JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 THROUGH CLASSROOM ACTION RESEARCH TRAINING AND SCIENTIFIC ARTICLE WRITING ASSISTANCE Samuel Igo Leton1*. Maksimus Maksi Taek. Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng1. Indira Krisanti Lengkong2 Universitas Katolik Widya Mandira. Jl. Ahmad Yani No. 50-52Ae Kupang * Penulis Korespodensi : letonsamuel@unwira. Kampus Santa Angel Ae Atambua ABSTRAK PkM ini bertujuan untuk melatih para guru dalam melakukan PTK dan mendampingi mereka dalam penulisan artikel ilmiah hasil PTK. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara blended . nline dan offlin. yang diikuti oleh 55 guru dengan rincian: 11 orang guru di TKK, 21 orang guru pada tingkat SD, 12 orang guru pada tingkat SMP, dan 11 orang guru pada tingkat SMA. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi Bersama mitra. Tim PkM melaksanakan kegiatan pemberian bantuan dalam dua tahap yaitu: . penguatan konsep PTK dan Karya Ilmiah. pendampingan penulisan karya ilmiah PTK. Luaran dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan PTK. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, para guru merasa sangat terbantu dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini. Selain menambah pengetahuan para guru tentang konsep PTK, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan para guru dalam merancang dan melaksanakan PTK melalui kegiatan identifikasi masalah, penyusunan tujuan dan manfaat, pembuatan kerangka teori, pemilihan metode, penyusunan instrumen, pengumpulan dan analisis data, serta penulisan artikel ilmiah. Kata Kunci: pelatihan, pendampingan, penelitian tindakan kelas, artikel ilmiah ABSTRACT This Community Service aims to train teachers in conducting Classroom Action Research and assist them in writing scientific articles resulting from CAR. The implementation of this training and mentoring activity was carried out in a blended . nline and offlin. manner which was attended by 55 teachers with details: 11 Kindergarten teachers, 21 teachers at the elementary school level, 12 teachers at the junior high school level, and 11 teachers at the elementary school level. High School level. Based on the results of observations and discussions with partners, the Community Service Team carried out assistance activities in two stages, namely: . strengthening the concept of CAR and Scientific Work. assistance in writing CAR scientific The output of this activity is an increase in the knowledge and skills of teachers in doing CAR. Based on the results of the evaluation carried out, the teachers felt very helpful with this training and mentoring In addition to increasing teachers' knowledge of CAR concepts, this activity also improves the skills of teachers in designing and implementing CAR through useful activities, setting goals and benefits, making theoretical frameworks, selecting methods, compiling instruments, collecting and analyzing data, and writing Keywords: training, mentoring, classroom action research, scientific articles PENDAHULUAN Pendidikan Nasional berfungsi membentuk watak serta peradaban bangsa mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap. Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengembang fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional. Pendidik harus kompetensi sebagai agen pembelajaran dalam menentukan kemajuan pendidikan (Hartini, 2. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Handayani & Rukmana, 2. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini Kompetensi professional, dan kompetensi social. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti yang dikembangkan menjadi kompetensi guru (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, 2. Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah Guru. Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis (Kirom, 2. Ini disebabkan guru yang berada dibarisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan pengetahuan dan teknologi dan sekaligus mendidik peserta didik dengan nilai positif melalui bimbingan dan keteladanan (Ratnawati, 2. Guru yang bermutu mampu meningkatkan mutu peserta didik dalam proses pendidikan yang berkualitas (Samuel Igo Leton et al. , 2020. Djong et al. Peserta didik harus dididik supaya hidup dengan cara-cara yang sehat dan bersih, memiliki kesehatan fisik, mencapai perkembangan intelektual yang maksimal (Farida, 2. Melalui proses pendidikan dan bimbingan berkualitas dari guru di sekolah, diharapkan kompetensi peserta didik juga meningkat sehingga mampu menjadi pribadi yang kritis, kreatif dan inovatif dalam mengitegrasikan ilmu, iman dan nilai kemanusiaan (Hartini, 2. Dengan demikian, guru dituntut untuk terus meningkatkan profesinalismenya dengan menguasai materi pendekatan, metode, dan tehnik yang dikembangkan untuk meningkatkan minat peserta didik dalam belajar (Dzikrullah et , 2. Untuk terus memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme, salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan membuat Penilitan Tindakan Kelas (PTK) dan menulis karya ilmiah. Peningkatan pengetahuan melalui kegiatan PTK dan penulisan karya ilmiah diharapkan guru akan senantiasa berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai Mereka harus mampu mengidentiAkasi masalah, mengembangkan rangkaian kerja metodologis, membuat kesimpulan, dan menyiapkan berbagai solusi alternative dari jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh mereka (El Soufi & See, 2019. Dosinaeng et al. karena ini akan berimplikasi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran (S. Leton et al. , 2. Namun, pada realitanya, belum semua guru yang mau melakukan PTK dan bahkan menguasai penulisan sebuah karya ilmiah khususnya hasil PTK yang telah Padahal, keberadaan PTK yang dilaksanakan oleh guru pada dasarnya Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 pembelajaran (Putra et al. , 2. Terdapat minimnya karya ilmiah dari seorang guru. Kami melihat bahwa, hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman guru terhadap pentingnya sebuah karya ilmiah, minat menulis yang rendah dan kurangnya referensi terkait perkembangan karya tulis ilmiah yang meliputi, penemuan ide, pengembangan ide, dan penyelesaian tulisan sesuai dengan ketentuan (Handayani & Rukmana, 2. Menyadari bahwa PTK dan Penulisan karya ilmiah sangat penting dalam membantu para guru selain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas juga sebagai salah satu syarat kelengkapan administratif dalam mengurus kenaikan pangkat dan golongan, maka perlu dilakukan suatu kegiatan pengabdian yang merupakan kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Widya Mandira dengan Yaysan Ananta Bhakti Cabang Atambua yang mengelola sekolah-sekolah mulai dari KB. TK. SD. SMP dan SMA. Kegiatan pelatihan dan Pendampingan PTK dan Penulisan Karya Ilmiah ini difokuskan pada beberapa hal, yaitu sebagai berikut. Pertama, tuntutan kualitas pembelajaran semakin tinggi yang menuntut perlu adanya peningkatan kemampuan guru dalam mengenali dilakukannya dan menemukan solusi atas permasalahan di dalam kelas. Kedua, untuk peningkatan pengetahuan dan kompetensi guru dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas secara komprehensif. Ketiga, untuk meningkatkan kompentensi guru dalam melakukan publikasi suatu karya imiah pada jurnal. Target luaran Dampak yang ingin dihasilkan dari kegiatan pelatihan dan pendampingan adalah: . meningkatnya rasa percaya diri guru dalam mengelola . Menjadi soft skill tambahan bagi guru di bidang penelitian dan publikasi. Meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam membaca dan melakukan sitasi secara efektif. Memperluas pengetahuan. Dapat mengaplikasikan hasil penelitian/gagasan pada kegiatan pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran semakin baik . METODE Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara blended . nline dan offlin. yang diikuti oleh 55 guru dengan rincian: 11 orang guru di TKK, 21 orang guru pada tingkat SD, 12 orang guru pada tingkat SMP, dan 11 orang guru pada tingkat SMA. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan dalam 2 tahap yakni . Persiapan. Pada tahap ini terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan yakni membangun kesepakatan dengan mitra, menyusuan rencana kegiatan dalam bentuk Term of Refference (ToR), dan mensosialisasikan ToR kepada semua semua peserta dan para kepala sekolah untuk penyamaan persepsi terkait rencana kegiatan untuk disepakati bersama. Pelaksanaan. Pada tahap ini, kegiatan utama yang dilakukan yaitu penguatan konsep . enulisan PTK dan karya ilmiah dan pendampingan. Terdapat beberapa materi terkait penguatan konsep PTK dan karya ilmiah yakni: Publikasi Ilmiah. Pentingnya PTK bagi Guru. dan PTK . dentifikasi masalah, tujuan, manfaat. Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 konsep/teori, metodologi dan analisis data dan Bagaimana menulis hasil penelitian ke sebuah jurnal ilmia. Setelah dilakukan penguatan konsep. Tim mendampingi para guru membuat sebuah proposal PTK, dan beberapa instrumen terkait pengambilan data. Kegiatan ini dilakukan melalui metode asistensi yang dilakukan secara online yang tidak terbatas. Kegiatan pendampingan ini terus dilakukan dari pengambilan data, penyusunan laporan akhir PTK dan publikasi hasil PTK ke jurnal nasional dan semuanya dilakukan sesuai ToR yang ada. Secara periodik, kegiatan pelatihan dan pendampingan PTK dan Publikasi ilmiah dapat dilhat pada Tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Agenda kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Kegiatan Sosialisasi Penguatan Publikasi Ilmiah konsep PTK dan Karya 2. Pentingnya PTK bagi Ilmiah Guru PTK dentifikasi tujuan, manfaa. Menyusun kerangka teori Metodologi Instrumen penelitian Pendamping Perencanaan PTK Pembuat instrument Analisis data Laporan PTK Menulis artkel ilmiah hasil PTK HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini diawali dengan diskusi bersama mitra guna memfokuskan masalah sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sesuai dengan masalah yang dihadapi mitra. Berdasarkan diskusi tersebut diperoleh dua fokus masalah yaitu: para guru kesulitan dalam mengenali problematika pembelajaran di dalam kelasnya masing-masing dan menemukan solusi atas permasalahan tersebut melalui PTK. para guru belum terbiasa dalam mempublikasikan hasil PTKnya pada jurnal-jurnal nasional yang memiliki aturan-aturan terstandar yang harus dipenuhi sebagai syarat publikasi. terdapat beberapa guru terutama guru senior yang mengalami kesulitan berkaitan dengan IT (Information and Technolog. sehingga mengalami kesulitan dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah PTK. Berdasarkan hasil diskusi tersebut. Tim PkM kemudian melakukan observasi dan menemukan bahwa selama ini para guru sangat jarang melakukan PTK kecuali pada saat pengurusan kenaikan pangkat dan PTK masih sangat terbatas sebagai suatu syarat administratif dan belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil observasi tersebut. Tim PkM kemudian merancang kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang dialami mitra dalam dua tahap yaitu: . penguatan konsep PTK dan Karya Ilmiah. pendampingan penulisan karya ilmiah PTK. Tahapan Pelaksanaan Penguatan Konsep PTK dan Karya Ilmiah Penguatan konsep tentang PTK dan Karya Ilmiah ini dilakukan pada untuk membekali para guru dengan pemahaman yang benar tentang PTK dan prosedur yang dapat para guru gunakan dalam melakukan Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 dan menulis karya ilmiah PTK. Penguatan presentasi dan diskusi secara online Bersama narasumber terkait materi: publikasi ilmiah, pentingnya PTK bagi guru, identifikasi masalah, tujuan, dan manfaat PTK, serta penyusunan kerangka teori, pemilihan metode, dan instrumen Materi tentang publikasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Samuel Igo Leton. Pd Bersama Dr. Maksimus M. Taek. Si. Sebagai seorang ahli pendidikan. Dr. Samuel Igo Leton. Pd memaparkan materi tentang pentingnya publikasi ilmiah bagi guru. Beliau menekankan pada pentingnya publikasi sebagai wujud dari profesionalisme guru. Sedangkan sebagai seorang reviewer dari beberapa jurnal nasional ataupun jurnal internasional bereputasi. Dr. Maksimus M. Taek. memaparkan materi tentang pentingnya mempublikasikan karya-karya ilmiah para guru pada jurnal-jurnal nasional. Dengan publikasi ilmiah, seorang guru dapat menyebarluaskan gagasan atau karyanya sehingga diharapkan dapat membantu para guru di sekolah-sekolah lain yang mengalami kesulitan yang serupa. Publikasi ilmiah ini juga didukung oleh peraturan pemerintah tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang menjadikan publikasi ilmiah sebagai syarat wajib untuk pengurusan kenaikan pangkat untuk golongan IVa ke atas. Berkaitan dengan pentingnya PTK bagi guru. Wilfridus B. Pd menyampaikan bahwa Salah satu peran guru yaitu sebagai ilmuwan sehingga guru tidak hanya berperan dalam membantu para siswanya dalam memperoleh ilmu namun juga dimilikinya untuk mengatasi masalah yang dialami di kelas. Dengan demikian, penulisan dan publikasi karya ilmiah guru secara tidak langsung juga berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dimiliki oleh seorang guru. Identifikasi masalah, tujuan, dan manfaat adalah salah satu hal yang menjadi penekanan dalam kegiatan penguatan konsep PTK ini. Melalui diskusi bersama. Dr. Samuel Igo Leton. Pd membantu para guru dalam membuat identifikasi terhadap masalah riil yang dialami oleh setiap guru di kelasnya masing-masing. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil observasi awal, para guru pada umumnya masih mengalami kesulitan dalam mengenali dialaminya di kelas. Dengan identifikasi yang tepat, fokus masalah akan semakin jelas sehingga para guru dapat menentukan tujuan PTK tersebut dilakukan dan manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan tersebut. Hal merupakan langkah awal untuk menjelaskan masalah guna merancang solusi dan bagaimana solusi tersebut dapat diukur tingkat keefektifannya. Setelah identifikasi masalah, tujuan, dan manfaat PTK ditentukan, langkah selanjutnya yaitu menentukan teori dan kerangka teori yang akan digunakan dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa teori merupakan alat yang digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena yang terjadi. Dalam PTK, teori dibutuhkan untuk: . menyederhanakan suatu fakta sehingga dan . memberikan suatu alasan logis pada prediksi terhadap suatu fenomena untuk menguji keakuratan fakta yang ada. Sedangkan, kerangka teori merupakan hasil interpretasi teori-teori yang relevan dengan variabel-variabel yang Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 diteliti sebagai pegangan bagi para guru dalam melakukan PTK. Pada kegiatan penguatan konsep ini, para guru dilatih untuk dapat memilah secara tepat teori-teori apa saja yang dapat digunakannya dalam mengembangkan kajian teori berdasarkan judul dan masalah penelitiannya serta menghubungkan teori-teori tersebut dalam suatu kerangka teori sebagai dasar dalam melakukan PTK. Berkaitan dengan metodologi. Dr. Maksimus M. Taek. Si menjelaskan bahwa dalam PTK seorang peneliti akan dihadapkan pada dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Analisisnya bersifat deskriptif sehingga meskipun beberapa data bersifat kuantitatif namun analisisnya masih terbatas pada analisis statistik deskriptif. Meskipun terdapat kelonggaran secara metodologis namun PTK tetap dilaksanakan atas dasar kaidah Berdasarkan kajian dan kerangka teori yang ada. PTK memberikan kesempatan bagi para guru untuk dapat menentukan model dan strategi yang dianggap tepat, serta mengumpulkan dan menganalisis data untuk membuktikan hipotesis tindakannya tersebut. Sedangkan, instrumen penelitian. Dr. Samuel Igo Leton. Pd menjelaskan bahwa untuk dapat memperoleh data yang tepat sesuai dengan metode yang digunakan maka diperlukan instrumen penelitian yang tepat pula. Para guru telah terbiasa dengan instrument tes namun membutuhkan pendampingan lebih terkait instrumen non-tes, khususnya pedoman wawancara dan kuisioner serta cara menganalisis datanya. Hal ini dilakukan untuk membantu para guru dalam merancang dan menggunakan instrumen- instrumen tersebut secara tepat sehingga diharapkan dapat menjamin kevalidan data hasil PTK. Pada akhir kegiatan Penguatan Konsep PTK dan Karya Ilmiah, para guru diminta untuk mulai mengidentifikasi masalah berdasarkan kondisi riil yang mereka alami di kelasnya masing-masing. Hasil dari digunakan oleh para guru sebagai dasar pelaksanaan PTK di kelasnya. Pendampingan Penulisan Laporan dan Karya Ilmiah PTK Setelah para guru melakukan PTK di kelasnya, kegiatan dilanjutkan dengan tahap pendampingan penulisan karya ilmiah PTK. Kegiatan ini dilakukan secara offline di kampus St. Angela Atambua. Dalam proses pendampingan, para guru dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan jenjang pendidikan yaitu: . kelompok guru TKK. kelompok guru SD. kelompok guru SMP. dan kelompok guru SMA. Di dalam setiap kelompok tersebut, beberapa guru senior yang mengalami kesulitan dalam menggunakan IT dipasangkan dengan guruguru Yunior yang serumpun ilmu dan lebih fasih menggunakan IT sehingga diharapkan dapat mengatasi kendala yang ada. Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 Gambar 1. Kegiatan Penguatan Konsep PTK dan Karya Ilmiah yang dilakukan secara Online Selanjutnya, pada setiap kelompok yang telah terbentuk, setiap anggota Tim PkM melakukan pendampingan dengan mengacu pada Lembar Panduan Kerja I. Lembar Panduan Kerja I adalah lembar panduan yang berisi Langkah-langkah dasar penyusunan PTK. Lembar Panduan Kerja terpenuhinya aspek-aspek dasar dalam suatu PTK, meliputi: . Identifikasi masalah, tujuan, dan manfaat. ketepatan teori dan kerangka teori. ketepatan dan . ketepatan dalam memilih, menggunakan, dan menganalisis instrumen penelitian. Pendampingan mengidentifikasi masalah riil yang dialami di kelasnya masing-masing. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, para guru pada umumnya mampu melakukan identifikasi memunculkan gap antara harapan dan kenyataan di bagian latar belakang sehingga membutuhkan pendampingan lebih pada bagian tersebut. Berkaitan dengan kerangka teori, beberapa guru yang masih kesulitan dalam memilah teori-teori apa saja yang perlu dimasukkan dalam kerangka teori didampingi secara khusus sehingga mereka mampu memilah dan menyusun kerangka teori secara tepat sesuai dengan masalah yang mereka hadapi. Sedangkan, berkaitan dengan ketepatan metodologi dan ketepatan dalam memilih, menggunakan, dan menganalisis instrumen, para guru pada umumnya telah mampu mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif secara tepat namun beberapa guru mengalami kesulitan dalam menganalisis data kualitataif sehingga butuh untuk didampingi secara Gambar 2. Kegiatan Pendampingan Penulisan Laporan dan Karya Ilmiah PTK yang dilakukan secara Offline Setelah seluruh aspek dasar dalam suatu PTK terpenuhi maka pendampingan dilanjutkan dengan penulisan karya ilmiah PTK para guru. Pendampingan tetap dilakukan dalam kelompok-kelompok yang telah dibentuk sebelumnya dengan mengacu pada Lembar Panduan Kerja II. Lembar Panduan Kerja II berisi petunjuk teknis penulisan laporan PTK dalam bentuk artikel Di sini para guru dilatih untuk mampu menyusun suatu laporan PTK dalam aturan-aturan yang sudah disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan pada jurnaljurnal nasional. Dari kegiatan ini para guru mampu menghasilkan sebanyak dua puluh draf artikel PTK hasil penelitian yang terdiri dari delapan draf artikel PTK tingkat Sekolah Dasar dan duabelas draf artikel PTK tingkat Sekolah Menengah dari seharusnya delapan draf artikel PTK yang direncanakan yang terdiri dari empat draf artikel PTK tingkat Sekolah Dasar dan empat draf artikel PTK tingkat Sekolah Menengah (Gambar . Dari duapuluh draf artikel PTK yang dihasilkan, 11 draf artikel pembelajaran manipulatif, 4 draf artikel Samuel Igo Leton et al. Through Classroom Action Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 6 NOMOR 3 TAHUN 2022 (Halaman 241-. Diterima: Maret 2022 Disetujui: Oktober 2022 Dipublikasikan: Desember 2022 sedangkan 5 draf artikel berfokus pada penggunaan model pembelajaran untuk mengatasi kesulitas belajar para siswa di kelas (Gambar . Gambar 3. Grafik Jumlah Draf Artikel yang dihasilkan oleh Para Guru Peserta Kebijakan Gambar 4. Pengelompokkan Draf Artikel PTK yang dihasilkan oleh Para Guru Peserta Kegiatan Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, para guru merasa sangat terbantu pendampingan ini. Selain menambah pengetahuan para guru tentang konsep PTK, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan para guru dalam merancang dan melaksanakan PTK melalui kegiatan identifikasi masalah, penyusunan tujuan dan manfaat, pembuatan kerangka teori, pemilihan metode, penyusunan instrumen, pengumpulan dan analisis data, serta penulisan artikel ilmiah. PENUTUP Kegiatan PkM ini bertujuan untuk melatih para guru dalam melakukan PTK dan mendampingi mereka dalam penulisan artikel ilmiah hasil PTK. Luaran dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan PTK. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, para guru merasa sangat terbantu dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini. Selain menambah pengetahuan para guru tentang konsep PTK, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan para guru dalam merancang dan melaksanakan PTK melalui kegiatan identifikasi masalah, penyusunan tujuan dan manfaat, pembuatan kerangka teori, pemilihan metode, penyusunan instrumen, pengumpulan dan analisis data, serta penulisan artikel ilmiah. Saran Karena pentingnya PTK sebagai bagian dari profesionalisme guru maka Tim PkM menyarankan kepada para guru agar senantiasa melakukan PTK secara berkala di kelasnya guna memperoleh cara terbaik dalam membantu para siswanya belajar. UCAPAN TERIMAKASIH