran, keterampilan yang berasal dari gerakan kasar atau tidak terkoordinasi melalui latihan bertahap gerakan tidak teratur berangsur-angsur berubah menjadi gerakan yang lebih halus, melalui proses koordinasi pembedaan . dan integrasi . sehingga diperoleh keterampilan yang diperluas untuk tujuan tertentu. Berdasarkan pengertian keterampilan diatas dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah kemampuan yang diperoleh melalui tahap belajar atau pelatihan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan mudah dan Adapun untuk Hasil wawancara kepada tutor pelatihan keterampilan mengenai hasil yang diperoleh oleh warga belajar yang mengikuti kegiatan keterampilan selama pelatihan kerajinan bambu dan rotan, tutor menjelaskan bahwa selama kegiatan pembelajaran peserta pelatihan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang mencakup keterampilan kognitif, keterampilan afektif dan juga Mengenai kemampuan kognitif, sesuai dengan tujuan peserta mengikuti pelatihan keterampilan kerajinan bambu dan rotan untuk mendapatkan pengetahuan mengenai cara menganyam bambu dan rotan, membuat kursi, dan peralatan rumah tangga lainnya dengan peserta mampu menyelesaikan tugas yang diberikan. Intinya dalam praktek adalah peserta mampu menerapkan dan mempraktekkan materi pembelajaran sesuai dengan yang telah diajarkan. Dalam hal ini menunjukkan bahwa kompetensi peserta mengalami peningkatan sebelum mengikuti pelatihan keterampilan kerajinan bambu dan rotan. Kegiatan pelatihan kerajinan bambu dan rotan di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pali memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan pembuatan kerajinan bambu dan rotan. Bambu adalah tanaman yang mudah ditemukan disetiap derah dikarenakan tanaman bambu mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan yang khusus, begitupun dengan tumbuhan rotan. Salah satu nya di Desa Benakat Minyak Kabupaten Pali, di Desa tersebut masih banyak tanaman bambu maupun rotan sehingga PKBM Kusuma Bangsa memanfaatkan bambu dan rotan tersebut menjadi sebuah kerajinan yang nanti nya akan di olah menjadi sebuah produk dan dapat menambahkan pendapatan masyarakat Desa Benakat Minyak tersebut. Adapun teori pembelajaran yang diberikan oleh PKBM Kusuma Bangsa kepada warga belajar paket C yaitu pertama yang diajarkan oleh tutor adalah memberikan ilmu pembelajaran tentang mengenal bambu dan rotan yang akan di gunakan sebagai keterampilan nantinya, kedua mempraktikan pembuatan keterampilan bambu dan rotan yang akan dibuat seperti membuat meja, kursi, bahkan alat rumah tangga lainnya, dan ketiga hasil dari pembelajaran itu semua nantinya dapat bahwa peningkatan life skill melalui program keterampilan di PKBM Kusuma Bangsa sudah cukup baik, dengan adanya program keterampilan yang ada di jalankan oleh PKBM, masyarakat sudah mandiri dan bisa membuat produk sendiri terutama kerajinan dari bahan bambu dan rotan, yang hasilnya nanti bisa menambah pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desa tersebut. Selain itu keterampilan warga belajar di PKBM Kusuma Bangsa sudah ilmu pengetahuan manfaat dari sebuah bambu dan rotan itu menjadi sebuah kerajinan. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan sebagai peningkatan dan perkembangan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Demikian pula hasil pelatihan menunjukkan adanya perubahan atau kemampuan warga belajar dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk mengembangkan usaha mandiri. Berikut ini cara membuat kerajinan dibagi menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut. kerajinan datar . , yaitu kerajinan yang berbentuk datar, kemudian pipih dan lebar. Kerajinan datar ini biasanya digunakan untuk tikar,kemudian dinding rumah adat dan juga pembatas ruangan . kerajinan miring . , yaitu kerajinan jenis ini dibuat dalam bentuk miring dan bentuknya bisa menggunakan dua dimensi dan tiga dimensi. Biasanya kerajinan jenis miring ini banyak digunakan untuk keranjang . kerajinan tangan persegi (Truntu. , yaitu kerajinan tangan yang berbentuk motif Kerajinan tangan persegi ini bisa berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Hasil observasi dan wawancara dengan salah satu tutor menyampaikan bahwa: AuPKBM Kusuma Bangsa pada awal kegiatan ini pada tahun 2018 tentunya berjalan lambat, tapi semangat yang kuat dari warga belajar itu sendiri dan kesabaran instruktur dalam membinanya lama kelamaan mereka terampil juga. Bahkan pada tahun 2019 mereka mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Pali mengikuti pameran di Lubuk Linggau dan sampai sekarang sebagian dari mereka ada yang mandiri. Adapun dalam Faktor pendukung, yaitu banyaknya sumber bahan mentah di desa tersebut dan bahan kerajinan mudah didapat dan harganya masih murah. Kegiatan ini tidak dipungut Page 28 of 7 Peningkatan Kemampuan Life Skill Warga Belajar Paket C Melalui Program Keterampilan (Studi Kasus di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pal. Fahkriyatul Kamilah1. Intan Ali Pratiwi2. Shomedran3 biaya karena kegiatan ini bagian dalam kegiatan keterampilan yang honor tenaga instrukturnya dibayar oleh lembaga menggunakan dana BOP APBNAy. Disimpulkan dibawa ke pameran di Lubuk Linggau mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Pali dan mendapatkan juara ke 3. Beberapa dokumentasi penting dari PKBM Kusuma Bangsa dalam kegiatan Pelatihan Keterampilan, terlihat pada gambar berikut: Sumber: Dokumen Peneliti, 2022 Gambar 1. Proses pembuatan dan produk anyaman bambu KESIMPULAN Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan dan pendidikan lainnya. Sistem pendidikan di masyarakat yaitu sistem pendidikan formal dan nonformal . endidikan luar sekola. dengan harapan agar semua masyarakat dapat terakomodasi dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Melalui pendidikan kesetaraan, peserta didik yang berasal dari masyarakat kurang mampu, tidak pernah bersekolah, putus sekolah, usia produktif dan ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup akan memperoleh pendidikan dan wawasan serta keterampilan yang nantinya akan tersampaikan. Peningkatan kemampuan life skill melalui keterampilan yang ada di PKBM Kusuma Bangsa sudah cukup baik, dengan adanya program keterampilan yang ada di PKBM, masyarakat sudah mandiri dan bisa membuat produk sendiri terutama dari bahan bambu dan rotan, yang hasilnya bisa menambah pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desa tersebut sebagai modal kerja dan berusaha. REFERENSI