ISSN: 2988-2850 Volume 2. Nomor 1. Januari 2024 DOI XX-XX Bahaya Kekerasan Orang Tua Terhadap Mental Anak Arni Dwi Yuni Astuti . Arsan Shanie . Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Indonesia Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Indonesia Email: 1 arniastuti0287@gmail. com, 2 arsanshanie@walisongo. Abstract Child abuse is any act of physical violence, sexual violence, emotional abuse, or neglect against a child. Many parents commit acts of violence against their children that can have a negative impact on their children's mentality. Therefore, this research is presented with the aim of seeing the impact that occurs as a result of violence committed by parents on children's The literature review method or approach is used in this research. The results of this study indicate that there are two forms of violence committed including physical and psychological violence. The impact of these actions can be dangerous for the future of children because children are the younger generation of heirs to the ideals of the nation's struggle and are human resources that need to be developed. Therefore, it is important for parents, families, educators and the general public to know about the impact of violence on children, so that they can prevent violence and help children who have experienced violence to recover from the Keyword: Children. Psychological. Violence Abstrak Kekerasan terhadap anak adalah setiap tindakan kekerasan fisik, kekerasan seksual, pelecehan emosional, atau penelantaran terhadap anak. Banyak orang tua melakukan tindak kekerasan kepada anak yang dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap mental anaknya. Oleh karena itu. Penelitian ini disajikan dengan tujuan untuk melihat dampak yang terjadi akibat kekekaran yang dilakukan orang tua terhadap psikologi anak. Metode atau pendekatan kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua macam bentuk kekerasan yang dilakukan diantaranya kekerasan secara fisik dan psikis. Dampak dari tindakan tersebut dapat membahayakan bagi masa depan anak karena anak merupakan merupakan generasi muda pewaris cita-cita perjuangan bangsa dan merupakan sumber daya manusia yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, keluarga, pendidik dan masyarakat umum untuk mengetahui tentang dampak kekerasan terhadap anak, sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan dan membantu anak yang pernah mengalami kekerasan untuk pulih dari traumanya. Kata Kunci: Anak. Kekerasan. Psikologis Pendahuluan Keluarga merupakan unit masyarakat terkecil yang tidak dapat menghindari aturan yang diberlakukan oleh negara, masyarakat, atau agama. Keluarga harmonis adalah keluarga yang terjalin keharmonisan dan kedisiplinan, dimana orang-orangnya saling membantu, dan saling menghormati. Anak adalah anugerah yang harus disyukuri dan diperlakukan dengan baik. Karena sebagai manusia yang hidup memiliki harkat, martabat dan hak kemanusiaan untuk disayangi. Dalam lingkungan keluarga anak memiliki hak dalam mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak. Akan tetapi, masih banyak orang tua yang mendidik anak menggunakan bentuk kekerasan. Kekerasan merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan menindas. Wujud kekerasan ini bervariasi di semua bidang kehidupan, dalam Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi sosial budaya, politik, ekonomi dan pendidikan, dimana korbannya biasanya wanita dan anak dalam keluarga. Bahkan dalam beberapa kasus, juga digambarkan sebagai masalah transnasional. Salah satu masalah yang menjadi sorotan adalah kekerasan yang dihadapi anak karena pola asuh orang tua (R. Lukman Hakim, 2. Anak seharusnya menjadi penerus masa depan, akan tetapi dengan adanya tindak kekerasan malah terhalang dan terhambat. Kekerasan anak merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang terhadap anak yang dapat memberikan dampak penderitaan secara lahir maupun batin serta gangguan sosial. Anak yang sering mendapatkan kekerasan cenderung menjadi anak yang tertutup, dan banyak juga anak yang menganggap dirinya tidak berguna karena terlalu sering di salahkan orang tuanya atas keadaan. Anak yang mendapat kekerasan juga cenderung sulit bergaul dengan teman sejawatnya, karena dirinya merasa tidak nyaman banyak perbedaan dengan temannya yang selalu mendapatkan kasih sayang oleh orang Meskipun penting untuk menekankan kewajiban anak dalam mematuhi orang tua, seringkali anak-anak menghadapi tekanan atau ancaman di luar kendali mereka untuk memenuhi keinginan orang tua. Sayangnya, hal ini dapat memicu situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan. Meskipun tujuan orang tua mungkin untuk menciptakan ketaatan, tindakan pemaksaan seringkali tidak mencapai hasil yang sebaliknya, dapat merangsang perilaku keras kepala pada anak. Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa tindakan pemaksaan dapat memiliki dampak negatif, termasuk perilaku agresif dan ketidakpatuhan dari anak. Sebaliknya, pendekatan yang lebih bijaksana dan empatik dapat membentuk hubungan yang lebih positif antara orang tua dan anak (D. Lukman Hakim, 2. Mencari cara untuk berkomunikasi dengan efektif, mengajarkan nilai-nilai dengan contoh positif, dan memberikan pemahaman kepada anak dapat menjadi alternatif yang lebih baik dalam mendidik anak tanpa resort ke kekerasan atau ancaman. Kekerasan berakibat terganggunya perkembangan anak secara mental, fisik maupun Jika anak dibesarkan dengan keras, ada kemungkinan mereka akan balas dendam di masa depan. Kekerasan terhadap anak merupakan mimpi buruk bagi anakanak, termasuk kekerasan ringan, pemerasan, pemukulan, pelecehan seksual, pemerkosaan, dan pembunuhan. Dari uraian latar belakang diatas, penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak yang terjadi akibat kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap psikologi anak. Metode Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Metode atau pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka. (Sugiyono, 2. menyatakan bahwa penelitian kajian pustaka merupakan kajian yang didasarkan pada referensi Jurnal Psikologi pustaka dan litelatur yang tersedia, khususnya artikel yang diterbitkan pada jurnal akedemik. Dalam penelitian ini, penulis mengulas temuan penelitian mengenai informasi litelatur tentang dampak kekerasan pada anak dari berbagai artikel ilmiah, buku-buku dan karya tulis yang lainnya. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Hasil dan Pembahasan Macam-Macam Bentuk Kekerasan pada Anak Azevedo & Viviane menyatakan kekerasan psikologis pada anak terbagi menjadi: Kekerasan anak secara fisik. Kekerasan fisik pada anak adalah tindakan menyakiti anak secara fisik, seperti memukul, menyiksa atau memperlakukan buruk terhadap anak dengan tidak langsung atau langsung dengan tangan, yang mengakibatkan luka fisik pada anak. Kekerasan psikis Kekerasan mental merupakan berbagai kegiatan memarahi dengan menggunakan kata-kata yang tidak senonoh, memperlihatkan foto atau film berbau pornografi kepada anak. Kekerasan psikologis secara khusus mengacu pada tindakan orang yang menghambat perkembangan intelektual. Mereka yang menerima perlakuan kekerasan psikis biasanya menunjukkan perilaku sulit beradaptasi, dan ingin selalu Menurut Terry E. Lawson sebagaimana dikutip oleh (Huraerah, 2. menyimpulkan macam kekerasan terhadap anak terdapat empat jenis yaitu kekerasan emosional, kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan kekerasan seksual Kekerasan Emosional Terjadi pada pengasuh atau orang tua karena anaknya ingin diperhatikan. Anak mencari perhatian orang tuanya karena kurangnya kasih sayang yang diberikan. Namun orang tua seringkali salah tangkap maksud dari anak tersebut dengan dan membalasnya melalui emosional. Jika kekerasan emosional berlangsung terus menerus dan berkepanjangan, maka anak akan mengingat seluruh pelecehan emosional tersebut. Orang tua yang melecehkan anak mereka secara emosional melakukan hal yang sama selama sisa hidup anak. Kekerasan secara Fisik Terjadi saat orang tua atau pengasuh memukul anak . ada saat anak benar-benar membutuhkan perhatia. Tindakan yang dialami anak akan selalu membekas dalam Jika kekerasan fisik tersebut terus terjadi dalam jangka waktu tertentu. Kekerasan yang dilakukan dengan menyakiti salah satu bagian tubuh manapun pada anak, dengan atau tanpa alat. Kekerasan secara Verbal Bentuk kekerasan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan kata-kata atau bahasa untuk mengintimidasi anak. Kekerasan verbak dapat berupa ucapan menyakitkan, tuduhan, merendahkan, ataua menghina. Kekerasan verbal akan membuat anak merasa tidak dicintai, dihargai bahkan merasa tidak dilindungi. Kekerasan Seksual Pelecehan seksual mencakup hubungan seksual yang dilakukan dengan cara Pelecehan seksual termasuk dalam kekerasan seksual apabila pelecehan seksual disertakan dengan paksaa yang tidak awajar bahkan sampaidengan menyakiti. Pemaksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk pemuasan hasrat dan tujuan komersial lain yang merugikan. Menurut Suharto sebagaimana dikutip oleh (Judge, 2. membagi kekerasan pada anak ke dalam kelompok-kelompok berikut: Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Penganiayaan fisik yaitu kekerasan, pemukulan dan kekerasan terhadap anak. Kekerasan psikis . enyiksasan menta. dengan memarahi, mengumpat, menunjukkan buku bergambar dan film porno kepada anak. Pelecehan seksual, sentuhan seksual sebelumnya antara anak-anak dan orang dewasa . ambar, sentuhan, dll. ) dan kontak seksual langsung. Pelecehan sosial dengan cara menelantarkan dan melecehkan anak. Dampak Kekerasan Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologis Anak Pengaruh kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap perkembangan psikologis anak dapat dijelaskan sebagai berikut: Anak yang menjadi korban kekerasan dapat menderita sakit mental, menyimpan dendam, dan berperilaku kurang normal di kemudian hari. Anak-anak akan lebih rentan mengalami perilaku buruk seperti gangguan makan, kecemasan, kecanduan alkohol dan memiliki pemikiran bunuh diri yang meningkat. Anak - anak menjadi kurang percaya diri, sulit berteman, perusak, menarik diri secara permanen dari lingkungan atau lebih sering mengurung diri sendiri. Anak - anak yang memperoleh perilaku penyiksaan fisik yang berulang dalam jangka panjang melukai anak, meninggalkan bekas luka fisik dan berujung pada kematian Selain dampak diatas terdapat dampak kekerasan yang dialami anak ketika mengalami kekerasan sekusal. Kekerasan seksual adalah penghinaan, pelecehan, dan/atau penyerangan terhadap fisik atau fungsi reproduksi seseorang. Hal tersebut tentunya membahayakan kesehatan anak dan menghilangkan kesempatan mereka untuk melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal. Menurut Mulyadi sebagaimana dikutip oleh (Suteja, 2. menyatakan bahwa Jika anak kecil dilecehkan secara seksual, akibat yang serius adalah biasanya mereka tidak mengompol karena basah, anak mudah ketakutan, terjadi perubahan pola tidur, ketakutan yang tidak wajar atau bahkan gejala fisik, seperti sakit perut atau masalah Jadi dapat disimpulkan bahwa kekerasan seksual yang terjadi pada anak kecil sangat berpengeruh terhadap kondisi psikologis anak kecil tersebut. Dimana, kondisi psikologis anak yang terkena kekerasan seksual akan berbeda dengan kondisi anak pada umumnya (Pradana et al. , 2. Kondisi anak yang terkena kekerasan seksual biasanya dapat berdampak pada perilaku kesehariannya dan dampak psikologis tersebut akan sangat mempengaruhi kesejahteraan mentalnya dan melekat hingga dia tumbuh dewasa. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kekerasan Orang Tua terhadap Anak Terdapat dua faktor yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan yang dilakukan orang tua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal timbul dari dalam diri sendiri, dan faktor eksternal timbul dari lingkungan sekitar. Faktor-faktor tersebut seperti: Anak dengan kelainan fisik, masalah perilaku, autis, anak yang tidak mengetahui atas hak-haknya, dan anak yang terlalu bergantung kepada orang dewasa. Keluarga menengah kebawah. Keluarga yang tidak utuh. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi . Keluarga yang kurang edukasi dalam merawat anak. Gangguan jiwa atau penyakit serius yang diderita salah satu atau kedua orang Upaya Mengurangi Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak Menurut Rabiah sebagaimana dikutip oleh . uteja, 2. berdasarkan permasalahan yang ada, maka keluarga, tetangga dan masyarakat dapat melakukan langkah-langkah untuk mencegah kekerasan orang tua terhadap anaknya, pertama dapat dilakukan dengan mencegah munculnya masalah kekerasan antar anak. Hal ini dapat dicapai dengan mensosialisasikan undang-undang hak dan perlindungan anak, dan melalui penyebaran pengertian tentang dampak pengalaman kekerasan terhadap kepribadian dan kesehatan anak dan sosialisasi tentang bagaimana pola pengasuhan anak yang Kedua, mencegah meluasnya kekerasan terhadap anak di masyarakat. Langkahlangkah yang diambil harus mempertimbangkan jaminan sosial yang ada dan mengambil tindakan untuk mencegah perluasannya. Ketiga, mencegah terulangnya kekerasan terhadap anak. Oleh karena itu, diperlukan panduan tambahan dan pemantauan berkelanjutan, misalnya: Kunjungan rumah, sesi pembinaan dan konseling Simpulan Kekerasan orang tua terhadap anak dapat menimbulkan dampak serius pada perkembangan psikologis dan fisik anak. Dampak tersebut dapat terjadi secara langsung maupun jangka panjang, sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental serta kesulitan bersosialisasi pada anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, keluarga, pendidik dan masyarakat umum untuk mengetahui tentang dampak kekerasan terhadap anak, sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan dan membantu anak yang pernah mengalami kekerasan untuk pulih dari traumanya. Referensi